INTERNASIONAL

MEDIAKEPRI.CO.ID – Sepeda motor yang ditumpangi penyanyi Saleem Iklim menabrak sebuah mobil yang hendak belok kiri.

Kejadian tersebut terjadi di Kilometer 16, Lebuhraya Grand Saga, Malaysia pada 20 September 2018 lalu.

Pada saat kejadian, penyanyi yang sempat kondang pada dekade 1990 an itu sempat dirawat di Rumah Sakit Universiti Kebangsaan Malaysia (PPUKM), Kuala Lumpur, Malaysia.

Saleem Iklim mengalami patah rusuk hingga menusuk dadanya.

Kabar duka tersebut disampaikan oleh istrinya Juriah Bachok, kepada Harian Metro.

Menurut Juriah, Saleem yang bernama lahir, AM Saleem Abdul Majeed, sebelumnya dirawat ruang Intensive Care Unit (ICU) setelah mengalami kecelakaan sepeda motor pada 20 September 2018 lalu.

Dalam kejadian di Kilometer 16, Lebuhraya Grand Saga itu, 12 tulang rusuk Saleem patah dan salah satunya menusuk paru-paru Saleem.

Kecelakaan tersebut terjadi pada pukul 15.30 waktu setempat.

Ketika itu, Saleem mengendarai sepeda motor dari arah Kajang ke arah Cheras dan dilaporkan terlibat dalam kecelakaan mobil dari rute yang sama di sepanjang tol 11 tol, Kajang.

Saat kejadian, pengemudi mobil dilaporkan mencoba berbelok ke kiri untuk memasuki kantor Grand Saga di Batu 11 Toll Plaza, sebelum sisi kiri mobil ditabrak oleh sepeda motor Saleem.

Dua puluh empat hari dirawat di Rumah Sakit, Saleem Iklim meninggal pada Ahad, 14 Oktober 2018.

Penyanyi yang sempat terkenal di Indonesia pada dekade tahun 1990-an itu meninggal dunia pada usianya yang ke-56 tahun.

Saleem merupakan seorang penyanyi Malaysia yang berasal dari Terengganu.

Namanya membesar di Indonesia usai membawakan lagu Suci Dalam Debu.

Pada tahun 1996, nama Saleem dikabarkan mulai meredup.

Saleem dikeluarkan dari Band Iklim lantaran masalah disiplin waktu yang membuat sesama anggota berang.

Saleem tidak menyalahkan siapapun saat itu dan mengakui kesalahannya.

Usai dikeluarkan dari Iklim, Saleem sempat bersolo karir. Namun karirnya tak semulus saat ia tergabung dalam iklim.

Sepanjang hidupnya, Saleem pernah dipenjara sebanyak dua kali. Ia ditangkap pada tahun 1996 di Jalan Chow Kit Tuanku Abdul Rahman Kuala Lumpur akibat pengunaan obat berlebihan. (***)

sumber: tribunnews.com

INTERNASIONAL

Rabu | 08 Agustus 2018 | 17:44

Gemar Memakai Pakaian Wanita, Pria Ini Digugat Cerai Istrinya

MEDIAKEPRI.CO.ID, Istanbul – Seorang wanita di Turki menggugat cerai suami yang sudah sembilan tahun dinikahinya karena alasan yang tidak biasa. Sang suami gemar memakai pakaian wanita.

Seperti dilansir media lokal Turki, Hurriyet Daily News, Rabu, 8 Agustus 2018 dalam gugatan cerai yang diajukan ke pengadilan keluarga Gaziosmanpasa, Istanbul, wanita yang tidak disebut namanya itu mengatakan bahwa suaminya mulai memakai make-up dan memakai pakaian wanita sekitar dua tahun lalu.

Beberapa waktu terakhir, sebut pengacara wanita itu, sang suami mulai memakai thong dan stocking saat ada di rumah.

“Ketika klien saya berusaha membahas isu ini, dia (suami-red) menggunakan kekerasan terhadapnya,” tutur pengacara sang istri.

