Berita Oleh: Ali Mahmud

prestasi korem

TANJUNG PINANG

Sabtu | 05 Januari 2019 | 15:03

2018, Korem 033/WP Zero Pelanggaran

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tanjungpinang – Danrem 033/Wira Pratama, Brigjen TNI Gabriel Lema, S. Sos berikan jam pimpinan dilapangan bola Makorem 033/Wira Pratama di Jln Sei Timun KM 14 Tanjungpinang, Jumat, 4 Januari 2019.

Untuk menjaga stamina, kebugaran dan kesehatan prajurit Korem 033/WP melaksanakan pembinaan fisik dengan lari 5 Km. kegiatan tersebut dilaksanakan secara bersama-sama dan kompak sesuai petunjuk anggota jasrem.

BACA JUGA

Korem 033/WP Doa dan Galang Dana untuk Korban Tsunami

Hari Ibu di Korem 033/WP Berlangsung Hikmat dan Aman

Usai pelaksanaan olahraga bersama, anggota menerima jam pimpinan dari Danrem 033/Wira Pratama Brigjen TNI Gabriel Lema, S. Sos, dimana Danrem manyampaikan apresiasi dan dedikasi atas semangat pengabdian seluruh prajurit dan PNS Korem 033/Wira Pratama karena telah melewati tahun 2018 dengan mencapai kondisi zero pelanggaran.

Selanjutnya Danrem juga mengingatkan menghadapi tantangan yang semakin berat kedepan, prajurit Korem 033/WP harus mampu mengantisipasi perubahan lingkungan strategis.

Tiga Keindahan Geopark Natuna ‘Memaksamu’ untuk Datang

Jaga Kebersamaan Umat Dalam Peringati Hari Amal Bakti – 73

Promo Awal Tahun Tunas, Diskon Special Rp30 Juta

Sementara itu, menjelang pemilu bulan April 2019 jajaran Korem agara mewaspadai, menjaga diri dan menahan diri, ingat prajurit tidak boleh menjadi alat suatu golongan atau orang siapapun juga, jangan sekali-kali terlibat kegiatan politik praktis apapun bentuknya, tegas Danrem.

Dalam Jam pimpinan terebut juga di hadiri Kasrem, para Kasi, Kabalak serta seluruh anggota dan PNS Makorem 033/Wira Pratama. (penrem033wp).

BATAM

Senin | 31 Desember 2018 | 8:09

PM-PIK Sukses untuk Masyarakat

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Walikota dan Wakil Walikota, Muhammad Rudi-Amsakar Achmad mempunyai program pemberdayaan masyarakat percepatan infrastruktur kelurahan (PM-PIK).

Sejak 2016 tiap kelurahan mendapat anggaran yang sama besar untuk membangun infrastruktur seperti jalan lingkungan, drainase permukiman, jerambah untuk di pulau, dan sebagainya.

Banyak manfaat yang sudah dirasakan masyarakat sejak program ini bergulir. Jalan kavling yang tadinya tak tersentuh pembangunan, kini sudah ditingkatkan kualitasnya demi aksesibilitas masyarakat.

Jerambah (jalan antar rumah di atas laut) yang awalnya dibangun dengan bahan kayu kini sudah berkonstruksi beton.

Berdasarkan data Dinas Perumahan Rakyat, Permukiman, dan Pertamanan, periode 2017-2018 lebih dari 90 km jalan lingkungan dan hampir 37 km drainase permukiman yang diperbaiki melalui program PIK ini.

Tahun depan, panjang jalan lingkungan yang akan diperbaiki dengan dana PIK yakni 181,5 km dan drainase permukiman sepanjang 35,5 km.

Pelaksanaan program PIK ini mengacu pada UU 23/2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Pada salah satu pasal disebutkan bahwa pemerintah daerah kabupaten/kota mengalokasikan anggaran dalam APBD untuk pembangunan sarana dan prasarana lokal kelurahan dan pemberdayaan masyarakat di kelurahan.

Dan sesuai namanya, program ini memberdayakan masyarakat, Mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, sampai pelaporan dilakukan oleh kelompok kerja masyarakat (pokjamas).

Progam ini dibuat agar pembangunan merata dan berimbang. Peningkatan infrastruktur tak hanya di jalan utama tapi juga menyentuh sampai ke permukiman warga. (***)

Sumber: Dinas Perakimtan Kota Batam

panti pijat

BATAM

Rabu | 26 Desember 2018 | 19:39

Kecewa, Tanpa Alasan Kasir Panti Pijit Dipecat

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – KECEWA. Inilah yang dirasakan, Cika Vita Rika. Soalnya, belum satu bulan bekerja di salah satu panti pijit di Bengkong dipecat tanpa alasan.

Warga Kelurahan Sadai, Kecamatan Bengkong ini mengaku bingung yang jadi penyebab ia dipecat sepihak oleh managemen. Hal ini menimbulkan kekecewaan. Soalnya, saat bergabung dengan managemen, ia mengajukan diri dengan surat lamaran.

“Masuk kerja pakai surat lamaran. Kenapa dipecat tapi tak dijelaskan alasannya. Dan sampai saat ini, tidak ada kesalahan yang saya lakukan, apalagi yang menyebabkan terjadinya kerugian bagi perusahaan,” kata Cika. Pemecatan ini terjadi, katanya lebih jauh, saat dirinya tidak masuk kerja.

Lebih jauh dijelaskannya, saat ia tidak masuk kerja, ia meminta izin dari managemen. Dan untuk memperkuat, tambahnya, diajukan surat MC dari dokter. Dari keterangan dokter, lanjutnya, ia diminta untuk istirahat selama dua hari.

