PERBANKAN

PERBANKAN

Rabu | 27 Juni 2018 | 14:00

Bohong! Jangan Percaya Jasa Pelunasan Kartu Kredit

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Punya Kartu Kredit dan sudah terlanjur terlilit? Jangan percaya dengan lembaga yang menawarkan jasa pelunasan tagihan kartu kredit.

General Manager Asosiasi Kartu Kredit Indonesia (AKKI) Steve Marta menjelaskan saat ini memang banyak jasa yang menyatakan mampu menyelesaikan tagihan kartu kredit nasabah.

“Jangan menggunakan jasa yang menyatakan dapat melunasi tagihan kartu kredit, karena jasa tersebut bohong,” kata Steve Rabu, 27 Juni 2018.

Menurut Steve penawaran ini biasanya sering dilakukan melalui layanan pesan singkat, SMS atau di internet. Menurut dia iklan-iklan tersebut tidak benar.

“Penyelesaian tagihan hanya bisa diselesaikan dengan membayar tagihan tersebut. Jadi sebenarnya itu hanya urusan bank dengan nasabah. Tidak ada pihak ketiga,” imbuh dia.

Steve ,menjelaskan lembaga yang menawarkan jasa tersebut biasanya meminta nasabah membayar fee kepada mereka. Setelah pembayaran dilakukan, pemegang kartu yang sudah terlilit kartu kredit tidak harus membayar tagihan lagi ke bank.

“Nasabah biasanya diharuskan bayar di depan kepada penyedia jasa. Setelah itu tak perlu bayar tagihan lagi ke bank. Ini yang membuat orang banyak percaya,” ujar dia. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) kembali berinovasi dengan berencana akan meluncurkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) BTN Khusus Atlet yang memudahkanpara olahragawan termasuk atlet-atlet nasionalyang berprestasi untuk memiliki rumah.

Adapun, terobosan tersebut dilakukan perseroan sebagai bentuk dukungan terhadap penyelenggaraan Asian Games 2018,sekaligus untuk memberikan apresiasi kepada para atlet Indonesia yang berlaga di Asian Games 2018 pada khususnya,dan atlet nasional pada umumnya. Program KPRBTNKhusus Atlet ini juga dimaksudkan perseroan guna mendukung suksesnya Program Satu Juta Rumah.

Direktur Utama Bank BTN, Maryono mengatakan KPRBTN Khusus Atlet ini lahir dari semangat tinggi perseroan untuk menambah semangat para atlet nasional dalam berprestasi di ajang Asian Games 2018. Namun, tambah dia, produk ini juga diracik untuk dapat memberikan kemudahan bagi atlet-atlet nasional lain secara keseluruhanagar dapatmemiliki rumah.

Menurut Maryono,para atlet nasional tersebut perlu didukung sehingga dapat memiliki rumah layak dengan mudah, murah,dan cepat.

Melalui produk anyar ini, lanjut Maryono, juga menjadi langkah Bank BTN dalam memberikan stimulus kepada para atlet yang turut berlaga di ajang Asian Games 2018 untuk menang dan membawa nama baik Indonesia. “Mereka para atlet butuh dukungan dan hanya kita yang dapat ikut membesarkan para atlet di dalam negeri.

Produk ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan para atlet untuk memiliki tempat hunian yang layak, sehingga bisa terus mengharumkan nama baik bangsa,” ujar Maryono dalam acara Buka Puasa Bersama Media di Jakarta, Rabu,30 Mei 2018.

Ada berbagai manfaat yang dapat diperoleh para atlet nasional berprestasi dari produk terbaru Bank BTN tersebut. Di antaranya,yakni suku bunga murah mulai dari 5%. Bank BTN juga menawarkan promo berupa uang muka (down payment/DP) mulai dari 5%. Kemudian, lewat KPR BTN Khusus Atlet, debitur juga bisa memiliki hunian tanpa biaya administrasi, provisi, dana ppraisal.

KPR BTN Khusus Atlet tersebut juga dirancang dengan beberapa kelebihan dibandingkan jenis pinjaman pemilikan rumah lainnya. Melalui jenis KPR ini, para atlet bisa mengangsur hingga 30 tahun. Seperti diketahui,produk KPR pada umumnya hanya berjangka waktu paling panjang 20 tahun.

