ANAMBAS

MEDIAKEPRI.CO.ID, Anambas – Dari penghitungan suara yang dilaksanakan oleh Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di Kecamatan Jemaja, Kabupaten Kepulauan Anambas ada dua tempat pemilihan suara (TPS) yang harus dilakukan pemungutan suara ulang (PSU).

“Peristiwa tersebut telah kami sampaikan ke pihak KPU Kabupaten Anambas,” kata ketua PPK Kecamatan Letung, Herry Istiqal kepada mediakepri.co.id, Minggu, 21 April 2019.

Kedua TPS yang melakukan PSU adalah TPS 1 dan TPS 8. Rencananya, PSU ini dilaksanakan pada tanggal 27 April 2019 mendatang.

Pelaksanaan PSU terhadap kedua TPS ini terjadi setelah dilakukannya proses penghitungan suara di PPK Jemaja. Dimana dari hasil penghitungan, Minggu, 21 April 2019, ada sebanyak 13 suara yang tidak jelas alias tidak terdata di daftar pemilihan tetap (DPT).

Diketahui, ke-13 suara itu tersebar di TPS 1 ada 10 suara dan tiga suara di TPS 8. Dan ke-13 suara ini ada kejanggalan.

“Untuk PSU itu hanya dikhususkan untuk pemilihan Presiden dan Wakil Presiden saja,” kata Ketua Panwascam Jemaja, Kamsir.

Hal ini juga dibenarkan oleh komisioner KPU Anambas, Jumadil Hakim. Walau ada kesalahan secara teknis, katanya, hal tersebut pasti akan dapat di selesaikan.

“Untuk penyelesaiannya, sudah bisa dipastikan akan diadakan pemilahan ulang di TPS 1 dan TPS 8 Keluraham Letung, Kecamatan Jemaja,” sebutnya. (rofi)

MEDIA KEPRI.CO.ID. Anambas – Kotak Infak Masjid Raudhatul Jannah, Tanjung Lambai, Desa Sri Tanjung berisi uang sekitar Rp800 ribu hingga Rp900 ribu digondol maling.

Tidak diketahui jam pasti pelaku beraksi, namun kejadian naas ini ketahui pengurus masjid, Jumat 12 April 2019 pagi

Menurut pengurus Masjid, Adam Nur, diduga pelaku masuk lewat pintu samping. Dari sana, lalu pelaku mencongkel gembok kotak infak. Diperkirakan, pelaku beraksi sekitar pukul 03.00 dini hari,

“Kami mengetahui pada pukul 07.00 WIB pagi. Kejadian serupa sudah pernah terjadi sebelumnya. Rencananya, pengurus, akan ambil uang itu dari kotak infak usai sholat jumat, karena memang kita hitung 3 minggu sekali,” terang Adam

Saat ini, pengurus telah melapor kejadian ini ke pihak yang berwajib. Dengan harapan agar kejadian ini segera diusut dan dapat menangkap pelaku. “Untuk kedepan, kami akan lebih waspada,semoga kejadian ini tidak terulang lagi,” katanya. (rofi )

MEDIAKEPRI.CO.ID.-Anambas – Hanya inilah, satu-satunya sumur air bersih yang dimiliki warga Desa Kiabu kecamatan Siantan Selatan Kabupaten Anambas. Kemarau yang berlangsung lama, sumur yang merupakan milik Desa Kiabu itupun tak dapat lagi memenuhi kebutuhan masyarakat. Soalnya, air yang bersumber dari sumur milik masyarakat itu kini terasa asin.

Mukris, warga Dusun Pelampung, RT I/RW II Desa Kiabu, menceritakan, atas desakan alam saat ini, maka warga harus mencari sumber mata air lain, khusus untuk diminum

“Selama ini kami hanya bertahan hidup dari sumur ini. Untuk mandi dan mencuci, itulah air yang dapat kami gunakan. Kalau untuk minum, kami terpaksa harus mencari air dari sumber lain yang jaraknya sangat jauh dari desa,” terang Mukris, Kamis , 11 April 2019.

Mukris menambahkan, kesulitan air saat kemarau ini, bukan baru terjadi, namun sudah berulang kali dialami masyarakat. “Kami sangat berharap pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas memberikan solusi atas kesulitan masyarakat ini,” katanya.

