Kamis | 25 Februari 2021 |
×

Pencarian

ANAMBAS

Penembakan Haji Permata, KKSS Anambas Kecam Oknum BC, Edi Londo: Dibunuh Seperti Binatang

MEDIAKEPRI.CO.ID, Anambas – Ketua Badan Pengurus Daerah, Keluarga kerukunan Sulawesi Selatan ((BPD- KKSS) Anambas, Supardi (Edi Londo), bersama Sekretaris, Muh. Nasrul Arsyad, didampingi wakil sekretaris Afrizal djohan, kecam Insiden penembakan Jumhan Bin Selo atau akrab Haji Permata (70) tahun, yang dilakukan oleh pihak petugas patroli Bea Cukai di Tembilahan, Kepulauan Riau (Kepri),

Hal ini disamaikan saat jumpa pers, kepada awak media, di depan Hotel Terempa Beach, selasa, 19 Januari 2021. Insiden kematian tersebut sangat melukai dan menyayat hati seluruh warga KKSS di Kabupaten Kepulauan Anambas.

Loading...

Dirinya menyampaikan belasungkawa dan duka mendalam kepada Badan Pengurus Daerah Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (BPD-KKSS) Sulawesi , kota Batam.

Haji Permata sebagai pengusaha yang bergerak di perniagaan Laut sering mengangkut barang keluar masuk Provinsi Kepri. Dia juga merupakan tokoh dan panutan sekaligus orang tua bagi seluruh warga KKSS khusunya di kepri.

Supardi alias Edi Londo tidak membenarkan terkait dugaan kasus penyeludupan yang menimpa Haji Permata. Namun tentang peristiwa penembakan oleh oknum Bea Cukai yang sampai merenggut nyawa dirinya sangat mengecam keras.

” Terkait masalah penyeludupan silakan diproses secara hukum, namun perihal penembakan yang menimpa orang tua kami, saya meminta kasus ini diusut tuntas, ” sebut Edi

Loading...

” Penembakan tersebut tidak berprikemanusiaan, ada pelanggaran HAM. Dia ditembak seperti binatang dan dilakukan oleh binatang, ” kecamnya

Dari investigasi dan laporan BPD- KKSS kota Batam yang diterima, usai ditembak, Haji Permata ditinggalkan. Tanpa evakuasi dan otopsi Jenazah, ditinggalkan begitu saja oleh oknum Bea Cukai.

“Sungguh tak manusiawi, hutang nyawa dibayar nyawa, hutang darah harus dibayar darah, ” tambah Edi

Sekretaris BPD – KKSS, muh. Nasrul Arsyad juga menyampaikan perihal yang sama. Perbuatan oknum Bea Cukai dinilai sangat berlebihan. Dirinya berharap kasus penembakan harus ditindaklanjuti, tidak ada toleransi apapun.

“Kami BPD – KKSS Anambas, meminta kepada aparat penegak hukum. Kasus pelanggaran HAM yang melukai saudara kami harus segera ditindak. Tidak ada toleransi, ” ucap Nasrul.

Dirinya juga meminta, oknum petugas yang melakukan tindakan secara sengaja membunuh, harus diadili dan dihukum seberat-beratnya.(ropi)

Loading...
Loading...