Minggu | 11 April 2021 |
×

Pencarian

KEPRI

Ini Sosok Mantan Rektur IPDN Suhajar Diantoro yang Dilantik Jadi Pejabat Gubernur Kepri

MEDIAKEPRI.CO.ID, Kepri – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian melantik mantan Rektor Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Suhajar Diantoro sebagai Pejabat (Pj) Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Kamis 18 Febuari 2021.

Sosok kelahiran Tanjung Batu, Kundur, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau (Kepri) ini dilantik bersama 4 pejabat di lingkungan Kemendagri sebagai Pejabat (Pj) Gubernur.

Loading...

Adapun pejabat yang dilantik itu antara lain Hamdani yang dilantik sebagai Pj. Gubernur Sumatera Barat, Robert Simbolon sebagai Pj. Gubernur Bengkulu, Hari Nur Cahya Murni sebagai Pj. Gubernur Jambi.

Suhajar Diantoro sendiri merupakan mantan Sekda Provinsi Kepri dan juga pernah menjabat sebagai Rektor Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dari tahun 2013 hingga 2015 pada masa pemerintahan Presiden RI Susilo Bambang Yudoyono.

Kecerdasan dan pengalamannya selama ini ia gunakan untuk membenahi IPDN. Selama 2 tahun masa jabatannya sebagai Rektor, IPDN sudah menunjukkan perubahan ke arah yang lebih baik.

Bahkan Suhajar menjabat sebagai Penjabat (Pj) Gubernur ini merupakan yang kedua kalinnya. Dimana di masa Presiden RI Joko Widodo di periode pertama, Suhajar ditunjuk dan dilantik Mendagri yang kala itu dijabat Tjahjo Kumolo sebagai Pj Gubernur Provinsi Bengkulu dari 2 Desember 2015 hingga 12 Februari 2016.

Loading...

Dengan dilantiknya Suhajar Diantoro sebagai Pj Gubernur Kepri, ini merupakan tokoh ke empat dari Tanjung Batu (Kundur) sebagai gubernur dan dua diantaranya dijabat oleh kakak beradik yakni Almarhum HM Sani dan Isdianto.

Sementara bila dihitung dalam kurun waktu lima tahun, Suhajar Diantoro ini merupakan orang ke lima jadi Gubernur Kepri yang merupakan anak kelahiran Kabupaten Karimun.

Kelima anak Karimun tersebut, pertama almarhum HM Sani, dilanjutkan Nurdin Basirun, seterusnya dilanjutkan Isdianto, digantikan Arif Fadillah dan ke lima oleh Suhajar Diantoro.

Suhajar merupakan anak ke 4 dari 9 bersaudara. Dilahirkan pada tahun 1964 dari pasangan Yem bin Kasno dan Fatimah binti Dasuki. Nama Suhajar Diantoro terinspirasi dari Ki Hadjar Dewantara dan hari lahirnya yang bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional yaitu 2 Mei.

Yem merupakan seorang petani karet, hal ini membuat Suhajar harus mulai bertani sejak kelas 3 SD. Ketika itu, setiap pukul 3 pagi Suhajar sudah harus bangun untuk membantu bapaknya di kebun.

Kehidupan yang sulit tidak menyurutkan keinginan Suhajar untuk berprestasi. Sejak SMP, ia sudah menonjol dibandingkan siswa-siswa yang lain. Prestasinya dibidang akademik membuat ia berkesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA di Kota Pekanbaru, yaitu SMA Negeri 2 Pekanbaru.

Suhajar melewati masa-masa SMA sambil bekerja. Mulai dari menjadi takmir masjid sampai berjualan es. Itu semua ia lakukan untuk bertahan hidup di Kota Pekanbaru.

Tamat dari SMA, Suhajar masuk ke Fakultas Perikanan Universitas Riau sebelum diterima di Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN). Suhajar menyelesaikan pendidikannya di APDN pada tahun 1987.

Karena nilainya yang tinggi, Suhajar berkesempatan untuk melanjutkan kuliah S1 di Institut Ilmu Pemerintahan (IIP). Sembari menunggu mulai perkuliahan, Suhajar menjalankan dinas sebagai Staf Protokol Provinsi Riau. Pada tahun 1990, Suhajar melanjutkan pendidikannya di IIP.

Suhajar lahir di Sungai Ungar, Kundur, Karimun, Kepulauan Riau, 2 Mei 1964, saat ini di Kemendagri menjabat sebagai Staf Ahli Bidang Pemerintahan di Kementerian Dalam Negeri (Sahmen bidang pemerintahan) sejak Juli 2015 hingga saat ini.

Birokrat yang merupakan alumni Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (D3) dan Institut Ilmu Pemerintahan (S1) ini telah menapaki karier dari bawah.

Pernah menjabat sebagai Sekretaris Camat, hingga Suhajar dipercaya untuk menjadi pemimpin tertinggi bagi para birokrat dilingkungan Provinsi Kepulauan Riau yaitu sebagai Sekretaris Daerah yang dilantik pada 23 Februari 2011.

Prestasinya yang cemerlang didaerah membuat Suhajar dipercaya untuk memperbaiki Institusi yang membesarkan namanya. Pada Juli 2013, Suhajar resmi menjadi Rektor Institut Pemerintahan Dalam Negeri. (kmg)

Loading...
Loading...