BINTAN

BINTAN

Kamis | 28 Februari 2019 | 12:41

Direktur RSUD Tanjung Uban Tahan Gaji Pegawai

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bintan – Sejumlah pegawai di lingkungan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Engku H. Daud mengaku resah bercampur kecewa. Pasalnya, hingga mau memasuki bulan ketiga di tahun 2019 ini, mereka belum, menerima Tunjangan Kinerja Daerah (TKD).

Mereka menilai, kondisi ini terjadi karena sikap dan kebijakan Direktur Rumah Sakit tersebut yang kurang peka terhadap kondisi yang dialami para bawahannya. Menurut mereka, ada kesan direktur RSUD sengaja menahan hak-hak pegawai, dengan alasan dan pertimbangan yang tidak berdasar.

Dijelaskan salah seorang pegawai yang enggan disebut namanya, sebetulnya Peraturan Gubernur (Pergub) yang mengatur TKD sudah keluar. Sementara itu, yang menjadi alasan Direktur dan menejemen RSUD adalah belum keluarnya SK Fungsional.

“Masa di sini sdh dua bulan ini mengurus itu saja belum selesai. Silahkan lihat di OPD-OPD lain, sudah keluar semua,” tambahnya kesal.

Ditambahkannya, selaku pegawai rendahan hidupnya bergantung kepada TKD tersebut. Sampai ada pegawai yang saat ini untuk ongkos pergi ke kantor pun tidak punya uang, tambahnya lagi. Karenanya Ia berharap agar pimpinan RSUD segera memperhatikan kondisi kesulitan keuangan para pegawainya ini. “Kami mohon pimpinan segera mengambil kebijakan dan langkah-langkah kongkrit untuk mengatasi persoalan ini,” tambah seorang perawat RSUD Uban menimpali.

Sementara itu, hingga saat ini pihak direktur RSUD belum bisa dimintai konfirmasinya. Saat dihubungi, handphone yang bersangkutan sedang tidak aktif. (ali)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bintan – Beberapa anggota Komisi II DPRD Provinsi Kepri melakukan peninjauan ke kerambah aktif dan pasif Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepri, di Desa Penage, Kabupaten Bintan, baru-baru ini. 

Anggota Komisi II DPRD Provinsi Kepulauan Riau, tersebut, yakni;  Tawarich, Asmin Patros, M Hum, dan Rudy Chua. 
Kerambah yang berada di Desa Penage, Kabupaten Bintan, memiliki hampir 16 kolam kerambah modern yang merupakan bantuan dari pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri melalui dana DAK.

Selain kerambah modern, di Desa Penage ini juga terdapat kerambah tradisional yang jumlahnya diperkirakan sebanyak 10 kerambah. Kerambah tradisional tersebut merupakan bantuan dan kerjasama antara Pemprov Kepri dan kelompok nelayan.

Bantuan diberikan kepada kelompok nelayan Desa Penaga, Kabupaten Bintan, yang terdiri dari 5 orang Namun kerambah di wilayah ini tidak semuanya aktif atau berisi penangkaran ikan. Terdapat sekitar 12 kerambah yang pasif karena pengelolaannya tersendat akibat tidak dibelikan bibit lagi. 

Ketika memasuki usia panen, kelompok nelayan menjual ikan-ikannya dan hasilnya tidak dibelikan bibit lagi. Para nelayan hanya menunggu bantuan dari pemerintah untuk mendapatkan bibit lagi, sehingga kerambah yang sudah ada menjadi pasif. 

“Harusnya hasil panen, sebagian diputar kembali untuk membeli bibit dan pangan sehingga bantuan kerambah yang diberikan pemerintah dapat maksimal pemanfaatannya,” ujar Tawarich. Adapun penangkaran yang berada di kerambah ini, antara lain; ikan bawal bintang, udang galah, ketam, gonggong, dan ikan kerapu. (***)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bintan  Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Bintan mendorong pemerintah agar pelabuhan internasional Tanjung Berakit dengan tujuan pelayaran Berakit-Johor (Malaysia) pulang-pergi (PP) segera dioperasikan. Tentus saja agar dapat meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) dengan destinasi kawasan pariwisata pantai Trikora.

Ketua Kadin Bintan, Edi Rusman Surbakti pada Focus Group Discussion dengan tema Membangun Pariwisata Bintan, mengatakan, pengusaha-pengusaha pelaku pariwisata di kawasan pantai Trikora mengadu kepada Kadin meminta agar pemerintah sesegera mungkin mengoperasikan pelabuhan Berakit. Wisatawan asing, khususnya dari Johor dapat langsung ke Berakit, selanjutnya dengan transportasi darat menuju ke hotel/resort di Trikora.

“Kadin komitmen mendukung perkembangan pariwisata di Kabupaten Bintan, disamping industri-industri lainnya. Baik itu kawasan pariwisata Lagoi, maupun Trikora,” kata Edi saat FGD di De Bintan Villa Resort, Jalan Lintas Barat, Teluk Bintan, Rabu, 20 Februari.

Ia juga meminta Dinas Perhubungan Provinsi Kepri memberikan perhatian serius untuk pengembangan transportasi darat yang berbiaya murah dari pelabuhan Berakit ke Tanjungpinang, karena saat ini masih minim angkutan umum pada jalur tersebut.

