ANAMBAS

MEDIAKEPRI.CO.ID, Anambas – Masuk sebagai wilayah kepulauan, pelabuhan merupakan salah satu sarana obyek vital. Begitu juga dengan pelabuhan yang terdapat di Terempa.

Pantauan di lapangan, kondisi pelabuhan yang terbatas terjadi keterlambatan dalam proses bongkar muat. Dan kondisi ini semakin diperparah dengan adanya tumpukan kayu dan fiber.

Barang-barang yang ‘mengganggu’ aktivitas di pelabuhan ini tak kunjung diangkat. Sehingga, terjadi kesemberautan disaat adanya naik turun penumpang dan barang. Keadaan ini menjadi pemandangan setiap hari di pelabuhan.

Dimana saat kedatangan warga dari pulau yang menggunakan pompong, maka akan mengalami kesulitan untuk merapat ke pelabuhan. Karena, keterbatasan kondisi pelabuhan, akan diperparah dengan banyaknya jumlah kapal kargo yang bersandar.

Terkadang, untuk turun naik penumpang, warga harus mencari pelabuhan kayu milik pengusaha. Sejauh ini, belum ada tindakan yang serius oleh Dinas Perhubungan dalam menyikapi kondisi yang menjadi kebutuhan pengguna pelabuhan.

“Untuk menurunkan penumpang saja, kami harus mencari pelabuhan tikus. Padahal tumpukan kayu itu harus segera diangkut, supaya mempermudah turun naik penumpang,” ucap Badil warga Desa Bayat kepada mediakepri.co.id dengan nada kecewa, Selasa,16 Juli 2019.

Dikatakannya, saat ini, kalau menggunakan spead bout, untuk menurunkan penumpang masih nyaman, karena masih bisa dari pelabuhan Pemda.

“Dinas Perhubungan harus tanggap, jangan tutup mata. Beri solusi, bagaimana cara supaya kami yang dari pulau tidak susah untuk mencari tempat sandar,” katanya. (rofi)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Anambas – Suasana pagi di masing-masing sekolah terlihat agak ramai. Walaupun sedikit hujan, tak menyurutkan semangat orang tua untuk mengantarkan anaknya ke sekolah.

Usai Apel pagi, masing-masing murid di kumpulkan. Kemudian, para siswa diarahkan masuk ke ruang kelas yang sudah ditentukan.

“Ini hari pertama mereka sekolah. Sengaja saya menunggu diluar untuk memberi semangat,” ucap seorang wali murid dari peserta didik kepada mediakepri.co.id, Senin, 15 Juli 2019.

Dikatakannya, hari ini mereka perkenalkan diri. Di hari pertama ini masih banyak yang terlihat malu-malu. Ada sebahagian anak masih yang minta didampingi orang tuannya.

“Bahkan ada yang nangis ketakutan ditinggal oleh orang tuanya. Besok atau lusa, mereka akan mulai terbiasa, pasti menyesuaikan diri,” katanya.

Dikataknnya, untuk masuk ke SD tak banyak yang di persiapkan. Hanya mental aja. katanya lebih jauh, yang agak butuh proses. Soalnya, usia anak masih perlu motivasi yang kuat.

Disebutkannya, semangat anak sekolah ini cukup tinggi. Karena pagi-pagi, anak ini sudah tidak sabar minta di antarkan. Meskipun sedikit hujan, katanya, namun mereka tetap semangat ingin sekolah.

“Kami orang tua sangat senang. Besok mereka akan mulai terbiasa pergi sendiri. Tentunya tanpa didampingi, meraka mulai mengenal lingkungan baru, berinteraksi satu sama lain dan mulai proses belajar mengajar. Dan untuk menimba ilmu di bangku sekolah, sepenuhnya kami serahkan kepada guru yang mendidiknya,” ucap wali murid (rofi)

ANAMBAS

Minggu | 14 Juli 2019 | 20:49

ASMARA SEHATI Camat Siantan Tengah, Libatkan 6 Desa

MEDIAKEPRI.CO.ID, Anambas – Plh Camat Siantan Tengah, Firdaus mengadakan ASMARA SEHAT (Aspirasi Masyarakat Sehat Indah dan Bersih) di Desa Lidi, Sabtu, 13 Juli 2019.

Dalam kegiatan tersebut Plh Camat Siantan Tengah mengundang kader desa siaga yang berada di Kecamatan Siantan Tengah. Desa yang mengikuti kegiatan, yaitu Desa Liuk, Desa Lidi, Desa Teluk Siantan, Desa Air Sene, Desa Teluk Sunting dan Desa Air Asuk.

