Arsip

MEDIAKEPRI.CO.ID, Medan – Yos Agus Lumbanbatu nekat membakar Kantor Mandiri Tunas Finance di Jalan Ringroad Pasar II Medan, Sumatera Utara pada Jumat, 20 Juli 2018.

Kapolsek Sunggal Kompol Yasir Ahmadi mengatakan, pelaku telah menyiapkan tiga botol air mineral besar yang berisi minyak untuk melancarkan niatnya.

“Jadi dia meletakkan minyak di dadanya. Dia bawa tiga botor aqua besar berisi BBM. Satu dipegang di tangan dan dua berada di tas jinjing yang dipakai sandang di depan,” kata Yasir seperti dikutip dari TribunMedan.com.

Atas kejadian itu, korban juga menderita luka bakar 60 persen disebabkan oleh dua botol minyak yang berada di tas sandang yang dikenakannya di depan.

Pelaku dilaporkan nekat membakar kantor Mandiri Tunas Finance karena kecewa.

Mobil Daihatsu Grandmax milik pelaku yang kredit di leasing itu ditarik karena tidak membayar angsuran.

Apalagi angsuran tersebut hanya tinggal 5 bulan lagi akan lunas.

Pelaku telah ditangkap saat melarikan diri dengan cara menumpang mobil milik warga yang melintas.

Saat ini, Yasir mengungkapkan, pelaku sedang menjalani perawatan intensif di RS Adam Malik karena luka bakar yang dideritanya. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Nairobi – Seorang Ratu Kecantikan di Kenya divonis mati atas kasus pembunuhan. Ruth Kamande yang memegang gelar ‘ratu kecantikan penjara’ ini dinyatakan bersalah menikam kekasihnya sebanyak 25 kali hingga tewas.

Seperti dilansir AFP, Sabtu, 21 Juli 2018, Kamande (24) memenangkan gelar Ratu Kecantikan Penjara saat ada dalam tahanan setempat ketika menunggu proses persidangannya berjalan. Dia didakwa membunuh kekasihnya, Farid Mohammed (24), tahun 2015 lalu.

Kamande dinyatakan bersalah atas dakwaan pembunuhan pada Mei lalu. Sidang putusan untuk Kamande digelar pada pekan ini. Hakim Pengadilan Tinggi Kenya, Jessie Lesiit, menjatuhkan vonis mati untuk Kamande.

“Saya ingin orang-orang muda mengetahui bahwa bukan hal yang keren untuk membunuh pacar kalian meskipun kalian merasa kecewa atau frustrasi jangan lakukan itu,” tegas hakim Lesiit. “Sebaliknya, hal yang keren untuk pergi menjauh dan kemudian memaafkan,” imbuhnya.

Dalam putusannya, hakim Lesiit menuding Kamande memiliki perilaku ‘manipulatif’ termasuk memeriksa telepon genggam korban dan tidak menunjukkan penyesalan atas perbuatannya.

“Saya pikir menjatuhkan vonis lainnya selain yang telah ditentukan akan menjadikan terdakwa sebagai pahlawan” sebutnya.

Vonis mati ini diprotes oleh kelompok HAM, Amnesty International, yang menyebutnya ‘kejam, tidak manusiawi dan kuno’. Namun keluarga korban menilai vonis mati merupakan hukuman yang pantas.

“Kami senang bahwa hari ini telah datang dan orang tuanya, saudara perempuannya sebenarnya ada di pengadilan saat vonis dijatuhkan. Dia (Farid-red) baru saja memulai pekerjaannya ketika nyawanya direnggut,” ucap bibi korban, Emmah Wanjiku, kepada wartawan.

Pengacara Kamande, Joyner Okonjo, menyatakan kliennya akan mengajukan banding atas vonis mati itu. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bandung – TIM Komisi Pemberantasan Korupsi mengamankan Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Sukamiskin, Wahid Husen, dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Sabtu 21 Juli 2018 dini hari.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Jawa Barat Indro Purwoko menyatakan segera menunjuk pengganti Wahid supaya kegiatan di penjara itu tetap terkendali.

“Jadi begini ya, pertama kita tunjuk Plh (pelaksana harian) Kalapas. Kedua, menunggu proses hukum dari KPK, kita tunggu saja,” kata Indro Purwoko, Sabtu 21 Juli 2018.

Indro membenarkan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Sukamiskin, Wahid Husen yang dilakukan dini hari tadi. Pasca OTT tersebut, Indro mengaku pihaknya akan mengambil sejumlah langkah strategis.

Berdasarkan pantauan di depan Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, Sabtu 21 Juli 2018 , tidak terlihat pengamanan khusus yang dilakukan sipir. Aktivitas di sekitar Lapas Sukamiskin terlihat normal.

Sejumlah mobil dan beberapa orang terlihat keluar masuk lapas tersebut. Informasi yang didapat dari salah satu petugas lapas, dijadwalkan Kanwil Kemenkumham Jawa Barat akan mendatangi lapas.

“Kemungkinan dari pihak kanwil akan datang ke Sukamiskin. Tapi belum pasti jam berapanya,” kata petugas lapas yang enggan menyebut namanya itu.

Hingga saat ini belum ada penjelasan resmi dari Lapas Sukamiskin soal OTT Kalapas Sukamiskin. (***)

sumber: galamedianews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tanjungpinang – Gubernur H Nurdin Basirun mengatakan saat ini ideologi kebangsaan mulai tergerus. Pemahaman tentang nilai kebangsaan perlu untuk terus ditanamkan dalam membangun generasi muda berkualitas dan berjiwa semangat juang 45.

“Dengan Musda inilah diharapkan lahir program kerja yang berfokus pada penamanan jiwa kebangsaan bagi para generasi muda,” ujar Nurdin saat membuka Musyawarah Daerah (MUSDA) II Legiun Veteran RI Provinsi Kepri di Gedung Veteran, Jl. Basuki Rahmat, Tanjungpinang, Kamis, 19 Juli 2018.

Nurdin melanjutkan bahwa pewarisan nilai-nilai perjuangan diharapkan dapat terus tersalurkan turun temurun dalam benak para generasi muda. Apalagi tantangan menghadapi dunia kedepan semakin berat.

“Perlu penanaman nilai kebangsaan yang kuat,” lanjut Nurdin.

Selain itu dengan Musda ini Nurdin berharap dapat terus memunculkan pemahaman-pemahaman dalam menjaga keutuhan bangsa dan negara.

“Agar terpeliharanya kerukunan dalam kehidupan bermasyarakat ditengah keberagaman di Kepri ini,” tambah Nurdin lagi.

Menutup sambutannya, Nurdin menegaskan bahwa keutuhan NKRI harus terus dijaga, segala upaya harus dilakukan, jangan terus bersantai diri. Mari buktikan dan wujudkan diri sebagai bangsa pemenang di semua sektor.

“Karna mempertahankan kemerdekaan lebih berat dari pada merebutnya, terus lah berjuang dan bekerja keras,” tutup Nurdin.

Sementara itu Ketua Panitia Musda Tri Sitorus menyampaikan rasa terimakasih atas kedatangan Gubernur beserta tamu undangan lainnya untuk ikut dalam Musda II Legiun Veteran Kepri.

“Musda sendiri merupakan bentuk keikutsertaan para pejuang untuk tetap berpegang teguh terhadap kesetiaan pada NKRI dan jiwa pejuang dalam ikut memberikan sumbangsih dalam pembangunan,” kata Solitorus.

Kemudian Plt. Ketua Legiun Veteran RI Kepri Edi Tapilaya mengatakan bahwa Musda merupakan forum tertinggi dalam organisasi sebagai pedoman untuk mendapatkan kebulatan suara

“Guna untuk terus memberikan semangat baru dalam menjaga keutuhan NKRI,” kata Edi.

Kedatangan Gubernur juga diapresiasi oleh Tapilaya yang mengatakan momen ini dapat dijadikan kekuatan moral dalam berperan aktif dalam pembangunan Kepri.

Kepala Departemen Legiun Veteran RI Brigjen TNI (Purn) Dahlan Idrus mengatakan forum ini akan membahas hal penting dan strategis seperti laporan kepemimpinan, penyusunan program kerja 5 tahun kedepan serta memilih ketua baru untuk periode berikut nya.

“Saya harap Musda berjalan dengan demokratis dan kepemimpinan baru nantinya diharapkan dapat membuat legiun semakin solid dalam membangun nilai juang semangat 45,” kata Dahlan. (humas)

MEDIAKEPRI.CO.ID – Seekor buaya sepanjang empat meter berhasil ditangkap oleh pawang buaya beserta warga di Bangka.

Penangkapan buaya tersebut terjadi di Sungai Kayubesi, Kecamatan Pudingbesar, Kabupaten Bangka, Kamis, 19 Juli 2018.

Video penangkapan buaya itu pun banyak tersebar di media sosial.

Buaya berukuran besar tersebut ditangkap usai menerkam seorang warga setempat bernama Masud alias Bujang Et, beberapa pekan lalu.

Akibat kejadian itu, warga Desa Kayubesi berupaya menangkap buaya tersebut dengan bantuan dua orang pawang buaya.

Seorang pawang buaya bernama Mang Syarif asal Desa Bukit Layang Kabupaten Bangka pun didatangkan untuk menangkap buaya tersebut.

Selain Mang Syarif, warga juga meminta bantuan pawang buaya dari Desa Kayubesi bernama Ademi.

“Kami memang minta tolong pawang untuk mancing buaya itu, ada dua buayanya,” kata Rasyidi, Kepala Desa Kayubesi.

Mang Syarif dan Ademi pun berhasil menangkap buaya tersebut dengan bantuan polisi dan warga setempat.