“Diharapkan dengan adanya angkutan umum yang murah tujuan Berakit-Tanjungpinang PP, Wisman maupun wisatawan lokal semakin banyak berkunjung dan menginap di hotel-hotel dan resort-resort di Trikora,” harapnya.

Ambran, CEO Madu Tiga Resort juga menyampaikan permintaannya kepada pemerintah agar pelabuhan internasional Berakit segera dioperasikan, agar Wisman yang menjadi pelanggannya dapat langsung datang ke Trikora melalui Berakit. Pasalnya selama ini mereka datang ke Trikora melalui pelabuhan Bandar Bentan Telani (BBT) Lagoi.

“Wisman meminta angkutan darat yang murah seperti di Bali. Mereka mengeluh transportasi darat di Bintan mahal,” kata Ambran.

Kepala Bidang Angkutan Pelayaran dan Penerbangan, Dinas Perhubungan Kepri, Tri Musa Yudha mengatakan, pelabuhan Berakit saat ini memang sudah selesai pembangunannya oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub), dan fasilitasnya sudah lengkap. Namun belum diserahterimakan pengelolaannya ke pemerintah provinsi Kepri.

“Kami meminta Kemenhub segera mengoperasikan dengan subsidi untuk awal pembukaan pelayarannya,” kata Musa.

Untuk angkutan darat murah, kata Musa, pihaknya sudah mengoperasikan 3 unit bus Damri, diantaranya dengan jurusan Berakit-Tanjungpinang.

“Bus Damri ini dengan sistem subsidi, jadi ongkosnya murah. Tetapi jumlahnya masih sedikit,” ujarnya.(***)

cemar limbah

BINTAN

Selasa | 22 Januari 2019 | 18:15

DPRD Kepri Tinjau Pantai di Bintan Tercemar Limbah Solar

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bintan – Komisi III DPRD Provinsi Kepulauan Riau kembali melakukan peninjauan lapangan terkait pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh oil sludge yang mencemari sepanjang pantai di Bintan, Selasa, 22 Januari 2019.

Limbah tersebut mencemari Pantai Sakera dan pantai di kawasan Bintan Resort Cakrawala (BRC). Menurut keterangan Manager Lingkungan PT BRC Rai, pencemaran yang disebabkan oleh oil sludge tersebut sangat mengganggu.

“Selain mengakibatkan kerusakan lingkungan, limbah ini sangat berpengaruh terhadap tingkat kunjungan wisatawan di tempat kami,” kata Rai.

Dia juga menjelaskan bahwa sepanjang pantai yang mereka kelola yakni 105 km, sekitar 9-10 km terkena dampak limbah tersebut.

“Pihak hotel yang berada di kawasan pantai yang terdampak limbah tersebut sering komplain. Apalagi memasuki musim angin utara seperi sekarang ini,” jelas Rai.

Atas insiden tersebut, pihaknya juga telah melakukan koordinasi dengan kementerian terkait yakni Kementerian Koordinator Kemaritiman, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian Kelautan dan Perikanan.

“Limbah yang telah kami angkut dari bibir pantai kami selama Januari ini sudah mencapai 3,5 ton. Sedangkan pada tahun 2018 lalu total limbah mencapai 41,6 ton,” terang Rai.

Menanggapi hal tersebut, Kasi Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kepulauan Riau, Edison mengatakan, bahwa pihaknya saat ini telah berkoordinasi dengan PT BRC.

“Kami dari pemerintah menyiapkan drum-drum untuk tempat penampungan limbah setelah diangkat dari bibir pantai,” kata Edison.

Kemudian dia juga menjelaskan, setelah terkumpul limbah tersebut akan diangkut dan dibawa ke PT Desa Air Cargo Batam untuk dimusnahkan.

Limbah oil sludge tersebut diduga berasal dari kapal-kapal tanker yang melakukan aktivitas tank cleaning di perairan OPL.

Dari tengah laut, limbah oil sludge tersebut diperkirakan butuh waktu sekitar 15 – 24 jam untuk mencapai bibir pantai. Perkiraan ini berdasarkan pantauan dari Bali Radar Ground Receiving Station (BARATA) Balai Riset dan Observasi Laut milik Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Wakil Ketua Komisi III, Surya Makmur Nasution yang turun langsung memimpin peninjauan lapangan tersebut mengatakan, bahwa persoalan limbah yang mencemari pantai di Batam dan Bintan ini terjadi setiap tahun.

“Setiap musim angin utara limbah oli ini pasti mencemari pantai kita. Kita harus fokus untuk menyelesaikan permasalahan ini,” kata Surya.

Dia juga menjelaskan bahwa persoalan limbah ini perlu penanganan dari pusat juga. Karena ini juga melibatkan negara tetangga yakni Malaysia dan Singapura. “OPL kita kan berbatasan dengan Malaysia dan Singapura jadi perlu penanganan bersama untuk menyelesaikan masalah limbah ini,” terang Surya.

Surya juga mengatakan, bahwa Komisi III DPRD Kepri akan langsung berkoordinasi dengan Kementerian Koordinator Kemaritiman yang membidangi permasalahan limbah di laut.

“Besok kita langsung ke kementerian untuk mengkoordinasikan penanganan limbah ini. Karena memang harus ditangani secara serius baik dari pusat dan derah sendiri,” tegas Surya.

