Berita Oleh: Eddy Supriatna

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Asosiasi Esport Import Plastik Industri Indonesia (AEXIPINDO) Kota Batam, membantah isu yang berkembang saat ini mengenai anggapan bahwasanya ada anggotanya yang melakukan impor bahan plastik yang mengandung limbah B3 (Bahan Berbahaya Beracun).

“Kami tidak pernah mengimpor sampah limbah plastik yang mengandung B3, tetapi kami hanya mengimpor plastik yang akan dijadikan bahan baku industri” ujar Sekjen Aexipindo Batam, Marthen Tandi Rura, dalam jumpa pers di Hotel Aston Batam, Kamis, 16 Juni 2019.

Ia mengungkapkan, impor bahan baku plastik ini sudah melalui prosedur sesuai dengan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No 31 Tahun 2016 yang mengatur tentang tata cara impor bahan baku limbah non B3.

Dijelaskan Marthen, ada sekitar 30 perusahaan pengolahan bahan baku plastik yang tergabung dalam keanggotaan Aexipindo di Kota Batam.

Akibat dari pemberitaan tersebut, sangat berdampak sekali terhadap keberlangsungan usaha, dan sangat merugikan bagi bagi dunia industri, khususnya industri pengolahan plastik.

“Padahal proses pemeriksaan barangnya biasa saja, tetapi pemberitaannya yang menjadi masalah dan sangat merugikan kami dari Aexinpindo,” tambahnya.

Menyikapi informasi mengenai adanya hambatan dan informasi yang menyudutkan pengusaha pengolahan bahan baku plastik di Batam, maka dari itu Aexipindo perlu mengambil sikap, antara lain,

  1. Aexipindo tidak mengimpor limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) seperti dalam beberapa pemberitaan yang beredar belakangan ini.
  2. Aexipindo justru mendatangkan Devisa untuk negara.
  3. Barang yang di impor adalah bahan baku plastik yang di produksi sehingga memberikan nilai tambah, sehingga produknya bisa di ekspor 100 persen.
  4. Industri kami sudah berjalan puluhan tahun, kemudian mengimpor barang tersebut untuk menumbuhkan industri kami. Selain itu juga menangkap peluang perang dagang AS vs China.
  5. Impor bahan baku plastik ini telah sesuai dengan Permendag Nomor 31 Tahun 2016, yang mengatur tata cara impor bahan baku limbah non B3.
  6. Aexipindo berharap pemerintah dan kementerian terkait, dapat melindungi industri-industri kami.
  7. Aexipindo selama ini tidak mendapat sosialisasi dari kementerian terkait untuk pembinaan industri kami, justru sekarang kami di vonis mengimpor sampah B3.
  8. Aexipindo mengimpor barang ini melalui proses yang panjang, dari membuka Purchase Order (PO), Sucofindo, Inspeksi dan pembayaran.
  9. Barang yang sudah datang, diolah dan di proses untuk menjadi produk seperti, material plastik dan turunannya. Contoh, palet, shopping bag, piring, kursi, baskom dan kantong sampah. Produk yang sudah jadi kemudian di ekspor.
  10. Proses loading dari negara muat, sudah melalui proses yang benar sesuai dengan Permendag No. 31 Tahun 2016.
  11. Nilai investasi anggota Aexipindo mencapai triliunan rupiah.
  12. Aexipindo juga berperan menyumbangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Batam.
  13. Aexipindo juga membantu Pemerintah Daerah (Pemda) menciptakan lapangan pekerjaan yang mencapai puluhan ribu tenaga kerja.
  14. Aexipindo butuh pembinaan bukan pembinasaan, sekali lagi kami tegaskan bahwasanya kami tidak mengimpor sampah dan limbah beracun seperti pemberitaan media cetak atau media televisi, tetapi kami mengimpor bahan baku plastik untuk industri kami.
  15. Pemerintah wajib menyediakan bahan baku industri sesuai dengan UU No. 03 Tahun 2014 tentang perindustrian. (sal)

MEDIAKEPRI.CO.ID – Kehidupan merupakan sebauh perjuangan. Untuk menjalankannya, tentu diperlukan ‘kekuatan’ lahir dan bathin. Soalnya, begitu banyak aral melintang yang akan dihadapi.

Dalam menjalani peran dalam kehidupan ini, apa yang kita perlukan? Apakah harta dan bahagia menjadi puncak dari tujuan yang akan dicapai? Jawaban setiap orang akan berbeda-beda.

Seperti yang dikutip di fimale.com, masih ada perjalanan panjang yang rasanya harus kita tempuh untuk mencapai sesuatu yang bisa membuat kita bahagia. Tapi jangan sampai karena terlalu membebani diri mengejar sesuatu yang masih jauh di depan, kita jadi lupa untuk mensyukuri semua yang sudah kita miliki saat ini.

