Minggu | 26 September 2021 |
×

Pencarian

EKONOMI POLITIK

Sri Mulyani Kucurkan Rencana Pembiayaan Investasi BUMN Sebesar Rp42,4 Triliun

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Sri Mulyani akan merealisasikan rencana pembiayaan investasi BUMN dan lembaga lainnya di Semester II 2021 dengan total anggaran sebesar Rp42,4 triliun.

Rencana Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan untuk merealisasikan itu berasal dari pemanfaatan cadangan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEM) dan Saldo Anggaran Lebih (SAL).

“Semester II ini pembiayaan investasi untuk BUMN dan lembaga lain adalah akan ada Rp42,4 triliun,” katanya, Senin, 23 Agustus 2021.

Sri Mulyani menyebutkan anggaran yang disiapkan itu akan diberikan ke PT Hutama Karya. Perusahaan ini akan menerima kucuran sebesar Rp6,2 triliun. Dana ini akan dialokasikan untuk membangun 3 ruas Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS).

Adapun pembangunan JTTS yang direncanakan ini yaitu Kuala Tanjung-Parapat, Sigli-Banda Aceh, Lubuk Linggau-Bengkulu sepanjang 66 kilometer.

Ia menyebutkan bahwa pembangunan tiga ruas JTTS tersebut mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 212.935 orang dan menghasilkan outcome bagi masyarakat berupa penurunan waktu tempuh dan biaya logistik.

Selain PT Hutama Karya ada beberapa BUMN lainnya, yaitu PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) senilai Rp2,3 triliun untuk mendukung pembiayaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) sejahtera bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dengan target 157.500 unit.

PT Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW) senilai Rp1 triliun untuk kawasan industri terpadu Batang.

PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) senilai Rp5 triliun untuk infrastruktur transmisi listrik, gardu induk, dan distribusi listrik pedesaan 3T.

PT Pelindo III mendapat jatah senilai Rp1,2 triliun untuk mendukung pengembangan Pelabuhan Benoa yang kapasitas kunjungan kapal pesiarnya naik empat kali lipat, yaitu 600 kunjungan per tahun dan kapasitas penumpang naik tiga kali lipat atau 3,2 juta per tahun.

PT PAL Indonesia mendapat anggaran senilai Rp1,3 triliun dan ketujuh adalah Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Eximbank Indonesia sebesar Rp5 triliun untuk mendukung pertumbuhan ekspor nasional.

PT Pengembangan Pariwisata Indonesia mendapat anggaran senilai Rp500 miliar untuk infrastruktur dasar dan fasilitas pendukung pariwisata di Tana Mori Nusa Tenggara Timur dengan potensi penyerapan tenaga kerja sebanyak 2.327 orang (perhotelan) dan 75.045 (tidak langsung).

PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI) mendapat anggaran senilai Rp20 triliun untuk penguatan industri asuransi dan penyelesaian Jiwasraya dengan pembentukan Indonesia Financial Group (IFG) Life.

Sementara itu, pemanfaatan cadangan PEN senilai Rp32,9 triliun akan diberikan kepada PT Hutama Karya senilai Rp9 triliun untuk melanjutkan penyelesaian empat ruas JTTS, yaitu Medan-Binjai, Binjai-Langsa, Pekanbaru-Dunai, serta Kuala Tanjung-Tebing dan Tinggi-Parapat.

Tidak hanya PT Hutama Karya, sejumlah lembaga lainnya yang mendapat jatah adalah Indonesia Investment Authority (INA), PT Waskita, dan Badan Bank Tanah Rp1 triliun untuk kebutuhan modal awal.

Untuk pemanfaatan SAL senilai Rp16,9 triliun akan diberikan kepada PT Hutama Karya senilai Rp10 triliun dan PT KAI senilai Rp6,9 triliun untuk mendukung penyelesaian pembangunan infrastruktur perkeretaapian.***