Kamis | 25 Februari 2021 |
×

Pencarian

PERISTIWA

Jakarta Dibayangi Banjir dan Pandemi Covid-19

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Wakil Gubernur Ahmad Riza Patria mengatakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta siap menghadapi banjir tahun ini.

Persiapan antisipasi banjir dilakukan dengan pengerukan sungai, waduk, dan embung, dan membangun sumur resapan.

Loading...

Namun, menurutnya sebesar apapun anggaran yang dialokasikan tidak akan mampu mengurangi banjir di Jakarta, jika masyarakat tidak turut partisipasi terhadap lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan.

“Intensitas hujan semakin tinggi tahun demi tahun, berapa pun besarnya program yang kami anggarkan tidak kurang dari Rp 5 triliun di 2021-2022 terkait penanganan banjir, tapi semuanya berpulang pada kita semua warga Jakarta,” ucap Riza dikutip dari merdeka.com, Rabu 20 Januari 2021.

Politikus Gerindra itu menuturkan pihaknya secara rutin meminta warga Jakarta untuk membuat sumur resapan di wilayah kediamannya. Hal itu menurutnya untuk menekan jumlah titik titik banjir di Jakarta.

“Sejak awal kami juga meminta warga memastikan selokannya bersih dan membuat sumut-sumur resapan,” tuturnya.

Loading...

Banjir tahun ini menjadi berat seiring kasus positif Covid-19 di Jakarta yang terus meningkat setiap harinya.

Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Pusat Erizon Safari memastikan seluruh pengungsi yang terdampak banjir akan menjalani tes cepat, rapid test, sebagai langkah penanganan Covid-19.

Nantinya, jika hasil rapid test reaktif, pengungsi tersebut baru akan dilakukan tes usap, swab test, secara Polymerase Chain Reaction (PCR).

“Jadi kalau memang ada pengungsian, pertama protokol pengungsi semuanya akan dilaksanakan test screening dengan rapid, kalau memang dia nanti reaktif ya kita akan tindak lanjut dengan swab,” ucap Erizon kepada merdeka.com, Rabu 12 Januari 2021.

Selama menunggu hasil swab, lanjut Erizon, pengungsi yang hasilnya reaktif saat rapid test, akan dipisah dengan pengungsi yang non reaktif. Kemudian, jika hasil swab menunjukan negatif Covid-19, pengungsi dipersilakan bergabung dengan pengungsi lainnya, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Namun apabila hasil swab menunjukan positif Covid-19, Erizon mengatakan pihaknya akan mengirim pengungsi tersebut ke tempat isolasi terkendali milik pemerintah seperti Wisma Atlet.

“Sambil menunggu hasilnya (hasil swab test) dia akan dipisahkan dengan pengungsi lainnya yang non reaktif, kalau nanti hasilnya ternyata negatif ya boleh bergabung dengan rekan pengungsian dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan namun apabila hasilnya positif akan kita rujuk ke tempat isolasi milik pemerintah,” jelasnya.

Erizon menambahkan, di musim hujan, pihaknya tidak melarang warga yang hendak melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing, namun harus memenuhi sejumlah persyaratan dan penilaian.

“Kalau dia rumahnya memungkinkan untuk isolasi mandiri masih dibolehkan. Karena kita lihat wisma atlet saja tingkat keterisiannya sudah 90 persen, hotel-hotel yang disediakan pemerintah juga penuh namun kalau memang tidak memungkinkan di rumahnya ya kita harus fikirkan seperti isolasi di tempat yang lebih baik tentu saja,” tandasnya. (*)

Loading...
Loading...