Orang bilang bersyukur akan membuat kita bahagia. Semakin dewasa diri kita semakin banyak hal yang harus kita kerjakan. Tanggung jawab dan peran baru juga perlu kita emban dengan sebaik mungkin. Meski hari-hari yang kita lalui saat ini masih terasa berat, jangan sampai kita lupa untuk mensyukuri yang ada, ya. Mengejar bahagia itu boleh, asal tidak sampai melupakan semua kenikmatan dan berkah yang kita miliki saat ini.

Ambil jeda sejenak. Istirahatkan tubuh dan pikiranmu. Perhatikan segala sesuatu yang ada di sekelilingmu. Syukuri setiap rezeki, berkah, dan kebaikan yang sudah hadir di dalam hidupmu. Jangan sampai kita malah terlambat mensyukuri semua yang ada dan baru menyadarinya saat segalanya terlepas dari genggaman.

Semua yang sudah kita miliki saat ini perlu disyukuri. Sekecil apapun atau sesederhana apapun sesuatu yang kita punya saat ini, itu adalah berkah tersendiri. Tetap melangkah ke depan meraih impian dan harapan yang kita inginkan, tapi jangan lupa untuk tetap menikmati dan mensyukuri setiap prosesnya.

Mensyukuri hal-hal yang tampak kecil akan sangat membantu kita untuk bisa tetap rendah hati bila pada saatnya nanti kita berhasil mendapatkan atau memperoleh sesuatu yang besar. Akan sulit untuk terus semangat melangkah ke depan bila kita tak menikmati semua proses yang ada. Meski mungkin terasa sulit untuk bersyukur dengan hati yang tulus ikhlas dalam sekali coba, tapi kita bisa melatih diri kita untuk belajar berterima kasih pada semesta yang membuat segalanya ada untuk kita.

Syukuri semua yang sudah kita punya saat ini. Belajar bersyukur membuat kita bisa menikmati setiap detik waktu yang kita lewati. Tak hanya itu saja, bersyukur juga bisa membuat kita panjang umur. Dilansir dari inc.com, bersyukur tak hanya membuat hidup lebih bahagia tapi juga membuat kita panjang umur.

Dalam sebuah penelitian, peneliti membagi para orang tua dalam kategori bahagia, tidak bahagia, dan sedang-sedang saja. Mereka diteliti selama lima tahun. Mereka yang dalam kategori tidak bahagia lebih banyak yang meninggal dulu lebih dulu dibandingkan yang dari kategori bahagia dan sedang-sedang saja. Dari variabel kontrol usia, penyakit kronis, depresi, dan kebiasaan sehat dan tidak sehat (seperti olahraga rutin), para peneliti menemukan bahwa 35% orang-orang yang bahagia hidup lebih lama dibandingkan yang tidak bahagia.

Pokoknya jangan lupa bahagia, ya. Mengejar sesuatu yang kita inginkan boleh dengan tetap mensyukuri yang ada. (fic)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Yayasan Nazir Mitra Umat (Yazirat) Kota Batam resmi memutuskan kerja sama dengan PT Daing Mas Global Resouces yang selama ini dipercaya untuk mengelola Rumah Potong Unggas (RPU) milik Yazirat Batam.

Keputusan tersebut diambil setelah Yazirat Batam, yang bergerak dalam bidang pengelolaan aset wakaf melakukan sejumlah kajian dan survey lapangan, tentang perkembangan pengelolaan RPU yang beroperasi di Sei Temiang, Batam tersebut.

“Kita sudah buat kajian, kita sudah beberapa kali survey, bahkan kita juga sudah meminta semua laporan pengelolaan, namun mitra kita tak mampu menyediakan, maka kita harus buat keputusan,” ungkap Muhammad Santoso pimpinan Rapat Gabungan Yazirat Batam dari Dewan Pembina, Pengurus dan Pengawas, Jumat (14/6/2019) di PIH Batam.

Diterangkan Santoso, dari hasil survey lapangan, diketahui kalau Daing Mas Global Resouces mengelola RPU yang merupakan aset hasil wakaf umat, dengan tidak profesional.

RPU milik Yazirat Batam itu didirikan pada tahun 2013 dan selesai pada 2016. Sejak selesai, pengelolaannya dipercaya oleh pihak ketiga termasuk PT Daing Mas Global Resouces.

“Dikelola dengan sistem bagi hasil, namun hingga saat ini hasilnya belum nampak,” sebut Santoso bersama Ketua Umum Yazirat Batam, H Mustamin Husein dan Wakil Ketua, Yulfis Wandi.

RPU tersebut, nantinya akan dikelola secara profisional oleh Yazirat Batam, bekerja sama dengan sejumlah pihak dan juga akan dipasarkan secara online.

Selain itu, dalam keputusan rapat yang juga dihadiri oleh mantan Kakan Kemenag Batam, Zulkifli AK, dan KH Didi Suryadi, Samsul Ibrahim, Toto Wahyudi serta segenap pengurus Yazirat Batam tersebut, dibentuk dua tim yakni Tim Transisi pengelolaan dari PT Daing Mas Global, serta Tim pendorong penerapan Perda Rumah Potong Halal. (r/eddy)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Taluk Kuantan – Minggu, 16 Juni 2019, belasan pesilat dari Himpunan Seni Silat Indonesia Elang Sriwijaya Sakti (HIMSSI E-SA) terlihat berlatih.

