Berita Oleh: Eddy Supriatna

MEDIAKEPRI.CO.ID, Anambas – Perayaan Hari Ulang Tahun kemerdekaan Republik Indonesia (HUT RI) ke 74 merupakan momen sejarah yang tak terlupakan. Segudang pesta disajikan untuk mengisi hari kemerdekaan yang digelar di setiap penjuru Nusantara.

Untuk 2019, perayaan kemeriahan hari Soekarno-Hatta memproklamirkan kemerdekaan juga dirasakan oleh masyarakat Kecamatan Siantan Tengah, Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA).

Satu dari sekian banyak perlombaan yang digelar Kecamatan Siantan Tengah

Dibawah kepemimpinan, Camat Wan Rhumadi dan Sekcam Firdaus, pesta Rakyat Kecamatan Siantan Tengah digelar di lapangan terbuka Desa Air Asuk. Dengan sesi persiapan yang cukup matang, pemerintah kecamatan berhasil menghidupkan partisipasi masyarakat.

Anime dan antusias warga berbondong-bondang berpartisipasi mengikuti lomba. Berbagai perlombaan mulai dari lomba pawai, panjat pinang, lomba lari karung, hingga lomba makan kerupuk menambah semarak mengisi kemerdekaan.

Untuk meningkatkan semangat warga, Kecamatan Siantan Tengah menyiapkan bermacam hadiah doorprize, sepeda, rice cooker, TV dan bermacam- macam hadiah hiburan lainnya.

Usai pelaksanaan perlombaan pihak kecamatan tak luput melaksanakan malam kenegaraan yang diikuti oleh kepala Desa, OPD serta tokoh pemuka masyarakat se-Kecamatan Siantan Tengah.

Pesta kemeriahaan peringatan HUT RI ke-74 di Kecamatan Siantan Tengah

“2019 merupakan momen bersejarah bagi rakyat se-nusantara. Terkhusus bagi warga Siantan Tengah. Tahun ini, antusiasme warga meningkat,” ujar Sekretaris Kecamatan Siantan Tengah, Firdaus kepada mediakepri.co.id, Rabu, 21 Agustus 2019.

Dia menambahkan para peserta lomba cukup menghibur, dari anak-anak hingga orang tua semua ikut ambil andil dalam perlombaan. Melihat tingginya semangat masyarakat ini, katanya, kami pihak kecamatan akan terus berbenah.

Lebih jauh ditambahkannya, untuk tahun berikutnya, akan diperingati dengan lebih meriah, dengan hadiah yang lebih besar lagi. Soalnya, dengan adanya pesta rakyat ini banyak hal positif. Dan perjuangan untuk mengisi kemerdekaan ini betul-betul nyata dan harus di pupuk.

Camat Siantan Tengah Wan Rhumadi bersama Sekcam Firdaus dan istri

“Masyarakat harus merasa merdeka. Ciptakan SDM unggul, maka Indonesia maju. Untuk menciptakan ini memang dimulai dari warga,” katanya mengakhiri. (rofy)

MEDIAKEPRI.CO.ID – Pada zaman Kerajaan Majapahit patih Gajah Mada membentuk pasukan pengamanan yang disebut dengan Bhayangkara yang bertugas melindungi raja dan kerajaan.

Pada masa kolonial Belanda, pembentukan pasukan keamanan diawali pembentukan pasukan-pasukan jaga yang diambil dari orang-orang pribumi untuk menjaga aset dan kekayaan orang-orang Eropa di Hindia Belanda pada waktu itu. Pada tahun 1867, sejumlah warga Eropa di Semarang, merekrut 78 orang pribumi untuk menjaga keamanan mereka.

Wewenang operasional kepolisian ada pada residen yang dibantu asisten residen, Rechts politie dipertanggungjawabkan pada procureur general (jaksa agung).

Pada masa Hindia Belanda terdapat bermacam-macam bentuk kepolisian, seperti veld politie (polisi lapangan), stads politie (polisi kota), cultur politie (polisi pertanian), bestuurs politie (polisi pamong praja), dan lain-lain.

Sejalan dengan administrasi negara waktu itu, pada kepolisian juga diterapkan pembedaan jabatan bagi bangsa Belanda dan pribumi. Pada dasarnya pribumi tidak diperkenankan menjabat hoofd agent (bintara), inspecteur van politie, dan commisaris van politie.

Untuk pribumi selama menjadi agen polisi diciptakan jabatan seperti mantri polisi, asisten wedana, dan wedana polisi.

Tidak lama setelah Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu, pemerintah militer Jepang membubarkan Peta dan Gyu-Gun, sedangkan polisi tetap bertugas, termasuk waktu Soekarno-Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Secara resmi kepolisian menjadi kepolisian Indonesia yang merdeka.

Inspektur Kelas I (Letnan Satu) Polisi Mochammad Jassin, Komandan Polisi di Surabaya, pada tanggal 21 Agustus 1945 memproklamasikan Pasukan Polisi Republik Indonesia. Sebagai langkah awal yang dilakukan, selain mengadakan pembersihan dan pelucutan senjata terhadap tentara Jepang yang kalah perang, juga membangkitkan semangat moral dan patriotik seluruh rakyat, maupun satuan-satuan bersenjata yang sedang dilanda depresi dan kekalahan perang yang panjang.

Sebelumnya pada tanggal 19 Agustus 1945 dibentuk Badan Kepolisian Negara (BKN) oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Pada tanggal 29 September 1945 Presiden Soekarno melantik R.S. Soekanto Tjokrodiatmodjo menjadi Kepala Kepolisian Negara (KKN).