Sekretaris Komisi III Raja Bakhtiar turut mengatakan bahwa sumber dari limbah yang kerap mencemari perairan Batam dan Bintan ini bukan hanya dari aktivitas tank cleaning kapal-kapal tanker di OPL.

“Bisa juga berasal dari kecelakaan kapal yang dulu-dulu, maka kita harus selidiki betul-betul dari mana limbah ini berasal,” kata Raja.

Dia juga menjelaskan bahwa limbah ini merupakan ancaman yang sangat serius bagi negara ini khususnya Kepulauan Riau.

“Kalau setiap tahun kita terdampak limbah ini kasihan nelayan-nelayan kecil yang mereka mencari ikannya di aerah perairan dangkal. Dan dampak terburuknya lagi lingkungan kita akan tercemari dan akhirnya rusak,” jelas Raja.

Limbah oil sludge selain mencemari Pantai Nongsa Batam juga mencemari perairan di Bintan yakni di daerah pesisir Pantai Sakera, Pantai Teluk Sebong hingga ke kawasan pantai Bintan Resort. Akibatnya selain berpengaruh pada nelayan disekitar pantai tersebut juga berpengaruh terhadap kunjungan wisatawan di Bintan Resort.

Hadir dalam peninjauan lapangan tersebut Wakil Ketua Komisi III Surya Makmur Nasution, Sekretaris Komisi III Raja Bakhtiar, anggota Komisi III Joko Nugroho, Alex Guspeneldi, Saproni, Asep Nurdin, Raja Astagena dan Suryani. (kmg)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bintan Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolairud) Polres Bintan membagikan life jacket kepada para nelayan tradisional, Kamis, 10 Februari 2019.

Menurut AKP Suardi selaku Kasat Polairud Polres Bintan, aksi pembagian life jacket ini merupakan bentuk perhatian polisi atas keselamatan berlayar para nelayan tradisional.

Pembagian mulai dilakukan Rabu, 9 Januari 2019 kepada sejumlah nelayan tradisonal di perairan Telang Kecil dan Pulau Sirai, Kecamatan Bintan Utara. Hal sama juga dilakukan di Tanjung Taloh dan Tanjung Kruing, Bintan.

Suardi menghimbau terhadap terhadap para nelayan tradisional untuk menggunakan life jacket dalam melaut hal ini dilakukan untuk mengantisipasi terhadap hal-hal yang tidak di inginkan. Selain itu, Suardi dan anggotanya juga ikut turut membantu memasangkan life jaket kepada para nelayan.

“Kami himbau kepada para nelayan apabila dalam perjalanan membutuhkan bantuan pihak kepolisian, segera menghubungi nomor yang telah kami berikan selain daripada itu ketika dalam perjalanan melaut agar tetap terus menggunakan life jaket untuk mengantisipasi terhadap hal-hal yang tidak kita inginkan,” kata Suardi.

Ia menegaskan, pihaknya juga akan selalu melakukan giat pengecekkan dan pengawasan secara intens terhadap keselamatan berlayar para nelayan tradisional di perairan Bintan. (***)

babinsa

BINTAN

Sabtu | 22 Desember 2018 | 17:58

Bangun Pos Babinsa, Gabriel: Ini Rumah Masyarakat

“Pos Babinsa merupakan rumah rakyat tempat berinteraksi antara Babinsa dan empat pilar desa dengan masyarakat, dalam konteks untuk menciptakan rasa aman dan nyaman dalam berkehidupan berbangsa dan bernegara”

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bintan – Sepenggal kalimat di atas diungkap Danrem 033/Wira Pratama, Brigjen TNI Gabriel Lema, S.Sos dalam sambutannya pada acara peletekan batu pertama pos Babinsa Desa Gunung Kijang, Kabupaten Bintan, Sabtu, 22 Desember 2018.

Danrem 033/Wira Pratama juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pemerintah daerah kabupaten Bintan, Forkompinda, Tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan masyarakat desa gunung kijang. Ucapan terima kasih ini atas ide dan gagasan serta partisipasi sehingga pembangunan pos Babinsa di desa Gunung Kijang dapat di laksanakan dengan aman, tertib dan lancar.

Selanjutnya Danrem 033/Wira Pratama, menekankan kepada Dandim 0315/Bintan beserta jajarannya untuk selalu memberikan pengabdian yang terbaik kepada bangsa dan negara khususnya masyarakat provinsi Kepri dan mampu menjaga wilayahnya tetap dalam keadaan aman.

“Saya berharap dan tekankan, kepada Dandim 0315/Bintan dan jajaran untuk selalu memelihara dan menjaga keamanan wilayahnya dengan selalu bekerjasama dengan pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat”, lanjut Danrem 033/WP

Dalam acara ini hadir juga Kasrem 033/WP, para Kasirem 033/WP, Dandim 0315/Bintan, Forkompinda Kabupaten Bintan, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat dan masyarakat desa gunung kijang. (panrem033/wp)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bintan – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Tanjungpinang-Bintan melakukan silatulrahmi dengan Wakil Bupati Bintan Damasri, Kamis, 13 Desember 2018.

Kunjungan pengurus GMNI Tanjungpinang-Bintan ini, selain untuk menjalankan rangkain kerja, juga membawa program kerja nyata pengurus GMNI. Adapun jargon yang akan dikerjakan yakni untuk membangun sekolah rakyat.

