Minggu | 19 September 2021 |
×

Pencarian

PENDIDIKAN KESEHATAN

Hilang Penciuman Belum Tentu Gejala Covid-19, Nih Penjelasan dr Tirta

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Dokter sekaligus influencer, Tirta Mandira Hudhi, menjelaskan soal keadaan hilangnya penciuman atau Anosmia yang kerap dirasakan para penderita Covid-19.

Anosmia banyak dikhawatirkan masyarakat lantaran termasuk ke dalam gejala Covid-19.

Dokter Tirta mengaku banyak menerima pertanyaan dari netizen yang mengalami anosmia. Mereka khawatir itu merupakan gejala Covid-19.

Dokter Tirta mengatakan, jika seseorang mengalami anosmia, belum tentu itu merupakan gejala Covid-19.

“Anosmia tidak hanya terjadi pada Covid. Sekali lagi, anosmia tidak hanya terjadi pada Covid,” kata dr. Tirta.

“Covid itu gejalanya khas. Karena dia menyerang pernapasan bawah dan atas, jadi dia gejalanya pasti gabungan,” ujarnya menambahkan.

“Ada batuk tapi dahaknya gak bisa keluar. Demam. Nyeri sendi. Nyeri telan. Anosmia. Jadi anosmia itu satu dari lima gejala Covid-19,” ucap dr. Tirta dalam video yang diunggah di kanal Youtube Tirta PengPengPeng pada 14 Agustus 2021.

Dokter Tirta kemudian membeberkan segala macam penyakit selain Covid-19 yang gejalanya berupa anosmia.

“Anosmia juga terjadi di polip. Polip adalah penyakit ketika terjadi peradangan terus menerus di mukosa hidung, dan akhirnya membuat terjadi pembengkakan dinamakan polip,” ujarnya.

Anosmia juga bisa terjadi pada penyakit sinusitis yang kronis.

“Sinusitis itu khas, lendirnya hijau dan bau. Akibatnya dia hanya bisa mencium bau amis dan tidak bisa mencium bau-bauan. Anosmia juga.”

Selain itu, tulang hidung yang patah akibat kecelakaan atau hal lain juga bisa menyebabkan anosmia.

“Jadi, buat kamu semua, anosmia itu bisa terjadi di banyak penyakit. Terutama penyakit saluran pernapasan atas,” ujar dr. Tirta.

Dokter Tirta kemudian memberikan tip cara membedakan anosmia gejala Covid-19 dan bukan.

“Harus disesuaikan dengan gejala lain. Kalau kamu cuma anosmia doang, kamu belum tentu Covid. Bisa jadi penyakit lain,” katanya.

“Tapi, kalau jelas disertai demam, nyeri telan, batuk, kemungkinan Covid. Diagnosa tegak, (yakni) kalau ada rontgen atau swab,” ujarnya lagi. (***)