Jumat | 22 Januari 2021 |
×

Pencarian

OPINI

KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM PEMBERLAKUAN SISTEM DARING DI MASA PANDEMI

Seperti kita ketahui akibat dari Covid-19 telah banyak sekali sektor yang terkena dampak bukan hanya pada sektor ekonomi, transportasi , kesehatan , tetapi  juga pada sektor pendidikan.

Sebagai upaya mencegah penyebaran COVID-19 World Health Organization (WHO) merekomendasikan untuk menghentikan kegiatan yang akan berpotensi menimbulkan kerumunan massa.

Loading...

Untuk itu maka upaya pemerintah salah satunya yaitu menerapkan strategi social distancing. Di sektor pendidikan sendiri upaya social distancing yang dilakukan dengan menutup sekolah dan kampus. Kemudian dikeluarkannya Surat Edaran dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Pendidikan Tinggi No. 1 Tahun 2020 mengenai pencegahan penyebaran COVID-19 di dunia Pendidikan.

Dalam surat edaran ini, Kemdikbud menginstruksikan untuk menyelenggarakan pembelajaran jarak jauh dan belajar dari rumah masing-masing (Study From Home/SFH). 

Mengingat pembelajaran tatap muka di sekolah dapat menyebabkan peningkatan risiko penularan Covid-19, Kemendikbud menempuh jalan yang paling konservatif untuk tetap memenuhi hak pendidikan anak, akan tetapi keamanan sebagai prioritas utama.

penyesuaian  pembelajaran telah dilakukan agar tidak membebani tenaga pengajar dan siswa. namun dalam hal ini bukan hanya pemerintah yang turut andil ,akan tetapi tenaga pendidik juga harus berperan untuk memberikan pengertian kepada siswanya mengenai perkembangan penularan Covid-19 bagi anak-anak, remaja, maupun orang dewasa. 

Loading...

Untuk metode pembelajaran yang digunakan yakni dengan metode pembelajaran secara daring dan secara online yaitu bisa menggunakan aplikasi edmodo, google classroom dan aplikasi pembelajaran lainnya atau bisa juga menggunakan metode blended learning yaitu seperti videocall dengan menggunakan aplikasi seperti (google meet dan zoom ).

Lantas apakah hal tersebut sudah cukup efektif dalam memenuhi kebutuhan anak dalam kegiatan belajar dan mengajar ? 

untuk tingkat keefektifannya bisa dikatakan relatif , tergantung dari komponen pembelajaran yang digunakan dan proses pembelajaran yang dilakukan oleh masing masing tenaga pengajar .

Sebenarnya ada sisi negatif & positif dengan diberlakukannya pembelajaran secara daring ini seperti sulitnya menangkap materi pelajaran yang diberikan guru akibat tidak ada kedisiplinan dan pengawasan dari guru, tugas yang menumpuk, serta kecanduan gadget, adapun sisi positifnya yaitu siswa dapat lebih mandiri dan aktif belajar bukan hanya mengandalkan materi yang telah diberikan saja tetapi juga dapat mencari dari sumber lain, siswa memiliki lebih banyak waktu bersama keluarga, serta di sisi tenaga pendidik dapat mengevaluasi sejauh mana para siswa dalam memahami materi yang telah diberikan.

Keberhasilan tenaga pendidik dalam melakukan pembelajaran daring saat  pandemi seperti ini dengan kemampuan  dalam berinovasi merancang materi, metode pembelajaran, dan aplikasi apa yang sesuai dengan materi dan metode pembelajaran serta aplikasi apa yang digunakan agar sesuai dengan materi .

Kreatifitas tenaga pengajar  merupakan kunci keberhasilan untuk dapat memotivasi siswanya tetap semangat dalam belajar secara daring serta tidak membebani siswa dalam kegiatan belajar. 

Pemerintah juga telah mengusahakan yang terbaik untuk menunjang keberlangsungan pembelajaran di masa pandemi COVID-19 ini, seperti contohnya pemberian subsidi kuota bagi siswa sebesar 35 GB/bulan, guru 42 GB/bulan, mahasiswa maupun dosen 50 GB/bulan. 

Harapan saya semoga pandemi ini cepat berlalu seiring dengan new normal yang telah diberlakukan oleh pemerintah akan tetapi tetap memberlakukan protokol kesehatan. Agar proses pembelajaran seperti biasanya dengan tatap muka bisa terlaksana sehingga guru dan siswa dapat saling berinteraksi  secara langsung.

Penulis : Nabila Khairunnisa
Universitas Muhammadiyah Malang

Loading...
Loading...