“Klien saya saat ini tengah depresi. Dia tidak ingin melanjutkan pernikahannya. Kami ingin perceraian dan kompensasi 200 ribu Lira (Rp 537,9 juta),” imbuhnya.

Setelah sang istri menggugat cerai, suaminya tidak mau kalah dan ikut mengajukan gugatan ke pengadilan. Dalam gugatannya, sang suami menuding istrinya ‘telah menghina dirinya dengan menanyakan apakah dirinya pria atau bukan’ dan juga menanyakan soal fertilitasnya.

“Istrinya menyatakan klien saya memiliki orientasi seksual berbeda, berusaha memerasnya dengan klaim ini,” sebut pengacara sang suami.

Pihak suami meminta pengadilan untuk mengabulkan perceraian tanpa kompensasi. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Seorang balita terjebak di dalam mobil di Liuyang, Hunan, China, ia terkunci sendirian di dalam mobil pada Sabtu, 4 Agustus 2018.

Orangtuanya coba mengajari anaknya untuk keluar dari mobil selama satu perempat jam namun tak berhasil.

Seorang pemilik toko menyarankan untuk memecahkan kaca mobil untuk selamatkan bayi tersebut.

Lantaran suhu di sana mencapai 34 celsius sehingga membahayakan bagi balita.

Namun orangtua balita tersebut menolak.

Lalu, memilih untuk ambil kunci cadangan di rumah.

Akhirnya, pemilik toko tersebut minta tolong ke pejalan kaki semprotkan air ke mobil.

20 menit kemudian, orangtua balita datang dan balita tersebut dapat dikeluarkan dari mobil dengan selamat. (***)

sumber: tribunnews.com

INTERNASIONAL

Minggu | 05 Agustus 2018 | 8:14

Ritual Tolak Bala Kok Tidur Dipeti Mati, Ya Innalillahi

MEDIAKEPRI.CO.ID – Seorang wanita warga Korea Selatan (Korsel) ditemukan tewas setelah diyakini tertidur di peti mati dalam ritual keagamaan pada hari Jumat, kemarin.

Ritual ini dikatakan untuk menjauhkan bala dan musibah.

Menurut polisi, wanita berusia 47 tahun itu berada dalam peti mati mulai pukul 8 malam, pada Kamis, dimana acara keagamaan itu diadakan di rumah seorang kenalannya yang terletak di sebelah tenggara kota Gumi, Korsel.

Sebelumnya insiden terjadi, korban dikatakan sempat keluar dari peti mati dua jam setelah dimulainya acara ritual tersebut, tetapi diberitahu oleh teman-teman dan peserta untuk tinggal lebih lama di dalam peti mati.

Namun, pada Jumat pagi harinya, dua peserta yang terlibat membuka peti mati sekitar pukul 06.30 dan menemukan teman mereka sudah tidak bernyawa.

Sebagaimana dilasir dari Yonhapnews melalui siakapkeli, korban mungkin tertidur di peti mati sebelum meninggal, karena tidak ada gerakan untuk mencoba keluar dari keranda itu.

Bedah mayat akan dilakukan pada hari Sabtu ini untuk mengidentifikasi penyebab kematian wanita serta penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui kemungkinan korban mati akibat kepanasan karena kondisi di dalam keranda yang kedap udara.

Dua korban yang terlibat dalam upacara juga akan diselidiki oleh polisi untuk mengidentifikasi kelalaian mereka hingga menyebabkan kematian. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Empat anggota keluarga ditemukan tewas secara misterius.

Keluarga tersebut terdiri dari Krishnan (52), istrinya yang bernama Susheela (50), dua anak mereka, Arsha (21) dan Arjun (19).

Jumat, 3 Agustus 2018, jasad keluarga tersebut ditemukan terkubur di halaman belakang rumah mereka.

Peristiwa ini terjadi di Thodupuzha, Idukki, Kerala, India.

Penemuan jasad 4 anggota tersebut berawal dari laporan tetangga mereka ke polisi.

Tetangga menyadari anggota keluarga itu telah menghilang selama empat hari.

