Berita Oleh: redaksi

MEDIAKEPRI.CO.ID, Sagulung – Vivi Suhartini (46), meninggal dunia saat memimpin shalawat di Masjid Dahrul Ghufron Sagulung dalam rangka memperingati Hari Maulid Nabi Muhammad SAW, Selasa, 20 November 2018 siang.

Kepri Galakkan Turisme, Produk Halal Jadi Pendukung

Peristiwa haru ini menjadi pembicaraab di kalangan masyarakat, apalagi dunia media sosial. Dan banyak ucapan berbelasungkawa yang dihaturkan kepada almarhumah.

Gedung DPRD Disulap di Hari Jadi Kabupaten Lingga Ke-15

Bagi sebahagian warga, khususnya warga Sagulung banyak yang mendatangi rumah duka yang terletak di Mantang Blok A No.26, Sagulung. Almarhum meninggalkan dua anak dan suami yang mencintainya.

Warga Karimun Jangan Sungkan Laporkan Pelanggaran

Rekan satu mengaji almarhum yang tidak menyebutkan namanya mengatakan tidak ada firasat terhadap almarhum saat memimpin kelompok shalawat di Masjid Dahrul Ghufron.

I Gusti Ngurah Rai Meninggal Dunia Usia 29 Tahun

“Ada dua anaknya yang nomor satu perempuan baru lulus kuliah, bernama Ika. Makanya kami memanggilya ibu ika. Yang kedua laki-laki baru lulus SMK itu yang saya tau,” ujarnya.

Sementara itu, RA sahabat almarhum lainnya mengatakan keseharian almarhummah memang sering ikut jamaah kajian ibu komplek setempat dan suaminya berprofesi sebagai ojek online. (ali)

BACA JUGA

Peringati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1440 H di Masjid Baiturrahim

Catat! Ini Tanggal Merah di Tahun 2018

Rocker Lagendaris Hari Moekti Meninggal

Christopher Columbus

HARI INI SEJARAH

Senin | 19 November 2018 | 0:06

Columbus, Penjelajah Dunia Pertama Injak Kaki di Puerto Rico

MEDIAKEPRI.CO.ID – Untuk pertama kali, setelah dilihat sehari sebelumnya, Christopher Columbus mendarat di pulau, 19 November 1493. Dia menamai pulau tersebut San Juan Bautista (kini Puerto Rico).

BACA: Terlibat Narkoba, Oknum Honorer Histeris saat Ditangkap

Disadur dari wikipedia.org, Christopher Columbus yang lahir 30 Oktober 1451 – meninggal 20 Mei 1506 pada umur 54 tahun adalah seorang penjelajah dan pedagang asal Genoa, Italia. Ia menyeberangi Samudera Atlantik dan sampai ke benua Amerika pada tanggal 12 Oktober 1492.

BACA: Tarian Flores Sambut Aunur Rafiq di Tanjungbatu

Perjalanan tersebut didanai oleh Ratu Isabella dari Kastilia Spanyol setelah ratu tersebut berhasil menaklukkan Andalusia. Ia percaya bahwa Bumi berbentuk bola kecil, dan beranggap sebuah kapal dapat sampai ke Timur Jauh melalui jalur barat.

Sebelum kedatangan Colombus, Puerto Rico didiami oleh suku Taino di awal abad ke 7 masehi. Suku para penjelajah laut ini berkerabat dekat dengan suku Arawak di Amerika Selatan. Ketika Christopher Columbus tiba di sana tahun 1493 diperkirakan ada sekitar 50 ribu orang suku Taino. Colombus kemudian memberinya nama Pulau San Juan Bautista sebagai bentuk penghormatan kepada St. John the Babtist.

Permukiman Spanyol pertama dibangun di Cappara pada tanggal 8 Agustus 1508 menyusul beberapa tahun kemudian Spanyol mencaplok keseluruhan pulau. Perkembangan kota turut diwarnai dengan kedatangan para budak Afrika dan diikuti dengan semakin ramainya para pedagang. Hingga ke pertengahan abad ke 17 Spanyol berhasil mempertahankan Puerto Rico dari upaya pencaplokan oleh Belanda, Inggris, dan Perancis.

BACA: Bintan Tetap Konsisten, Siswa Terima Bantuan Seragam Gratis 2018

BACA: Bantuan Kapal dan Perlengkapan Nelayan Bertebaran di Bintan

BACA: Sekdaprov Minta Segerakan Penyerapan Anggaran

Gerakan kemerdekaan sempat mencuat di Puerto Rico pada tahun 1868 namun kemudian menghilang seiring dengan dibentuknya pemerintahan Spanyol di Puerto Rico dan menjadikannya sebagai provinsi seberang lautan dan dikepalai oleh seorang gubernur.

Mendekati pengujung abad ke 19, dalam upaya memperkuat kendalinya terhadap kekuatan maritim di Karibia, pemerintah Amerika Serikat menawarkan dana 160 juta dolar kepada Spanyol untuk membeli Puerto Rico dan Kuba. Tawaran yang langsung ditolak mentah-mentah oleh Spanyol.

BACA : Kata Bijak 9 Tokoh di Dunia, Ke-9 Penuh Inspirasi dan Bangun Motivasi

Tahun 1898 pemerintah Amerika Serikat menyatakan perang terhadap Spanyol dipicu oleh pertikaian berkepanjangan di Kuba serta tragedi tenggelamnya kapal perang Amerika di lepas pantai Havana. Dan pada tanggal 25 Juli 1898 selama perang antara kedua negara, Amerika berhasil menginvasi Puerto Rico dan berujung kepada kekalahan perang Spanyol dan berakibat pada penyerahan kekuasaan Spanyol atas Puerto Rico, Kuba, Filipina, dan Guam kepada Amerika Serikat sebagaimana diatur dalam pernjanjian Paris.

BACA: Islam Banyak Dipengaruhi Hal Mistik, Ahmad Dahlan Dirikan Muhammadiyah

Sejak itu, hingga awal abad ke 20 Puerto Rico berada di bawah kekuasaan militer Amerika, seorang gubernur ditunjuk untuk mengepalai pulau ini langsung oleh presiden. Pemerintahan setempat juga diberikan kekuasaan untuk mengontrol Puerto Rico namun pemerintah pusat Amerika tetap memiliki kewenangan hak veto. Sejak tahun 1917 warga Puerto Rico mendapatkan hak sebagai warga negara Amerika secara kolektif dan dengan sendirinya beberapa ribu warga pulau ini ditarik ke dalam dinas ketentaraan Amerika semasa perang dunia pertama.

