Berita Oleh: admin

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bintan – Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Koordinasi Cabang Korem 033 Pd I Bukit Barisan Alin Gabriel Lema bersama pengurus beserta pengurus melaksanakan anjangsana di Panti Asuhan Nurul Islam Al-Bintan Bt 16 Kijang, Bintan.

Alin Gabriel Lema dalam kegiatan tersebut menyampaikan sebagai organisasi induk dari istri TNI-AD, ikut berpartisipasi dengan melaksanakan beberapa rangkaian kegiatan. Hal ini diperingati dalam rangka hari ulang Persit Kartika Chandra Kirana Ke-73 Tahun 2019, diantaranya anjangsana di Panti Asuhan Nurul Islam Al-Bintan Bt 16 Kijang.

Kegiatan ini dilaksanakan dengan maksud meningkatkan kepedulian sosial anggota Persit Kartika Chandra Kirana, mengenal lebih dekat, serta saling berbagi dengan sesama. Sehingga diharapkan tumbuh rasa kasih sayang diantara kita sebagai bagian dari keluarga besar masyarakat Kepulauan Riau.

Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Koordinasi Cabang Korem 033 Pd I Bukit Barisan juga sampaikan sebagai tali asih dan kepedulian sesama panti asuhan nurul Islam Al-Bintan ini. Mereka mengajak peserta didik dan guru-guru untuk meningkatkan selalu kreatifitas dan meningkatkan mutu pendidikan yang lebih baik sehingga mampu bersaing dalam dunia pendidikan dan mencapai suatu harapan atau berprestasi.

Dalam kegiatan tersebut Ibu Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Koordinasi Cabang Korem 033 Pd I Bukit Barisan juga memberikan bingkisan. “Dan berharap anjangsana ini jangan dilihat dari nilainya akan tetapi kami dari Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Rem 033 Pd I/Bukit Barisan sangat peduli dan mempunyai rasa kasih dan sayang terhadap Panti Asuhan Nurul Islam Al-Bintan,” ungkap Alin Gabriel Lema.

Ikut hadir acara anjangsana Wakil Ketua Umum Persit KCK, para pengurus Persit Kartika Chandra Kirana Koordinasi Cabang Korem 033 Pd I Bukit Barisan, (penrem033wp).

MEDIAKEPRI.CO.ID Batam – Wakil Walikota Batam, Amsakar Ahmad menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) 2018
di ruang rapat paripurna DPRD Kota Batam, Kamis, 21 Maret 2019.

Dalam rapat yang dipimpin oleh pimpinan sidang, Helmy Hemilton, juga dihadiri oleh Ketua DPRD Batam, Nuryanto dan para wakil ketua DPRD. Selain itu, sebanyak 34 anggota dewan dan sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta undangan lainnya tampak hadir di ruang rapat paripurna.

Helmy Hemilton mengatakan bahwa LKPJ harus disampaikan oleh kepala daerah kepada DPRD paling lambat 3 bulan setelah tahun anggaran berakhir.

“Dengan ketentuan tersebut maka menjadi hal yang wajib bagi Walikota Batam untuk menyampaikan hasil kerjanya selama setahun terakhir,“ katanya.

Selanjutnya, Wakil Walikota Batam, Amsakar Ahmad dalam pidatonya menyampaikan, LKPJ akhir tahun anggaran 2018 ini disusun dalam rangka memenuhi kewajiban kepala daerah.

Berdasarkan pidato yang disampaikan Amsakar, bahwa pendapatan dan pembiayaan anggaran tahun 2018 sebesar Rp 2.574.446.475.71,26. Sementara anggaran yang terealisasi sebesar Rp 2.425.932.467.999,76 atau setara dengan 106,03 persen.

Sedangkan target pendapatan daerah Kota Batam tahun 2018 sebesar Rp 2.508.604.184.132,21 sedangkan realisasinya mencapai angka sebesar Rp 2.360.902.860.709,71 atau setara dengan 94,08 persen.

Dia mengatakan bahwa salah satu masalah yang dihadapi pemerintah Batam dalam mencapai target pendapatan daerah adalah masih belum optimalnya dalam penagihan pajak.

Selanjutnya LKPJ tersebut akan dibahas oleh DPRD sesuai dengan mekanisme yang telah ditetapkan dan akan disampaikan rekomendasi DPRD kepada Kepala Daerah.

Diakhir rapat, pimpinan sidang langsung membentuk Pansus mengenai pembahasan LKPJ yang telah disampaikan Wakil Walikota Batam. (sal)

TANJUNG PINANG

Kamis | 21 Maret 2019 | 8:50

Remaja Harus Belajar Ilmu Penanggulangan Bencana

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tanjungpinang – Para generasi muda yang merupakan penggerak dan penerus pembangunan diminta untuk aktif melakukan hal-hal yang bermanfaat di segala bidang. Harapan itu disampaikan oleh Bunda Tagana Kepri Hj Noorlizah Nurdin Basirun dalam acara Tagana Masuk Sekolah di Aula SMPN 10 Tanjungunggat, Tanjungpinang, Rabu, 20 Maret 2019.

Salah satu yang diharapkan, yakni terlibat adalah kesiapsiagaan penanggulangan bencana.

Remaja harus terus belajar untuk saling membatu. Edukasi kesiapsiagaan dalam menghadapi penanggulangan bencana ini sudah menjadi keharusan karena perlu ditanamkan sejak dini sehingga para generasi muda memiliki pengetahuan yang cukup jika suatu saat dibutuhkan,” ujar Noorlizah.

Menurutnya, salah satu program rutin Tagana adalah, “Tagana Masuk Sekolah”. Menurut Noorlizah, ini merupakan salah satu komitmen pemerintah meningkatkan edukasi bagi para generasi muda dengan menyasar ke sekolah sekolah.

Menurutnya, Indonesia merupakan daerah yang memiliki banyak gunung-gunung aktif, rawan tsunami, tanah longsor, banjir bandang dan dikelilingi cincin api atau yang lebih dikenal dengan istilah ring of fire hingga menjadi daerah yang rawan terhadap bencana.

Tagana Masuk Sekolah sendiri merupakan program lanjutan Program Tagana Go To School yang merupakan bagian dari upaya program edukasi kesiapsiagaan masyarakat khususnya di dunia pendidikan.

Tujuannya untuk mempercepat terbangunnya pemahaman dan kesiapsiagaan masyarakat maupun petugas penanggulangan bencana terhadap potensi dan kemungkinan terjadinya bencana.

