ANAMBAS

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Hari ini, Senin, 18 Maret 2019, bertempat di Ruang Rapat Komisi II DPR RI digelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Panitia Pembentukan Kecamatan Kute Siantan (P2K2S) Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau.

Rapat dipimpin oleh Dr. Ir. E. Herman Khaeron, M.Si beserta Dr. Niyahatul Wafiroh, MA dan diikuti lebih kurang 10 orang Anggota Komisi II DPR RI.

RDP ini diikuti oleh segenap Pengurus P2K2S, Kepala Desa, Ketua BPD dan perwakilan tokoh masyarakat, tak ketinggalan juga tokoh Anambas di perantauan Prof.Ir.Bachtiar Saleh Abbas ikut mendampingi. Hasilnya Komisi II DPR RI  akan menindak lanjuti dengan surat disposisi menyetujui pembentukan Kecamatan Kute Siantan di Kabupaten Anambas, Provinsi Kepulauan Riau kepada Menteri Dalam Negeri.

Memang masih butuh proses lebih lanjut namun hasil RDP hari ini sudah mampu membuat para pengurus P2K2S tersenyum lega, Ir. Fachrizal atau yang akrab disapa Ical Long Enon selaku Pembina P2K2S mengaku gembira atas sokongan dari Komisi II DPR RI,

“Alhamdulillah perjuangan sudah hampir tercapai, Kecamatan Kute Siantan dipastikan terbentuk”, ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Setiap tahapan perkembangannya akan disampaikan melalui  perwakilan Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Kepulauan Riau fraksi PDI Perjuangan Hj. Dwi Ria Latifa, S.H., M.Sc dan Fraksi PAN H. Siti Sarwindah, M.Si. (***)

semraut parkir

ANAMBAS

Selasa | 26 Februari 2019 | 11:24

Semrautnya Parkir di Kantor Bupati KKA Merusak Pemandangan

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tarempa – Fasilitas parkir kendaraan di Kantor Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA) kurang diperhatikan. Hingga, kesan yang terbangun bahwa fasilitas negara itu layaknya seperti pasar ikan.

Minimnya lokasi yang tersedia, memperburuk wajah dan pemandangan gedung yang konon telah rampung.

BACA JUGA

KPU Jangan Pecah Belah dan Dikotomi Pers

Berikan Feedback Positif Bagi Pembangunan Kepri

Kondisi yang mengganggu keindahan megahnya gedung pemerintahan itu menjadi perhatian masyarakat. Ada permintaan masyarakat, agar areal parkir itu dapat ditata dan diperluas.

“Kendaraan banyak. tapi tidak tertata. Seolah sudah seperti pasar ikan,” kata Julmasa, tokoh masyarakat Kabupaten Kepulauan Anambas kepada mediakepri.co.id.

Disebutkannya, hampir tiap hari dirinya melintas gedung yang megah itu. Akan tetapi, tambahnya, kondisi kendaraan yang parkir mengganggu mata saat melihatnya.

Untuk itu, katanya lebih jauh, pemerintah lebih memperhatikannya. Setidaknya, ditambahkannya, tahun 2019 ini ada anggaran untuk melakukan pembenahan agar lebih baik. (rofi)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Anambas – Musibah di Pulau Jemaja baru setahun terlewati. Kejadian sedih dan duka itu, masih berasa di dalam hati masyarakat. Seakan tragedi itu baru saja terjadi.

Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kecamatan Jemaja berinisiatif untuk mengenang peristiwa duka itu. Mereka melakukan doa bersama di Masjid Al Kautsar.Kamis,10 Januari 2019.

Noval Rulan, Ketua Kegiatan Doa Bersama mengungkapkan kegiatan ini tercetuh bersama pengurus KNPI Kecamatan Jemaja. Awalnya, kegiatan yang menjadi perhatian masyarakat di Kepri, khususnya Jemaja ini ingin mengundang seluruh masyarakat. Namun karena keterbatasan, tambahnya, KNPI mengundang tokoh masyarakat dan Uspika serta instansi vertikal.

BACA JUGA

Koperasi Mampu untuk Kesejahteraan Masyarakat

Korban Tenggelam di Teluk Selahang Pernah Ikuti Tes Masuk Polisi

“Kegiatan ini mendapat respon positif. Namun yang terpenting, melalui kegiatan ini, kita mengingat kembali peristiwa pilu yang terjadi di Pulau Jemaja,” ujarnya seraya menyebutkan Kapolsek Jemaja, Danposal Jemaja, Anggota Koramil, Kasi Trantib, Ketua MUI Jemaja, Ketua PHBI dan beberapa pengurus KNPI, TOMAS dan Toga serta kelompok ibu ibu BKMT cukup hikmat mengikuti kegiatan.

Mudahir Ketua KNPI Jemaja mengatakan doa bersama ini untuk mengingat kembali seluruh masyarakat, khususnya Jemaja dan Anambas umumnya atas musibah yang terjadi di awal tahun 2018 lalu.

Dalam pelaksanaan doa bersama ini, Mudahir berharap kita mampu mengambil iktibar dari kejadian ini. Sehingga, kita bisa menjaga alam dan dapat bersahabat dengan alam di Pulau Jemaja.

Lagi Asik Berenang Remaja Digulung Ombak, 1 Tewas

Lebih jauh dikatakannya, alam ini adalah titipan dari anak cucu, bukan warisan dari nenek moyang. Artinya, dengan memegang amanah titipan ini, maka kita harus mampu untuk menjaganya.

