Senin | 20 September 2021 |
×

Pencarian

PENDIDIKAN KESEHATAN

Ini Alasannya, Jangan Tutup Luka Penderita Diabetes dengan Kassa

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Salah satu masalah yang dialami seorang penyandang diabetes atau diabetesi adalah luka. Jika diabaikan, luka kecil bisa menjadi besar dan lama sembuhnya serta berakibat fatal yaitu amputasi.

Dokter spesialis luka, dr Adisaputra Ramadhinara, mengatakan luka diabetik utamanya di bagian kaki dan sangat memerlukan penanganan khusus agar kesembuhan bisa dicapai.

Kesalahan umum yang terjadi pada perawatan luka diabetik adalah menutup luka dengan kassa.

Dokter Adi tidak menganjurkan penggunaan kassa sebagai penutup luka, karena kassa tidak dapat menjaga kelembapan daerah luka dan dapat meningkatkan risiko infeksi.

Melansir dari beberapa sumber, sebuah studi menunjukkan bahwa bakteri dapat menembus hingga 64 lapisan kassa. Hal ini membuat kassa bukanlah penutup luka yang ideal.

Ia melanjutkan, saat ini perkembangan ilmu pengetahuan di bidang perawatan luka telah berhasil menekan angka amputasi. Penggunaan berbagai dressing modern untuk mengatasi infeksi dan menjaga agar suasana luka tetap lembap juga sangat diperlukan.

“Karena dalam suasana lembap, pertumbuhan jaringan baru menjadi lebih optimal dan proses penutupan luka oleh sel kulit baru bisa terjadi dengan lebih cepat,” ujar dokter yang berpraktik di Heartology Cardiovascular Center, Brawijaya Hospital Saharjo ini.

Perawatan luka yang tepat, bisa mencegah luka melebar yang sulit sembuh bahkan berujung amputasi.

Statistik menunjukkan bagaimana prosedur amputasi pada 6 dari 7 penderita kaki diabetik, diawali dari sebuah luka sederhana. Padahal, 85 persen dari luka tersebut sebetulnya dapat dicegah dan ditangani dengan baik agar tidak berkembang ke arah yang lebih serius.

Karena itu, sangat penting mencegah amputasi kaki akibat komplikasi yang disebabkan diabetes tersebut.

Selain perawatan luka yang benar, pengendalian kadar gula darah harus dilakukan secara optimal, agar proses penyembuhan luka dapat berjalan dengan baik.

Selama menjalani perawatan, kaki yang sedang terluka juga harus diistirahatkan dan tidak boleh menjadi tumpuan beban. (***)