Dengan memanfaatkan halaman di Kantor Camat Kuantan Mudik, mereka berlatih lebih giat dari hari-hari sebelumnya. Para pesilat fokus untuk mengikuti intruksi yang diberikan pelatih.

Keseriusan latihan ini mereka mereka lakukan untuk mempersiapkan diri untuk mengikuti Open HIMSSI E-SA 2019 se-Riau di Aula Pondok Pesantren Syafaaturrasul di Taluk Kuantan, Kecamatan Kuantan Tengah, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) pada 27 Juni 2019 mendatang.

Pelatih utama taruna HIMSSI E-SA, Abu Nawas mengatakan latihan ini untuk mempersiapkan diri. Dengan latihan ini, katanya, pesilatnya bisa lebih matang untuk mengikuti pertandingan.

Lebih jauh dikatakannya, peserta yang mengikuti open HIMSSI E-SA ini tidak hanya diikuti dari Riau saja. Akan tetapi, tambahnya, ada pesilat yang tergabung di Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Riau ikut jadi peserta.

“Oleh karena itu, para atlit dari HIMSSI E-SA Cabang Lubuk Jambi melakukan latihan rutin. Ini dilakukan demi tercapainya tujuan mendapatkan medali dipertandingan tersebut,” katanya disela latihan.

Disebutkannya, selain mematangkan kemampuan untuk mengikuti pertandingan, latihan ini juga melakukan penjaringan untuk memilih dan memilah atlit yang akan jadi peserta.

“Kami belum bisa memastikan siap saja yang akan ikut bertanding, karena kami perlu melakukan penyaringan dulu dengan cara melakukan seleksi,” ujarnya

Dijelaskannya, dalam mengikuti open HIMSSI E-SA ini ada dua kategori pertandingan yang akan diikuti. Kedua kategori itu yakni kategori silat seni (putra dan putri) dan laga (putra dan putri).

“Dari dua kategori ini ada yang di tingkat Sekolah Lanjutan Tingkat Petama(SLTP) dan Sekolah Lajutan Tingkat atas (SLTA),” ujar nawas mengakhiri. (depriandi)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Natuna- Gubernur Kepri,Nurdin Basirun, menyebutkan bahwa pembangunan untuk Natuna lebih banyak yang direalisasikan Provinsi ketimbang Kabupaten Karimun, yang notabenenya kampung halaman Nurdin.

“Mana yang merupakan prioritas maka akan kita utamakan pembangunannya tidak ada anak kandung ,tidak ada anak tiri, semua sama,” tegas Nurdin, saat memberikan sambutan dalam acara Halal Bihalal di Natuna, Sabtu 15 Juni 2019.

Nurdin pun menyerukan agar masyarakat Natuna menjauhi rasa iri dan dengki, menghindari berita bohong, adu domba dan fitnah, agar tidak terjadi perpecahan antara Pemerintahan Natuna dengan Provinsi Kepri.

Dalam acara Halal Bihalal Gubernur dengan Pemkab Natuna dan masyarakat ini, juga di sejalankan dengan peresmian sejumlah proyek pembangunan Provinsi Kepri di Natuna.

Sekda Provinsi Kepulauan Riau ,TS Arif Fadillah, dalam laporannya mengatakan, Proyek-Proyek yang akan di resmikan merupakan hasil pembangunan yang sesuai dengan arah kebijakan dan prioritas pembangunan Pemprov Kepri dengan komitmen percepatan pembangunan di segala bidang.

“Pada hari ini ada 5 proyek yang akan di resmikan secara langsung oleh Gubernur secara simbolis ditandai dengan penandatangan prasasti” tutur Arif.

Adapun proyek yang diresmikan pada kesempatan itu sebagai berikut, Jembatan Sungai Curing, Jembatan Sungai Tengah, Jembatan Sungai tengah 2, Gedung Serbaguna SMA 2 Bunguran Timur dan Kantor PSDKP.

Selain meresmikan proyek , Gubernur juga menyerahkan dana Insentif secara Simbolis kepada 462 orang guru ,Ustaz/Ustadzah TPQ, Imam Masjid/Surau dan Guru MDA serta Hafiz dan Hafizah, yang totalnya 298,8 juta rupiah. (alfian)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Karimun – Dirut Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muhammad Sani, Zulhadi membantah adanya kelalaian ketika menangani pasien.

Bantahan tersebut menepis dugaan mal praktik dan kelalaian petugas medis RSUD Karimun sehingga menyebabkan seorang pasien bernama Hermansyah (45) meninggal dunia.

“Dokter yang saat itu bertugas sudah menangani sesuai standar di IGD. Pasien diberikan suntikan penghilang nyeri,” kata Zulhadi, Sabtu 15 Juni 2019.

Zulhadi menjelaskan, Hermansyah datang ke IGD RSUD Muhammad Sani pada Jumat 14 Juni 2019 sekira pukul 11.00 WIB dengan keluhan demam dan sakit di bagian kaki.