Agar adik-adik sekalian mempunyai pengetahuan tentang bencana, potensi dan upaya pengurangan resiko bencana pada tingkat yang paling sederhana sehingga betul-betul memahami dan mampu menyelamatkan diri sendiri dan evakuasi sederhana bila terjadi bencana,” lanjutnya

Terakhir, Noorlizah berpesan kepada siswa-siswi agar dapat mengikuti kegiatan ini dgn sebaik-baiknya dan mampu menyerap semua informasi yang didapat tentang bencana sehingga dapat menjadi informasi yang turut pula dibagikan kepada teman-teman yang lain, keluarga juga masyarakat dilingkungan tempat tinggal. Sementara itu, Kepsek SMPN 10 Hj Endang Susilowati berterimakasih atas terpilihnya SMPN 10 sebagai lokasi acara mengingat sekolah ini sendiri letaknya berada di pesisir pantai yang sangat memungkinkan jika terjadinya bencana dan menjadi sasaran yang rawan.

Untuk itu kepada anak-anak yang mengikuti kegiatan ini agar dapat menyerap ilmu yang diberikan serta dapat dibagikan dengan teman sesama,” kata Endang.

Ketua Panitia Hamdan mengucapkan terimakasih kepada SMPN 10 yang telah menyediakan tempat untuk pelaksanaan kegiatan ini, adapun kegiatan bertujuan untuk berbagi pengetahuan tentang kebencanaan dalam rangka HUT Tagana ke-15 dengan mengangkat tema ‘Kiprah Nyata 15 Tahun Tagana dalam Mewujudkan Masyarakat Siaga Bencana’ dengan jumlah peserta sebanyak 150 orang. (***)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Revolusi industri 4.0 bisa menjadi ancaman bagi pekerja, tetapi juga bisa menjadi peluang bagi kita yang bisa memanfaatkannya.

Hal itulah yang ditangkap oleh DPC F SP LEM SPSI Batuampar, dengan mengadakan seminar dan lokakarya, yang menghadirkan narasumber dari Kementerian Perindustrian Republik Indonesia.

Kegiatan dilaksanakan di Ruang Garuda, Hotel Golden View, Batam, Selasa (20/3), dan diikuti oleh Perwakilan Serikat Pekerja, Akademisi, Senator DPD RI, Haripinto Tanuwidjaja dan Pemerintah yang diwakili oleh Kepala Disnaker Batam, Rudi Sakyakirti.

Direktur Ketahanan dan Iklim Usaha Industri Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, Reni Yanita mengatakan, dengan hadirnya Revolusi Industri 4.0 ini bukan untuk menggantikan peran manusia dengan robot. Melainkan memberikan peluang usaha baru, yang bisa memberikan banyak keuntungan.

“Di era revolusi ini banyak sekali orang yang menghasilkan uang hanya berada dalam rumah saja.
Hanya bermodalkan internet, bisa menghasilkan uang. Sebagai contohnya kita dapat berjualan online, desain, sebagai analyst data dan masih banyak hal yang dapat kita lakukan dengan memanfaatkan kemajuan teknologi,” ujarnya.

Lanjutnya, percepatan implementasi revolusi industri ke empat oleh Kemenperin merupakan bagian dari inisiatif Making Indonesia 4.0, yang diluncurkan oleh Presiden RI, Joko Widodo pada tanggal 4 April 2018 lalu, dengan menetapkan lima sektor industri prioritas yaitu, Industri Makanan dan Minuman, Industri Otomotif, Industri Elektronik, Industri Kimia dan Industri Tekstil dan Produk Tekstil.

Secara umum, Industri di 4.0 ditandai dengan adanya konektivitas, interaksi dan semakin konvergensinya batas antara manusia, mesin dan sumber daya lainnya melalui teknologi informasi dan komunikasi.

Dalam era revolusi 4.0 yang penuh dengan dunia digital, komputerisasi, serta teknologi Artificial Intelligence (AI) memang memiliki banyak dampak positif. Namun kita juga harus menyikapinya dengan penuh kehati-hatian dan bijak.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum DPP F SP LEM SPSI, Syaiful Badri Sofyan, mengatakan buruh dan serikat pekerja harus faham dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat. Caranya buruh harus bisa lebih meningkatkan kompetensi diri di segala lini pekerjaan.

“Buruh dan serikat pekerja harus berubah. Harus faham teknologi. Jangan pakai pola yang lama, jika tidak ingin tergilas oleh kemajuan teknologi,” katanya.

Hal senada juga disampaikan oleh Mentoring F SP LEM SPSI, Pebruari Jaya Alamsyah, bahwasannya yang dibutuhkan buruh saat ini ialah peningkatan standarisasi kompentensi diri. Karena dengan adanya standarisasi kompentensi, buruh bisa bersaing dengan pekerja asing yang memang sudah melengkapi sertifikasi sebelum bekerja di Indonesia.

“Buruh kita memang memiliki skill yang bagus, tetapi skill bagus aja tidak cukup. Buruh kita harus memiliki standarisasi kompentensi, agar bisa bersaing dengan pekerja asing,” imbuhnya.

Ketua Panitia Pelaksana sekaligus ketua DPC F SP LEM SPSI Batuampar, Tengku Afka Nasri mengatakan, kegiatan ini merupakan mimpi terpendam yang sudah lama dia impikan. Pasalnya dia telah lama menginginkan di bentuknya suatu lembaga sertifikasi dan pelatihan yang bertujuan untuk meningkatkan kopetensi pekerja sehingga dengan meningkatnya kopetensi pasti akan meningkat pula kesejahteraan pekerja sehingga tidak berharap standart minimum upah pekerja lagi di Batam, agar setara dengan upah pekerja asing kalau kemampuan dan sertifikasi mereka sudah selevel secara otomatis.

“Kegiatan ini merupakan sesuatu yang sudah lama direncanakan dan sudah lama terpendam. Alhamdulillah, hari ini bisa terlaksana. Dan Insya Allah…. peserta faham tentang Revolusi Industri 4.0, sehingga mereka termotivasi untuk belajar dan melek teknology dan bisa menerapkannya di tempat kerjanya masing-masing,” pungkasnya. (sal).

MEDIAKEPRI.CO.ID, Blora – Tidak banyak calon legislatif (caleg) yang hadir di tengah masyarakat dengan membawa konsep perbaikan ekonomi. Dari yang sedikit itu terdapat Milasari Kusumo Anggraini SE, caleg DPR RI dari Partai Berkarya daerah pemilihan (dapil) Jawa Tengah IV yang meliputi Kabupaten Purworejo, Wonosobo, Magelang, Magelang Kota, dan Temanggung.

Sejak memutuskan terjun ke politik, dengan mengenakan rompi partai bentukan Tommy Soeharto, Milasari aktif membangun ekonomi kerakyatan dengan membentuk lebih dari seratus komunitas usaha kecil dan menengah (UKM) dan petani di Kabupaten Wonosobo. Ia mengarahkan petani bersemangat memproduksi hasil pertanian yang dapat bersaing di pasar nasional, dan memotivasi usaha kecil terus meningkatkan omzet penjualan.