“Pada saat itu, meski sakit, saya tetap masuk karena kursi kasir kosong. Dan malam itu, leader (pimpinan) saya juga tidak masuk lantaran Off,” katanya.

Lalu, katanya, keesokan harinya, ia tidak masuk. Dikarenakan tidak masuk, leader minta saya untuk tidak masuk kerja lagi. Karena tak memberikan alasan, katanya, hingga terjadi keributan saat itu.

Pemecatan sepihak tanpa alasan ini menjadi perhatian Andi Jasrudin, Ketua Hinterland Centre. Ia mengatakan keputusan managemen memecat karyawannya itu ada tahapan dan aturannya. Setidaknya, managemen harus memberikan peringatan terlebuh dulu.

“Orang gak masuk kerjakan sudah ada izin, sudah ada MC dari Dokter, kok malah diberhentikan? Seharusnya, ada surat peringatan dulu. Padahal, saat masuk kerja pakai prosedur, apa lagi dijanjikan kalau sakit ada BPJS, ternyata dalam keadaan sakit, uang sendiri untuk biaya berobat,” katanya mengritisi managemen panti pijat tersebut.

(eddy)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Wakil Bupati Lingga, Nizar memberikan kabar sejuk yang bahagian kepada mahasiswa Lingga yang menuntut ilmu di Ibukota Kepri, Tanjungpinang.

Rencana pembangunan asrama di Tanjungpinang tahun 2019 segera terealisasi. Untuk tahan awal pembebasan lahan untuk pembangunan asrama tersebut, sudah dialokasikan di anggaran pengeluaran dan belanja daerah (APBD) Kabupaten Lingga.

Ketua Ikatan Mahasiswa Kabupaten Lingga (IMKL) di Tanjungpinang, Ryan mengatakan Wakil Bupati Lingga, Nizar menyambut baik. Dan untuk pembebasan lahan, katanya, dianggarkan di APBD murni 2019.

“Tapem sudah diperintahkan untuk menyelesaikan pembelian lahan tersebut,” ujar Ryan menirukan ucapan Wakil Bupati Lingga saat melakukan kunjungan kepada mediakepri.co.id, Rabu, 26 Desember 2018.

Lebih jauh dijelaskannya, selesai tahap pembebasan lahan, selanjutnya Pemkab Lingga berkoordinasi dengan PU untuk melakukan pembangunan fisik asramanya.

“Kami akan terus menggiring proses pembebasan ini,” katanya menutup. (bran)

natal di korem

TANJUNG PINANG

Rabu | 26 Desember 2018 | 16:56

Duet Gubernur Kepri dan Danrem 033/WP Meriahkan Suasana Natal

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tanjungpinang – Danrem 033/WP Brigjen TNI Gabriel Lema, S. Sos dan keluarga gelar open house Natal 2018 Gedung Serba Guna Makorem 033/Wira Pratama di Jln Sei Timun KM 14 Tanjungpinang, Selasa, 25 Desember 2018.

Perayaan Natal 25 Desember dan Tahun Baru 2019 tersebut mengangkat tema, ”Jadikan Hikmah Tahun 2018 Sebagai Perwujudan Profesionalitas Prajurit dan PNS TNI AD untuk Rakyat”.

Tampak tamu undangan, Gubernur Kepri Nurdin Basirun, Kapolda Kepri, Danlantamal IV TPI, Walikota Tanjungpinang serta FKPD Kepri, para Perwira Staf Korem 033/Wira Pratama. Serta seluruh anggota menghadiri Open House dalam perayaan natal 2018 dan tahun baru 2019 ini.

Danrem 033/Wira Pratama Brigjen TNI Gabriel Lema, S. Sos menyampaikan ucapkan, selamat Natal 25 Desember 2018 dan selamat tahun baru 2019 kepada seluruh hadirin, para prajurit dan ASN Korem 033/Wira Pratama yang merayakannya.

Danrem mengatakan setiap tanggal 25 Desember bukan sebatas rutinitas dan tradisi agama tetapi tentunya lebih kepada ungkapan syukur serta pengingatan kembali kepada manusia untuk sadar dan merespon Karya dan Kasih Tuhan yang begitu besar bagi manusia. Dan rasa kebersamaan, tambahnya, menciptakan kondisi aman untuk Kepri secara keseluruhan dalam kondisi yang kondusif. Hal ini karena adanya saling kerjasama yang baik antara komponen anak bangsa yang ada dengan TNI-Polri dan Masyarakat sesuai dengan selogan Provinsi Kepri yaitu : TNI-Polri Dan Rakyat Bersatu Tak Terkalahkan.

Dalam Open House perayaan Natal tahun 2018 ini, Bapak Gubernur Kepri Bapak Nurdin Basirun juga menyumbangkan suara emasnya bernyanyi bersama Danrem 033/Wira Pratama. (penrem033wp).

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Target pendapatan pajak Kecamatan Lingga Timur Kabupaten Lingga sudah terialisasi, bahkan melebihi dari 200 persen untuk tahun 2018.

Hanya saja, mereka belum beruntung untuk masuk nominasi di Gebyar Pajak Bapenda Kabupaten Lingga beberapa waktu lalu. Target awal Kecamatan Lingga Timur untuk tahun 2018 sebesar Rp8.000.000, terialisasi Rp.18.700.000.

Said Hendri, Sekcam Lingga Timur mengatakan, pemerintah kecamatan sudah berupaya semaksimal mungkin. Saat ini, katanya, kinerja jajarannya sudah memuaskan dengan kemampuan unutk mencapai target, bahkan melebihi.

Lebih jauh, katanya, ditahun 2019 mendatang Pemerintah Kecamatan Lingga Timur akan menargetkan pendapatan pajak reklame/iklan diangka Rp. 25.000.000 dalam setahun. Untuk mencapai target ini, sebutkanya, dibuktikan dengan kerja keras.

