Kamis | 21 Oktober 2021 |
×

Pencarian

HEADLINE

Kotoran Manusia dan Limbah dari Ratusan Kapal China Dibuang di Laut Natuna Utara

MEDIAKEPRI.CO.ID – Liz Derr, analis citra satelit dari Amerika Serikat, menunjukkan hasil citra satelit dalam 5 tahun terakhir bagaimana kotoran manusia dan limbah telah dihasilkan ratusan kapal China yang memangkal di kawasan sengketa Laut Natuna Utara.

Kotoran manusia dan limbah di sana berpotensi merusak terumbu karang dan mengancam ikan-ikan.

“Ketika kapal-kapal tidak bergerak, kotoran-kotoran akan menumpuk,” sebut Liz Derr dikutip mediakepri.co.id dari pikiran-rakyat.com, 13 Juli 2021.

“Ratusan kapal China yang memangkal di Laut Natuna Utara kawasan Spartly membuang kotoran ke terumbu karang di sekitar tempat kapal terparkir,” ucapnya lagi.

Sekretaris Departemen Luar Negeri Filipina Eduardo Menez mengatakan, pemerintah akan menilai terlebih dahulu laporan tersebut sebelum melakukan tindakan kepada China.

Bukan tidak mungkin Filipina akan melayangkan gugatan protes kepada China jika laporan itu terkonfirmasi.

Liz Derr dalam laporannya mengatakan, kerusakan terumbu karang bisa menyebabkan stok ikan untuk makanan menurun drastis.

China, di sisi lain, belum merespons laporan tersebut. Namun pemerintah China berkomitmen menjaga kelestarian ikan di kawasan itu sejak lama.

Terlepas dari itu, tensi di kawasan sengketa Laut Natuna Utara antara AS, China dan Filipina semakin panas.

Pada Minggu 11 Juli 2021, AS memberi peringatan kepada China bahwa serangan terhadap angkatan bersenjata Filipina di Laut Natuna Utara akan memicu perjanjian pertahanan bersama AS-Filipina tahun 1951.

Hal itu disampaikan Menteri Luar Negeri Antony Blinken sebagai peringatan ulang tahun kelima keputusan pengadilan arbitrase internasional yang menolak klaim China di Laut Natuna Utara.

“Amerika Serikat menegaskan kembali kebijakan 13 Juli 2020 mengenai klaim maritim di Laut Natuna Utara,” kata Antony Blinken, merujuk pada penolakan oleh pemerintahan mantan Presiden Donald Trump atas klaim China, dikutip dari Reuters, Senin, 12 Juli 2021. (***)