BACA: Anak Petani Ini Jadi Kepala Negara saat Usia 13 Tahun

Meski warga Puerto Rico merupakan warga negara Amerika mereka tidak dapat ikut serta dalam pemilihan presiden karena kongres Amerika masih mempersyaratkan berbagai aspek bagi Puerto Rico untuk hal tersebut, sebuah perdebatan yang masih terus berlanjut hingga hari ini. (***)

muhammadiyah

HARI INI SEJARAH

Minggu | 18 November 2018 | 0:38

Islam Banyak Dipengaruhi Hal Mistik, Ahmad Dahlan Dirikan Muhammadiyah

MEDIAKEPRI.CO.ID – Organisasi Muhammadiyah didirikan oleh K.H. Ahmad Dahlan di Kampung Kauman Yogyakarta tanggal 18 November 1912 (8 Dzulhijjah 1330 H)

Muhammadiyah adalah sebuah organisasi Islam yang besar di Indonesia. Nama organisasi ini diambil dari nama Nabi Muhammad SAW, sehingga Muhammadiyah juga dapat dikenal sebagai orang-orang yang menjadi pengikut Nabi Muhammad SAW.

BACA: Anak Petani Ini Jadi Kepala Negara saat Usia 13 Tahun

Hasil kutipan mediakepri.co.id dari wikipedia.org, tujuan utama Muhammadiyah adalah mengembalikan seluruh penyimpangan yang terjadi dalam proses dakwah. Penyimpangan ini sering menyebabkan ajaran Islam bercampur-baur dengan kebiasaan di daerah tertentu dengan alasan adaptasi.

Gerakan Muhammadiyah berciri semangat membangun tata sosial dan pendidikan masyarakat yang lebih maju dan terdidik. Menampilkan ajaran Islam bukan sekadar agama yang bersifat pribadi dan statis, tetapi dinamis dan berkedudukan sebagai sistem kehidupan manusia dalam segala aspeknya.

BACA: Khusus Lansia, Posyandu Langen Sehati Didirikan Oleh Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

BACA: Bentuk Penghormatan Walikota Terhadap Media, Candra Ibrahim Jadi Wakil Insan Pers

Persyarikatan Muhammadiyah didirikan untuk mendukung usaha KH Ahmad Dahlan untuk memurnikan ajaran Islam yang menurut anggapannya, banyak dipengaruhi hal-hal mistik. Kegiatan ini pada awalnya juga memiliki basis dakwah untuk wanita dan kaum muda berupa pengajian Sidratul Muntaha.

Selain itu, peran pendidikan diwujudkan dalam pendirian sekolah dasar dan sekolah lanjutan, yang dikenal sebagai Hogere School Moehammadijah, dan selanjutnya, berganti nama menjadi Kweek School Moehammadijah (sekarang dikenal dengan Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta khusus laki-laki, yang bertempat di Jalan S Parman no 68 Patangpuluhan Kecamatan Wirobrajan dan Madrasah Mu’allimat Muhammadiyah Yogyakarta khusus Perempuan, di Suronatan Yogyakarta yang keduanya sekarang menjadi Sekolah Kader Muhammadiyah) yang bertempat di Yogyakarta dan dibawahi langsung oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dalam catatan Adaby Darban, ahli sejarah dari UGM kelahiran Kauman, nama ”Muhammadiyah” pada mulanya diusulkan oleh kerabat dan sekaligus sahabat Kyai Ahmad Dahlan yang bernama Muhammad Sangidu, seorang Ketib Anom Kraton Yogyakarta dan tokoh pembaruan yang kemudian menjadi penghulu Kraton Yogyakarta, yang kemudian diputuskan Kyai Dahlan setelah melalui salat istikharah (Darban, 2000: 34).

BACA: Disbud Bebaskan Lahan Ratusan Hektar untuk KP dan KWB

BACA: Sekdaprov Minta Segerakan Penyerapan Anggaran

Pada masa kepemimpinan Kyai Dahlan (1912-1923), pengaruh Muhammadiyah terbatas di karesidenan-karesidenan seperti: Yogyakarta, Surakarta, Pekalongan, dan Pekajangan, sekitar daerah Pekalongan sekarang. Selain Yogya, cabang-cabang Muhammadiyah berdiri di kota-kota tersebut pada tahun 1922.

Pada tahun 1925, Abdul Karim Amrullah membawa Muhammadiyah ke Sumatera Barat dengan membuka cabang di Sungai Batang, Agam. Dalam tempo yang relatif singkat, arus gelombang Muhammadiyah telah menyebar ke seluruh Sumatera Barat, dan dari daerah inilah kemudian Muhammadiyah bergerak ke seluruh Sumatera, Sulawesi, dan Kalimantan. Pada tahun 1938, Muhammadiyah telah tersebar keseluruh Indonesia. (***)

Tenzin Gyatso

HARI INI SEJARAH

Sabtu | 17 November 2018 | 0:14

Anak Petani Ini Jadi Kepala Negara saat Usia 13 Tahun

MEDIAKEPRI.CO.ID – Tidak ada yang menyangka. Anak kelima dari sembilan bersaudara, keluarga petani ini dinyatakan sebagai tulku (reinkarnasi) Dalai Lama ke-13 pada usia tiga tahun.

Dilangsir dari laman wikipedia.org, ia adalah Tenzin Gyatso (bahasa Tibet: Bstan ‘dzin Rgya mtsho). Pria kelahiran Amdo, Tibet, 6 Juli 1935 adalah Dalai Lama, saat itu yang ke-14.

Pada tanggal 17 November 1950, ia naik takhta sebagai kepala negara Tibet di saat pendudukan daerah itu oleh pasukan Republik Rakyat Tiongkok. Setelah kekalahan gerakan perlawanan Tibet pada 1959, Tenzin Gyatso mengungsi ke India dan mendirikan pemerintah Tibet di pengasingan.

BACA: Dinasti Tang Runtuhkan Kerajaan Chu Hingga Ditemukan Virus SARS

BACA: Pesona Bersejarah dan Ragam Cerita di Lawang Sewu

BACA: 21 Februari 1965, Sejarah Hari Ini: Malcom X Tewas Dibunuh

Ia juga pernah bertemu dengan Paus Yohanes Paulus II sebanyak 9 kalike Vatikan. ia juga pernah bertemu Bunda Teresa di India

Tenzin Gyatso merupakan Dalai Lama pertama yang mengunjungi dunia Barat. Pada 1989, ia menerima Penghargaan Perdamaian Nobel.

Pada sebuah ceramah yang disampaikan pada tanggal 10 Maret 2011, Dalai Lama ke-14 menyampaikan pendapat atas perubahan kepada konstitusi dari Pemerintahan Tibet dalam pengasingan, yang akan menghapus peran Dalai Lama sebagai pemimpin negara, menggantikannya dengan seorang pemimpin terpilih.

BACA: Bintan Tetap Konsisten, Siswa Terima Bantuan Seragam Gratis 2018

BACA: Bantuan Kapal dan Perlengkapan Nelayan Bertebaran di Bintan

Jika hal ini diterima oleh Parlemen pemerintah Tibet dalam pengasingan, keputusan ini akan menyatakan pengunduran diri Dalai Lama dari peran politik resminya, walaupun ia akan tetap mengemban posisinya sebagai pemimpin agama.