BERITA TERKAIT

Siang Ini Jenazah Hermansyah Diautopsi Dokter Bhayangkara dari Batam

Keluhkan Sakit Demam, Hermansyah Meninggal Dunia di RSUD Karimun Usai Disuntik Dokter

“Setelah diobservasi beberapa saat (pasien) sudah dibolehkan pulang,” jelas Zulhadi, Sabtu 15 Juni 2019 sore.

Kemudian sekira pukul 19.00 WIB, Hermansyah kembali datang ke RSUD Muhammad Sani dengan keluhan sesak yang berat di bagian pernapasan. Namun Hermansyah meninggal dunia ketika ditangani.

Zulhadi juga membantah mengenai Hermansyah yang tidak mendapatkan oksigen ketika ditangani.

“Kami kekurangan oksigen, oksigen habis itu tidak ada! Oksigen kami dalam jumlah mencukupi. Jadi pasien tidak pernah kekurangan oksigen dari kita. Kita selalu berikan oksigen,” ucapnya.

Ketika ditanya mengenai suntikan yang diduga menyebabkan buruknya kondisi Hermansyah, Zulhadi mengatakan pihaknya belum dapat memastikan karena perlu pemeriksaan lanjutan.

Akan tetapi Zulhadi memastikan jika petugas medis telah menanyakan apakah Hermansyah memiliki alergi terhadap obat.

Pihak kepolisian belum bisa memastikan apa penyebab kematian korban, karena pihaknya masih menunggu proses dan hasil otopsi yang akan dilakukan oleh pihak RS Bhayangkara Batam. (yan)

KUANSING

Sabtu | 15 Juni 2019 | 11:28

Pererat Silaturrahmi, Suku Budi Caniago Halal Bihala

MEDIAKEPRI.CO.ID, Taluk Kuantan – Suku Budi Caniago mengadakan Halal Bihalal di GOR PB Azhar, Koto Lubuk Jambi, Kecamatan Kuantan Mudik, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Jumat, 14 Juni 2019.

Acara dimulai pukul 14.30 WIB tersebut, dihadiri seluruh Datuk Penghulu dan ratusan cucu kamanakan yang ada di Kenegrian Lubuk Jambi, Gajah Tunggal.

Suasana hangat terasa ketika undangan yang datang bersalaman satu sama lain dengan diiringi dengan lantunan ayat suci Al Quran serta hiburan tradisional sebagai acara pembuka. Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Ketua Pelaksana Syafriadi selaku Datuk.

Syafriadi berpesan kepada para undangan yang hadir, agar tetap senantiasa mempererat rasa kekeluargaan dan tali silaturrahmi,
tidak hanya saat Idul Fitri, tetapi juga setiap saat.

Acara Halal Bihalal tahun ini, meliputi pengantar adat istiadat oleh Mahmud Sulaiman (dt. Tomo), ceramah, dan ramah tamah. Namun, ada yang spesial dari tahun ini, karena keluarga besar Suku Budi Caniago bertambah banyak sehingga keluarga yang hadir melimpah ruah di Gedung PB Azhar ini.

Kemudian Datuk Penghulu pucuk Mahmud Sulaiman (Dt.Tomo) mengajak cucu kemenakan untuk selalu mejaga tali silaturrahmi dan mempererat rasa kekeluargaan.

“Mari kita kembali serumpun,” tutup Dt Tomo. (depriandi)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tanjungpinang – Menjelang putusan sengketa Pemilu Serentak 2019 oleh Mahkamah Konstitusi (MK) ratusan masyarakat di Tanjungpinang menggelar deklarasi damai bertema; Damailah Indonesiaku Tolak Kerusuhan. Acara yang digelar di halaman Gedung Daerah Kota Tanjungpinang, Jumat, 14 Juni 2019.

Kegiatan ini dihadiri berbagai elemen dan Ormas serta perwakilan organisasi-organisasi. Deklarasi yang dinisiasi oleh pengurus dan kerabat Melayu Raya Tanjungpinang bersama berbagai Organisasi Kemasyarakatan (Ormas), Organisasi Kepemudaan (OKP), Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) di Kota Tanjungpinang, Tokoh Adat, Tokoh Agama, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

Dalam deklarasi itu, masing-masing utusan membuat petisi dan membubuhkan tandatangan sebagai upaya mendeklarasikan penolakan kerusuhan.

Ketua Korwil Melayu Raya Tanjungpinang, Arie Sunandar mengatakan, deklarasi tersebut sebagai upaya menjaga daerah agar tetap menjaga ketentraman dan menghargai sesama. Menurutnya, deklarasi Damailah Indonesiaku menolak kerusuhan tersebut juga digelar di seluruh kabupaten dan kota di Kepulauan Riau.

“Kita ingin Indonesia, khususnya Tanjungpinang tetap aman, untuk itu kita mengajak selurah eleman masyarakat, bersatu, bergandeng tangan untuk Indonesia damai. Tidak boleh ada kerusuhan karena perbedaan pendapat, karena semua sudah diatur di dalam konstitusi NKRI,” sebutnya.