“Kami juga memberikan jangka waktu kredit hingga 30 tahun khusus bagi para atlet nasional.

Inilah salah satu kelebihan yang kami maksudkan sebagai bentuk dukungan kepada atlet Indonesia untuk bagaimana mereka kesejahteraannya juga terjamin dari sisi terpenuhinya kebutuhan hunian mereka,” jelas Maryonomenambahkan.

Emiten bersandi saham BTN ini pun turut menggelar beberapa kegiatan lain dalam rangka mendukung penyelenggaraan Asian Games 2018.

Di antaranya,Bank BTN telah melakukan kerjasama dengan Indonesia Asian Games Organizing Committee (INASGOC) untuk mendukung pesta olahraga Asia ke XVIII tersebut. Kerjasama tersebut ditandai dengan penandatangan Perjanjian Kerja Sama terkaitSponsorshipAsian Games 2018 antara Bank BTN dan INASGOC di Jakarta, Rabu, 30 Mei 2018.

Sebagai bentuk kepedulian Bank BTN bagi para atlet, perseroan juga memberikan bantuan berupa dana pembinaan kepada Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI). Dana pembinaan tersebut diberikan perseroan sebagai bentuk apresiasi kepada para atlet panjat tebing Indonesia karena telah mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.

Sementara itu, hingga April 2018, Bank BTN terus mencatatkan pertumbuhan KPR. Per April 2018, KPR BBTN tercatat tumbuh 22,03% secara tahunan (year-on-year/yoy) dari Rp112,3 triliun pada April 2017 menjadi Rp137,05 triliun. Capaian pertumbuhan tersebut berada di atas rata-rata kenaikan KPR/KPA industri perbankan nasional. Data Otoritas Jasa Keuangan merekam KPR/KPA di industri perbankan nasional hanya naik sebesar 11,9% yoy per Maret 2018.

“Melihat angka kebutuhan rumah yang masih tinggi serta berbagai inovasi yang kami lakukan untuk memfasilitasi kebutuhan akan hunian tersebut, kami optimistis KPR akan tumbuh di atas 20% pada tahun ini,” ujar Maryono.

Adapun, berdasarkan data Bank Indonesia per triwulan I/2018 menunjukkan sebanyak 75,8% konsumen di Indonesia masih menggunakan KPR sebagai fasilitas utama dalam pembelian properti residensial. Kemudian sebanyak 14,93% konsumen di Tanah Air memilih membeli rumah secara tunai bertahap dan sisanya yakni 9,27% memiliki rumah dengan skema pembayaran tunai.

“Peluangnya masih terbuka lebar dan kami optimis dapat memenuhi kebutuhan itu dengan kesiapan yang sudah dilakukan Bank BTN,”tegas Maryono. (***)

sumber: inilah.com

Minat gadai emas dinilai masih tinggi.

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) menargetkan portofolio Gadai Emas mencapai Rp 3 triliun sampai akhir 2018. Bisnis gadai dan pembiayaan emas dinilai masih memiliki prospek bagus.

Group Head Pawning Mandiri Syariah, Mahendra Nusanto, mengatakan, per 30 April 2018 portofolio Gadai Mandiri Syariah mencapai Rp 2,5 triliun. “Adapun untuk target sampai dengan Desember 2018 sebesar Rp 3 triliun,” kata Mahendra saat dihubungi Republika.co.id, Ahad, 20 Mei 2018.

Mahendra menyatakan, sampai saat ini, minat masyarakat untuk gadai emas masih tinggi. Hal itu tercermin dari omzet gadai yang terus meningkat di setiap bulannya. “Omzet bulan April 2018 sekitar Rp 2,6 triliun,” ungkapnya.

Dia menambahkan, produk Gadai Mandiri Syariah dapat diakses di hampir seluruh outlet Mandiri Syariah di Indonesia. Produk tersebut dapat menjadi solusi penyediaan uang tunai secara aman, mudah dan murah.

Sekretaris Perusahaan PT Bank BRIsyariah Tbk, Indriati Tri Handayani, mengatakan, produk terkait emas bukan merupakan core bisnis BRIsyariah. Saat ini, BRIsyariah memiliki dua produk terkait emas yakni Produk gadai emas (Qard Beragun Emas/QBE) dan produk pembiayaan Kepemilikan Emas (PKE).