Dalam kegiatan tersebut kader desa melaksanakan senam pagi, gotong royong, cek golongan darah, kolestrol, tensi dan tukar pendapat antar warga.

Kegiatan yang dipimpin langsung oleh pihak kecamatan, beserta Pendamping Desa. Melalui kegiatan ini juga, pihak kecamatan mengundang tenaga kesehatan beserta tenaga Ahli Kemendes dari kabupaten.

“hal tersebut diadakan guna memantau dan memberi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan membangun partisipasi warga dalam berdesa”.

“Ini merupakan Agenda rutin kami untuk membina masyarakat agar lebih peduli akan lingkungan dan peduli kesehatan,” ucap Firdaus dalam forum tukar pendapat di Aula Kantor Desa Lidi.

Disjelaskannya, rutinitas ini berlangsung untuk 6 desa. Dan untuk pelaksanaannya diadakan 2 minggu sekali. Dimana melalui kegiatan ini agar menjalin dan menjamin supaya warga terpantau dalam penggunaan Dana Desa. Dengan begitu, agar tidak menyalah gunakan anggaran yang di kucurkan pemerintah pusat maka kami dari pihak kecamtan turun langsung ke desa.

Terkait hal tersebut, pihak kecamtan juga berharap kerja sama pemerintah desa untuk lebih aktif dan transparan dalam membangun desa.

“Jika ada kejanggalan yang terjadi dalam pemerintahan desa, silakan kita bahas di forum ini. Jadi tidak harus langsung ke kabupaten. Kita akan cari solusi terbaik, semoga desa kedepannya lebih baik. Maka dari sekarang kita harus berbenah,” katanya. (rofi)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Anambas – Kepala Desa Teluk Siantan, Ismaya Lokadi terus melakukan pembinaan dan pelatihan keagamaan terhadap pemuda dan remaja. Bentuk pembinaan yang dilakukan dengan mengadakan kegiatan pengajian.

Hal ini terlihat usai shalat Isya. Rutinitas pengajian ini kerap dilakukan dan dipimpin Langsung oleh kades. Kebiasaan ini sudah dilakukan sebelum Ismaya Lokadi menjabat sebagai kepala desa.

“Sosok Ismaya ini memang akrab dengan remaja Mesjid. Beliau memang Aktif disegi apapun, terutama di bidang keagamaan,” ucap Edi, warga desa kepada Media kepri.ci.id, selasa, 11 Juni 2019.

Semenjak kepemimpinannya ini, katanya, tokoh pemuda dan remaja memang selalu diundang dalam kegiatan keagamaan. hal tersebut terkait pembinaan dan pelatihan yang diadakan pemerintah desa.

Disebutkannya, kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai relegius dan motivasi. Dengan begitu, katanya, genarisi muda mampu memberikan dedikasi terbaik dan memacu semangat untuk belajar memahami ilmu agama, berwawasan islamiah sehingga dapat menjadi bekal kelak di masa depan.

Sejauh ini, Desa Teluk Siantan merupakan pencetak Tilawatil Quran. Dan sejauh ini, tambahnya, menjadi peserta terbaik STQ 2018 di Tingkat kabupaten.

“Sendi-sendi pembangunan akan hidup jika nilai keagaamaan telah tertanam pada genarasi muda, usia dini merupakan kesempatan terbaik untuk menanamkan nilai-nilai keagamaan ke genari muda,” kata Ependi, tokoh warga desa yang disambut baik orang Tua peserta anak didik.

Dengan kegiatan positif, katanya, warga sangat mendukung dan merasa bangga memilik kepala desa yang dapat mengayomi anak-anak generasi penerus.

“Desa Teluk Siantan terus berbenah. Dan mulai nampak perubahan semenjak kepemimpinan beliau (baca: Ismaya),” ucap orang tua lainnya.

Untuk diketahui, Pemerintah Desa sendiri telah menyediakan TPQ untuk memberi kemudahan kepada orang tua mengenalkan baca Quran kepada anak-anaknya. Dan tahun 2019 ini, tambahnya, pemerintah Desa akan lebih fokus kebidang pembinaan.

“Kami berharap supaya orang tua dapat mendorong anak-anak untuk ikut dalam proses belajar mengajar yang disediakan pemerintah desa,” kata Kepala Desa Teluyk Siantan, Ismaya.