“Kami juga berharap doa ini akan menjauhkan kampung halaman kami dari musibah di tahun 2019 ini,” harapannya setelah mengutip pepatah dari pecinta dan aktivis lingkungan..

LDK, Bentuk Mahasiswa TBI STAI-MU Jadi Pemimpin

Ditempat yang sama, diwaktu terpisah, Budi Ardi Sekretaris KNPI Jemaja berharap dan berpesan, doa bersama ini, KNPI Jemaja mengajak lapisan masyarakat untuk selalu bisa bersahabat dengan alam. (ardi/kmg)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Anambas – Tim Sapu Bersih Pungutan Liar Saber Pungli Polres Anambas lakukan sosialisasi terkait Proses penerima CPNS Kabupaten Kepulauan Anambas Tahun 2018 bersama Warga Masyarakat yang bertempat di Kantor Desa Antang Kecamatan Siantan, SaBtu,22 September 2018.

Penerimaan Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Anambas (KKA) saat ini, akan diawasi oleh Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Kepolisian Resort (Polres) Kabupaten Kepulauan Anambas.

Hal ini disampaikan Wakil Kepala (Waka) Polres Anambas, Kompol H.M.Rafizal Amin dalam sosialisasi tentang pengawasan Saber Pungli terhadap penerimaan CPNS Anambas tahun 2018 di Kantor Desa Antang, Kelurahan Tarempa, Kecamatan Siantan.

Kompol H.M. Rafizal Amin juga menyampaikan bahwa pihaknya kini terus mengawasi proses tersebut.

“Kita lakukan pengawasan melalui Saber Pungli Polres Kepulauan Anambas.

Dalam waktu dekat Waka Polres yang mana beliau selaku Ketua Tim Saber Pungli akan memberikan pengarahan kepada panitia seleksi penerimaan CPNS Anambas yang akan dilaksanakan di Tarempa Beach, guna mengingatkan kepada panitia agar tidak melakukan praktek praktek menyimpang ataupun suap dalam proses penerimaan CPNS tersebut,” kata Kompol H.M.Rafizal Amin

Selain adanya tim Saber Pungli, Kompol H.M.Rafizal Amin juga mengatakan, dan berpesan kepada masyarakat agar berperan aktif dalam memerangi para calo CPNS yang dapat merugikan para peserta lainya.

Masyarakat juga jangan tergiur iming-iming dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab bahwa akan lolos tes CPNS jika dengan menggunakan uang, Kalau ada Calo laporkan ke tim kami.Tegas Kompol H.M.Rafizal Amin

Kita akan terus deteksi bilamana ada kegiatan yang menyimpang,Saya yakin panitia sudah mempersiapkan dengan baik agar kegiatan berjalan lancar dan bersih,” ujarnya lagi.

Kompol H.M.Rafizal Amin menyampaikan bahwa pihaknya akan mengambil tindakan tegas, jika masih ada orang orang atau oknum yang tidak bertanggung jawab atau ingin mencoba menggunakan cara yang menyimpang demi keuntungan pribadi.

Kompol H.M.Rafizal Amin selaku Ketua tim Saber Pungli Polres Anambas juga akan memasang spanduk larangan pungli atau suap dibeberapa tempat di area kerjanya Polres seperti di jalan Selayang Pandang ,Pelabuhan, Pasar, Hotel dan di tempat keramaian lain nya. Tuturnya.

Warga Antang sangat antusias mengikuti acara sosialisasi Saber Pungli yang di lakukan oleh tim Saber Pungli Polres Anambas terkait antisipasi Penerimaan CPNS di Anambas nantinya,sehingga seleksi penerimaan CPNS sangat sangat transparan.(kmg)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Anambas – Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia di Kecamatan Jemaja masih berlangsung, tampak terlihat tim Kesebelasan dari Sunggak FC berhadapan dengan Djumaya FC di Lapangan Kelurahan Letung sangat memukau Rabu, 5 September 2018.

Kepala Desa Sunggak Mus Mulyadi menjelaskan kepada awak media terkait pertandingan yang sedang berlangsung, Sangat memukau di lapangan hijau kelurahan letung, Mus Mulyadi juga mengatakan bahwasanya ke dua kesebelasan sangat bagus dan bermain rapi, disini kami juga mendatangkan pemain dari Batam sebanyak 4 orang untuk memperkuat tim kesebelasan Sunggak FC tuturnya.

Diperkirakan penonton yang hadir menyaksikan pertandingan Bola Kaki antara Sunggak FC berhadapan dengan kesebelasan Djumaya FC sekitar 1000 Orang penonton yang memadati lapangan tersebut.

Hingga laga usai ke dua kesebelasan belum bisa membobol gawang dari masing masing tim kesebelasan, yang mengakibatkan adu pinalti. Pertandingan hari ini masih berpihak kepada kesebelasan Djumaya FC dengan perolehan tendangan 4-1 untuk Djumaya FC.

Ditanbahkan lagi oleh Kepala Desa Sunggak bahwasanya pertandingan hari ini meskipun Kalah Namun memuaskan dan Patut diapresiasi serta tetap memberikan Selamat kepada ke dua tim kesebelasan terutama kepada Tim Djumaya FC.

“Ini adalah awal kebangkitan Sepak bola Desa Sunggak dan akan selalu kami tingkatkan lagi sehingga di pertandingan berikutnya Sunggak FC akan menjuarai di segala pertandingan di tingkat kecamatan maupun di tingkat Kabupaten nantinya,” ujar Mulyadi.

Afrizal salah seorang penonton yang ikut menyaksikan pertandingan tersebut menjelaskan terkait pertandingan yang ia saksikan hari ini sangat memuaskan dan memukau.