Sejauh ini, katanya lebih jauh, pemerintah desa sudah berusaha untuk mencari jalan keluar dari kesulitan ini. Mulai dengan membuat embung desa. Hal ini dilakukan agar dapat menampung air hujan, guna memenuhi kebutuhan warga. Namun langkah ini, tambahnya, dirasakan masih belum cukup.

“Saya berharap keadaan ini ditanggapi pemerintah kabupaten. Langkah yang dilakukan dengan membuat penyulingan dari air asin menjadi air tawar,” ucap Mukris sembari memberikan solusi. (rofi)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Anambas – Sebagai upaya untuk melakukan percepatan peningkatan kesejahteraan masyarakat desa, maka dibangun sebuah kebijakan dan disain pemerintah yang dituangkan dalam program inovasi desa.

Program inovasi desa yang merupakan kebijakan pemerintah memerlukan sebuah gerakan yang serius. Oleh karena itu, gerakan inovasi desa harus dilakukan secara terpadu dan selaras dengan keadaan desa. Selain itu, kegiatan ini dilaksanakan oleh stakeholder yang bermukim di desa.

“Ini sesuai dengan mandat UU nomor 6 tahun 2014 tentang desa,” kata Camat Siantan Tengah, Wan Rhumadi di Aula Kantor Camat Siantan Tengah, Senin, 8 April 2019.

Dia menyebutkan, gunakanlah kesempatan ini sebaik-baiknya program ini. Ciptakanlah kreasi tepat dan manfaat. “Jadikan ini pendapatan desa, namun harus disesuaikan dengan peraturan desa,” ucapnya.

Lebih jauh dikatakannya Kecamatan Siantan Tengah, untuk tahun 2018, kecamatan telah membentuk tim program inovasi desa. Namun sayangnya, kegiatan ini belum bisa berjalan secara maksimal. Untuk itu, tambahnya, kecamatan melakukan beberapa perubahan keanggotaan.

“Agar program ini dapat berjalan dengan baik, Secamatan Siantan Tengah mendatangkan narasumber yang merupakan tenaga ahli Kabupaten dari Kemendes PDTT sebagai penyampai meteri tentang program inovasi desa.

Dikatakannya, sosialisasi ini dihadiri langsung kepala desa dan BPD beserta tim TPID yang telah terbentuk sebelumnya,” katanya.

“Sejauh ini saya melihat belum ada komitmen yang dilaksanakan desa, karna kurangnya pemahaman. Berkomitmenlah tepat dan manfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat kita khususnya,” katanya. (rofi)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Anambas – Ismaya Lokadi. Pria kelahiran, Cerebon, 3 Maret 1968 lalu ini adalah Kepala Desa Teluk Siantan, Kecamatan Siantan Tengah, Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA).

Sejak dirinya dilantik pada tanggal 18 Desember 2017 lalu sebagai Kepala Desa Teluk Siantan, Ismaya Lokadi telah mewujudkan transparansi dalam berdesa.

Meskipun, lelaki ini berdarah Jawa, namun ia paham dan mengerti tentang kondisi dan harapan masyarakat yang dipimpinnya. Dengan gaya yang bersahaja dan penuh wibawa, jadi modal utama dalam menjalankan tugas melayani masyarakat.

Bagi masyarakat yang mengenalnya, mengerti dan mengetahui prinsip kepala desa ini. Menjabat dan menyandang status sebagai kepala desa, Ismaya tetap seperti sebelum-sebelumnya. Tidak terlihat rasa angkuh dan sombong, meskipun telah menjabat kepala desa.

Dalam menjalankan tugas sebagai kepala desa, selain merendahkan diri sebagai ‘pelayan’, Ismaya berpegang teguh pada Undang-Undang nomor 6 tahun 2014 tentang desa. Dan terkhusus yang tertuang pada pasal 24 huruf D, yakni tentang keterbukaan.

Istimewa

Begitu juga dalam hal pelaksanaan pembangunan desa. Pembangunan yang dirancang tahun 2019, Ismaya mengimbau kepada masyarakatnya untuk turut serta berpartisipasi.

“Mari kita bersama-sama dalam membangun dan mengawal kinerja pemerintah desa,” kata Ismaya
mengajak.

Disebutkannya, setiap kegiatan yang berlangsung sudah kami putuskan sesuai hasil musyawarah bersama. Jadi, tambahnya, tidak ada yang ditutupi. Jika ada keluhan dan kejanggalan dalam pelaksanaan kegiatan, katanya lebih jauh, silakan koordinasi ke BPD.