“Saya blusukan ke desa-desa, bahkan sampai ke desa paling terpencil di lereng Gunung Sumbing, dan lereng Gunung Sindoro,” kata CEO PT Intrajasa dan PT Berkarya Makmur Sejahtera, perusahaan yang mengembangkan toko grosir GoRo atau Gotong Royong itu.

Menurut Milasari, membangun ekonomi kerakyatan harus dimulai dengan membina petani mendapatkan produk pertanian terbaik, menampung dan memasarkannya. Dengan begitu petani tidak perlu lagi menunggu tengkulak membeli hasil panen. Petani juga menikmati harga hasil panen yang layak dan menyejahterakan.

Di sektor UKM, lanjut Milasari, ia membantu anggota komunitas membangun toko-toko kecil dan mengisinya dengan barang-barang yang banyak diperlukan masyarakat.

“UKM selalu kesulitan uang tunai untuk memenuhi tokonya dengan aneka macam barang,” kata Mbak Mila, demikian perempuan itu biasa dipanggil. “Kami meringankan UKM dengan memberi tenggang waktu pembayaran, lalu kami memotivasi mereka untuk meningkatkan omzet.”

Di Instagram-nya, Mbak Mila mengatakan toko eceran yang dibangun dengan bantuannya menjual bahan pokok, dan melibatkan banyak pemasok di tingkat petani dan peternak level ekonomi mikro. Respon pelaku ekonomi, terutama para supplier, sangat positif karena sistem ini menjawab kebutuhan masyarakat kelas menengah dan bawah di seluruh Indonesia.

Di Wonosobo, misalnya, saat ini telah terbentuk seratus komunitas petani dan UKM. Jika satu komunitas beranggotakan seratus orang, maka ada 10 ribu orang yang terlibat dalam UKM. Di luar komunitas, Mila juga menggandeng koperasi.

“Yang kami inginkan adalah situasi perekonomian masyarakat kembali seperti era Presiden Soeharto,” ujar Mbak Mila.

Caleg-caleg Partai Berkarya di seluruh Indonesia, kata bendahara DPW Partai Berkarya Jateng itu, berusaha membangun ekosistem ekonomi kerakyatan. Tanpa membangun ekosistem, sangat sulit mewujudkan ekonomi kerakyatan yang kuat.

“Ini juga komitmen Partai Berkarya dan Pak Tommy Soeharto,” ujarnya lagi. “Kami akan terus berkarya demi mewujudkan Indonesia makmur dan sejahtera.”

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Perkumpulan Pesisir Hiterland Center (PPHC) Kepulauan Riau menggandeng Polda Kepulauan Riau untuk mengantisipasi kehadiran organisasi radikalisme di tanah Melayu.

Kabid Binmas Polda Kepri, AKBP Sazili mengatakan, kehadiranya ditengah -tengah masyarakat Pesisir Bakau Srif adalah yang pertama kali dilakukan untuk bersilahturahmi. Bahwasanya radikalisme saat ini ingin memecah persatuan dan Kesatuan Bangsa.

“Untuk itu mari kita kuatkan persatuan dan Kesatuan,” ucap Sazili pada acara tatap muka bersama masyarakat Pesisir Bakau Srif di Pantai Bale Bale Nongsa, Batam, terkait kenalan remaja dan penegakan hukum bagi organisasi Radikal dan Anti Pancasila, Selasa, 19 Maret 2019.

Dihadapan kurang lebih 30 orang masyarakat nelayan itu, Sazali mengatakan, saat ini masih adanya kelompok-kelompok tertentu yang ingin merubah idiologi Pancasila dengan idiologi lain.

Dengan begitu, Sazali berharap agar tumbuhkan kembali rasa toleransi antar umat dalam kehidupan sehari-hari untuk menghindari rasa perselisihan dalam kehidupan bermasayarakat. Hal itu penting, guna menangkal segala macam isu negatif yang menghancurkan NKRI.

Dikatakan Sazali, tugas pokok Polri sebagai Melindungi, Mengayomi serta Melayani masyarakat sebagai mitra masyarakat nelayan untuk memberikan perlindungan agar jangan sampai terlibat dan ikut dengan organisasi-organisasi radikalisme dan anti Pancasila.

“Apabila menemukan kejadian- kejadian yang menonjol, segera berkoordinasi dengan instansi terkait,” imbuh Sazili.

Sementara Ketua Umum PPHC, Andi Jasrudin mengaku sangat berterima kasih atas kehadiran dari pihak Polda Kepri dan masyarakat Pesisir Bakau Srif yang meluangkan waktunya dalam acara tatap muka ini.

Andi berharap, dengan adanya kegiatan ini agar kenakalan remaja menjauhi narkoba. Dan meminta juga pada orang tua agar tetap mengontrol serta menjaga anak- anaknya.

Istimewa
Istimewa

“Mari kita lindungi anak-anak dari kegiatan negatif maupun menggunakan. Obat-obatan terlarang lainnya. Karena itu akan merusak mental anak-anak sebagai generasi penerus bangsa kita yang tercinta ini yakni bangsa Indonesia,” ungkap Andi. (ali)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Kementerian Pertanian Republik Indonesia, melalui Balai Karantina Pertanian Kelas 1 Batam, melaksanakan pelepasan ekspor komoditas pertanian berupa kakao dan kelapa bulat senilai Rp. 46,99 Milyard.

Acara pelepasan ekspor produk pertanian dilaksanakan di Dermaga Utara Pelabuhan Laut Batu Ampar, Batam, Selasa (19/3) malam.

“Kita dorong pertumbuhan ini dengan bersinergi,” kata Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan) Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Ali Jamil.

Ali mengatakan, tercatat dari sistim otomasi perkarantinaan di Batam pada awal 2019 terjadi kenaikan jumlah ekspor dibandingkan tahun lalu sebesar 24 persen. Yaitu pada Periode Januari – Februari 2018 terdapat ekspor 59.224,57 ton atau senilai Rp. 839,17 Milyard. Sedangkan pada periode yang sama tahun 2019 sebesar 73.425,9 ton senilai Rp. 936,57 Milyard.

Kegiatan tersebut adalah inisiasi dari Kementan lewat Badan Karantina Pertanian dengan programnya Agro Gemilang 2019. Yang tujuannya untuk meningkatkan ekspor komoditas pertanian yang berbasis wilayah dan menambah jumlah eksportir dibidang pertanian.

“Ekspor ini harus kita ekspose, supaya masyarakat tau bahwa kita punya potensi, ini harus digarap,” kata Jamil.

Kepala Barantan juga menekankan bahwa Kementan berkomitmen menjaga kualitas dan mendukung ekspor komoditas pertanian daerah agar memenuhi persyaratan SPS (sanitary dan phytisanitary) negara tujuan, agar tidak terjadi penolakan saat tiba di negara tujuan.

