Kamis | 25 Februari 2021 |
×

Pencarian

PENDIDIKAN KESEHATAN

Tips Cara Ngemil Tanpa Bikin Perut Buncit

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Siapa yang tidak suka ngemil? Namun, kebiasaan ngemil sering dianggap buruk terkait kenaikan berat badan.

Faktanya, banyak ahli diet dan dokter justru memasukkan camilan ke dalam rencana makan harian. Kebiasaan ngemil sebenarnya sangat baik karena dapat membantu mengatur gula darah dan menghindari perut kembung.

Loading...

Jika kita sangat suka ngemil tetapi tidak ingin perut buncit, berikut beberapa kebiasaan ngemil sehat yang bisa dimasukkan ke dalam pola makan sehari-hari, dilansir dari laman eatthis dan dikitip dari republika.co.id, Sabtu, 16 Januari 2021.

Makan setiap 3-4 jam untuk menjaga gula darah tetap stabil

Untuk menjaga kadar gula darah sebaiknya makanlah sesuatu setidaknya setiap empat jam sepanjang hari. Meskipun hal ini tampak berlawanan dengan upaya penurunan berat badan.

“Makanan ringan adalah bagian penting dari diet seimbang yang sehat,” kata RDN, CDN dari Bethany Medical Clinic of NY, Jean Hanks, MS.

Loading...

Hanks menyarankan, sebaiknya makan setiap 3-4 jam untuk menjaga gula darah tetap stabil. Kebiasaan ini tidak hanya mencegah rasa lapar, tetapi juga bisa membantu mencegah makan berlebihan pada waktu makan berikutnya.

“Jadi idealnya, kita akan makan cemilan di antara sarapan dan makan siang, lalu antara makan siang dan makan malam,” ujar Hanks melanjutkan.

Ngemil makanan yang mengandung protein dan serat

“Cemilan terbaik memberikan kombinasi protein dan serat, yang keduanya berkontribusi pada rasa kenyang. Proteinnya bisa dari kacang-kacangan atau selai kacang, hummus, yogurt, alpukat, atau sejenisnya. Komponen seratnya bisa buah, sayuran mentah, atau biji-bijian,” papar Hanks.

Irisan apel dengan selai kacang, keripik tortilla whole grain dengan guacamole, dan wortel adalah beberapa contoh camilan enak yang menyediakan protein dan serat. Protein dalam umbi-umbian juga bisa menjadi camilan yang sangat baik, asalkan sebagian besar penuh dengan bahan utuh yang belum diolah.

Jangan takut pada karbohidrat. RDN dari Bucket List Tummy, Sarah Schlichter, MPH mengatakan, penting untuk memasukkan karbohidrat agar kita merasa kenyang untuk jangka waktu yang lebih lama setelah ngemil.

“Dengan menggabungkan sumber karbohidrat dan protein, orang lebih mungkin merasa kenyang sehingga cenderung tidak mau ngemil berlebihan. Baik bekerja dari rumah atau kantor, menyimpan pilihan camilan padat nutrisi adalah yang terpenting,” kata Schlichter.

Ia menyertakan beberapa contoh yang dapat meningkatkan asupan karbohidrat dan protein kita selama waktu ngemil. Misalnya, sepotong buah dengan keju tali, roti gandum dengan selai kacang, greek fruit yogurt, dan hummus dengan sayuran.

Siapkan camilan

Ini mungkin terlihat konyol, tetapi untuk mengatur kebiasaan ngemil yang sehat untuk diri kita sendiri, mengontrol porsi tetap penting. Tentu saja hal ini demi menjaga berat badan yang sehat.

“Salah satu alasan ngemil mendapat reputasi buruk adalah karena mengunyah tanpa berpikir dan kurangnya kontrol porsi. Kami sering ngemil karena kami tidak punya waktu untuk makan lengkap, jadi teralihkan untuk mencatat asupan kami,” kata Dr Tonya Sweezer, DO, ND.

Ia merekomendasikan untuk memilih makanan ringan terlebih dahulu, sebelum rasa lapar mengacaukan pilihan makanan. Menyiapkan camilan akan membantu makan berlebihan.

“Camilan sehat seperti sayuran, kacang-kacangan, atau buah itu sangat mudah didapat. Dengan cara ini kita cenderung tidak meraih yang tidak sehat,” kata Sweezer.

Anggap saja camilan sebagai jam makan

Hanya karena disebut ‘cemilan’ bukan berarti harus berukuran kecil. Faktanya, kita harus melihat waktu ngemil kita sebagai jam makan kita yang bisa memberi kita makronutrien yang mengenyangkan.

Memperlakukan waktu ngemil kita seperti jam makan daripada menganggap itu cemilan, bisa menghindari lonjakan gula darah. Bahkan, juga bisa menurunkan gula darah. (*)

Loading...
Loading...