Dikatakannya, untuk proses belajar di TPQ pemerintah desa tidak memungut bayaran.
Kegiatan tersebut sengaja diadakan, katanya, semata-mata untuk memberi pendidikan dan pemahaman agama terhadap genarasi muda.

“Tingkatkan partisipasi. Bersama membangun desa dengan menanamkan nilai agama untuk menciptakan genarasi berakhlak dan berlandaskan ketuhanan Yang Maha Esa,” ucap Kepala Desa Teluk siantan.(rofi)

ANAMBAS

Rabu | 12 Juni 2019 | 11:29

Mahasiswa Singapura Kunjungi Makam Keramat Siantan

MEDIAKEPRI.CO.ID, Anambas – Rombongan mahasiswa Singapura mengunjungi pemakaman Keramat Siantan di Desa Teluk Siantan.

Kunjungan mahasiswa yang melakukan wisata religi ini didampingi Kepala Desa (Kades) Teluk Siantan, Ismaya Lokadi.

“Ini merupakan tamu istimewa. Jadi kami sambut dan ucapkan terima kasih,” kata Ismaya di hadapan para mahasiswa beserta dosen.

Tidak hanya mengunjungi melakukan wisata religi, kesempatan ini digunakan untuk memperkenalkan produk unggulan yang dimiliki desa.

“Ke depan, akan banyak yang datang. Sehingga bisa jadi penambah pundi pendapatan warga,” kata Ismaya. (rofi)

MEDIAKEPRI.CO.ID.Anambas – menyambut 1 Syawal 1440 Hijiriah, warga Desa Teluk Siantan, tidak ingin ketinggalan momen.

Mulai yang anak-anak, pemuda pemudi dan oran tua berbaur. Mereka bersama-sama menyambut datangnya bulan kemenangan ini,

Pawai takbir keliling jadi pemersatu warga dalam menciptakan kebersamaan dalam sebuah bingkai keutuhan bermasyarakat. Dan kegiatan ini disempurnakan dengan diadakannya menghiasi kampung dengan gapura.

semarak Takbir diiringi cahaya lampu obor yang dibawa peserta menambah kemeriahan. Dan penyelenggaraan takbir keliling tahun ini lebih tampak berbeda dari tahun sebelumnya. Soalnya, antusias warga lebih ramai.

“Dibandingkan tahun lalu, tahun ini lebih meriah,” ucap seorang warga kepada mediakepri.co.id, Rabu, 4 Juni 2019.

Dimana terlihat hiruk pikuk warga turun ke jalan. Mereka tetap bebrada dalam kegiatan sembari menanti pengumuman pemenang gapura.

“Sebagai bentuk apresiasi, karya gapura terbaik akan mendapatkan hadiah,” ujar Kepada Desa Teluk Siantan, Ismaya Lokadi.

Dengan adanya acara seperti ini, katanya, ia berharap kepada semua warga, Desa Teluk Siantan Khususnya, supaya bersama-sama menjaga keutuhan dan nilai-nilai kerukunan yang sudah dijalin selama ini.

“Semoga acara tahunan seperti ini akan terus diadakan untuk tahun yang akan datang,” ucapnya.

Lebih jauh dikatakannya, dengan adanya acara seperti ini bisa memupuk generasi baru dalam berkreatifitas. Jangan Pernah takut untuk berkarya, tambahnya, ia sangat mendukung atas apa yang di lakukan warga, selagi hal tersebut positif. (rofi)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Anambas – Memasuki penghujung bulan suci ramadhan 1440 H, Desa Teluk Siantan menyelenggarakan lomba gapura antar Rukun Warga (RW).

Kegiatan yang diadakan ini adalah dalam rangka meningkatkan semangat kebersamaan dan meningkatkan nilai kerukunan beragama.

“Kegiatan ini terselenggara karena adanya partisipasi masyarakat,” ujar Kepala Desa Teluk Siantan, Ismaya Lokasi dalam kesempatan buka bersama anak yatim, Jumat, 31 Mei 2019.

Lebih jauh, Kades mengucapkan terima kasih atas kebersamaan seluruh warga dalam sebuah semangat dalam membangun desa. Bersamaan dalam kesempatan tersebut, Kades juga menyerahkan bingkisan untuk anak yatim.

