Minggu | 24 Januari 2021 |
×

Pencarian

PERISTIWA

Lama Tak Muncul di Layar Kaca, Dewi Persik : Aku Sakit Covid-19

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Kabar mengejutkan diungkap aktris dan penyanyi dangdut Dewi Persik. Melalui akun Instagram-nya, @dewiperssikreal, mengabarkan dirinya terinfeksi Covid-19.

Dari tiga foto yang diunggahnya, terlihat adanya skin rash atau ruam pada kulit di bagian wajah serta lehernya.

Loading...

“Banyak yang bertanya kemana selama 1 bulan ini kok ga liat di @pagipagiambyarttv. Dan gak ada kegiatan ngyoutube juga, ya, aku sakit kena covid 19,” begitu caption yang ditulis Dewi di unggahannya.

“Alhamdulillah Allah masih kasih kesempatan aku untuk sehat, aku sekarang sembuh, aku salah satu org yg beruntung untuk sembuh, aku sudah cek dua kali negatif alhamdulillah. Dan skrg sudah sembuh dan recovery.”

“Kemarin mungkin karena kegiatanku yang terlalu padat akhirnya aku kecapean dan terkena covid-19.”

Ruam kulit sebagai gejala Covid-19

Loading...

Berkaca dari ruam kulit yang dialami pelantun “Diriku Berharga” tersebut, penelitian menunjukkan bahwa ruam kulit dianggap sebagai gejala terbaru Covid-19.

Mengutip laman covid.joinzoe.com, dan dilansir dari tribunnews.com studi yang dipimpin para peneliti dari King’s College London, Inggris, dan perusahaan ilmu kesehatan ZOE didasari oleh data 336.000 pengguna aplikasi Covid Symptom Study.

Dari data itu, para peneliti menemukan sebanyak 8,8 persen orang yang melaporkan tes swab virus corona positif mengalami ruam kulit, dibandingkan 5,4 persen orang dengan hasil tes negatif.

Hasil serupa terlihat pada 8,2 persen orang dengan ruam kulit yang belum menjalani tes virus corona, tetapi masih melaporkan gejala seperti batuk, demam, atau anosmia (kehilangan indera penciuman).

Guna menyelidiki lebih lanjut, para peneliti membuat survei online terpisah dan mengumpulkan hampir 12.000 orang dengan skin rash atau ruam kulit yang diduga terinfeksi atau sudah terinfeksi Covid-19.

Tim tersebut secara khusus mencari gambar dari orang kulit berwarna, yang saat ini kurang terwakili dalam sumber daya dermatologi.

Terima kasih kepada semua yang mengirimkan foto ruam mereka.

Sebanyak 17 persen peserta yang dites positif virus corona melaporkan ruam sebagai gejala pertama penyakit.

Di samping itu, satu dari lima orang (21 persen) yang melaporkan ruam dan sudah terkonfirmasi virus corona menyatakan bahwa ruam kulit merupakan satu-satunya gejala yang dialami mereka.

Bisakah ruam kulit akibat Covid-19 disembuhkan?

Jika Anda mengalami gejala serupa dengan yang dialami Dewi Perssik, kabar baiknya, ruam kulit akibat Covid-19 ini bisa disembuhkan.

Hal itu disampaikan dokter spesialis kulit dan kelamin, dr Emil R. Fadly, SpKK, FINSDV, FAADV.

“Ruam karena superfisial atau permukaan kulit biasanya tidak permanen, bisa pulih seperti biasa,” jelas dr Emil.

“Ini seperti kasus campak atau tampek.”

Menurut Emil, proses pemulihan kulit memakan waktu dua hingga tiga minggu, dengan catatan kulit tidak terinfeksi oleh bakteri.

Saat proses pemulihan, dianjurkan untuk menjaga pola makan sehat dengan gizi seimbang.

Di antaranya mengonsumsi antioksidan, vitamin kulit, serta buah-buahan dan sayur-sayuran yang mengandung Vitamin A, E , C, dan mineral, lycopene, dam antioksidan lain.

Beberapa buah-buahan yang bisa menjadi opsi seperti pepaya, wortel, tomat, kiwi, apel, dan buah naga.

Emil mengimbau agar pasien yang mengalami ruam tidak panik.

Selain menerapkan pola makan sehat dengan gizi seimbang, dianjurkan pula mengoleskan body lotion dengan kandungan seramid, pelembap dan humektan, setelah mandi di pagi hari dan 1-2 jam sebelum tidur.

“Intinya jangan panik, tetap waspada,” sebut dia.

Dokter spesialis kulit dan kelamin Dr Arini Astari Widodo, SpKK juga memberikan tanggapan yang sama.

“Manifestasi kulit atau kelainan kulit akibat Covid-19 biasanya akan menghilang setelah orang sembuh,” kata Arini.

Proses pemulihan ruam kulit, lanjut dia, dapat berbeda-beda bagi setiap orang, tergantung tingkat keparahan penyakit yang diderita.

Beberapa orang bisa pulih dalam hitungan minggu, sementara lainnya bisa mencapai satu bulan.

“Tapi ada juga beberapa kasus orang yang sudah sembuh dari Covid-19, kelainan kulitnya belum menghilang,” tambah Arini.

Loading...
Loading...