Kementan akan terus bersinergi dengan daerah untuk mendorong dan meningkatkan ekspor non migas terutama sektor pertanian.

“Nah lewat program Agro Gemilang ini tidak hanya itu, kita ingin ada peningkatan volume dan penambahan eksportir dan juga negara tujuan, agar nilai tambah ini bisa bermanfaat lebih banyak,” ungkapnya.

Ditempat yang sama, Kepala Karantina Pertanian Batam, Suryo Irianto Putro, menambahkan bahwa, pada 2018 terdapat 49 komoditas asal Batam yang diekspor ke berbagai negara diantaranya ampas wangi, kakao, kelapa bulat, minyak sawit, rumput laut dan sarang walet.

“Kita sebagai warga Batam patut berbangga, walaupun daerah kita bukan penghasil utama produk pertanian, tetapi Batam bisa digunakan sebagai tempat mengekspor produk-produk pertanian tersebut,” imbuhnya.

Lanjutnya, terdapat 20 negara mitra dagang diantaranya USA, Angola, Bangladesh, Belanda, Brazil, Tiongkok, Kamboja, Kanada, Mesir Jerman, Yordania, India, Korsel, Malaysia, Meksiko, Singapura, Tanzania dan Vietnam, dengan nilai total ekspor mencapai Rp. 19,32 Triliun.

Sementara itu, Gubernur Kepulauan Riau, Nurdin Basirun yang hadir dan melepas ekspor produk pertanian ini juga membenarkan bahwa Batam punya potensi sektor migas bidang pertanian yang cukup potensial.

Menurut Nurdin, program tersebut perlu didorong. Pihaknya berjanji akan mengoptimalkan upaya yang ada melalui dinas dan lembaga penelitian agar hasil yang didapatkan petani bisa lebih optimal.

“Program ini perlu kita support, kita akan lakukan seoptimal mungkin supaya eksportir dan petani mendapat nilai tambah yang optimum selain juga jadi devisa untuk daerah,” tutupnya. (sal).

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tasikmalaya – Rakyat berpendidikan rendah dan kurang memiliki keahlian seharusnya mendapatkan perlindungan pemerintah dari ancaman tenaga kerja asing tak terdidik. Semestinya kesempatan kerja di lapangan kerja kurang terdidik itu tidak seolah diberikan begitu saja untuk diisi tenaga kerja asing.

Komitmen tegas untuk melindungi tenaga kerja kurang terdidik anak negeri itu disampaikan  Ketua Dewan Pertimbangan Partai Berkarya Siti Hediati Hariyadi, atau lebih akrab dipanggil Titiek Soeharto, saat memberikan sambutan pada acara penyerahan beasiswa Primajasa Foundation di Gedung Mandalawangi, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Selasa, 19 Maret 2019. Putri Presiden Soeharto itu tak lupa mengamanatkan kepada hadirin, khususnya para penerima beasiswa, bahwa pendidikan menjadi hal yang sangat penting untuk mengubah kondisi ekonomi dan strata social.

Menurut Titiek, setiap agama dan kearifan budaya selalu memberikan penghargaan tinggi kepada belajar atau menempuh pendidikan. Dalam Islam, belajar adalah kewajiban setiap Muslim yang berlangsung sejak buaian dan hanya berhenti saat datangnya kematian.

“Ini zaman persaingan terbuka. Bahkan kita lihat, kini untuk pekerjaan sederhana pun harus bersaing dengan warga negara lain,” kata Titiek. Ia menyayangkan kurangnya komitmen penyelenggara negara untuk melindungi tenaga kerja lokal.

Karena itulah, menurut Titiek, semua warga negara harus terus mendorong generasi penerus untuk mendapatkan kesempatan seluas-luasnya guna menempuh pendidikan. “Kita ingin anak-anak kita dapat pekerjaan baik dan menjadi pengusaha muda yang dapat menciptakan karya-karya baru,” kata Titiek.

Kehendak berkarya dan mencipta tersebut  juga menjadi semangat yang hidup dalam  Partai Berkarya. Pada saat mengunjungi Kampung Bordir siang harinya, Titiek  mengimbau para pengrajin-pengusaha kecil untuk terus berkreasi. Ia meyakinkan para pengusaha kecil tersebut bahwa hanya dengan berkreasi dan berkarya maka masyarakat bisa membangun kemandirian dan mencapai kesejahteraan.

“Teruslah menjaga semangat untuk berkarya dalam setiap kondisi,” kata Titiek. “Insya Allah, semua akan membawa kepada kondisi yang lebih baik. Allah yang Maha Kuasa selalu menghargai jerih payah hamba-Nya.”  

Tentang semangat  untuk senantiasa berkarya itu, menurut mantan wakil ketua Komisi IV DPR RI itu didapatkannya dari sosok ayah, Presiden Soeharto. Beliaulah, yang semasa hidup selalu menanamkan dan menumbuhkan keyakinan untuk terus berkarya dan membawa kebaikan bagi sesama.

Selain menghadiri dan menyerahkan beasiswa Primajasa Foundation dan mengunjungi serta bersambung rasa dengan para pengrajin-pengusaha kecil di kampung Bordir, selama berada di Tasikmalaya Titiek juga mengunjungi dan bersilaturahmi dengan warga Pesantren Idrisiyyah, Cisayong. (***)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Sebuah bangsa hanya mungkin menjadi bangsa besar manakala masyarakatnya menghargai jerih payah dirinya lebih dari penghargaan mereka atas karya bangsa lain.
Pernyataan tersebut dilontarkan Ketua Umum Partai Berkarya Hoetomo Mandala Putra, yang lebih akrab dipanggil Tommy Soeharto. 

Menurut Tommy, kita harus menjadi tuan di negeri sendiri. Jangan tergantung kepada produk dan hasil jerih payah bangsa lain. “Bangsa kita pernah membuktikan kepada dunia bahwa kita bisa hidup dari jerih payah dan keringat sendiri,” kata Tommy, merujuk prestasi Indonesia mencapai swasembada beras yang diakui Organisasi Pangan Dunia (Food and Agriculture Organization/FAO) pada era pemerintahan Presiden Soeharto tahun 1984.

Untuk itu, kata Tommy, masyarakat perlu diyakinkan untuk membeli dan mengonsumsi produk-produk bangsa sendiri, terutama mengonsumsi segala yang ditanam di bumi Indonesia oleh para petani Indonesia. Tommy meyakini, seyogyanya masyarakat merasa memiliki akan produk-produk yang dibuat sesama anak bangsa. “Harus ada rasa rumangsa melu handarbeni atau merasa memiliki apa-apa yang tumbuh atau dibuat oleh sesama anak bangsa,” kata dia.  

