Minggu | 07 Maret 2021 |
×

Pencarian

EKONOMI POLITIK

Wuih, Pelajar SD, SMP dan SMA Dapat BLT dari Kemensos, Nih Caranya

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Ada kabar gembira bagi pelajar SD, SMP, SMA di seluruh daerah Indonesia.

Di awal tahun 2021 ini pemerintah memberikan bantuan langsung tunai (BLT) berupa uang.

Loading...

BLT untuk siswa ini merupakan Program Keluarga Harapan (PKH) dari Kementerian Sosial.

Tidak hanya siswa, para ibu hamil, anak usia dini, penyandang disabilitas, dan orang lanjut usia juga akan diberikan BLT PKH. Nilai bantuannya berbeda-beda.

BLT PKH ini sudah mulai bisa didaftarkan sejak 4 Januari 2021.

Berikut rincian penerima BLT PKH pelajar yang dikutip Bangkapos.com dari laman kemensos.go.id :

Loading...
  1. Kategori Pendidikan Anak SD/Sederajat: Rp 900.000 per tahun.
  2. Kategori Pendidikan Anak SMP/Sederajat: Rp 1.500.000 per tahun.
  3. Kategori Pendidikan Anak SMA/Sederajat: Rp 2.000.000 per tahun.

Bagaimana cara mendapatkan BLT PKH untuk para siswa SD, SMP dan SMA? Apa saja syarat yang harus dipenuhi untuk mendapatkan BLT PKH.

Dilangsir dari Tribunnews.com, untuk mendapatkan BLT PKH, terdapat beberapa kriteria yang harus dipenuhi para penerimanya.

Berikut ini kriteria untuk mendapatkan BLT PKH yang Tribunnews kutip dari Indonesia.go.id:

  1. Masuk dalam kategori keluarga kurang mampu

Program keluarga harapan diperuntukan untuk keluarga yang kurang mampu, jadi jika anda termasuk keluarga kurang mampu maka anda bisa menerima bantuan PKH.

  1. Komponen pendidikan

Untuk mendapatkan bantuan PKH ada beberapa komponen yang menjadi acuan.

Komponen tersebut adalah komponen pendidikan dengan kriteria anak SD/MI atau sederajat, anak SMA/MTs atau sederjat, anak SMA /MA atau sederajat, dan anak usia enam sampai 21 tahun yang belum menyelesaikan wajib belajar 12 tahun.

Lantas, bagaimana cara mendapatkan BLT PKH dari pemerintah ini?

Untuk mendapatkannya, berikut syarat-syarat yang harus dipenuhi penerima BLT PKH, yang dikutip dari Tribun-video.com:

  1. Calon penerima BLT PKH harus memiliki Kartu Perlindungan Sosial (KPS).
  2. Jika calon penerima BLT PKH belum memiliki KPS, Anda bisa mengajukan permohonan kepada RT/RW lalu disampaikan ke kelurahan.
  3. Apabila yang bersangkutan memang layak mendapatkan dana bantuan maka kepala desa akan melaporkan ke Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan.

Setelah syarat di atas terpenuhi, Anda bisa menerima kartu PKH dan mengambil haknya sesuai ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah.

Daftar di DTKS

Setelah itu, Anda hanya perlu mendaftarkan diri di laman Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Pendaftaran DTKS hanya bisa dilakukan di RT/RW atau ke Kantor Kelurahan/Desa.

Berikut cara daftar DTKS:

  1. Tidak ada pendaftaran secara online. Lakukan pendaftaran peserta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) ke aparat pemerintah daerah setempat seperti RT/RW atau ke Kantor Kelurahan/Desa.
  2. Setelah mendaftar, nantinya akan mendapat surat pemberitahuan berisi teknis pendaftaran di tempat yang telah ditentukan.
  3. Setelahnya, Anda membawa data pelengkap seperti KTP, NIK, Kartu Keluarga (KK), dan Kode Unik Keluarga dalam Data Terpadu.
  4. Data yang telah dilengkapi, kemudian akan diproses oleh Himpunan Bank Milik Negara (HIMBARA), kantor kelurahan, dan kantor Wali kota/Kabupaten.
  5. Setelah berhasil diverifikasi, nantinya akan dibuatkan rekening bank, dan akan diberikan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).

Pengecekan kepesertaan DTKS, bisa dilihat di laman dtks.kemensos.go.id atau melalui aplikasi SIKS-Dataku.

Jika sudah berhasil menjadi peserta PKH, dan berhak mendapat bantuan untuk ibu hamil dan anak usia dini, peserta bisa melakukan pencairan dana PKH (transfer dan tarik tunai) di e-warong/Agen Bank/ATM yang sudah ditentukan. (*)

Loading...
Loading...