Minggu | 07 Maret 2021 |
×

Pencarian

PENDIDIKAN KESEHATAN

10 Bulan Pandemi, Nakes Mulai Jenuh dan Lelah

MEDIAKEPRI.CO.ID, Solo – Pandemi Covid-19 sudah melanda Indonesia selama 10 bulan. Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Siti Wahyuningsih, menyatakan, para tenaga kesehatan nakes mulai merasa jenuh dan lelah menangani kasus tersebut.

Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19 Solo, jumlah kasus penyebaran Covid-19 secara kumulatif hingga Rabu 20 Januari 2021 mencapai 7.358 orang. Dalam dua hari yakni Selasa-Rabu 19 Januari 2021, terdapat penambahan 303 kasus.

Loading...

“Sudah 10 bulan kasusnya makin banyak, tingkat kejenuhan itu ada, lelah itu pasti, bisa dikatakan kerja terus, akhir tahun pun,” kata Siti kepada wartawan.

Siti menambahkan, tekanan yang cukup berat dirasakan oleh nakes yang bekerja di lapangan. Seperti, melakukan pemantauan pasien karantina mandiri maupun yang melakukan penelusuran (tracing) kontak erat dan kontak dekat. 

Sebab, nakes tersebut kerap mendapat perkataan tidak menyenangkan dari masyarakat.

“Untuk yang di rumah sakit mungkin sifatnya personal, kalau teman-teman yang di lapangan yang melakukan pemantauan karantina terutama tracing ini tekanan luar biasa, kadang-kadang mendapat umpatan isi kebun binatang,” ujarnya.

Loading...

Karenanya, Siti merasa sebagai orang tua menguatkan para nakes agar tetap semangat dalam menangani pasien Covid-19. Dia juga menyebut, selama ini Pemkot melakukan penanganan secara maksimal bagi warga yang terpapar Covid-19. 

Termasuk pasien tanpa gejala yang melakukan isolasi mandiri. Jika diketahui rumah pasien tersebut tidak layak untuk isolasi mandiri, maka Pemkot segera membawa ke rumah karantina orang tanpa gejala (OTG) di Asrama Haji Donohudan.

Di sisi lain, sebagian nakes di Solo sudah menerima vaksinasi Covid-19. Pemkot Solo mulai melaksanakan vaksinasi dosis pertama bagi nakes sejak 14 Januari 2021. Totalnya, ada 12 ribu lebih nakes di Solo. Ada 33 fasilitas kesehatan (faskes) tang ditunjuk untuk menyelenggarakan vaksinasi.

Pemkot berupaya mempercepat pelaksanaan vaksinasi agar segera selesai. Starteginya, nantinya setiap nakes menjadi tanggung jawab faskes masing-masing. Sedangkan nakes yang bekerja di klinik, praktek mandiri maupun apotek menjadi tanggung jawab puskesmas setempat.

“Mudah-mudahan pekan depan sudah selesai vaksinasi dosis pertama,” harapnya dikutip dari republika.co.id. (*)

Loading...
Loading...