“Saya siap menampung usulan dari warga. Kegiatan penyusunan APBDES tahun 2019 ini semuanya sudah di paparkan,” sebutnya.

Untuk tahun ini, dijelaskannya, untuk di bidang pembangunan
ada beberapa kegiatan yang sudah dimulai. Adapun salah satunya, tambahnya, pembangunan sarana olahraga.

Hanya saja sejauh ini, katanya, pembangunan itu sendiri belum semuanya terealisasi. Semoga dengan adanya transparansi ini, tambahnya, pembangunan dapat berjalan dengan lancar dan tanpa hambatan.

“Ayo membangun desa,” ucap Ismaya dengan penuh semangat. (rofi)

pasar ikan

ANAMBAS

Selasa | 02 April 2019 | 13:07

Koperasi Unit Usaha Tarempa Hidupkan Nelayan Anambas

MEDIAKEPRI.CO.ID, Anambas – Keberadaan Koperasi Unit Usaha Tarempa sangat dekat dengan masyarakat di Kabupaten Kepuluan Anambas (KKA), nelayan khususnya.

Sejak berdiri, koperasi ini memberikan sumbangsih tersendiri. Masyarakat yang jadi nelayan sebagai sandaran penghasilan keluarga merasakan manfaat koperasi itu sendiri.

KKA terdiri dari 52 desa, sebagian besar jumlah penduduknya bermata pencarian sebagai nelayan tangkap tradisioal. Dengan luas pesisir dan mewahnya hasil tangkapan jadi penunjang ekonomi warga.

BACA JUGA

Jembatan ‘Kebanggaan’ Itu Kini Terabaikan

Minimnya Penguasaan Bahasa Asing di Daerah Maritim

Ripana, nelayan Anambas merasa sangat beruntung berada di Anambas. Soalnya, selain menjual wisata alamnya, Anambas sangat dikenal dengan hasil laut. Dan banyaknya hasil tangkap nelayan ini dapat dilihat dari kegiatan dan rutinitas masyarakat di pasar ikan.

“Para nelayan tangkap membawa hasil yang sangat menjanjikan. Dan hasil ini langsung dijual di pasar. Kondisi pasar betul-betul di manfaatkan untuk meningkatkan tarap hidup nelayan,” katanya kepada mediakepri.co.id usai menjual hasil tangkapanya, Selasa 2 April 2019 pagi.

Hal senada disampaikan nelayan tangkap lainnya, Asmadi. Pasar yang menjadi penampung hasil tangkapnya terkelola dengan baik. Dan sistem yang dibangun di pasar itu sendiri, setelah adanya koperasi.

“Sistem koperasi unit desa yang di bentuk sangat membantu operasianal nelayan tangkap Anambas,” katanya.

Disebutkannya, nelayan tangkap yang membawa hasil tangkapnya ke pasar itu dikenakan beban sebesar 5 persen ke koperasi, sesuai hasil tangkapan. Beban nelayan ini, tambahnya, merupakan kontribusi nelayan kepada Koperasi Unit Usaha Anambas.

Sementara itu, Repi, pengurus koperasi mengatakan hasil dari kontribusi nelayan untuk koperasi itu setiap akhir tahun dikembalikan kembali ke nelayan.

“Mereka (nelayan) tidak pernah merasa keberatan, dan justru terbantu. Karena koperasi hanya mengenakan beban jasa 5 persen, dan itu pun untuk membantu kebutuhan mereka. Artinya biaya tersebut dari mereka untuk mereka,” katanya menegaskan kepada mediakepri.co.id

Selain itu, katanya, koperasi ini juga memberikan perhatian lebih kepada anggotanya. jika ada anggota yang mendapat musibah atau sakit, tambahnya, sesama anggota saling besuk dan membantu.

“Jika ada masalah di pasar, mereka menyelesaikannya dengan musywarah,” ujarnya. (rofi)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Anambas – Cuaca ekstrim yang terjadi di Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA) sudah menjadi takdir alam.

Setelah badai, dalam bentuk gelombang tinggi itu berlalu, warga mewariskan kekecewaan. Bukan pada Sang Pencipta, tetapi fasilitas warga yang hancur jadi terabaikan.

