Senin | 19 April 2021 |
×

Pencarian

PERISTIWA

Duka Mendalam untuk Korban Banjir di NTT, Ini Permintaan Puan Maharani Kepada Tim SAR

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan duka mendalam atas peristiwa musibah bencana banjir bandang yang terjadi di sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur ( NTT ). Puan meminta agar Tim SAR terus mencari para korban dan penanganan kedaruratan.

“Duka cita mendalam untuk para korban banjir bandang di NTT,” katanya, dikutip dari sindonews.com, Senin 5 April 2021.

Loading...

Politikus PDI Perjuangan (PDIP) itu mengatakan, koordinasi penanganan banjir bandang di NTT itu harus melibatkan tim SAR di Flores dan di Provinsi NTT, Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) pusat dan daerah, TNI-Polri, serta pemerintah daerah.

“Terus lakukan pencarian korban. Koordinasi semua kekuatan SAR, dan tim SAR terdekat seperti di Bali dan NTB saya harap membantu pencarian korban,” ujar Puan.

Lebih lanjut dirinya meminta pihak-pihak terkait untuk mencari penyebab banjir bandang, sehingga tidak terjadi lagi di masa mendatang. Selain itu, penanganan kondisi darurat juga harus dilakukan dengan penyediaan obat dan makanan, trauma healing, penanganan masyarakat rentan (lansia, anak-anak, difabel, atau berkebutuhan khusus), serta mengantisipasi bencana susulan.

“Mitigasi bencana ditingkatkan, masyarakat dan Pemda serta BNPB setempat diharap waspada cuaca ekstrem,” ujarnya.

Loading...

Kerahkan sumber daya daerah dan pusat. Kerahkan kekuatan dari Pemda/BPBD, TNI, Polri, masyarakat, dan semua stake holders untuk melaksanakan tanggap darurat, kata politikus yang juga mantan Menko PMK itu.

BMKG telah merilis adanya dua bibit siklon tropis yang dapat berdampak pada cuaca ekstrem. Salah satunya potensi curah hujan deras dan angin kencang di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada sepekan ini, 3–9 April 2021.

Perkembangan terkini bencana banjir bandang yang terjadi di Kabupaten Flores Timur pada Senin 5 April 2021, pukul 05.00 WIB, ratusan warga mengungsi, puluhan warga lainnya hiang, serta puluhan warga meninggal dunia.

Berdasarkan data BMKG, sebanyak sembilan desa di empat kecamatan terdampak bencana itu. Sedangkan kerugian materil masih tercatat 17 unit rumah hanyut, 60 rumah terendam lumpur, dan 5 jembatan putus. BPBD setempat masih terus melakukan pendataan dan verifikasi dampak korban maupun kerusakan infrastruktur. (*)

Loading...
Loading...