Buaya berhasil ditangkap dengan umpan yang dimiliki oleh sang pawang buaya.

Tidak dijelaskan umpan apa yang digunakan hingga berhasil membuat buaya tersebut ditangkap.

Usai ditangkap buaya tersebut tampak tak bergerak lagi, hingga warga mengira sudah mati.

Namun ternyata buaya tersebut belum mati, melainkan sengaja dibuat tak sadar atau pingsan.

“Buaya ini sengaja dibekep (dibuat pingsan) oleh pawang atau dukun supaya buaya tidak berontak,” imbuh Rasyidi.

Dalam kondisi tak sadarkan diri, buaya tersebut menjadi tontonan warga setempat. (***)

sumber: tribunnews.com

KRIMINALITAS

Sabtu | 21 Juli 2018 | 9:55

Teman Goda Istri, Pria Inipun Menikamnya Sampai Mati

MEDIAKEPRI.CO.ID, Kotabandung – Pasar Gedebage, menjadi tempat pertemuan terakhir dua sahabat Reno Candra (29) dan Wahyu (29). Persahabatan keduanya berakhir tragis setelah Reno menghabisi nyawa Wahyu dengan menghujamkan sebilah pisau.

Pertemuan itu terjadi pada Kamis, 19 Juli 2018 pukul 23.30 WIB. Sebelum bertemu, Reno sudah menyiapkan sebilah pisau dapur dari rumahnya.

Tak banyak perbincangan yang terjadi. Reno menghujamkan pisau ke tubuh kawan karibnya sehingga nyawa Wahyu tak terselamatkan meski sempat dibawa ke rumah sakit.

“Korban ditusuk oleh pelaku sehingga nyawanya tidak tertolong,” ucap Kasatreskrim Polrestabes Bandung AKBP M Yoris Maulana di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung.

Kepada polisi, Reno mengaku terbakar cemburu sehingga nekat menghabisi nyawa Wahyu. Reno marah lantaran Wahyu menggoda istrinya bebera hari sebelum kejadian.

“Pelaku menanyakan apakah korban menggoda istrinya. Lalu Korban ditusuk di arah dada sebelah kiri, lengan sebelah kiri dan ke arah dagu sebanyak tiga kali,” kata Yoris.

Alasan cemburu yang menghantuinya juga dibenarkan Reno. Dia bahkan menyebut sang istri digoda Wahyu di depan matanya.

“Saya lihat dengan mata dan kepala saya sendiri. Kalau dia (Wahyu) menggoda istri saya,” ucap Reno.

Reno mengaku khilaf menikam bertubi-tubi temannya tersebut. Dia gelap mata lantaran emosi.

“Saya khilaf,” ucap Reno singkat.

Reno ditangkap sekitar 30 menit setelah kejadian. Dia kini mendekam di ruang tahanan Mapolrestabes Bandung. Reno dijerat Pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan dengan ancaman hukuman 7 tahun bui. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Seorang perempuan Vermont, Amerika Serikat, menderita luka bakar kimia tingkat dua dan mengunggah peristiwa ini ke Facebook minggu lalu untuk memperingatkan orang lain tentang efek berbahaya ubi liar pada kulit seseorang.

Dilansir dari Sputniknews, 20 Juli 2018, Charlotte Murphy menjelaskan dalam unggahan di Facebook bahwa beberapa hari setelah dia tersandung ke tanaman ubi liar, benjolan merah kecil yang muncul di salah satu kakinya berubah menjadi lecet yang menyakitkan, kuning, dan bernanah.

“Seminggu kemudian kemerahan meningkat dan mulai gatal,” tulis Murphy. “Sayangnya aku sering menggaruknya saat tidur dan terbangun dengan lecet di kakiku. Sepanjang hari luka tumbuh ke titik di mana kakiku bengkak dan aku tidak bisa berjalan.”

Dia kemudian dibawa ke klinik perawatan darurat lokal dan sejak itu melakukan kunjungan harian untuk inspeksi dan perban baru, karena lecetnya telah menyebar ke lengan, jari-jari dan kaki kanannya.

Tanaman ubi liar (Istimewa)

Meskipun Murphy tahu tentang tanaman itu dan potensi bahayanya, ia tidak menyadari bahwa getah ubi liar telah mengenai kakinya. Sementara dia terus berjalan di bawah sinar matahari, yang membantu memperparah dampak getah ubi liar.

Menurut ahli biologi di Pennsylvania State University, ubi liar, juga dikenal sebagai ubi racun, dapat tumbuh hingga satu setengah meter, dengan beberapa bunga kuning kecil yang berukuran sekitar 5 sentimeter. Getah dari ubi liar mengandung bahan kimia yang dapat menyebabkan luka bakar parah setelah terpapar sinar matahari.

“Getah itu beracun dan pada dasarnya melucuti kemampuan tubuh untuk mengendalikan radiasi sinar UV dari sinar matahari,” ujar Joellen Lampman, seorang pendidik dengan program Manajemen Hama Terpadu Negara Bagian New York di Cornell University.

Murphy bukan satu-satunya orang yang menjadi mangsa anggota keluarga tanaman ini. Sebelumnya seorang remaja asal Virginia akhirnya dirawat di rumah sakit setelah ia menderita luka bakar tingkat dua dan tiga dari menyentuh tanaman ubi liar beracun. (***)

sumber: tempo.co

MEDIAKEPRI.CO.ID, Kabupaten Bandung – AR (22) Mahasiswa Telkom University (Tel-U) yang diduga bunuh diri di kamar kosnya meninggalkan surat wasiat untuk keluarganya.

Saat ditemukan oleh saksi mata, di layar monitor laptop milik korban meninggalkan tulisan nomor telpon untuk menghubungi kakaknya.

‘Tolong telepon Kaka Dahu 081xxxxxxxxx’ tulis korban di laptop miliknya.

AR merupakan mahasiswa semester akhir angkat 2014. AR diduga bunuh diri karena memiliki permasalahan pribadi yang tak kunjung lulus kuliah.

“Melihat permasalahannya jelas memiliki permasalahan individu (pribadi),” kata Manager Kemahasiswaan Tel-U Soni Sandono di indekos korban, Jumat, 20 Juli 2018.

Soni mengungkapkan permasalahan tersebut diketahui dari surat wasiat yang ditulis korban di layar monitor laptop miliknya.

“Dia mengakui kesalahan. Selama dua tahun ini memang kuliah sudah tidak masuk, (surat wasiat) di teks di komputer,” ungkapnya.

Menurutnya korban sudah menyiapkan segalanya. “Dia sudah menyiapkan, sudah menuliskan kontak person (kakak) nya, tolong hubungi kakak saya. Kakanya sudah datang tadi,” ungkapnya.

Soni menambahkan korban dikenal pendiam. Hanya saja jarang masuk kuliah. “Orangnya tertutup, hal tersebut juga diakui oleh kakaknya,” tambahnya.

Soni tidak menjelaskan isi dari surat wasiat itu. Ia menyimpulkan isi dari surat wasiat itu, permintaan maaf kepada keluarganya.

“Jika disimpulkan punya kesalahan, bilang ke keluarga mau sidang, tapi tidak,” jelasnya.

Laptop dan telepon milik korban sudah diamankan oleh pihak kepolisian sebagai barang bukti. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Seoul – Pengakuan mengejutkan disampaikan eks petenis Korsel, Kim Eun-hee. Dia membeberkan pemerkosaan berulang yang dilakukan pelatih tenisnya saat berumur 10 tahun.

Pengakuan mengejutkan disampaikan seorang mantan petenis Korea Selatan (Korsel), Kim Eun-hee. Untuk pertama kalinya, perempuan itu berbicara kepada media internasional dan membeberkan pemerkosaan dan pemukulan yang dilakukan pelatihnya selama dua tahun.

Kim membeberkan bahwa pelatih tenis pertama kali memperkosa dirinya saat berumur 10 tahun di kamp pelatihan tenis yang diikutinya. Pemerkosaan itu terus berulang selama dua tahun.

Butuh waktu bertahun-tahun bagi Kim untuk menyadari bahwa apa yang dilakukan pelatih tenis padanya adalah pemerkosaan.

Kim yang kini berumur 27 tahhun, akhirnya melaporkan perbuatan pelatihnya itu ke polisi setelah melihat kembali pria itu di sebuah turnamen, dua tahun lalu.

“Saya ngeri melihat pemerkosa saya terus melatih para pemain tenis muda selama lebih dari satu dekade seolah-olah tidak ada yang terjadi,” tutur Kim saat diwawancarai kantor berita AFP. “Saya berpikir, ‘Saya tidak akan memberinya kesempatan untuk menyalahgunakan anak-anak perempuan lagi,” imbuhnya.

Ini pertama kalinya Kim berbicara kepada media internasional dan membeberkan bagaimana para atlet perempuan di Korsel diam-diam mengalami pelecehan seks oleh pelatih mereka.

Kim yang telah berhenti menjadi petenis dan kini menjadi pelatih tenis anak-anak, merasa senang karena pengadilan telah menjatuhkan hukuman penjara 10 tahun pada pemerkosanya. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Malang – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS TK) mengajukan usulan kepada pemerintah untuk pembayaran iuran pekerja rentan atau tidak mampu (miskin) dengan mekanisme penerima bantuan iuran (PBI).

Mekanisme PBI BPJS TK dijalankan sebagaimana mekanisme PBI yang sudah dilaksanakan BPJS Kesehatan.

Deputi Direktur Bidang Hubungan Masyarakat dan Antar Lembaga BPJS TK Irvansyah Utoh Banja mengatakan, BPJS TK sudah melakukan pembahasan dengan instansi terkait yang berwenang dalam hal pengajuan anggaran APBN 2019. Pembahasan mengarah pada terlaksananya pembayaran iuran bagi para pekerja miskin tersebut.