Satu dari sekian gapura yang membuat Kepala Desa Teluk Siantan bangga

Ismaya menyerukan kepada tokoh pemuda untuk bersama dalam memeriahkan Ramadhan ini. Untuk itu, ia mengajak untuk bersama mengikuti acara takbir keliling yang akan di adakan pada malam Idul Fitri 1440 H.

Disebutkannya, dalam perlombaan Gapura tahun ini, ia sangat menaruh simpatik atas partisipasi dan semangat warga. Dan ini, tambahnya, terlihat dalam keikut sertaannya dalam mengikuti perlombaan gapura itu sendiri.

“Dalam pembuatan Gapura sendiri kreatifitas warga terlihat. Dimana dengan memanfaatkan bambu dan rotan, warga mampu menciptakan keindahan dusun di malam hari,” ucap Kades dengan bangga seraya berharap, semoga semangat kebersamaan ini terus terjaga.

Hal serupa juga disambut tokoh masyarakat. Ulil Amri, selaku Tokoh masyarakat menyebutkan semoga dengan adanya acara tahunan ini dapat menyadarkan tokoh pemuda kampung dalam menciptakan kesadaran untuk menjaga nilai-nilai kebersamaan.

Desa Teluk Siantan kedepannya berada ditangan tokoh pemuda, katanya, kami sangat berharap dengan adanya kegiatan positif selama bulan suci ramadan ini, para pemuda dapat mengambil contoh, dalam membangun desa.

Selama bulan ramadhan, sebutnya, para pemuda juga membuat lampu penerangan dari obor ke kawasan wisata kubur keramat Siantan.
Dan Pemerintahan desa Teluk siantan, mengajak tokoh warga untuk tetap menjaga dan merawat apa yang telah menjadi tradisi Tahunan agar tidak terlupakan.

“Mari bersama kita membangun Desa,” ujar Kapala Desa Teluk siantan, Ismaya Lokadi. (rofi)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Anambas – Dari penghitungan suara yang dilaksanakan oleh Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di Kecamatan Jemaja, Kabupaten Kepulauan Anambas ada dua tempat pemilihan suara (TPS) yang harus dilakukan pemungutan suara ulang (PSU).

“Peristiwa tersebut telah kami sampaikan ke pihak KPU Kabupaten Anambas,” kata ketua PPK Kecamatan Letung, Herry Istiqal kepada mediakepri.co.id, Minggu, 21 April 2019.

Kedua TPS yang melakukan PSU adalah TPS 1 dan TPS 8. Rencananya, PSU ini dilaksanakan pada tanggal 27 April 2019 mendatang.

Pelaksanaan PSU terhadap kedua TPS ini terjadi setelah dilakukannya proses penghitungan suara di PPK Jemaja. Dimana dari hasil penghitungan, Minggu, 21 April 2019, ada sebanyak 13 suara yang tidak jelas alias tidak terdata di daftar pemilihan tetap (DPT).

Diketahui, ke-13 suara itu tersebar di TPS 1 ada 10 suara dan tiga suara di TPS 8. Dan ke-13 suara ini ada kejanggalan.

“Untuk PSU itu hanya dikhususkan untuk pemilihan Presiden dan Wakil Presiden saja,” kata Ketua Panwascam Jemaja, Kamsir.

Hal ini juga dibenarkan oleh komisioner KPU Anambas, Jumadil Hakim. Walau ada kesalahan secara teknis, katanya, hal tersebut pasti akan dapat di selesaikan.

“Untuk penyelesaiannya, sudah bisa dipastikan akan diadakan pemilahan ulang di TPS 1 dan TPS 8 Keluraham Letung, Kecamatan Jemaja,” sebutnya. (rofi)

MEDIA KEPRI.CO.ID. Anambas – Kotak Infak Masjid Raudhatul Jannah, Tanjung Lambai, Desa Sri Tanjung berisi uang sekitar Rp800 ribu hingga Rp900 ribu digondol maling.

