Kamis | 21 Januari 2021 |
×

Pencarian

PENDIDIKAN KESEHATAN

Penambahan RSUD Tipe D Sebelum dan Sesudah Covid-19

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tangerang – Pemerintah Kota Tangerang belum akan menambah fasilitas kesehatan berupa Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), lantaran saat ini sudah banyak rumah sakit swasta yang ada di wilayah kota Tangerang. Berdasarkan data Pemkot, setidaknya ada 33 RS swasta yang beroperasi di sana.

Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah mengaku dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerahnya (RPJMD), juga tidak merencanakan penambahan faskes RSUD baru di Tangerang.

Loading...

“Bukanya tidak diperlukan. Untuk menambah fasilitas dan pelayanan enggak ada salahnya (pembangunan RSUD baru). Cuma kita mau optimalin Puskesmas rawat inap menjadi Rumah Sakit Tipe D,” kata Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah dikonfirmasi, Rabu (6/1).

Menurut Arief, Puskesmas Rawat Inap di Kota Tangerang, bisa mewakili layanan dasar kesehatan warga kota Tangerang, sebelum dirujuk ke RSUD Kota Tangerang di Jalan Kelapa Indah, kecamatan Tangerang itu.

Selain itu, sistem pembiayaan BPJS kesehatan saat ini, juga tidak mengenal istilah Puskesmas Rawat Inap. BPJS hanya mengenal sistem perawatan dan pengobatan di Puskesmas dan RS.

“Itu (Puskesmas Rawat Inap) juga tidak dikenal di aturan BPJS kesehatan yang baru, maka akan ditingkatkan RSUD tipe D,” kata Arief.

Loading...

Dia mengaku, sebelum adanya Pandemi Covid-19, tingkat keterisian kamar perawatan di RSUD Tangerang, tidak pernah melebihi kapasitas kamar yang ada.

“RSUD kota kalau tidak ada Covid-19 begini tingkatnya baru 55 sampai 60 persen. Sekarang lagi, Covid-19 saja BOR (Bed Ocupancy Rate) baru 70 sampai 75 persen. Jadi berproses, jangan sampai kita bangun fasilitas nanti enggak optimal. ” ucap Wali kota Tangerang dua periode ini.

Menurut Arief, dengan luas wilayah kota Tangerang, yang terbagi dalam 13 wilayah kecamatan, peningkatan status Puskesmas Rawat Inap menjadi RSUD tipe D menjadi sangat tepat.

Meski begitu, peningkatan status Puskesmas Rawat Inap menjadi RSUD tipe D juga harus melalui serangkaian tahapan dan kajian yang matang dari Dinas Kesehatan Tangerang, sebelum benar -benar bisa direalisasikan Pemkot Tangerang.

“Harusnya masuk revisi RPJMD. Harus ada kajian dulu. Berproses edaran aturan BPJS ini baru keluar Desember 2020 dan APBD sudah disahkan November 2020. Maka kita siapkan dulu kajiannya, banyak yang harus menyiapkan instalasi Gas, ME, kamar Operasi, ICU, mudah-mudahan paling lambat tahun depan sudah kita kembangkan,” ucap dia.

Sebelumnya, Ketua Komisi II DPRD Kota Tangerang, Saeroji mengkritisi keberpihakan Pemkot Tangerang, dalam menyediakan layanan dasar kesehatan warga Kota Tangerang, yang baru memiliki satu RSUD tipe D di Kota Tangerang. (*)

Loading...
Loading...