Senin | 04 Juli 2022 |
×

Pencarian

BATAM

Listrik untuk Rumah MBR atau Rumah Tangga Kecil, PLN Batam Mesti Evaluasi Kebijakan

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam –  Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2011 Tentang Perumahan Dan Kawasan Permukiman di jelaskan bahwa Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) adalah masyarakat yang mempunyai keterbatasan daya beli sehingga perlu mendapat dukungan pemerintah untuk memperoleh rumah. Kemudahan pembangunan diberikan pemerintah pada pembangunan MBR. Untuk menunjang fasilitas rumah MBR perlu aliran listrik.

Ini sesuai dengan Permen PUPR 20 tahun 2019 tentang kemudahan dan bantuan pemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah dalam  PASAL 21 ayat 5 point b “Prasarana, sarana, dan utilitas umum  sebagaimana  dimaksud pada ayat (2)  paling sedikit Meliputi :b. jaringan listrik dalam rumah;”
Listrik untuk MBR atau Rumah tangga kecil menurut permen ESDM no 28 tahun 2016 tentang tariff tenaga listrik yang di sediakan oleh PT perusahaan listrik negara (persero) pada pasal 3 point b ke 1golongan tariff untuk rumah tangga kecil pada tegangan rendah dengan daya sampai dengan 450 VA, 900 VA, 900 VA-RTM,1.300 VA, dan 2.200 VA (R1-TR) selanjutnya di jelaskan pasal 5 ketentuan mengenai teknis pelaksanaan tariff tenaga listrik regular dan tariff tenaga listrik prabayar sebagaimana di maksud dalam pasal 2 dan 3 di tetapkan oleh direksi PT PLN (persero).

Pergub Kepri No 21 Tahun 2017 Tentang Tarif Listrik PLN Batam Ketentuan Mengenai teknis pelaksanaan tariff tenaga listrik regular dan tarif tenaga listrik prabayar sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 dan 3 ditetapkan oleh direksi  PT Bright PLN Batam.

Dalam realisasinya rumah MBR atau rumah subsidi di Kota Batam dipasang meteran listrik dengan ukuran 2.200 VA. Sementara di luar Kota Batam yang disurvei menggunakan meteran yang bervariasi antara 900 VA dan 1.300 VA. Dengan kebijakan pemasangan 2.200 VA pasca bayar maka konsumen diberikan biaya beban kurang lebih Rp. 120.000,00 rupiah setiap bulan, walupun konsumen hanya memakai 1 Kwh.

“Kami meminta Direksi PT PLN Batam untuk membuat kebijakan jangan hanya mengejar keuntungan semata tapi lihat juga rumah subsidi dengan ukuran tipe 28, Tipe 30 juga diberi beban 2.200 VA, “ujar Direktur Lembaga studi pembangunan dan demokrasi kepulauan Riau (LSPD- KEPRI), Ahmad Fauzi melalui keterangan tertulisnya yang diterima mediakepri.co.id, Selasa 4 Mei 2021.

Ahmad meminta, PT.PLN Batam harus segera memperbaiki kinerja dengan berdasarkan aturan jika masih seperti ini PT PLN Batam merampok masyarakat kecil. Dari kebijakan direksi PT PLN Batam, konsumen harus menangung efek kebijakan yang harus di keluarkan pada Perumahan subsidi. banyak pelanggan yang tidak mengetahui mengenai besaran biaya beban pada meteran sesuai kapasitas daya tersambung.

Pelanggan katanya dipilihkan daya yang lebih, padahal dengan kapasitas daya 1.300 sudah cukup. “Sedangkan hasil survei bahwa pemakaian listrik pada rumah tangga kecil pemakaian rata-rata kurang dari 300 kWh per bulan, “ungkapnya.

Ia menduga, praktek korupsi tergambar dalam survey yang dilakukan oleh Lembaga studi pembangunan dan demokrasi kepulauan Riau (LSPD- KEPRI) bersama organisasi mahasiswa dan pemuda di Kepri belum lama ini.

“Maka dari itu, Direktur PLN Batam dalam mengambil kebijakan seharusnya melakukan perbandingan Apple to apple dan secara head to head, “harapnya. (*)