“Nantinya, pemerintah akan membayarkan Rp 16.800 per bulan untuk masing-masing pekerja PBI untuk dua jenis perlindungan dasar, yakni Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian,” kata Irvansyah Kamis, 19 Juli 2018.

Menurut Irvansyah, total anggaran yang diusulkan untuk pekerja rentan PBI mencapai Rp 5,6 triliun. Menilik basis data terpadu Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan/TNP2K 2017, pekerja dengan status kesejahteraan 40 persen terendah di Indonesia dengan rentang usia 15 sampai 59 tahun berjumlah 28 juta orang.

Mereka bekerja di lapangan pekerjaan yang beragam dengan komposisi terbesar di sektor pertanian , yakni sebanyak 31 persen. Para pekerja tersebut pada umumnya dapat dikategorikan sebagai pekerja rentan yang apabila muncul risiko dapat berdampak pada kemiskinan dan terhambatnya keberlangsungan hidup bagi keluarganya.

Irvansyah menerangkan, saat ini jumlah seluruh pekerja di Indonesia mencapai 128 juta orang. Dari jumlah itu, sebanyak 86 juta pekerja dinilai sebagai pekerja yang layak atau mampu membayar iuran (eligible). Termasuk ke dalam pekerja layak/mampu bayar ini adalah anggota TNI, Polri, dan aparatur sipil negara (ASN).

Selain 86 juta pekerja yang mampu membayar iuran, ada sejumlah 28 juta pekerja yang dianggap rentan atau tidak mampu membayar iuran kepesertaan BPJS TK (non-eligible).

“Kecil kemungkinan mereka ini bisa membayar iuran karena untuk hidup saja susah,” kata Irvansyah.

Mengenai basis data pekerja rentan, dia melanjutkan, data yang akan digunakan mengacu pada penerima PBI BPJS Kesehatan. Hanya saja, nantinya akan ada perbedaan jumlah PBI BPJS Kesehatan dengan jumlah PBI BPJS TK.

“Kalau PBI BPJS Kesehatan kan termasuk anggota keluarganya, sedangkan PBI BPJS TK nantinya hanya menghitung kepala keluarga atau anggota keluarga yang bekerja saja. (***)

sumber: republika.co.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Traveler harap waspada jika mau liburan ke wilayah pantai selatan Pulau Jawa sampai ke NTT. Menurut BMKG, sedang ada gelombang tinggi!

Baru-baru ini, heboh di sosial media video traveler yang kemping di pantai di kawasan Gunungkidul, DI Yogyakarta terhempas ombak yang kencang. Sampai-sampai tendanya rusak, untungnya tidak ada korban jiwa.

Menurut Kepala Deputi Bidang Meteorologi BMKG Mulyono Prabowo, wilayah di bagian selatan Indonesia dari Aceh, Sumatera Barat, Lampung, Pulau Jawa sampai NTT sedang dilanda gelombang tinggi. Gelombangnya bisa mencapai 3-5 meter.

“Kalau kita lihat prediksi gelombang di pantai selatan Jawa memang ada potensi gelombang tinggi. Tidak hanya di selatan Jawa saja, hampir memanjang dari Aceh, Sumatera Barat sampai ke NTT,” katanya kepada detikTravel, Kamis, 19 jULI 2018.

“Beberapa laporan dari BMKG di tiap daerah, sudah terjadi kecelakaan,” ujar Mulyono.

Mulyono menjelaskan, BMKG di tiap daerah sudah memberikan peringatan kepada masyarakat. Lantas, dari mana gelombang tinggi itu terjadi?

“Adanya hembusan angin yang tidak terlalu kuat tapi konsisten arah dan kecepatannya sehingga menimbulkan gelombang yang tingi. Nelayan dengan perahu kecil, kami imbau untuk tidak berlayar dulu,” paparnya.

“Gelombang tinggi yang menempa sampai pesisir pantai ini kita prediksikan sampai 4 hari ke depan,” tutup Mulyono. (***)

sumber: detik.com

TANJUNG PINANG

Kamis | 19 Juli 2018 | 19:44

Pohon Jengkol Jadi Saksi Bisu Tewasnya Janda Beranak Satu

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tanjungpinang – Tersangka Nasrun (58), ternyata menghabisi Supartini (37), janda beranak satu di bawah pohon jengkol dengan memukul kepala korban sebanyak enam kali. Pohon jengkol tersebut berada di lahan milik mertuanya di Jalan TPA Kampung Air Bukit, RT01/RW08, Kelurahan Pinang Kencana, Tanjungpinang Timur.

Saat kejadian, suasana lokasi TKP sangat sepi. Sebab, rumah kosong di lahan mertua Nasrun tidak dihuni orang. Nasrun menghajar korban dengan cara memukul kepala korban dengan telak dari belakang kepala tak jauh dari pohon jengkol.

“Keterangan tersangka, sebelum membunuh korban Nasrun juga meminta dimasaki jengkol dari pohon yang ada di depan rumah, tapi korban menolak memasaknya,” ujar salah seorang penyidik yang enggan disebutkan namanya saat menggelar eksposes di TKP, Kamis, 19 Juli 2018.

Saat dibawa ke tempat kejadian perkara (TKP), Nasrun tampak menetes air matanya. Kemungkinan Nasrun menyesali perbuatan karena tega menghabisi sang kekasih dengan kondisi hamil muda.

Sebelum ditangkap, Nasrun turut melayat ke rumah duka. Sehari setelah Supartini dimakamkan, Nasrun kemudian diringkus polisi saat hendak melarikan diri di Kilometer 16, Jalan Lintas Tanjungpinang-Tanjunguban.

“Informasinya memang tersangka ini sempat melayat ke rumah duka di Bukit Cermin. Sehari setelah korban dimakamkan korban lalu ditangkap anggota,” ujar Kapolres Tanjungpinang AKBP Ucok Lasdin Silalahi. (***)

sumber: sindonews.com

SELEBRITIS

Kamis | 19 Juli 2018 | 13:32

Nafa Urbach: “Aku Orangnya Gak Bisa Move On”

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Nafa Urbach tampaknya masih menaruh harapan untuk bisa rujuk dengan mantan suaminya, Zack Lee. Sebab, ibu satu anak itu mengaku sebagai orang yang sulit berpaling.

“Aku orangnya memang nggak bisa move on,” ujar Nafa Urbach saat ditemui di Gala Premiere ‘Buffalo Boys’ di CGV Blitz Grand Indonesia, Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu, 18 jULI 2018 malam.

Entah apakah ungkapan itu mengandung makna serius atau sekadar guyonan. Namun yang pasti, hubungan Nafa Urbach dan Zack Lee memang terjalin baik meski telah bercerai.

Saat menghadiri premier ‘Buffalo Boys’, terlihat Nafa dan Zack datang berdampingan. Pasangan yang resmi bercerai pada Oktober 2017 itu tak ragu mengumbar kemesraan dengan saling merangkul.

Nafa Urbach sengaja menghadiri premier untuk mendukung Zack Lee yang terlibat langsung dalam film tersebut. Ia mengaku tak sabar melihat aksi mantan suaminya itu.

“Ya penasaran banget karena kan dia bilang dan beberapa orang yang sudah nonton katanya bagusnya luar biasa,” ungkap Nafa Urbach.(***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Leukemia atau kanker darah seperti yang diderita anak penyanyi Denada dan Jerry Aurum sebenarnya memiliki sejumlah gejala yang bisa dikenali.

Berikut 11 tandanya seperti dilansir Medical News Today:

1. Anemia

Kondisi ini terjadi ketika tubuh kekurangan sel darah merah–yang bertanggung jawab untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh. Seseorang yang kekurangan sel darah merah biasanya mengalami sejumlah gejala seperti kelelahan, lemah, pusing, sesak napas, sakit kepala, kulit pucat dan merasa dingin yang luar biasa.

2. Mengalami infeksi

Anak-anak dengan leukemia memiliki jumlah sel darah putih yang tinggi, tetapi sebagian besar sel-sel ini tidak berfungsi dengan benar karena sel-sel abnormal menggantikan sel-sel darah putih yang sehat.

Sel darah putih membantu melindungi tubuh dan melawan infeksi. Infeksi berulang dan persisten dapat menunjukkan bahwa seorang anak tidak memiliki sel darah putih yang sehat.

3. Memar dan berdarah

Jika seorang anak mudah memar, mengalami mimisan parah, atau berdarah dari gusi, ini bisa mengarah ke leukemia. Anak yang menderita kanker jenis ini kekurangan trombosit yang fungsinya membantu mencegah perdarahan.

4. Nyeri tulang atau sendi

Jika seorang anak tampak kesakitan dan mengeluh bahwa tulang atau sendi mereka sakit atau sakit, ini dapat mengindikasikan dia mengalami leukemia. Ketika leukemia berkembang, sel-sel abnormal dapat mengumpulkan di dalam sendi atau dekat dengan permukaan tulang.

5. Pembengkakan

Pada anak dengan leukemia, pembengkakan dapat mempengaruhi berbagai bagian tubuh, antara lain pada perut, ketika sel-sel abnormal berkumpul di hati dan limpa. Lalu, wajah dan lengan, ketika tekanan pada vena yang disebut vena cava superior menyebabkan darah menggenang di area tersebut. Selain itu di kelenjar getah bening, akan ada benjolan kecil terbentuk di sisi leher, di ketiak, atau pada tulang selangka.

