Jumat | 25 Juni 2021 |
×

Pencarian

BINTAN

Tak Vaksinasi, Cukup Bawa Surat Keterangan dari Dokter

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bintan – Surat imbauan Bupati Bintan Nomor T/674/443/Satgas/VI/2021 bergejolak ditengah masyarakat.

Pasalnya, ada poin yang tertuang didalam surat imbauan ditujukan kepada Camat, Lurah/Kades dan Kepala Puskesmas se-Kabupaten Bintan terhadap kebijakan pemerintah daerah tentang segala urusan terkait pelayanan administrasi dan publik sebagai salah satu syaratnya, adalah melampirkan kartu vaksinasi.

Sementara, tidak semua masyarakat yang bisa mengikuti program vaksinasi Covid-19 dari pemerintah. Seperti masyarakat yang memiliki penyakit penyerta, yaitu stroke, jantung, ibu menyusui, ibu hamil, kencing manis tidak terkontrol dan masih banyak lagi penyakit penyerta lainnya.

“Kalau orang yang punya penyakit stroke, macam mana. Katanya tidak boleh. Kalau orang itu mau mengurus hingga perlundokumen kependudukan dan sebagainya, gimana. Karena orang itu tidak vaksinasi, pasti tidak punya kartu vaksinasi dung,” tanya pria yang enggan namanya ditulis di mediakepri.co.id.

Diharapkan pria tua ini, pemerintah perlu pertimbangkan kebijakan yang sudah diterbitkan hingga tersebar ditengah masyarakat.

“Kita masyarakat bukan tidak mau suntik vaksin. Tapi, penyakit penyerta yang tidak membolehkan untuk suntik vaksin,” sebut dia.

Menyikapi hal ini, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bintan, dr Gama AF Isnaeni menyarankan agar minta surat keterangan dari dokter yang menyatakan pasien tersebut tidak bisa menerima vaksinasi. Dokter yang dimaksud tergantung penyakit penyerta yang diderita pasien.

Hanya saja, ia tidak menyebutkan berapa lama masa berlaku surat keterangan dokter tersebut saat ditanya kembali oleh Jurnalis ini.

“Tergantung dokter nya,” terang dia.

Vaksinasi menurutnya, mencegah hingga mengatasi penyebaran Covid-19 yang sedang melanda di Kabupaten Bintan. Jadi, masyarakat perlu untuk ikut vaksinasi.

“Tapi, kita juga patuhi hingga terapkan Protokol Kesehatan di mana kita berada,” imbaunya. (dri)