Ia menyampaikan pengunduran dirinya secara resmi sebagai pemimpin politik kepada Parlemen Tibet dalam pengasingan di Dharamsala, India, pada tanggal 14 Maret 2011. (***)

 

Sekdaprov Kepri

KEPRI

Jumat | 16 November 2018 | 17:29

Sekdaprov Minta Segerakan Penyerapan Anggaran

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tanjungpinang – Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan H. TS. Arif Fadillah mengatakan memasuki penghujung tahun 2018 agar setiap OPD baik Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau maupun Pemerintah Kabupaten/ Kota agar menyegerakan realisasi penyerapan anggaran dan realisasi fisik karena waktunya tidak lama lagi.

“Waktu kita tinggal 1,5 bulan dengan efektif kurang lebih 25 hari kerja. Keterbatasan waktu ini memaksa kita agar lebih maksimal lagi dalam hal penyerapan anggaran dan penyelesaian proyek fisik,” ujar Arif saat membuka Rapat Koordinasi Pengendalian Pembangunan Se-Provinsi Kepulauan Riau di Ruang Rapat Lantai IV, kantor Gubernur Kepri, Dompak, Tanjungpinang, Kamis, 15 November 2018.

BACA: Kapolda Kepri Ajak Kobarkan Semangat Pahlawan Didada

BACA: Kepri Bebas Sampah, Gabriel Ingin Jadi Insprirasi

BACA: Dianugerahi Santri of the Year, Ini Kata Gubernur Kepri

Turut hadir pada kesempatan ini Kepala Biro Pembengunan Provinsi Kepri, Kepala Biro Administrasi Layanan Pengadaan Provinsi Kepri serta Pejabat penghubung TEPRA dari Kabupaten/Kota Se-Provinsi Kepri.

Arif menyampaikan bahwa sudah merupakan kewenangan dari Pemerintah Provinsi Kepri mengumpulkan Pemerintahan Kabupaten/Kota untuk melakukan evaluasi penyelengaraan pemerintahan secara bersama. Hal ini agar hambatan atau kendala bisa diatasi sehingga tujuan pembangunan bisa tercapai.

“Gubernur merupakan representasi perwakilan pusat di daerah, jadi sudah sudah merupakan keharusan bagi Pemerintah Provinsi mengumpulkan Pemerintah Kabupaten/Kota agar hadir untuk saling berkoordinasi dan melakukan evaluasi karena hasil laporan dan evaluasi yang telah dilakukan akan menjadi dasar laporan dari Gubernur kepada Presiden,” ujar Arif.

Lebih lanjut Arif berharap dengan waktu yang terbatas ini agar setiap OPD dimasing-masing Pemerintahan baik Kepri maupun Kabupaten/Kota untuk saling koordinasi dan bersinergi dalam hal penyelesain beberapa kegiatan yang saling berhubungan.

BACA: Prihatin, Polda Kepri dan PPHC Tekan Pengguna Narkoba

BACA: Polda Kepri Peduli Segera Kembalikan Senyuman Aditya Saputra

BACA: Kapolda Minta Orangtua Jaga Pergaulan Anak dari Pengaruh Buruk LGBT

“Ini adalah kesempatan bagi kita semua untuk saling bersinergi, dan bilamana ada kendala di lapangan bisa saling koordinasi agar segera diselesaikan,” harap Arif.

Untuk mempercepat proses realisasi penyerapan anggaran dan realisasi penyelesaian fisik Arif menyarankan agar masing-masing Tim Evaluasi dan Pengawasan Realisasi Anggaran menyurati setiap OPD yang terlambat dalam pelaporan kegiatan.

“Jadi kita harapkan, kita kerja lebih keras lagi untuk mengumpulkan data, meminta data, kalau memang lambat, kita jangan jemu, surati ke OPD terkait agar penyelesaian kegiatan bisa tepat waktu,” saran Arif.

Kepala Biro Pembangunan Provinsi Kepri Aries Fhariandi mengatakan sengaja mengundang Pejabat penghubung TEPRA dari Kabupaten/Kota Se-Provinsi Kepri dalam rangka melakukan evaluasi progress pelaksaan program dan kegiatan APBD Se-Provinsi Kepri, periode triwulan ketiga hingga Desember 2018.

“Ini adalah agenda penting yang harus kita lakukan karena melihat capaian progress APBD Kepri. Di sisa waktu yang sangat sempit ini, kita harus bekerja keras untuk menyelesaikannya,” ujar Aries. Untuk kedepannya Aries mengusulkan agar kegiatan realisasi anggaran dan realisasi fisik bisa dilakukan lebih awal, yaitu pada awal tahun sehingga tidak menumpuk kegiatan pada akhir tahun yang tentunya akan menyulitkan Pemerintah Daerah.

“APBD 2019 Se-Provinsi Kepri, mudah-mudahan bisa ketuk palu pada 30 November 2018, jika dapat teralisasi maka pada Desember pelelangan bisa dilakukan sehingga pada wal tahun kegiatan sudah berjalan. Dengan scenario seperti ini diharapkan kegiatan tidak lagi menumpuk pada akhir tahun,” harapnya. (humaskepri)

BACA: Danrem 033/WP Brigjen TNI Gabriel Lema Pimpin Ziarah Rombongan Peringatan HUT TNI KE-73 TA 2018

BACA: TNI AD dan PP Bersama Masyarakat Nobar Film G30S/PKI di Gedung Daerah

BACA: Brigjen TNI Gabriel Lema, S.SOS Menjadi Nara Sumber di Universitas Putra Batam

BACA: Kegiatan Ramadhan Hingga Lebaran Berjalan Lancar, Gubernur Apresiasi Polda Kepri dan Jajaran TNI

virus sars

HARI INI SEJARAH

Jumat | 16 November 2018 | 0:10

Dinasti Tang Runtuhkan Kerajaan Chu Hingga Ditemukan Virus SARS

MEDIAKEPRI.CO.ID – Banyak peristiwa yang patut diingat yang terjadi tepat hari ini, 16 November beberapa tahun silam. Data peristiwa bersejarah ini dirangkum dari Thepeoplehistory.com dan Wikipedia.org. Simaklah rentetan peristiwa sejarah ini:

BACA: Kejar Pembangunan Kepri ke Jakarta, Nurdin: Kita Harus Bekerja Cepat untuk Rakyat

951 : Pemimpin Dinasti Tang Selatan, Kaisar Li Jing, mengirim 10.000 tentaranya di bawah pimpinan Bian Hao untuk menaklukkan Kerajaan Chu. Serbuan pasukan Dinasti Tang Selatan itu lantas benar-benar meruntuhkan Kerajaan Chu yang berdiri sejak 907.

1093: Saint Margaret, permaisuri ratu Malcolm III dari Skotlandia, yang memperkenalkan pengaruh Inggris yang kuat di negara angkatnya, meninggal dunia.

