Minggu | 26 September 2021 |
×

Pencarian

HIBURAN

Tujuh Tahun Berlalu, Marshanda Ungkap Alasan Tak Dapat Hak Asuh Sienna dari Ben Kasyafani

MEDIAKPERI.CO.ID, Jakarta – Tujuh tahun Berlalu, Marshanda membuka permasalahan hak asuh anak semata wayangnya dengan Ben Kasyafani, Sienna.

Seperti diketahui saat proses perceraian, Ben memenangkan hak asuh putri mereka.

Meski bercerai, hubungan Marshanda dengan Ben Kasyafani dinilainya sangat baik.

Hal itu terlihat dari kebersamaan mereka dalam mengasuh Sienna. Bahkan diakui Marshanda, dia dan Sienna pernah makan siang bareng dengan Ben dan istrinya, Ines.

Mantan artis cilik itu kemudian menjelaskan soal keputusannya untuk tidak bersikeras memenangkan hak asuh Sienna saat proses perceraiannya dulu.
Menurutnya, dia ogah memperpanjang konflik sehingga menerima keputusan hakim.

“Aku memutuskan untuk tidak naik banding soal perceraian dan hak asuh anak, waktu itu karena aku nggak suka banget kayak perang gitu lho dalam proses perceraian,” kata Marshanda dalam perbincangan dengan Luna Maya dan Marianne di sebuah konten YouTube TS Media dan dikutip dari salah satu media online.

“Kayak pengacara aku menggali aku untuk ngejelek-jelekin Ben, pengacara Ben ngegali Ben untuk ngejelek-jelekin aku. Terus aku suka berpikir, kenapa gue harus ngejelek-jelekin dia? Emang sih, gue mau cerai sama dia. Tapi, kan hal-hal yang buruk di dia itu aku terima ketika masih nikah, kenapa sekarang gue keluarin itu dan buat seakan-akan gue nggak pernah menerima itu dan use it against him sebagai senjata. Aku pikir kayak, yaudahlah, aku percaya di dalam waktu yang panjang Ben akan lebih dewasa dan kita akan fair dalam bagi waktu sama Sienna. Dan it came true,” lanjutnya.

Dan dari keputusan hakim, Marshanda hanya bisa bersama putrinya setiap akhir pekan saja. Sementara Ben diberi hak asuh Sienna dan bersama dengannya setiap hari kerja Senin hingga Jumat.

Marshanda juga menceritakan kenapa pada akhirnya hak asuh Sienna bisa jatuh ke tangan Ben.

“Kejadian yang awalnya buat aku sulit diterima cuma aku ngerti. 2014 saat proses perceraian, nggak banyak yang ngerti masalah kesehatan mental. Jadi hakim berpikir kalau seorang ibu punya bipolar disorder dia nggak akan bisa ngurus anak. Itu satu-satunya alasan kenapa aku kehilangan hak asuh. Aku sudah didiagnosa bipolar dari 2009. Aku nikah 2011, cerai 2014. Jadi sebenarnya kan udah ada track record aku tetap sekolah, bekerja, urus anak. Tapi, hakim mungkin nggak se-educated itu about mental illness, sehingga dia berpikir akan berisiko untuk anak atau apa,” tutup Marshanda. (***)