Jumat | 05 Maret 2021 |
×

Pencarian

BATAM

Kapok! Petualangan Mesum Fotografer Batam Ini Berakhir di Jeruji Besi

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Subdit IV Dit Reskrimum Polda Kepri berhasil amankan sang predator anak berinisial RS yang menurut pengakuannya ada 10 orang anak dibawah umur yang menjadi korban.

Hal tersebut disampaikan oleh Dir Reskrimum Polda Kepri Kombes Pol Arie Dharmanto, didampingi Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S, saat Konferensi Pers di Mapolda Kepri, Rabu, 20 Januari 2021.

Loading...

“Modusnya, tersangka yang berprofesi sebagai Fotografer ini merayu calon korbannya untuk dijadikan foto model hingga para korban menuruti keinginan tersangka,” ujar Kombes Pol Arie Dharmanto.

Dari hasil penyidikan dan penyelidikan diawal bahwa tersangka ini melakukan tindak kejahatannya di dua lokasi hotel yang berada di daerah Pelita, Kota Batam pada September 2020 yang lalu.

“Hasil pemeriksaan diawal bahwa ada 10 orang anak yang menjadi korbannya, namun penyelidikan ini akan terus berkembang dan tidak berhenti sampai disini saja,” ungkapnya.

Dilansir dari salah satu media online, Polisi berhasil mengamankan barang bukti 1 unit Handphone yang digunakan tersangka untuk chating dengan para korbannya, 1 buah kamera, 1 helai baju warna abu-abu, 1 helai celana panjang warna biru, 1 helai celana dalam warna ungu, 1 helai Bra warna hitam, 1 helai baju warna hitam motif kotak-kotak dan 1 helai celana panjang warna biru.

Loading...

Tim juga melakukan pemeriksaan terhadap para korban dan saksi serta terus melakukan pendalaman juga pengembangan terhadap dugaan adanya korban lainnya serta melakukan koordinasi dengan P2TP2A Provinsi Kepri sebagai pendampingan kepada korban.

“Menurut pengakuannya, tersangka telah melakukan kejahatannya lebih dari 10 korban dan yang dia ingat hanya 10 nama, hal ini tidak menutup kemungkinan korbannya lebih dari 10 orang karena sewaktu didalam pemeriksaan pelaku ini mengatakan banyak lupa dan yang diingat hanya 10 nama korban. Dari para korban-korban nya tersebut 2 orang diantaranya sudah hamil,” jelas Arie Dharmanto.

Atas kejahatan yang dilakukannya, tersangka dikenakan Pasal 81 Ayat 2 dan Ayat 5 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 Tentang Penetapan Perpu Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp. 5.000.000.000.

“Dalam penegakkan hukum terhadap perlindungan anak ini, bahwa kita juga akan menerapkan Undang-undang baru, yang sudah ditandatangani oleh bapak Presiden RI yang salah satunya didalam ayat tersebut adalah pemberian hukuman Kebiri Kimia yang dilakukan sesuai dengan putusan hakim di pengadilan,” tegasnya. (*)

Loading...
Loading...