Keluarga itu biasanya membeli susu dari tetangga setiap hari, tetapi 2-3 hari belakangan, mereka tak muncul.

Selain itu, koran-koran juga ditinggal selama berhari-hari di depan rumah.

Akhirnya, tetangga mereka pun melapor ke polisi.

Saat melakukan penyelidikan di rumah keluarga itu, polisi menemukan noda darah di dinding dan di lantai.

Setelah memeriksa sekeliling rumah, polisi menemukan gundukan tanah yang tampak baru.

Setelah digali, ternyata empat anggota keluarga itu telah dikubur.

Saat ditemukan, empat mayat itu dalam kondisi mengenaskan.

Mereka menderita luka sayatan dan luka tusuk.

Selain itu, polisi juga menemukan palu dan pisau yang diyakini sebagai alat yang digunakan pelaku menghabisi nyawa korban.

Polisi belum mengetahui motif di balik pembunuhan itu, apalagi anggota keluarga itu tak terlalu dekat dengan tetangga, hanya berinteraksi secukupnya.

“Dari apa yang kami pahami, keluarga itu tidak terlalu ramah dengan tetangga. Jadi, kami masih menyelidiki apa yang telah terjadi pada keluarga ini,” kata seorang petugas kepolisian dikutip dari indianexpress.com.

Namun, Krishnan oleh orang-orang dikenal sebagai ahli nujum dan banyak didatangi oleh orang-orang yang mengendarai mobil mewah.

Polisi juga mengatakan tidak ada tanda-tanda pelaku masuk paksa ke dalam rumah sehingga diduga pelaku dekat dengan korban.

Korban diduga dibunuh di rumah menggunakan pisau dan diseret ke luar untuk dikuburkan.

Selain itu, menurut polisi akhir-akhir ini daerah tersebut sering hujan deras, kemungkinan teriakan minta tolong warga tidak terdengar. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Kisah suram dialami oleh Allen Standford, bekas miliuner itu kini harus mendekam di penjara dengan hukuman 110 tahun lamanya. Padahal usianya kini telah di atas 60 tahun dan harus menghabiskan sisa hidupnya di balik jeruji besi.

Mengutip Forbes, Senin, 30 Juli 2018 Stanford sendiri sebelumnya merupakan pebisnis di kepulauan Karibia.

Pemilik pulau mewah seharga US$ 63 juta ini juga terkenal karena gaya hidup mewahnya. Dia pernah masuk dalam daftar orang terkaya dunia versi Forbes.

Sayangnya, Stanford dijatuhkan hukuman penjara selama 110 tahun dengan vonis penipuan senilai US$ 7 miliar atau sekitar Rp 76,4 triliun pada 2009 lalu. Sekitar 30 ribu investor di seluruh dunia mengalami kerugian akibat membeli sertifikat pinjaman di sejumlah Bank Stanford.

Dalam menjalankan bisnisnya, Stanford menggunakan skema ponzi kepada para korban. Skema Ponzi adalah sebutan bagi praktik arisan berantai, yang pada hakikatnya adalah penipuan. Lewat skema Ponzi, keuntungan menggiurkan diberi kepada investor lama dengan memakai dana dari investor baru yang tak berujung.

Allen Stanford sendiri merupakan kelahiran Mexia, Texas. Dia adalah anak dari anggota dewan direksi Stanford Financial Group, James Stanford. Ayahnya adalah mantan walikota Mexia dan orang yang cukup terpandang di wilayahnya. Sementara sang ibu, Sammie Stanford merupakan seorang perawat.

Saat mengawali karir sebagai pengusaha, Allen Stanford langsung gagal. Pada 1974, dia mendirikan sebuah tempat fitnes. Perusahaan tersebut tak bertahan lama hingga akhirnya ditutup.

Dia juga pernah kehilangan klub kesehatan yang didirikannya hingga membuat dia menderita utang pribadi sebesar US$ 13 juta. Dia lalu mencoba beberapa peruntungan di bidang bisnis sebelum akhirnya terbang ke Karibia.