Sehari sebelumnya, Tommy mengatakan hal yang sama saat menghadiri acara yang digelar kelompok tani binaan Partai Berkarya di Desa Oebelo, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, NTT, Senin 18 Maret 2019. Kehadiran Tommy  yang mengenakan baju kuning dengan kain adat Timor itu disambut warga dengan Tarian Likurai.

Di hadapan kader Partai Berkarya dan warga Kupang Tengah, Tommy mengaku lebih suka datang melebur ke tengah masyarakat sekaligus melakukan kerja-kerja nyata yang bisa dirasakan secara langsung oleh rakyat.

“Jangan berharap rakyat merasakan manfaat partai politik jika tak ada kerja-kerja nyata yang diperbuat di tengah masyarakat. Seluruh masyarakat Indonesia harus terbiasa berkarya. Itu yang bisa menjamin kebutuhan rakyat bisa terpenuhi,” kata putra bungsu Presiden Soeharto tersebut usai acara.
 
Menurut dia, ibaratnya Partai Berkarya hanyalah jembatan. “Jembatan itu terbentang bagi semua kader partai dan simpatisan. Saya datang ke NTT bukan menjaring massa partai, tapi mau berbuat nyata untuk rakyat NTT.”
Seorang Caleg Partai Berkarya, Maria Lilyana Meko, mengatakan di NTT Partai Berkarya memiliki banyak kelompok petani binaan. Misalnya, di Kabupaten Belu ada kelompok tani usaha ekonomi produktif jagung. Di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) ada pembinaan untuk kelompok peternak sapi, di Kabupaten Kupang ada kelompok tani usaha garam dan rumput laut, usaha pertanian holtikultura lainnya.

Berbagai kelompok petani-peternak binaan lain juga ada di Sumba, Rote, Sabu, Flores, Alor, dan Lembata. “Kami mencoba melihat potensi yang ada, lalu Bersama-sama masyarakat mengembangkannya,” kata Maria. Selain mendampingi, Partai Berkarya juga memberikan bantuan finansial dan mekanisasi, mulai dari proses pengolahan lahan, pengadaan benih, obat pengganggu tanaman, produksi hingga pemasarannya. (***)

#indonesia berkarya

#karya nyata

#saung berkarya

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Tiga tahun memimpin Batam, Kamis, 14 Maret 2019 pasangan Walikota Batam, Muhammad Rudi dan Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad memiliki harapan ingin memberikan yang terbaik untuk Masyarakat Batam.

Memperingati tiga tahun kepemimpinan ini, Rudi-Amsakar menyapa warga Batam melalui “Hallo Batam Spesial on The Bus” menggunakan Bus Trans Batam.

Istimewa

Rudi-Amsakar menyampaikan program kerja yang telah dilaksanakan selama tiga tahun memimpin Batam. Bersama pimpinan OPD di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Batam, Bus Trans Batam mengambil rute Landmark Lubuk Baja-Simpang Telkom, Pelita-Raden Patah-Simpang Indo Mobil, Fly Over Laluan Madani-Uturn Polresta Barelang-Fly Over Laluan Madani (jalur bawah)-Dataran Madani-Taman Tuah Melayu dan finish di Hotel Vista.

Rudi-Amsakar memaparkan progress pembangunan yang telah dilakukan di tiga tahun kepemimpinan.

Rudi-Amsakar juga menjawab pertanyaan yang disampaikan oleh pendengar Hallo Batam.

Di Hotel Vista Gubernur Provinsi Kepri, Nurdin Basirun, Ketua DPRD Kota Batam, Nuryanto dan Ketua BP Batam, Edy Putra Irawady turut memberi ucapan selamat atas tiga tahun memimpin Batam.

Nurdin mengatakan kerja yang dilakukan Rudi-Amsakar bukan hanya “Kerja Cerdas, Infrastruktur Tuntas” melainkan “Kerja Cerdas, Hebat, Ikhlas dan Tuntas”.

Dalam kesempatan itu Rudi-Amsakar juga memotong kue HUT tiga tahun kepemimpinan.

Istimewa

Kegiatan siang itu dilanjutkan dengan pertemuan bersama pimpinan media cetak dan elektronik di Kota Batam. Acara peringatan tiga tahun kepemimpinan itu ditutup dengan acara dialog interaktif Batam TV yang digelar di Batam City Scuare (BCS) dengan tema “Jadikan Batam Kota Pariwisata”.





Dialog interaktif ini dipandu oleh Marganas Nainggolan dengan mengundang audience pelaku wisata di Kota Batam.(***)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Setiap partai berusaha memenuhi kuota 30 persen calon legislatif (caleg) perempuan, tapi sampai empat kali pemilihan umum (Pemilu) di era reformasi tidak sekali pun 30 persen kursi parlemen diisi perempuan. Padahal, menurut Direktur Utama Taman Buah Mekarsari Mamiek Soeharto, perempuan berperan penting membangun bangsa.

“Saya berharap 30 persen caleg Partai Berkarya yang kelak duduk di parlemen adalah perempuan,” kata putri Presiden Soeharto yang bernama lengkap Siti Hutami Endang Adiningsih itu.

Pada pemilu 1999– pemilu pertama era reformasi, 44 perempuan atau 8,8 persen dari seluruh calon legistlatif– melenggang ke DPR. Tahun 2004, jumlah perempuan yang masuk ke DPR bertambah 4,7 persen, menjadi 65 orang. Tahun 2009 jumlah perempuan yang masuk ke DPR mencapai angka tertinggi yaitu 17,86 persen. Tapi  pada Pemilu 2014 turun ke posisi 17,32 persen, atau 97 dari 560 anggota legislative.

Menurut Mamiek, caleg perempuan Partai Berkarya bisa mendongkrak keterwakilan perempuan di DPR. Caranya dengan sosialisasi gencar di tengah masyarakat, berkomunikasi sebaik mungkin, dan memperlihatkan niat baik.

“Satu hal lagi, jangan menjanjikan sesuatu yang kita tidak mampu mewujudkannya,” kata Mamiek. “Yang terpenting berusaha terus meyakinkan masyarakat betapa Perempuan Berkarya akan melakukan yang terbaik untuk masyarakat.”

Partai Berkarya baru berusia dua tahun, tapi Mamiek yakin partai yang mengusung cita-cita luhur Presiden Soeharto itu akan memperoleh banyak kursi di DPR. Ia meminta seluruh caleg Partai Berkarya menyatukan tekad meraih kursi di DPR untuk lima tahun mendatang.

Cita-cita Presiden Soeharto, menurut Mamiek, adalah mewujudkan kemakmuran dan keadilan untuk seluruh masyarakat Indonesia. Ia melihat saat ini sambutan masyarakat terhadap kelahiran Partai Berkarya sangat baik.