“Pajak ini merupakan salah satu pelimpahan tugas kewenangan Bupati kepada Camat, melalui surat kepala badan, yakni sebagai koordinator pajak,” kata Said kepada mediakepri.co.id, Senin, 24 Desember 2018.

Dikatakannya, kecamatan akan melakukan berinovasi untuk lebih mengoptimalkan pajak Bumi Bangunan Pedasaan dan Perkotaan (PBB-P2). Kedepan, katanya, kita tidak akan sibuk lagi mendata masyarakat yang belum membayar pajak yang baru.

Untuk tahun 2019 mendatang, tambahnya, setiap masyarakat yang mengurus registrasi kepemilikan lahan (SKT/Sporadik) di Kantor Camat wajib melengkapi permohonan pembayaran PBB diantaranya wajib mengisi formulir SPOP (surat pendaftaran objek pajak) dan LSPOP yang berada di kecamatan.

Bukan hanya pajak, katanya lebih jauh, retribusi akan menjadi perhatian pada tahun 2018 pembelakuan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) agar bangunan yang dibangun ke depan mengacu pada Perda Bangunan Gedung.

Untuk meningkatkan kinerja pelayanan Pajak dan Retribusi Daerah telah di canangkan Pembentukan Tim Koordinator Pelayanan Pajak dan Retribusi di Kecamatan Lingga Timur pada tahun 2019 akan datang. (bran)

pwi konfresi

RILIS

Jumat | 21 Desember 2018 | 20:03

Ketum PWI Hadiri Konferensi Kerja PWI Papua Barat

MEDIAKEPRI.CO.ID, Papua – Ketua Umum (Ketum) PWI Pusat, Atas S Depari, yang juga sebagai salah seorang pendiri SMSI didampingi Ketua Bidang Organisasi PWI, Firdaus, Jumat, 21 Desember 2018 pagi, tiba di Bandara Rendani Manokwari, Papua Barat.

Kadis Kominfo Mansel Maxsimatau dan Ketua DKP Papua Barat Aziz Tokan, menyambut kedatangan tersebut dengan pengalungan manik-manik dan Noken.

Kedatangan Ketum dan Ketua Bidang Organisasi Pusat ini, dalam rangka menghadiri konferensi kerja PWI Papua Barat yang digelar di Kabupaten Manokwari Selatan (21-22) Desember 2018, tepat pukul 15.15 WIT.

Ketua PWI Papua Barat, Bustam, mengatakan konferensi kerja yang digelar merupakan konferensi yang pertama sejak pengurus PWI Papua Barat dilantik pada Februari 2018 lalu.

“Konferensi ini dalam rangka mewujudkan pers berkeadikan, independen dan profesional. Disamping itu saya menghimbau, anggota setiap anggota PWI wajib mengikuti uji kompetensi wartawan,” ujarnya.

Ditempat yang sama, Ketua Umum PWI Pusat, Atal S Depari menjelaskan, PWI Papua Barat menjalankan program sesuai dengan hasil konferensi kerja yang digelar.

“Program kita harus dapat dipertanggung jawabkan. Banyaknya lembaga survei yang terkesan berbayar dan tidak menutup kemungkinan akan bias. Dalam mendekati pemilu ini, PWI akan mengaktifkan kembali Mapilu PWI. PWI punya jaringan di seluruh Kota dan kabupaten yang akan menjadi pemantau pemilu yang obyetif,” pungkas Atal S Depari.

Sementara itu, Bupati Manokwari Selatan, Markus Waran, ST, M.Si yang turut hadir dalam kesempatan tersebut mengapresiasi dan berterimakasih atas kegiatan yang digelar.

“Terimakasih kepada PWI Papua Barat yang telah mempercayaķan Mansel sebagai penyokong utama konferensi ini. Kami menaruh harapan besar kepada PWI menjadi pendorong pembangunan di daerah,” tutur Bupati.

Ditambahkan Bupati, di tahun politik ini, pemerintah berharap PWI dapat menjaga indepensi karena menurut Bupati dengan menjaga hal tersebut, media tidak akan tergilas oleh zaman. “Selanjutnya dapat menjadi agen pembangunan,” tandas Bupati seraya menyebut Mansel dengan potensi pertanian dan perkebunan yang dimiliki, peluang untuk berinvestasi, masih terbuka lebar.

Selanjutnya Acara Konferensi kerja di Pimpin Oleh Bustam, ketua PWI Papua Barat, dipandu Firdaus ketua Bidang Organisasi PWI Pusat.

Pada kesempatan tersebut, Firdaus yang juga Sekretaris Jenderal Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Pusat, mengkordinasikan program PWI Barat dan pengurus SMSI Papua Barat dalam rangka menghadapi Hari Pers Nasional (HPN) 2019 di Surabaya, Jawa Timur. Salah satu agenda HPN tersebut, Akan menghadirkan narasumber Markus Waran Bupati Mansel, sebagai matahari dari Timur. (***)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta-  Kementerian Komunikasi dan Informatika telah melakukan pemblokiran terhadap total 738 sistem informasi fintech ilegal pada tahun 2018. Sistem informasi itu terdiri atas 211 website dan 527 aplikasi fintech ilegal pada Google Playstore.

Plt Kepala Biro Humas Kemkominfo RI, Ferdinandus Setu mebagtakan, jumlah website paling banyak diblokir pada bulan Desember 2018, yakni sebanyak 134 website. Sementara aplikasi dalam google playstore terbanyak diblokir pada bulan Desember sebanyak 216 aplikasi.

