Kamis | 19 Mei 2022 |
×

Pencarian

INTERNASIONAL

Netflix Terancam Kehilangan Ratusan Ribu Pelanggan, Ini Penyebabnya

MEDIAKEPRI.CO.ID, California – Layanan streaming berlangganan, Netflix Inc mengungkapkan perang di Ukraina dan persaingan yang ketat antar platform streaming berlangganan, menjadi alasan platform ini kehilangan ratusan ribu pelanggannya.

Saham Netflix dilaporkan turun sebanyak 25 persen pada Selasa, 19 April 2022, setelah platform ini melaporkan kehilangan ratusan ribu pelanggannya.

Dilansir dari Reuters.com, Netflix telah kehilangan sebanyak 200.000 pelanggan pada kuartal pertama tahun ini, padahal layanan streaming ini memperkirakan akan mendapat penambahan sebanyak 2,5 juta pelanggan.

Penangguhan layanan di Rusia, juga menyebabkan hilangnya 700.000 pelanggan platform ini.

Pertumbuhan pelanggan yang lambat, mendorong Netflix untuk menawarkan opsi tarif layanan yang lebih murah dengan iklan, mengutip keberhasilan platform sainggannya, HBO Max dan Disney+.

CEO Netflix Reed Hastings mengatakan, walaupun ia menentang kerumitan periklanan di platformnya, namun ia juga menargetkan untuk mendapat pelanggan yang lebih banyak.

“Mereka yang mengikuti Netflix tahu bahwa saya menentang kerumitan periklanan, dan penggemar berat kesederhanaan berlangganan. Tapi, sebanyak saya penggemar itu, saya penggemar pilihan konsumen yang lebih besar,” kata Reed Hastings.

Netflix memperkirakan akan kehilangan 2 juta pelanggan pada musim semi ini, walaupun platform ini akan menghadirkan series yang telah lama ditunggu-tunggu penggemarnya, seperti Stranger Things dan Ozark, serta debut film The Grey Man yang dibintangi Chris Evans dan Ryan Gosling.

Selain Netflix, saham layanan streaming lainnya juga dilaporkan turun, seperti Roku (ROKU.O) turun lebih dari 6 persen, Walt Disney (DIS.N) turun sebanyak 5 persen, dan Warner Bros Discovery (WBD.O) turun 3,5 persen.

Layanan streaming berlangganan diperkirakan akan mengalami perlambatan pertumbuhan, di tengah persaingan ketat dari mulai Amazon.com, platform streaming perusahaan hiburan Walt Disney dan Warner Bros Discovery yang baru dibentuk. dan platform pendatang baru keluaran Apple. Inc .

Berdasarkan survei digital trends terbaru dari Deloitte yang dirilis pada akhir Maret lalu mengungkapkan, Generasi Z yaitu konsumen dengan rentang usia antara 14 hingga 25 tahun, lebih banyak menghabiskan waktu untuk bermain game daripada menonton film atau serial televisi di rumah.

Mayoritas konsumen Gen Z dan Milenial yang disurvei mengatakan, mereka menghabiskan lebih banyak waktu menonton video buatan pengguna seperti yang ada di TikTok dan YouTube, daripada menonton film atau acara di layanan streaming. (***)

Sumber: tribunnews.com