Penting untuk dicatat bahwa saat kelenjar getah bening seseorang membengkak dan tidak ada gejala, dia lebih mungkin mengalami infeksi daripada leukemia. Pembengkakan akan menjadi lebih buruk saat anak bangun, dan akan membaik di siang hari.

6. Kurang nafsu makan, sakit perut, dan penurunan berat badan

Jika sel-sel leukemia telah menyebabkan pembengkakan di hati, ginjal, atau limpa, organ-organ ini dapat menekan perut. Hasilnya mungkin perasaan kenyang atau tidak nyaman, kurang nafsu makan, dan penurunan berat badan.

7. Batuk atau kesulitan bernapas

Leukemia dapat mempengaruhi bagian tubuh di sekitar dada, seperti beberapa kelenjar getah bening atau thymus, kelenjar yang terletak di antara paru-paru.

Jika bagian-bagian tubuh ini membengkak, maka akan menekan trakea dan membuat penderita sulit bernafas.

Kesulitan bernapas juga dapat terjadi jika sel-sel leukemia menumpuk di pembuluh darah kecil paru-paru. Jika seorang anak mengalami kesulitan bernapas, segera carilah pertolongan medis.

8. Sakit kepala, muntah, dan kejang

Jika leukemia mempengaruhi otak atau sumsum tulang belakang, seorang anak mungkin mengalami beberapa gejala yakni sakit kepala, kejang, muntah, sulit berkonsentrasi, masalah dengan keseimbangan dan penglihatan kabur.

9. Ruam kulit

Sel leukemia yang menyebar ke kulit dapat menyebabkan munculnya bintik-bintik kecil, gelap seperti ruam. Kumpulan sel ini disebut kloroma atau sarkoma granulositik, dan sangat jarang terjadi.

Memar dan pendarahan yang menjadi ciri leukemia juga dapat menyebabkan bintik-bintik kecil yang disebut petechiae muncul. Ini mungkin juga terlihat seperti ruam.

10. Kelelahan ekstrem

Dalam kasus yang jarang terjadi, leukemia menyebabkan tubuh lemah yang sangat parah dan kelelahan yang bahkan dapat menyebabkan penderita cadel.

Kondisi ini terjadi ketika sel-sel leukemia berkumpul di dalam darah, menyebabkan darah menebal. Darah mungkin begitu tebal sehingga sirkulasi melambat melalui pembuluh kecil di otak.

11. Merasa tidak enak badan

Seorang anak mungkin tidak dapat menggambarkan gejala mereka secara detail, tetapi mereka mungkin tampak sakit secara umum. Ketika penyebab penyakit seorang anak tidak jelas, segeralah berkonsultasi dengan dokter. (***)

sumber: tempo.co

MEDIAKEPRI.CO.ID, Sukabumi – Dua orang warga Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi Jawa Barat diserang babi hutan, Rabu, 18 Juli 2018. Akibatnya, satu orang warga meninggal dunia dan satu korban lainnya mengalami luka-luka.

Informasi yang diperoleh dari Polsek Cikidang Polres Sukabumi menyebutkan, dua orang korban tersebut adalah seorang kakek yakni Fadli (56) dan cucunya yakni Fahra (3) warga Kampung Cimapag RT 07 RW 05 Desa Cikarae Thoyyibah, Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi. Korban yang meninggal dunia adalah Fadli. Sementara cucunya hanya mengalami luka-luka dan ditangani petugas medis RSUD Palabuhanratu.

Kapolsek Cikidang, AKP Kuswandar kepada wartawan mengatakan, serangan babi hutan terjadi sekitar pukul 09.30 WIB. “Istri korban mendengar adanya suara gaduh di depan rumah,” terang dia.

Setelah dicek, Kuswandar mengatakan, istri korban yang bernama Ibah (45) melihat suaminya Fadli dalam kondisi terluka akibat serangan babi hutan.

Luka yang dialami Fadli yakni pada bagian betis kiri dan kanan. Selain itu cucunya, Fahra dalam keadaan terluka tidak jauh dari suaminya.

Menurut Kuswandar, warga langsung membawa kedua korban ke rumah sakit. Namun korban Fadli meninggal dunia pada saat perjalanan ke rumah sakit. Sementara korban lainnya Fahra berhasil diselamatkan dan dirawat petugas medis RSUD Palabuhanratu.

Kepala Bagian Pelayanan RSUD Palabuhanratu Sukabumi Saeful Ramdhan menambahkan, kedua korban masuk instalasi gawat darurat (IGD) pada pukul 09.50 WIB. “Satu korban atas nama Fadli meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit atau disebut died of arrival,” terang dia.

Korban tewas mengalami luka robek di bagian kaki dan perdarahan banyak. Sementara satu korban lainnya yakni Fahra mengalami luka robek pada lengan kanan dan sudah ditangani petugas medis.

Ketua Forum Koordinasi SAR Daerah (FKSD) Kabupaten Sukabumi Okih Fajri menambahkan, selepas kejadian warga mencoba mencari babi hutan tersebut. “Perburuan dengan dibantu anjing milik warga,” kata dia.

Okih menuturkan, pencarian babi hutan juga dibantu anggota Perbakin. Hasilnya babi hutan yang diduga menyerang warga bisa ditemukan dan ditembak mati.

Okih mengakui di kawasan tersebut memang masih ada satwa babi. Hal ini disebabkan masih adanya hutan yang berada di dekat permukiman warga. (***)

sumber: republika.co.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Depok – Briptu TE (23), anggota Brimob, diduga bunuh diri dengan menembak kepalanya sendiri.

Ia ditemukan tewas di atas kasur di kamar rumah kerabatnya berinisial Ud, di Jalan Belimbing 1, Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, Selasa, 17 Juli 2018 sekitar pukul 18.00 WIB.

Selama ini TE tinggal di asrama di Markas Brimob di Jalan Komjen Pol M Jasin, Kelurahan Pasir Gunung Selatan, Kecamatan Cimanggis.

Tewasnya TE diketahui saat terdengar dua kali suara letusan senjata api dari rumah Ud. Saat itu, TE sedang main ke rumah Ud.

Ud, yang saat kejadian sedang salat Magrib, langsung melakukan pengecekan usai salat. Ia mendapati TE, yang mengenakan pakaian serba hitam, tewas dengan luka tembak di kepala di atas kasur di kamar rumahnya.

Saat itu TE masih memegang senjata api yang digunakannya untuk bunuh diri di tangan kanannya. Yustaf, warga sekitar mengatakan, saat kejadian Ud sedang salat Magrib di rumahnya.

“Sementara di dalam rumah juga ada korban yang sedang main ke rumah Pak Ud. Ia memang sering main ke sana dan sudah dianggap keluarga sendiri,” jelas Yustaf.

Saat itulah, katanya, terdengar ada suara keras seperti letusan petasan sebanyak dua kali.

“Dari keterangan Pak Ud, saat mendengar suara itu sewaktu sedang salat, ia berpikir karena asbes rumahnya jatuh. Setelah selesai salat Magrib, Pak Ud mau melihat asal suara tadi. Ternyata kata dia bukan karena asbes rumah jatuh, tetapi korban sudah tergeletak di kamar bersimbah darah, dengan luka tembak di kepala,” paparnya.

Ud akhirnya berteriak hingga peristiwa ini terlaporkan ke polisi dan Mako Brimob. Tak lama, sejumlah anggota polisi yang juga berpakaian sipil memenuhi lokasi kejadian. Sekitar pukul 19.30, jenasah Briptu TE akhirnya dibawa ke RS Polri Kramat Jati.

“Pacar korban juga sempat datang semalam sewaktu jenazah dibawa. Sepanjang Jalan Belimbing 1, dijaga ketat setelah kejadian itu sampai kini,” kata Yustaf.

Beberapa wartawan dan warga yang mendekat ke lokasi kejadian juga diusir petugas. Belum ada keterangan dari kepolisian terkait peristiwa ini. Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol Bintoro belum merespons panggilan dan pesan saat dikonfirmasi. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Malang – Sebuah aksi penjambretan sadis terekam CCTV. Seorang ibu terlihat menjadi korbannya. Video yang diunggah satu jam lalu di Facebook itu pun langsung menjadi viral.

Dalam rekaman berdurasi 45 detik itu tampak seorang pria memakai helm, jaket dan celana serba hitam tengah memperdaya seorang ibu di pinggir jalan.

Tangan kiri pria ini terlihat memegang leher korban, sementara tangan kanannya menghunus sebilah celurit.

Korban sempat bergulat dengan pelaku demi mempertahankan barang miliknya, bahkan hingga tersungkur di tanah.

Namun meski dilawan, pelaku juga terus memaksa dan sempat terlihat menyeret tubuh korban berulangkali.

Selama pelaku beraksi, sejumlah pengendara motor terlihat melintas di lokasi, namun tak ada satupun yang memberikan pertolongan.

Hingga akhirnya pelaku diduga berhasil menggasak kalung korban dan berjalan kaki menghilang dari sorotan CCTV.

Setelah pelaku berlalu, korban yang belum diketahui identitasnya ini bangkit dan berjalan lunglai melihat pelaku kabur.

Pengunggah pertama menuliskan jika peristiwa penjambretan terjadi di Desa Sepanjang, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang. Ia juga sempat menjelaskan kejadian tersebut beberapa saat sebelum mengunggah video penjambretan.

Polres Malang sendiri tengah menyelidiki kejadian tersebut. “Masih kita lidik,” jawab Kasatreskrim Polres Malang AKP Adrian Wimbarda saat dikonfirmasi detikcom, Rabu, 18 Juli 2018. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Massa yang mengaku dari emak-emak Jakarta menggelar aksi menuntut turunkan harga sembako di depan Istana Negara, Jakarta Pusat. Massa membawa peralatan dapur dalam aksi itu.

