Sabtu | 26 November 2022 |
×

Pencarian

BINTAN

Setubuhi Anak Kandung, Nasib HS Berakhir di Jeruji Besi

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bintan – Sungguh tega seorang ayah yang berinisial HS Alias P (56) yang beralamat dikelurahan Kawal Gunung Kijang yang telah menggauli anaknya yang note bene tuna rungu wicara sebut saja bunga (20) hingga hamil 5 bulan.

Hal tersebut terungkap saat Konferensi pers yang dilaksanakan di Polsek Gunung Kijang Polres Bintan pada hari Senin 17 Oktober 2022.

Kapolres Bintan AKBP Tidar Wulung Dahono melalui Kapolsek Gunung Kijang IPTU Sugiono yang didampingi oleh Kasi Humas Polres Bintan IPTU M. Alson dan Kanit Reskrim IPDA Yofi menjelaskan bahwa tersangka HS alias P (56) telah menggauli anak kandungnya yang berinisial Bunga hingga hamil 5 bulan.

Terungkapnya kasus tersebut berawal dari kecurigaan seorang tetangga yang sering melihat korban muntah-muntah, selanjutnya saksi memberitahukan kepada ibu korban untuk dilakukan pemeriksaan terhadap korban ke puskesmas.

Kanit Reskrim Polsek Gunung Kijang IPDA Yofi Akbar menunjukkan barang bukti ke awak media pada saat Konferensi Pers di halaman Mapolsek Gunung Kijang, Senin 17 Oktober 2022.

“Setelah diperiksa di puskesmas kawal oleh dokter melalui USG Ternyata korban sedang hamil 5 bulan,” ujarnya.

Selanjutnya lanjut Sugiono, ibu korban menanyakan kepada tersangka yang merupakan ayah dari korban dan tersangka pura-pura tidak tau hingga akhirnya ibu korban melaporkan hal tersebut ke Polsek Gunung Kijang.

Setelah mendapatkan laporan tersebut Polsek Gunung Kijang melakukan pemeriksaan terhadap beberapa orang saksi dan korban.

Akhirnya dilakukan pemanggilan terhadap tersangka, dari hasil pemeriksaan tersangka mengakui telah melakukan persetubuhan terhadap korban sebanyak 3 kali yang dimulai pada akhir bulan maret 2022, selanjutnya bulan April 2022 dan terakhir pada akhir bulan April 2022.

Setelah mendapatkan lebih dari 2 alat bukti selanjutnya terhadap tersangka dilakukan penangkapan untuk proses penyidikan.

“Saat ini tersangka di tahan di Polsek Gunung Kijang untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya dan tersangka dijerat dengan Pasal 6 Huruf b Jo Pasal 15 Huruf a dan h UU RI Nomor 12 tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual dan atau Setiap Orang yang melakukan Perbuatan kekerasan Seksual, pemaksaan hubungan seksual yang dilakukan terhadap orang yang menetap dalam lingkup rumah tangga tersebut sebagaimana dimaksud dalam rumusan Pasal 46 UU RI No 23 Tahun 2004 Tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga,” tutupnya.