Setelah berkali-kali terlilit utang dan kegagalan, Stanford lalu mendirikan Stanford International Bank pada 1991 di Antigua. Di sana lah Stanford mendirikan kerajaan bisnisnya. Kerajaan bisnis tersebut membuatnya menjadi pengusaha besar.

Dia lalu mengajak para penduduk kaya Amerika Latin yang saat itu mengkhawatirkan stabilitas pemerintahannya ikut serta dalam bisnisnya. Hal itu berhasil dilakukan, aset bank yang didirikannya itu meroket hingga US$ 350 juta dalam tiga tahun terakhir.

Setahun kemudian, dia pindah ke AS dan mendirikan Stanford Financial Group di Houston. Perusahaan tersebut dikenal sebagai penjual sertifikat pinjaman. Karena keamanannya, sertifikat pinjaman dipandang sebagai aset yang aman dan pilihan tepat bagi para pembeli potensial.

Banyaknya pembeli aset tersebut membuat perusahaan Stanford juga tumbuh hingga US$ 3 miliar. Sayangnya, para investor tak menyadari aset Stanford tersebut sangat tidak aman dan bisa membuatnya rugi besar.

Hingga akhirnya penyidik menemukan cukup bukti untuk menyeretnya ke penjara. Pada 2009, Stanford ditangkap FBI di salah satu rumah mewahnya karena terbukti melakukan skandal penipuan dan pencucian uang.

Lewat skema Ponzi yang digunakannya, dia dituduh menipu sekitar 30 ribu investor di seluruh dunia dengan jumlah dana sebesar US$ 7 miliar yang berasal dari sertifikat pinjaman bernilai US$ 8 miliar di perusahaannya. Tim investigasi tak dapat menemukan 92% dari US$ 8 miliar aset bank tersebut.

Stanford lalu meringkuk di penjara selama tiga tahun terakhir sebelum akhirnya dinyatakan bersalah dan menerima vonis 110 tahun penjara pada 2012. Tentu saja, Stanford tak akan pernah menghirup udara segar lagi. Stanford bersalah atas 13 dari 14 kasus yang dituduhkan kepadanya, antara lain penipuan, konspirasi, dan pencucian uang. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Seorang wanita bernama Hortencia Balcanzar (26) ditembak oleh suaminya saat sedang menyusui anaknya.

Akibatnya, ibu dari empat anak itu tewas.

Hortencia dilaporkan memiliki empat anak berusia sembilan bulan, 2 tahun, 4 tahun, dan 8 tahun.

Tribun-Video.com melansir dailymail.co.uk, Jumat, 27 Juli 2018 peristiwa itu terjadi di Veracruz, Meksiko pada 19 Juli 2018.

Pelaku, Gabriel Hernandez Reyes (26) nekat menembak korban karena mengangggap korban lama dalam bersiap-siap untuk pergi keluar.

Menurut Blog Expediente, pelaku telah menghamili wanita lain di kota tersebut sehingga membuat korban depresi.

Orang-orang dekat korban mengatakan, Hernandez sering memukuli korban dan mengancam korban menggunakan pistol.

Ayah korban, Anselmo Balcanzar mempertanyakan peran mertua putrinya yang tidak berbuat apapun melihat penganiayaan itu.

“Suaminya akan membawanya kembali ke rumah orangtuanya, tetapi mereka memberinya kehidupan yang buruk,” kata Anselmo.

Menurut Anselmo, mertuanya putrinya pernah berjanji tak akan membiarkan Hortencia dianiaya, tetapi nyatanya mereka tidak pernah melakukan apapun.

Peristiwa itu telah membuat banyak orang terkejut.

Bayi yang sedang disusui korban saat insiden itu tidak terluka.

Warga yang mendengar suara tembakan memanggil polisi, tetapi pelaku melarikan diri.

Sementara ibu korban, Francisca masih terpukul kerena insiden tersebut.

Dia sangat sedih bahkan merasa tidak berguna karena tidak dapat menyelamatkan putrinya.

