Sabtu | 26 November 2022 |
×

Pencarian

NATUNA

Sempat Ditahan Pihak Malaysia Akhirnya Satu Nelayan Natuna Kembali Ke Tanah Air

MEDIAKEPRI.CO.ID, Natuna – Satu dari dua nelayan Natuna yang sempat ditahan oleh Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia akhirnya dipulangkan.

Anak Buah Kapal (ABK) bernama Johan tiba di Bandara Raden Sadjad (RSA) Ranai menggunakan maskapai Wings Air, Sabtu 1 Oktober 2022.

Kepulangan warga yang memiliki alamat KTP di Siantan Kabupaten Kepulauan Anambas dan saat ini berdomisili di Desa Sungai Ulu Kabupaten Natuna tersebut dijemput langsung oleh dua pejabat Natuna dari Batam.

Kedua pejabat tersebut adalah Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Natuna, Hadi Suryanto dan Kepala Badan Pengelola Perbatasan Kabupaten Natuna, Hikmatul Arif.

Hari Suryanto atau dikenal dengan panggilan Jojo mengatakan pihak Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Natuna dari awal memiliki konsen yang penuh terhadap permasalahan tersebut.

“Berdasarkan arahan dari Bapak Bupati Natuna, kami langsung melakukan kordinasi dengan pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan, dan Alhamdulillah mendapatkan respon yang baik,” ucapnya saat dihubungi, Sabtu 1 Oktober 2022.

Saat penjemputan di Bandara Hang Nadim menurut Jojo hadir juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepri, TS Arif Fadillah, Kepala Badan Pengelola Perbatasan Provinsi Kepri, Doli Boniara.

Jojo juga mengakui, semenjak menerima informasi tertangkapnya nelayan Natuna oleh aparat Malaysia, pihaknya terus mendapatkan informasi tentang proses dan kondisi nelayan tersebut melalui konsulat RI di Kuching secara berjenjang bersama-sama dengan BPP Kabupaten Natuna, Dinas Kelautan dan Perikanan, serta BPP Kepri Provinsi Kepri.

Selanjutnya atas nama Pemerintah Kabupaten Natuna, Jojo menyampaikan terimakasih kepada Konsulat RI di Kuching, Kementerian KKP, BNPP, Provinsi Kepri, masyarakat Natuna, pihak media serta pihak-pihak lain yang telah membantu proses kepulangan Johan ke tanah air.

Berkaitan dengan keberadaan satu Nelayan atas nama Tasnadi yang saat ini masih berada di Malaysia, Jojo menyebutkan, nelayan tersebut sebagai nakhoda saat ini sedang menjalani proses hukum dan pada tanggal 3 Oktober 2022 mendatang akan disidangkan.

Jojo memastikan proses hukum yang berjalan di Malaysia sepenuhnya akan didampingi oleh pihak Konsulat RI.

Ia berharap dan memohon doa dari seluruh masyarakat Natuna, supaya nelayan tersebut mendapat keputusan bebas atau keringanan hukuman. (dan)