Pada awalnya kepolisian berada dalam lingkungan Kementerian Dalam Negeri dengan nama Djawatan Kepolisian Negara yang hanya bertanggung jawab masalah administrasi, sedangkan masalah operasional bertanggung jawab kepada Jaksa Agung.

Kemudian mulai tanggal 1 Juli 1946 dengan Penetapan Pemerintah tahun 1946 No. 11/S.D. Djawatan Kepolisian Negara yang bertanggung jawab langsung kepada Perdana Menteri. Tanggal 1 Juli inilah yang setiap tahun diperingati sebagai Hari Bhayangkara hingga saat ini. (wikipedia.org)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bintan – Rangkaian agenda HUT RI yang ke 74 dilaksanakan di Relief Antam Kijang berjalan dengan lancar. Bupati Bintan Apri Sujadi memimpin Upacara Penaikan Bendera Merah Putih dipagi hari, sedangkan Wakil Bupati Bintan Dalmasri Syam saat Upacara Penurunan Bendera sore harinya, Sabtu, 17 Agustus 2019.

Usai agenda upacara, Bupati Bintan Apri Sujadi mengatakan bahwa hal ini sebagai momentum untuk meningkatkan kesadaran dan kecintaan masyarakat terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Istimewa
Istimewa

Dirinya juga berpesan agar dalam mengisi kemerdekaan dan meneruskan cita-cita perjuangan harus dilakukan dengan peningkatan berbagai sektor bidang.
 
” Ini renungan kita semua, agar bagaimana terus berupaya mewujudkan cita-cita luhur kemerdekaan, dengan melaksanakan pembangunan diberbagai bidang yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.

Istimewa
Istimewa

Dikatakanya, masyarakat harus dapat merasakan hadirnya arti kemerdekaan ; di bidang kesehatan, masyarakat harus merasakan layanan kesehatan yang baik, bidang pendidikan ; masyarakat ikut menikmati arti pendidikan dan lain sebagainya.

Istimewa
Istimewa

Selain itu, sempena peringatan HUT RI ke-74 ini, dirinya meminta agar kegiatan ini bukan hanya ritualitas semata, akan tetapi sebagai bahan renungan dan rasa syukur atas jasa para pahlawan bangsa Indonesia.

Istimewa

“para pendahulu kita lebih mengharapkan kita mengisi kemerdekaan ini dengan kerja dan karya nyata. Karena kemerdekaan bukan hanya ritual yang dilaksanakan setiap tahunnya, namun terlebih memberikan arti yang banyak bagi masyarakat ” tutupnya. (humasbintan)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – PT Capella Dinamik Nusantara selaku Main Dealer Honda wilayah Kepri, kembali mengadakan gathering untuk para karyawan Honda wilayah Kepri Timur. Acara dilaksanakan di Madu Tiga Beach Resort, Kabupaten Bintan, Ahad, 18 Agustus 2019 .

Kegiatan kebersamaan antar karyawan Honda Kepri Timur ini untuk mengapresiasi kinerja Frontliner dalam melayani konsumen sepenuh hati serta menjalin kekompakan sesama Frontliner satu dengan lainnya.

Acara gathering dengan tema “Keakraban bersama Honda” ini diawali dengan refreshment training guna mengingatkan kembali sekaligus menambah pengetahuan para Frontliner agar kualitas layanan yang diberikan kepada konsumen semakin maksimal.

“Selain menambah kekompakan dan kerjasama antar Frontline People, kegiatan ini bertujuan agar frontline people selalu konsisten memberikan layanan istimewa Honda yang berazaskan One Heart Spirit” ujar HCC Manager, PT. CDN Kepri, Tony Anggadha.

Selain Refreshment training, Gathering ini juga sebagai ajang kumpul bareng dan berbagi cerita serta pengalaman sesama Frontliner Honda. Hal ini dikemas dengan berbagai acara yang sangat unik dan menarik, seperti Ice Breaking, Fun Games, Motivasi dan Team Building yang tentunya menambah semarak dan meriahnya acara ini. Untuk menambah semaraknya suasana, acara juga dimeriahkan dengan Band Akustik lokal.

“Acara ini rutin kami adakan setahun sekali di daerah Kepri Timur, dan tahun ini kami memilih tempat dan lokasi yang bersuasana pantai supaya para peserta dapat beraktifitas dengan leluasa dan bisa bermain di wahana permainan. Apalagi memang Kepri ini terkenal dengan wisata pantainya. ” tambah Tony.

Dalam acara ini juga dilakukan undian lucky draw dengan berbagai hadiah yang menarik untuk para Frontliner, kali ini yang beruntung mendapatkan hadiah utama peserta dari CSC TPI.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada pihak panitia yang sudah membuat acara yang sangat meriah ini, kami sangat menikmati acara gathering ini, terutama waktu acara games, melatih kekompakan dan komunikasi antar tim” ujar Burhan, Kepala Bengkel dari PT. Tajelin Sejahtera yang turut menjadi peserta pada kegiatan kali ini. (r/sal).

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kepri, Candra Ibrahim mendatangi Komunitas Perantauan Asal SIKKA (Kompas) Batam di Sagulung, Ahad, 18 Agustus 2019.

Kedatangan Candra Ibrahim dihadapan ratusan anggota Kompas ini untuk memberikan pencerahan mengenai penggunaan media sosial (medsos). Selain itu juga, Direktur Batam Pos menjelaskan mengenai BPJS kesehatan.

Selain Candra Ibrahim, Kompas juga mengundang Walikota Batam, diwakili Kadisduk Kota Batam, Said Khaidar.