“Kami mempersiapkan caleg Partai Berkarya untuk menjadi kader yang memperjuangkan aspirasi masyarakat,” katanya. “Tidak hanya itu, Partai Berkarya juga telah membangun Saung Berkarya sebagai workshop untuk pembangunan pertanian terpadu, dan mewujudkan gagasan desa mandiri pangan dan energi.”
 
Saung Berkarya dibangun Hutomo Mandala Putra, biasa dipanggil Tommy Soeharto, di kawasan Sentul, Kabupaten Bogor. Sri Wahyuni, pengelola Saung Berkarya, mengatakan workshop ini adalah solusi bagi pembangunan pertanian di masa depan. []

MEDIAKEPRI.CO.ID BATAM – PT. Asuransi Cakrawala Proteksi Indonesia (Capro) kini telah resmi hadir di Batam. Hal tersebut ditandai dengan pemotongan nasi tumpeng yang dilakukan oleh direksi Capro dan Kepala OJK Kepri, Iwan M Ridwan.

Kantor Capro ini merupakan cabang yang ke 34 di seluruh Indonesia. Dengan mengambil tempat di Komplek Pertokoan King Business Center Blok B2 No 06, Batam Center.

“Setelah meresmikan kantor di Pangkalpinang pada penghujung bulan Februari 2019 yang lalu, Asuransi Cakrawala Proteksi (Capro) kembali meresmikan kantor terbarunya yang ke 34 di Batam,” ujar Vice President Director PT. Asuransi Cakrawala Proteksi Indonesia, Nicolaus Prawiro, Senin, 18 Maret 2019.

Nicolaus mengatakan, kantor Asuransi Capro Cabang Batam ini berada dibawah naungan Regional I (Sumatera), sehingga total kantor yang berada dibawah pengawasan Regional I ini sebanyak 5 kantor.

“Dengan adanya kantor Capro Batam ini, diharapkan mampu mengakamodir nasabah-nasabah yang tersebar di seluruh wilayah kepulauan Riau,” kata lelaki yang akrab dipanggil Nico ini.

Lanjutnya, sebagai salah satu bentuk upaya Capro untuk meningkatkan kecepatan pelayanan, Capro memiliki 8 regional yang membawahi kantor-kantor cabang terdekat diwilayahnya. Kantor regional ini berfungsi sebagai perwakilan dari kantor pusat dalam melakukan koordinasi, baik dengan kantor cabang cakupannya, sumber bisnis, maupun tertanggung langsung.

Adapun pembagian wilayah regional Capro adalah regional Sumatera (Palembang), Jawa Barat (Bandung), Jawa Tengah (Semarang), Bali (Denpasar) & Jatim (Surabaya), Kalimantan (Pontianak), Sulawesi (Makassar), Jakarta & Banten, dan divisi Business Developement.

Nasabah juga dapat semakin praktis dalam mengajukan klaim. Cukup mengakses http://www.cakrawalaproteksionline.com atau melalui aplikasi online Asuransi Cakrawala Proteksi, maka nasabah akan secara otomatis diarahkan ke laman pengajuan klaim. Begitu pula dengan pembelian untuk beberapa produk asuransi juga dapat dilakukan secara online.

Selain itu, dari sisi pembayaran, Capro baru saja meluncurkan sistem pembayaran terbaru, yakni secara online menggunakan kartu kredit (Visa & Mastercard), serta pembayaran melalui Alfamart atau Indomart.

Secara finansial, Capro juga dapat dikategorikan sebagai perusahaan yang sehat. Pada akhir kuartal 2018 Capro berhasil membukukan premi Rp 1.2 triliun, atau mengalami kenaikan sebesar 20% dari premi yang sebesar Rp 1.011 triliun.

Begitu pula dengan total asset yang meningkat pada 31 Desember 2018 yang mencapai Rp 1.119 triliun, dimana pada 31 Desember 2017 total aset hanya tercatat sebesar Rp 786 miliar. Disamping itu, sepanjang 2018 Capro juga telah memperoleh sejumlah penghargaan, diantaranya :

Media Asuransi : “Best General Insurance 2018 : Perusahaan Asuransi Umum dengan Ekuitas Rp 150 miliar – Rp 250 miliar”

Infobank  : “Kinerja Keuangan Selama Tahun 2017 dengan Predikat Sangat Bagus”

The Finance : “Top 20 Financial Institution 2018 (kategori Perusahaan Asuransi Umum)”

Warta Ekonomi : “Best Financial Performance : Category Asset Rp 600-900 billion”

Selanjutnya, Kepala OJK Kepri, Iwan M Ridwan mengatakan selamat atas dibukanya kantor Capro Cabang Batam ini.

Pihaknya berharap dengan hadirnya Capro di Batam ini, bisa lebih meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi di Wilayah Kepri.

“Semoga dengan hadirnya Capro ini, bisa lebih meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi di batam khususnya, dan Kepri pada umumnya,” pungkasnya. (sal).

RILIS

Senin | 18 Maret 2019 | 17:35

Saung Berkarya, Solusi Bagi Masa Depan Indonesia

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bogor – Sempatkan berkunjung ke Saung Berkarya di Hambalang, Kabupaten Bogor, yang dibangun Hutomo Manda Putra, alias Tommy Soeharto. Anda pasti akan terkesan dan sepakat dengan pendapat inilah workshop pertanian yang menjadi solusi krisis energi dan pangan di desa-desa.

Membentang seluas tiga hektar, Saung Berkarya dirancang Sri Wahyuni – dosen Institut Pertanian Bogor dan Universitas Pakuan – sebagai miniatur desa mandiri energi dengan pertanian terpadu. Saung terdiri dari satu bangunan induk dan dua aula terbuka untuk menerima kelompok besar petani dari berbagai wilayah di Indonesia.

Jangan berharap melihat lampu listrik di Saung Berkarya. Yang ada adalah lampu petromaks dengan bahan bakar biogas. Tidak ada tabung LPG, atau Elpiji, tiga atau 12 kilo untuk membuat kompor menyala pemanas air berfungsi.

“Semua menggunakan bahan bakar biogas,” kata Sri Wahyuni kepada wartawan. “Bahkan, pemanas ruangan juga menggunakan biogas, termasuk lampu untuk menetaskan telur.”

Tidak jauh dari bangunan induk terdapat kandang tujuh ekor sapi, kandang domba, dan kandang berisi ratusan ekor ayam. Di sekeliling bangunan terdapat kebun-kebun percontohan, dengan berbagai jenis tanaman; cabai, oyong Jepang, rumput gajah untuk pakan sapi, dan berbagai jenis sayuran.