Pada saat itu juga, Ketua PWI Tanjungpinang Bintan Zakmi juga mendukung apa yang dilaksanakan oleh Hi-Melaya Korwil Tanjungpinang.

“Apapun yang kegiatannya positif dan bermanfaat bagi orang banyak, tentu saja akan kita dukung,” kata Zakmi.

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Tanjungpinang, Zubad Akhadi Muttaqin juga mengapresiasi kegiata tersebut.

“FKUB Tanjungpinang sangat mendukung deklarasi itu dan menginginkan kerukunan tetap terjaga di masyarakat Indonesia dan Tanjungpinang khususnya.

Menurutnya, masyarakat harus banyak belajar dari negara-negara di Timur Tengah dan di Asia Barat yang hancur karena pertentangan politik yang dibalut dengan agama. (r/eddy)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Natuna- Aliansi Jurnalistik Online Indonesia (AJOI) Kabupaten Natuna, turut berduka atas meninggalnya ibunda dari Kapolres Natuna, AKBP Nugroho Dwi Karyanto.

Sebagai ungkapan empati, jajaran pengurus AJOI Natuna pun menggelar pengajian mengirimjkan doa kepada almarhumah. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kantor Sekretariat AJOI Natuna, Kecamatan Bunguran Timur, Jumat 14 Juni 2019, malam.

Ketua DPC AJOI Natuna, Roy Parlin Sianipar, menjelaskan, pengajian dan pembacaan surat yasin tersebut, sebagai ungkapan bela sungkawa rekan-rekan pekerja pers Natuna, khususnya yang tergabung dalam AJOI Natuna, atas meninggalnya Hj. Katuriyah binti Kasmoeredjo, yang merupakan Ibunda tercinta Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Natuna, AKBP Nugroho Dwi Karyanto, Sik.

“Kegiatan pembacaan surat yasin ini, kami kirimkan khusus untuk Ibunda Bapak Kapolres Natuna yang baru saja menghadap sang khaliq. Ini adalah bentuk rasa duka cita kami terhadap keluarga yang ditinggalkan,” ungkap Roy Parlin Sianipar, seusai acara.

Menurut Roy, Polres Natuna merupakan salah satu mitra kerja yang baik, bagi seluruh insan pers yang bertugas di wilayah ujung utara NKRI.

Kapolres sendiri dikenal sebagai perwira Polisi yang cukup dekat dengan awak media. Sehingga duka yang dirasakan Kapolres, turut menjadi duka bagi para pewarta dan masyarakat Natuna yang mengenalnya.

“Polres Natuna merupakan mitra kerja kita. Sehingga tidak berlebihan jika kita mengadakan doa bersama untuk Ibunda Kapolres yang telah berpulang kerahmatullah. Bapak Kapolres pun juga sangat baik dengan kita, beliau selalu memberikan informasi yang dibutuhkan oleh awak media sebagai bahan berita. Selain itu beliau juga selalu mensuport setiap kegiatan positif yang dilakukan oleh wartawan,” ungkap Roy.

Roy beserta seluruh Anggota AJOI Natuna pun mendoakan, Almarhumah Hj. Katuriyah, diampuni segala dosa-dosanya dan diterima amal ibadahnya oleh Allah SWT.

“Semoga Almarhumah meninggal secara khusnul qotimah, dan mendapatkan tempat terbaik disisi Allah SWT. Serta semoga keluarga Almarhumah bisa tabah menghadapi segala cobaan ini. Ammiiinn,” pungkas Roy, diamini oleh seluruh anggota AJOI Natuna.

Selain para pengurus dan anggota AJOI Natuna, kegiatan ini juga dihadiri oleh Kasat Reskrim Polres Natuna AKP Hendrianto, Kasat Sabhara Polres Natuna AKP Rudi Parsetyo ,beserta sejumlah anggota, tokoh agama dan sejumlah warga sekitar.

Untuk diketahui, Almarhumah Hj. Katuriyah binti Kasmoeredjo, tutup usia pada umur ke 68 tahun, di Rumah Sakit Karyadi Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa, 11 Juni 2019 sekitar pukul 21.30 WIB.

Jenazah langsung dibawa ke rumah duka untuk selanjutnya dimakamkan, di RT 02/RW 01, Desa Pancur, Kecamatan Pancur, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. (alfian)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Karimun – Hermansyah (45) warga kapling, Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun meninggal dunia di ruang Unit Gawat Darurat (UDG) RSUD Muhammad Sani, Jumat 14 Juni 2019 malam sekira pukul 19.30 WIB.

Korban tewas hanya berselang lima menit setelah mendapat suntikan dari Dokter RSUD Muhammad Sani yang menangani korban saat datang berobat ke RSUD Karimun.

Berdasarkan keterangan dari pihak keluarga korban yang merupakan abang kandungnya yakni, Edy Anwar mengatakan bahwa awalnya korban mengeluhkan sakit demam.

