Minggu | 26 September 2021 |
×

Pencarian

ANAMBAS

“Karam di Perairan Tarempa’, Lanal Tarempa Berhasil Evakuasi Tiga ABK KM Bahari

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tarempa – Lanal Tarempa berhasil mengevakuasi tiga ABK KM Bahari.

Kapal itu karam di perairan Tarempa Kabupaten Anambas, 29 Juli 2021.

Penyelamatan ABK itu tidak terlepas dari kerjasama Lanal Tarempa, Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Natuna dan Satpolair Polres Anambas yang tergabung dalam Tim SAR.

Begitu juga keberhasilan penyelamatan itu tidak lepas dari kerjasama masyarakat maritim yang dengan cepat memberikan informasi tentang adanya kecelakaan laut.

Pada tanggal 29 Juli 2021 sekira pukul 09.10 WIB, pihak Lanal Tarempa menerima laporan dari Sekreraris HNSI Anambas, Dedi Syahputra.

Informasi ini langsung ditindaklanjuti Danlanal Tarempa, Letkol (P) Yovan Ardhianto Yusuf.

Danlanal Tarempa mengerahkan KAL Siantan I-4-52. Kemudian berkoordinasi dengan KPP Natuna dan Satpolair Polres KKA.

Tidak luput dikerahkan  Kapal KN. SAR Sasikirana, RIB milik Pos SAR Anambas.

Kemudian secara bersamaan Speed Boat  Satpolair Polres Anambas ikut dalam pencarian dan penyelamatan tersebut.

KM. Bahari (3 GT) saat ditemukan dalam kondisi terombang-ambing pada posisi I NM arah utara dari Pelabuhan Antang, Anambas.

Kondisi kapal separoh badan sudah terendam air setelah dihantam ombak di perairan tersebut.

Tiga ABK KM Bahari berhasil dievakuasi. Masing-masing  Yoyo (30) dan Dode (27). 

Sedangkan Nahkoda, Lego (37) ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa

Ketiga korban yang merupakan warga Anambas langsung dibawa ke RSUD,  Tarempa.

Begitulah bagian skenario latihan SAR yang diselenggarakan  Lanal Tarempa, Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Natuna dan Satpolair Polres Anambas pagi tadi di Perairan Anambas. (ropi)

Kegiatan latihan terlaksana dengan baik dan sukses yang dihadiri Danlanal Tarempa Letkol Laut (P) Yovan Ardhianto Yusuf dan Kakansar Natuna Mexianus Bekabel.

Komandan Lanal Tarempa mengatakan latihan seperti ini sangat penting dilaksanakan.

Ia mengharapkan bisa terlaksana secara rutin, mengingat luasnya perairan Kabupaten Kepulauan Anambas.

“Kondisi cuaca sangat ekstrim karena langsung berhadapan dengan Laut Natuna, “ujarnya.

Ia mengatakan mayoritas masyarakat nelayan Anambas masih menggunakan kapa-kapal yang tergolong tradisional.

“Ini sangat ironis, tidak layak, namun ini harus mereka lakukan demi memenuhi kebutuhan hidup, “katanya.

Dengan adanya latihan seperti ini kata Danlanal Tarempa, tentu dapat mengetahui sampai dimana kesiapan sebagai apara instansi maritim.

“Latihan ini dapat mengetahui kesiapan unsur maupun personel instansi maritim, “ujarnya.

Dan yang lebih penting kata Danlanal Tarempa adalah sinergitas dan koordinasi yang baik antara aparat atau instansi maritim.(ropi)