Minggu | 22 Mei 2022 |
×

Pencarian

DPRD BENGKALIS

Tanggapi Keluhan Masyarakat, Komisi IV DPRD Bengkalis Gelar Audiensi

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bengkalis – Komisi IV (Bidang Kesejahteraan Sosial dan Sumber Daya Manusia) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bengkalis menggelar audiensi dengan manajemen RSUD Mandau, di Lantai Empat RSUD Mandau, Selasa, 12 April 2022.

Audiensi digelar menyusul banyaknya keluhan masyarakat terkait pelayanan RSUD Mandau.

Saat audiensi, Komisi IV dipimpin langsung oleh Ketua Komisi Septian Nugraha dan didampingi Sekretaris Komisi Irmi Syakip Arsalan, Wakil Ketua Komisi Firman dan anggota Komisi IV lainnya. Sedangkan dari RSUD Mandau, langsung dihadiri oleh Direktur RSUD Mandau dr. Chairiyah yang didampingi Kepala Bidang Pelayanan Armen dan Camat Mandau Riki Rihardi.

Mengawali pertemuan perdana, Septian Nugraha memperkenalkan anggota Komisi IV yang baru diubah susunannya beberapa minggu yang lalu. Setelah itu, Ketua Komisi IV yang baru ini menjelaskan maksud kedatangan rombongannya ke RSUD Mandau. Salah satunya adalah banyaknya keluhan yang mereka terima terkait pelayanan dan fasilitas yang ada di RSUD Mandau.

“Kita berharap RSUD Mandau dapat lebih optimal lagi dalam memberikan pelayanan sehingga bisa memberikan yang terbaik bagi masyarakat,” ujar Septian.

Ia mengingatkan, yang paling utama yakni disiplin dalam melaksanakan tugas, bekerja setulus hati dan ikhlas. Ia yakin ini akan dapat memberikan yang terbaik bagi masyarakat maupun RSUD sendiri.

“Kita berharap ke depannya bisa membuat terobosan-terobosan baru atau kebijakan-kebijakan baru dan saling berkolaborasi demi tercapainya tujuan yang diinginkan masyarakat,” ujar Septian.

Sementara itu, Irmi Syakip Arsalan menambahkan, pihaknya berharap semoga Ramadhan tidak mengurangi semangat dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat. Komisi IV siap memberikan dukungan kepada RSUD sehingga dapat memberikan dampak yang baik buat masyarakat.

“Kita menginginkan anggaran berbasis kinerja dan ini harus diselaraskan dengan kinerja yang baik,” jelas pria yang akrab disapa Ikip ini.

Menanggapi apa yang disampaikan oleh anggota Komisi IV, Direktur RSUD Mandau menjelaskan, untuk meningkatkan disiplin, pihaknya telah memasang Finger Print khusus untuk mengontrol karyawan. Dan seluruh karyawan harus sampai paling lambat pukul 08.15 WIB.

“Kami akan terus berbenah diri agar bisa memberikan yang terbaik bagi masyarakat,” ujarnya.

Terkait sistem jemput bola pelayanan terhadap pasien yang akan berobat ke RSUD, dr. Chairiyah menjelaskan bahwa saat ini masih menjadi hambatan.

“Rencana awal pembangunan halte yang dilengkapi armada masih terjadi kendala, terutama halte armada yang belum dimiliki, karena kunjungan pasien ke RSUD Mandau per-harinya mencapai 500 orang,” ujar dr. Chairiyah.

Sementara itu, anggota Komisi IV lainnya, Giyatno mengatakan, pihaknya akan berusaha membantu semaksimal mungkin untuk memenuhi kebutuhan yang diinginkan agar terciptanya pelayanan yang lebih baik lagi ke depannya.

Selanjutnya, pada kesempatan tersebut, Camat Mandau menginginkan agar RSUD Mandau bisa berpikir seperti rumah sakit swasta sehingga pelayanan RSUD dapat dimaksimalkan dengan potensi yang ada.

“Kita harus bisa memberikan pelayanan prima kepada pasien. Maka itu, dibutuhkan orang yang ikhlas diposisi pelayanan ini sehingga kita tidak lagi mendengarkan laporan atau keluhan dari masyarakat,” pungkasnya. (juny/dprd)