” Terlihat dari jumlah penonton yang hadir serasa enggan meninggalkan pertandingan di karenakan seru,” tutur Afrizal. (kmg)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Anambas – Banjir yang melanda sebagian Anambas awal tahun 2018 lalu masih menyisakan kekhawatiran. Jembatan penghubung di Kecamatan Jemaja contohnya, kini kondisinya tak lagi rata, beberapa tiang penyangganya pun patah.

Padahal jembatan ini merupakan salah satu akses bagi masyarakat yang ingin menuju Bandara Letung dan objek wisata Pantai Melang. Warga yang nekat melintasinya harus berhati-hati. Karena di ujung jembatan, berbatasan dengan jalan tanah, kondisinya bergelombang.

Jalan tanah itu membentuk tonjolan dan cekungan yang berbahaya. Di jembatannya, besi pembatas kanan kirinya juga tak lagi tegak lurus. Pembatas ini terdesak keluar. Hanya ada beberapa batang kayu diletakkan di ujung jembatan untuk sekadar memberi tanda kepada pelintas.

“Melihat kondisinya seharusnya jembatan itu memang sudah harus diperbaiki. Tidak layak. Khawatir suatu saat nanti ambruk,” kata Zamri, warga sekitar jembatan kepada suaraiber, Jumat, 24 Agustus 2018.

Dahulu, kata dia, jalan itu bisa dilalui kendaraan roda empat. Namun sekarang sudah tak bisa lagi. Tak ada yang berani.

Tak ada tanda peringatan di ujung jembatan. Sementara tanah timbunan yang menjadi bagian jembatan longsor.

Ari, warga setempat menggambarkan kondisi jembatan itu. “Kendaraan roda dua yang hendak melintasinya harus antre terlebih dahulu. Kalau sore banyak warga yang melewatinya untuk jalan-jalan,” imbuhnya.

Bagi Zamri dan Ari, kata yang paling tepat untuk mengatasi kondisi jembatan adalah diperbaiki. (***)

sumber: suarasiber.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Anambas – Pupus sudah harapan dua warga desa ini, karena pembukaan dan pelebaran jalan yang sudah dimulai 2011 silam sampai kini terbengkalai. Tak ada titik terang kapan dilanjutkan.

Adalah warga Desa Air Biru dan Desa Mampok yang selama ini sangat berharap bisa menuju ibu kota Kecamatan Jemaja dengan kendaraan.

Akibat terbengkalainya pembangunan jalan ini, warga kedua desa tadi masih harus menggunakan transportasi laut jika hendak ke kota kecamatan.

Seorang warga Desa Air Biru, Asuarman kepada suarasiber, Kamis, 23 Agustus 2018 menceritakan, warga sudah menanti sekitar 7 tahun.

“Apabila tahun 2019 tak ada kabarnya pembangunan jalan itu, kami akan menuntut ganti rugi kepada pemerintah. Warga sudah berbaik hati, merelakan cengkeh, kelapa, karet hanya karena ingin memiliki akses jalan. Pembangunan jalan itu tinggal cerita,” katanya.

Warga ini pun berharap ada yang turut memperjuangkan kelanjutan pembangunan jalan selebar 6 meter dengan panjang 7 kilometer.

“Misalnya anggota dewan yang dapilnya dari Jemaja, mohonlah kami dibantu,” kata Asuarman menyesalkan.

Warga lain yang tak bersedia menyebutkan namanya menambahkan, ada rasa iri jika melihat pembangunan di desa lain. Ia menyebut jalan darat di Desa Rewak dan Desa Genting Pulur di Kecamatan Jemaja sudah dibangun sehingga akses menuju kecamatan lebih mudah.

“Padahal desa kami masih satu tanah dengan kecamatan. Apakah memang begini nasib warga desa yang tinggal di ujung luar ibu kota kecamatan? Cuma bisa menyaksikan pembangunan jalan di desa tetangga,” keluhnya.

Sama seperti Asuarman, ia menginginkan ada yang menyuarakannya agar kembali mendapatkan anggaran. (***)

sumber: suarasiber.com

ANAMBAS

Kamis | 23 Agustus 2018 | 9:00

Alami Peningkatan, Masjid Al Ihsan Sembelih 13 Ekor Sapi

MEDIAKEPRI.CO.ID, Anambas – Seorang panitia penyembelihan hewan kurban di Masjid Al Ihsan, Letung, Anambas, M Johar mengatakan lebaran tahun ini pihaknya menyembelih 13 ekor sapi kurban.

Penyembelihan hewan hewan tersebut telah dilaksanakan pada hari Rabu 22 Agustus 2018 pukul 09.00 WIB, usai peleksanaan salat Idul Adha 1439 Hijriyah di komplek masjid.

Istimewa

Meningat jumlah hewan kurban yang disembelih pada lebaran tahun ini mengalami peningkatan, M Johar mengingatkan para petugas dan panitia kurban Masjid Al Ihsan untuk lebih meningkatkan koordinasi.

“Alhamdulillah, setiap petugas yang sudah mendapatkan penjelasan tugasnya bekerja dengan baik sehingga tak terjadi keterlambatan pendistribusian daging kepada warga yang membutuhkan,” terangnya, malam itu.

Seorang petugas penyembelihan hewan kurban, Nazarudin kepada suarasiber menjelaskan, dari 14 ekor sapi ia kebagian jatah menyembelih 4 ekor sapi.

“Alhamdulillah juga, tidak ada kendala terjadi,” imbuhnya.(***)

sumber:suarasiber.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Anambas – Hari Raya Idul Adha baru dirayakan Rabu, 22 Agustus 2018. Namun warga di Anambas sudah menyiapkan tempat penyembelihan hewan kurban.