Di sisi salah satu aula terdapat rak-rak hidroponik dengan berbagai jenis sayuran. Ada kubah warna biru di bawah tanah dan bak penampungan limbah kotoran sapi. “Kubah berfungsi sebagai penampung gas,” kata Sri Wahyuni, perempuan yang dijuluki Ratu Biogas.

Menurut Mbak Sri, demikian anak transmigran Pulau Buru itu biasa dipanggil, belum seluruh lahan Saung Berkarya terbangun. Lahan di bagian bawah akan disulap menjadi kandang berkapasitas 50 ekor sapi, embung berbentuk hati, kandang domba, dan sarana agrowisata mini.

“Inilah miniatur desa mandiri energi dan pertanian terpadu,” kata Sri Wahyuni. “Di sini, tidak ada yang terbuang. Kotoran sapi, setelah diambil gasnya dimanfaatkan untuk pupuk tanaman.”

Air kencing sapi, mash menurut Sri Wahyuni, juga dimanfaatkan untuk pestisida alami. Semua tanaman di Saung Berkarya menggunakan air kencing sapi.

Hampir setiap pekan Saung Berkarya kedatangan kelompok-kelompok tani dari berbagai wilayah di Indonesia. Terakhir, Saung Berkarya kedatangan Perhimpunan Anak Transmigran Republik Indonesia (Patri), yang mencoba belajar di workshop.

Meski didirikan Tommy Soeharto, ketua umum Partai Berkarya, Saung Berkarya terbuka untuk siapa saja. “Kami tidak pernah bertanya kepada pengunjung dari mana dan simpatisan partai apa,” kata Sri Wahyuni. “Di sini, siapa pun bisa belajar dan kami siap membantu masyarakat desa mandiri energi dan pangan.”

Tidak sedikit pengunjung, lanjut Sri Wahyuni, yang bertanya apakah Pak Tommy juga akan membangun workshop serupa di setiap kabupaten di Indonesia. “Saya tidak tahu berapa orang yang bertanya seperti itu, yang pasti banyak, dan itu menunjukan workshop mandiri energi dan pertanian terpadu adalah kebutuhan masa depan,” kata Sri Wahyuni seraya melapas pandang ke hamparan tanaman.

Saung Berkarya, sekelumit gagasan Partai Berkarya, adalah solusi untuk Indonesia masa depan.

wasrik

TANJUNG PINANG

Senin | 18 Maret 2019 | 15:30

Tim Wasrik Itdam I/BB Kunjungi Makorem 033/WP

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tanjungpinang – Kasrem 033/WP Kolonel Inf Jimmy Watuseke menerima kunjungan Tim Wasrik Itdam I/BB yang dipimpin oleh Kolonel Inf R. Sidharta Wisnu Graha, S.E, ke Makorem 033/Wira Pratama, Korem 033/WP, Selasa, 12 Maret 2019.

Dalam taklimat awal yang di gelar di Auning Makorem tersebut Kasrem sampaikan sambutan Danrem 033/WP bahwa kegiatan Wasrik sangat bermanfaat dalam memperbaiki sistem operasional satuan agar lebih efektif dan efisien, guna mendukung terwujudnya sosok prajurit profesional, efektif, efisien dan modern.

Kegiatan wasrik ke Korem 033/WP dan jajarannya sebagai bentuk kontrol dalam sistem manajemen yang dilaksanakan oleh komando atas guna menghindari kemungkinan adanya penyimpangan atas pelaksanaan program yang telah ditetapkan.

Dimana 10 orang dari Tim Irdam I/BB tersebut akan verfikasi semua bidang yang ada di Korem 033/Wira Pratama dan jajaran antara lain bidang program/kegiatan, administrasi, keuangan, barang dan inventaris satuan dan lain-lain.

Kegiatan wasrik di Makorem tersebut di rencanakan berlangsung 2 hari di mulai Senin, 18 s.d 19 Maret 2019 dan Rabu, 20 s.d 22 Maret 2019 akan berlanjut ke jajaran di Kodim 0315/Bintan dan Kodim 0317/TBK.

Dalam pelaksanaan taklimat awal juga hadir Kasrem 033/WP, Para Kasi Korem 033/WP, para Dansat jajaran dan Kabalakrem 033/WP. (penrem033wp).

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Pada masa yang lazim disebut tahun politik, selayaknya semua orang menjaga persaudaraan, bukan justru saling tunjuk dan saling cari kesalahan.

Hal tersebut ditegaskan politisi Partai Berkarya Siti Hediati Hariyadi atau lebih dikenal sebagai Titiek Soeharto. Titiek mengajak seluruh masyarakat menjalin dan mempererat tali silaturahmi serta mengesampingkan perbedaan pilihan politik.

“Tujuan politik itu luhur, bukan justru jadi alat memecah belah. Islam mengajarkan kita saling memaafkan,” kata Titiek. Putri Presiden Soeharto itu juga mengutip kearifan Jawa yang selalu diajarkan oleh almarhum ayahnya. “Ayah kami, Bapak kita semua selalu menasihati, aja mung nyatur alaning liyan. Jangan hanya membicarakan kejelekan orang lain,” katanya menambahkan.

Titiek sempat pula mengatakan hal yang sama saat menghadiri acara peringatan Isra dan Miraj bersama Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Jawa Barat, Sabtu, 16 Maret 2019 lalu. Pada forum BKMT tersebut Titiek juga mengajak ibu-ibu majelis taklim untuk arif dalam menyikapi suasana cenderung panas menjelang Pilpres.  Dengan kearifan itu ia berharap hal-hal negative bisa diusir sejauh-jauhnya. “Kita semua berharap pascapemilu nanti persatuan dan persaudaraan bangsa ini bisa semakin kokoh.”

Sebelum bergabung menjadi pengurus Partai Berkarya, Titiek lama menjadi wakil ketua Komisi IV DPR RI dari Partai Golkar. Saat menjadi wakil rakyat tersebut Titiek pernah meminta Kementerian Pertanian memenuhi seluruh kebutuhan yang diperlukan petani bawang putih demi tercapainya swasembada bawang putih pada 2021.

Bukan hanya bantuan,Titiek juga meminta Balitbang dan Kementan untuk melihat wilayah-wilayah di seluruh Indonesia yang potensial dan layak ditanami bawang putih.

“Impor bawang putih di tahun 2017 itu besarnya mencapai 550 ribu ton sedangkan kita hanya mampu menghasilkan sekitar 20 ribu ton. Ini sangat keterlaluan. Padahal wilayah kita sangat luas,” kata Titiek saat itu.

Pada kesempatan lain Titiek juga giat mendorong pemerintah untuk segera melakukan swasembada daging sapi. Tujuannya agar Indonesia tidak tergantung kepada daging impor dalam upaya menstabilkan harga.

