Minggu | 19 September 2021 |
×

Pencarian

BATAM

Anggota DPRD Batam Minta Disdik untuk Tidak Buru-Buru Sekolah Tatap Muka

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Batam, Tumbur M Sihaloho, meminta Disdik Kota Batam untuk tidak terburu-buru dalam membuka kembali proses pembelajaran tatap muka.

Dimana, saat ini status PPKM Kota Batam telah turun ke level 3 setelah angka penularan Covid-19 yang menurun.

”Perlu pembahasan lebih lanjut untuk itu. Kasus yang turun bukan sebagai jaminan Covid-19 itu akan terus menurun,” katanya.

Untuk melaksanakan proses pembelajaran tatap muka itu, sekolah harus memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan terkait pelaksanaan protokol kesehatan, ujarnya.

Bahkan, sampai saat ini belum semua sekolah bisa memenuhi protkes yang telah ditetapkan.

”Kalau menurut saya, untuk pembelajaran (tatap muka) tunggu saja selesai satu semester ini dulu di bulan Desember nanti. Dibukanya juga harus dilakukan bertahap mulai dari SMP. Karena kalau keputusan SMA itu di provinsi,” tambahnya lagi.

Ketika seluruh SMP sudah melaksanakan proses pembelajaran tatap muka, selanjutnya Disdik melakukan evaluasi kembali pembelajaran tatap muka yang telah dijalankan untuk memastikan tidak adanya klaster sekolah.

Setelah benar-benar dipastikan tidak adanya klaster Covid-19 di sekolah, selanjutnya baru memikirkan pembukaan tatap muka di tingkat SD.

”Intinya, kita minta jangan buru-buru. Ini yang jadi fokus perhatian kita, jangan buru-buru dan hati-hati. Pastikan SMP semunya berhasil dengan baik, tidak ada kasus, baru beranjak ke SD,” imbuhnya.

Ia menambahkan, saat ini capaian vaksinasi di Kota Batam belum mencapai 70 persen untuk mencapai herd immunity atau kekebalan komunal.

Sehingga, sebelum capaian vaksinasi 70 persen itu terpenuhi, pembelajaran secara daring masih menjadi solusi terbaik dalam masa pandemi Covid-19 saat ini.

”Ukurannya itu dulu kalau dari saya. Pemerintah pusat sudah menurunkan bantuan kuota itu, yang kedua parameternya herd immunity. Kalau itu sudah terlaksana. Silakan lakukan wacana berkembang dan apa keinginan dari masyarakat,” tutupnya. (kmg)