Minggu | 17 Januari 2021 |
×

Pencarian

PERISTIWA

Wapres Ma’ruf Amin Tak Ikut Divaksin Covid-19 Tahap Pertama, Ini Alasannya

MEDIAKEPRI.CO.ID, – Wakil Presiden Ma’ruf Amin tak ikut divaksin Covid-19 Sinovac tahap pertama bersama Presiden Jokowi, Rabu 13 Januari 2021.

Juru Bicara Wapres, Masduki Baidlowi mengatakan, vaksinasi untuk wapres menunggu vaksin khusus.

Loading...

Sebab, vaksin buatan Sinovac tersebut diberikan pada orang dengan rentang usia 18-59 tahun.

Sementara itu, Wapres Ma’ruf Amin kini berusia 77 tahun.

“Kalau sudah ada vaksinnya kan, karna vaksin untuk umur di atas 60 belum ada,” ujarnya, seperti diberitakan Tribunnews.com, Selasa 12 Januari 2021.

“Tunggu adanya vaksin, kalau presiden kan memang bisa dengan vaksin yang sekarang,” jelasnya.

Loading...

Ia lalu menanggapi soal kabar bahwa Ma’ruf Amin akan diberikan Pfizer-BioNTech, vaksin Covid-19 buatan Amerika-Jerman.

“Bisa jadi salah satunya itu. Pokoknya kalau wapres asalkan ada vaksinnya, beliau akan divaksinasi,” lanjut Masduki.

Sebelumnya, Masduki menyampaikan, kemungkinan Ma’ruf Amin akan disuntik vaksin pada tahap berikutnya.

Namun, itu juga apabila terdapat vaksin yang sesuai dengan kriteria kondisi Ma’ruf Amin.

“Mungkin nanti di tahap berikutnya kalau ada vaksin yang sesuai kriteria kondisi Pak Wapres,” ujarnya, dikutip dari Kompas.com, Selasa 5 Januari 2021.

Dikutip dari Kompas TV, Masduki Baidlowi berujar, Ma’ruf Amin menunggu vaksin buatan Pfizer.

“Kalau abah (Ma’ruf) kan nunggu dulu vaksin berikutnya yang bisa dimungkinkan secara umur di atas 58 tahun.”

“Jadi itu kan pemerintah sedang mengikhtiarkan yang insya Allah pada bulan April itu akan datang,” ujarnya, Selasa 5 Januari 2021.

Menurutnya, vaksin buatan Amerika Serikat itu yang akan digunakan karena sesuai dengan kriteria umur Ma’ruf Amin.

“Ya karna banyak merek yang dikirim, yang diikhtiarkan pemerintah Indonesia yang datang setelah Sinovac itu.”

“Dan itu setelah dilakukan uji klinis terhadap orang-orang di atas umurnya 58 tahun,” terangnya.

Jokowi Disuntik Vaksin

Presiden Joko Widodo (Jokowi) melaksanakan vaksinasi Covid-19 perdana di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu 13 Januari 2021.

Hal itu mengawali dimulainya program vaksinasi massal secara gratis di seluruh Indonesia.

“Setelah kita melakukan vaksinasi perdana ini, nanti akan terus dilanjutkan vaksinasi di seluruh provinsi, kabupaten, dan kota di seluruh Tanah Air,” ujar Jokowi, dikutip dari presidenri.go.id, Rabu.

Vaksinasi perdana ini dilakukan setelah memperoleh izin penggunaan darurat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan mendapatkan kepastian fatwa halal yang dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Jokowi menegaskan, vaksinasi Covid-19 ini merupakan hal yang penting untuk dilakukan.

Vaksinasi tersebut diharapkan mampu memutus rantai penularan Covid-19 di Indonesia.

Serta sebagai tahapan awal menangani dampak yang ditimbulkan akibat pandemi.

“Vaksinasi Covid-19 ini penting kita lakukan untuk memutus rantai penularan virus Corona ini dan memberikan perlindungan kesehatan kepada kita.”

“Serta keselamatan dan keamanan bagi masyarakat Indonesia dan membantu percepatan proses pemulihan ekonomi,” ujarnya.

Setelah vaksinasi, Jokowi mengingatkan, protokol kesehatan berupa mengenakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan tetap harus dijalankan.

Ia juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada para vaksinator dan tenaga medis lainnya yang turut membantu pelaksanaan vaksinasi perdana tersebut.

“Saya juga ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Prof dr Abdul Muthalib, yang tadi menyuntikkan vaksinnya kepada saya.

Terima kasih,” tuturnya.

Dalam vaksinasi perdana ini, sejumlah perwakilan kalangan turut serta bersama Presiden Jokowi.

Tercatat perwakilan dari sektor kesehatan, pemuka agama, pengusaha, guru, tenaga kesehatan, buruh,

hingga pedagang kecil ambil bagian dalam vaksinasi Covid-19 yang diberikan pemerintah secara gratis. (***)

Loading...
Loading...