Massa mulai berkumpul di seberang Istana Negara, tepatnya di Taman Pandang, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, mulai pukul 09.00 WIB. Sambil membawa alat masak berupa penggorengan serta tulisan-tulisan tuntutan, ibu-ibu itu meminta Presiden Joko Widodo menurunkan harga sembako.

“Aksinya dari kita emak-emak karena emak-emak merasa sekarang ini keadaan ekonomi sangat-sangat menderita, semua pada naik apa karena BBM pada naik atau semuanya pada naik kita nggak ngerti,” kata korlap aksi Fifi Nurwanto kepada wartawan di lokasi.

Fifi mengatakan estimasi massa yang akan menggelar aksi berjumlah 200 orang. Emak-emak itu sebagian besar dikatakannya berasal dari Jakarta dan memang pekerjaannya sebagai ibu rumah tangga.

“Emak-emak yang ngerasa karena sekarang telur naik. Telur naik apa masalahnya, nah ini dari Rp 21 ribu sekarang Rp 35 ribu dan bahkan emak-emak saking mahalnya beli telur yang pecah. Kalau pecah kan kumannya banyak, banyak penyakit,” imbuhnya.

“(Tuntutannya) minta diturunkan (harga) gas, bensin, telur, beras, sembako, pokoknya urusan dapur,” kata Fifi.

Massa memulai aksi sekitar pukul 10.00 WIB. Massa saat ini bergantian berorasi. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bojonegoro – Kangen orang tua, ABG ini meninggalkan rumah pamannya di Lamongan dengan menggondol motor milik sang paman. Apes, ABG ini justru mengalami kecelakaan di tengah jalan.

Namun di tengah perjalanan, bocah bernama Muhammad Afyudin Hanan (14) itu menabrak tiang lampu jalan raya di Bojonegoro.

Saat itu, ia mengendarai sepeda motor milik sang paman, Honda Grand bernopol S 2290 JO, melintasi jalan raya jurusan Bojonegoro-Cepu, tepatnya di Desa Talok Kecamatan Kalitidu.

Warga sekitar TKP mengutarakan bahwa saat naik motor, korban oleng sendiri. Warga menduga korban kedinginan dan membawa terlalu banyak barang. Karena menabrak tiang lampu, ban depan motor tersebut juga pecah.

Beruntung korban selamat dan hanya mengalami luka memar di kaki kirinya. Oleh petugas polantas pos Cengungklung, korban akhirnya dilarikan ke RS PKU Muhamadiyah Kalitidu untuk mendapatkan perawatan medis.

Setelah korban bisa diajak komunikasi, petugas polantas meminta bantuan ke Polres Lamongan dan Polres Temanggung untuk menghubungi pihak keluarga. Sang paman, Muhammad Dawam (50), warga Desa Kedungwangi Kecamatan Sambeng Kabupaten Lamongan pun langsung merespons kabar tersebut dan segera datang ke rumah sakit tempat keponakannya dirawat.

“Ini tadi berniat pulang ke Temanggung, mungkin kangen orang tua, tapi tidak cerita sebelumnya, hanya nulis surat sebelum pergi. Rencananya mau sekolah dan mondok di Lamongan,” terang Dawam kepada detikcom di RS PKU Kalitidu, Selasa, 17 Juli 2018.

Kasatlantas Polres Bojonegoro AKP Aristianto saat mendampingi korban dan keluarga di PKU Kalitidu juga berharap kejadian ini tidak terulang kembali, apalagi yang bersangkutan belum cukup umur untuk mengendarai sepeda motor.

“Alhamdulillah keluarga sudah tiba dan korban sudah bertemu. Korban alami memar pada kaki akibat benturan dengan motor, dan ini laka tunggal nabrak tiang lampu,” terang Aristianto.

Diingatkan Aristianto, pengguna jalan yang masih di bawah umur dilarang keras mengendarai motor maupun mobil karena belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM). (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Keluarga pasien kanker payudara HER2 positif, yaitu Yuniarti Tanjung alias Juniarti menggugat Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan karena tidak lagi menjamin obat kanker herceptin atau nama lain trastuzumab, apakah memang karena mahal atau ada sebab lain?

“Prinsipnya kendala mutu dan biaya. Obat transplantasi ginjal, by pass jantung itu mahal, tapi tetap ada,” tegas Kepala Humas BPJS Kesehatan, Nopi Hidayat Selasa, 17 Juli 2018.

Dibandrol dengan harga 25 juta rupiah untuk satu sesi terapi target kanker payudara, biaya sebesar itu memang dirasa sangat berat bagi para pasien kanker payudara.

Namun, bukan karena biaya yang menjadi alasan utama BPJS Kesehatan menghapus trastuzumab dari jaminannya. Itu dikarenakan obat tersebut sudah diuji keefektifannya untuk pasien kanker payudara.

“Obat itu memang katastropik atau yang butuh biaya besar, kalau diasosiasikan ke biaya tentu besar. Tapi kembali lagi ke penjaminan mutu,” tandasnya.

Dewan Pertimbangan Klinis yang dibentuk Kementerian Kesehatan menyatakan bahwa obat trastuzumab tidak memiliki dasar indikasi medis untuk digunakan bagi pasien kanker payudara metastatik walaupun dengan restriksi. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Denpasar – Dua bayi kembar perempuan ditemukan meninggal dunia, Ahad, 15 Juli 2018 sekitar pukul 11.00 Wita di Jalan Ratna, Gang Werkudara, Denpasar Timur.

Bayi yang berbalut kain dan kantong plastik itu ditemukan warga sudah tidak bernyawa.

Saat ini polisi telah mengamankan seorang perempuan inisial D di Jimbaran yang diduga pelaku pembuangan bayi kembar tersebut.

Namun sampai saat ini polisi belum bisa memeriksa yang bersangkutan.

Saat dikonfirmasi Selasa, 17 Juli 2018 Kapolsek Denpasar Timur, AKP I Nyoman Karang Adiputra membenarkan kejadian tersebut.

Diduga pelaku pembuangan kedua orok itu berhasil diamankan tadi malam. Namun pihaknya belum memeriksa siapa pun.

“Kami belum periksa siapa pun. Kalau saksi-saksi sudah kita interogasi, tapi yang bersangkutan belum. Jadi kita belum bisa pastikan motif apa yang menyertainya,” kata Karang Adiputra.

Ditanya mengenai motif membuang orok itu karena malu punya anak di luar nikah, kata Kapolsek dirinya belum bisa memastikan, karena pihaknya sendiri belum memeriksa diduga pelaku tersebut.

“Itu hanya perkiraan orang-orang saja. Semua berpersepsi. Tapi kita belum sampai ke situ. Yang perempuan itu masih di Trijata, belum mau ngomong. Ya udah kita coba supaya ada perawatan medis duluan,” kata Kapolsek.

Sementara pasangan lelaki yang juga diduga sebagai pelaku, timnya masih berusaha melakukan pengejaran dan kontak lintas instansi.

“Belum, ini kita upayakan sebar informasi sampai ke NTT, melalui jaringan kita. Dan sampai saat ini belum ada informasi,” ungkap dia. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) bakal “mengurung” juara dunia U-20 Lalu Muhammad Zohri setibanya di Tanah Air mengingat pelaksanaan Asian Games 2018 Jakarta-Palembang tinggal satu bulan.

“Biasanya setelah berprestasi atlet dibawa ke sana, ke sini. Semuanya sudah pada tahu-kan? Terus dampaknya seperti apa. Makanya kami benar-benar memproteksi Zohri,” kata Sekjen PB PASI Tigor Tanjung di Kantor Kemenpora, Jakarta, Senin, 16 Juli 2018.

Setelah menjadi juara dunia lari 100 meter U-20, atlet asal Lombok Utara Nusa Tenggara Barat itu menjadi pantauan banyak pihak baik yang sebelumnya mengikuti perjalanannya maupun baru mengenal saat atlet berusia 18 tahun itu meraih prestasi tertinggi di usianya.

Zohri langsung banyak mendapat apresiasi. Pro dan kontra juga terus muncul ke permukaan. Kondisi tersebut dinilai oleh PB PASI akan berdampak pada kondisi atlet sendiri. Untuk itu PB PASI akan terus berusaha membawa Zohri sesuai dengan program yang telah ada.

“Kejuaraan dunia di Finlandia adalah try out terakhir bagi Zohri. Setelah ini tinggal latihan di sini (Stadion Madya). Makanya kami ingin dia fokus. Waktu sudah tidak lama lagi,” kata Tigor dengan tegas.

Lalu Muhammad Zohri sesuai dengan rencana bakal turun di dua nomor pada Asian Games 2018 Jakarta-Palembang, 18 Agustus – 2 September yaitu 100 meter dan estafet 4×100 putra. Tugas berat bakal dipikul oleh pemuda berusia 18 tahun ini.

Saat ini Zohri masih ditunggu kedatangannya di Tanah Air setelah menyandang predikat sebagai juara dunia lari 100 meter U-20. Zohri dijadwalkan tiba di Bandara Soekarno Hatta Tangerang, Banten, Selasa, 17 Juli 2018. Penyambutan khusus juga akan dilakukan.

Meski demikian, PB PASI meminta kepada pihak Kemenpora untuk melakukan penyambutan secara singkat dan sederhana.

“Zohri datangnya malam hari setelah menjalani penerbangan dan transit sekitar 20 jam. Pasti dalam kondisi letih. Dia butuh banyak istirahat karena program latihan akan langsung berjalan,” kata Tigor Tanjung usai rapat. (***)

Sumber:republika.co.id

MEDIAKEPRI.CO.ID – Masak ayam memang selalu menggugah selera. Sumber protein dengan harga relatif terjangkau ini mudah diolah menjadi beragam hidangan lezat dan nikmat. Apalagi jika bumbunya pas dilidah, kenikmatannya pun tak tertandingi.