“Tadi pagi adek saya mengeluh sakit demam, lalu adek saya nomor dua bawa dia berobat ke Puskesmas. Tapi karena obat disana kurang bagus dibawa ke RSUD,” kata Edy Anwar pada media, Jumat 14 Juni 2019 malam.

Setelah tiba di RSUD, Anwar menjelaskan adeknya langsung disuntik oleh dokter tanpa ada periksa darah. Usai disuntik korban disuruh pulang dan diberikan obat.

Namun sorenya, korban mengeluhkan kakinya sakit dan mulai semakin membesar dan timbul air. Bahkan kulit kaki yang membengkak tersebut sampai meledak.

Saat ini pihak kepolisian dari Polres Karimun masih melakukan visum di ruang instalasi pemulasaran jenazah di RSUD Muhammad Sani Karimun. (yan)

MEDIAKEPRI.CO.ID – Magna Carta dalam bahasa Latin “Piagam Besar”. Ini adalah piagam yang dikeluarkan di Inggris untuk membatasi monarki Inggris, sejak masa Raja John, dari kekuasaan absolut.

Magna Carta yang dikeluarkan pada tanggal 15 Juni 1215 adalah hasil dari perselisihan antara Paus, Raja John, dan baronnya atas hak-hak raja.

Magna Carta mengharuskan raja untuk membatalkan beberapa hak dan menghargai beberapa prosedur legal, dan untuk menerima bahwa keinginan raja dapat dibatasi oleh hukum.

Magna Carta adalah langkah pertama dalam proses sejarah yang panjang yang menuju ke pembuatan hukum konstitusional.

Adapun isi Magna Carta adalah

  1. Raja beserta keturunannya berjanji akan menghormati kemerdekaan, hak, dan kebebasan Gereja Inggris.
  2. Raja berjanji kepada penduduk kerajaan yang bebas untuk memberikan hak-hak.
  3. Para petugas keamanan dan pemungut pajak akan menghormati hak-hak penduduk.
  4. Polisi ataupun jaksa tidak dapat menuntut seseorang tanpa bukti dan saksi yang sah.
  5. Seseorang yang bukan budak tidak akan ditahan, ditangkap, dinyatakan bersalah tanpa perlindungan negara dan tanpa alasan hukum sebagai dasar tindakannya.
  6. Apabila seseorang tanpa perlindungan hukum sudah terlanjur ditahan, raja berjanji akan mengoreksi kesalahannya.
  7. Kekuasaan raja harus dibatasi.
  8. Hak Asasi Manusia (HAM) lebih penting daripada kedaulatan, kekuasaan, politik dan hukum.

Magna Carta dianggap sebagai lambang perjuangan hak-hak asasi manusia, dan dianggap sebagai tonggak perjuangan lahirnya hak asasi manusia. (wikipedia.org)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Teluk Kuantan – Kepolisian Resort Kuantan Singingi (Polres Kuansing) ciduk 2 orang pemuda di Desa Sako, Kecamatan Pangean, Kamis, 13 Juni 2019.

Kedua pemuda ini ditangkap Satuan Reserse Narkoba Polres Kuansing karena tanpa hak memiliki dan mengedarkan narkoba jenis sabu.

Dari penangkapan kedua pemuda, yakni Delki Pandasri (29) dan Yandhi Harianto (32), petugas menemukan barang bukti sebanyak 20 paket sabu.

Kapolres Kuansing AKBP Muhammad Mustofa melalui Kasubbag Humas Polres Kuansing AKP Kadarusmansyah membenarkan penangkapan dua pemuda yang diduga jaringan peredaran gelap narkoba.

“Petugas mendapat info dari masyarakat akan ada transaksi narkotika jenis sabu,” kata Kadarusmansyah kepada media di Mapolres Kuansing, Jumat, 14 Juni 2019.

Mendapatkan informasi tersebut, katanya, Kasat Resnarkoba AKP Sahardi langsung memerintahkan tim Opsnal yang dipimpin Bripka Rikie SH untuk menyelidiki info tersebut.

Ternyata informasi itu benar. Dan akhirnya, dua orang warga yang ciri-cirinya sesuai dengan informasi masyarakat. Lalu, dilakukan pengembangan, dari gudang milik tersangka polisi menemukan barang bukti sabu.

Dibantu perangkat desa, polisi menemukan barang bukti sabu sebanyak 20 paket itu dari tas pinggang yang didalamnya ada sebuah tas kecil berwarna merah. Ke-20 paket itu terpecah dalam satu paket besar, dua paket sedang dan tujuh belas paket kecil dengan berat kotor 14.45 gram.

Selain barang bukti sabu, polisi juga mengamankan satu buah dompet warna merah, satu unit handphone merk Samsung warna merah maron, satu unit handphone merk Samsung warna hitam, satu unit handphone merk Xiaomi warna putih silver, satu unit handphone merk Nokia warna putih, satu bungkus plastik klip, satu buah dompet merk Giorgio Armani warna hitam, satu buah dompet kain warna cokelat, satu buah tas pinggang merk Anello warna cokelat, uang sebesar Rp.210.000, satu unit sepeda motor merk Mio warna pink nopol BM 9999 DQ.