Candra memulai memaparkan mengenai pesat perkembangan teknologi. Perkembangan ini melahirkan berbagai aplikasi berbasis media sosial (medsos). Dan setiap masyarakat sudah memiliki medsos.

“Kita harus bijak dalam menggunakan medsos. Karena dengan Undang-undang ITE, bisa menjerat para pengguna medsos,” kata Candra membuka pemaparannya.

Candra Ibrahim bersama tamu undangan dan pengurus serta anggota Kompas menyanyikan lagu Indonesia Raya

Dijelaskannya, pengguna medsos yang bijak, sebelum membagikan setiap informasi, terlebih dahulu melakukan cek and ricek. “Jadi harus berhati-hati saat menyebarluaskan informasi yang kita peroleh,” kata Candra mengimbau masyarakat, khususnya anggota Kompas.

Sementara itu, Kadisduk Pemko Batam, Said Khaidar menegaskan dalam pengurusan identitas tidak dikenai biaya sepeserpun alias gratis.

“Ngurus KTP itu gratis,” katanya disambut tepuk tangan ratusan anggota Kompas. (bayu)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tanjungpinang – Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Danlantamal) IV Laksamana Pertama TNI Arsyad Abdullah, menghadiri upacara detik-detik proklamasi bertempat di Halaman Gedung Daerah Tanjungpinang Kepulauan Riau, Sabtu, 17 Agustus 2019.

Upacara detik-detik Proklamasi diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-74 Republik Indonesia, dimana bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) adalah Plt Gubernur Provinsi Kepri, Isdianto.

Pasukan upacara detik-detik Proklamasi kali ini terdiri dari 4 Batalyon upacara dengan komposisinya dari TNI, Polri, Pns, Bea dan Cukai, Satpol PP, KPLP, Tim Sar, Dispora/Pariwisata Provinsi, Mahasiswa, Pelajar SMA/SMK, pelajar SMP, Pramuka dan FKPPI.

Upacara detik-detik Prolamasi di halaman gedung daerah ditandai dengan diperdengarkannya bunyi sirene selama 30 detik, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan teks Proklamasi oleh Ketua DPRD Provinsi Kepri Jumaga Nadeak, S.H selanjutnya penaikan bendera merah putih oleh pasukanpengibar bendera Provinsi Kepri.

Sebagai informasi, khusus untuk Komadan Kompi Paskibra pada upacara detik-detik proklamsi dipimpin oleh Kapten Laut (S) Erwin Adi Nugroho yang jabatan sehari-harinya sebagai Perwira di Keungan Wilayah (Kuil) Lantamal IV.

Hadir pada acara tersebut Unsur FKPD Provinsi Kepri, Organisasi Prangkat Daerah Propinsi Kepri, Para Pejabat Utama Lantamal IV, Para Kepala Instansi Pertikal, Dewan Harian Daerah 45, Para Ketua Partai Politik, Para Veteran RI dan Warakawur. (r/sal)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Upacara pengibaran bendera merah putih dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-74 di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 47 Batam berlangsung dengan khidmat.

Pantauan mediakepri.co.id di lokasi, upacara baru dimulai sekitar pukul 7.30 WIB. Dalam upacara tersebut, yang bertindak sebagai inspektur upacara yakni anggota Dewan Pendidikan Kota Batam (DPB), Sulaiman.

Dalam amanatnya, Sulaiman mengatakan ada beberapa hal yang harus kita maknai di hari kemerdekaan ini, salah satunya adalah kita harus mensyukuri nikmat kemerdekaan dengan cara mengisi dan melanjutkan kemerdekaan itu.

“Untuk siswa, adapun cara mengisi kemerdekaan tersebut ialah dengan rajin belajar. Karena kunci keberhasilan dalam meraih kesuksesan hidup di dunia dan hidup di akhirat haruslah dengan ilmu,” ujar Sulaiman, Sabtu, 17 Agustus 2019.

Seperti yang kita ketahui bersama, bahwasannya narkoba sekarang ini merupakan musuh yang nyata bagi kita semua. Oleh karena itu sebagai seorang pelajar kita wajib untuk memeranginya.

Dilanjutkan anggota Komisi A DPB yang membidangi Penyelenggaraan Peningkatan Mutu Pendidikan, yang menjadi tantangan generasi kita sekarang ini ialah perang melawan ancaman bahaya narkoba.

Pengibaran bendera merah putih

“Jika dulu para pahlawan kita berperang dan mengorbankan jiwa dan raganya untuk bangsa dan negara, sekarang saatnya kita generasi penerus bangsa perang terhadap bahaya narkoba yang dapat menghancurkan suatu bangsa,” imbuhnya.

Tak lupa dalam kesempatan ini, Sulaiman juga mengucapkan selamat kepada dua orang guru di sekolah ini atas nama Ahmad Zaini dan Gusmeri Sari yang telah berhasil meraih gelar magister management di Universitas Internasional Batam belum lama ini.

Ditempat yang sama, mewakili kepala sekolah SMP N 47 yang berhalangan hadir karena mengikuti upacara di Kantor Walikota Batam, Jazim SPd, mengatakan berbagai perlombaan dilaksanakan di sekolahnya untuk memeriahkan hari kemerdekaan ini, diantaranya lomba Rangking 1 dari Smartfren, lomba kebersihan kelas, lomba cipta puisi, lomba Fashion Show dan lomba merancang busana dari bahan bekas.

“Ada juga seorang siswi kita yang bernama Alifia Rahma Ailah, yang mendapat penghargaan sebagai Kwarda Garuda Penggalang, mewakili Provinsi Kepulauan Riau,” ucapnya.