Seperti membuat olahan Ayam Bakar Kalasan. Selain lezat, cara membuatnya juga mudah sehingga cocok disantap sebagai menu makan siang. Berikut resep Ayam Bakar Kalasan

Bahan-bahan:

1/2 ekor ayam
1/2 buah jeruk nipis
2 lembar daun salam, sobek
3 lembar daun jeruk, sobek
1 sdt merica bubuk
4 sdm kecap manis
1/2 buah jeruk limau
200 ml air atau air kelapa
Garam secukupnya

Bumbu halus:

5 siung bawang merah
3 siung bawang putih
4 butir kemiri
1/2 sdm gula merah
3 cm jah

Cara membuat:

Bumbui ayam dengan garam dan air jeruk nipis. Diamkan selama 15 menit lalu cuci bersih. Tumis bumbu halus sampai matang lalu bumbui garam, merica bubuk, kecap manis. Masukkan ayam sambil diaduk.

Tambahkan daun jeruk dan daun salam. Beri air secukupnya. Ungkep ayam hingga air menyusut dengan api kecil dan tutup wajan. Jika air telah menyusut, perasi ayam dengan air jeruk limau.

Olesi teflon dengan sedikit margarin. Panggang dengan teflon atau oven dengan suhu 200 celcius selama 15 menit sambil diolesi bumbu yang tersisa. Panggang kedua sisinya. Angkat. Ayam bakar kalasan siap disajikan. (***)

sumber: sindonews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Solikhin (46) ditemukan meninggal di dalam mobil di parkiran Sekolah Islam At-Taqwa, Rawamangun, Pulogadung, Jakarta Timur. Diduga Solikhin meninggal akibat serangan jantung.

“Diduga mengalami serangan jantung,” kata Kapolsek Pulogadung Kompol Sukadi saat dimintai konfirmasi, Senin, 16 Juli 2018.

Sukadi mengatakan Solikhin bekerja sebagai sopir salah satu murid di sekolah tersebut. Jenazah Solikhin ditemukan sore tadi sekitar pukul 16.00 WIB oleh majikannya, Apriliani.

Sukadi menjelaskan awalnya Apriliani mengira Solikhin hanya tertidur di mobil. Namun, ketika hendak dibangunkan, Solikhin tidak kunjung bangun.

“Apriliani selanjutnya meminta tolong ke satpam sekolah untuk mengecek kondisi korban dan diketahui denyut nadinya sudah tidak ada atau meninggal dunia,” jelas Sukadi.

Polisi pun langsung membawa jenazah ke Rumah Sakit Persahabatan. Sukadi menambahkan, berdasarkan keterangan keluarga dan majikannya, Solikhin memang mempunyai riwayat penyakit jantung.

“Memang ada riwayat sakit jantung (berdasarkan) informasi dari keluarga. Dia itu sopir, setiap hari nganter anak majikannya ke sekolah itu,” imbuhnya. (***)

sumber: detik.com

KRIMINALITAS

Senin | 16 Juli 2018 | 9:01

Tragis!! Kedua Anaknya Tewas Dibunuh Ibunya karna Putus Asa

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lampung – Diduga putus asa karena penyakit maag kronis tak kunjung sembuh, seorang perempuan di DesaTegineneng, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung nekat membunuh dua anaknya.

Kejadian yang merenggut nyawa anak berusia tiga dan delapan tahun itu spontan menggegerkan masyarakat sekitar pada Ahad, 15 Juli 2018 kemarin.

Menurut Kapolres Pesawaran Syaiful Wahyudi, hasil keterangan saksi yakni suami pelaku, kejadian itu berawal dari sang suami (TM) yang tengah tidur namun terbangun karena ompol dua anak mereka yang tidur bersamanya.

TM kemudian memanggil istrinya untuk membereskan ompol anak-anak tersebut. Pelaku dengan inisal DS (37) lalu pun memindahkan satu per satu anak mereka di kamar lain.

“Tak lama, berdasarkan keterangan suami, dia terbangun karena mendengar suara tangisan anak,” kata Syaiful Wahyudi pada Senin, 16 Juli 2018.

Ia pun tersentak ketika melihat kedua anaknya berlumuran darah dan istrinya pun tersungkur dengan 6 luka tusukan diperutnya.

Menurut pihak kepolisian, diduga pelaku kesal karena penyakit maag yang dideritanya tak kunjung sembuh sekalipun sebelumnya sudah menjalankan perawatan intensif di rumah sakit.

Suami dan warga sekitar lantas bergegas membawa korban dan pelaku ke rumah sakit. Namun di perjalanan, kedua anak pasangan DS dan TM tidak dapat diselamatkan.

Syaiful mengatakan, saat ini DS sendiri masih dalam perawatan di rumah sakit karena luka tusuknya, sambil memastikan kondisi kejiwaannya. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Sorong – Tak pernah ada yang menyangka niatan Sugito, seorang warga Sorong, mencari rumput dan kangkung berujung insiden nahas. Sugito tewas diterkam buaya. 24 jam setelahnya 292 buaya di penangkaran mati dibantai 400 warga.

Kepala Balai Besar Konservasi dan Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua Barat Basar Manullang dalam laporannya ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengatakan cerita bermula saat Sugito mencari sayur dan kangkung di sekitar penangkaran buaya pada Jumat, 13 Juli 2018 pagi.

Lokasi penangkaran itu dikelola oleh PT Mitra Lestari Abadi (MLA) di mana di dalamnya terdapat ratusan buaya. Sugito kemudian tewas diterkam oleh salah seekor buaya.

“Menurut pengakuan salah satu pegawai CV MLA, korban masuk tanpa izin. Di sekitar dan di dalam kolam tumbuh rumput dan kangkung. Kemungkinan korban mau ambil rumput dan kangkung tanpa memikirkan akibatnya,” ujar Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem KLHK Wiratno, Ahad, 15 Juli 2018.

Pasca tewasnya Wiratno, warga sekitar pun marah. Pada Jumat malam, mereka mendatangi penangkaran untuk meminta agar penangkaran itu ditutup. Mereka juga menanyakan izin usaha yang dimiliki leh CV MLA. Dalam pertemuan itu, CV MLA berkomitmen akan menunjukkan izin usaha dan menyanggupi memberikan uang santunan.

Kemudian pada Sabtu, 14 Juli 2018, Sugito dimakamkan. Tak lama setelah pemakaman berakhir sebanyak kurang lebih 400 orang mendatangi penangkaran yang dikelola CV MLA. Mereka langsung melakukan tindakan perusakan kantor.

“Kelompok massa langsung melakukan tindakan perusakan kantor, mess dan membantai semua persediaan buaya yang ada di dalam kolam pemeliharaan. Dalam kerumunan massa yg anarkis tersebut, ada Wakil Bupati Sorong (Pak Sunaryo) dan aparat Polsek namun tidak mampu berbuat banyak untuk menenangkan massa,” kata Kepala BBKSDA Papua Barat Basar Manullang.

Buaya berukuran sedang sampai indukan dibantai. Tak hanya itu, anak-anak buaya juga dilaporkan dijarah oleh warga yang melakukan pembantaian itu.

“Pada saat olah TKP, terdapat 292 ekor buaya mati dibunuh massa, yaitu sepasang indukan dan 290 ekor berukuran 8 sampai dengan 12. Pada saat pembantaian buaya, sebagian besar masyarakat melakukan penjarahan anakan buaya berukuran di bawah 4,” ujar Basar.

BBKSDA maupun KLHK menyesalkan kejadian ini. Mereka menyerahkan pengusutan kasus ini ke polisi. Wiratno mengatakan 292 buaya yang mati dibantai itu merupakan milik pemerintah atau negara.

“Semua milik pemerintah. Indukan bisa diambil dari penangkaran lain ataupun bisa mengambil dari alam ketika masih muda. Semua satwa liar itu adalah milik kita,” kata Wiratno.

Sementara itu polisi masih melakukan pengumpulan bahan keterangan. Mereka sudah berkomunikasi dengan pemilik PT MLA.

“Polisi melaksanakan pengumpulan bahan keterangan dan koordinasi terhadap saudara Albert Siahaan selaku pemilik PT Mitra Lestari Abadi dan masyarakat,” kata Kabid Humas Polda Papua Barat Hary Supriyono.

detikcom masih berupaya meminta konfirmasi perwakilan warga yang melakukan pembantaian terhadap 292 buaya di penangkaran CV MLA ini. Redaksi juga masih berusaha mengontak keluarga Sugito perihal lokasi pencarian kangkung yang disebut berada di area penangkaran. (***)

sumber: detik.com

SELEBRITIS

Minggu | 15 Juli 2018 | 18:06

Punya Jagoan yang Berbeda, Anang dan Ashanti Rela Berpisah

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Antusias menyambut malam final Piala Dunia 2018 juga mengisi keluarga Anang Hermansyah dan Ashanty. Malam nanti mereka pun akan mengadakan nonton bareng di rumah.

Selalu terlihat kompak, ternyata Ashanty dan Anang Hermansyah kali ini berpisah. keduanya punya jagoan yang beda, begitu juga dnegan Aurel Hermansyah dan Azriel.

“Besok kita sampai pakai proyektor gede di rumah, kita mau nobar. Aku Prancis, mas Anang Kroasia. Aurel ke aku, Ziel ke Mas Anang apa aku nggak tahu deh,” kata Ashanty kepada detikHOT, di kawasan Margonda, Depok, kemarin.