Menurut data per 20 Desember 2018, kata Ferdinandus, pada bulan Januari sampai dengan Juli 2018 tidak ada website dan aplikasi yang diblokir. Pada bulan September 2018, Kominfo melakukan pemblokiran terhadap  77 website.

“Untuk aplikasi berbasis Google Playstore, Kementerian Kominfo pada bulan Agustus 2018 melakukan blokir terhadap 140 aplikasi.  Pada bulan berikutnya, September 2018, dilakukan blokir untuk 171 aplikasi,” pungkas Ferdinan melalui rilis yang diterima mediakepri.co.id, Kamis, 20 Desember 2018.

Ferdinandus mengatakan, pemblokiran dilakukan Kementerian Kominfo berdasarkan permintaan OJK selaku instansi pengawas dan pengatur sektor jasa keuangan. Selain itu, pemblokiran juga dilakukan atas dasar aduan masyarakat melalui aduan konten serta penelusuran mesin AIS Kementerian Kominfo.

Bagi masyarakat yang menemukenali adanya website atau aplikasi yang terindikasi termasuk fintech ilegal, dapat melaporkannya melalui aduankonten.id atau akun twitter @aduankonten agar bisa ditindaklanjuti oleh Satuan Tugas Waspada Investasi Illegal yang beranggotakan lebih dari 13 kementerian dan lembaga.(*)

Sumber: Humas Kemkominfo RI

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta- Terbitnya PP No. 49 Tahun 2018 tentang Manajemen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) membuka peluang bagi kalangan profesional, diaspora, hingga eks tenaga honorer untuk menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN). PPPK dapat mengisi Jabatan Fungsional (JF) dan Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) tertentu sesuai kompetensi masing-masing.

Demikian dikatakan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Syafruddin saat berdialog dengan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) di Jakarta, Rabu 19 Desember 2018.

“Ditetapkannya Peraturan Pemerintah (PP) terkait P3K ini, memberikan ruang kepada profesional, antara lain eks pegawai honorer,” ujarnya.

Syafruddin berharap, melalui kebijakan tersebut para diaspora yang berada diluar negeri dapat kembali ke Indonesia dan berkesempatan untuk membangun bangsa dengan ilmu yang dimiliki. Selain itu PPPK juga dapat menjadi tempat para honorer yang telah mengabdi kepada negara selama puluhan tahun, dengan mempertimbangkan kualifikasi dan kompetensi yang dimiliki.

Syafruddin mengatakan untuk eks tenaga honorer akan diprioritaskan seperti guru, tenaga kesehatan, dan penyuluh pertanian. Namun demikian, bukan berarti eks tenaga honorer dapat serta merta menjadi PPPK. Berdasarkan PP 49/2018 mereka akan tetap melalui proses seleksi, agar memperoleh SDM yang berkualitas.

PP 49/2018 menetapkan, batas pelamar PPPK terendah adalah 20 tahun dan tertinggi satu tahun sebelum batas usia jabatan tertentu. Misalnya, untuk tenaga guru yang batas usia pensiunnya 60 tahun, berarti bisa dilamar oleh warga negara Indonesia baik profesional, diaspora maupun honorer yang berusia 59 tahun. Demikian juga untuk jabatan lain.

Sesuai amanat Undang-Undang No. 5/2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN), rekrutmen PPPK juga melalui seleksi. Ada dua tahapan seleksi, yakni seleksi administrasi dan seleksi kompetensi. Pelamar yang telah dinyatakan lulus seleksi pengadaan PPPK, wajib mengikuti wawancara untuk menilai integritas dan moralitas sebagai bahan penetapan hasil seleksi.

Untuk pelamar JPT utama tertentu dan JPT madya tertentu yang telah lulus seleksi pengadaan PPPK, selain mengikuti wawancara untuk menilai integritas dan moralitas, juga mempertimbangkan masukan masyarakat sebagai bahan penetapan hasil seleksi.

Setiap ASN yang berstatus PPPK mendapat hak dan fasilitas yang setara dengan PNS. PPPK memiliki kewajiban serta hak yang sama dengan ASN yang berstatus PNS. Kecuali jaminan pensiun, PPPK juga mendapat perlindungan berupa jaminan hari tua, jaminan kesehatan,  jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian, serta bantuan hukum. (byu)

Sumber: Humas Menpan-RB

Ratusan Ribu Produk Hasil Penindakan Selama 2018

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Kepri memusnahkan 418.316 pieces obat dan makanan ilegal pengungkapan selama 2018, Selasa, 18 Desember 2018. Wakil Gubernur Kepri, Isdianto mengapresiasi kinerja BPOM yang menyelamatkan miliaran uang negara.

BACA JUGA

Panglima TNI Resmikan Satuan TNI Terintegrasi dan Sarpras Pertahanan di Natuna

Tingginya Angka Kemiskinan Lingga Jadi Perhatian Mahasiswanya

Kepala BPOM, Kepri Yosef Irwan, mengatakan dari 418.316 pieces obat dan makanan ilegal tersebut terdiri dari 3874 jenis obat dan makanan dimusnahkan secara simbolis. Dan ratusan ribu produk yang dimusnahkan ini nilai ekonomisnya sebesar Rp4,7 miliar.

Kesemua obat dan makanan tersebut, kata Yosef Irwan, hasil pengawasan dan penindakan tahun 2018.

Danrem Dampingi Pangdam Tinjau Pangkalan Kapal di Natuna

” BPOM di Batam melakukan pemusnahan obat dan makanan ilegal hasil pengawasan dan penindakan tahun 2018 sebanyak 418.316 pieces dengan nilai ekonomi 4,7 M. BPOM bukan hanya melakukan pengawasan dan pembinaan. melakukan efek jera dengan pemusnahan,” ujarnya di halaman kantor BPOM Kepri.

