Minggu | 26 September 2021 |
×

Pencarian

NATUNA

Diduga ODGJ di Natuna Menggunakan APD Bekas Nakes Covid-19

MEDIAKEPRI.CO.ID, Ranai – Diduga Orang Degan Gangguan Jiwa (ODGJ) mengejutkan pengunjung salah satu warung kopi di Jalan Sudirman Ranai, Natuna Jumat 3 September 2021 malam.

ODGJ itu terlihat marah-marah kepada pengunjung warung kopi tersebut. Pemilik warung pun telah menegur sambil mengingatkan ODGJ tersebut.

Tidak mau ditegur ODGJ itu tiba-tiba mengeluarkan Alat Pelindung Diri (APD) yang biasa dipakai Tenaga Kesehatan (Nakes) dalam penanganan Covid-19.

Salah seorang saksi mata, Fadillah mengatakan melihat kejadia itu, dirinya sudah meminta tolong Satpol PP untuk mengamankan yang bersangkutan.

Namun dikarenakan lambat datang, Ia meminta yang bersangkutan pergi.

“Karena pemilik warung kopi keberatan dia ada disana, karena banyak pengunjung enggan datang karena ketakutan,” ucapnya.

Fadillah heran warga tersebut mendapatkan APD dari mana dan menyayangkan hal tersebut terjadi. APD sharusnya digunakan Nakes malah dipergunakan bebas .

“Saya mencurigai APD tersebut bekas pakai, kalau memang iya ini harus diwaspadai, pengawasan terhadap limbah Covid-19harus diperketat,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Puskesmas Ranai, Nazri mengatakan kemungkinan besar APD yang dipergunakan warga tersebut berasal dari limbah di Puskesmas tersebut.

Ia memastikan APD tersebut bekas petugas medis waktu tracking.

“Setelah petugas selesai sebelum dimasukan ke gudang sementara disimpan tanpa pengawasan karena menunggu limbah tersebut ditimbang dan pemegang kuncinya datang, kemungkinan waktu itu dia ambil,” terangnya.

Nazri juga mengataan sehari-hari memang warga tersebut sering berada di lingkungan Puskesmas dan termasuk salah satu pasien Puskesmas.

Mengantisipasi kejadian serupa terulang kembali, Nazri menegaskan pihak Puskesmas akan memperketat pengawasan terhadap limbah B3 Covid-19 dan SOP akan dikaji ulang.

“Nanti akan diusahakan langsung dimasukan ke gudang jadi tidak ada tersimpan diluar gudang,” tegasnya.

Kepada warga yang menggunakan APD tersebut pihak Puskesmas telah meminta yang bersangkutan melepaskan APDnya dan mengantisipasi hal yang tidak diinginkan terhadapnya juga telah dilakukan pemeriksaan.

“Tadi malam kami langsung mencari orang tersebut, langsung kami periksa nanti lima hari kedepan lagi akan kami cek kembali, APD yang dipergunakan sebetulnya setelah selesai dipergunakan petugas kami semprot pakai disinfektan terlebih dahulu, ” pungkasnya. (***)