Seperti dilakukan warga yang menjadi Pengurus Masjid Al Ihsan, Jemaja, Anambas, 15 Agustus lalu. Pada hari itu mereka mengadakan rapat pembentukan panitia penyembelihan hewan kurban serta menentukan lokasi tempat penyembelihan.

“Hari ini kami mengadakan gotong royong membersihkan pekarangan masjid untuk lokasi penyembelihan hewan kurban. Alhamdulillah ada tenda yang bisa dipasang,” terang Ketua Pengurus Masjid Al Ihsan, H Armi Yazid kepada suarasiber, Senin, 20 Agustus 2018.

Istimewa

“Alhamdulillah ada peningkatan jumlah hewan kurban, semoga peserta kurban dimurahkan rezekinya oleh Allah,” doa baik Yazid.

Pengurus lain menyebutkan, bertugas menyembelih hewan kurban ada enam tim. Satu tim tugasnya mengerjakan penyembelihan sampai pemotongan daging hewan kurban. Pembentukan tim penyembelihan ini dibuat berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya.

“Tahun lalu penyembelihan agak kurang terarah. Dengan dibentuknya tim diharapkan waktu penyembelihan lebih baik sehingga daging kurban bisa segera diserahkan kepada warga yang membutuhkannya,” tuturnya. (***)

sumber: suarasiber.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Anambas – Pengembangan desa wisata berbasis masyarakat mulai digalakkan di Anambas. Geliat awal ialah pembentukan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang akan mengelola Desa Wisata Belibak.

Pokdarwis Desa Wisata Belibak dikukuhkan oleh Bupati Anambas, Abdul haris, 15 Agustus 2018 lalu. Belibak diharapkan dapat berkontribusi dalam meningkatkan potensi pariwisata di Anambas.

“Pada ujungnya dapat membuka lapangan pekerjaan dan menghasilkan pendapatan bagi warga setempat dan sekitar Desa Wisata Belibak,” harapan Bupati.

Desa Wisata Belibak dikembangkan oleh Medco E&P Natuna Ltd bekerja sama dengan Yayasan Umar Kayam. Para enggota Pokdarwis pun mendapatkan pelatihan dan pendampingan secara rutin untuk pengelolaan homestay, manajemen desa wisata dan usaha pengelolaannya, serta pelatihan tour guide untuk wisata bahari dan budaya.

Guna menunjang promosi Belibak, saat ini sudah ada empat unit homestay. Satu unit diantaranya telah direnovasi secara khusus untuk menjadi percontohan. Selain homestay, Belibak juga dilengkapi kelompok seni pertunjukan yang akan mempertontonkan kompang, Tari Sekapursirih dan Tari Gasing.

Untuk mememperluas gaung Belibak, Medco E&P Natuna Ltd, Yayasan Umar Kayam dan Pokdarwis menjalin kemitraan dengan perusahaan jasa perjalanan di Jakarta. Selama ini, telah berhasil menggaet puluhan wisatawan domsestik dan empat wiatawan mancanegara.

“Kami berharap ada kemasan yang menarik, infrastruktur dan atraksi wisata yang dikemas apik sehingga menjadi kekuatan Desa Belibak. Pokdarwis mampu mengelolanya, sehingga Desa Wisata Belibak akan sukses mengundang turis,” kata Senior Manager Relations & Security Medco E&P Natuna Ltd, Drajat Panjawi. (***)

sumber: suarasiber.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Anambas – Acara malam resepsi kenegaraan dalam rangka Memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia dengan Tema “Kerja Kita Prestasi Bangsa di Gedung Balai Pertemuan Masyarakat Siantan (BPMS), Jumat, 17 Agustus 2018.

Dalam acara Kenegaraan tersebut di awali dengan menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya semua Peserta dan para undangan Berdiri dengan Khidmat serta Doa Pembuka yang di bacakan oleh Bapak Mardanis.

Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas Abdul Haris, SH juga memberikan Penghargaan kepada Veteran yang mana Veteran tersebut adalah Bapak H.Djuri, diselaraskan dengan penyerahan Piagam kepada Pelatih dan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka. Kemudian penyerahan Piagam Penghargaan Hibah Tanah Masyarakat kepada pelaksanaan peningkatan jalan Genting Desan yang berada di Kecamatan Siantan Selatan.

Pemerintah juga memberi Apresiasi juga diberikan terhadap wajib Pajak Bumi Bangunan, Hotel, Restoran, Rumah Makan, Warung Kopi, serta Kelurahan dan Desa sebagai Pemungut Pajak Bumi dan Bangunan, Dan penyaluran Zakat secara Simbolis.

Dalam sambutannya Abdul Haris menyampaikan sudah berbagai rangkaian acara yang dilaksanakan diawali dari Penaikan Bendera dan Penurunan Bendera sampai kepada malam Resepsi Kenegaraan.