Jelang malam final pun, Ashanty ogah taruhan. Tidak taruhan saja, keluarganya diakui sudah kubu-kubuan.

“Nggak sih paling nanti jadi musuhan aja kubu-kubuan,” ujar Ashanty tertawa.

Jatuh cinta dengan timnas Prancis, Ashanty mengatakan karena aksi Zinedine Zidane. Namun tragedi Zidane menanduk bek Italia, Marco Materazzi pada Piala Dunia 2006 membuat Ashanty kecewa tapi tetap cinta timnas Prancis.

“Aku suka banget sama Zidane. Itu tuh keren banget. Abis itu dia kan bermasalah karena nyundul itu. Aku kecewa, tapi dari situ aku cinta banget sama Prancis,” ungkapnya. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bandung – Dua orang tak dikenal menerobos dan melemparkan panci diduga bom ke Mapolres Indramayu, Jawa Barat. Keduanya merupakan pasangan suami istri (pasutri).

“Iya benar sepasang suami istri,” ujar Kapolres Indramayu AKBP Arif Fajarudin saat dihubungi, Ahad, 15 Juli 2018.

Pasutri tersebut melakukan penyerangan terhadap Mapolres Indramayu pada Minggu dini hari sekitar pukul 02.35 WIB. Mereka datang menggunakan sepeda motor matic.

Gerak geriknya sempat diketahui petugas jaga. Namun mereka tetap menerobos masuk ke dalam. Bahkan pelaku melemparkan panci berisi bahan peledak.

Polisi yang mengetahui, langsung mengejar pelaku. Bahkan beberapa tembakan dilepaskan polisi. Namun pelaku kabur.

Hingga akhirnya, polisi dapat menangkap kedua pelaku tersebut. “Dua-duanya sudah tertangkap,” kata Arif.

Pelaku kini dirawat di RS Bhayangkara Indramayu karena mengalami luka tembak saat berusaha kabur. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Apresiasi terhadap atlet lari Lalu Muhammad Zohri atas prestasi gemilangnya di Kejuaraan Dunia Atletik 100 meter putra U-20 di Tempere, Finlandia, masih terus mengalir.

Apresiasi itu berupa unit usaha produktif minimarket Sodaqo yang diinisiasi oleh Global Wakaf – Aksi Cepat Tanggap (ACT).

Jumat, 13 Juli 2018 lalu, penghargaan berupa uang tunai senilai 25 juta rupiah diberikan oleh ACT kepada keluarga Zohri. Penghargaan terbaik untuk putra bangsa ini pun kembali diberikan, sebagai wujud syukur segenap masyarakat Indonesia oleh karya Zohri.

Sabtu, 14 Juli 2018, Presiden ACT Ahyudin menyerahkan bantuan unit usaha tersebut kepada keluarga Zohri di kediaman mereka yang terletak di Dusun Karang Pansor, Desa Pemenang Barat, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara, NTB.

“Prestasi Zohri ini adalah momentum bagi bangsa Indonesia untuk terus berlari, tidak lagi mundur. Berlari sekencang-kencang agar bangsa ini terus maju,” ujar Ahyudin.

Apresiasi dari Global Wakaf-ACT berupa unit usaha Sodaqo, menurut Ahyudin, karena prestasi Zohri yang telah mengharumkan nama bangsa. Ini juga diberikan sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan Zohri.

“Banyak berita yang kita dengar betapa banyak masa depan atlet yang kelam, padahal sudah mengharumkan bangsa ini. Kita tidak ingin masa depan Zohri terabaikan. Kita berikan penghargaan dalam bentuk minimarket senilai 300 juta ini untuk masa depan Zohri. Itu yang paling pokok,” lanjutnya.

Pemberian penghargaan ini dihadiri oleh CEO PT Hydro Perdana Retailindo (pengelola Sodaqo), Bupati Lombok Utara, Danrem TNI, dan tokoh masyarakat. Bupati Lombok Utara dan masyarakat Dusun Karang Pansor sangat mengapresiasi penghargaan yang diberikan Global Wakaf – ACT.

Sodaqo, manfaat berkelanjutan

Pemberian aset usaha produktif berupa minimarket Sodaqo merupakan ikhtiar yang lahir dari kerjasama Global Wakaf dengan PT. Hydro Perdana Retailindo sebagai perusahaan wakaf yang mengelola retail Sodaqo.

Ahyudin menjelaskan, gambaran bersih dari keuntungan minimarket ini minimal 10 juta sebulan. Sehingga, setiap bulannya rezeki itu mengalir bagi Zohri dan keluarga.

Tak hanya itu, CEO PT. Hydro Perdana Retailindo Syahru Aryansyah, menuturkan, manfaat pemberian minimarket ini tidak hanya dirasakan oleh Zohri, tetapi juga masyarakat sekitarnya. Ini tidak hanya sekedar pemberian, tetapi juga mencangkup sasaran yang lebih besar lagi.

“Tujuan diberikan tidak hanya membantu kesejahteraan mas Zohri dan keluarga tetapi juga menimbulkan efek sistemik untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. Dengan minimarket ini dapat menyerap lapangan kerja dan menggerakkan produk UMKM yang bisa masuk ke mini market melalui mas Zohri dan keluarga,” ucap Syahru Aryansyah, yang akrab disapa Ryan.

Ryan menerangkan, minimarket tidak hanya mengejar profit, tetapi juga bagaimana memberikan manfaat untuk masyarakat luas. Dalam waktu dua pekan ke depan gerai Sodaqo ini akan berdiri di dekat kediaman Zohri. Ryan berharap, penyerahan apresiasi ini bisa membangkitkan motivasi anak bangsa untuk mengharumkan Indonesia.

“Ini motivasi untuk kita semua agar tertular untuk masyarakat yang lain, tidak hanya bidang olahraga tetapi juga bidang lainnya,” jelasnya.

Semoga apresiasi ini membantu Zohri dalam membangun masa depan. Membantunya untuk tetap fokus meraih prestasi bagi bangsa Indonesia sekaligus memberdayakan masyarakat sekitar melalui unit usaha Sodaqo. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Yogyakarta – Tiga terduga teroris tewas dalam baku tembak dengan polisi di Jalan Kaliurang KM 9,5, Sleman, Yogyakarta pada Sabtu, 14 Juli 2018.

Densus 88 Antiteror terpaksa melepaskan tembakan karena, terduga teroris melakukan perlawanan terhadap petugas menggunakan parang dan senjata.

Karena membahayakan, Densus 88 terpaksa melakukan tindakan tegas terukur.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Mohammad Iqbal mengatakan, akibat insiden itu, 2 petugas Densus juga mengalami luka-luka di bagian tangan.

Kini, jenazah ketiga terduga teroris telah dibawa ke RS Bhayangkara, Yogyakarta.

Dilaporkan sebelumnya, telah terjadi baku tembak di Jalan Kaliurang KM 9,5 hingga menyebabkan jalan ditutup.

Kepala Desa Sardonoharjo Herjuno Wiwoho mengatakan, dia melihat cukup banyak polisi yang berjaga di lokasi kejadian.

“Polisi yang di lokasi saya lihat membawa laras panjang. Tapi saya tidak tahu ada kasus perampokan atau teroris,” katanya

Dia menuturkan, sebelum akses jalan ditutup, dua juga mendengar suara tembakan dan ada dua orang tergeletak di tengah jalan. (***)

sumber: kompas.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Istambul – Sebuah kafe di Istanbul, Turki, mengunggah sebuah video di media sosial yang memperlihatkan seekor singa berlari di kandang kaca yang sempit.

Mevzoo, sebuah kafe binatang yang berlokasi di distrik Beykoz, mengunggah singa berusia satu tahun bernama Khaleesi mengejar gadis kecil.

Hal tersbebut menuai kecaman, lantaran dianggap telah melakukan penyiksaan terhadap binatang.

Video itu dikecam karena menunjukkan Khaleesi berlari di kandang dengan lebar kurang dari satu meter sebagai hiburan bagi pengunjung.

Dilansir Oddity Central, kecaman makin keras dilontarkan setelah Mevzoo diketahui memiliki burung beo dan burung langka lainnya, buaya, hingga kuda.

Si pemilik, Cengiz Siklaroglu, mengaku dia memiliki dokumen yang dibutuhkan untuk menyimpan hewan langka tersebut.

Harian lokal Cumhuryiet melaporkan, Mevzoo terdaftar sebagai Kebun Binatang Kelas B dan Pusat Rehabilitas Binatang oleh Kementerian Kehutanan dan Perairan. Siklaroglu mengatakan, dia hanya mengambil hewan yang dianggap tidak bisa dipelihara oleh kebun binatang lokal.

Dia mengeluarkan uang banyak untuk memastikan binatang berada dalam kondisi layak. Antara lain menjamin pengobatan dan pakannya. Selain itu, kandang mereka juga melebihi standar yang direkomendasikan Asosiasi Kebun Binatang dan Akuarium Dunia.

“Mereka yang berteriak-teriak soal penyiksaan itu tidak tahu fakta yang sebenarnya,” keluh Siklaroglu.

Dia menyebut para pengkritik tidak tahu betapa susahnya mendapat izin untuk memelihara hewan tersebut, dan memenuhi segala peraturan yang berlaku.

Setelah video itu beredar dan petisi dimulai di change.org, Kementerian Kehutanan langsung menggelar penyelidikan. (***)

sumber: kompas.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Pati – Keluarga sales cantik, Siti Saidah alias Nindya, korban mutilasi oleh suaminya sendiri yakni M Kholili, tak terima dan kecewa karena pelaku hanya dituntut hukuman 14,5 tahun penjara. Tuntutan sebesar itu belum memenuhi rasa keadilan.