“Dua produk ini tersedia lebih merupakan produk pelengkap untuk memenuhi kebutuhan nasabah,” kata Indri saat dihubungi Republika.co.id, Senin, 21 Mei 2018.

Selama bulan Ramadhan dan lebaran ini BRIsyariah telah menyiapkan program khusus untuk produk QBE dan PKE. Program khusus bulan Ramadhan tersebut berupa biaya sewa spesial atau penurunan biaya margin gadai emas.

“Biaya sewa kami turunkan 1 persen selama jangka waktu untuk pencairan bulan Ramadhan,” jelas Indri.

Indri menyebutkan, hingga April 2018 outstanding pembiayaan gadai (Qard Beragun Emas) dan pembiayaan kepemilikan emas mencapai Rp 157 miliar. Dia menargetkan outstanding sampai akhir tahun sebesar Rp 172 miliar.

Menurutnya, strategi penjualan produk gadai saat ini lebih pada memelihara nasabah eksisting. Beberapa kantor cabang yang memiliki protofolio gadai yang besar di antaranya Palembang, Surabaya, dan Malam. Wilayah pemasaran Surabaya mencakup juga Madura yang dikenal memiliki potensi gadai tinggi. (***)

sumber: republika.co.id

PERBANKAN

Sabtu | 05 Mei 2018 | 13:49

WOW!! Pameran Ini Tawarkan Rumah Rp 130 Jutaan

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menggelar pameran rumah dengan nama Mandiri Property Expo 2018. Ada sekitar 18 pengembang yang menghadirkan 70 proyek di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Pusat.

Menurut Executive Vice President Consumer Loans Bank Mandiri Ignatius Susatyo Wijoyo, dalam pameran dijual rumah dari mulai harga Rp 130 juta, yang bisa dibeli melalui skema subsidi fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) oleh masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

“Masyarakat berpenghasilan rendah ada yang di atas Rp 130 juta sesuai kriteria FLPP, masyarakat berpenghasilan rendah,” katanya di JCC Senayan, Jakarta, Sabtu, 5 Mei 2018.

Selain itu, Bank Mandiri juga memberikan promo khusus program kredit perumahan rakyat (KPR) yaitu suku bunga super promo 5,55% untuk dua tahun pertama serta 6,55% untuk tiga tahun selanjutnya.

“Khusus pameran ini memberikan promo suku bunga 5,5% untuk dua tahun pertama dan selanjutnya 6,5% untuk tiga tahun selanjutnya,” sambungnya.

Adapun pameran yang digelar sejak 5-13 Mei 2018 diharapkan mampu membukukan pencairan KPR hingga Rp 400 miliar.

“Di event kali ini, kami berharap bisa membukukan pencairan Mandiri KPR di kisaran Rp 400 miliar,” katanya. (***)

sumber: detik.com

PERBANKAN

Rabu | 18 April 2018 | 11:37

WOW!! BTN Jual Ribuan Rumah Sitaan Mulai Rp 38 Juta loh

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Direktur PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) Nixon Napitupulu menjelaskan masyarakat masih bisa mendapatkan rumah dengan harga yang murah.

Rumah-rumah tersebut adalah hunian yang tercatat sebagai kredit macet di BTN dan masuk kategori rumah sitaan.

“Sekarang bisa beli rumah dengan harga yang murah, yaitu rumah second tapi memang kondisinya juga tidak sebagus baru. Tapi kalaupun renovasi masih lebih murah daripada beli rumah baru,” kata Nixon dalam diskusi di Restoran Bebek Bengil, Jakarta, Selasa 17 april 2018.

Dia menjelaskan, saat ini BTN memiliki portal online rumahmurahbtn.com untuk memasarkan rumah-rumah yang masuk dalam kategori kredit macet BTN di seluruh Indonesia.

Hal ini dilakukan karena BTN menilai sekarang pengguna internet sudah mencapai 143 juta orang dan dinilai cocok untuk pemasaran lewat jalur online.

“Biasanya orang kalau mau cari rumah kan searching dulu di internet baru melihat harga, lokasi dan angsuran setelah itu dibandingkan. Selanjutnya baru menentukan beli cash atau kredit,” kata Nixon.

Saat ini ada sekitar 5.206 unit rumah sitaan yang dipajang BTN di dalam portal tersebut. Nilainya hampir mencapai Rp 1,9 triliun.

