Jumat | 15 Oktober 2021 |
×

Pencarian

PENDIDIKAN KESEHATAN

Pejabat Rusia: Waspadai Bahaya Wabah Black Death Menyebar! Dalam 24 Jam Terjangkit, Tewas

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Pejabat kesehatan masyarakat Rusia yang juga Epidemiolog, Anna Popova menyampaikan kabar ada wabah baru yang lebih mengerikan dari pada Covid-19.

Anna Popova memberikan peringatawan agar waspada terhadap bahaya kebangkitan wabah Black Death yang disebabkan bakteri Yersinia pestis yang dibawa oleh kutu di badan tikus.

Infeksi bakteri ini dapat menimbulkan efek serius bahkan disebut-sebut dapat membunuh orang dewasa dalam waktu kurang dari 24 jam, jika tidak ditangani tepat waktu.

Kebangkitan Black Death, jelas Anna Popova, dipicu pemanasan global dan perubahan iklim ekstrem yang semakin parah yang terjadi belakangan ini.

“Kami melihat bahwa batas titik wabah Black Death, telah berubah akibat pemanasan global dan perubahan iklim dan efek antropogenik lainnya terhadap lingkungan,” kata Anna sebagaimana dikutip dari Mirror.

“Kami menyadari bahwa kasus wabah Black Death, di dunia semakin meningkat, ini adalah salah satu risiko dalam agenda hari ini,” ucapnya.

Perhatian khusus dicurahkan demi mencegah sejarah kelam terulang kembali.

Pasalnya pada abad ke-14, wabah Black Death ini telah menewaskan sekitar 200 juta jiwa yang mana merupakan 60 persen populasi Eropa.

Menurut Anna, dalam beberapa waktu wabah terdeteksi di Rusia, China, dan Amerika Serikat.

UNICEF telah memperingatkan pada bulan Agustus, tentang kebangkitan wabah mematikan tersebut di Afrika.

Sebulan sebelumnya ditemukan penyakit Bubonic Plague (pes), yang menyebabkan pembatalan Rally Silk Way, di Mongolia.

Sementara sejak tahun lalu Rusia sudah mengambil langkah besar untuk menghentikan penyebaran Black Death.

Puluhan orang divaksinasi di daerah perbatasan, di Republik Tuva dan Altai Siberia, ketika negara itu secara bersamaan memerangi Covid-19.

Satu wabah tercatat di dataran tinggi Ukok, pegunungan Altai, di Rusia, untuk pertama kalinya dalam lebih dari 60 tahun. (***)