“Saat ini tersangka dan barang bukti menjalani pemeriksaan insentif,” ungkap Kadarusmansyah. (depriandi)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Karimun – Bupati Karimun, Aunur Rafiq menghadiri acara Halal Bihalal remaja masjid Desa Selat Mendaun, Kecamatan Karimun, Jumat 14 Juni 2019.

Setibanya di Desa Selat Mendaun, Bupati bersama rombongan disambut oleh masyarakat sekitar dengan hangat.

“Saya sangat mengapresiasi acara halal bihalal yang diadakan oleh remaja masjid. Ini dapat membantu pemerintah dalam bersilaturahmi bersama masyarakat,” kata Aunur Rafiq.

Disela-sela silaturahminya, Bupati berjanji akan melakukan perbaikan jalan di Desa Selat Mendaun. Anggaran tersebut akan direalisasikan pada 2020 mendatang.

“Anggaran pembangunan jalan bisa mencapai 10 miliar, secepatnya di 2020 akan kita anggarkan,” kata Rafiq.

Terpisah, Ketua Panitia Halal Bihalal, Ilham Perdana, mengatakan bahwa acara tersebut merupakan acara puncak dari program yang diselenggarakan oleh remaja masjid.

“Ini acara puncak kita, di mana dana yang didapat dari swasembada masyarakat setempat,” kata Ilham.

Usai acara halal bihalal, Aunur Rafiq terlihat bercengkrama bersama masyarakat. Rafiq juga mendengar keluhan-keluhan yang disampaikan oleh masyarakat. (yan)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Karimun – Masyarakat di Pulau Parit, Kecamatan Karimun, Kabupaten Karimun meggelar deklarasi menolak kerusuhan dan cinta Indonesia damai.

Deklarasi ditandai dengan melakukan tandatangan di sebuah spanduk bertuliskan menolak kerusuhan dan cinta Indonesia damai oleh para tokoh masyarakat Pulau Parit, Jumat 14 Juni 2019.

Hal tersebut bermaksud menolak segala bentuk kerusuhan setelah Mahkamah Konstitusi (MK) membacakan hasil keputusan terkait gugatan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden nanti.

Pada kegiatan tersebut, masyarakat yang hadir juga mendoakan doa secara bersama-sama agar Indonesia selalu damai.

“Deklarasi menolak kerusuhan dan mendukung cinta Indonesia damai. Masyarakat menandatangani spanduk menolak kerusuhan dan cinta Indonesia Damai,” kata Kapolsek Balai Karimun,AKP Budi Hartono.

Deklarasi yang sama juga digelar di Pulau Karimun, yakni disejalankan dengan kegiatan halal bi halal Polres Karimun bersama instansi pemerintah, tokoh masyarakat dan tokoh agama.

“Masyarakat Karimun menolak segala bentuk kerusuhan. Kita sama-sama berpersepsi bahwa, perusuh adalah musuh masyarakat,” kata Kapolres Karimun, AKBP Hengky Pramudya.

Hengky berharap, apapun nantinya keputusan MK mengenai gugatan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden tahun 2019, masyarakat tetap menjaga kondusifitas Bumi Berazam.

“Masyarakat Karimun ini cinta damai dan tidak mentolerir segala bentuk kerusuhan. Bentuk kerusuhan tersebut bisa saja dalam bentuk provokasi,” ujar Hengky. (yan)

KUANSING

Jumat | 14 Juni 2019 | 18:54

Pasar Rakyat Penuh, Pedagang Pindah ke Ruas Jalan

MEDIAKEPRI.CO.ID, Taluk Kuantan – Animo masyarakat untuk berdagang di Pasar Rakyat, Teluk Kuantan sangat tinggi.

Namun sayangnya, fasilitas yang tersedia di pasar itu terbatas. Akhirnya, banyak pedagang yang tidak mendapat lapak untuk berdagang.

Ketidakadaan tempat yang tersedia di gedung pasar untuk berjualan ini, tidak menghilangkan dan menyurutkan keinginan untuk berdagang. Akhirnya, jalan menuju ke pasar jadi arena untuk menggelar dagangan.

BERITA TERKAIT

Tugu Adipura Tetap Dibangun, Pembenahan Pasar Rakyat Perlahan Dilaksanakan

Pasar Rakyat Semberaut dan Bau, Rencana Bangun Tugu Adipura Menuai Kritikan Masyarakat

Pasar Rakyat Semraut dan Bau, Masyarakat Minta Perhatian Pemerintah

“Gedung pasar rakyat tidak bisa menampung para pedagan, sehingga pedagang berjualan diluar gedung pasar rakyat alias diruas jalan.,” kata Zulkipli (60) kepada mediakepri.co.id, Jumat, 14 Juni 2019 siang.

Zulkipli mengatakan pada awalnya ia berjualan didalam gedung. Perjalanan waktu, katanya, pedagang di jalan makin banyak.

Semenjak ramainya para pedagang berjualan diluar gedung dan diruas jalan, katanya, pengaruhi penghasilan pedagang di dalam gedung pasar.

