Kamis | 09 Desember 2021 |
×

Pencarian

RILIS

Literasi Digital Kota Batam, Kepulauan Riau

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Dalam mencapai target 50 juta masyarakat Indonesia untuk mendapatkan Literasi di bidang Digital hingga 2024 oleh Presiden Jokowi, Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika menyelenggarakan kegiatan Webinar Indonesia Makin Cakap Digital di Wilayah Sumatera di 77 Kab/Kota dari Aceh hingga Lampung.

KECAKAPAN DIGITAL, KEAMANAN DIGITAL, ETIKA DIGITAL dan BUDAYA DIGITAL merupakan 4 (empat) pilar yang diberikan dalam kegiatan webinar Literasi Digital 2021.

Walikota Batam H. Muhammad Rudi, menjadi keynote speaker dalam webinar dengan tema besar DAKWAH AGAMA DI DUNIA MAYA, yang dipaparkan oleh para nara sumber Nasional dan Lokal yang mempunyai kompetensi di bidangnya serta seorang Key Opinion Leader yang memberikan sharing session di akhir webinar.

Dedy Erwan, SE Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Duri menjelaskan pentingnya dakwah digital yaitu saat ini orang lebih memilih dan percaya pada apa yang disebarkan melalui gadget.

Keunggulan melalui digital antara lain tidak terbatas ruang dan waktu, jangkauan jamaah lebih luas dan mudah diselenggarakan.

Sedangkan dari sisi kelemahannya yaitu keterbatasan interaksi, disinformasi dan misinformasi, banyak konten dakwah yang menyesatkan, serta pembajakan akun dakwah.

Para pendakwah harus mempunyai keahlian, kemampuan, etika dan tanggung jawab. Masyarakat digital termasuk para pendakwah harus memahami bahwa setiap apa yang dilakukan di dunia maya maka akan ada jejak rekam digital, seperti yang dijelaskan oleh Masril.

Apa yang kita posting, apa yang kita cari, kita mengunjungi situs apa saja, video yang ditonton, alamat IP semua itu akan ada jejak rekamnya. Maka kita harus hati hati, bijak dan tinggalkan jejak rekam yang positif agar citra diri kita baik dan tidak terjerat UU ITE.

Sementara H. Afiruddin Jalil, memaparkan peran media sosial dalam berdemokrasi dan bertoleransi.

Media sosial juga dapat membuat masyarakat semakin terbuka dan mampu menyampaikan pendapatnya.

Maka para pemilik akun termasuk pendakwah harus menyuarakan narasi yang menyejukan, tidak menggugah konten yang menjadi perpecahan, kebencian SARA, radikalisme dan terorisme. Mohd.Iqbal, mengajak para netizen untuk memahami lebih jauh tentang transformasi digital dimana semua sektor dilakukan dengan teknologi digital.

Makanya kita harus pintar mencari peluang di era digital ini, dimana ada beberapa peluang untuk menjadi profesi yang dibutuhkan di masa depan diantaranya software developer, web aplication developer, market research analysts, security analysts dan sebagainya.

Sementara untuk skill yang dibutuhkan antara lain UX Design, Social media marketing, coding dan lain lain.

Key Opinion Leader oleh Nadien Natasya yang memberikan sharing terutama menekankan jangan asal posting tentang dakwah agama yang menyesatkan, harus diteliti terlebih dahulu isi dakwahnya.

Ambil para pendakwah yang mempunyai reputasi yang baik untuk dapat di share ke masyarakat agar dapat berguna dan bermanfaat. (kominfo)