Jumat | 25 Juni 2021 |
×

Pencarian

HEADLINE

Beberapa Hal yang Telah Dilakukan Pemda Inhil untuk Cegah Penyebaran Covid-19

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tembilahan – Berbagai langkah telah dilakukan Pemerintah Kabupaten menekan laju jumlah kasus COVID-19 di Indragiri Hilir (Inhil)

Sederet kebijakan pun diambil, baik dalam bentuk, regulasi anggaran maupun langkah nyata penanganan teknis berupa operasi Yustisi penegakkan disiplin protokol kesehatan.

Personel gabungan yang terdiri dari berbagai elemen dengan, seperti TNI, Polri, Satpol PP, BPBD dan sejumlah instansi pemerintahan daerah Kabupaten Inhil pun bersinegi menekan angka penyebaran Covid-19.

Upaya untuk memerangi Covid-19 di Kabupaten Inhil ini tak berhenti sejak pandemi Covid-19 di Indonesia dimulai, yakni pada awal tahun 2020 silam, tepatnya sekitar Februari atau Maret.

Meski sempat mereda di penghujung tahun 2020 hingga awal 2021, memasuki Ramadhan 2021 angka Covid-19 di Kabupaten Indragiri Hilir kembali mengalami lonjakan.

Status penyebaran Covid-19 Kabupaten Inhil pun berubah, dari yang semula berada di zona kuning menjadi zona oranye menuju zona merah.

Berikut kilas balik sejumlah kebijakan dan langkah konkret yang diambil oleh Satuan Tugas Covid-19 Kabupaten Indragiri Hilir dalam upaya menekan angka penyebaran Covid-19 di Kabupaten Inhil:

⁃   Pendirian Pos Pengamanan dan Pos Penyekatan Mudik Lebaran 2021

Kepolisian Resor (Polres) Indragiri Hilir (Inhil) bakal mendirikan pos pengamanan guna menindaklanjuti peraturan terbaru terkait larangan mudik Hari Raya Idul Fitri tahun 2021.

Larangan mudik Idul Fitri tahun 2021 telah dituangkan dalam Addendum Surat Edaran Satuan Tugas Penanganan (Satgas) Covid-19 Nomor 13 tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriyah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Covid-19 Selama Bulan Suci Ramadhan 1442 Hijriyah.

Addendum Surat Edaran yang mengatur tentang pengetatan persyaratan Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) selama H-14 peniadaan mudik (22 April – 5 Mei 2021) dan H+7 peniadaan mudik (18 Mei – 24 Mei 2021) itu secara efektif diberlakukan terhitung sejak 22 April 2021.

⁃   Operasi Yustisi Skala Besar Penegakan Protkes

Satuan tugas Penangan COVID-19 tak henti-hentinya turun langsung untuk mengecek kepatuhan masyarakat dalam penerapan Prokes Covid-19.

Jika, ada yang sitemui melanggar. Siap-siap untuk menerima sanki.

Tak jarang, Bupati Inhil juga ikut dan memberikan arahan kepada masyarakat yang tidak mematuhi prokes secara langsung dalam razia tersebut.

Lokasi yang bisa menjadi target yakni tempat nongkrong, cafe, pusat kuliner hingga game center.

“Dengan meningkatnya konfirmasi Covid-19 yang sebelumnya kita berada pada zona kuning dan sekarang sudah zona oranye, maka kita turun dan melihat secara langsung, memberikan arahan tentang protokol kesehatan,” kata Bupati di sela operasi.

⁃   Pemberlakuan Sanksi Bagi Pelanggar Protokol Kesehatan

Bagi para pelanggar, akan diberikan sanksi sosial
berupa pembersihan lokasi pemakaman Covid-19.

“Namun, jika berturut-turut ditemukan orang yang sama melakukan pelanggaran sebanyak 3 kali akan diberi sanksi kurungan selama 3 hari,” tutur Bupati.

⁃   Penghentian Belajar Tatap Muka di Sekolah

Mengingat kasus positif covid-19 yang terus meningkat di Inhil memberikan dampak pada dunia pendidikan di Negeri Hamparan Kelapa Dunia.

Pasalnya, sampai saat ini belum jelas kapan sekolah akan kembali beroperasi seperti sebelumnya.

“Langkah meliburkan sekolah dan mengganti aktifitas belajar dan mengajar secara daring perlu diambil, mengingat sekolah merupakan salah satu tempat yang berpotensi terjadinya penularan Covid-19,” sebut Bupati Wardan.

⁃   Vaksinasi Lansia

Kapolres Inhil memantau pelaksanaan vaksinasi covid 19 bagi Lanjut usia (Lansia), pada Rabu 5 Mei 2021 bertempat di Gedung Serba Guna PSMTI Jalan Pekan Arba Tembilahan 
Kegiatan tersebut juga dihadiri Bupati Inhil Drs. HM. Wardan, Dandim 0314/Inhil Letkol Inf Imir Faisal, Kabag Ops Polres Inhil Kompol Maison, Kasat Intelkam Aang Kusmawan, S.Ik.,M.Sos, Kadishub Drs. Rudiansyah, Kasatpol PP Marta Haryadi. 

Kapolres Inhil AKBP Dian Setyawan mengatakan jumlah lansia yang melaksanakan vaksinasi sebanyak 429 orang. 

“Dari Puskesmas Gajah Mada 179 orang dan Puskesmas Tembilahan Kota sebanyak 250 orang,” sebutnya.

Sementara itu jumlah vaksin sebanyak 50 vial untuk 500 orang, jadi jumlah vaksin yang tidak terpakai sebanyak kurang lebih 7 vial. 

“Tahapan vaksinasi sama seperti biasanya, pertama melakukan pendaftaran, melakukan pemeriksaan kesehatan dan screening, dilanjut dengan melakukan vaksinasi, terakhir menunggu hasil vaksinasi selama kurang lebih 30 menit dan jika ditemukan efek samping setelah pelaksanaan vaksinasi maka dapat melaporkan kepada pihak kesehatan,” tutur Kapolres Inhil AKBP Dian Setyawan. 

Tujuan dilaksanakannya vaksinasi dijelaskan Kapolres Inhil, sangat penting bagi kelompok Lansia dikarenakan lebih rentan terhadap Infeksi Covid-19.

“Selain itu untuk menurunkan tingkat yang terpapar atau terinfeksi Covid-19 dan mendorong terbentuknya Herd Immunity (imun tubuh) karena hal tersebut dapat mengurangi tingkat penularan,” jelasnya. 

Dalam kegiatan vaksinasi Covid-19 itu, Masyarakat tetap diwajibkan mengikuti Prokes kesehatan sebagai mana yang sudah ditetap kan serta vaksin yang digunakan sesuai dengan standar keamanan dan sudah melewati uji klinik yang ketat.

Tak hanya itu, beberapa langkah konkret bahkan dilaksanakan secara rutin sampai setelah lebaran, seperti operasi yustisi penegakan disiplin protokol kesehatan, vaksinasi dan pengetatan arus balik lebaran yang diberlakukan hingga 24 Mei mendatang. (ragil)