Minggu | 14 Agustus 2022 |
×

Pencarian

PERISTIWA

Entah Apa yang Merasuki Ojol Ini, Tuduh Penumpangnya Pelaku Hipnotis dan Menurunkannya di Mata Kucing

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Seorang ojek online (Ojol) Go-Jek menurunkan penumpang tiba-tiba tanpa alasan ditempat gelap, sekitar Mata Kucing, Sekupang. Akibatnya, perempuan, S (32) mengalami trauma.

Ibu anak tiga itu menuturkan, Kamis, 24 Juni 2022 sekitar pukul 18.30 Wib, ia memesan ojol melalui aplikasi Gojek. Tujuannya, dari pasar Cipta Puri Tiban ke Pasar Aviari Batuaji.

“Cukup lama tukang gojek itu datang, ada sekitar 15 menit. Saya menunggunya di tempat jajanan langganan saya di pasar Cipta Puri. Penjual dan tukang parkir wanita di sana sempat mengingatkan saya agar berhati-hati,” katanya, Kamis malam.

Lantas, lanjut perempuan bertubuh kecil ini, bahwa pedagang dan tukang parkir tersebut menyarankannya untuk mengingat nomor kendaraan ojol Go-Jek tersebut.

“Teh ingat nomor plat kendarannya,” ujarnya mengulangi ucapan tukang parkir di sana.

S mengatakan, selama ini ia menggunakan ojol Gojek tidak pernah ada masalah. Bahkan, kata dia, ojek yang ditumpanginya selalu diberikan bintang 5 serta melebihkan ongkos perjalanan.

Pas ketika Ojol tersebut datang, ojol tersebut memohon maaf karena lama sampai. Dan ojol tersebut tidak menawarkannya helm karena helm penumpang dalam keadaan basah.

Dalam perjalanan, S merasa sepeda motor ojol tersebut melaju kencang, hingga bendo yang dikenakannya dirambut hampir melayang kebelakang.

Saat itu perjalanan sudah tiba di sekitar Mata Kucing dengan situasi gelap gulita karena penerangan jalan di sana tidak maksimal.

“Saya mulai merasa tidak enak, yang awalnya jalannya laju, tiba- tiba melambat dan perlahan semakin ke kiri. Tiba-tiba saya dibentak, turun kau. Saat itu juga langsung saya ketakutan. Tapi saya tanyakan, kenapa bang saya diturunkan disini, apa salah saya,” ucapnya mengulangi peristiwa itu.

Sambil membentak, ojol tersebut menuding S menghipnotisnya, mendengar perkataan tersebut alangkah terkejutnya S. Dalam pikirannya, situasi gelap gulita tersebut nyawanya akan terancam.

Sambil memeluk tas kecil yang dibawanya, S mulai menangis, apalagi saat itu singnal handphone hilang. Ia mencoba menelpon sana sini termasuk suami, tetap tidak bisa. Karena tidak ada signal sama sekali

“Saya langsung teringat kawan saya yang meninggal di sekitar mata kucing. Saya ketakutan. Tapi saya sempat tanya hipnotis apa, terus dia bentak-bentak dan meninggalkan saya begitu aja,” ucapnya yang mengaku langsung sesak pada dada karena mengingat kejadian kelam tersebut.

S melanjutkan, Ojol yang diketahui berisinial ZS dengan nopol BP3271AM itu menghentikan kendaraannya tak jauh dari S diturunkan sambil memegang telphone selulernya.

“Saya diperhatikan dia (ojol online) dari jarak jauh, tapi masih jelas terlihat. Sambil nangis, saya langsung stopkan kendaraan yang melintas tapi tidak ada yang mau berhenti. Setelah beberapa saat, ada tukang ojek Gojek yang melintas, langsung aja saya hadang,” ujarnya.

Sambil menangis, S meminta bantuan kepada Go-Jek tersebut untuk diantarkan ke Aviari. Akhirnya Gojek berumur itu bersedia mengantarnya ke Aviari.

“Setelah saya ceritakan, saya langsung disuruh istigfar. Disitulah agak lega. Saya lihat Ojol yang menuduh saya menghipnotisnya langsung pergi. Mau dikejar sama bapak Ojol tapi dia langsung melaju,” tuturnya.

Sesampainya, disimpang lampu merah Paradease signal Handpone miliknya baru normal. S langsung menghubungi temannya (pasutri) yang lama menunggu di Aviari.

“Terus kami kembali ke Pasar Cipta Puri menanyakan ke para Gojek di sana, apakah mengenal Gojek tersebut. Rata-rata mereka mengenal Gojek tersebut. Para Go-Jek di sana langsung menyebut nama saya yang menurut mereka tengah mereka bahas, bahwa Go-Jek yang menurunkan saya itu sudah mengsher nama dan id saya di groub WA Go-Jek. Kata – katanya lebih kurang ‘awas dengan perempuan ini dia menghipnotis saya’. Saya merasa nama saya telah dicemari tanpa tuduhan yang berdasar,” ujarnya.

Branch Manager Gojek Batam, Achriansyah Agung Putra Mursy yang dikonfirmasi terkait pelanggaran yang dilakukan Go-Jek, akan akan membannad si Gojek tersebut. Sehingga yang bersangkutan tidak bisa mendapat pesanan.

“Kami ada tim pengawas. Namun untuk pelanggaran yang dilakukan akan membannad Go-Jek tersebut.,” Ucapnya. (***)