Dari rancangan kerja yang mendapat dukungan dari Wakil Bupati Bintan ini, program kerja itu sendiri akan dijalankan di Desa Batu Lincin. Dan orang nomor dua di Kabupaten Bintan itu mengaku sangat senang dengan program nyata yang dijalankan para mahasiswa itu sendiri.

“Saya menyambut baik kegiatan yang akan diadakan oleh mahasiswa yang tergabung di GMNI. Harapan saya, kegiatan ini bisa menanamkan jiwa nasionalisme bagi generasi penerus bangsa sejak dini,” ungkap Wakil Bupati Bintan.

Dalam pertemuan resmi itu sendiri, sejumlah mahasiswa yang terdiri dari sejumlah kampus di Tanjungpinang ini juga, pertemuan dihadiri Sekertaris Daerah Kanupaten Bintan dan beberapa perwakilan OPD.

Yazid, Ketua Panitia Sekolah Rakyat menjelaskan sekolah rakyat ini merupakan kegiatan pendidikan nonformal. Pada kegiatan ini terbagi atas 3 kelas yaitu : Dewasa, Remaja, Anak-Anak. Lalu, nanti akan ade pembagian Kelas. Adapun kelasnya yakni kelas anak-anak yang mana pesertanya murid SD, Kelas remaja pesertanya pelajar SMP dan SMA. Dan kelas dewasa persertanya dari usia 17 keatas.

“Ini merupakan bentuk pengabdian kami dari GMNI. Kegiatan ini bersifat jangka panjang. Dengan kegiatan ini, harapan kami dapat mewujudkan masyarakat desa yang berdaulat dengan perinsip berdikari di bidang pendidikan, politik dan ekonomi secara kreatif,” ungkap Yazid.

penyair perempuan

HEADLINE

Kamis | 06 Desember 2018 | 22:22

‘Rahim’ FSIGB Lahirkan Penyair Perempuan Indonesia

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bintan – Festival Sastra Internasional Gunung Bintan (FSIGB) yang dilaksanakan di Tanjungpinang dan Bintan, Kepulauan Riau 29 November hingga 2 Desember 2018, melahirkan kelompok Penyair Perempuan Indonesia (PPI). Kunni Masrohanti, penyair asal Riau yang juga baru ditabalkan sebagai Ketua Wanita Penulis Indonesia (WPI) di Riau beberapa bulan lalu, dipercaya untuk memimpin PPI tersebut. Sedangkan Datuk Seri Lela Budaya Rida K Liamsi selaku penggagas FSIGB dan kritikus sastra Indonesia dan Maman S Mahayana, dipercaya sebagai Pembina.

BACA JUGA

Ratusan Penyair dari Tiga Negara ke Bintan untuk ‘Hidupkan’ Hang Tuah

Pandangan ‘Kalam’ Sutardji Tahun Lalu Tentang Daik Lingga

Didampingi enam penyair perempuan lainnya yang hadir yakni, Rini Intama (Banten), Ratna Ayu Budhiarti (Jawa Barat), Ade Novi (Jawa Barat), DM Ningsih (Riau), Ummi Rissa (Jawa Barat) dan Yuanda Isha (Kepulauan Riau), Kunni membacakan teks deklarasi yang dibuatnya sendiri tersebut di hadapan puluhan penyair dari Indonesia, Malaysia dan Singapura di gedung pertunjukan Aisyah Sulaiman, Tanjungpinang. Presiden Penyair Indoensia, Datuk Seri Lela Pujangga Utama, Sutardji Calzoum Bachri, juga menyaksikan sejarah baru kesusasteraan Indonesia itu.

Kunni mengatakan, PPI dideklarasikan untuk mengingat kembali peran dan kekuatan perempuan dalam perjalanan kepenyairan Indonesia seperti pengaruh dan peran perempuan dalam kerajaan Melayu antara lain Tun Fatimah, Tengku Tengah, dan Siti Kamariah seperti yang mereka fahami selama mengikuti FSIGB. Hendaknya penyair perempuan juga memberi pengaruh besar bagi Indonesia.

Kolonel Ariful Lepas Kontingen FKPPI Kepri ke Jambore Nasional

Dua Putra Lingga Terpilih Wakili Kepri di Kejurnas Atletik

Kekuatan Investigasi Media hingga Mundurnya Presiden

“Begitu banyak pengaruh perempuan dalam kebesaran kerajaan Melayu dengan segala lika-liku, kesadaran dan kebesaran jiwanya. Begitu juga dengan Pujangga Aisyah Sulaiman dengan karya-karyanya yang turut mewarnai kesusasteraan Indonesia di masanya. Lanntas seperti apakah pengaruh dan peran penyair perempuan bagi Indonesia,” kata dia.

Kunni melanjutkan, dengan adanya deklarasi PPI tersebut, dirinya berharap agar Penyair Perempuan Indonesia mampu memberikan inspirasi kepada perempuan lainnya untuk tetap menyusu pada tradisi dan mewariskannya pula kepada generasi selanjutnya melalui puisi.

Perempuan tambahnya, dari rahimnyalah lahir segala cinta. Dari bibirnya pula lahirlah segala aksara. Dondang, dodoi, nandung, batimang, nyanyi panjang, maratik, di dalamnya segala pesan dan harap kepada anak digantungkan saat dalam buaian.