Tampak hadir pada saat upacara tersebut, Ketua Komite sekolah , Hendri Arsita, guru-guru dan seluruh siswa SMP N 47 Batam. (sal)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Kepri – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Kepri H Isdianto bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) pada Apel Kehormatan dan Renungan Suci di Taman Makam Pahlawan (TMP) Pusara Bhakti Jl Gatot Subroto KM 5 Bawah, Tanjungpinang, Sabtu, 17 Agustus 2019 dini hari.

Hadir pada kesempatan ini Sekretaris Daerah H TS Arif Fadilah, Walikota Tanjungpinang H Syahrul, Kepala OPD, Anggota DPRD, Perwakilan FKPD, TNI-POLRI, Veteran, FKPPI, Ormas PP beserta Mahasiswa dan Pramuka.

Semuanya tergabung rapi dalam barisan dan khusuk mengikuti rangkaian apel kehormatan dan renungan suci dalam rangka peringatan HUT Ke – 74 Republik Indonesia.

Isdianto membacakan naskah Apel kehormatan dan renungan suci untuk memperingati akan jasa-jasa para pahlawan yang berjuang memperebutkan Kemerdekaan Republik Indonesia 74 tahun silam.

Dimana TNI Polri sebanyak 99 orang, Sukarelawan 11 orang, Pejuang Rakyat 2 orang dan 1 orang pejuang tidak dikenal.

Adapun naskah apel kehormatan tersebut mengatakan hormat yang sebesar besarnya, atas keikhlasannya dan kesucian pengorbanan saudara – saudara sebagai pahlawan dalam pengabdian terhadap perjuangan demi kebahagian negara dan bangsa.

“Kami bersumpah dan berjanji. Perjuangan saudara-saudara adalah perjuangan abadi dan jalan pengabdian yang ditempuh adalah jalan bagi kami pula. Kami berdoa , semoga arwah saudara saudara diterima oleh Tuhan Yang Maha Esa serta mendapatkan tempat yang sewajarnya,” demikian bunyi naskah yang dibacakan Isdianto.

Dalam renungan suci ini sebagai generasi penerus senantiasa ingat guna menghormati jasa para pahlawan yang selalu dilaksanakan setiap tahun, dan salah satu rangkaian acaranya adalah prosesi penyalaan obor. Di kesempatan ini seluruh rangkaian acara ini berjalan khidmat.

Usai renungan suci, Isdianto bersama undangan lain yang hadir pada kesempatan itu membacakan doa dengan mengawali surat Alfatehah di pusara kakak kandungnya, H Muhammad Sani bin H Subakir. Almarhum adalah mantan Gubernur Kepri dan juga tokoh pejuang Provinsi Kepri.

Sebelum meninggalkan TMP, Isdianto tampak dengan berat hati dengan raut wajah yang tegar, dan sampai meneteskan air mata seraya bercengkrama dan bersalaman bersama tamu undangan yang hadir.

“Semoga para arwah dilapangkan dan ditempatkan di tempat yang layak dari Allah SWT, dan kita penerusnya senantiasa sehat dan amanah dalam melaksanakan tugas,” tutup Isdianto.(***)

MEDIAKEPRI.CO.ID Taluk Kuantan – Pernyataan Gubri yang berjanji menertibkan lahan ilegal di Provinsi Riau mendapat dukungan dari Pijar Melayu.

Hal ini dikemukakan Direktur Eksekutif Pijar Melayu, Rocky Ramadani, Kamis, 15 Agustus 2019.

“Kami menyadari sepenuhnya persoalan utama di Provinsi Riau adalah persoalan lahan, baik ketimpangan kepemilikan lahan antara masyarakat baik kalangan petani biasa dengan petani berdasi dan korporasi perkebunan,” kata Mahasiswa Pasca Sarjana UIR Jurusan Manajemen Agribisnis ini.

Dikatakannya, keberadaan lahan yang luas yang disinyalir gubri mencapai 1 juta hektar merupakan bukti keruwetan sistem pertanahan di tanah bumi Melayu Riau.

Meskipun demikian, Rocky menyangsikan pernyataan gubri tersebut dapat diwujudkan dalam tindakan konkrit sehingga menyelesaikan benang kusut masalah pertanahan di Riau.

“ Jangan – jangan pernyataan tersebut sekedar pernyataan emosional yang dikemukakan dikarenakan sengkarut kabut asap di Riau yang kini menjadi sorotan Nasional. Apalagi Gubri tidak merinci dugaan keterkaitan karhutla dengan keberadaan lahan ilegal,” ujar Ketua PW HIMMAH Riau Ini.

Lebih lanjut Rocky mengemukan persoalan agraria di Riau sebenarnya telah diselidiki secara mendalam oleh pansus monitoring dan evaluasi perizinan lahan yang diketuai oleh legislator Suhardiman Amby yang menemukan begitu banyak lahan perkebunan tanpa HGU sehingga menunggak pajak.

“Kami menantang Gubernur Riau untuk meneruskan temuan tersebut kejalur hukum agar rakyat Riau tau bahwa Gubri tidak hanya berani memperkarakan suporter PSPS namun juga berani berhadapan dengan mafia perkebunan yang memiliki back up kuat,” sebutnya

Kendati demikian, Rocky menegaskan komitmen untuk satu barisan dengan siapapun yang memiliki kemauan politik untuk mewujudkan keadilan pertanahan di Provinsi Riau termasuk mendukung langkah Gubernur Syamsuar untuk perang dengan mafia pertanahan dan perkebunan.

