Kamis | 19 Mei 2022 |
×

Pencarian

ADVETORIAL

Dispar dan ASITA Kepri Usulkan Perubahan Aturan Bermalam di Kawasan Travel Bubble

MEDIAKEPRI.CO.ID, Kepri – Dinas Pariwisata (Kepri) dan Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Provinsi Kepri minta syarat tes PCR untuk wisatawan lokal yang akan menginap di Lagoi dihapuskan.

Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Buralimar mengaku telah membahas hal tersebut bersama pihak terkait. Dan pihaknya segera mengusulkan ke pusat agar ketentuan itu bisa diubah.

Aturan yang mengharuskan PCR bagi wisatawan lokal untuk masuk kawasan travel bubble di Kepri merupakan aturan dari satgas nasional penanganan covid-19.

“Semalam kita sudah rapatkan. Besok suratnya sudah kita antar ke pusat,” kata Buralimar, Senin 7 Maret 2022.

Terpisah, Ketua DPD ASITA Provinsi Kepri, Eva Betty mengaku keberatan dengan diwajibkannya wisatawan lokal terutama di Kepri harus tes PCR jika menginap kawasan travel bubble di Bintan.

“Sebenarnya ASITA sangat keberatan, kemarin kami sudah coba negosiasi ke sana,” kata Eva.

Memang di sisi lain kata Eva, pihak pengelola di kawasan travel bubble di Bintan juga dilema dengan aturan itu karena setiap orang tetap berpotensi membawa virus Covid-19.

Tapi timpalnya di sisi lain persyaratan itu juga berdampak pada kunjungan wisatawan lokal.

“Kalau PCR diterapkan otomatis wisatawan Kepri harus mengeluarkan biaya lebih untuk menginap di sana,” ujarnya.

Ke depan harap Eva, para turis bisa masuk secara secara bebas ke Kepri dengan penerapan protokol kesehatan (prokes).

Dan katanya bisa mengunjungi daerah lain agar pemilik tempat wisata lain selain yang sudah ditetapkan dalam travel bubble bisa bangkit bersama.

“Harapan kita turis bisa datang ke sini bisa kemana saja, tanpa karantina.Jika ada tes Covid-19 cukup di antigen saja,” ungkapnya.(eddy supriatna)