BACA: Diantara Puing-puing Pesantren Al-Jabar, CSR bright PLN Batam Itu Pun Mengalir

1272 : Di tengah-tengah Perang Salib IX, pangeran Edward ditetapkan sebagai Raja Inggris setelah ayahnya, Raja Henry III, meninggal dunia lantaran sakit. Meski demikian, Edward baru dinobatkan sebagai raja Inggris secara resmi dua tahun kemudian setelah dirinya baru kembali ke Inggris.

1532 : Seorang penakluk berkebangsaan Spanyol, Francisco Pizarro, yang tiba di wilayah Kerajaan Inka di Amerika Selatan menangkap Raja Inka Atahualpa. Meski telah membayar tebusan yang diinginkan Francisco Pizarro, Atahualpa tetap dieksekusi mati pada 1533. Peristiwa itu adalah awal mula penaklukkan wilayah Amerika Selatan oleh Spanyol dan salah satu penyebab runtuhnya Kerajaan Inka.

BACA: Kawasan Teluk Keriting, Kota Tanjungpinang Memberikan Pesona Baru untuk Kepariwisataan

1632: Dalam Pertempuran Lützen, selama Perang Tiga Puluh Tahun, Swedia mengalahkan tentara kekaisaran Albrecht von Wallenstein, tapi Raja Swedia Gustav II Adolf tewas.

1805 : Pertempuran antara pasukan Prancis dan pasukan Rusia meletus di dekat kota Hollabrunn, Austria. Pasukan Prancis dianggap menang dalam pertempuran tersebut meski jumlah korban tewas kedua belah pihak hampir sama. Namun, pasukan Prancis berhasil menangkap 1.488 tentara Rusia, sedangkan Rusia tak mendapatkan apa-apa.

BACA: Tetap Jaga Kondusifitas, Apri Minta Masyarakat di Bintan Tidak Terprovokasi atas Situasi Terkini

1907: Oklahoma (kata Choctaw berarti “orang kulit merah”) menjadi negara bagian ke-46 Amerika Serikat, yang diciptakan dengan menggabungkan Wilayah Oklahoma dengan Wilayah Indian.

1928: Sir Hubert Wilkins dan Carl Ben Eielson membuat penerbangan pesawat pertama di Antartika.

1940 : Pasukan Angkatan Udara Inggris melancarkan serangan ke Hamburg, Jerman menggunakan sekitar 200 pesawat. Serangan itu merupakan balasan atas tindakan Jerman yang membombardir wilayah Coventry, Inggris beberapa hari sebelumnya.

BACA: Pulau Penyengat Jadi Kunjungan Anggota Paskibra Lingga

1940 : Pembangunan Ghetto Warsawa di Warsawa, Polandia oleh pemerintah Jerman selesai. Ghetto tersebut lantas difungsikan untuk menampung orang-orang Yahudi yang ditangkapi pasukan Jerman. Selama difungsikan hingga Mei 1943, ghetto tersebut telah menjadi saksi bisu tewasnya sekitar 300.000 orang akibat pembantaian dan juga kelaparan.

1944 : Pesawat pengebom milik Sekutu membombardir Kota Duren, Jerman. Akibatnya, sekitar 3.000 orang di kota tersebut tewas.

1944 : Pasukan Sekutu melancarkan Operasi Queen untuk menyerang kawasan sekitar Lembah Rur di Jerman. Operasi tersebut berlangsung selama sebulan dan berakhir dengan kegagalan lantaran pasukan Jerman berhasil memukul mundur pasukan Sekutu.

BACA: Sempat Alami Kendala, Pemkab Karimun Sukses Ekspor Nanas dan Pisang ke Singapura

1974 : Paul Scholes lahir di Salford, Greater Manchester, Inggris. Ia lantas dikenal luas sebagai pemain sepak bola yang membela salah satu klub besar di Inggris, yakni Manchester United (MU) sejak 1993 sampai 2013. Selama kariernya di dunia sepak bola, Scholes tak pernah membela klub selain MU. Bersama MU, pemain yang berposisi sebagai gelandang tengah itu telah mencetak 107 gol dari 499 penampilannya di Liga Inggris.

2002 : Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) atau Sindrom Pernapasan Akut Berat diklaim kali pertama muncul di Guangdong, Tiongkok. Hingga kini, penyakit yang sempat tersebar ke beberapa negara lain itu telah menewaskan sekitar 10% penderitanya. (***)

MEDIAKEPRI.CO.ID – Pemandangan pengguna jalan di sejumlah ruas jalan, melakukan pelanggaran lalu lintas (lantas), sudah merupakan hal biasa. Dan ironisnya, mereka mengerti dengan kesalahan itu.

Berbagai jenis pelanggaran, dapat dengan mudah kita lihat secara kasat mata. Dan yang paling sering ditemui, kelengkapan berlalulintas yang aman dan nyaman bagi diri mereka pun, tetap diabaikan.

BACA: Gabriel Lema Canangkan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi

BACA: 72 Tahun Lalu, Perundingan Indonesia-Belanda di Linggarjati

BACA: Kapolda Jadi Irup, Gubernur Ikut Upacara 73 Tahun Brimob

Hal yang paling muda, jenis pelanggaran yang paling umum ditemui, seperti, tidak menggunakan helm, kondisi kendaraan yang tidak standar, cara berkendaraan yang tidak mengindahkan keselamatan. Dan masih banyak lagi jenis pelanggaran yang dengan gampang dapat ditemui disejumlah ruas jalan.

Begitu juga dengan pengguna jalan di Kepri dan Batam khususnya.
Sayangnya, ada bagi sebahagian pelanggar lantas ini, merasa bangga dengan pelangaran yang diperbuatnya tersebut. Ketika melakukan pelanggaran lantas, bagi pengguna jalan hanya takut kepada polisi, khususnya polisi lalu lintas (Polantas).

BACA: Usulan UMK Bintan Rp3,36 Juta, Langsung Diteruskan ke Pemprov

BACA: Pekan Depan, Presiden Jokowi Berkunjung ke Lingga

BACA: PM Sutan Sjahrir Bentuk Brigade Mobil

Jadi disaat aksi ‘heroik’ itu ketahuan, mereka hanya bisa menampilkan wajah lugu tanpa dosa. Dengan sejuta dalih, karena ada kepentingan yang mendesak, mereka minta dan memohon pengampunan.

Terlepas dari bentuk dan jenis pelanggaran itu, ada pertanyaan yang fundamental, kenapa pelanggaran itu tetap ‘terpelihara’ dengan baik?.

BACA: KPU Karimun Tetapkan 168.790 Pemilih Tetap

BACA: 6 Poin Ini Disampaikan Kapolda Kepri saat Silatulrahmi dengan Permabudhi

BACA: Penutupan TMMD ke-103, Gabriel Lema: TNI Tidak Hanya Sebatas Program

Agus, pegawai di Kecamatan Nongsa menolak ketika kondisi ini terjadi karena kurang maksimalnya tupoksi penegak hukum, khususnya Polantas. Sebuah perbincangan kecil di Rotiman, Botania, Batam Centre, Kamis, 15 November 2018, Agus menyoroti kultur (budaya) berlalu lintas masyarakat yang belum baik.