” Hakekatnya ini merupakan suatu kenikmatan yang diberikan Allah Subahanawataala dan dari hasil para pejuang kemerdekaan bangsa. Mereka berjuang bermandikan keringat, bercucuran darah dan merengang nyawa, untuk menaklukan penjajah yang berbekalkan semangat patriolisme dengan satu tujuan, Merdeka atau Mati,” tutur Abdul Haris.(kmg)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Anambas – Bandar Udara Letung akan segera memiliki landasan Pacu Pesawat dari 1.200 Meter. Selain akan bertambah panjang, luas area bandara juga akan bertambah, karena Tim Pengadaan Tanah Untuk Fasilitas Umum dari Pemerintah Anambas Khususnya Dinas Perhubungan dan Lingkungan Hidup Kabupaten Kepulauan Anambas, tengah proses pembebasan lahan 30.000 meter persegi

Kepala Bidang Dinas Perhubungan dan Lingkungan Hidup Kabupaten Kepulauan Anambas Efendi,A.MS selaku ketua Tim Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan Untuk Kepentingan Umum, mengatakan terkait Lahan yang akan di bebaskan sekitar 30.000 Meter Persegi dan sampai saat ini berjalan lancar. Ini sudah dirapatkan bersama Camat Jemaja,dan Camat Jemaja Timur,Kepala Desa Mampok,serta Kepala Desa Bukit Padi selaku pemilik Lokasi Lahan Tersebut.

” Saat ini tengah pengerjaan perpanjangan landasan 150 Meter,” kata Efendi, Ahad, 12 Agustus 2018.

Sementara itu, Kepala Desa Mampok Tamrin mengatakan bahwasanya pihak Desa akan selalu membantu proses percepatan pembebasan jika berkenaan dengan ranah desa, sehingga pembangunan bandara kedepannya cepat terlaksana.

Senada, Kepala Desa Bukit Padi juga mengatakan hal yang serupa dengan kepala Desa Mampok bahwasanya selagi kegiatan tersebut di peruntukkan untuk warga atau kepentingan umum. Pihaknya akan siap membantu memudahkan pemerintah bekerja sehingga tujuan pemerintah tepat guna.

Sementara itu terkait pembebasan lahan di Bukit Mampok sedang dalam proses penetapan batas sempadan sesama pemilik pemilik lahan di daerah bukit mampok tersebut.dan sudah di setujui oleh pemilik pemilik lahan.

Selain itu pihak warga pemilik lahan berharap setelah pembebasan lahan selesai warga juga masih berharap pada saat pekerjaan pemotongan Pohon di lokasi tersebut, warga setempat berharap bisa diberdayakan ikut bekerja di daerah lahan mereka yang sudah di bebaskan nantinya.

Efendi,A.MS, juga berharap kepada Kasatpel Bandar Udara Letung selaku pemilik Kegiatan pemangkasan Bukit tersebut agar mempertimbangkan usulan dari warga setempat di daerah lokasi tersebut agar bisa bekerja sesuai harapan warga.

Tujuan Pembebasan Lahan yang dilakukan oleh pemerintah daerah Kabupaten Kepulauan Anambas bertujuan untuk Bandar Udara Letung dengan target panjang landasan.

Sementara itu Kepala Satuan Pelaksana (Kasatpel) Bandar Udara Letung Ariadi Widiawan mengatakan terkait pembebasan lahan di daerah bandara letung Kalau sudah termasuk masterplan Bandara Letung maka dengan pembebasan lahan tersebut diharapkan dapat memenuhi luasan Bandara Letung yang di rencanakan mencapai seluas 136 Hektar.(kmg)

ANAMBAS

Jumat | 03 Agustus 2018 | 16:58

Jadwal Penerimaan CPNS Masih Menunggu Keputusan KemenpanRB

MEDIAKEPRI.CO.ID,Tarempa – Mengenai kapan jadwal penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) mulai di buka, sampai saat ini Kabupaten Kepulauan Anambas masih menunggu keputusan dari pihak Kementerian Pemberdayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenpanRB) Republik Indonesia (RI).

Namun, berbagai informasi terus beredar di media massa dan media sosial terkait spekulasi waktu pendaftaran CPNS itu akan segera dibuka.

“Sampai saat ini belum ada kepastian kapan waktu dibukanya. KIta Masih menunggu keputusan dari MenpanRB RI,” kata Sekretrais Daerah (Sekda) Kepulauan Anambas, Sahtiar, SH,MM menjawab ANAMBASPOS.com, saat ditemui di Ruang Kerjanya, Kantor Bupati Kepulauan Anambas, Kamis, 2 Agustus 2018.

Menurut Sahtiar, ketika sudah keluar keputusan dari Kemenpan RB RI nantinya, pihaknya kemudian baru akan mengumumkan kepada publik di Kepulauan Anambas. “Kalau sudah ada keputusan Kemenpan RB, baru kita sampaikan ke masyarakat Anambas,” terangnya.

Hal serupa juga disamapaikan oleh Kepala Badan Kepegawaiaan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kepualaun Anambas, Dra. Linda Maryati. “Belum keluar, kita masih menunggu, ini masih kita kordinasikan terkait progressnya,” ujar Linda sesaat hendak bertemu Sekda ketika itu di Kantor Bupati Kepulauan Anambas.

Seperti diketahui sebelumnya, bahwa Pemkab Kepulauan Anambas telah mengusulkan sebanyak 572 kuota penerimaan CPNS Kepulauan Anambas. “Kita mengusulkan 572, mudah-mudahan tidak dikurangi,” pinta Linda.

Terpisah, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepulauan Anambas, Muhammad Da’i, mengaku optimis bahwa penerimaan CPNS Kepulauan Anambas tersebut akan dibuka pada Bulan September 2018 mendatang.

“Saya optimis September ini dibuka. Mumpung masih ada waktu sebaiknya bagi yang berminat mempersiapkan segala sesuatunya, kelengkapan persyaratan administrasi seperti membuat kartu kuning dan SKCK,” ungkap Da’i. (***)

sumber: anambaskab.go.id

ANAMBAS

Selasa | 31 Juli 2018 | 20:15

Anambas Butuh “Sentuhan” Guru Negeri

MEDIAKEPRI.CO.ID, Anambas –  Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) tampaknya harus mendapatkan perhatian khusus oleh pemerintah pusat, terlebih dunia pendidikan.