Wakil Gubernur Kepri H Isdianto MM, mengatakan dalam rangka pumusnahan obat dan makanan oleh BPOM, ini suatu hal kinerja yang sangat baik dari BPOM.

” Menyelamatkan miliaran uang negara. Dan menyelamatkan nyawa anak anak di Kepri. Karena banyak sekali obat obatan yang tidak resmi. Jika ini berlanjut ini akan mempengaruhi kesehatan anak,” ujarnya.

Hadir pada pemusnahan obat dan makanan ilegal tersebut yakni Kadinkes Kota Batam, Polda Kepri diwakili Suherman Zein, hadir juga perwakil BNN Kepri. Serta Kejati Kepri. Selain melakukan pemusnahan obat ilegal tersebut, Wagub Kepri Isdianto secara simbolis juga melakukan pemotongan pita diluncurkannya mobil penindakan BPOM Kepri, sekaligus pemusnahan simbolis menggunakan mesin pemusnahan obat dan makanan. (adinarof)

MEDIA KEPRI.CO.ID, Lingga – Anak merupakan titipan Tuhan yang harus dijaga. Begitu pula pemahaman tentang karakter yang harus ditanamkan kepada anak mulai dari sejak usia dini.

Untuk itu, program pranting yayasan Melayu Cendikia TK Islam Adzkia di Lereng Bukit Kuali, Kelurahan Daik, Kecamatan Lingga bersama komite memberikan tuntunan kepada orang tua, agar program pendidikan anak yang dinginkan tercapai.

BACA JUGA

Aziz Martindas: Liga Sepakbola Lingga Satu Program Unggulan

Ini Guru dan Kepsek Berprestasi di Lingga Terima Penghargaan Alias Wello

Pandangan ‘Kalam’ Sutardji Tahun Lalu Tentang Daik Lingga

Neti Elpere, Kepala Sekolah TK Islam Adzkia mengatakan, parenting merupakan wadah yang sudah diprogramkan per semester. Untuk meningkatkan keterampilan orang tua, khususnya dalam melakukan pengasuhan anak dalam keluarga sendiri.

Lebih jauh katanya, karakter anak ini sangat berbeda satu sama lain. Karena, tambahnya, diusia dini setiap permainan adalah ilmu yang diberikan, tapi kalau orang tua yang tidak memahami ini, maka menjadi hal yang biasa saja.

“Program ini mendapatkan respon positif dari orang tua bekerja sama dengan komite sekolah, tentu untuk pendidikan anak yang lebih positif,” katanya berharap kepada mediakepri.co.id, Rabu, 5 Desember 2018.

potensi anak

Ira Wati Konseling rumah anak Indonesia bersama kepala sekolah TK Islam Adzkia saat menyampaikan materi parenting. (bran)

Sementara itu ditempat yang sama, Ira Wati Konseling rumah anak Indonesia mengatakan, anak merupakan titipan Allah. Kalau menginginkan anak menjadi baik dan sholeh, katanya, tentu dimulai dari orang tuanya memberikan contoh terlebih dulu.

Setiap orang tua punya naluri ingin anak menjadi baik, tapi tetap harus belajar, diantaranya, dengan wadah media yakni ilmu parenting agar lebih mudah melakukan komunikasi kepada anak. Karna karakter anak berbeda beda, perlu metode yang berbeda untuk menerapkan.

Selain itu Ira mengatakan, dasar yang diberikan lebih menanamkan konsep Islam, bagaimana orang tua saling memahami tugas suami dan istri untuk mendidikan karakter anak.

Lebih jauh dikatakan Ira sebagai konsultan anak, dirinya menilai, anak TK Islam Adzkia karakteristiknye lebih baik. Sudah ingat diantaranya, bagaimana adab ketika makan membaca doa. belajar dengan berdoa lebih mudah melakukan diajak kompromi , bukan berarti secara global yang lain tidak baik.

Ibu Persit Korem 033/WP Dapat Penyuluhan Psikologi Mendidik Masa Depan Anak

Geopark Natuna Menuju UNESCO Global Geopark

Tokoh Kontroversial yang Fokus Penghapusan Pengaruh Apartheid Berjuluk ‘Bapak Bangsa’

“Kedepan, tentu TK Islam lebih maju, dan guru lebih professional, sebagai motor penggerak pendidikan, kalau gurunya profesional, anak didik akan lebih mudah diterapkan menjadi anak yang soleh dan sholeha,” sebutnya. (bran)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tanjungpinang – untuk meningkatkan kemampuan prajurit anggota Makorem 033/Wira Pratama melaksanakan kegiatan latihan Yongmoodo sebagai program rutin yang digariskan Komando dan  dengan melaksanakan tehnik gerakan dasar pukulan dan tendangan.

BACA JUGA

Hari Pahlawan, Korem 033/WP Ajak Masyarakat Introspeksi Diri

Gabriel Berikan Motivasi pada Ratusan Anggota Makorem 033/WP di Kesemaptaan Periodik

Puluhan Bintara dan Tamtama Korem 033/WB, Terima Pangkat Baru

Kegiatan diawali dengan apel pengecekan jumlah kehadiran dilanjutkan dengan senam pelamasan yongmoodo yang di pimpin anggota Jasrem 033/Wira Pratama Sertu Sankot Parulian salah satu pelatih yongmoodo Korem 033/Wira Pratama.