“Masyarakat ini takut dengan polisi, daripada takut dan malu dengan diri sendiri,” katanya.

BACA: Saleem Iklim Akhirnya Tutup Usia Setelah Kecelakaan Tragis yang Menimpanya, Ini Kronologinya

BACA: Apes, Niat Hati Kabur Bawa Motor Paman untuk Jumpai Orang Tuanya, ABG Ini Malah Alami Kecelakaan

BACA: Terungkap! Rem Berfungsi Baik, Ternyata Ini Penyebab Kecelakaan Tragis Truk Gula yang Tewaskan 12 Orang

Dalam obrolan santai ditemani secangkir kopi, langkah nyata yang ditawarkan kesadaran masyarakat itu sendiri. Sadar akan keselamatan, mengerti dengan kenyamanan, paham tentang aturan, maka ketertiban akan tercipta.

“Kalau tak sadar, tak ngerti dan tak paham, lantaklah. Jika terjadi sesuatu yang tak baik, harus sadar, mengerti dan paham, dengan akibatnya,” kata Agus sambil tersenyum. (eddy)

Indonesis-belanda

HARI INI SEJARAH

Kamis | 15 November 2018 | 0:20

72 Tahun Lalu, Perundingan Indonesia-Belanda di Linggarjati

MEDIAKEPRI.CO.ID – Tepat hari ini, pada 72 tahun lalu, terlaksananya pertemuan Indonesia dan Belanda. Pertemuan yang disebut dengan perundingan Linggarjati atau kadang juga disebut Perundingan Lingga’r’jati adalah suatu perundingan antara Indonesia dan Belanda di Linggarjati, Jawa Barat yang menghasilkan persetujuan mengenai status kemerdekaan Indonesia.

Hasil perundingan dari Linggarjati ini ditandatangani di Istana Merdeka Jakarta pada 15 November 1946 dan ditandatangani secara sah oleh kedua negara pada 25 Maret 1947.

Seperti yang dikutip di wikipedia,org, diketahui masuknya AFNEI yang diboncengi NICA ke Indonesia karena Jepang menetapkan ‘status quo’ di Indonesia menyebabkan terjadinya konflik antara Indonesia dengan Belanda, seperti contohnya peristiwa 10 November. Selain itu, pemerintah Inggris menjadi penanggung jawab untuk menyelesaikan konflik politik dan militer di Asia.

BACA: Ini Sejarahnya, Kenapa 22 Oktober Jadi Hari Santri Nasional

BACA: 21 Februari 1965, Sejarah Hari Ini: Malcom X Tewas Dibunuh

Oleh sebab itu, Sir Archibald Clark Kerr, Diplomat Inggris, mengundang Indonesia dan Belanda untuk berunding di Hooge Veluwe. Namun perundingan tersebut gagal karena Indonesia meminta Belanda mengakui kedaulatannya atas Jawa, Sumatera dan Pulau Madura, akan tetapi Belanda hanya mau mengakui Indonesia atas Jawa dan Madura saja.

Pada akhir Agustus 1946, pemerintah Inggris mengirimkan Lord Killearn ke Indonesia untuk menyelesaikan perundingan antara Indonesia dengan Belanda. Pada tanggal 7 Oktober 1946 bertempat di Konsulat Jenderal Inggris di Jakarta dibuka perundingan Indonesia-Belanda dengan dipimpin oleh Lord Killearn. Perundingan ini menghasilkan persetujuan gencatan senjata (14 Oktober) dan meratakan jalan ke arah perundingan di Linggarjati yang dimulai tanggal 11 November 1946.

BACA: Alasan Peperangan di Surabaya Ditetapkan sebagai Hari Pahlawan

BACA: Sejarah Lahirnya Rupiah

BACA: Pesona Bersejarah dan Ragam Cerita di Lawang Sewu

Dalam perundingan ini Indonesia diwakili oleh Sutan Syahrir, Belanda diwakili oleh tim yang disebut Komisi Jendral dan dipimpin oleh Wim Schermerhorn dengan anggota H.J. van Mook,dan Lord Killearn dari Inggris bertindak sebagai mediator dalam perundingan ini.

Hasil perundingan tersebut menghasilkan 17 pasal yang antara lain berisi:,
1. Belanda mengakui secara de facto wilayah Republik Indonesia, yaitu Jawa, Sumatera dan Madura.
2. Belanda harus meninggalkan wilayah RI paling lambat tanggal 1 Januari 1949.
3. Pihak Belanda dan Indonesia Sepakat membentuk negara RIS. Dalam bentuk RIS Indonesia harus tergabung dalam Commonwealth/Persemakmuran Indonesia-Belanda dengan mahkota negeri Belanda sebagai kepala uni.

Perjanjian Linggarjati menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat Indonesia, contohnya beberapa partai seperti Partai Masyumi, PNI, Partai Rakyat Indonesia, dan Partai Rakyat Jelata. Partai-partai tersebut menyatakan bahwa perjanjian itu adalah bukti lemahnya pemerintahan Indonesia untuk mempertahankan kedaulatan negara Indonesia.

BACA: Kapolda Jadi Irup, Gubernur Ikut Upacara 73 Tahun Brimob

BACA: Usulan UMK Bintan Rp3,36 Juta, Langsung Diteruskan ke Pemprov

BACA: Pekan Depan, Presiden Jokowi Berkunjung ke Lingga

BACA: Derita Anak Nelayan di Karimun Itu Jadi Perhatian Wakapolda Kepri

Untuk menyelesaikan permasalahan ini, pemerintah mengeluarkan Peraturan Presiden No. 6/1946, dimana bertujuan menambah anggota Komite Nasional Indonesia Pusat agar pemerintah mendapat suara untuk mendukung perundingan linggarjati.

Pelaksanaan hasil perundingan ini tidak berjalan mulus. Pada tanggal 20 Juli 1947, Gubernur Jendral H.J. van Mook akhirnya menyatakan bahwa Belanda tidak terikat lagi dengan perjanjian ini, dan pada tanggal 21 Juli 1947, meletuslah Agresi Militer Belanda I. Hal ini merupakan akibat dari perbedaan penafsiran antara Indonesia dan Belanda. (***)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Karimun – Wakapolda Kepri Brigjen Pol. Yan Fitri Halimansyah menjenguk Aldi (4), warga RT 03 RW 01, Desa Sugi Kecamatan Moro Karimun yang terbaring lemas di RSUD M Sani karena menderita tumor ganas di mulutnya, Selasa, 13 November 2018.

Sesampainya di RSUD M Sani, anak ke-5 dari pasangan Azri dan Yusmiati ini tampak terbaring dan menangis menahan rasa sakit yang dideritanya. Balita tersebut menderita penyakit tumor ganas ini sejak sebulan terakhir. Namun dikarenakan terbentur dengan ekonomi, Aldi tidak kunjung dibawa berobat. Alasan biaya membuat tumor tersebut cepat berkembang dan menggerogoti mulutnya.

