Jumat | 22 Januari 2021 |
×

Pencarian

PENDIDIKAN KESEHATAN

Macam-Macam Efek Samping Vaksin AstraZeneca

MEDIAKEPRI.CO.ID – Baru-baru ini perusahaan farmasi Inggris, AstraZeneca mengumumkan efektivitas vaksin buatannya telah melalui uji klinis terakhir. Hasilnya pun menunjukkan rata-rata efektivitas vaksin virus Covid-19 tersebut mencapai 70 persen. Ketika Vaksin AstraZenecadiberikan setengah dosis dan diikuti dosis penuh selang satu bulan kemudian, kemanjurannya bisa mencapai 90 persen. Namun, ketika dua dosis penuh diberikan dengan jarak sebulan hasilnya menjadi 62 persen. Meskipun begitu, vaksin Astrazeneca tetap memiliki efek samping setelah disuntikkan. Berikut ulasannya:

1. Nyeri sendi dan Demam

Loading...

Peserta uji klinis bernama Darren Lipoma yang merupakan profesor Departemen Teknik Nano di Universitas California San Diego, mengeluhkan nyeri sendi ringan dan merasa kedinginan selama 36 jam setelah disuntik. Dia mengatakan, setelah saya secara merasa mengalami demam Saya mengkonsumsi parasetamol dan konsumsi ibuprofen dan unisom sebelum tidur. Keesokan paginya, saya merasa cukup sehat dengan rasa sakit di persendian yang menetap.

2. Nyeri Tubuh dan Sakit Kepala

Di samping itu, relawan lainnya Dr Emily Cline, ginekologi dari Greenwood Indiana,  sehari usai disuntik pada 13 November sempat mengalami nyeri di tubuh dan sakit kepala yang intens. Menurutnya, proses dari uji coba vaksinasi ini sangat teliti. Diberikan kuesioner yang sangat panjang meliputi data demografi, riwayat kesehatan, diikuti dengan kunjungan medis untuk mendata riwayat, dan pemeriksaan fisik.

Mengenal Vaksin AstraZeneca

Loading...

Vaksin dari AstraZeneca yang dikembangkan bersama University of Oxford memiliki efektifitas 70 persen, lebih rendah dari hasil uji klinis kandidat vaksin Moderna dan Pfizer. Meski begitu, vaksin AstraZeneca disebut memiliki keunggulan lain yang tidak kalah penting, yaitu dapat disimpan pada suhu lemari es. Tentunya ini akan memudahkan dalam proses distribusinya ke berbagai negara.

Berdasarkan keunggulan tersebut, dr. Muhammad Iqbal Ramadhan mengatakan, vaksin AstraZeneca akan lebih bersahabat untuk negara-negara berkembang. Ini karena vaksin AstraZeneca hanya butuh tempat penyimpanan dengan suhu setara lemari es yang berkisar antara -6 sampai -8 derajat Celcius. Tidak seperti calon vaksin buatan Pfizer yang butuh tempat khusus bersuhu minus 70 derajat Celcius dan Moderna yang butuh suhu minus 20 derajat Celcius. Selain itu, harga vaksin AstraZeneca juga dijanjikan akan jauh lebih murah dibandingkan dua kandidat vaksin virus Covid-19 lainnya.

Mengirim Data ke Otoritas Regulasi di Dunia

AstraZeneca akan terus mengumpulkan lebih banyak data sebagai bagian dari analisis primer yang akan datang dan follow-up selanjutnya untuk menyempurnakan interpretasi kemanjuran dan karakterisasi kemanjuran vaksin mereka dalam jangka waktu yang lebih panjang. Rincian data keamanan vaksin yang dipublikasikan sejauh ini berasal dari 20 ribu lebih peserta yang terdaftar di uji klinis di Inggris, Brazil, dan Afrika Selatan. Dari keseluruhan data,  tingkat efek samping serius yang dilaporkan adalah 0,7 persen pada kelompok vaksin dan 0,8 persen pada kelompok kontrol.

Soriot mengatakan bahwa, “Kami telah mulai mengirimkan data ke otoritas regulasi di seluruh dunia untuk persetujuan awal dan global supply chains kami telah aktif dan berjalan”. Mereka siap untuk segera mulai mengirimkan ratusan juta dosis dalam skala global dan tanpa laba. Sampai saat ini, pengajuan izin untuk distribusi dari vaksin ini tengah dilakukan untuk mendukung proses perizinan penggunaan vaksin.

Itulah macam-macam efek samping vaksin AstraZeneca yang saat sedang dalam uji klinis tahap selanjutnya. Bagi Anda yang ingin konsultasi kesehatan secara online, gunakan aplikasi Halodoc saja! Selain itu, Anda juga bisa membaca berbagai informasi mengenai kesehatan, gaya hidup, dan perkembangan pandemi virus Corona dari Halodoc.

Loading...
Loading...