Kamis | 04 Maret 2021 |
×

Pencarian

PERISTIWA

Memahami Black Box yang Dicari di Setiap Kecelakaan Pesawat, Mengapa di Ekor?

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Black Box Sriwijaya Air SJ-182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu akhirnya ditemukan.

Kotak hitam tersebut ditemukan tertutup puing-puing pesawat yang hancur.

Loading...

Seperti diketahui, Sriwijaya SJ-182 jatuh di perairan Kepulauan Seribu hanya empat menit setelah lepas landas dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Sabtu 9 Januari 2021 lalu.

Black box atau kotak hitam pada pesawat terbang merupakan salah satu komponen yang harus ditemukan apabila terjadi kecelakaan pesawat.

Lalu apa itu black box atau kotak hitam.

Black box merujuk pada sekumpulan perangkat yang digunakan dalam bidang transportasi terutama penerbangan yang biasanya berisi Flight Data Recorder (FDR) atau perekam data penerbangan dan cockpit voice recorder (CVR) atau perekam suara kokpit.

Loading...

Dilansir dari Wikipedia dan dikutip tribunnews.com, fungsi dari kotak hitam sendiri adalah untuk merekam pembicaraan antara pilot dan pemandu lalu lintas udara atau air traffic control (ATC) serta untuk mengetahui tekanan udara dan kondisi cuaca selama penerbangan.

Meski disebut kotak hitam, namun black box sebenarnya berwarna oranye dengan maksud gampang terlihat jika terjadi kecelakaan.

Black box diletakkan di bagian ekor pesawat, bagian yang biasanya menjadi bagian yang tidak terlalu parah kerusakannya saat terjadi kecelakaan.

Menurut Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), black box menjadi kunci untuk melakukan penyelidikan terkait kecelakaan pesawat.

Kepala KNKT Soerjanto Tjahjono mengatakan, investigasi terkait kecelakaan pesawat sangat mengacu pada black box.

“Black box harus ditemukan, karena sangat penting untuk melakukan investigasi apa yang terjadi terhadap pesawat yang mengalami kecelakaan,” ujar Soerjanto.

Hal serupa juga diungkapkan pengamat penerbangan Arista Atmadjati, yang menyebut bahwa black box merupakan hal penting untuk melanjutkan penyelidikan lebih lanjut terhadap pesawat yang mengalami kecelakaan.

Ia mengungkapkan, black box terdiri dari dua komponen yaitu Flight Data Recorder (FDR) dan Cockpit Voice Recorder (CVR) yang sangat berguna untuk melihat kondisi pesawat sebelum kecelakaan.

Terkait black box tersebut, pesawat Sriwijaya Air dengan kode penerbangan SJ 182 mengalami kecelakaan dan jatuh di sekitar Kepulauan Seribu.

Proses pencarian puing pesawat dan juga black box dilakukan hingga saat ini.

Pada Selasa 12 Januari 2021 tim evakuasi korban dan puing pesawat, berhasil menemukan black box FDR pesawat SJ 182, dan masih melakukan pencarian terhadap CVR.

Black box memiliki dua komponen yaitu FDR yang merekam beragam data tentang semua aspek pesawat mulai dari kondisi mesin hingga fungsi lainnya hingga 30 jam, sementara CVR merekam percakapan dalam dek penerbangan dan suara lain, seperti transmisi radio serta alarm otomatis.

Adanya black box ini, tentunya untuk mengantisipasi jika terjadi masalah pada pesawat seperti kecelakaan, data black box pesawat dapat membantu merekonstruksi apa yang sebenarnya terjadi.

Black box juga dilengkapi dengan pinger. Pinger ini mengirimkan sinyal dan akan berbunyi saat berada di dalam air.

Akan tetapi radius sinyal tak terlalu luas, sehingga beberapa kali proses pencarian memakan waktu yang lama.

Selain itu, kotak hitam atau black box pesawat juga tidak hanya tahan air, tetapi juga tekanan berat yang ditemukan di kedalaman ribuan meter di bawah air.

Melansir laman situs How Stuff Work pada Selasa 13 Januari 2021, setelah black box ditemukan maka dapat diunduh datanya untuk merekonstruksi ulang kejadian kecelakaan pesawat ataupun kondisi pesawat.

Sistem pembacaan proses ini biasanya dibutuhkan waktu berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan. Dalam mengunduh data tersebut juga dibutuhkan perangkat lunak, untuk menganalisa lengkap data yang tersimpan baik di FDR ataupun CVR.

Maka dari itu, setiap kecelakaan pesawat pastilah akan mencari black box ini karena menjadi kunci apa yang terjadi terhadap pesawat.

Karena menjadi komponen penting dalam pesawat, komponen black box perlu disertifikasi agar tidak bisa dihancurkan, setidaknya sampai beberapa ambang batas yang sangat tinggi.

Black box pesawat ini juga dilakukan pengujian cara dibenturkan di dinding beton dengan kecepatan 750 kilometer per jam dan harus mampu menahan beban 2,25 ton setidaknya selama lima menit serta bertahan di suhu 1.100 derajat Celcius selama satu jam. (*)

Loading...
Loading...