Tokoh pemuda Kepri, M Syahrial alias Iyai mengatakan, saat ini Kabupaten Anambas yang merupakan salah satu kabupaten terdepan di wilayah Provinsi Kepri ini, hanya memiliki 30 persen guru berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS). Sementara 70 persen lainnya berstatus tenaga honorer.

“Saatnya sekolah yang ada di Anambas butuh sentuhan dari para guru berstatus PNS. Tentu ini harus mendapatkan perhatian dari daerah hingga pusat,” ungkap Syahrial, Selasa, 31 Juli 2018.

Syahrial berharap, semua pihak terutama para wakil rakyat di DPR RI, Pemerintah Provinsi Kepri dan Pemkab Anambas harus bersinergi dan secepatnya mengambil langkah konkrit. Tujuannya untuk meningkatkan mutu pendidikan di daerah tersebut.

Menurut Syahrial, solusi yang ditawarkan itu bukan terkesan meremehkan tenaga honorer saat ini. Namun hal ini merupakan salah satu solusi tepat untuk mengangkat para guru honorer yang sudah sekian tahun mengabdi di daerah itu untuk menjadi PNS.

“Rencana penerimaan ASN (PNS) di tahun 2018 ini semestinya bisa jadi salah satu solusi. Yakni guru honorer yang ada diangkat menjadi PNS,” jelasnya.

Hanya saja, kata Syahrial, sertifikasi yang merupakan syarat ikut tes CPNS menjadi Kendal bagi para guru honorer. Kendati demikian, Anambas yang merupakan salah satu daerah terluar atau terdepan, perlu mendapatkan kebijakan khusus dari Pemerintah Pusat.

“Di sinilah pentingnya sinergitas antara wakil Kepri di DPR RI, DPD RI, Pemprov dan Pemkab Anambas,” pungkas Syahrial. (ardian)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Anambas – Gubernur Kepri H Nurdin Basirun memanfaatkan waktu usai safari shubuhnya dengan blusukan menyapa masyarakat di daerah yang dikunjunginya. Bersama Bupati Anambas Abdul Haris, Nurdin bersembang ke pasar ikan, pasar sayur dan ke toko-toko sembako.

“Kita nak memastikan kebutuhan masyarakat di pasar menjelang hari Raya idul fitri terpenuhi dengan baik dan harga-harga tetap stabil,” kata Nurdin di Pasar Ikan Anambas, Kamis, 7 Juni 2018 pagi. Pada kunjungan kali ini Nurdin didampingi Kadis Kelautan dan Perikanan Edy Sofyan, Kadis Perindag Burhanuddin dan Kadispora Maifrizon.

Untuk memantau kondisi terkini, Nurdin dan rombongan yang berkeliling menggunakan kendaraan roda dua langsung menuju ke lokasi pasar ikan. Di pasar sudah terlihat ramai para pedagang dan pembeli saling bertransaksi satu sama lain.

Sesampai di pasar, Nurdin pun ikut aktif menjual ikan-ikan para pedagang. Nurdin menjual dan pedagang mencatat harga-harganya. Namun bukan pembeli yang membayar. Semua belanjaan itu dibayar oleh Nurdin.

“Berape neh ikan sekilo, ibu nak ikan ambil aja bu. Ambil ayo ambil ikannya saye yang bayarkan,” kata Nurdin sambil sekali kali berbincang dengan para pedagang dan pembeli.

Tanpa canggung dan seperti sudah terbiasa kadang Nurdin ikut serta mengambil kan ikan dan membungkuskannya lalu diserahkan kepada pembeli yang telah ramai memadati tempat Nurdin ikut berjualan.

Pemandangan yang sama juga dilakukan Nurdin saat meninjau pasar sembako dan pasar sayur. Sambil menanyakan beberapa hal kepada penjual mulai dari proses distribusi barang dan stabilnya harga jual di pasaran menjelang hari Raya Idul Fitri. Nurdin juga tak canggung ikut membantu berjualan, membungkuskan dan mencatat hasil dagangan.

“Sembako sayur mayur gimana dah pada naik belum, distribusi barang dagangan dari pelabuhan ke pasar apa ada kendala?” tanya Nurdin ke salah satu pedagang Pasar Inpres Siantan.

Menurut Bupati Haris untuk proses bongkar muat barang sampai saat ini bisa dibilang masih sangat lambat sehingga mempengaruhi distribusi barang dipasaran.

“Untuk bongkar muat barang di pelabuhan sampai saat ini satu Kapal pengangkut saja bisa memakan waktu sampai seminggu lebih. Hal ini karena kondisi pelabuhan yang masih bercampur dengan pelabuhan penumpang. Kedepan akan diupayakan pembenahan untuk memperlancar proses bongkar muat di pelabuhan,” ujar Haris.

Usai berkeliling di pasar Nurdin dan rombongan menuju ke salah satu jalan yang biasa disebut jalan semen panjang “SP” yang berlokasi di sepanjang pinggiran tepi laut Tarempa. Bupati Haris menunjukkan salah satu titik jalan yang terlihat amblas akibat tidak mampu lagi menahan beban. Karena jalan tersebut merupakan jalan alternative yang selalu dilewati masyarakat.

“Jalan semen panjang ini pak Gubernur sudah hampir 8 tahunan berdiri dengan panjang sekitar 1,5 km. Saat ini kondisinya ada yang amblas karena tak sanggup lagi menahan beban,” ungkap Harris.

