Jumat | 01 Juli 2022 |
×

Pencarian

PENDIDIKAN KESEHATAN

Waspada! Ini Beberapa Tanda Tubuh Kekurangan Zat Besi

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Pola makan sehat bukan hanya untuk menurunkan berat badan tetapi juga kebutuhan semua orang.

Diet yang tidak memiliki lemak dan kalori berlebihan sangat membantu menurunkan berat badan.

Pada saat yang sama, harus dicatat makanan yang kaya nutrisi sangat diperlukan untuk aktivitas sehari-hari, proses tubuh, dan fungsi mental, termasuk zat besi.

Dari semua zat gizi, vitamin dan mineral sebagian besar dikonsumsi oleh masyarakat dalam bentuk suplemen.

Zat besi merupakan salah satu mineral yang dibutuhkan tubuh untuk fungsi vital, seperti mengangkut darah ke seluruh bagian tubuh.

Kekurangan zat besi menyebabkan anemia dan merupakan kondisi yang sangat umum di antara wanita dari semua kelompok umur.

Berikut lima indikator kekurangan zat besi paling umum yang perlu diwaspadai, dilansir dari Times.

1. Kelelahan ekstrem

Kelelahan adalah indikator yang sangat jelas dari kekurangan zat besi karena bagian tubuh tidak mendapatkan cukup oksigen yang menyebabkan oksidasi makanan yang tidak efisien sehingga tingkat energi menjadi rendah.

2.Sakit kepala atau pusing

Kadar zat besi yang rendah menyebabkan pasokan oksigen yang tidak mencukupi ke berbagai bagian tubuh, termasuk otak.

Kekurangan oksigen ke otak dapat menyebabkan pusing, gelisah, dan sakit kepala. Pada wanita yang sedang menstruasi, kekurangan zat besi juga dikaitkan dengan migrain.

3.Kuku rapuh

Kuku rapuh adalah indikator yang jelas dari kekurangan zat besi. Tingkat sel darah merah yang rendah menyebabkan kuku yang lebih lemah dan rapuh dan sangat mudah patah.

4.Pucat

Karena zat besi sangat penting untuk transportasi darah ke seluruh bagian tubuh, kekurangan zat besi menyebabkan pucat karena aliran darah yang tidak mencukupi.

Kulit tampak kuning jika kekurangan zat besi terlalu parah.

5.Nyeri dada

Ini lagi-lagi merupakan akibat rendahnya pasokan oksigen ke seluruh bagian tubuh. Kekurangan zat besi dalam tubuh mengganggu aliran darah dan menyebabkan tingkat oksigen yang lebih rendah dan akhirnya kesulitan bernapas.

Hal ini terkadang dapat menyebabkan nyeri dada juga. Lakukan tes kadar hemoglobin jika sering mengalami nyeri dada. (***)

Sumber: tempo.co