Setelah melaksanakan senam Yongmoodo, dilanjutkan dengan pelaksanaan tehnik-tehnik dasar gerakan Yongmoodo, kegiatan tersebut adalah untuk menunjang kegiatan yang diprogramkan Komando Atas. Latihan Yongmoodo tersebut juga merupakan kegiatan rutin dilakukan setiap hari selasa dalam pelaksanaan minggu militer di Makorem 033/Wira Pratama yang berkedudukan di Jln Sei Timun Senggarang KM 14 Tanjungpinang Prov. Kepulauan Riau,

Pelatih Yongmoodo anggota Jasrem Sertu Sankot Parulian menyampaikan latihan yongmoodo yang dilaksanakan ini harus dilaksanakan dengan penuh semangat, karena apabila tidak semangat, maka teknik yang kita pelajari tidak akan berkembang dan hanya begitu-begitu saja.

Diharapkan dengan keseriusan secara perlahan demi perlahan apa yang kita pahami dan didapat tidak sia-sia dan hasilnya bermanfaat dalam bidang olahraga beladiri, kegiatan tersebut dapat dilaksanakan dengan aman dan lancar dengan baik. (penrem 033/wp).

wisata religi

HEADLINE

Kamis | 22 November 2018 | 19:34

Klenteng Nguan Tian Xiang Tih Bio Bagian Lokasi Wisata Religi

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bintan – Klenteng Nguan Tian Xiang Tih Bio di Cikolek Desa Toapaya, Kabupaten Bintan merupakan salah satu bagian dari lokasi wisata yang dimiliki Bintan.

Hal ini disampaikan Bupati Bintan H Apri Sujadi, S.Sos saat meresmikan sarana ibadah tersebut, Rabu, 21 November 2018. Peresmian tersebut juga disaksikan oleh Gubernur Kepri Nurdin Basirun.

BACA

Pandangan ‘Kalam’ Sutardji Tahun Lalu Tentang Daik Lingga

Andap Ajak Personil Polda Maknai Keteladanan Nabi Muhammad SAW dengan 3M

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bintan Agus Wibowo, Ketua TP PKK Kabupaten Bintan Ibu Hj Debby Maryanti, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bintan Daeng M.Yatir, Ketua Suku Tionghoa Bintan Bobby Jayanto, Ketua Yayasan Cikolek Ng Sung Hua dan unsur terkait lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Bintan H Apri Sujadi, S.Sos menuturkan bahwa keberagaman suku , budaya dan agama menjadi sebuah keunggulan bagi Kabupaten Bintan.

” Mari bersama-sama kita menjaga kerukunan antar umat beragama, antar suku dan budaya. Karena disitulah, keunggulan kita ” ujarnya

Dikatakannya juga bahwa Klenteng Nguan Tian Xiang Tih Bio merupakan salah satu lokasi wisata religius yang ada di Kabupaten Bintan.

BACA JUGA

9 Tersangka Ini Akibatkan Kerugian Negara Rp4 Miliar di Pasar Modern Natuna

Tembakan Lee Harvey Oswald Tewaskan John F Kennedy

” Ini merupakan salah satu lokasi wisata religius, tentunya dengan kedatangan sejumlah wisman ke sini, nantinya mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisman ke Bintan ” tutupnya. (mcb)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bintan – Untuk periode kedua kalinya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan menjalankan program seragam dan perlengkapan sekolah gratis. Program yang digagas Bupati Bintan, H Apri Sujadi, S.Sos terbukti mampu meringankan beban orangtua.

BACA: Bantuan Kapal dan Perlengkapan Nelayan Bertebaran di Bintan

“Saat ini, kita masih menjadi daerah pertama dan satu-satunya di Prov Kepri serta konsisten dalam membagikan seragam dan perlengkapan sekolah gratis bagi murid baru. Tahun 2017 sebanyak 6.650 siswa siswi yang menerima manfaat, dan untuk tahun 2018 ini bantuan yang diserahkan juga berkisar 6.479 anak. Tentunya kita sangat bersyukur, bahwa program yang digagas tersebut bermanfaat bagi masyarakat banyak,” katanya.

BACA: Usulan UMK Bintan Rp3,36 Juta, Langsung Diteruskan ke Pemprov

Bantuan seragam dan perlengkapan sekolah gratis bagi siswa SD/MI dan SMP/MTs se Kabupaten Bintan mulai didistribusikan, terhitung, Jumat, 16 November 2018. Demikian disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bintan Tamsir, M.Pd, M.Si disela-sela pembagian Bantuan Seragam dan Perlengkapan Sekolah Gratis di SD Negeri 006 Sungai Kawal, Kecamatan Gunung Kijang, Jumat, 16 November 2018.

BACA: Hasil CPNS Bintan, 1.940 Daftar, 61 Lulus, Kebutuhan 250 Pegawai

“Kita mulai start membagikan seragam dan perlengkapan sekolah gratis bagi murid baru se Kabupaten Bintan,” ujarnya

Dikatakannya, bantuan perlengkapan sekolah gratis yang dibagikan sama seperti tahun lalu. Pemerintah akan menyerahkan lima jenis baju yang diterima murid, plus sepatu, kaos kaki, topi, dasi , tas dan buku tulis.

BACA: Jalan yang Dibangun Satgas TMMD ke 103 Kodim 0315/Bintan Mulai Finishing

Untuk bantuan perlengkapan seragam sekolah gratis murid baru tersebut, Pemerintah Daerah Kabupaten Bintan sudah menganggarkan sekitar 5 Milyar Rupiah dari APBD Pemkab Bintan Tahun 2018 diantaranya 2,7 Milyar Rupiah untuk murid baru jenjang SD/MI dan 2,3 Milyar Rupiah untuk murid baru jenjang SMP/MTs. (humasbintan)

BACA: Ribuan CPNS Bintan Ikuti Tes, Bupati: Jangan Lupa Sarapan Sebelum Ujian

jeritan petani

NATUNA

Kamis | 15 November 2018 | 15:56

“Semoga Suara Kami Didengar”, Jerit Transmigran Batubi

“Maka soal transmigrasi adalah soal mati-hidup kita. Oleh karena itu , aku setuju sekali bahwa musyawarah ini membuat transmigrasi itu satu persoalan nasional. Bukan soal kecil-kecil, saudara-saudara, tapi soal nasional”

Demikian yang disampaikan Presiden RI, Soekarno yang akrab dipanggil Bung Karno dengan lantang di Musyawarah Gerakan Transmigrasi di Istora Senayan, 28 Desember 1964 silam, bertepatan 14 tahun program transmigrasi dimulai.