Tidak diketahui jam pasti pelaku beraksi, namun kejadian naas ini ketahui pengurus masjid, Jumat 12 April 2019 pagi

Menurut pengurus Masjid, Adam Nur, diduga pelaku masuk lewat pintu samping. Dari sana, lalu pelaku mencongkel gembok kotak infak. Diperkirakan, pelaku beraksi sekitar pukul 03.00 dini hari,

“Kami mengetahui pada pukul 07.00 WIB pagi. Kejadian serupa sudah pernah terjadi sebelumnya. Rencananya, pengurus, akan ambil uang itu dari kotak infak usai sholat jumat, karena memang kita hitung 3 minggu sekali,” terang Adam

Saat ini, pengurus telah melapor kejadian ini ke pihak yang berwajib. Dengan harapan agar kejadian ini segera diusut dan dapat menangkap pelaku. “Untuk kedepan, kami akan lebih waspada,semoga kejadian ini tidak terulang lagi,” katanya. (rofi )

MEDIAKEPRI.CO.ID.-Anambas – Hanya inilah, satu-satunya sumur air bersih yang dimiliki warga Desa Kiabu kecamatan Siantan Selatan Kabupaten Anambas. Kemarau yang berlangsung lama, sumur yang merupakan milik Desa Kiabu itupun tak dapat lagi memenuhi kebutuhan masyarakat. Soalnya, air yang bersumber dari sumur milik masyarakat itu kini terasa asin.

Mukris, warga Dusun Pelampung, RT I/RW II Desa Kiabu, menceritakan, atas desakan alam saat ini, maka warga harus mencari sumber mata air lain, khusus untuk diminum

“Selama ini kami hanya bertahan hidup dari sumur ini. Untuk mandi dan mencuci, itulah air yang dapat kami gunakan. Kalau untuk minum, kami terpaksa harus mencari air dari sumber lain yang jaraknya sangat jauh dari desa,” terang Mukris, Kamis , 11 April 2019.

Mukris menambahkan, kesulitan air saat kemarau ini, bukan baru terjadi, namun sudah berulang kali dialami masyarakat. “Kami sangat berharap pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas memberikan solusi atas kesulitan masyarakat ini,” katanya.

Sejauh ini, katanya lebih jauh, pemerintah desa sudah berusaha untuk mencari jalan keluar dari kesulitan ini. Mulai dengan membuat embung desa. Hal ini dilakukan agar dapat menampung air hujan, guna memenuhi kebutuhan warga. Namun langkah ini, tambahnya, dirasakan masih belum cukup.

“Saya berharap keadaan ini ditanggapi pemerintah kabupaten. Langkah yang dilakukan dengan membuat penyulingan dari air asin menjadi air tawar,” ucap Mukris sembari memberikan solusi. (rofi)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Anambas – Sebagai upaya untuk melakukan percepatan peningkatan kesejahteraan masyarakat desa, maka dibangun sebuah kebijakan dan disain pemerintah yang dituangkan dalam program inovasi desa.

Program inovasi desa yang merupakan kebijakan pemerintah memerlukan sebuah gerakan yang serius. Oleh karena itu, gerakan inovasi desa harus dilakukan secara terpadu dan selaras dengan keadaan desa. Selain itu, kegiatan ini dilaksanakan oleh stakeholder yang bermukim di desa.

“Ini sesuai dengan mandat UU nomor 6 tahun 2014 tentang desa,” kata Camat Siantan Tengah, Wan Rhumadi di Aula Kantor Camat Siantan Tengah, Senin, 8 April 2019.

Dia menyebutkan, gunakanlah kesempatan ini sebaik-baiknya program ini. Ciptakanlah kreasi tepat dan manfaat. “Jadikan ini pendapatan desa, namun harus disesuaikan dengan peraturan desa,” ucapnya.

Lebih jauh dikatakannya Kecamatan Siantan Tengah, untuk tahun 2018, kecamatan telah membentuk tim program inovasi desa. Namun sayangnya, kegiatan ini belum bisa berjalan secara maksimal. Untuk itu, tambahnya, kecamatan melakukan beberapa perubahan keanggotaan.

“Agar program ini dapat berjalan dengan baik, Secamatan Siantan Tengah mendatangkan narasumber yang merupakan tenaga ahli Kabupaten dari Kemendes PDTT sebagai penyampai meteri tentang program inovasi desa.

Dikatakannya, sosialisasi ini dihadiri langsung kepala desa dan BPD beserta tim TPID yang telah terbentuk sebelumnya,” katanya.

“Sejauh ini saya melihat belum ada komitmen yang dilaksanakan desa, karna kurangnya pemahaman. Berkomitmenlah tepat dan manfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat kita khususnya,” katanya. (rofi)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Anambas – Ismaya Lokadi. Pria kelahiran, Cerebon, 3 Maret 1968 lalu ini adalah Kepala Desa Teluk Siantan, Kecamatan Siantan Tengah, Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA).

Sejak dirinya dilantik pada tanggal 18 Desember 2017 lalu sebagai Kepala Desa Teluk Siantan, Ismaya Lokadi telah mewujudkan transparansi dalam berdesa.