“Kami meyakini bahwa karhutla berhubungan erat dengan keberadaan lahan ilegal dan lemahnya penegakan hukum. Jika 2 hal ini tidak ditangani maka yang akan terjadi hanya pengulangan bencana asap,” tutup Rocky.(depriandi)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Untuk memberikan kenyamanan bagi komunitas pecinta bola dalam menyaksikan pertandingan Premiere League, Mola TV sebagai pemegang seluruh hak siar Premiere League musim 2019/2020 – 2021/2022, secara resmi mengumumkan kerjasamanya dengan Matrix TV dan MIX Network.

Siaran bola Premiere League dapat ditonton melalui Mola TV di kawasan perumahan dengan bantuan layanan Mola Matrix sedangkan untuk keperluan komersil bisa menggunakan layanan dari MIX.

“Kota Batam merupakan kota ke-8 di Indonesia bagi kami dalam rangka sosialisasi kerjasama antara Mola TV dengan Matrix dan MIX,” ujar Head Of Partnership Mola TV, Rudy Lee dalam Media Gathering yang dilaksanakan di Hotel Aston & Resort, Jalan Sriwijaya, Pelita, Jum’at, 15 Agustus 2019.

Dijelaskannya, Mola Matrix merupakan layanan baru yang dibentuk oleh Mola TV dan operator parabola Matrix TV untuk menghadirkan kanal Mola TV ke pengguna parabola. Tujuan Mola TV menggandeng kerjasama dengan 2 partner resminya dalam penayangan Premier League di Indonesia adalah untuk memberikan kenyamanan bagi individu atau komunitas pecinta bola dalam menyaksikan pertandingan Premier League di tempat-tempat favorit, baik bersama keluarga maupun dengan teman-teman.

Hal senada juga disampaikan COO MIX, Bobby Christoffer, untuk venue atau usaha komersil yang menyelenggarakan program ini, pihaknya akan memastikan bahwa penyelenggaraan sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Selain itu akan mendapatkan registrasi resmi sebagai anggota dan venue yang terdaftar, juga akan mendapatkan siaran resmi untuk area komersial dari pemegang hak siar.

“Kedepan, kami telah mempersiapkan berbagai keuntungan dan kejutan yang menarik kepada venue yang terdaftar sebagai anggota dari Mola Live Arena,” tambahnya.

Selanjutnya, Sales Corporate West Area Matrix TV, Khalidi Hamdan mengatakan jaringan Matrix yang digunakan saat ini sudah mencapai seluruh Indonesia, bahkan jaringannya sampai ke perumahan-perumahan.

“Dengan daya cakup yang luas, kami sungguh berharap agar layanan Mola Matrix ini dapat menjadi konten yang berkualitas, berguna dan menghibur bagi masyarakat Indonesia,” ucapnya.

Hadir juga sebagai pembicara Kanit V Subdit IV Tipidter Bareskrim Mabes Polri, AKBP Drs. Horas P Siringoringo, SH., MH., MSi, beliau mengingatkan kepada pelaku usaha tv kabel, agar dalam melaksanakan kegiatannya harus sesuai dengan hukum dan perundangan yang berlaku. Jika itu dilanggar, maka akan berhadapan dengan hukum yang berlaku di negara kita ini.

“Pertama yang harus dilengkapi untuk para pengusaha tv kabel ialah IPP dan ijin prinsipnya, jika itu dilanggar, maka sanksi pidana dan denda akan menghampirinya,” tegasnya.

Sekedar di ketahui, layanan dalam Mola Matrix menghadirkan 4 kanal utama Mola TV antara lain, Mola Sports 1 yaitu 24 jam kanal Premiere League, Mola Sports 2 yang berisi beragam acara olahraga dunia dan nasional, Mola Film yang menghadirkan berbagai film dalam dan luar negeri serta tayangan orisinil produksi Mola TV, terakhir Mola Kids yang merupakan tayangan 24 jam khusus acara anak-anak.

Untuk area komersial Mix sudah menunjuk regional agent Nico Enterprise untuk komersial area Kepri dan Riau. Keterangan lebih lanjut bisa menghubungi telepon di nomor 081 11988133 atau Email : [email protected] (sal).

TANJUNG PINANG

Sabtu | 17 Agustus 2019 | 8:43

GOW Kota Tanjungpinang Gelar Musda ke-4

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tanjungpinang – Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Tanjungpinang menggelar Musyawarah Daerah (Musda) ke-4 yang dibuka secara resmi oleh Walikota Tanjungpinang, H. Syahrul, S. Pd di Aula Bulang Linggi, Jumat, 16 Agustus 2019.

Pada sambutannya, Walikota Tanjungpinang H. Syahrul, S. Pd menyampaikan keberadaan GOW sangat di harapkan, karena ini merupakan Gabungan Organisasi Wanita se-Kota Tanjungpinang. “Setiap organisasi dapat memberikan masukan, pemikiran yang harus di akomodir dan diprogramkan oleh GOW, dan selanjutnya di laksanakan serta di sejalankan dengan program Pemerintah, mengingat GOW ini sebagai mitra Pemerintah dapat membantu pemerintah mendukung dan bersinergi dalam kegiatan-kegiatan dan program-progam  Pemerintah,” ujar Syahrul. 

Istimewa

Syahrul berharap agar Organisasi ini bisa memberikan bukti dengan harus berkoordinasi dalam melaksanakan berbagai program. “Saya mengharapkan dengan Musda ke-4 ini dapat memilih Ketua yang bisa memberikan masukan dan memiliki strategi serta inovasi yang dirasakan oleh masyarakat dan Pemerintah mengingat GOW merupakan mitra Pemerintah,” imbuhnya.