Itulah, jembatan terpanjang milik masyarakat yang sudah menjadi korban dari keganasan alam. Jembatan yang merupakan akses jalan utama masyarakat itu terputus.

Ironinya, pasca dihantam gelombang tinggi beberapa bulan lalu, jembatan yang terputus itu belum juga diperhatikan dengan baik. Langkah yang diambil pemerintah adalah melakukan penanganan darurat.

Dimana saat ini, perhatian pemerintah terhadap kondisi tersebut, hanya membuat jalan darurat yang bersifat semantara. Padahal, jembatan itu merupakan akse utama bagi masyarakat hilir mudik dan lalu lalang kendaraan setiap pagi.

Kondisi saat ini, ‘kemacetan’ menjadi pemandangan warga di Anambas. Soalnya, minimnya kondisi jembatan itu, membuat sejumlah kendaraan harus saling bergantian, salah satunya harus bersabar untuk antri.

Kondisi ini seakan luput dari perhatian pemerintah.
Padahal jembatan semen panjang merupakan salah satu akses penghubung ke berbagai instansi. Hal ini, sungguh sangat disayangkan sejumlah masyarakat.

“Katanya akan dibangun. Tetapi pembangunan itu hanya sebatas perencanaan dan masih penuh tanda tanya?,” kritik Sarip Rusman kepada mediakepri.co.id seraya menambahkan masyarakat Anambas masihkah harus menanti jawaban perbaikan. (rofi)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Hari ini, Senin, 18 Maret 2019, bertempat di Ruang Rapat Komisi II DPR RI digelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Panitia Pembentukan Kecamatan Kute Siantan (P2K2S) Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau.

Rapat dipimpin oleh Dr. Ir. E. Herman Khaeron, M.Si beserta Dr. Niyahatul Wafiroh, MA dan diikuti lebih kurang 10 orang Anggota Komisi II DPR RI.

RDP ini diikuti oleh segenap Pengurus P2K2S, Kepala Desa, Ketua BPD dan perwakilan tokoh masyarakat, tak ketinggalan juga tokoh Anambas di perantauan Prof.Ir.Bachtiar Saleh Abbas ikut mendampingi. Hasilnya Komisi II DPR RI  akan menindak lanjuti dengan surat disposisi menyetujui pembentukan Kecamatan Kute Siantan di Kabupaten Anambas, Provinsi Kepulauan Riau kepada Menteri Dalam Negeri.

Memang masih butuh proses lebih lanjut namun hasil RDP hari ini sudah mampu membuat para pengurus P2K2S tersenyum lega, Ir. Fachrizal atau yang akrab disapa Ical Long Enon selaku Pembina P2K2S mengaku gembira atas sokongan dari Komisi II DPR RI,

“Alhamdulillah perjuangan sudah hampir tercapai, Kecamatan Kute Siantan dipastikan terbentuk”, ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Setiap tahapan perkembangannya akan disampaikan melalui  perwakilan Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Kepulauan Riau fraksi PDI Perjuangan Hj. Dwi Ria Latifa, S.H., M.Sc dan Fraksi PAN H. Siti Sarwindah, M.Si. (***)

semraut parkir

ANAMBAS

Selasa | 26 Februari 2019 | 11:24

Semrautnya Parkir di Kantor Bupati KKA Merusak Pemandangan

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tarempa – Fasilitas parkir kendaraan di Kantor Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA) kurang diperhatikan. Hingga, kesan yang terbangun bahwa fasilitas negara itu layaknya seperti pasar ikan.

Minimnya lokasi yang tersedia, memperburuk wajah dan pemandangan gedung yang konon telah rampung.

BACA JUGA

KPU Jangan Pecah Belah dan Dikotomi Pers

Berikan Feedback Positif Bagi Pembangunan Kepri

Kondisi yang mengganggu keindahan megahnya gedung pemerintahan itu menjadi perhatian masyarakat. Ada permintaan masyarakat, agar areal parkir itu dapat ditata dan diperluas.

“Kendaraan banyak. tapi tidak tertata. Seolah sudah seperti pasar ikan,” kata Julmasa, tokoh masyarakat Kabupaten Kepulauan Anambas kepada mediakepri.co.id.

Disebutkannya, hampir tiap hari dirinya melintas gedung yang megah itu. Akan tetapi, tambahnya, kondisi kendaraan yang parkir mengganggu mata saat melihatnya.