“Ingatkah? Itulah sastra lisan yang juga puisi. Jika laut berpalung dalam, berbatu karang, maka palung puisi itu bernama perempuan. Karena itu, kami kukuhkan PPI untuk menginspirasi perempuan-perempuan lain agar kembali kepada tradisi sebagai sumber inspirasi puisi. Ide lahirnya PPI sendiri bermula dari bincang-bincang kecil bersama Datuk Rida K Liamsi dan Kang Maman S Mahayana. Alhamdulillah mereka sangat mengapresiasi,” katanya lagi.

Sementara itu, Rida K Liamsi, Pembina PPI, pengaggas FSIGB, Hari Puisi Indonesia (HPI) serta penggagas berbagai ivent besar kesusasteraan di Indonesia, berharap agar PPI bisa memberikan ruh positif bagi kesusasteraan Indonesia. ‘’Ya, dengan adanya PPI perempuan-perempuan penyair Indonesia diharapkan lebih bersemangat, lebih memberi arti dan berpengaruh serta mewarnai perkembangan kesusasteraan di Indonesia ke depannya,’’ katanya. (***)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bintan – Bupati Bintan H Apri Sujadi, S.Sos secara resmi melepas kontingen Bintan untuk berlaga di Proprov Kepri ke IV di Kota Tanjungpinang.

Pelepasan kontingen Porprov tersebut, dilakukan di Gedung Demang Lebar Daun, Kota Kijang, Kec Bintan Timur, Kamis, 22 November 2018 pagi.

Usai penyerahan bendera kontingen kepada Ketua Kontingen Porprov Bintan Patrisius, Bupati Bintan H Apri Sujadi mengutarakan bahwa dirinya sangat yakin bahwa atlet-atlet Bintan mampu berprestasi di ajang Porprov Kepri ke IV tersebut.

BERITA SEBELUMNYA

Klenteng Nguan Tian Xiang Tih Bio Bagian Lokasi Wisata Religi

Pandangan ‘Kalam’ Sutardji Tahun Lalu Tentang Daik Lingga

” tentunya saya sangat yakin, bahwa atlet-atlet kita mampu berbicara banyak serta dapat mengukir prestasi di kancah Porprov Kepri yang akan bergulir sebentar lagi ” ujarnya

Pelaksanaan Porprov Kepri ke IV dilaksanakan di Kota Tanjungpinang, mulai dari tanggal 25 November hingga tanggal 1 Desember 2018. Untuk ajang tersebut, Kabupaten Bintan menerjunkan 308 orang atlet dan 100 orang official guna mengikuti 24 cabor dari 26 cabang olahraga (cabor) yang diperlombakan. (mcb)

wisata religi

HEADLINE

Kamis | 22 November 2018 | 19:34

Klenteng Nguan Tian Xiang Tih Bio Bagian Lokasi Wisata Religi

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bintan – Klenteng Nguan Tian Xiang Tih Bio di Cikolek Desa Toapaya, Kabupaten Bintan merupakan salah satu bagian dari lokasi wisata yang dimiliki Bintan.

Hal ini disampaikan Bupati Bintan H Apri Sujadi, S.Sos saat meresmikan sarana ibadah tersebut, Rabu, 21 November 2018. Peresmian tersebut juga disaksikan oleh Gubernur Kepri Nurdin Basirun.

BACA

Pandangan ‘Kalam’ Sutardji Tahun Lalu Tentang Daik Lingga

Andap Ajak Personil Polda Maknai Keteladanan Nabi Muhammad SAW dengan 3M

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bintan Agus Wibowo, Ketua TP PKK Kabupaten Bintan Ibu Hj Debby Maryanti, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bintan Daeng M.Yatir, Ketua Suku Tionghoa Bintan Bobby Jayanto, Ketua Yayasan Cikolek Ng Sung Hua dan unsur terkait lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Bintan H Apri Sujadi, S.Sos menuturkan bahwa keberagaman suku , budaya dan agama menjadi sebuah keunggulan bagi Kabupaten Bintan.

” Mari bersama-sama kita menjaga kerukunan antar umat beragama, antar suku dan budaya. Karena disitulah, keunggulan kita ” ujarnya

Dikatakannya juga bahwa Klenteng Nguan Tian Xiang Tih Bio merupakan salah satu lokasi wisata religius yang ada di Kabupaten Bintan.

BACA JUGA

9 Tersangka Ini Akibatkan Kerugian Negara Rp4 Miliar di Pasar Modern Natuna

Tembakan Lee Harvey Oswald Tewaskan John F Kennedy

” Ini merupakan salah satu lokasi wisata religius, tentunya dengan kedatangan sejumlah wisman ke sini, nantinya mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisman ke Bintan ” tutupnya. (mcb)

pemilu bintan

BINTAN

Rabu | 21 November 2018 | 20:12

Pilkades Serentak di Bintan Berjalan Aman dan Lancar

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bintan – Bupati Bintan H Apri Sujadi, S.Sos meninjau beberapa desa yang melaksanakan pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak, Rabu, 21 November 2018.

“Secara keseluruhan pelaksanaan Pilkades berjalan dengan aman dan lancar. Terimakasih juga untuk seluruh panitia, unsur TNI, pihak kepolisian dan unsur terkait lainnya,” ujar April usai melakukan peninjauan tersebut.