Sebagai penutup sambutannya, Syahrul berpesan agar GOW terus berkiprah sebagai mitra pemerintah dan tidak melupakan kodratnya sebagai istri dan ibu dari anak-anaknya. “Saya berpesan agar GOW sebagai gabungan seluruh organisasi wanita yang ada di Kota Tanjungpinang diharapkan kiprah da  peranannya kedepan semakin besar, di samping kodratnya sebagai istri dan ibu, namun bisa berpartisipasi memberikan pemikiran-pemikiran dalam pengembangan daerah maupun pengembangan wanita Indonesia,” tutup Syahrul

Ketua GOW Kota Tanjungpinang, Juwariyah Syahrul dalam sambutannya menyampaikan bahwa GOW adalah organisasi kemasyarakatan yang mempunyai visi agar terwujudnya organisasi wanita yang independen, mandiri dan terbuka, serta mempunyai misi antara lain, untuk mewujudkan sinergitas serta memperluas jejaring antar anggota organisasi, serta menjadikan wadah silaturahmi serta kepedulian dalam pembangunan.

“Kami juga ingin menjadi mitra pemerintah dalam menciptakan suasana masyarakat yang aman, damai, berkeadilan yang mengedepankan kemandirian,” ujar Juwariyah. 

Juwariyah juga menyampaikan bahwa dalam Musda ke-4 ini, GOW Kota Tanjungpinang dalam agendanya akan memilih Ketua serta menyusun program kerja. “Kami akan menyusun program kerja, baik itu jangka pendek maupun program kerja jangka panjang, Alhamdulillah dari tahun ke tahun semakin eksis dalam berbagai kegiatan, baik di bidang sosial masyarakat serta kegiatan lainnya yang bertujuan untuk Masyarakat khususnya di Kota Tanjungpinang,” ungkap Juwariah. 

Turut hadir dalam pelaksanaan Pembukaan Musda IV GOW Kota Tanjungpinang Kepala DP3APM, Hj. Raja Khairani, S.Sos, MM, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Tanjungpinang, Drs. H. Wan Samsi, MM, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Tanjungpinang, Ersa Famella Riono dan para Ketua Organisasi Wanita se-Kota Tanjungpinang. (r/sal).

MEDIAKEPRI.CO.ID, Karimun – Peringatan HUT RI ke 74, Satlantas Polres Karimun membangikan bendera merah putih dan helm gratis pada pengendara. Kegiatan itu digelar di depan Mapolres Karimun, Jumat 16 Agustus 2019.

Adapun bendera yang dibagikan sebanyak 1.700 bendera dan 17 Helm. Untuk helm diberikan pada pengendara yang melintas di depan Mapolres Karimun saat kegiatan berlangsung.

Kasat Lantas Polres Karimun, AKP Teuku Kenedy Fazrial mengatakan kegiatan bagi-bagi bendera ini dilakukan di empat titik lokasi secara bersamaan.

“Untuk pembagian bendera kita ada empat titik, yang pertama di Bukit Tembak Sungai Pasir Kecamatan Meral, Lampu Merah Sungai Ayam dan Indo PN Kecamatan Tebing serta di depan Mapolres Karimun,” kata Kenedy.

Selain membagikan bendera merah putih dan helm, pihaknya juga membagikan pin dan stiker dan buku panduan tertib berlalulintas.

“Hal ini untuk memberikan semangat kepada pengendara, khususnya pengendara yang ada di wilayah hukum Mapolres Karimun,” ucap Kenedy.

Adapun tujuan pelaksanaan kegiatan ini, untuk memupuk rasa kebanggan bagi masyarakat Kabupaten Karimun dan menumbuhkan rasa nasionalisme bahwa kemerdekaan itu penting bagi kita semua. (yan)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Detik detik Proklamasi Kemerdekaan HUT RI ke 74 semakin terasa di Negeri Bunda Tanah Melayu tidak terkecuali kecamatan yang berada di Lingga Timur Kabupaten Lingga.

Berbeda pada tahun sebelumnya Kecamatan Lingga timur hanya melaksanakan upacara pengibaran bendera sang merah putih di ibukota kecamatan yakni Desa Sungai Pinang, namun tahun ini upacara pengibaran bendera dilaksanakan di Desa Pekaka.

Sekretaris Camat ( Sekcam) Said Hendri melalui via seluler kepada mediakepri.co.id, Jumat, 16 Agustus 2019 mengatakan, agar suasana menyebar keseluruh wilayah khususnya di Kecamatan Lingga Timur, perlu dilakukan secara bergiliran.

“Agar proses berjalan lancar sampai hari H pemerintah kecamatan perlu koordinasi dan pengecekan terakhir menjelang pelaksanaan HUT ke 74 RI besok, diantaranya, kesiapan petugas Paskibraka, panggung inspektur upacara, tenda undangan, tenda petugas kesehatan, ” ucap pria yang arif disapa bung Said “

Lebih jauh katanya tidak lupa karena, dukungan semua pihak terutame tuan rumah Desa Pekake dalam hal ini sebagai pj Kades Muhammad Yusuf.(bran)

MEDIAKEPRI.CO.ID – Peristiwa Rengasdengklok adalah peristiwa penculikan yang dilakukan oleh sejumlah pemuda dari perkumpulan ‘Menteng 31’.

Perkumpulan yang terdiri dari Wikana, Aidit dan Chaerul Saleh menculik proklamator Indonesia Soekarno dan Hatta. Peristiwa ini terjadi pada tanggal 16 Agustus 1945 pukul 03.00 WIB.

Soekarno dan Hatta dibawa ke Rengasdengklok, Karawang. Proklamator ini kemudian didesak agar mempercepat proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia. Adapun penculikan ini terjadi sampai dengan terjadinya kesepakatan antara golongan tua yang diwakili Soekarno dan Hatta serta Mr. Achmad Subardjo dengan golongan muda tentang kapan proklamasi akan dilaksanakan terutama setelah Jepang mengalami kekalahan dalam Perang Pasifik.