Bupati Haris berencana akan membangun jalan tersebut menjadi dua arah. Sehingga nantinya akan semakin mempercantik kawasan tepi laut Tarempa. Hal tersebut langsung disampaikan juga kepada Gubernur. (humas)

Bentuk Tim Terpadu Pegawasan Mikol

MEDIAKEPRI.CO.ID, Anambas – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA) meminta pedagang yang akan memperjual beli minuman beralkohol (mikol) harus mengantongi izin terlebih dahulu.

Jika tidak mengikuti aturan main, pedagang yang memperjualbelikan mikol tanpa melengkapi izin terlebih dahulu, makan akan diambil tindakan tegas.

Demikian hasil kesepakatan unsur Muspida Kabupaten Anambas dalam rapat membahas program kerja Tim Terpadu Pengawasan Peredaran dan Penjualan Minuman Beralkohol 2018 di Aula Bupati, Rabu, 28 Maret 2018 pagi.

Tim dibentuk selain pengawasan peredaran mikol di Pulau Bawah Anambas, tapi juga mendata dan memantau peredaran Mikol di kios dan toko toko.

Asmarullah, Staf Ahli Ekonomi dan Pembangunan selaku pimpinan rapat menyampaikan persoalan awal yang perlu diketahui bersama bahwa untuk penjualan minuman beralkohol di wilayah Anambas hanya di Pulau Bawah yang memilki izin penjualan dan peredaran minuman beralkohol.

”Untuk kios atau toko yang ada di Anambas belum ada yang mendapatkan izin penjualan serta peredaran minuman beralkohol sehingga perlu untuk diberikan pemahaman serta peringatan terkait perizinannya,” jelas Asmarullah.

Ketika pendataan dan pengawasan telah dilaksanakan maka Tim akan memberikan peringatan. Adapun peringatan tersebut terkait pendistribusian, penjualan, pengedaran dan perijinannya sehingga kios / toko yang sdh melakukan penjualan minuman beralkohol tidak mengalami kerugian akibat melanggar peraturan yang telah ada terkait perijinan penjualan minuman beralkohol.

Apabila pada batas waktu peringatan yang telah diberikan tdk dilaksanakan oleh para pelaku usaha penjualan minuman beralkohol, maka dgn berkoordinasi dgn pihak TNI dan Polri serta Satpol PP akan dilakukan tindakan perampasan dan eksekusi barang bukti berupa minuman beralkohol.

Adapun pelaksanaan perampasan dan penyitaan minuman alkohol tersebut, Tim terpadu tetap berpegang pada SOP yang berlaku sehingga kedepan pengusaha / palaku usaha segera menyelesaikan perijinan usaha penjualan minuman beralkohol.

Mayor Kav Harioko, Pabung Kodim 0318/Natuna, peredaran munuman alkohol yang melebihi kadar yang telah ditentukan oleh pemerintah serta penjualan yang pada bukan tempatnya sangat berdampak pada kehidupan sosial di masyarakat.

Sehingga perlu mendapat perhatian dan penertiban sebagai langkah konkrit dalam menjaga ketertiban perdagan di pasar serta menghindari keresehan masyarakat akibat persediaan serta penjualan minuman alkohol sembarangan.

TNI akan mendukung upaya pemerintah dalam menegakkan peraturan daerah di pengawasan terhadap peredaran dab perdagangan minuman beralkohol.

Iptu Feri, Polres KKA dalam pemaparannya, berdasarkan pengalaman yang sudah dilakukan oleh pihak kepolisian terkait penanganan permasalahan minuman alkohol, operasi pasar yg dilakukan oleh pihak kepolisian terhadap peredaran minuman alkohol dilakukan dgn berkoordinasi dgn pihak dinas terkait di suatu wilayah seperti dunas perdaganan dan BPOM.

Adapun kegiatan perampasan dan penyitaan barang bukti dapat saja dilakukan selama melanggar ketentuan hukum yg berlaku.

Hadir dalam rapat ini, Asmarullah, Staf ahli bid. Ekonomi dan pembangunan selaku pimpinan rapat, Mayor Kav Harioko, Pabung Kodim 0318/Natuna, Joehanes, Kabid Perindustrian, Iptu Feri, Polres KKA, Letda Laut (PM) Agus Waluyo, mewakili Lanal Tarempa, Suhaemi, Kasi Penegak Perda Satpol PP, Maman Faruk, Kasi Hukum Satpol PP, Serda Brandes, Koramil 02 Tarempa, Yoel Wijaya, Disparbud, Samad, Dinas Kesehatan, Nexen Saputra, Disperindagkop Mayus Parma, Bagian Umum.

sumber: wartakepri.co.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Anambas – Gubernur H Nurdin Basirun ingin mendorong Kabupaten Kepulauan Anambas bisa menjadi salah satu lumbung padi di Kepri. Selain membantu ketersediaan sembako, ketahanan pangan di daerah perbatasan menjadi kuat. Apalagi kondisi cuaca dan musim berpengaruh pada pasokan sembako ke Anambas.

“Ada program pembangunan pencetakan sejuta hektare sawah seluruh Indonesia. Kita akan kejar itu agar swasembada beras di sini semakin cepat terwujud,” kata Nurdin saat berkunjung kawasan pertanian di Desa Bukit Padi, Jemaja Timur, Kabupaten Kepulauan Anambas, Sabtu, 17 Maret 2018.