Target akhir tahun ini BTN bisa memajang sebanyak 10.000 unit rumah sitaan di laman tersebut.

Nixon meyakinkan meskipun rumah sitaan, BTN memastikan bahwa rumah tersebut sudah bersih dari semua masalah.

“Dipastikan surat-surat sudah clear semuanya sudah beres. Kami tidak mau jual masalah, semuanya harus terverifikasi dengan baik dan minim risiko,” ujar dia.

Dia menjelaskan, saat ini jumlah pengunjung rumahmurahbtn.com sudah mencapai 112.699 orang. Menurut Nixon ini artinya banyak orang yang ingin membeli rumah murah melalui online.

Harga rumah yang dipajang di website mulai dari Rp 38 juta terletak di kawasan Cileungsi hingga Rp 4 miliar terletak di kawasan Jakarta.

Menurut Nixon untuk rumah sitaan ini, calon pembeli bisa mengajukan skema KPR untuk pembelian. Hal ini untuk memudahkan masyarakat yang belum bisa membeli rumah secara cash.

Untuk pengajuan KPR rumah sitaan sama dengan pengajuan KPR biasa yakni harus menyiapkan syarat seperti identitas, kartu keluarga, surat keterangan hingga uang muka.

Nixon menambahkan kini lewat situs dan aplikasi BTN pembeli yang berminat juga bisa mengikuti lelang untuk meraih rumah impian.

Untuk pembelian rumah lelang mekanismenya sama dengan pembelian rumah baru pada umumnya, di mana sertifikat dipegang oleh bank dan diberikan saat pelunasan.

Bedanya, calon pembeli mendaftarkan diri melalui situs Dirjen Kekayaan Negara (DJKN) setelah itu menyetor uang jaminan sebesar 20% dari harga limit yang ditetapkan.

Setelah dinyatakan menang oleh pihak Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan lelang (KPKNL) maka pembeli akan melakukan pelunasan sisa pembayaran kemudian diterbitkan risalah lelang dari KPKNL.

Risalah lelang ini nantinya menjadi dasar bagi pemenang lelang untuk pengambilan sertifikat di Bank BTN juga untuk balik nama di Badan Pertanahan Nasional (BPN) setempat.

Aset properti baik berupa rumah tinggal baik subsidi maupun non subsidi, tempat usaha maupun kavling tanah tersebut tersebar di seluruh nusantara dan diawasi setidaknya 64 cabang Bank BTN.

Sejak diluncurkan sampai sekarang aset yang terjual rata-rata dengan rentang harga Rp 300 -900 juta dengan lokasi tersebar seperti Serpong, Bekasi, Tangerang, Purwakarta, Semarang, Manado, Makassar, Kendari, Jambi, Pontianak, Balikapapan, Medan.

Dari aplikasi ini anda akan mendapatkan informasi jumlah rumah yang dijual di seluruh Indonesia. Kemudian, anda juga bisa mendapatkan informasi harga, lokasi dan luas bangunan hingga harga yang dipasang. Untuk informasi lebih lanjut anda diminta menghubungi PIC melalui nomor handphone yang dipasang di website. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Sejumlah bank syariah yang terdapat di Tanah Air perlu didorong agar lebih optimal dalam berkontribusi memajukan pertumbuhan ekonomi nasional.

Hal itu sejalan dengan masih besarnya peluang yang dimiliki bank syariah untuk terus tumbuh lebih maksimal di masa mendatang.

“Ini perlu didorong, karena sistem syariah bukan untuk orang Islam saja. Semua bisa melakukan,” kata anggota Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Misbakhun, seperti dikutip dari Antara, di Jakarta, Kamis, 12 April 2018.

Ia meyakini persoalan yang menimpa bank syariah seperti Muamalat sebenarnya dapat diatasi karena tidak ada masalah terkait likuiditasnya. Untuk itu, ujar dia, pihaknya mendorong lembaga Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat membuat kebijakan guna membuka peluang bank itu bisa lebih besar posisinya daripada saat ini.

Sebelumnya, Ketua Umum Ikatan Dai Indonesia (Ikadi) Ahmad Satori Ismail menyatakan, penerapan sistem ekonomi dan perbankan syariah berpotensi menjadi lokomotif perekonomian Indonesia. “Apalagi saat ini untuk bisnis perbankan sudah sangat menjanjikan bahkan bank tidak kolaps jika bersyariah,” kata Ahmad.