BACA JUGA

Bupati berharap agar pelaksanaan Pilkades dapat terlaksana dengan baik dan lancar serta hasilnya dapat diterima oleh masyarakat dengan lapang dada.

Dia juga berharap, agar nantinya kepada kepala desa yang terpilih agar dapat melaksanakan amanah jabatan sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya.

Sebagai informasi, Kabupaten Bintan pelaksaaan Pilkades Serentak dilaksanakan oleh 12 desa. Bupati Bintan H Apri Sujadi, S.Sos mengunjungi beberapa TPS diantaranya TPS 1 dan TPS 2 Desa Gunung Kijang, Kecamatan Gunung Kijang. Lalu, Bupati melihat langsung proses perhitungan suara di TPS 2 Kampung Kangboi, Desa Toapaya Utara, Kecamatan Toapaya Utara. (mcb)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bintan – Satuan Reserse Narkoba Polres Bintan mengungkap peredaran gelap narkoba yang melibatkan oknum honorer di Pemkab Bintan. Ironisnya, seorang remaja putri, berinisial Dv ikut ditangkap bersama empat tersangka lainnya.

Dikutip di suarasiber.com penangkapan 5 orang tersangka pelaku pengedar narkotika jenis sabu, Sabtu, 17 November 2018 lalu di 3 tempat kejadian perkara (TKP) di Kijang Bintan Timur.

BERITA TERKAIT

Terlibat Narkoba, Oknum Honorer Histeris saat Ditangkap

Diketahui 1 orang dari tersangka itu, Rahmat, adalah pegawai honor di Pemkab Bintan.

Oknum pegawai honor ini sehari-hari menjadi sopir salah satu pejabat eselon III di Setdakab Bintan. Selain itu, Rahmat alias Amat Geber juga disebut-sebut dekat dengan petinggi di Bintan. Keduanya ditangkap bersama tiga tersangka lainnya, yaitu Busra, Udud, dan Udin.

BACA JUGA

Prihatin, Polda Kepri dan PPHC Tekan Pengguna Narkoba

Oknum TNI Terlibat Narkoba, Roy: Kami Komitmen Ikut Memberantas

Setelah Facri Albar, Kini Ozzy Albar Ditangkap karna Narkoba

Dari rilis Satnarkoba Polres Bintan disebutkan, mereka ditangkap secara terpisah, kecuali Busra, Udud, dan Dv yang ditangkap bersamaan di Jalan Pelabuhan II No 08 Kampung Kuala Lumpur, Kelurahan Kijang Kota, Bintan Timur. Sejumlah barang bukti narkoba sabu ikut diamankan di penangkapan itu.

Setelah ditangkap mereka pun “bernyanyi” bahwa barang haram itu diperoleh dari Udin. Anggota pun bergerak dan berhasil menangkap Udin di Jalan Barek Motor, Kijang, Bintan Timur. Sejumlah narkoba jenis sabu pun ikut ditemukan di penangkapan itu.

Udin pun ikut “bernyanyi” narkoba jenis sabu itu diperolehnya dari Rahmat alias Amat Geber. Malam itu juga anggota Satresnarkoba langsung bergerak mencari dan menangkap Rahmat di Kampung Seidatuk. Saat akan ditangkap, oknum pegawai honor ini sempat berusaha melawan.

BACA YANG LAINNYA

Pimpin Shalawat, Vivi Meninggal Dunia di Masjid Dahrul Ghufron

Kepri Galakkan Turisme, Produk Halal Jadi Pendukung

Gedung DPRD Disulap di Hari Jadi Kabupaten Lingga Ke-15

Warga Karimun Jangan Sungkan Laporkan Pelanggaran

I Gusti Ngurah Rai Meninggal Dunia Usia 29 Tahun

Hal ini disampaikan Kasat Resnarkoba Polres Bintan AKP Nendra Madya Tias kepada wartawan. Namun, akhirnya menyerah dan mengakui mengedarkan narkoba untuk mencukupi kebutuhan keluarganya. Kini, kelima tersangka dan barang bukti diamankan untuk proses penyidikan lebih lanjut. (***)

pengguna narkoba

HEADLINE

Minggu | 18 November 2018 | 20:10

Terlibat Narkoba, Oknum Honorer Histeris saat Ditangkap

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bintan – Menjelang tengah malam, suasana Sungai Datuk Kota Kijang Bintan Timur jadi berbeda. Soalnya, salah seorang warganya histeris karena ditangkap petugas kepolisian.

BACA: Bintan Tetap Konsisten, Siswa Terima Bantuan Seragam Gratis 2018

BACA: Bantuan Kapal dan Perlengkapan Nelayan Bertebaran di Bintan

BACA: Sekdaprov Minta Segerakan Penyerapan Anggaran

Diduga oknum honorer berinisal Mt terlibat jaringan peredaran gelap narkoba, Jumat, 17 November 2018 malam sekitar pukul 23.00 WIB. Polisi mengantongi barang bukti, dalam bentuk barang yang merupakan sisa penggunaan.

“Polisi minta saya jadi saksi, saat penggeledahan rumahnya,” kata Ahmad Rohaimi RT 02/ RW 05 Kijang Kota, dikutip dari gurindam.tv.