“Saya tidak bisa membelanya karena saya tidak melihat apakah dia membawa pistol,” katanya. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bangkok – Seorang pria di Thailand terbakar cemburu setelah istrinya dilecehkan pria lain yang sedang mabuk. Dia marah dan memotong organ kemaluan pria “kurang ajar” yang sebenarnya rekan kerjanya sendiri.

Organ pribadi korban yang sudah terputus dilemparkan ke luar rumah sebagai makanan untuk kawanan anjing.

Insiden berdarah ini tak terduga, karena pelaku dan korban beserta seorang pria lain yang satu pekerjaan sedang berkumpul untuk bersenang-senang di rumah pelaku di Ratchaburi pada 24 Juli 2018.

Korban diketahui bernama Suwit Tipjantha. Sedangkan pelaku bernama Permsak Petprasert.

Saat pesta berlangsung, Permsak dan pria ketiga pergi untuk membeli lebih banyak minuman beralkohol. Istri Permsak, Tin, sedang tidur di kamarnya saat Suwit ditinggal pergi untuk membeli minuman.

Suwit kemudian mendekati Tin dan mulai membelai lengan wanita yang sedang tidur tersebut. Hal itu membuat Tin bangun dan berlari keluar sambil berteriak ketika suaminya pulang.

Teriakan dan aduan sang istri membuat Permsak marah dan memukul Suwit dengan palu hingga pingsan. Dia lantas memotong kemaluan korban dan melempar potongan organ pribadi itu ke kawanan anjing sebagai makanan.

Permsak lantas meminta tetangganya untuk membawa korban ke rumah sakit setempat. Korban terbangun keesokan harinya dengan kondisi luka parah.

“Saya akan melakukan ini lagi untuk melindungi istri saya. Ini salah dia (korban) karena mencoba merayunya,” kata Permsak.

Menurut pihak berwenang, seperti dikutip Bangkok Post, Kamis, 26 Juli 2018 Permsak akan didakwa dengan tuduhan melakukan serangan fisik dan menghadapi ancaman penjara hingga 10 tahun. (***)

sumber: sindonews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Dokter Andirahman Omar Hassan dari rumah sakit Hanano di Dhusamareb, Somalia tengah mengatakan seorang anak perempuan berusia 10 tahun meninggal dunia akibat mengalami mutilasi genital pada perempuan (FGM) atau khitan perempuan.

Dr Hassan dari tim tanggap yang berusaha menyelamatkan anak itu mengatakan kepada VOA anak itu meninggal dunia setelah menjalani khitan.

Korban dibawa ke rumah sakit itu pada17 Juli. Orang tuanya menjelaskan khitan itu dilakukan dua hari sebelumnya di Desa Olol, 40 kilometer utara Kota Dhusamareb.

Ia dibawa petang hari dan setelah mengetahui kondisinya segera dibawa ke ruang gawat darurat, tetapi kemudian meninggal dunia akibat banyak kehilangan darah, kata Dr Hassan kepada VOA.

Menurut Hassan, anak perempuan itu terkena infeksi tetanus akibat penggunaan alat khitan yang tidak steril.

Organisasi Kesehatan Sedunia (WHO) menjelaskan mutilasi genital pada perempuan dapat mengakibatkan pendarahan, infeksi, gangguan buang air kecil dan komplikasi kehamilan.

Ayah anak itu, Dahir Nur, mengatakan ia berduka namun menerima putrinya meninggal karena khitan dan ia percaya putrinya itu “diambil oleh Tuhan”. Meskipun kehilangan putrinya ia membela kebiasaan itu.

“Orang di daerah itu menerima kebiasaan tersebut begitu pula ibunya. Kami sudah melihat akibatnya, tetapi itu budaya di negeri kami” katanya. Nur menambahkan, tidak ada pihak yang dia minta bertanggung jawab atas kematian putrinya itu.

Berita tentang khitan yang mematikan tersiar pada saat para aktivis di Somalia dan mitra internasional sedang bertemu dalam sebuah konferensi di Mogadishu untuk membicarakan cara menggencarkan kampanye menentang mutilasi genital pada perempuan.