Pernyataan Ahmad menanggapi Kepala Staf Presiden Jenderal TNI (Purn) Moeldoko yang menjadi Wakil Ketua Pembina Pengurus Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) yang berhasrat memajukan ekonomi syariah sebagai kekuatan ekonomi baru.

Ahmad mengungkapkan sejumlah pengelola bisnis perbankan maupun bank mulai menerapkan sistem ekonomi syariah. Perkembangan sistem ekonomi syariah, menurut Ahmad, mulai 1990-an dengan pergerakan menuju arah positif.

“Apalagi jika MUI terus menggelorakan, seperti wisata syariah, asuransi syariah, dan pasar modal syariah maka diharapkan akan terus berkembang,” pungkas Ahmad. (***)

sumber: metrotvnews.com

PERBANKAN

Sabtu | 31 Maret 2018 | 13:59

Berbagai Alasan Orang Terjerat Utang Kartu Kredit

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Di Indonesia, penggunaan kartu kredit sebagai salah satu alat pembayaran adalah hal yang lumrah. Namun, jika tak dikelola dengan baik pemilik kartu kredit bisa mengalami ‘kecelakaan’. Seperti peserta detikcom Lunasi Utangmu ini mereka mengaku ingin melunasi utang karena terjerat kartu kredit.

Seperti akun Eko Prasetyo dia menceritakan kartu kredit yang dimilikinya hilang bersama dompetnya, kemudian ditemukan oleh orang lain dan digunakan untuk gesek tunai. Gesek tunai adalah kegiatan menggunakan kartu kredit di sebuah toko namun mengganti belanjaan dengan sejumlah uang tunai.

“Orang tersebut akhirnya mengembalikan dompet dan surat berharga, anehnya dia mengaku jika sudah memakai kartu kredit untuk biaya operasi lahiran istrinya. Setelah itu dia berjanji akan melunasi. Tapi baru 3 kali cicil dia pergi,” kata Eko dalam kolom komentar dikutip detikFinance, Sabtu, 31 Maret 2018.

Dia menceritakan, setelah orang tersebut kabur dia akhirnya harus melanjutkan pembayaran cicilan tersebut. Nasib baik tidak berpihak pada Eko, ia saat ini tidak bekerja kemudian cicilan tak terbayar dan ia terus ditagih oleh debt collector.

“Hidup saya tidak tenang padahal bukan saya yang pakai uangnya,” imbuh dia.

Selain Eko juga ada Andreas Christian, dia menceritakan ikut program Lunasi Utang ini karena ia jenuh karena selalu dikejar-kejar debt collector. Ia menggunakan kartu kredit untuk acara pesta pernikahannya.

Hal itu dilakukan karena ia kekurangan biaya pernikahan tersebut. “Mau tidak mau kami memakainya, kami tidak sadar bahwa bunga kartu kredit semakin besar. Kita hanya pakai Rp 12 juta, hingga sekarang jadi Rp 19 juta, belum ada uang untuk melunasinya,” ujar dia.

Dia menjelaskan, akhir-akhir ini ia, istri dan saudaranya dihubungi terus-terusan oleh pihak debt collector. Dia ingin menjual motor, dan laptopnya namun itu dipakai untuk keperluan bekerja.

“Ketika melihat artikel ini, ya saya berharap bisa mendapatkannya. Seandainya Tuhan izinkan, maka saya berharap bisa mendapatkannya. Bila memang belum saya tetap bersyukur untuk meluangkan waktu, terima kasih banyak,” ujar dia.

Dari data detikFinance jumlah peserta yang submit di program detikcom Lunasi Utangmu tercatat 19.910. Untuk kartu kredit sebanyak 37% atau 5.973 orang ingin melunasi utang kartu kreditnya.

Bagi pembaca detikcom sendiri masih memiliki kesempatan jika ingin ikut dilunasi utangnya. Pembaca yang berkesempatan dilunasi cicilannya adalah pembaca melalui aplikasi detikcom, baik itu pengguna android maupun iOS.

Program akan berlangsung selama 3 hari mulai 30 Maret hingga 1 April 2018. Jika ingin utangnya dilunasi, langsung saja daftar dan cek syarat dan ketentuannya lewat link berikut ini!