Dalam kunjungan dua hari ke Anambas, Nurdin berkeliling di Pulau Jemaja, Palmatak dan Tarempa. Di sela-sela membuka MTQ Kabupaten Anambas, sepanjang Jumat dan Sabtu, banyak titik yang dikunjungi Nurdin sambil menjemput aspirasi dan berdiskusi dengan masyarakat, baik petani, nelayan, pedagang dan sektor informal lainnya.

Sememangnya, Nurdin selalu belanja masalah kemasyarakatan langsung ke pelaku di lapangan. Beberapa di antaranya dieksekusi langsung di lapangan penyelesaiannya dan beberapa di antaranya dibahas bersama dalam rapat setiap Senin di Kantor Gubernur Dompak untuk diambil jalan terbaik.

Seperti di Bukit Padi, Nurdin tampak menikmati hamparan padi yang tumbuh subur dan siap panen pada April ini. Nurdin paham dengan permasalahan yang dihadapi petani seperti pupuk bersubsidi dan bibit.

Kadang, kata Nurdin, kebijakan pusat tidak memperhatikan perkembangan di daerah kepulauan. Meski begitu, hak tersebut bukan untuk dikeluhkan, tapi bersama-sama mencari solusi terbaik agar para petani bisa mendapat keuntungan terbaik dari produksi pertaniannya.

Di Bukit Padi, Nurdin bertanya tentang hama yang selalu menyerang menjelang panen.

“Biasanya burung pipit suka padi seperti ini. Bagaimana di sini?” tanya Nurdin.

“Alhamdulillah di sini burung pipit sedikit Pak. Tidak seperti di Jawa yang banyak,” jawab seorang petani. Petani itu juga menjelaskan setelah menanam padi, menjelang panen biasanya mereka menanam beberapa jenis sayur-sayuran, cabe dan semangka.

Nurdin langsung memerintahkan Dinas Pertanian untuk secepatnya membuka Kios Tani. Paling tidak keberadaannya mampu meringankan beban petani di Anambas. Karena, perjalanan pupuk, contoh Nurdin sangat panjang dan berpengaruh pada harga. Kadang dari Palembang, atau Jakarta ke Tanjungpinang baru ke Anambas.

“Waktu yang lama dan perjalanan yang panjang akan berpengaruh pada harga,” kata Nurdin.

Nurdin ingin dinas terkait untuk bergerak cepat membantu meringankan pekerjaan masyarakat. Berbagai hal yang bisa dibantu melalui dinasnya harus direspon dengan cepat.

“Pemprov juga akan membantu petani padi alat-alat dan bibit,” kata Nurdin.

Soal sembako, Nurdin sempat melakukan inspeksi ke tiga toko di Tarempa. Rencana, perjalanan dari Pulau Jemaja, rombongan Gubernur langsung ke Palmatak. Namun, sebelum ke Palmatak, karena dirinya mengemudikan speed boad Pemkab Anambas, Nurdin langsung mengarahkan perjalanan ke Tarempa.

Sebelum ke toko-toko di Tarempa, Nurdin sempat memborong ikan untuk dibagikan ke masyarakat. Setelah itu baru Nurdin ke toko-toko dan bertanya ketersediaan sembako dan harga jual di masyarakat.

“Jangan tinggi-tinggi. Biar masyarakat bisa belanja banyak,” kata Nurdin.

Para pemilik toko rata-rata menjawab bahwa harga jual mereka tergantung pasokan. Jika pasokan lancar biasanya harga cenderung stabil bahkan kadang turun.

“Telor sekarang harganya mulai turun,” kata seorang pedagang. Mereka berharap, pasokan sembako dan kebutuhan lainnya saat Ramadhan dan Idul Fitri nanti tidak mengalami kekurangan.

Nurdin kembali menegaskan agar OPD terkait di Pemprov Kepri untuk bisa mengantisipasi lebih awal ketersediaan sembako di seluruh wilayah Kepri pada Ramadhan dan Hari Raya yang jatuh pada bulan Mei dan Juni tahun ini.

Nurdin juga melihat kondisi pelabuhan di Pulau Jemaja. Karena arus orang dan barang melalui pelabuhan tersebut.

Di kawasan pelabuhan juga Nurdin bertemu dengan nelayan yang sedang memuat es batu ke kapal. Tampak nelayan mengangkut es dengan jarak yang begitu jauh. Nurdin langsung menyarankan agar dibuatkan semacam papan seluncur dan diberi bibir di pinggirnya untuk mengalirkan es dari ujung pelabuhan ke kapal nelayan.

“Nangkap di mana?” tanya Nurdin pada nelayan.

Juli dan Martius, dua nelayan yang sedang mempersiapkan keberangkatan melaut, mengatakan mereka melakukan tujuh jam pelayaran dari titik awal di pelabuhan. Setelah itu selama lima hari melakukan penangkapan ikan.

“Berapa banyak dibawa pulang? Ikan apa saja?” tanya Nurdin.

“Sekitar 400 kilogram, Pak. Berbagai macam ikan,” jawab Juli.

“Sering jumpa nelayan asing?” tanya Nurdin.

“Sekarang sudah jarang Pak,” kata Mereka.

Nurdin tampak memperhatikan perlengkapan nelayan tersebut melaut. Dalam berbagai kesempatan, Nurdin selalu menekankan agar bantuan untuk nelayan harus sesuai dengan kebutuhan nelayan tersebut. Bukan sekadar membantu.

Bantuan-bantuan tersebut kemudian dievaluasi dan terus dimonitor pemanfaatannya apakah meningkatkan kesejahteraan atau tidak. Sehingga makin ke depan bantuan yang diberikan semakin sesuai dengan kebutuhan masyarakat. (humas)