Aktivis anti khitan perempuan di Somalia, Ifrah Ahmed, mengimbau pemuka agama agar berbuat lebih banyak untuk meyakinkan masyarakat mengakhiri kebiasaan tersebut.

“Para pemuka agama dapat memberitahu masyarakat tentang apa yang dikatakan agama mengenai mutilasi genital pada perempuan bahwa itu tidak ada kaitannya dengan agama, itu budaya” kata Ifrah Ahmed.

Menurut WHO, Somalia berada di peringkat teratas di antara tiga negara di dunia yang masih melakukan mutilasi genital atau FGM (female genitalia mutilation). (***)

sumber: Voaindonesia.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, BERLIN – Aksi heroik ditunjukkan oleh seorang nenek berusia 103 tahun di Berlin, Jerman. Menggunakan tongkat, ia berhasil mengusir kawanan pencuri yang hendak “membersihkan” apartemennya.

Peristiwa ini bermula saat dua orang asing membunyikan bel pintu flat milik perempuan renta itu pada Kamis sore. Ketika ia membuka pintu, kedua orang asing itu memaksa masuk.

Beralasan meminta tandatangan untuk beberapa dokumen, dua orang asing berjenis kelamin perempuan itu menggiring sang nenek ke dapur dengan sengaja membiarkan pintu rumahnya terbuka. Hal ini memudahkan rekan mereka yang lain, seorang laki-laki yang sedang menunggu di tangga, untuk masuk ke dalam flat.

Polisi percaya, laki-laki itu bermaksud mengambil barang-barang berharga pemilik rumah. Sementara antek-anteknya mencoba mengalihkan perhatian sang pemilik rumah.

Namun tampaknya mereka berurusan dengan orang yang salah. Nenek berusia 103 tahun itu sangat sigap dan tidak mudah dibodohi. Ia menolak untuk menandatangani apapun dan mengambil tongkatnya untuk mengusir kawanan pencuri yang tidak beruntung itu. Ia berhasil memukul mundur kedua perempuan asing tersebut bersama teman laki-laki mereka yang belum sempat masuk ke dalam rumah.

Perempuan berumur satu abad itu tidak terluka.

“Penipu sering pura-pura mendapatkan tanda tangan untuk paket atau resor untuk trik lain untuk mengalihkan perhatian korban mereka, biasanya orang tua, sehingga seorang kaki tangan bisa berlarian ke apartemen untuk mengumpulkan barang-barang berharga,” kata juru bicara polisi seperti dikutip Sputnik dari media lokal, Minggu, 22 jULI 2018

Pada tahun 2017, seorang pensiunan menggunakan payung menyerang sekelompok perampok bersenjata yang menggunakan kapak dan palu karena menghancurkan pintu toko perhiasan lokal.

Para penjahat berhasil melarikan diri.

sumber: sindonews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Nairobi – Seorang Ratu Kecantikan di Kenya divonis mati atas kasus pembunuhan. Ruth Kamande yang memegang gelar ‘ratu kecantikan penjara’ ini dinyatakan bersalah menikam kekasihnya sebanyak 25 kali hingga tewas.

Seperti dilansir AFP, Sabtu, 21 Juli 2018, Kamande (24) memenangkan gelar Ratu Kecantikan Penjara saat ada dalam tahanan setempat ketika menunggu proses persidangannya berjalan. Dia didakwa membunuh kekasihnya, Farid Mohammed (24), tahun 2015 lalu.

Kamande dinyatakan bersalah atas dakwaan pembunuhan pada Mei lalu. Sidang putusan untuk Kamande digelar pada pekan ini. Hakim Pengadilan Tinggi Kenya, Jessie Lesiit, menjatuhkan vonis mati untuk Kamande.

“Saya ingin orang-orang muda mengetahui bahwa bukan hal yang keren untuk membunuh pacar kalian meskipun kalian merasa kecewa atau frustrasi jangan lakukan itu,” tegas hakim Lesiit. “Sebaliknya, hal yang keren untuk pergi menjauh dan kemudian memaafkan,” imbuhnya.