Dari hasil pemeriksaan, katanya, petugas tidak menemukan barang bukti. Namun, petugas sudah menangkap pelaku lain. Dan barang bukti pun, katanya, sudah ada dalam bentuk bekas penggunaannya.

BACA: Kata Bijak 9 Tokoh di Dunia, Ke-9 Penuh Inspirasi dan Bangun Motivasi

BACA: Islam Banyak Dipengaruhi Hal Mistik, Ahmad Dahlan Dirikan Muhammadiyah

“Diduga dia sebagai pengguna,” ujarnya.

Saat penangkapan ini, banyak warga yang penasaran dan ingin tahu apa yang terjadi dan akhirnya keluar. Apalagi, aksi oknum honorer yang menolak dengan histeris untuk dibawa ke Mapolres. (***)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bintan – Untuk periode kedua kalinya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan menjalankan program seragam dan perlengkapan sekolah gratis. Program yang digagas Bupati Bintan, H Apri Sujadi, S.Sos terbukti mampu meringankan beban orangtua.

BACA: Bantuan Kapal dan Perlengkapan Nelayan Bertebaran di Bintan

“Saat ini, kita masih menjadi daerah pertama dan satu-satunya di Prov Kepri serta konsisten dalam membagikan seragam dan perlengkapan sekolah gratis bagi murid baru. Tahun 2017 sebanyak 6.650 siswa siswi yang menerima manfaat, dan untuk tahun 2018 ini bantuan yang diserahkan juga berkisar 6.479 anak. Tentunya kita sangat bersyukur, bahwa program yang digagas tersebut bermanfaat bagi masyarakat banyak,” katanya.

BACA: Usulan UMK Bintan Rp3,36 Juta, Langsung Diteruskan ke Pemprov

Bantuan seragam dan perlengkapan sekolah gratis bagi siswa SD/MI dan SMP/MTs se Kabupaten Bintan mulai didistribusikan, terhitung, Jumat, 16 November 2018. Demikian disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bintan Tamsir, M.Pd, M.Si disela-sela pembagian Bantuan Seragam dan Perlengkapan Sekolah Gratis di SD Negeri 006 Sungai Kawal, Kecamatan Gunung Kijang, Jumat, 16 November 2018.

BACA: Hasil CPNS Bintan, 1.940 Daftar, 61 Lulus, Kebutuhan 250 Pegawai

“Kita mulai start membagikan seragam dan perlengkapan sekolah gratis bagi murid baru se Kabupaten Bintan,” ujarnya

Dikatakannya, bantuan perlengkapan sekolah gratis yang dibagikan sama seperti tahun lalu. Pemerintah akan menyerahkan lima jenis baju yang diterima murid, plus sepatu, kaos kaki, topi, dasi , tas dan buku tulis.

BACA: Jalan yang Dibangun Satgas TMMD ke 103 Kodim 0315/Bintan Mulai Finishing

Untuk bantuan perlengkapan seragam sekolah gratis murid baru tersebut, Pemerintah Daerah Kabupaten Bintan sudah menganggarkan sekitar 5 Milyar Rupiah dari APBD Pemkab Bintan Tahun 2018 diantaranya 2,7 Milyar Rupiah untuk murid baru jenjang SD/MI dan 2,3 Milyar Rupiah untuk murid baru jenjang SMP/MTs. (humasbintan)

BACA: Ribuan CPNS Bintan Ikuti Tes, Bupati: Jangan Lupa Sarapan Sebelum Ujian

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bintan – Bantuan kapal motor dan perlengkapan tangkap ikan untuk nelayan dari Dana Alokasi Khusus dan APBD Bintan sampai ke tangan nelayan.

BACA: Usulan UMK Bintan Rp3,36 Juta, Langsung Diteruskan ke Pemprov

BACA: Hasil CPNS Bintan, 1.940 Daftar, 61 Lulus, Kebutuhan 250 Pegawai

Bupati Bintan H Apri Sujadi, S.Sos bersama Wakil Bupati Bintan Drs H Dalmasri Syam MM dan Kepala Kejaksaan Tinggi Prov Kepri Dr. Asri Agung Putra, SH, MH menyerahkan secara simbolis bantuan tersebut di Selat Bintan, Desa Pengujan, Kec. Teluk Bintan, Kamis, 15 November 2018 siang.

Adapun bantuan yang diserahkan tersebut, yakni 40 Unit Kapal Motor GT. 1, 4 Unit Kapal Motor GT.2, 1 Unit Kapal Motor GT.3, 1 Paket Bioflok dan Tempat Budidaya Ikan Lele, 1 Paket Sarana Produksi Budidaya Ikan Air laut, 7 paket sarana produksi budidaya ikan air tawar, bantuan Pallet Ikan Air Laut 1.000 Kg , Pallet Ikan Air Tawar 6.300 Kg , bantuan benih ikan kerapu, serta penyerahan Asuransi Nelayan.

Kepala Kejaksaan Tinggi Prov Kepri, Dr. Asri Agung Putra, SH, MH mengisyaratkan tentang potensi sumber daya alam (SDA) di lautan Provinsi Kepri yang sangat melimpah. Hanya saja, menurutnya, masih belum terkelola secara baik oleh pemerintah maupun masyarakat. Padahal, potensinya mencapai triliunan rupiah. “Kenapa kita fokus menginvestasikan di daratan? Padahal potensi laut kita sungguh luar biasa,” kata Asri.