“Sangat kasihan kita melihat kondisinya. Disini kita melihat dan berniat membantu beban orang tuanya,” katanya nada prihatin.

Usai melakukan kunjungannya, Wakapolda melakukan koordinasi bersama Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun Rachmadi. Dalam kesempatan itu, diputuskan untuk segera merujuk balita tersebut berobat ke RSUD Pekanbaru guna dilakukan perawatan lebih intensif.

Sementara itu, Ibu kandung Aldi, Yusmiati menjelaskan penyakit tersebut terlihat sejak mata Aldi mengalami perubahan dan kerap berair. “Awalnya kami melihat kok mata Aldi berubah dan ber air. Kemudian waktu berjalan sekitar sebulan, timbul tumor yang sangat cepat berkembang dibagian mulutnya,” jelasnya.

Saat ini Orangtua Aldi tampak pasrah melihat kondisi anaknya dan sangat membutuhkan ukuran tangan para dermawan untuk dapat menambah biaya perobatan anaknya. Diketahui ayah Aldi hanya bekerja sebagai nelayan dan sang ibu bekerja di kedai kopi yang hanya mampu buat kebutuhan makan sehari-hari. (kmg)

brimob

HARI INI SEJARAH

Rabu | 14 November 2018 | 1:37

PM Sutan Sjahrir Bentuk Brigade Mobil

MEDIAKEPRI.CO.ID – Brimob pertama-tama terbentuk dengan nama Tokubetsu Keisatsutai atau Pasukan Polisi Istimewa. Kesatuan ini pada mulanya diberikan tugas untuk melucuti senjata tentara Jepang, melindungi kepala negara, dan mempertahankan ibukota.

Brimob awalnya turut berjuang dalam pertempuran 10 November 1945 di Surabaya. Pada 14 November 1946, Perdana Menteri Sutan Sjahrir membentuk Mobile Brigade (Mobrig) atau Brigade Mobil (Brimob) sebagai ganti Pasukan Polisi Istimewa.

Hari Diabetes Internasional

Hari Diabetes Sedunia adalah sebuah kampanye kesadaran diabetes terbesar di dunia yang menjangkau khalayak global ;ebih dari 1 miliar orang di lebih dari 160 negara. Pada tahun 1991, IDF dan Organisasi Kesehatan Dunia menciptakan hari diabetes sedunia sebagai tanggapan atas meningkatnya kekhawatiran tentang meningkatnya ancaman kesehatan yang ditimbulkan oleh diabetes.

Hari diabetes sedunia menjadi hari Perserikatan Bangsa-Bangsa yang diresmikan di tahun 2006 dengan berlakunya United Nation Resolution 61/225.

Lahirnya Pemimpin Besar India

129 tahun yang lalu, Jawaharlal Nehru, salah satu pemimpin besar perjuangan rakyat India dalam melawan penjajahan Inggris, terlahir ke dunia di kota Allahabad, India utara.

Nehru adalah lulusan pendidikan tinggi di bidang hukum dan dengan menjadi anggota gerakan Kebangitan Nasional India, dia memulai perjuangannya melawan penjajahan Inggris. Akibat aktivitasnya itu, Nehru berkali-kali dipenjarakan. Selama di penjara, Nehru melahirkan karya berjudul “Hidupku”, “Meninjau Sejarah Dunia”, dan “Penemuan India”.

Setelah bergabungnya Mahatma Gandhi dalam Kebangitan Nasional India, gerakan perjuangan rakyat India semakin kuat dengan dipimpin oleh kedua pemimpin besar itu. Akhirnya, pada bulan Agustus 1947, India meraih kemerdekaannya. Setelah India merdeka, selama 16 tahun Nehru menjabat sebagai Perdana Menteri India. Nehru meninggal pada tahun 1960. (***)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bintan – Danrem 033/Wira Pratama, Brigjen TNI Gabriel Lema S.sos secara resmi menutup kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 103 di Desa Pengudang, Kecamatan Teluk Sebong, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri, di Lapangan Desa Pengudang, Selasa, 13 November 2018.

Dalam upacara penutupan kegiatan yang berlangsung satu bulan penuh tersebut, Dandim 0315/Bintan, Letnan Kolonel Infantri (Letkol) I Gusti Bagus (IGB) Putu Wijangsa menyerahkan laporan. Laporan kegiatan fisik dan non fisik kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan diserahkan melalui Wakil Bupati Bintan, Dalmasri Syam.

Sebelum laporan kegiatan diserahkan, Dandim 0135/Bintan bersama Wakil Bupati, melakukan penandatanganan laporan penyelesaian kegiatan fisik dan non fisik. Penandatanganan laporan itu sendiri disaksikan langsung Danrem 033/WP beserta undangan yang menghadiri pacara tersebut.

Gabriel Lema mengatakan, pada prinsipnya kegiatan TMMD ini merupakan sebuah program kerja nyata dari TNI. Adapun dalam konteknya, kegiatan yang dilaksanakan ini adalah membantu pemerintah.

“Kehadiran TNI tidak hanya sebatas program. Setelah ini, baik peningkatan kelanjutan, dari hasil yang sudah diperoleh secara fisik ini, kita akan selalu siap,” kata Gabtiel.

Selain TMMD, kata Dia, ada juga karya bakti dan sebagainya.

“TMMD itu tidak hanya secara fisik, tapi non fisik juga. Penekanan dari pak Kasat bahwa non fisik ini menjadi jiwa yang paling penting kita gelorakan terus dalam rangka untuk menguatkan kebersamaan, menguatkan kultur budaya jati diri bangsa yaitu lewat visi-misi dan program pemerintah itu bangkit kembali gotong-royong,” jelasnya.

Menurutnya, ada ruang-ruang yang mengikutsertakan TNI tentunya bersama dengan Polri dan Pemerintah maupun Kementerian dan sebagainya. (***)

single day

HARI INI SEJARAH

Minggu | 11 November 2018 | 0:21

Asal Muasal 11 November Diperingati sebagai Single Day (Hari Para Jomlo)

MEDIAKEPRI.CO.ID – Pernah mendengar dengan Single Day atau peraya status kesendirian seseorang (jomlo)? Hari ini, tanggal 11 bulan 11 (November), disebut sebagai Single Day, dimana mereka yang menyandang status ‘jomlo’ merayakan kesendiriannya dengan berbagai macam cara, diantaranya bepergian dan menghabiskan waktu bersama teman-teman, bersosialisasi, hingga bertukar hadiah.

Tanggal 11 bulan 11 seolah menjadi tanggal ‘sakral’ bagi para lajang. Tahukah kamu jika Single Day awalnya berasal dari China? Dikenal dengan nama Guanggun Jie, Single Day sebenarnya adalah festival menghibur di antara anak-anak muda di China untuk merayakan diri mereka yang tidak memiliki kekasih. Tanggal 11/11 dipilih karena angka ‘1’ diibaratkan sebagai seorang individu yang sendirian.