Seiring perjalanan waktu, kepemimpinan berganti dan kebijakan mengikuti selera yang berkuasa, dalam beberapa kasus, program transmigrasi gagal meningkatkan taraf hidup transmigran. Salah satu faktornya, proyeksi pengembangan daerah tujuan transmigrasi belum jelas arahnya.

BACA: HAL BIASA… Aksi Heroik Pengguna Jalan Langgar Lantas

Masalah ini pun terjadi di Kabupaten Natuna. Tahun 1995 silam, ratusan keluarga dari Pulau jawa, diberangkatkan ke Kepulauan Natuna. Saat itu, Natuna masih menjadi bagian dari Kabupaten Kepulauan Riau. Mereka rela jauh dari kampung halaman karena termakan “Janji manis” rezim Presiden Ke 2 RI, Soeharto. Transmigran “diimingi” lahan dan dipekerjakan pada Perusahaan pengolah komoditas kelapa sawit yang diberi izin Pemerintah, dengan pola perkebunan PIR-TRANS KKPA.

Kini sudah 23 tahun lamanya, sejak 1995 hingga 2018, dari semula para Transmigran hanya keluarga kecil, hingga sudah memiliki cucu dan cicit. Namun tetap saja, hasil perkebunan sawit di Kecamatan Bunguran Batubi, tak juga dirasakan hasilnya. Kini Pepohonan kelapa sawit dibiarkan berdiri gagah, menjadi ikon resmi “kegagalan” program transmigrasi di Kecamatan Batubi. Sebagai gantinya, warga transmigran mulai berharap dari hasil pertanian dan perkebunan.

BACA: Gabriel Lema Canangkan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi

“Andai saja, kalau proyek sawit benar-benar berjalan, sekarang masyarakat transmigran Batubi pasti hidupnya lega,” ujar Sarbini, seorang transmigran di Desa Gunung Puteri, Kecamatan Bunguran Batubi, Natuna belum lama ini.

Mbah Bini, panggilan akrabnya, tengah duduk di teras rumah. menikmati secangkir kopi, melepas lelah usai mencari rumput untuk pakan ternak. Pria kelahiran Ponorogo, 61 tahun silam tersebut, katanya sedang menekuni diri sebagai petani padi. Usaha yang dilakukannya, tak lepas dari sulitnya hidup di tanah transmigrasi.

Melihat pria dan wanita sudah berusia senja, namun masih bekerja di sawah dan ladang, menjadi pemandangan biasa di wilayah transmigrasi ini. “Kalau ga kerja begini, ga bisa hidup disini, ” tutur Mbah Bini.

BACA: 72 Tahun Lalu, Perundingan Indonesia-Belanda di Linggarjati

Ia bercerita, bertani di Batubi tak semudah di Pulau Jawa. Apalagi, katanya, tanah di Kecamatan yang belum lama terbentuk ini, kurang subur dan perlu kesabaran untuk mengolahnya menjadi lahan produktif.

” Kondisi tanah dan iklim disini (Natuna), tidak sama dengan di Jawa. Tanam kangkung aja, bisa ga jadi,” cetus Mbah Bini.

Masalahnya bukan itu saja, Mbah Bini dan petani lainnya, mengaku kesulitan dalam membeli pupuk tanaman. Jika menggunakan modal sendiri, hasil panen hanya cukup menutup modal, selebihnya untuk konsumsi pribadi. “Karena lahan tak produktif, dari 1 hektar sawah, menghasilkan 2 ton gabah kering, itu masih rugi, belum dihitung tanaga orang nyangkul,” terang Mbah Bini coba mengkalkulasi.

BACA: Kapolda Jadi Irup, Gubernur Ikut Upacara 73 Tahun Brimob

Dirinya pun berharap, Pemerintah kembali menyalurkan pupuk subsidi dan bibit unggul. Bukan secara terus menerus, cukup hingga lahan tani di batubi, sudah produktif untuk digarap mandiri. Selain pupuk dan bibit, tenaga penyuluh pertanian juga sangat diperlukan, untuk memberikan pengetahuan kepada petani. Mbah Bini pun berkeyakinan, jika petani berwawasan dan lahan sudah produktif, kebutuhan pangan untuk masyarakat ranai akan terpenuhi . Bahkan, tak menutup kemungkinan kebutuhan di Natuna juga tercukupi.

“Hanya saja, perlu komitmen dari Pemerintah Daerah Natuna, untuk memprioritaskan hasil panen lokal sebagai konsumsi masyarakat. Sehingga hasil panen yang melimpah nantinya tidak menimbulkan masalah baru, karena tidak tahu harus dipasarkan kemana,” harap Mbah Bini.

BACA: Usulan UMK Bintan Rp3,36 Juta, Langsung Diteruskan ke Pemprov

Dibalik masalah yang dihadapi, Mbah Bini juga menyelipkan rasa syukurnya. Berkat penguatan Pertahanan dan Keamanan di Natuna, yang dibarengi dengan Transmigrasi Prajurit ke Natuna, hasil panen masyarakat seperti sayuran, buah dan beras tidak ada yang mubazir lagi. “Dulu sebelum banyak TNI, saat panen melimpah, harga murah, itupun terbuang-buang karena ga ada pembeli, ” kenang Mbah Bini.