Untuk itu, katanya lebih jauh, pemerintah lebih memperhatikannya. Setidaknya, ditambahkannya, tahun 2019 ini ada anggaran untuk melakukan pembenahan agar lebih baik. (rofi)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Anambas – Musibah di Pulau Jemaja baru setahun terlewati. Kejadian sedih dan duka itu, masih berasa di dalam hati masyarakat. Seakan tragedi itu baru saja terjadi.

Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kecamatan Jemaja berinisiatif untuk mengenang peristiwa duka itu. Mereka melakukan doa bersama di Masjid Al Kautsar.Kamis,10 Januari 2019.

Noval Rulan, Ketua Kegiatan Doa Bersama mengungkapkan kegiatan ini tercetuh bersama pengurus KNPI Kecamatan Jemaja. Awalnya, kegiatan yang menjadi perhatian masyarakat di Kepri, khususnya Jemaja ini ingin mengundang seluruh masyarakat. Namun karena keterbatasan, tambahnya, KNPI mengundang tokoh masyarakat dan Uspika serta instansi vertikal.

BACA JUGA

Koperasi Mampu untuk Kesejahteraan Masyarakat

Korban Tenggelam di Teluk Selahang Pernah Ikuti Tes Masuk Polisi

“Kegiatan ini mendapat respon positif. Namun yang terpenting, melalui kegiatan ini, kita mengingat kembali peristiwa pilu yang terjadi di Pulau Jemaja,” ujarnya seraya menyebutkan Kapolsek Jemaja, Danposal Jemaja, Anggota Koramil, Kasi Trantib, Ketua MUI Jemaja, Ketua PHBI dan beberapa pengurus KNPI, TOMAS dan Toga serta kelompok ibu ibu BKMT cukup hikmat mengikuti kegiatan.

Mudahir Ketua KNPI Jemaja mengatakan doa bersama ini untuk mengingat kembali seluruh masyarakat, khususnya Jemaja dan Anambas umumnya atas musibah yang terjadi di awal tahun 2018 lalu.

Dalam pelaksanaan doa bersama ini, Mudahir berharap kita mampu mengambil iktibar dari kejadian ini. Sehingga, kita bisa menjaga alam dan dapat bersahabat dengan alam di Pulau Jemaja.

Lagi Asik Berenang Remaja Digulung Ombak, 1 Tewas

Lebih jauh dikatakannya, alam ini adalah titipan dari anak cucu, bukan warisan dari nenek moyang. Artinya, dengan memegang amanah titipan ini, maka kita harus mampu untuk menjaganya.

“Kami juga berharap doa ini akan menjauhkan kampung halaman kami dari musibah di tahun 2019 ini,” harapannya setelah mengutip pepatah dari pecinta dan aktivis lingkungan..

LDK, Bentuk Mahasiswa TBI STAI-MU Jadi Pemimpin

Ditempat yang sama, diwaktu terpisah, Budi Ardi Sekretaris KNPI Jemaja berharap dan berpesan, doa bersama ini, KNPI Jemaja mengajak lapisan masyarakat untuk selalu bisa bersahabat dengan alam. (ardi/kmg)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Anambas – Tim Sapu Bersih Pungutan Liar Saber Pungli Polres Anambas lakukan sosialisasi terkait Proses penerima CPNS Kabupaten Kepulauan Anambas Tahun 2018 bersama Warga Masyarakat yang bertempat di Kantor Desa Antang Kecamatan Siantan, SaBtu,22 September 2018.

Penerimaan Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Anambas (KKA) saat ini, akan diawasi oleh Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Kepolisian Resort (Polres) Kabupaten Kepulauan Anambas.

Hal ini disampaikan Wakil Kepala (Waka) Polres Anambas, Kompol H.M.Rafizal Amin dalam sosialisasi tentang pengawasan Saber Pungli terhadap penerimaan CPNS Anambas tahun 2018 di Kantor Desa Antang, Kelurahan Tarempa, Kecamatan Siantan.

Kompol H.M. Rafizal Amin juga menyampaikan bahwa pihaknya kini terus mengawasi proses tersebut.

“Kita lakukan pengawasan melalui Saber Pungli Polres Kepulauan Anambas.

