Minggu | 14 Agustus 2022 |
×

Pencarian

PENDIDIKAN KESEHATAN

Konsumsi Buah Baik untuk Kesehatan, Namun Anda Harus Tahu Hal Ini

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Manfaat buah bagi tubuh begitu banyak. Namun, apabila dikonsumsi berlebihan bisa membahayakan tubuh. Terutama bagi penderita penyakit serius. Bahkan, rasa buah tertentu dapat memicu kambuhnya penyakit tersebut.

Seperti rasa asam berlebih, maka tidak baik bagi penderita asam lambung dan GERD atau gastroesophageal reflux disease, penyakit kronis pada sistem pencernaan.

Ahli gizi, Leona Victoria mengatakan, buah citrus seperti lemon, limau, jeruk dapat memicu naiknya asam lambung. Karena itu, jika masih ingin menikmati manfaat dari aneka jeruk tersebut dapat dicampur segelas air, sehingga rasa asamnya berkurang.

“Perasan lemon dan air tersebut dapat menetralkan asam di perut. Jika hanya konstratnya, maka akan membahayakan atau mengiritasi lambung dan kerongkongan,” ujarnya, Kamis, 21 Januari 2021.

Idealnya, makan buah setiap hari jumlahnya hanya sekepal tangan untuk satu kali makan. Seperti satu buah apel atau sebuah jeruk Sunkist. Jika buah yang harus dipotong cukup satu cangkir kecil.

Kebanyakan masyarakat sering berlebihan saat makan buah dalam satu hari. Sebenarnya, dalam satu hari hanya 2-3 buah saja untuk orang dewasa.Namun, untuk para penderita diabetes harus lebih memperhatikan takeran itu.

Sebab, mereka harus menjaga gula darah karena buah mengandung karbohidrat yang bisa menaikan gula darah. Bukan hanya buah yang karbohidratnya tinggi, namun juga buah dengan indeks glikemik tinggi seperti mangga, pisang, apel, nanas, dan anggur.

Pada dasarnya buah sangat dianjurkan dikonsumsi setiap harinya sama halnya dengan sayuran sebagai bagian dari pola makan berimbang dan sehat. Begitu pula dengan penderita diabetes, boleh memakannya asal sesuai porsi dan jam makan, yakni di luar jam makan utama.

“Untuk penderita diabetes hindari jus buah karena jus buah itu sudah tidak ada seratnya, lebih mudah dikonsumsi jadi tendensi untuk over eating-nya lebih tinggi daripada kita mengonsumsi buah langsung,” ungkap Master of Nutrition & Dietetics dari University of Sydney ini.

Waktu makan ideal 3 kali sehari setelah 2-3 jam diselingi dengan makanan ringan. Penderita diabetes wajib menjaga waktu makan tersebut karena gula darah mereka tidak boleh turun ataupun naik terlalu jauh. Lebih baik, ada snack time dibanding makan kue atau kudapan lainnya.

Buah lain yang kerap dijauhi ialah alpukat karena memiliki kandungan lemak tinggi. Faktanya memang ada lemak, namun tentu lemak baik. Alpukat juga memiliki kalori tinggi, namun rendah karbohidrat. Karena kalori tinggi memang sebaiknya tidak perlu terlalu banyak. Sesuai dengan porsi anjuran makan buah hanya 2-3 buah dalam sehari.

“Karena alpukat tebal dan besar. Artinya, sekali makan cukup setengah potong. Setengah lagi pada jam waktu makan berikutnya,” tambah Leona.

Selain itu, penderita obesitas pun tidak masalah mengonsumsi alpukat karena lemak yang terkandung dalam alpukat merupakan lemak nabati yang termasuk lemak baik. Namun, pengonsumsiannya bukan sebagai tambahan lemak, melainkan pengganti lemak. Misalnya, biasa mengonsumsi gorengan untuk cemilan sekarang dapat diganti dengan alpukat.

Dia mengingatkan sekaligus meluruskan bagi penderita diabetes, penyakit kardiovaskular, dan obesitas, bahwa makanan yang tidak boleh dikonsumsi ialah gula bukan buah. Selama ini masih banyak yang beranggapan gula itu karbohidrat.

“Padahal yang dimaksud gula ialah gula sesungguhnya, yakni gula yang ditambahkan atau gula pasir yang biasa kita jumpai,” tuturnya.

Leona menegaskan, buah tidak sama dengan gula, tapi gula sudah pasti karbohidrat. Pada buah mengandung karbohidrat alami terdapat fiber, vitamin mineral. Jenis karbohidratnya pun tidak sama dengan gula putih karena sangat berbeda kandungan laktosa dan glukosanya.

Senada dengan Leona, dokter umum Fanny Fardhani mengatakan, semua buah sehat asalkan murni dalam bentuk buah, bukan dijadikan es buah, jus yang ditambahkan gula, jus kemasan, buah kering, atau olahan yang dibuat manisan atau asin. Ditambah dengan mengonsumsi tidak berlebihan.

Fanny juga menyebutkan bahwa durian itu sehat dikonsumsi siapa pun dalam porsi sesuai. Artinya, mengonsumsi durian dalam batas kewajaran tidak akan menyebabkan kolesterol ataupun diabetes seperti yang selama ini dipersepsikan.

“Durian mengandung lemak tak jenuh yang dapat membantu menurunkan LDL (Low Density Lipoprotein) atau kadar kolesterol jahat. Sebab, jika LDL kadarnya terlalu tinggi dapat mengendap pada dinding pembuluh darah arteri dan membentuk sumbatan yang menjadi penyebab jantung koroner,” jelasnya. (sindonews.co.id)