Dalam putusannya, hakim Lesiit menuding Kamande memiliki perilaku ‘manipulatif’ termasuk memeriksa telepon genggam korban dan tidak menunjukkan penyesalan atas perbuatannya.

“Saya pikir menjatuhkan vonis lainnya selain yang telah ditentukan akan menjadikan terdakwa sebagai pahlawan” sebutnya.

Vonis mati ini diprotes oleh kelompok HAM, Amnesty International, yang menyebutnya ‘kejam, tidak manusiawi dan kuno’. Namun keluarga korban menilai vonis mati merupakan hukuman yang pantas.

“Kami senang bahwa hari ini telah datang dan orang tuanya, saudara perempuannya sebenarnya ada di pengadilan saat vonis dijatuhkan. Dia (Farid-red) baru saja memulai pekerjaannya ketika nyawanya direnggut,” ucap bibi korban, Emmah Wanjiku, kepada wartawan.

Pengacara Kamande, Joyner Okonjo, menyatakan kliennya akan mengajukan banding atas vonis mati itu. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Shenyang – Sebuah kejadian unik baru terjadi di Shenyang, China. Puluhan ribu ikan yang tadinya dilepas di danau untuk ritual keagamaan, malah ditangkap untuk dimakan.

Dikutip dari Shanghaiist, baru-baru ini sekitar 10.000 ikan dilepas di danau Dingxiang, Shenyang untuk ritual keagamaan bernama fangsheng. Secara harfiah, fangsheng berarti ‘melepas kehidupan’ dimana penganut Budha coba menyelamatkan ikan-ikan tersebut dari pasar lalu melepasnya kembali ke habitatnya.

Ritual ini juga bertujuan sebagai cara untuk mendapat kebaikan. Namun ternyata fangsheng malah disalahartikan oleh sekelompok orang yang tidak bertanggung jawab.

Mereka malah menunggu di sekitar danau untuk menangkap ikan-ikan yang dilepas dalam ritual fangsheng. Ikan tersebut sengaja diambil untuk dimakan. Dalam sebuah video yang beredar di media sosial China, nampak dua pihak berdebat.

Penangkap ikan terlihat tak menghiraukan keluhan penganut Budha yang meminta mereka berhenti mengambili ikan. Sebenarnya ini bukan kali pertama orang-orang memanfaatkan momen fangsheng.

Mereka berlomba-lomba mendapatkan keuntungan tanpa mempedulikan niat baik orang yang melakukan ritual keagamaan itu. Meski begitu, melepaskan ikan dalam jumlah sangat banyak ke air ternyata menimbulkan masalah tambahan.

Tahun 2013, sekitar 250 kg ikan mati terdampar di Shanghai. Pejabat terkait mengabarkan hal ini terkait jumlah pelepasan ikan yang terlalu banyak. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Seoul – Pengakuan mengejutkan disampaikan eks petenis Korsel, Kim Eun-hee. Dia membeberkan pemerkosaan berulang yang dilakukan pelatih tenisnya saat berumur 10 tahun.

Pengakuan mengejutkan disampaikan seorang mantan petenis Korea Selatan (Korsel), Kim Eun-hee. Untuk pertama kalinya, perempuan itu berbicara kepada media internasional dan membeberkan pemerkosaan dan pemukulan yang dilakukan pelatihnya selama dua tahun.

Kim membeberkan bahwa pelatih tenis pertama kali memperkosa dirinya saat berumur 10 tahun di kamp pelatihan tenis yang diikutinya. Pemerkosaan itu terus berulang selama dua tahun.

Butuh waktu bertahun-tahun bagi Kim untuk menyadari bahwa apa yang dilakukan pelatih tenis padanya adalah pemerkosaan.

Kim yang kini berumur 27 tahhun, akhirnya melaporkan perbuatan pelatihnya itu ke polisi setelah melihat kembali pria itu di sebuah turnamen, dua tahun lalu.