Meninggalkan tanah kelahiran, dan pergi ke tanah rantau, memang sudah dipikirkan secara matang oleh para Transmigran. Berharap mendapati kehidupan yang lebih baik dari sisi ekonomi, menjadi alasan utama mereka tinggalkan sanak saudara di kampung halaman. Namun, hidup tak semudah membalik telapak tangan, terperdaya janji yang tak kunjung terealisasi, hanya usaha yang bisa menyelamatkan diri.

“Semoga jeritan hati kami di dengar petinggi negeri,” ucap Mbah Bini. (alfian)

BACA: Mayjen TNI MS. Fadhilah : Sinergitas dan Soliditas Milik Seluruh Komponen Bangsa Natuna

BACA: Pertama Kali Diselenggarakan, Ratusan Santri TPQ di Kabupaten Natuna Hadiri Tabliq Akbar Tahun Baru Islam 1440 H

BACA: Sejumlah Pejabat Diperiksa Polisi Terkait Mangkraknya Bangunan Pasar Modern Natuna 2015, Info Ini tersangkanya

angkutan alternatif

BATAM

Kamis | 08 November 2018 | 18:30

Roro Angkutan Alternatif yang Diminati Masyarakat

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Keberadaan angkutan perhubungan Roll and Roll (roro) antar pulau menjadi sarana transportasi alternatif. Dengan tarif yang terjangkau, untuk kondisi ekonomi yang lesu, transportasi ini semakin diminati, begitu juga dengan roro Punggur-Jagoh.

Selain alternatif angkutan laut, sarana ini untuk angkutan kendaraan roda dua maupun roda empat. Harga angkutan ini justru terjangkau dengan harga murah. “Membantu sekali. Harga tiket terjangkau, ekonomis untuk dompet,” ujar Ribah, salah satu penumpang Kamis, 8 November 2018.

Dikatakan, selain dapat mengangkut penumpang, roro cukup membantu untuk membawa kendaraan roda dua maupun kendaraan roda empat. Maupun sejumlah barang-barang muatan.

Petugas ticket angkutan Roro Nugrah, mengatakan jumlah penumpang angkutan ini cukup ramai. “Ini aja penumpang 103. Roda dua sepuluh, roda lat empat unit,”ujarnya.

Menurut Nugrah, angkutan Roro ini diminati penumpang karena alternatif penyebrangan. Baik untuk kendaraan roda dua, roda empat atau roda enam.

Dikatakan, harga tiket tidak terlalu mahal. Untuk penumpang tujuan Punggur Jagoh, cukup merogoh kocek Rp 70 ribu. Sedangkan untuk kendaraan roda dua, cukup merogoh kocek Rp 143 ribu. “Sedangkan untuk truk sekitar Rp 1 sat juta lima puluh,”ujarnya.

Sebagaimana jadwal Roro Punggur Bagam-Jagoh Dabo, dalam tiap minggunya dua kali. Yakni hari Senin dan hari Kamis. Jadwal keberangkatan pukul 17.00 WIB. Selain memudahkan, maupun alternatif bagi penumpang, angkutan Roro juga memudahkan akses arus barang dan jasa Batam-Dabo. (adinarof)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tanjungpinang – Danrem 033/WP, Brigjen TNI Gabriel Lema, S. Sos menyampaikan semangat pahlawan harus terus dijaga, terutama dalam memajukan wilayah Kepri. Karena bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya, Rabu, 7 November 2018.

Terkait dengan hal itu, bagaimana upaya untuk lebih memperkenalkan pahlawan nasional terutama 3 pahlawan Nasional dari Kepri kepada generasi muda. Imbauan ini disampaikan Danrem 033/WP di dampingi Pasi Komsos Sterrem Mayor Inf Sugiyarto dialog interaktif Live di RRI Pro 3 Tanjungpinang. Dialog yang di hadiri Plh Kepsta RRI Tanjungpinang Ibu Sri Sulistia ningsih (Kabid siaran) beserta Staf RRI Tanjungpinang tersebut mengambil tema, Semangat Pahlawan Di Dadaku.

Dimana dalam dialog yang di mulai pada pukul 08.00-09.00 WIB tersebut, Brigjen TNI Gabriel Lema, S. Sos menyampaikan melalui pembinaan teritorial yang sudah dilaksanakan selama ini, telah banyak yang dilakukan seperti pendampingan ketahanan pangan, wawasan kebangsaan, Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) dan lain-lain. Dalam rangka membantu pemerintah daerah mensejahterakan rakyatnya, maka dalam rangka hari pahlawan salah satu kegiatan yang akan dilaksanakan adalah Kepri Bebas Sampah yang dilakukan serentak di wilayah Kepri,

Melatar belakangi kegiatan Bebas sampah tersebut, Danrem mengimbau agar masyarakat secara sadar melakukan pengendalian pembuangan sampah dan menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sekitarnya. Dan dalam setiap kegiatan, harus ditanamkan bahwa kebersamaan dalam menjaga Kepri yang aman tentaram ini harus bersama-sama seperi motto “TNI-Polri Dan Rakyat Bersatu Tak Terkalahkan”,

Dalam dialog interaktif Live tersebut Danrem 033/Wira Pratama Brigjen TNI Gabriel Lema, mendapat julukan dari para penelpon sebagai satria sejati. Karena dalam lagu ciptannya yang diputarkan, berjudul Satria Sejati, Gabriel Lema mendapat respon yang sangat baik dari masyarakat wilayah Kepulauan Riau. (penrem 033/WP).