BACA: Sekdaprov Minta Segerakan Penyerapan Anggaran

BACA: Ini Bentuk Terima Kasih Alias Wello ke Satpol PP dan Linmas

BACA: Dinasti Tang Runtuhkan Kerajaan Chu Hingga Ditemukan Virus SARS

Bupati Bintan H Apri Sujadi, S.Sos mengatakan sektor perikanan di Bintan sendiri naik 14% selama 1 tahun terakhir. Selain itu, kapal bantuan diserahkan juga sesuai dengan keinginan nelayan yaitu kapal bantuan berukuran 1 GT.

“Bantuan kapal yang diserahkan itu, lengkap dengan surat-surat kapal. Dan kita berharap agar bantuan tersebut mampu dimanfaatkan dengan sebaik mungkin bantuan, dan saya ingin punya agar bantuan yabg diberikan tidak boleh dijual,” tutupnya. (***)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bintan – Pemerintah Kabupaten Bintan mengusulkan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Bintan Tahun 2019 sebesar Rp 3.362.561. Angka ini mengalami kenaikan dibandingkan tahun 2018 sebesar Rp 249.943.

Bupati Bintan Apri Sujadi mengatakan telah menandatangani usulan UMK Bintan 2019 sebesar Rp 3.362.561, yang akan segera diteruskan ke Pemerintah Provinsi Kepri.

BACA: Hasil CPNS Bintan, 1.940 Daftar, 61 Lulus, Kebutuhan 250 Pegawai

BACA: Jalan yang Dibangun Satgas TMMD ke 103 Kodim 0315/Bintan Mulai Finishing

BACA: Ribuan CPNS Bintan Ikuti Tes, Bupati: Jangan Lupa Sarapan Sebelum Ujian

“Hasil rapat Dewan Pengupahan Kabupaten Bintan sudah saya terima dan ditandatangani. Nantinya Pemerintah Provinsi Kepri yang memutuskan, karena kita hanya mengajukan pengusulan sesuai mekanisme, prosedur, dan regulasi yang berlaku,” ujarnya singkat.

Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSPTK) Bintan Hasfarizal Handra mengatakan angka UMK yang diusulkan Pemerintah Kabupaten Bintan sudah sesuai PP Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan.

Menurutnya angka Rp 3.362.561 muncul dari penghitungan angka inflasi ditambah angka pertumbuhan ekonomi kemudian dikalikan dengan UMK 2018. Dari penghitungan lalu didapat angka kenaikan sebesar Rp 249.943,- atau menjadi Rp 3.362.561.

BACA JUGA: Pekan Depan, Presiden Jokowi Berkunjung ke Lingga

BACA JUGA: Derita Anak Nelayan di Karimun Itu Jadi Perhatian Wakapolda Kepri

BACA JUGA: PM Sutan Sjahrir Bentuk Brigade Mobil

Ia mengatakan usulan UMK ini selanjutnya dibahas kembali oleh Dewan Pengupahan Provindi Kepri untuk diputuskan dan ditetapkan oleh Gubernur Kepri. “Besaran UMK yang kita ajukan akan dibahas lagi oleh Dewan Pengupahan Provinsi Kepri untuk penetapan UMK di Tahun 2019,” katanya. (***)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bintan – Danrem 033/Wira Pratama, Brigjen TNI Gabriel Lema S.sos secara resmi menutup kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 103 di Desa Pengudang, Kecamatan Teluk Sebong, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri, di Lapangan Desa Pengudang, Selasa, 13 November 2018.

Dalam upacara penutupan kegiatan yang berlangsung satu bulan penuh tersebut, Dandim 0315/Bintan, Letnan Kolonel Infantri (Letkol) I Gusti Bagus (IGB) Putu Wijangsa menyerahkan laporan. Laporan kegiatan fisik dan non fisik kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan diserahkan melalui Wakil Bupati Bintan, Dalmasri Syam.

Sebelum laporan kegiatan diserahkan, Dandim 0135/Bintan bersama Wakil Bupati, melakukan penandatanganan laporan penyelesaian kegiatan fisik dan non fisik. Penandatanganan laporan itu sendiri disaksikan langsung Danrem 033/WP beserta undangan yang menghadiri pacara tersebut.

Gabriel Lema mengatakan, pada prinsipnya kegiatan TMMD ini merupakan sebuah program kerja nyata dari TNI. Adapun dalam konteknya, kegiatan yang dilaksanakan ini adalah membantu pemerintah.

“Kehadiran TNI tidak hanya sebatas program. Setelah ini, baik peningkatan kelanjutan, dari hasil yang sudah diperoleh secara fisik ini, kita akan selalu siap,” kata Gabtiel.

Selain TMMD, kata Dia, ada juga karya bakti dan sebagainya.

“TMMD itu tidak hanya secara fisik, tapi non fisik juga. Penekanan dari pak Kasat bahwa non fisik ini menjadi jiwa yang paling penting kita gelorakan terus dalam rangka untuk menguatkan kebersamaan, menguatkan kultur budaya jati diri bangsa yaitu lewat visi-misi dan program pemerintah itu bangkit kembali gotong-royong,” jelasnya.

Menurutnya, ada ruang-ruang yang mengikutsertakan TNI tentunya bersama dengan Polri dan Pemerintah maupun Kementerian dan sebagainya. (***)