Dalam waktu dekat Waka Polres yang mana beliau selaku Ketua Tim Saber Pungli akan memberikan pengarahan kepada panitia seleksi penerimaan CPNS Anambas yang akan dilaksanakan di Tarempa Beach, guna mengingatkan kepada panitia agar tidak melakukan praktek praktek menyimpang ataupun suap dalam proses penerimaan CPNS tersebut,” kata Kompol H.M.Rafizal Amin

Selain adanya tim Saber Pungli, Kompol H.M.Rafizal Amin juga mengatakan, dan berpesan kepada masyarakat agar berperan aktif dalam memerangi para calo CPNS yang dapat merugikan para peserta lainya.

Masyarakat juga jangan tergiur iming-iming dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab bahwa akan lolos tes CPNS jika dengan menggunakan uang, Kalau ada Calo laporkan ke tim kami.Tegas Kompol H.M.Rafizal Amin

Kita akan terus deteksi bilamana ada kegiatan yang menyimpang,Saya yakin panitia sudah mempersiapkan dengan baik agar kegiatan berjalan lancar dan bersih,” ujarnya lagi.

Kompol H.M.Rafizal Amin menyampaikan bahwa pihaknya akan mengambil tindakan tegas, jika masih ada orang orang atau oknum yang tidak bertanggung jawab atau ingin mencoba menggunakan cara yang menyimpang demi keuntungan pribadi.

Kompol H.M.Rafizal Amin selaku Ketua tim Saber Pungli Polres Anambas juga akan memasang spanduk larangan pungli atau suap dibeberapa tempat di area kerjanya Polres seperti di jalan Selayang Pandang ,Pelabuhan, Pasar, Hotel dan di tempat keramaian lain nya. Tuturnya.

Warga Antang sangat antusias mengikuti acara sosialisasi Saber Pungli yang di lakukan oleh tim Saber Pungli Polres Anambas terkait antisipasi Penerimaan CPNS di Anambas nantinya,sehingga seleksi penerimaan CPNS sangat sangat transparan.(kmg)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Anambas – Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia di Kecamatan Jemaja masih berlangsung, tampak terlihat tim Kesebelasan dari Sunggak FC berhadapan dengan Djumaya FC di Lapangan Kelurahan Letung sangat memukau Rabu, 5 September 2018.

Kepala Desa Sunggak Mus Mulyadi menjelaskan kepada awak media terkait pertandingan yang sedang berlangsung, Sangat memukau di lapangan hijau kelurahan letung, Mus Mulyadi juga mengatakan bahwasanya ke dua kesebelasan sangat bagus dan bermain rapi, disini kami juga mendatangkan pemain dari Batam sebanyak 4 orang untuk memperkuat tim kesebelasan Sunggak FC tuturnya.

Diperkirakan penonton yang hadir menyaksikan pertandingan Bola Kaki antara Sunggak FC berhadapan dengan kesebelasan Djumaya FC sekitar 1000 Orang penonton yang memadati lapangan tersebut.

Hingga laga usai ke dua kesebelasan belum bisa membobol gawang dari masing masing tim kesebelasan, yang mengakibatkan adu pinalti. Pertandingan hari ini masih berpihak kepada kesebelasan Djumaya FC dengan perolehan tendangan 4-1 untuk Djumaya FC.

Ditanbahkan lagi oleh Kepala Desa Sunggak bahwasanya pertandingan hari ini meskipun Kalah Namun memuaskan dan Patut diapresiasi serta tetap memberikan Selamat kepada ke dua tim kesebelasan terutama kepada Tim Djumaya FC.

“Ini adalah awal kebangkitan Sepak bola Desa Sunggak dan akan selalu kami tingkatkan lagi sehingga di pertandingan berikutnya Sunggak FC akan menjuarai di segala pertandingan di tingkat kecamatan maupun di tingkat Kabupaten nantinya,” ujar Mulyadi.

Afrizal salah seorang penonton yang ikut menyaksikan pertandingan tersebut menjelaskan terkait pertandingan yang ia saksikan hari ini sangat memuaskan dan memukau.

” Terlihat dari jumlah penonton yang hadir serasa enggan meninggalkan pertandingan di karenakan seru,” tutur Afrizal. (kmg)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Anambas – Banjir yang melanda sebagian Anambas awal tahun 2018 lalu masih menyisakan kekhawatiran. Jembatan penghubung di Kecamatan Jemaja contohnya, kini kondisinya tak lagi rata, beberapa tiang penyangganya pun patah.