Menghadapi desakan tersebut, Soekarno dan Hatta tetap tidak berubah pendirian. Sementara itu, di Jakarta, Chairul dan kawan-kawan telah menyusun rencana untuk merebut kekuasaan. Tetapi apa yang telah direncanakan tidak berhasil dijalankan karena tidak semua anggota PETA mendukung rencana tersebut.

Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia rencananya akan dibacakan Bung Karno dan Bung Hatta pada hari Jumat, 17 Agustus 1945 di lapangan IKADA (yang sekarang telah menjadi lapangan Monas) atau di rumah Bung Karno di Jalan Pegangsaan Timur 56.

Dipilih rumah Bung Karno karena di lapangan IKADA sudah tersebar bahwa ada sebuah acara yang akan diselenggarakan, sehingga tentara-tentara jepang sudah berjaga-jaga, untuk menghindari kericuhan, antara penonton-penonton saat terjadi pembacaan teks proklamasi.

Dipilihlah rumah Soekarno, lalu Teks Proklamasi disusun di Rengasdengklok, di rumah Djiaw Kie Siong. Bendera Merah Putih sudah dikibarkan para pejuang di Rengasdengklok Kamis tanggal 16 Agustus, sebagai persiapan untuk proklamasi kemerdekaan Indonesia.

Karena tidak mendapat berita dari Jakarta, maka Jusuf Kunto dikirim untuk berunding dengan pemuda-pemuda yang ada di Jakarta. Namun sesampainya di Jakarta, Kunto hanya menemui Wikana dan Mr. Achmad Soebardjo.

Kemudian Kunto dan Achmad Soebardjo ke Rangasdengklok untuk menjemput Soekarno, Hatta, Fatmawati dan Guntur. Achmad Soebardjo mengundang Bung Karno dan Hatta berangkat ke Jakarta untuk membacakan proklamasi di Jalan Pegangsaan Timur 56. Pada tanggal 16 tengah malam rombongan tersebut sampai di Jakarta.

Keesokan harinya, tepatnya tanggal 17 Agustus 1945 pernyataan proklamasi dikumandangkan dengan teks proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang diketik oleh Sayuti Melik menggunakan mesin ketik yang “dipinjam” (tepatnya sebetulnya diambil) dari kantor Kepala Perwakilan Angkatan Laut Jerman, Mayor (Laut) Dr. Hermann Kandeler. (wikipedia.org)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Kapolda Kepri, Irjen Pol Andap Budhi Revianto menyatakan akan melakukan penegakkan hukum secara tegas terhadap pelaku Karhutla untuk memberikan efek jera.

Tindak tegas Kapolda Kepri disampaikan saat memimpin rapat kordinasi (rakor) lintas sektoral di ruang rapat Rupatama, Polda Kepri Kamis, 15 Agustus 2019.

Demikian rilis yang disampaikan Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol. Erlangga tentang Kapolda Kepri Pimpin Rakor Lintas Sektoral Pencegahan dan Penanggulangan Karhutla di Wilkum Polda Kepri sebagai berikut :

Sebagai bentuk keseriusan pemerintah serta kesiapan TNI-Polri dalam pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di tahun 2019 ini maka Polda Kepri bersama instansi lintas sektoral menggelar Rapat koordinasi lintas sektoral dalam rangka pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Provinsi Kepulauan Riau.

Rakor lintas sektoral dihadiri Sekda Provinsi Kepri, Kasiter Korem 033/WP, Wadanlantamal IV, Danlanud Hang Nadim, Irwasda Polda Kepri, Pejabat Utama Polda Kepri dan pimpinan instansi terkait.

Kapolda Kepri menyampaikan pada tahun 2015 dan ditahun-tahun sebelumnya Karhutla hampir terjadi di seluruh Provinsi, dengan kerugian 221 Triliun dan terdapat 2,6 juta Hektar Hutan serta lahan terbakar berdampak juga pada pembatalan jadwal penerbangan, perkantoran diliburkan dan kerugian ekonomi. Untuk itu ditahun ini diatensikan Karhutla jangan sampai terjadi lagi di seluruh wilayah Indonesia khususnya Provinsi Kepri.

Hal terpenting dalam penanggulangan Karhutla adalah melakukan pencegahan, jangan sampai api membesar untuk agar lakukan langkah antisipasi dan mitigasi, tatakelola ekosystem gambut secara konsisten serta peningkatan koordinasi dan kolaborasi TNI-Polri, Pemerintah Daerah dan Masyarakat serta lakukan penegakkan hukum secara tegas terhadap pelaku Karhutla untuk memberikan efek jera.

Kerugian ekonomi akibat Karhutla sangat besar sehingga jangan ada lagi darurat api, untuk itu api sekecil apapun agar segera di atasi dan dipadamkan, peran Babinsa dan Bhabinkamtibmas untuk cek langsung apabila ada hotspot api dan jangan tunggu sampai api membesar, segera padamkan sebelum menjadi besar.

Selanjutnya Kapolda Kepri beserta peserta Rakor melaksanakan pengecekkan alat-alat pendukung untuk pemadaman api dan apabila terjadi Karhutla di Provinsi Kepri peralatan tersebut dapat langsung diterjunkan ke titik-titik api.