Dan jangan lupa, bagi detikers yang belum memiliki aplikasi detikcom bisa mendownloadnya di sini untuk Android dan iOS. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Pontianak – Beredar informasi seorang warga Pontianak Selatan diamankan aparat kepolisian pada Rabu 14 Maret 2018 sekitar pukul 14.00 WIB di Bank BRI Barito Pontianak, terkait uang Dolar USA palsu pecahan 10.000 US ‎sebanyak 100 lembar atau setara Rp 14 Miliar.

‎Diketahui warga Pontianak Selatan tersebut berinisal HR‎ (34) yang beralamatkan Jalan Purnama Agung 7 Komplek Pap Blok V Kel Parit Tokaya Pontianak Selatan

Ia dilaporkan oleh pihak Bank BRI Baritu ketika hendak menabung dengan menggunakan uang Dolar Amerika pecahan 10.000 US Dollar Amerika sebanyak 100 lembar.

Karena pihak bank tersebut menduga kuat uang dolar pecahan 10.000 sebanyak 100 lembar itu palsu , pihak bank langsung melaporkan ke petugas keamanan otoritas.

Kemudian petugas keamanan otoritas Bank BRI tersebut mengamankan pria berinisial HR tersebut berikut barang bukti uang dolar diduga palsu.

Sebelum dibawa ke Polda Kalbar, petugas keamanan otoritas bank BRI Barito tersebut melakukan kroscek ulang dengan uang tersebut ke Bank Indonesia perwakilan Kalbar.

Dan akhirnya Bank Indonesia perwakilan Kalbar menyatakan uang dolar tersebut palsu, akhirnya HR bersama barang bukti di giring ke Polda Kalbar.

Informasi terakhir perkara temuan 100 lembar uang pecahan 10.000 US dolar palsu ini di tangani oleh Ditreskrimsus Polda Kalbar, diketahui 100 lembar uang 10.000 US Dolar ini setara Rp 14 milyar. (***)

sumber: tribunnews.com

PERBANKAN

Rabu | 14 Maret 2018 | 13:40

Jokowi: Ada Bank Wakaf, Jangan Pinjam ke Rentenir

Masyarakat meminta bank wakaf mikro bisa memberikan pinjaman lebih dari Rp 1 juta.

MEDIAKEPRI.CO.ID, Serang – Program bank wakaf mikro yang diinisiasi pemerintah sudah mulai berjalan di sejumlah pesantren. Angka pinjaman bagi nasabah memang tidak besar sekitar Rp 1-3 juta dalam satu kali peminjaman.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, dana pinjaman yang diberikan kepada nasabah bank wakaf mikro tidak hanya Rp 1 juta. Jika usaha yang dijalankan nasabah berkembang maka bank wakaf mikro bisa memberikan pinjaman yang lebih besar.

“Digunakan sebaik-baiknya biar usahanya terus berkembang. Jadi kalau tahun ini sejuta, tahun depan bisa dua hingga tiga juta (pinjamannya),” ujar Jokowi saat berbincang dengan para nasabah bank wakaf mikro Pesantren An Nawawi Tanara, Rabu 14 maret 2018.

Dalam perbincangan ini, seorang nasabah, ibu Bahiyah meminta agar bank wakaf mikro bisa memberikan pinjaman lebih dari Rp 1 juta. Sebab menurutnya anggaran untuk berwirausaha masih sangan kecil.

Jokowi: Ada Bank Wakaf, Jangan Pinjam ke Rentenir

Jokowi pun menegaskan bahwa anggaran peminjaman ini bisa saja meningkat. Asalkan usaha yang dijalankan para nasabah berjalan baik. Pinjaman pun bisa dinaikan sebelum atau sesudah uang yang dipinjam selesai dibayarkan.

“Kalau di enam bulan misal usahanya terlihat maju. Nanti bisa ditambahkan lagi pinjamannya. Kalau memang berkembamg tidak akan susah (dapat pinjaman),” ujar Jokowi.

Dalam pertemuan Jokowi dengan puluhan nasabah yang mayoritas perempuan, mereka banyak yang berwirausaha mulai dari berjualan sembako, makanan siap saji seperti nasi uduk, hingga berjualan gorengan. (***)

sumber: republika.co.id