Kamis | 01 Desember 2022 |
×

Pencarian

HEADLINE

Mengungkap Misteri Kematian Boseng, Polsek Siantan Sampaikan Hasil Visum

MEDIAKEPRI.CO.ID, Anambas – Misteri kematian Boseng (60) Warga Kampung Baru, RT. 01. RT. 02 Kelurahan Terempa yang ditemukan meninggal bersimbah darah dan sebilah pisau, dirumah miliknya perlahan mulai terkuak.

Kapolres Anambas, AKBP, Syafrudin Semidang Sakti melalui Kapolsek Siantan, Iptu Gunawan Husein didampingi Kanitreskrim, Aiptu Franciscus Rudi Wahyudi menerangkan sebab kematian korban Boseng, (60) pada saat menggelar Konferensi Pers, Sabtu, 19 November 2022.

Peristiwa temuan jasad Boseng ( 60) yang sempat geger dalam keadaan membusuk, bersimbah darah dan sebilah pisau dapur itu, pihak Kepolisian telah menggandeng Dokter RSUD Terempa guna mengetahui sebab kematiannya.

Dan,berdasar hasil pemeriksaan medis RSUD Terempa, sejauh ini tidak ditemukan tanda- tanda kekerasan pada tubuh jasad Boseng ( 60), warga Kampung Baru, RT. 01.RW 02. Namun, terkait peristiwa tersebut pihak Kepolisian akan terus mendalaminya.

“Kilas balik kematian Boseng (60), sekitar pukul 12. 15 wib, kami Polsek Siantan dihubungi Ketua RT setempat terkait adanya temuan mayat didalam rumah miliknya, ” jelas Kapolsek Siantan, Iptu Gunawan Husein, di Pendopo Polsek Siantan

Lanjut, tambahnya, kami ( Personil Polsek Siantan red) segera meluncur ke Tempat Kejadian Perkara(TKP). Pada saat itu, kondisi jasad sudah mengeluarkan aroma bau menyengat. Dan, oleh Polsek Siantan Jenazah korban langsung di evakuasi bersama tim medis di saksikan awak media dan masyarakat sekitar ke RSUD Terempa.

” Evakuasi ini tentunya guna mendapatkan Visum sebab kematian Jasad, ” ujar Gunawan

Setelah dilakukan pemeriksaan hasil Visum, terhadap pria tua Boseng (60), ditemukan beberapa kesimpulan yang disampaikan oleh dokter .

“Jenazah tiba dirumah RSUD sudah dalam keadaan meninggal. Sebab kematiannya, tidak ditemukan tanda- tanda kekerasan ditubuh jasad. Baik itu pada kepala, leher, dada ,perut , punggung ( bagian atas dan bagian bawah red). Dan,tidak tampak kekerasaan di bagian lainnya” jelas Gunawan menerangkan hasil Visum Dokter

Dan, waktu kematian jasad Boseng(60), katanya, diperkirakan tiga sampai empat hari. Namun, secara pasti sebab kematian akan terus didalami.

“Dari rekam jejak Boseng (60), informasi dari Puskesmas dan RSUD Terempa sebelum ditemukan meninggal dunia, almarhum memiliki riwayat penyakit hipertensi. Dengan tensi di atas rata- rata 170 – 180, ” ungkap Gunawan

Terkait kematian ini, berdasar permintaan keluarga jasad Boseng ( 60) telah dikebumikan

“Atas persetujan keluarga akhirnya jasad Boseng pada malam itu kita semayamkan. Lanjut, kemaren sore hasil Visum pun kita terima dan kita sampaikan, ” katanya. (ropi)