Ditambahkan oleh Kabid Humas Polda Kepri “Menghimbau kepada seluruh masyarakat Provinsi Kepri untuk tidak membuka lahan pertanian atau perkebunan dengan cara membakar”, Bersama menjaga kelestarian Hutan di wilayah masing-masing, membakar hutan dan lahan dapat dikenakan pasal 50, pasal 78 Undang Undang No. 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan denda paling banyak Rp.5.000.000.000,00 (lima milyar rupiah). Pasal 108 Undang Undang No. 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (UUPPLH) dengan ancaman hukuman pidana penjara paling singkat 3 (tiga) tahun dan paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling sedikit Rp3.000.000.000,00 (tiga miliar rupiah) dan paling banyak Rp10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah). Dan Undang undang No. 39 Tahun 2014 Tentang Perkebunan.(humaspolda)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Anambas – Asisten III Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA), Yendi membuka Simposium Pelayanan Publik Pemerintah Desa di wilayah Kepulauan dan Perbatasan Kabupaten Kepulauan Anambas di Gedung BPMJ Kecamatan Jemaja, Kamis, 15 Agustus 2019.

Kegiatan dihadiri Ketua Umum Asosiasi Ilmu Administrasi Negara (ASIAN) Prof Dr H Hanif Nurcholis, Camat Jemaja, Danramil, Dan posal serta Kepala Desa, Kecamatan Jemaja, Jemaja Timur dan Jemaja Barat.

Kegiatan terselenggara atas keseriusan dan ketekunan mahasiswa Stisipol Raja Haji, Tanjungpinang.

Yendi mengatakan dasar pemekaran Kabupaten Anambas yaitu Undang-Undang Nomor 33 tahun 2008. Hal ini berdasarkan isu daerah perbatasan terluar dan dimekarkan dari Kabupaten Natuna.

“Terimakasih atas kedatangan peserta simposium, semoga kegiatan ini dapat memberikan edukasi dan pengetahuan tentang tata kelola keuangan Desa,” katanya.

Saat ini, katanya, Anambas terdiri dari 52 desa dan 10 kecamatan. Dan sejak tahun 2015 -2019, tambahnya, pemerintah telah menggelontorkan dana yang sangat besar. Namun sayangnya, katanya lebih jauh, kualitas pelayanan publik belum maksimal.

“saya mengajak khususnya kepala desa mari berbenah bersama mengangkat isu-isu positif, menjaga nilai dan kualitas yang kita miliki, terutama hutan, jangan kita biar penebangan terus terjadi. Dan laut mari kita jaga, dengan cara mengajak masyarakat untuk tidak membuang sampah ke laut,” katanya mengajak.

Disebutkannya untuk pengelolaan keuangan dan pembangunan infrastruktur, pemerintah desa harus sinkron dengan kabupaten. Dan hal ini menyesuaikan dengan geografis keadaan Desa.

“Untuk mahasiswa Stisipol Raja Haji yang sedang KKN di Anambas. Ini kegiatan positif. Gali nilai dan potensi anambas, keluarkan ide cemerlang untuk membangun anambas. Saya sangat mendukung kehadiran mahasiswa di tempat kami,” sebutnya.

Dalam sambutannya, Yendi berpantun:

Objek wisata banyak di jemaja
Pantai padang melang jadi andalan
Walaupun mahasiswa KKN sudah pulang
Ide-ide cemerlang nya sangat kami harap kan.

10 zulhijah hari raya idul Adha
hewan qurban banyak terjual
Kegiatan simposium akan saya buka
Agar pelayanan publik menjadi maksimal.

Usai berpantung, lalu acara Simposium dibuka. (rofy)

MEDIAKEPRI.CO.ID Taluk Kuantan – Kondisi jalan di Kuantan Singingi (Kuansing) sangat mempirhatinkan. Sebab, tingginya angka kecelakaan lalulintas di Kuansing karena banyaknya jalan yang rusak dan berlubang. Selain itu, jalan bergelombang menjadi pemicu terjadinya kecelakaan.

Masalah kerusakan jalan yang menjadi salah satu penyebab terjadinya kecelakaan ini juga sering di bahas oleh Satlantas Polres Kuansing. Pengguna jalan di Kuansing sangat ramai, apalagi menjelang festival Pacu Jalur yang merupakan tradisi masyarakat Kuansing.

Kasat Lantas AKP Yohanes Basri tidak menapikkan bahwa tingginya angka kecelakaan salah satu akibat banyaknya jalan yang rusak, selain tidak berkeselamatan, Selasa 13 Agustus 2019 Siang.

“Ya, kalau sudah datang musim pacu jalur, kecelakaan sering terjadi, terutama para pendatang dari luar kuansing,” katanya.

Kasat menambahkan, Selain jalan berlubang dan bergelombang, juga disebabkan karena sangat minimnya Lampu Penerangan Jalan Umum (PJU). Yang menjadi penyebab terjadinya kecelakaan pada Pengguna jalan yang melintas di Kuansing ini.

“Untuk saat ini kita telah berupaya untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan, kita telah melakukan pemasangan rambu-rambu di sekitar jalan-jalan yang rusak seperti berlubang dan bergelombang tersebut,” cetusnya

Yohanes Basri menghimbau kepada seluruh pengguna jalan, agar lebih berhati-hati dalam mengendarai kendaraannya, dan lebih mengutamakan keselamatan dalam perjalanan.

“Untuk persiapan menghadapi kepadatan lalu lintas, kita telah mendirikan 4 posko di wilayah hukum Polres Kuansing yang, pertama perbatasan Sumbar – Kuansing, kemudian perbatasan Kuansing – Inhu,selanjutnya perbatasan Kuansing – Kampar terakhir di pusat kota Kuantan Singingi yang tepatnya di Simpang Empat Tugu carano”. Tutup Yohanes Basri (depriandi)