” Jadi kalau kami tetap pertahankan berjulan di dalam gedung, kami tidak bisa memberi nafkah keluarga kami,” katanya seraya menambahkan akhirnya pedagang di dalam gedung pasar ikut pindah berjualan keluar.

“Sehingga pasar menjadi seperti ini sekarang,” katanya menutup. (depriandi)

KARIMUN

Jumat | 14 Juni 2019 | 18:15

Go-jek Cabang Batam Mulai Jajaki Karimun

MEDIAKEPRI.CO.ID, Karimun – Layanan transportasi berbasis aplikasi Go-Jek online segera hadir di Kabupaten Karimun.

Itu setelah Distrik Manajer Go-jek Cabang Batam bersilaturahmi ke Bupati Karimun, Aunur Rafiq belum lama ini.

Kabar akan masukknya layanan Gojek inipun dibenarkan oleh Kepala Dinas Perhubungan, Fajar Horison. Hanya saja kata Fajar sejauh ini baru sebatas melakukan survei lokasi.

“Ya kemarin ada orang Karimun yang bawa. Intinya mereka silaturahmi dan ada perencanaan untuk survei lokasi dulu,” kata Fajar saat dikonfirmasi, Jumat 14 Juni 2019.

Namun menurut Fajar, rencana itu masih sebatas silaturahmi dan penjajakan saja. Karena pihak Gojek sendiri saat ini belum melakukan survei lokasi.

Fajar menyebut, jika nantinya Gojek masuk ke Karimun pihak Gojek dapat merangkul semua ojek-ojek dan supir taxi yang ada di Karimun, hal ini agar tidak terjadi ribut-ribut seperti di daerah luar.

“Seperti yang disampaikan Bupati kemarin, kita harapkan mereka masuk dapat merangkul semua ojek-ojek dan taxi yang sudah ada,” ucapnya.

Diakui Fajar bahwa, kehadiran Gojek di Karimun tak bisa dibendung sebab ini merupakan salah satu perkembangan tehnologi.

“Karena ini masalah tehnologi tak bisa kita bendung suatu saat Gojek pasti masuk juga,” ujarnya.

Fajar menambahkan, dengan hadirnya Gojek di Karimun diyakini dapat mengembangkan usaha UMKM yang ada di Karimun.

“Sebab Gojek bukan hanya sekedar alat transportasi saja. Tapi bisa untuk pesan antar makanan dan tentunya UMKM kita dapat berkembang,” katanya. (yan)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Lingga yang merupakan negeri yang dijuluki dengan bunda tanah Melayu yang indentik dengan islam. Keislaman yang ramah tamah diantara sesama menambah kehangatan ukhuwah islamiah saling menjalani tali silaturahmi.

Demikian kata Ketua Pengurus masjid Al-Jihad, Nadar saat mengadakan Jumat berbagi untuk para jemaah yang selesai melaksanakan shalat Jumat.

Kegiatan Jumat Berbagi ini merupakan pertama kali yang diadakan masjid yang berada di Kp Tande Hilir, Kelurahan Daik. Sebelumnya masjid ini hanya merupakan sebuah musholla, namun dengan ridho Allah SWT, kini statusnya menjadi masjid.

Nadar menceritakan, ide berbagi untuk bersama ketika dirinya melihat di tanah suci Mekah dan Madinah beberapa waktu lalu.

Ketika selesai shalat Jumat para jemaah disuguhkan jamuan oleh pengurus Masjidil Haram, baik itu snack maupun makanan berat.

“Dan itu sangat baik sekali ketika diterapkan,” katanya kepada mediakepri.co.id

Selain itu, katanya, di Jumat yang berkah sangat dianjurkan sekali bagi seseorang yang memiliki kelebihan rejeki untuk berbagi. Sebelumnya, Jumat lalu, pengurus menyediakan minuman hangat teh susu. Untuk kali ini, tambahnya, hanya makanan ringan, yakni nasi lemak dikenal khas dengan nama nasi dagang.

Jemaah saat menikmati hidangan Jumat berbagi

Lebih jauh disebutkannya, makanan yang disajikan ini adalah makanan yang cukup familiar dikalangan orang Melayu, selain praktis juga mudah dibawa pulang untuk makan dirumah.

Untuk ke depan, katanya, kegiatan ini akan terus dilakukan dengan menu makanan yang berbeda. Bahkan dirinya sebagai pengurus, memberikan ruang kepada umat yang memiliki kelebihan rejeki ingin bersedekah, tinggal serahkan ke pengurus Masjid Al-Jihad.

Sementara itu, anggota Polsek Daik Lingga, Brigadir Novi Chandra bersama anggota lainnya dengan agenda Jumat keliling, sangat menyambut baik sekali dengan kegiatan yang dilakukan. Dimana kegiatan ini merupakan hal yang sangat Positif.

“Dengan kegiatan ini bisa saling mengenal diantara jemaah. Dan hal ini juga dapat meringankan beban untuk para jemaah yang rumahnya jauh alias musafir,” ujarnya (bran)