Meskipun, lelaki ini berdarah Jawa, namun ia paham dan mengerti tentang kondisi dan harapan masyarakat yang dipimpinnya. Dengan gaya yang bersahaja dan penuh wibawa, jadi modal utama dalam menjalankan tugas melayani masyarakat.

Bagi masyarakat yang mengenalnya, mengerti dan mengetahui prinsip kepala desa ini. Menjabat dan menyandang status sebagai kepala desa, Ismaya tetap seperti sebelum-sebelumnya. Tidak terlihat rasa angkuh dan sombong, meskipun telah menjabat kepala desa.

Dalam menjalankan tugas sebagai kepala desa, selain merendahkan diri sebagai ‘pelayan’, Ismaya berpegang teguh pada Undang-Undang nomor 6 tahun 2014 tentang desa. Dan terkhusus yang tertuang pada pasal 24 huruf D, yakni tentang keterbukaan.

Istimewa

Begitu juga dalam hal pelaksanaan pembangunan desa. Pembangunan yang dirancang tahun 2019, Ismaya mengimbau kepada masyarakatnya untuk turut serta berpartisipasi.

“Mari kita bersama-sama dalam membangun dan mengawal kinerja pemerintah desa,” kata Ismaya
mengajak.

Disebutkannya, setiap kegiatan yang berlangsung sudah kami putuskan sesuai hasil musyawarah bersama. Jadi, tambahnya, tidak ada yang ditutupi. Jika ada keluhan dan kejanggalan dalam pelaksanaan kegiatan, katanya lebih jauh, silakan koordinasi ke BPD.

“Saya siap menampung usulan dari warga. Kegiatan penyusunan APBDES tahun 2019 ini semuanya sudah di paparkan,” sebutnya.

Untuk tahun ini, dijelaskannya, untuk di bidang pembangunan
ada beberapa kegiatan yang sudah dimulai. Adapun salah satunya, tambahnya, pembangunan sarana olahraga.

Hanya saja sejauh ini, katanya, pembangunan itu sendiri belum semuanya terealisasi. Semoga dengan adanya transparansi ini, tambahnya, pembangunan dapat berjalan dengan lancar dan tanpa hambatan.

“Ayo membangun desa,” ucap Ismaya dengan penuh semangat. (rofi)

pasar ikan

ANAMBAS

Selasa | 02 April 2019 | 13:07

Koperasi Unit Usaha Tarempa Hidupkan Nelayan Anambas

MEDIAKEPRI.CO.ID, Anambas – Keberadaan Koperasi Unit Usaha Tarempa sangat dekat dengan masyarakat di Kabupaten Kepuluan Anambas (KKA), nelayan khususnya.

Sejak berdiri, koperasi ini memberikan sumbangsih tersendiri. Masyarakat yang jadi nelayan sebagai sandaran penghasilan keluarga merasakan manfaat koperasi itu sendiri.

KKA terdiri dari 52 desa, sebagian besar jumlah penduduknya bermata pencarian sebagai nelayan tangkap tradisioal. Dengan luas pesisir dan mewahnya hasil tangkapan jadi penunjang ekonomi warga.

BACA JUGA

Jembatan ‘Kebanggaan’ Itu Kini Terabaikan

Minimnya Penguasaan Bahasa Asing di Daerah Maritim

Ripana, nelayan Anambas merasa sangat beruntung berada di Anambas. Soalnya, selain menjual wisata alamnya, Anambas sangat dikenal dengan hasil laut. Dan banyaknya hasil tangkap nelayan ini dapat dilihat dari kegiatan dan rutinitas masyarakat di pasar ikan.

“Para nelayan tangkap membawa hasil yang sangat menjanjikan. Dan hasil ini langsung dijual di pasar. Kondisi pasar betul-betul di manfaatkan untuk meningkatkan tarap hidup nelayan,” katanya kepada mediakepri.co.id usai menjual hasil tangkapanya, Selasa 2 April 2019 pagi.

Hal senada disampaikan nelayan tangkap lainnya, Asmadi. Pasar yang menjadi penampung hasil tangkapnya terkelola dengan baik. Dan sistem yang dibangun di pasar itu sendiri, setelah adanya koperasi.

“Sistem koperasi unit desa yang di bentuk sangat membantu operasianal nelayan tangkap Anambas,” katanya.

