Sabtu | 16 Januari 2021 |
×

Pencarian

BENGKALIS

Pemkab Bengkalis Tunda Pembelajaran Tatap Muka, Ini Penjelasan Pj. Bupati

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bengkalis – Pemerintah Kabupaten Bengkalis memutuskan untuk tidak/belum melaksanakan sekolah tatap muka pada Januari 2021 mendatang.

Hal tersebut diputuskan melalui rapat pembahasan pelaksanaan pembelajaran tatap muka yang dilaksanakan di Ruang Rapat Kantor BPBD Bengkalis, Senin, 28 Desember 2020.

Loading...

Rapat yang dipimpin langsung oleh Pejabat (Pj) Bupati Bengkalis H. Syahrial Abdi dihadiri oleh Kapolres Bengkalis AKBP Hendra Gunawan, Dandim 0303/Bengkalis Letkol. Inf Lizardo Gumay, Kadis BPBD Tajul Mudaris, Kadis Kominfotik Johansyah Syafri, Kadis Kesehatan Ersan Saputra dan Sektretaris Dinas Pendidikan Agusilfridimalis.

Sebagaimana diketahui, wacana pembukaan kembali kegiatan belajar mengajar tatap muka di sekolah pada Januari 2021 mendatang menjadi perhatian para orang tua di seluruh Indonesia. Wacana tersebut disampaikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada 20 November 2020 yang lalu.

Tentunya diperlukan kesiapan yang matang bagi semua pihak untuk mempersiapkan secara menyeluruh aspek kesehatan yang dibutuhkan, khususnya bagi pelajar yang akan memulai kegiatan tatap muka di sekolah.

Dikatakan oleh H. Syahrial Abdi, melihat kondisi saat ini, ada kekhawatiran jika sekolah tatap muka kembali dibuka. Awal tahun adalah paska libur panjang dan Bengkalis termasuk kabupaten yang melaksanakan Pilkada serentak.

Loading...

“Dalam situasi pandemi Covid-19 ini yang terpenting adalah komitmen seluruh pihak untuk memutus rantai penularan. Pemerintah khususnya pemerintah daerah harus menyiapkan aturan protokol kesehatan yang ketat untuk sekolah dengan menyiapkan regulasi bahwa tingkat pendidikan sekolah apa yang akan dibuka, mengingat ini aturan baru dan belum ada penerapannya,” papar H. Syahrial Abdi.

Selanjutnya, ia menambahkan bahwa pemerintah perlu melihat situasi yang ada sebelum sekolah tatap muka dibuka.

“Saya pikir sebaiknya tunggu dulu. Tunggu sampai masyarakat benar-benar paham bahwa mereka harus menjalankan prosedur kesehatan yang ketat,” pungkas H. Syahrial Abdi. (juny/prokopim)

Loading...
Loading...