Ayah korban, Saryadi mengaku kecewa hasil sidang pembacaan tuntutan telah dilakukan di PN Karawang pada Selasa, 10 Juli 2018 lalu. Ia menilai, tuntutan 14,5 tahun penjara belum mewakili rasa keadilan hukum di negara ini. Selain itu pasal yang didakwakan bukan pembunuhan berencana namun masalah Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

“Kalau masalah hukuman cuma 14,5 tahun itu ya saya keberatan. Kalau hukuman seumur hidup paling tidak sesuai dengan umurnya saat ini, itu baru adil,” terangnya saat ditemui detikcom di rumahnya, Desa Srikaton RT 1 RW 5 Kecamatan Kayen, Pati, Sabtu, 14 Juli 2018.

Saryadi menganggap, tuntutan yang dilayangkan kepada terdakwa kurang tepat. Apalagi, pasal yang didakwakan terhadap terdakwa justru kekerasan dalam rumah tangga.

“Kalau kekerasan rumah tangga tidak menyebabkan sampai kehilangan nyawa, hukuman segitu itu tidak masalah. Tapi ini anak saya dibunuh, bahkan sampai dimutilasi dibakar, apa tidak keji itu,” terangnya.

Ia meminta agar peradilan di Indonesia bisa lebih memberikan payung hukum yang adil atas kasus kematian anaknya tersebut.

“Saya tidak bawa advokat atau apa untuk menuntut, kan saya bukan ingin menuntut. Tapi saya hanya ingin ada keadilan di negara ini,” tegasnya.

Saryadi mengaku pada awalnya pelaku termasuk melakukan pembunuhan berencana. Namun setelah sidang justru masalah KDRT.

“Ya kan awalnya duli dikiranya itu masuk ke pembunuhan berencana. Tapi ternyata ini masuknya justru ke KDRT,” katanya.

Menurut Saryadi, jika tuntutan atas pertimbangan bahwa tersangka masih memiliki tanggungan seorang anak, hal itu justru dibantahnya. Ia menyebutkan, sejak kejadian sang anak sudah langsung dipulangkan ke Pati dan kini dinafkahi oleh Saryadi yang merupakan kakeknya.

“Lha justru tanggungannya sekarang melimpah ke saya selaku kakeknya. Ya saya tidak masalah, tapi apa bisa hal itu jadi pertimbangan. Toh sekarang saya yang menafkahi anak ini,” paparnya.

Tak hanya anak yang kini dinafkahi oleh Saryadi dan istrinya, Nyami. Ia mengaku ada tanggungan lain yang dibebankan kepadanya seperti bank dan kredit motor.

“Ada bank itu saya yang nyelesaiin, sudah saya lunasi. Yang kredit motor ninja sempat dilimpahkan ke saya, ya saya keberatan sudah saya biarkan disana (tanggungan tersangka),” katanya. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Magelang – Polres Magelang mengamankan Saryono (44), warga Desa Gondangrejo, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang. Pria tersebut diduga tega meracuni kekasih gelapnya, Muntowiyah (42) dengan obat serangga hingga tewas.

“Berdasarkan keterangan pelaku dan para saksi, aksi ini dilakukan karena pelaku takut hubungan gelap keduanya diketahui keluarga. Apalagi korban tengah hamil,” jelas Kepala Sub Bagian Humas Polres Magelang AKP Tugimin, di Mapolres Magelang, Jumat 13 Juli 2018.

Tugimin mengatakan, tindakan nekat pelaku dilakukan di rumah korban, Kamis, 12 Juli 2018 sore.

Modusnya, pelaku memberikan minum kepada korban yang diduga telah dicampur dengan obat serangga dan insektisida terlebih dahulu.

Pelaku mengatakan kepada korban bahwa minuman tersebut telah dicampur dengan obat sehat agar korban percaya.

“Korban yang minum cairan tersebut kemudian mengalami gejala mirip keracunan seperti kejang-kejang sampai tidak sadarkan diri,” ungkap Tugimin.

Saksi mata yang melihat kejadian tersebut kemudian langsung menolong korban dan berteriak meminta bantuan warga lainnya. Sementara pelaku melarikan diri.

“Saat ditolong oleh warga, korban masih kejang-kejang, namun kemudian meninggal dunia saat akan dibawa ke Puskesmas Windusari,” terangnya.

Polsek Windusari, Polres Magelang telah melakukan oleh tempat kejadian perkara dan mengamankan satu buah plastik warna putih yang didalamnya terdapat sisa-sisa cairan diduga racun. Selain itu, gelas bekas yang digunakan oleh korban untuk minum, serta tes pack kehamilan bertanda positif.

“Dari hasil pemeriksaan oleh tim medis, korban mengalami keracunan dan kini telah dioutopsi ke RSUP Dr Sardjito Yogyakarta,” urai Tugimin.

Akibat perbuatannya, pelaku harus mendekam dalam sel tahanan Mapolres Magelang. Dia terancam Pasal 338 Jo 347 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Rekaman video seorang pria berbaju orange bertuliskan polisi tengah memarahi dua ibu-ibu di sebuah minimarket menyebar melalui media sosial.

Dalam video tersebut memperlihatkan pria tersebut menendang dan memukul menggunakan sandal salah seorang ibu dan anak di minimarket.

Dengan nada keras pria itu bertanya ke dua orang perempuan dan satu bocah.

Terdengar dia meminta salah seorang di minimarket untuk membawa mereka ke mobil. Sementara kedua ibu tersebut terus menangis dan meminta maaf.

“Diam kamu,” ujar si pria tersebut.

Polisi menyebut peristiwa itu terjadi di Kota Pangkalpinang pada Rabu, 11 Juli 2018 malam. Pria yang melakukan penganiayaan tersebut merupakan Kasubid Ditpamobvit Polda Kepulauan Bangka Belitung AKBP Yusuf SE.

“Iya. Dia pemilik toko,” kata Kabid Humas Polda Bangka Belitung AKBP Abdul Munim saat dihubungi Liputan6.com, Jumat, 13 Juli 2018.

Menurut Munim, aksi perwira polisi tersebut lantaran emosi terhadap sekelompok orang yang mencuri tokonya di Jalan Selindung, Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung. Ibu-ibu yang ditendang dan dipukul AKBP Yusuf diduga merupakan komplotan pencuri tersebut.

“Saat itu ada pemilik toko berinisial Y melihat kejadian pencurian di tokonya. Lalu Y bertanya-tanya kepada pelaku pencuri sambil melakukan tindakan kekerasan,” kata Munim.

Munim menambahkan, kegeraman AKBP Yusuf memuncak setelah diinterogasi kedua ibu-ibu tersebut mengelak mencuri. Sementara komplotan lainnya kalang kabut saat aksinya diketahui pemilik toko.

“Pura-pura belanja, berombongan berjumlah tujuh orang. Enam masuk toko dan satu menunggu di mobil Avanza. Tiga ketangkap,” kata dia.

Komplotan ini diduga mencuri sejumlah susu, mi instan dan selendang. Pencurian ini membuat pemilik toko rugi Rp 600 ribu.

Kasus pencurian ini sudah dilaporkan penjaga toko ke Polres Pangkalpinang. Sementara kasus dugaan penganiayaan dilakukan AKBP Yusuf ditangani oleh Bidpropam Polda Bangka Belitung.

“Y terpancing emosi karena mereka ramai-ramai maling, saat yang ketangkap ditanya bilangnya tidak tau semua,” kata Munim. (***)

sumber: liputan6.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Kopi panas yang mengepul enaknya dinikmati di pagi hari yang dingin, sementara kopi dingin atau es kopi akan menyegarkan bila diminum di siang hari.

Itu dari sisi waktu. Tapi, bagaimana ya kalau dari sisi kesehatan, mana yang lebih sehat, kopi dingin atau kopi panas?

Kalau soal rasa, tentunya ini semua tergantung pada selera masing-masing. Hanya saja kalau bicara soal mana yang lebih sehat, mungkin penjelasan ini bisa sedikit membantu.

Mengutip Times of India, kopi itu sendiri pada dasarnya mengandung sejumlah manfaat kesehatan yang baik untuk tubuh, yakni dapat menurunkan risiko penyakit jantung, diabetes tipe 2, depresi dan berbagai penyakit yang berkaitan dengan gangguan saraf.

Bahkan baru-baru ini dilaporkan kopi dapat memperpanjang umur.

Tingginya kadar polifenol, mineral dan antioksidan inilah alasan di balik kopi aman untuk dikonsumsi. Senyawa bioaktif dalam kopi juga menjadi alasan utama yang membuat kopi sehat untuk diminum.

Hebatnya lagi, menambahkan es ke kopi (kopi dingin) tidak akan mengubah senyawa bioaktif di dalamnya, sehingga membuat kopi dingin sama sehatnya dengan kopi panas.

Ditambah, gizi yang dimiliki kopi tidak terpengaruh oleh suhu.

Tetapi bila dibandingkan lagi, kopi dingin jauh lebih baik daripada kopi panas. Ini karena, kopi dingin bisa menjadi pilihan tepat bagi mereka yang memiliki masalah lambung. Sifat asam yang terkandung dalamnya turun menjadi 67 persen, demikian terasa lebih baik pada sistem pencernaan.

Tapi bagi mereka yang sedang berjuang melawan insomnia, sebaiknya hindari mengonsumsi kopi dingin. Sebab, kopi dingin memiliki konsentrasi kafein yang lebih tinggi. Jika memang tidak bisa menghindarinya, minumlah empat jam sebelum waktu tidur. (***)

sumber: detik.com