Disebutkannya, nelayan tangkap yang membawa hasil tangkapnya ke pasar itu dikenakan beban sebesar 5 persen ke koperasi, sesuai hasil tangkapan. Beban nelayan ini, tambahnya, merupakan kontribusi nelayan kepada Koperasi Unit Usaha Anambas.

Sementara itu, Repi, pengurus koperasi mengatakan hasil dari kontribusi nelayan untuk koperasi itu setiap akhir tahun dikembalikan kembali ke nelayan.

“Mereka (nelayan) tidak pernah merasa keberatan, dan justru terbantu. Karena koperasi hanya mengenakan beban jasa 5 persen, dan itu pun untuk membantu kebutuhan mereka. Artinya biaya tersebut dari mereka untuk mereka,” katanya menegaskan kepada mediakepri.co.id

Selain itu, katanya, koperasi ini juga memberikan perhatian lebih kepada anggotanya. jika ada anggota yang mendapat musibah atau sakit, tambahnya, sesama anggota saling besuk dan membantu.

“Jika ada masalah di pasar, mereka menyelesaikannya dengan musywarah,” ujarnya. (rofi)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Anambas – Cuaca ekstrim yang terjadi di Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA) sudah menjadi takdir alam.

Setelah badai, dalam bentuk gelombang tinggi itu berlalu, warga mewariskan kekecewaan. Bukan pada Sang Pencipta, tetapi fasilitas warga yang hancur jadi terabaikan.

Itulah, jembatan terpanjang milik masyarakat yang sudah menjadi korban dari keganasan alam. Jembatan yang merupakan akses jalan utama masyarakat itu terputus.

Ironinya, pasca dihantam gelombang tinggi beberapa bulan lalu, jembatan yang terputus itu belum juga diperhatikan dengan baik. Langkah yang diambil pemerintah adalah melakukan penanganan darurat.

Dimana saat ini, perhatian pemerintah terhadap kondisi tersebut, hanya membuat jalan darurat yang bersifat semantara. Padahal, jembatan itu merupakan akse utama bagi masyarakat hilir mudik dan lalu lalang kendaraan setiap pagi.

Kondisi saat ini, ‘kemacetan’ menjadi pemandangan warga di Anambas. Soalnya, minimnya kondisi jembatan itu, membuat sejumlah kendaraan harus saling bergantian, salah satunya harus bersabar untuk antri.

Kondisi ini seakan luput dari perhatian pemerintah.
Padahal jembatan semen panjang merupakan salah satu akses penghubung ke berbagai instansi. Hal ini, sungguh sangat disayangkan sejumlah masyarakat.

“Katanya akan dibangun. Tetapi pembangunan itu hanya sebatas perencanaan dan masih penuh tanda tanya?,” kritik Sarip Rusman kepada mediakepri.co.id seraya menambahkan masyarakat Anambas masihkah harus menanti jawaban perbaikan. (rofi)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Hari ini, Senin, 18 Maret 2019, bertempat di Ruang Rapat Komisi II DPR RI digelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Panitia Pembentukan Kecamatan Kute Siantan (P2K2S) Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau.

Rapat dipimpin oleh Dr. Ir. E. Herman Khaeron, M.Si beserta Dr. Niyahatul Wafiroh, MA dan diikuti lebih kurang 10 orang Anggota Komisi II DPR RI.

RDP ini diikuti oleh segenap Pengurus P2K2S, Kepala Desa, Ketua BPD dan perwakilan tokoh masyarakat, tak ketinggalan juga tokoh Anambas di perantauan Prof.Ir.Bachtiar Saleh Abbas ikut mendampingi. Hasilnya Komisi II DPR RI  akan menindak lanjuti dengan surat disposisi menyetujui pembentukan Kecamatan Kute Siantan di Kabupaten Anambas, Provinsi Kepulauan Riau kepada Menteri Dalam Negeri.

Memang masih butuh proses lebih lanjut namun hasil RDP hari ini sudah mampu membuat para pengurus P2K2S tersenyum lega, Ir. Fachrizal atau yang akrab disapa Ical Long Enon selaku Pembina P2K2S mengaku gembira atas sokongan dari Komisi II DPR RI,

“Alhamdulillah perjuangan sudah hampir tercapai, Kecamatan Kute Siantan dipastikan terbentuk”, ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Setiap tahapan perkembangannya akan disampaikan melalui  perwakilan Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Kepulauan Riau fraksi PDI Perjuangan Hj. Dwi Ria Latifa, S.H., M.Sc dan Fraksi PAN H. Siti Sarwindah, M.Si. (***)

semraut parkir

ANAMBAS

Selasa | 26 Februari 2019 | 11:24

Semrautnya Parkir di Kantor Bupati KKA Merusak Pemandangan

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tarempa – Fasilitas parkir kendaraan di Kantor Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA) kurang diperhatikan. Hingga, kesan yang terbangun bahwa fasilitas negara itu layaknya seperti pasar ikan.