Padahal jembatan ini merupakan salah satu akses bagi masyarakat yang ingin menuju Bandara Letung dan objek wisata Pantai Melang. Warga yang nekat melintasinya harus berhati-hati. Karena di ujung jembatan, berbatasan dengan jalan tanah, kondisinya bergelombang.

Jalan tanah itu membentuk tonjolan dan cekungan yang berbahaya. Di jembatannya, besi pembatas kanan kirinya juga tak lagi tegak lurus. Pembatas ini terdesak keluar. Hanya ada beberapa batang kayu diletakkan di ujung jembatan untuk sekadar memberi tanda kepada pelintas.

“Melihat kondisinya seharusnya jembatan itu memang sudah harus diperbaiki. Tidak layak. Khawatir suatu saat nanti ambruk,” kata Zamri, warga sekitar jembatan kepada suaraiber, Jumat, 24 Agustus 2018.

Dahulu, kata dia, jalan itu bisa dilalui kendaraan roda empat. Namun sekarang sudah tak bisa lagi. Tak ada yang berani.

Tak ada tanda peringatan di ujung jembatan. Sementara tanah timbunan yang menjadi bagian jembatan longsor.

Ari, warga setempat menggambarkan kondisi jembatan itu. “Kendaraan roda dua yang hendak melintasinya harus antre terlebih dahulu. Kalau sore banyak warga yang melewatinya untuk jalan-jalan,” imbuhnya.

Bagi Zamri dan Ari, kata yang paling tepat untuk mengatasi kondisi jembatan adalah diperbaiki. (***)

sumber: suarasiber.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Anambas – Pupus sudah harapan dua warga desa ini, karena pembukaan dan pelebaran jalan yang sudah dimulai 2011 silam sampai kini terbengkalai. Tak ada titik terang kapan dilanjutkan.

Adalah warga Desa Air Biru dan Desa Mampok yang selama ini sangat berharap bisa menuju ibu kota Kecamatan Jemaja dengan kendaraan.

Akibat terbengkalainya pembangunan jalan ini, warga kedua desa tadi masih harus menggunakan transportasi laut jika hendak ke kota kecamatan.

Seorang warga Desa Air Biru, Asuarman kepada suarasiber, Kamis, 23 Agustus 2018 menceritakan, warga sudah menanti sekitar 7 tahun.

“Apabila tahun 2019 tak ada kabarnya pembangunan jalan itu, kami akan menuntut ganti rugi kepada pemerintah. Warga sudah berbaik hati, merelakan cengkeh, kelapa, karet hanya karena ingin memiliki akses jalan. Pembangunan jalan itu tinggal cerita,” katanya.

Warga ini pun berharap ada yang turut memperjuangkan kelanjutan pembangunan jalan selebar 6 meter dengan panjang 7 kilometer.

“Misalnya anggota dewan yang dapilnya dari Jemaja, mohonlah kami dibantu,” kata Asuarman menyesalkan.

Warga lain yang tak bersedia menyebutkan namanya menambahkan, ada rasa iri jika melihat pembangunan di desa lain. Ia menyebut jalan darat di Desa Rewak dan Desa Genting Pulur di Kecamatan Jemaja sudah dibangun sehingga akses menuju kecamatan lebih mudah.

“Padahal desa kami masih satu tanah dengan kecamatan. Apakah memang begini nasib warga desa yang tinggal di ujung luar ibu kota kecamatan? Cuma bisa menyaksikan pembangunan jalan di desa tetangga,” keluhnya.

Sama seperti Asuarman, ia menginginkan ada yang menyuarakannya agar kembali mendapatkan anggaran. (***)

sumber: suarasiber.com

ANAMBAS

Kamis | 23 Agustus 2018 | 9:00

Alami Peningkatan, Masjid Al Ihsan Sembelih 13 Ekor Sapi

MEDIAKEPRI.CO.ID, Anambas – Seorang panitia penyembelihan hewan kurban di Masjid Al Ihsan, Letung, Anambas, M Johar mengatakan lebaran tahun ini pihaknya menyembelih 13 ekor sapi kurban.

Penyembelihan hewan hewan tersebut telah dilaksanakan pada hari Rabu 22 Agustus 2018 pukul 09.00 WIB, usai peleksanaan salat Idul Adha 1439 Hijriyah di komplek masjid.