Awalnya, Single Day juga dikenal sebagai Bachelor’s Day karena dirayakan oleh para pria lajang. Namun kini, perayaan tersebut juga dirayakan oleh para wanita. Bahkan di China, beberapa universitas memiliki acara tersendiri untuk merayakan kejombloan mereka.

Banyak yang menceritakan bahwa Single Day ini awalnya berasal dari salah satu universitas di Nanjing, China, pada 1993 silam. Kala itu, empat mahasiswa pria yang tinggal di satu asrama kerap membicarakan bagaimana mereka bisa mendapatkan kekasih. Dari situ, muncul ide untuk membuat aktivitas pada tanggal 11 bulan 11. Sejak saat itu, aktivitas yang dilakukan pada 11/11 tersebar luas, bahkan hingga ke seluruh penjuru China dan beberapa negara lainnya seperti Korea dan Jepang.

Hari peringatan ini kemudian dimanfaatkan sebagai peluang bisnis oleh para pelaku bisnis online. Sebut saja grup perusahaan Alibaba, situs Tmall dan Taobao yang berhasil meraup keuntungan penjualan berbagai produk, termasuk makanan dan pakaian hingga US$ 3 juta atau Rp 4 miliar pada 2012 silam. Pada 2016 lalu, e-commerce Alibaba berhasil meraup Rp 241 miliar pada 11 November lalu.

Baca Juga: Mengapa 10 November Diperingati Sebagai Hari Pahlawan? Soalnya 16.000 Pejuang Tewas Demi Ini

Rupanya, Single Day juga dirayakan di Korea Selatan. Namun dengan kemasan yang sedikit berbeda, Pepero Day namanya. Setiap 11 November, mereka merayakan tradisi bertukar camilan stik bernama Pepero, camilan wafer berbentuk stik yang dilumuri cokelat, kacang almond, serta aneka topping lainnya. Tradisi ini dilakukan dengan harapan mereka akan tumbuh tinggi dan langsing, persis seperti angka 1.

Belgia juga sempat berpartisipasi merayakan Single Day. Namun respon yang diterima justru negatif. Hal itu karena 11 November merupakan hari penting dalam sejarah Belgia, yakni hari peringatan kematian pada Perang Dunia I.

Di Indonesia sendiri, Single Day tidak terlalu umum dirayakan. Yang ada justru Harbolnas atau Hari Belanja Online Nasional yang tahun ini dimulai dari 11 November hingga 12 Desember selama 1 bulan penuh. Berbagai situs belanja online menawarkan potongan harga yang sangat menggiurkan. Tak tanggung-tanggung, bahkan hingga 90 persen.

sumber: kumparan.com

pelajar menjambret

KARIMUN

Sabtu | 10 November 2018 | 22:59

Bagai Koboi, Pelajar di Karimun Lancarkan Aksi Penjambretan

MEDIAKEPRI.CO.ID, Karimun – Entah meniru koboi yang mana, dua pelajar di Karimun ini sempat berhasil melakukan aksi kejahatan. Sayangnya, keberhasilan melakukan penjambretan tidak berlangsung lama.

Kedua pelajar berinisial Ta dan Mny harus merasakan dinginnya ruang tahanan di Polsek Balai Karimun. Aksinya menjambret sebuah telepon selular milik Uz, berakhir dengan kepedulian warga terhadap korban.

Kapolsek Balai Karimun, AKP Sandityo Mahardika mengatakan, kedua pelaku diamankan warga setelah mencoba melarikan diri. Keduanya ditangkap warga di daerah Kampung Baru simpang Andalas, Kecamatan Tebing.

BACA: Ziarah ke Makam Pahlawan, Gabriel Lema: Tanda Kesetiaan

BACA: Ini Cara Indomaret Kembangkan Kreasi Anak-Anak di Hari Pahlawan

“Sekira pukul 21.30 WIB, ada informasi dua pelaku jambret diamankan. Tersangka telah beraksi di wilayah hukum kita. Sebelumnya dibawa ke Polsek, kedua pelaku ini diamankan warga,” katanya, Sabtu, 10 November 2018.

Sandityo menjelaskan, sekira pukul 20.15 WIB korban bersama sepupunya hendak pulang ke rumahnya yang terletak di Wonosari Meral. Sesampai di daerah Lubuk Semut, tiba-tiba handphone miliknya dijambret oleh dua lelaki tak dikenal dari arah belakang.

“Korban ini habis jalan-jalan dari Coastal Area sama sepupunya. Kemudian pulang dan sampai daerah Lubuk Semut, dia menerima telpon. Tiba-tiba handphone-nya ditarik dua pelaku ini,” jelasnya.

BACA: Hari Pahlawan, Korem 033/WP Ajak Masyarakat Introspeksi Diri

BACA: Deklarasi Karimun Bersih untuk Kepri Bebas Sampah 

BACA: Asal Muasal 11 November Diperingati sebagai Single Day (Hari Para Jomlo)

Sandityo menambahkan, sebelumnya korban sempat tarik-tarikan dengan pelaku dan berteriak minta tolong, namun pelaku berhasil merampas handphone tersebut. Kemudian korban mengejar pelaku namun tidak ketemu.

“Korban ini sempat berteriak minta tolong dan tarik-tarikan dengan pelaku, tapi berhasil membawa kabur handphone korban. Sesampai di daerah Sungai Ayam kedua pelaku ini telah berhasil diamankan warga, dan langsung dibawa ke Polsek Tebing,” Tambahnya.

Untuk kedua pelaku dan barang bukti berupa 1unit handphone merk Oppo A71 warna ping dan 1 unit sepeda motor merk Honda beat putih telah diamankan di Polsek Balai Karimun. (kmg)

taman makam pahlawan

TANJUNG PINANG

Sabtu | 10 November 2018 | 19:43

Ziarah ke Makam Pahlawan, Gabriel Lema: Tanda Kesetiaan 

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tanjungpinang – Gubernur Kepri, Nurdin Basirun memimpin ziarah ke Taman Makam Pahlawan Pusara Bhakti di Batu 5 Tanjungpinang dalam rangkaian memperingati Hari Pahlawan, Sabtu, 10 November 2018.

Tampak hadir dalam rombongan ziarah tersebut Danrem 033/Wira Pratama Brigjen TNI Gabriel Lema, Danlantamal IV TPI, Danlanud RHF.

Danrem 033/Wira Pratama Brigjen TNI Gabriel Lema, S. Sos menyampaikan bahwa upacara tersebut adalah untuk mengenang jasa-jasa para pahlawan bangsa yang rela mengorbankan jiwa dan raganya. Mereka berjuang demi kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Danrem juga menyampaikan bahwa kegiatan Ziarah yang dilaksanakan tersebut adalah tanda kesetiaan para generasi penerus Bangsa dalam mempertahankan keutuhan NKRI sampai titik darah penghabisan.