Minimnya lokasi yang tersedia, memperburuk wajah dan pemandangan gedung yang konon telah rampung.

BACA JUGA

KPU Jangan Pecah Belah dan Dikotomi Pers

Berikan Feedback Positif Bagi Pembangunan Kepri

Kondisi yang mengganggu keindahan megahnya gedung pemerintahan itu menjadi perhatian masyarakat. Ada permintaan masyarakat, agar areal parkir itu dapat ditata dan diperluas.

“Kendaraan banyak. tapi tidak tertata. Seolah sudah seperti pasar ikan,” kata Julmasa, tokoh masyarakat Kabupaten Kepulauan Anambas kepada mediakepri.co.id.

Disebutkannya, hampir tiap hari dirinya melintas gedung yang megah itu. Akan tetapi, tambahnya, kondisi kendaraan yang parkir mengganggu mata saat melihatnya.

Untuk itu, katanya lebih jauh, pemerintah lebih memperhatikannya. Setidaknya, ditambahkannya, tahun 2019 ini ada anggaran untuk melakukan pembenahan agar lebih baik. (rofi)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Anambas – Musibah di Pulau Jemaja baru setahun terlewati. Kejadian sedih dan duka itu, masih berasa di dalam hati masyarakat. Seakan tragedi itu baru saja terjadi.

Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kecamatan Jemaja berinisiatif untuk mengenang peristiwa duka itu. Mereka melakukan doa bersama di Masjid Al Kautsar.Kamis,10 Januari 2019.

Noval Rulan, Ketua Kegiatan Doa Bersama mengungkapkan kegiatan ini tercetuh bersama pengurus KNPI Kecamatan Jemaja. Awalnya, kegiatan yang menjadi perhatian masyarakat di Kepri, khususnya Jemaja ini ingin mengundang seluruh masyarakat. Namun karena keterbatasan, tambahnya, KNPI mengundang tokoh masyarakat dan Uspika serta instansi vertikal.

BACA JUGA

Koperasi Mampu untuk Kesejahteraan Masyarakat

Korban Tenggelam di Teluk Selahang Pernah Ikuti Tes Masuk Polisi

“Kegiatan ini mendapat respon positif. Namun yang terpenting, melalui kegiatan ini, kita mengingat kembali peristiwa pilu yang terjadi di Pulau Jemaja,” ujarnya seraya menyebutkan Kapolsek Jemaja, Danposal Jemaja, Anggota Koramil, Kasi Trantib, Ketua MUI Jemaja, Ketua PHBI dan beberapa pengurus KNPI, TOMAS dan Toga serta kelompok ibu ibu BKMT cukup hikmat mengikuti kegiatan.

Mudahir Ketua KNPI Jemaja mengatakan doa bersama ini untuk mengingat kembali seluruh masyarakat, khususnya Jemaja dan Anambas umumnya atas musibah yang terjadi di awal tahun 2018 lalu.

Dalam pelaksanaan doa bersama ini, Mudahir berharap kita mampu mengambil iktibar dari kejadian ini. Sehingga, kita bisa menjaga alam dan dapat bersahabat dengan alam di Pulau Jemaja.

Lagi Asik Berenang Remaja Digulung Ombak, 1 Tewas

Lebih jauh dikatakannya, alam ini adalah titipan dari anak cucu, bukan warisan dari nenek moyang. Artinya, dengan memegang amanah titipan ini, maka kita harus mampu untuk menjaganya.

“Kami juga berharap doa ini akan menjauhkan kampung halaman kami dari musibah di tahun 2019 ini,” harapannya setelah mengutip pepatah dari pecinta dan aktivis lingkungan..

LDK, Bentuk Mahasiswa TBI STAI-MU Jadi Pemimpin

Ditempat yang sama, diwaktu terpisah, Budi Ardi Sekretaris KNPI Jemaja berharap dan berpesan, doa bersama ini, KNPI Jemaja mengajak lapisan masyarakat untuk selalu bisa bersahabat dengan alam. (ardi/kmg)