BATAM

Antisipasi Antrian BBM, Polda Kepri Akan Lakukan Pengecekan

Kamis | 15 November 2018 | 20:55
kelangkaan BBM

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Pertamina saat ini sedang melakukan normalisasi bahan bakar minyak (BBM), khususnya jenis solar sesuai dengan kebutuhan real masyarakat. Soalnya, sesuai data untuk kebutuhan masyarakat hingga Oktober 2018 ini dinilai sangat tinggi.

BACA: ‘Angin Surga’ Pemerintah Lingga untuk Mahasiswanya di Tanjungpinang

Pertamina menyampaikan untuk kebutuhan tahun 2017 ada sebanyak 89 kilo liter per hari dan tahun sebelumnya, yakni tahun 2016 kebutuhan hanya 86 kilo liter per hari. Dibandingkan sekarang, sebanyak 142 kilo liter per hari pada September 2018 itu terlalu tinggi.

BACA: “Semoga Suara Kami Didengar”, Jerit Transmigran Batubi

“Sehingga, kita melakukan normalisasi di Oktober sebanyak 119 Kilo liter perhari rata-rata,” kata perwakilan Pertamina dalam jumpa pers terkait kelangkaan BBM di Batam di Pendopo Polda Kepri, Kamis, 15 November 2018.

BACA: HAL BIASA… Aksi Heroik Pengguna Jalan Langgar Lantas

Akibat menormalisasi kebutuhan itu sendiri, katanya, maka banyak terjadi antrian panjang.

Kemudian disampaikan juga, sesuai Perpres 191 tahun 2014, katanya, sudah jelas dituangkan kriteria konsumen yang boleh gunakan solar bersubsidi. Agar, tambahnya, bisa mengedukasi masyarakat terhadap produk non subsidi seperti Dexlite.

BACA: Gabriel Lema Canangkan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi

“Agar masyarkat mendapatkan produk yang lebih bagus,” sebutnya.

Dirreskrimsus Polda Kepri Kombes Pol. Rustam Mansur, SIK menjelaskan bahwa sebagai informasi pertumbuhan kendaraan di Kota Batam, hasil koordinasi dengan Direktorat Lantas Polda Kepri berkisar di angka 2 Ribu sekian perbulannya.

BACA: 72 Tahun Lalu, Perundingan Indonesia-Belanda di Linggarjati

“Kita mengimbau dan menjelaskan kepada masyarakat agar dapat tenang terhadap situasi seperti ini,” katanya.

Melihat antrian yang panjang, katanya lebih jauh, Polda Kepri langsung proaktif melakukan pengecekan. Jika didalam istilah kepolisian, hal seperti ini merupakan adanya Potensi Gangguan. Untuk itu, tambahnya, sebelum menjadi ambang gangguan, apalagi gangguan nyata, dilakukan pengecekkan dan melakukan koordinasi dengan Pertamina.

BACA: Kapolda Jadi Irup, Gubernur Ikut Upacara 73 Tahun Brimob

“Jika ada permainan disana, kita akan melakukan penindakkan sesuai dengan ketentuan hukum dan jenis pelanggarannya,” ujarnya menegaskan.

Tampak hadir dalam jumpa pers tersebut, Dirreskrimsus Polda Kepri, PS Ksbbid PID Bidhumas Polda Kepri, Kepala Region Pertamina, Kadis Sosial yang diwakili oleh Kabid Fakir Miskin, Kadis UKM Kota Batam, Kadisperindag Kota Batam, Kadishub Kota Batam dan Kadis Perikanan Kota Batam. (humas)

BACA: Usulan UMK Bintan Rp3,36 Juta, Langsung Diteruskan ke Pemprov

Editor :