BACA: Hari Pahlawan, Korem 033/WP Ajak Masyarakat Introspeksi Diri

BACA: Kepri Bebas Sampah, Gabriel Ingin Jadi Insprirasi

BACA: Tim Wasev Mabesad Tinjau TMMD Ke 103 di Desa Pengudang

Kegiatan acara ziarah memperingati Pahlawan yang dilaksanakan pada hari Sabtu, tanggal 10 November 2018 dimulai tepat pada pukul 07.00, Wib serta dilanjutkan dengan tabur bunga ke seluruh makam Anumerta yang di Taman Makam Pahlawan (TMP) Pusara Bhakti di Batu 5 Tanjungpinang, kegiatan juga di hadiri FKPD Prov Kepri dan FKPD Kota Tanjungpinang serta prajurit TNI Polri dan adik-adik Pramuka. (penrem 033/wp)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam- Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan, manajemen Indomaret Botania Dua (2) Kelurahan Belian, Kecamatan Batam Kota, Kota Batam, Kepri mengadakan berbagai perlombaan.

Salah satunya lomba kreasi anak bersama Indomaret. Lomba ini diikuti anak-anak Kelas 1 dan 2 SD, serta anak-anak TK. Puluhan anak-anak unjuk kreatifitas yang digelar di halaman depan Indomaret Botania 2, Sabtu, 10 November 2018 pukul 14.00 WIB.

Lomba tersebut akan diambil masing-masing tingkatan yakni SD tiga orang juara (1,2 dan 3). Begitu juga tingkat TK nantinya akan diambil tiga orang juara yakni, juara 1,2 dan 3.

“Orang tua tidak boleh ikut gambar. Kalau ketahuan, kami langsung ambil hasil gambar anak bersangkutan,” tegas panitia.

Kegiatan tersebut selain lomba mewarnai anak-anak, juga diadakan lomba memasak ibu-ibu serta lomba belanja yang nilainya langsung mencapai Rp50 ribu. Bila yang bersangkutan dapat belanja barang di Indomaret setelah dicek hingga Rp50 ribu, maka pihak panitia akan memberikan gratis membawa pulang barang tersebut. Namun apabila barang yang diambil tidak sampai Rp50 ribu, maka dikembalikan lagi.(ali)

semangat pahlawan

BATAM

Sabtu | 10 November 2018 | 11:05

Kapolda Kepri Ajak Kobarkan Semangat Pahlawan Didada

MEDIAKEPRI.CO.ID, Nongsa – Kapolda Kepri, Irjen Pol Andap Budhi Revianto pimpin upacara bendera memperingati hari Pahlawan di Lapangan Upacara Polda Kepri, Sabtu, 10 November 2018 pagi. Upacara yang dihadiri pejabat utama dan personil Polda Kepri berjalan dengan lancar dan tertib.

“Sebelumnya, marilah kita bersama-sama mengheningkan cipta dan mendoakan agar arwah para pahlawan kita diterima oleh Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa,” ujar Kapolda sebelum membacakan amanat Menteri Sosial.

Kapolda mengajak maknai hari Pahlawan dengan baik, dalam konteks kekinian kita akan menemukan nilai-nilai kepahlawanan yakni keberanian, semangat pantang menyerah serta pengorbanan tanpa pamrih. Hal ini sangat penting untuk terus kita kobarkan dan gelorakan bersama sehingga akan memperkuat nilai- nilai kepahlawanan, mempertebal rasa cinta tanah air dan meneguhkan semangat pengabdian terhadap NKRI Tercinta.

“Kobarkan Terus Semangat Pahlawan Didada. Semoga semangat pahlawan dan nilai kepahlawanan akan senantiasa mewarnai setiap langkah kita dalam melanjutkan perjuangan para Pahlawan,” katanya

Dalam amanat Menteri Sosial Republik Indonesia, Agus Gumiwang Kartasasmita yang dibacakan, Kapolda Kepri mengatakan peringatan hari pahlawan bukan semata sebuah acara namun harus sarat makna. Bukan hanya sebagai prosesi, namun substansi setiap peringatan hari pahlawan harus dapat menggali dan memunculkan semangat baru, dalam implementasi nilai-nilai kepahlawanan dalam kehidupan sehari-hari.

Tema hari pahlawan tahun 2018 adalah “Semangat Pahlawan Di Dadaku” mengandung makna sesuai fitrahnya dalam diri setiap insan tertanam nilai-nilai kepahlawanan, Oleh karenanya, siapapun dapat menjadi pahlawan, setiap warga negara Indonesia tanpa kecuali dapat berinisiatif mengabdikan hal yang bermanfaat untuk kemashlahatan diri, lingkungan sekitar, bagi bangsa dan negara.

Pada hakekatnya setiap perjuangan pasti ada hasilnya namun tidak ada kata akhir atau berhenti untuk berjuang, setiap etape perjuangan berlanjut pada etape perjuangan berikutnya, sesuai tuntutan lingkungan strategis. Oleh karenanya, peringatan hari pahlawan harus melahirkan ide dan gagasan mentransformasikan semangat pahlawan menjadi keuletan dalam melaksanakan pembangunan.

Negeri ini membutuhkan pemuda yang kokoh dengan jati dirinya, mempunyai karakter lokal yang luhur, percaya diri dan peka terhadap permasalahan sosial, sehingga mampu terlibat dalam usaha-usaha kesejahteraan sosial, memberikan pelayanan sosial bagi mereka yang membutuhkan pertolongan sosial.

Marilah kita berbuat yang terbaik bagi bangsa ini. Mari berkontribusi bagi kemajuan bangsa. Mulai dari yang dapat kita lakukan, mulai dari lingkungan terdekat, yang pada akhirnya memberikan kekuatan dan ketahanan bagi bangsa dan negara.

“Selamat hari pahlawan tahun 2018, kobarkan terus semangat pahlawan di dada, torehkan prestasi yang membawa harum nama bangsa dan negara,” tutupnya. (humas polda)

hari pahlawan

HARI INI SEJARAH

Sabtu | 10 November 2018 | 0:46

Alasan Peperangan di Surabaya Ditetapkan sebagai Hari Pahlawan

MEDIAKEPRI.CO.ID – Setiap tanggal 10 November, bangsa Indonesia memperingatinya sebagai hari pahlawan.

Hari pahlawan diperingati tiap 10 November sebagai apresiasi dan penghargaan pejuang yang menjaga kemerdekaan Indonesia.

Tanggal 10 November diperingati sebagai hari pahlawan karena pada tanggal tersebut di tahun 1945, pasukan Indonesia pertama kalinya melakukan perang terhadap tentara asing.

Pertempuran 10 November itu disebut juga sebagai pertempuran terberat sepanjang sejarah di Revolusi Nasional Indonesia.

Awal mula pertempuran dimulai ketika ketika tentara Jepang mendarat di Pulau Jawa pada 1 Maret 1942.

Kemudian, tujuh hari berikutnya 8 Maret 1942 tentara Belanda menyerah tanpa syarat berdasarkan Perjanjian Kalijati.