“Kasus daging sapi impor itu tidak hanya seperti sekarang. Setiap mau puasa, Lebaran harga pasti naik,” kata Titiek. Titiek menyatakan komitmen demi terwujudnya swasembada dagung tersebut lebih dari tiga tahun lalu. Saat itu ia sudah mewanti-wanti agar pemerintah tak selalu mengandalkan impor demi pemenuhan kebutuhan daging masyarakat.

“Jangan terus menerus mengimpor daging sapi,” kata Titiek di Balai Rehabilitasi Terpadu Penyandang Disabilitas (BRTPD) di Dusun Piring, Desa Srihardono, Kecamatan Pundong, Bantul, 2016 lalu. [***]

BATAM

Senin | 18 Maret 2019 | 10:59

D’Steam Perkenalkan Nyonya Ballroom

MEDIAKEPRI.CO.ID Batam – Untuk melengkapi kebutuhan masyarakat yang menginginkan dibuatnya suatu tempat yang bisa menampung peserta dalam jumlah besar sekaligus, maka manajemen Restoran D’Steam Peranakan Seafood, memperkenalkan Nyonya Ballroom.

“Nyonya Ballroom merupakan nama yang bisa dijadikan tempat untuk mengadakan pesta pernikahan (wedding), gathering dan meeting. Baik dari perusahaan swasta maupun dari instansi pemerintah,” ujar Manager Marketing D’Steam, Prambudi Priyatno ke mediakepri.co.id, Sabtu, 16 Maret 2019 malam.

Prambudi mengatakan, Nyonya Ballroom bisa menampung peserta sebanyak 300 orang dalam satu acara. Apabila jika di set up dengan susunan round table, menjadi 30 meja.

“Untuk acara dengan set up buffee, bahkan bisa menampung peserta hingga 500 orang sekaligus,” kata pria yang akrab dipanggil Budi ini.

Lanjutnya, selama masa promosi sampai dengan akhir April ini, pihaknya memberikan penawaran menarik yakni paket harga buffee sebesar Rp 49.000 ++ per orang.

“Jika sebelumnya, untuk harga paket buffee kita banderol dengan harga Rp 65 ribu. Nah, selama masa promosi ini harganya menjadi Rp 49 ribu,” imbuhnya.

Selain memiliki kapasitas yang besar, Nyonya Ballroom juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas, diantaranya
Soundsystem, Projector sebanyak dua buah, Free Wi-fi, Lighting System dan Pendingin ruangan (AC).

Tak ketinggalan, desaign ruangan yang khas arsitektur peranakan, yakni perpaduan antara budaya melayu dengan tionghoa, semakin menambah keindahan Nyonya Ballroom.

Istilah peranakan bukanlah seperti yang di bayangkan, yakni anak keturunan dari aneka hewan laut, seperti menu kepiting beranak atau udang beranak Tetapi yang dimaksud adalah perpaduan bumbu khas melayu dan tionghoa.

“Jadi yang dimaksud peranakan adalah makanan dari perpaduan antara bumbu khas melayu dan tionghoa,” jelasnya.

Dilanjutkan pria yang juga berprofesi sebagai seorang MC ini, adapun yang menjadi menu andalan di Nyonya Ballroom ini ialah, ikan asam pedas kering peranakan.

“Banyak tamu yang datang makan di restoran kita, tak pernah melewatkan ikan asam pedas kering peranakan. Karena masakan ini menjadi menu andalan di restoran kami,” ucapnya.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai Nyonya Ballroom di D’Steam Peranakan Live Seafood, silahkan kunjungi restoran yang berlokasi di Komplek Kampung Seraya Blok II No. 2, tepatnya di belakang K Hotel. (sal)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Kepri – Gerakan Arah Baru Indonesia (Garbi) kembali mengadakan diskusi santai bertajuk ‘Garbi Talk, Peluang Milenials di Era ekonomi Digital’, Minggu Malam di Kafe La Kopi, Minggu (18/3/2019). Diskusi ini merupakan kelanjutan program Garbi khususnya di Kepri untuk memantik gagasan-gagasan besar yang konstruktif.

“Garbi merasakan persoalan yang cukup pokok dalam keseharian bangsa ini adalah persoalan ekonomi” papar Vebriano Aldy ketua Garbi Kepri dalam sambutannya, saat pembukaan diskusi.

Aldy yang juga baru meresmikan Garbi Tanjung Pinang ini mengucap tahniah kepada para peserta yang hadir dalam diskusi tersebut.

Pembina Garbi Kepri, Abdurrahman juga mengingatkan bahwa diskusi yang diadakan Garbi, adalah persoalan urgen karena berpusat pada persoalan bangsa yang juga menjadi persoalan dunia.

“Mengingat Indonesia merupakan negara besar dengan penduduk hampir 300 juta, persoalan di Indonesia bisa menjadi persoalan di dunia juga,” kata Abdurrahman yang juga seorang legislator Provinsi Kepri ini.

Abdurrahman berharap generasi muda yang hadir dalam diskusi tersebut terinspirasi untuk berkarya positif bagi bangsa.

Diskusi malam itu menghadirkan dua pembicara. Pembicara pertama, Funny Alviany pelaku Digitalpreneur yang cukup ternama karena menjadi konsultan branding nama-nama produk yang sedang booming. Sedangkan pembicara kedua Agus Purwanto adalah seorang pengacara yang merupakan pembicara dari Garbi Kepri.

Agus membuka diskusi dengan membahas peristiwa besar yaitu tragedi pembunuhan di New Zealand baru-baru ini mengguncang dunia.

“Kaum ultra nasionalis itu hari ini benar-benar ada. Bahkan di beberapa negara bisa menjadi pemenang karena membawa isu rasisme dan kesenjangan sosial karena gelombang imigrasi” ujar Agus berapi-api.

Akar persoalan itu menurutnya adalah ekonomi. Saat ekonomi menggeliat dan semua orang mendapatkan kesempatan dan kesejahteraan, maka konflik sektarian menurutnya juga akan berkurang.

Alasan itulah menurut Agus yang membuat Garbi sebagai ormas menitikberatkan persoalan ekonomi sebagai sesuatu yang penting. Sementara, Funny Alviany membagi kiat-kiat agar sukses berbisnis di era digital.

“Hari ini dimana pengguna internet makin menggila, maka kita harus terampil membaca trend,” tutur Funny.

Wanita yang sehari-hari bergiat dalam membuat brand produk tersebut memaparkan banyak contoh. Bagaimana sebuah produk meski memakai figur terkenal untuk mengendorse produknya tapi gagal mendapatkan perhatian dan efek penjualan yang baik. Menurutnya itu dikarenakan kurang cakap membaca pasar yang disasar.

“Dikarenakan hari ini kita langsung bersaing dengan pasar global, maka skill para digital preneur perlu ditingkatkan terus menerus,” ujarnya. (***)

pengirim: Nurul