Istimewa

Meningat jumlah hewan kurban yang disembelih pada lebaran tahun ini mengalami peningkatan, M Johar mengingatkan para petugas dan panitia kurban Masjid Al Ihsan untuk lebih meningkatkan koordinasi.

“Alhamdulillah, setiap petugas yang sudah mendapatkan penjelasan tugasnya bekerja dengan baik sehingga tak terjadi keterlambatan pendistribusian daging kepada warga yang membutuhkan,” terangnya, malam itu.

Seorang petugas penyembelihan hewan kurban, Nazarudin kepada suarasiber menjelaskan, dari 14 ekor sapi ia kebagian jatah menyembelih 4 ekor sapi.

“Alhamdulillah juga, tidak ada kendala terjadi,” imbuhnya.(***)

sumber:suarasiber.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Anambas – Hari Raya Idul Adha baru dirayakan Rabu, 22 Agustus 2018. Namun warga di Anambas sudah menyiapkan tempat penyembelihan hewan kurban.

Seperti dilakukan warga yang menjadi Pengurus Masjid Al Ihsan, Jemaja, Anambas, 15 Agustus lalu. Pada hari itu mereka mengadakan rapat pembentukan panitia penyembelihan hewan kurban serta menentukan lokasi tempat penyembelihan.

“Hari ini kami mengadakan gotong royong membersihkan pekarangan masjid untuk lokasi penyembelihan hewan kurban. Alhamdulillah ada tenda yang bisa dipasang,” terang Ketua Pengurus Masjid Al Ihsan, H Armi Yazid kepada suarasiber, Senin, 20 Agustus 2018.

Istimewa

“Alhamdulillah ada peningkatan jumlah hewan kurban, semoga peserta kurban dimurahkan rezekinya oleh Allah,” doa baik Yazid.

Pengurus lain menyebutkan, bertugas menyembelih hewan kurban ada enam tim. Satu tim tugasnya mengerjakan penyembelihan sampai pemotongan daging hewan kurban. Pembentukan tim penyembelihan ini dibuat berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya.

“Tahun lalu penyembelihan agak kurang terarah. Dengan dibentuknya tim diharapkan waktu penyembelihan lebih baik sehingga daging kurban bisa segera diserahkan kepada warga yang membutuhkannya,” tuturnya. (***)

sumber: suarasiber.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Anambas – Pengembangan desa wisata berbasis masyarakat mulai digalakkan di Anambas. Geliat awal ialah pembentukan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang akan mengelola Desa Wisata Belibak.

Pokdarwis Desa Wisata Belibak dikukuhkan oleh Bupati Anambas, Abdul haris, 15 Agustus 2018 lalu. Belibak diharapkan dapat berkontribusi dalam meningkatkan potensi pariwisata di Anambas.

“Pada ujungnya dapat membuka lapangan pekerjaan dan menghasilkan pendapatan bagi warga setempat dan sekitar Desa Wisata Belibak,” harapan Bupati.

Desa Wisata Belibak dikembangkan oleh Medco E&P Natuna Ltd bekerja sama dengan Yayasan Umar Kayam. Para enggota Pokdarwis pun mendapatkan pelatihan dan pendampingan secara rutin untuk pengelolaan homestay, manajemen desa wisata dan usaha pengelolaannya, serta pelatihan tour guide untuk wisata bahari dan budaya.

Guna menunjang promosi Belibak, saat ini sudah ada empat unit homestay. Satu unit diantaranya telah direnovasi secara khusus untuk menjadi percontohan. Selain homestay, Belibak juga dilengkapi kelompok seni pertunjukan yang akan mempertontonkan kompang, Tari Sekapursirih dan Tari Gasing.

Untuk mememperluas gaung Belibak, Medco E&P Natuna Ltd, Yayasan Umar Kayam dan Pokdarwis menjalin kemitraan dengan perusahaan jasa perjalanan di Jakarta. Selama ini, telah berhasil menggaet puluhan wisatawan domsestik dan empat wiatawan mancanegara.

“Kami berharap ada kemasan yang menarik, infrastruktur dan atraksi wisata yang dikemas apik sehingga menjadi kekuatan Desa Belibak. Pokdarwis mampu mengelolanya, sehingga Desa Wisata Belibak akan sukses mengundang turis,” kata Senior Manager Relations & Security Medco E&P Natuna Ltd, Drajat Panjawi. (***)

sumber: suarasiber.com