Minggu | 19 September 2021 |
×

Pencarian

PENDIDIKAN KESEHATAN

Pertama di Indonesia, Mahasiswa Malang Ubah Limbah kulit Jeruk Jadi Teh yang Nol Kafein

MEDIAKEPRI.CO.ID, Malang – Ketika bicara teh, umumnya yang terbayang adalah minuman dari daun muda di pucuk pohon teh.

Tetapi sekelompok mahasiswa Politeknik Negeri Malang atau Polinema di Malang, Jawa Timur, membuat teh yang bukan dari daun teh.

Namanya Orentea atau Olahan Teh Kulit Jeruk Peras dengan Penambahan Daun Min Lokal sebagai Minuman Sehat Penangkal Betacoronavirus Penyebab Covid-19.

Mahasiswa semester 5 Jurusan Teknik Kimia, Program Studi Diploma III Teknik Kimia, Politeknik Negeri Malang, Prasasti Valentina Gustama mengatakan tujuan dia bersama teman-temannya membuat Orentea kembali meningkatkan kegemaran orang Indonesia terharap teh.

Mahasiswa yang biasa disapa Valent itu meracik Orentea bersama Rizki Bagus Maulana dan Nanda Ristina Putri Siswoyo dari Diploma III Teknik Kimia, Fadilah Aurelia Arifin (Diploma IV Akuntansi Manajemen), serta Alvinda Wahyu Freadyansyah (Diploma III Teknik Telekomunikasi).

“Kami membuat teh dengan inovasi olahan kulit jeruk manis peras pertama di Indonesia yang baik untuk kesehatan sekaligus mengurangi limbah kulit jeruk,” kata Valent dikutip tempo.co.

Mereka menghasilkan Orentea lewat Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Kewirausahaan atau PKM Kewirausahaan 2021 dengan dibimbing dosen Anik Kusmintarti.

Penelitian ini mendapat pendanaan dari Direktorat Pendidikan Tinggi Vokasi dan Profesi di Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Valent dan tim memulai riset pembuatan teh dari kulit jeruk manis atau Citrus sinensis Osbeck pada April sampai Mei 2021.

“Kami melakukan uji laboratorium kandungan proksimat karbohidrat, kadar abu, protein, serat kasar, uji vitamin C, dan uji organoleptik untuk mendapatkan rasa teh herbal yang bisa diterima oleh masyarakat,” jelas Valent.

Gadis asal Jombang itu menjelaskan, Orentea merupakan teh herbal tanpa kandungan kafein sehingga lebih sehat ketimbang teh konvensional.

Kandungan tinggi kafein dalam teh mengakibatkan produksi asam lambung berlebih yang tidak baik dikonsumsi bagi penderita mag.

Selain itu, kafein yang tinggi dapat meningkatkan tekanan darah yang memicu detak jantung lebih cepat dan berisiko terjadi serangan jantung.

“Itu sebabnya kami membuat teh herbal yang nihil kafein dan uniknya berbahan baku utama kulit jeruk. Sama sekali tidak memakai daun teh,” ucap Valent. (***)