Senin | 18 Januari 2021 |
×

Pencarian

PENDIDIKAN KESEHATAN

Gunakan Alat Bantu Pernafasan, Syekh Ali Jaber Ceritakan Kronologi Dirinya Positif Covid-19

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Ulama sekaligus penceramah kondang Syekh Ali Jaber mengungkap kronologi dirinya terkonfirmasi positif Covid-19.

Hal tersebut diungkapkan langsung Syekh Ali Jaber melalu akun media sosial facebook miliknya yang sudah terverifikasi, Selasa, 29 Desember 2020.

Loading...

Dalam unggahan video, Mengenakan kaus berwarna merah tampak Syekh Ali Jaber terbaring di tempat tidur rumah sakit dengan menggunakan alat bantu pernafasan.

“Alhamdullilah, Innalillahi waa innailaihi rojiun. Subhanaloh. Nggak nyangka, padahal sering swab, sudah berkali-kali dan selalu negatif,” kata Syekh Ali Jaber dilansir dari video yang diunggah, Selasa, 29 Desember 2020.

Dilansir dari tribunnews.com, Ia mengungkap kronologi dirinya dinyatakan positif Covid-19.

Beberapa hari sebelum dinyatakan positif Covid-19, Syekh Ali Jaber mengalami demam dan batuk.

Loading...

Namun, ia menganggap saat itu hanya demam biasa.

“Saya minum obat untuk mengurangi panas, kemudian obat batuk. Saya juga minum madu dan lain sebagainya,” katanya.

Kemudian, ia pun diminta untuk melakukan swab test kembali.

“Tapi Subhanallah, Qadarullah saya disuruh swab lagi, saya tidak merasa sama sekali akan positif. Maka saya diswab saja, datang ke rumah, kemudian ternyata hasilnya positif,” katanya.

Setelah dinyatakan positif Covid-19 dirinya menjalani karantina mandiri.

Namun, saat menjalani karantina mandiri, ia merasakan demam naik turun disertai batuk dan sesak nafas.

“Semenjak itu mulai demam lagi, panas naik turun, kemudian batuk, sampai sesak nafas. Ketika sudah sesak nafas, sudah tidak kuat lagi untuk karantina mandiri, saya langsung dibawa ke rumah sakit,” katanya.

Saat ini dirinya masih menjalani perawatan di rumah sakit dan keadaannya sudah cukup stabil, meskipun ia masih mengeluhkan sesak nafas.

Ia mengaku selama ini dirinya sudah disiplin menjalankan protokol kesehatan untuk menghindari penularan virus corona.

“Coba bayangkan, saya jarang ketemu siapa-siapa, kalau pun ketemu saya selalu mematuhi protokol jaga 3M, kemudian menjauh dari kerumunan dan keramaian. Tapi Subhanallah kalau sudah Qadarullah wal hadhr ia yunji minal qadar. Kalau sudah ditakdirkan oleh allah pasti datang ujian,” ujarnya.

Ia pun berdoa semoga apa yang dialaminya menjadi penghapus dosa untuk dirinya dan menjadi hikmah.

“Mudah-mudahan melalui ujian ini saya dapat diampuni segala dosa dan dinaikan derajan dan menjadi hikmah serta pelajaran,” ujarnya.

Ia pun meminta keluarga termasuk jemaah untuk mendokan dirinya agar cepat sembuh.

“Saya harap semua keluarga dan sahabat, jemaah tolong doakan agar Allah berikan yang terbai dan mudah-mudahan ujian ini berlalu,” katanya. (*)

Loading...
Loading...