“Saya ngeri melihat pemerkosa saya terus melatih para pemain tenis muda selama lebih dari satu dekade seolah-olah tidak ada yang terjadi,” tutur Kim saat diwawancarai kantor berita AFP. “Saya berpikir, ‘Saya tidak akan memberinya kesempatan untuk menyalahgunakan anak-anak perempuan lagi,” imbuhnya.

Ini pertama kalinya Kim berbicara kepada media internasional dan membeberkan bagaimana para atlet perempuan di Korsel diam-diam mengalami pelecehan seks oleh pelatih mereka.

Kim yang telah berhenti menjadi petenis dan kini menjadi pelatih tenis anak-anak, merasa senang karena pengadilan telah menjatuhkan hukuman penjara 10 tahun pada pemerkosanya. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, North Carolina – Seorang suami di North Carolina, Amerika Serikat, coba membunuh istrinya sendiri lewat makanan. Dia meracuni makanan istrinya dengan racun semut.

Eugene Pittman meracuni makanan istrinya pada 12 Mei 2018 lalu. Hanya saja dia baru ditangkap Kepolisian Cumberland County pada Senin, 16 Juli 2018 kemarin.

Polisi menjelaskan, kala itu istri Eugene, Carmen Jackson-Pittman, merasa rasa makanannya terasa tak biasa. Namun kala itu Carmen malah berkelakar soal kemungkinan makanannya diracun oleh suaminya sendiri.

Carmen kemudian tertidur. Saat terbangun, dia mendapati suaminya akan mencekiknya. Carmen berhasil melawan dan menelepon Polisi.

Surat perintah penangkapan menyatakan Eugene telah memasukan racun semut Terro ke makanan istrinya. Bahan utama racun tersebut adalah boraks.

Sebuah organisasi tentang pestisida menyatakan racun tersebut dapat berefek samping ketidaksadaran, gagal ginjal, dan gangguan pernafasan. Kini Eugene harus meringkuk di penjara untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Penumpang pesawat Air China harus mengalami ketakutan saat pesawat mereka jatuh ke 10.000 kaki.

Pesawat anjlok karena seorang kopilot menghisap rokok elektrik.

Pesawat ini anjlok pada Selasa, 10 Juli 2018.

Hal dramatis pun terjadi saat kadar oksigen di kabin menurun.

Namun, pesawat ini mampu naik kembali dan melanjutkan penerbangan.

Seperti dikutip dari Mirror.co.uk, Ahad, 15 Juli 2018, penurunan kadar oksigen dikaitkan dengan ulah kopilot yang nge-vape di pesawat.

Padahal, peraturan penerbangan China melarang penumpang menggunakan e-rokok pada penerbangan sejak 2006.

Hal ini bisa mengakibatkan asap menyebar ke kabin penumpang.

Untuk ‘mengatasi’ hal ini, kopilot mencoba menyalakan kipas angin agar asap rokok tak sampai kabin.

Sebuah foto yang diunggah seorang netizen ke situs mikroblog Weibo memperlihatkan masker-masker oksigen yang bergelantungan di dalam kabin penumpang pesawat Boeing milik maskapai Air China yang terbang dari Hongkong menuju Dalian, Selasa, 10 Juli 2018 malam.

Namun ia justru mematikan unit pendingin udara.

Saat awak kabin lain menyadari, maka mereka segera menyalakan AC.

Penerbangan Sipil China (CAAC) mengatakan, penyelidikan atas insiden itu sedang berlangsung dan sedang menganalisa perekam data penerbangan pesawat.

Sebelumnya warganet di China mencurigai pilot menyalakan rokok saat penerbangan. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Istambul – Sebuah kafe di Istanbul, Turki, mengunggah sebuah video di media sosial yang memperlihatkan seekor singa berlari di kandang kaca yang sempit.

Mevzoo, sebuah kafe binatang yang berlokasi di distrik Beykoz, mengunggah singa berusia satu tahun bernama Khaleesi mengejar gadis kecil.

Hal tersbebut menuai kecaman, lantaran dianggap telah melakukan penyiksaan terhadap binatang.

Video itu dikecam karena menunjukkan Khaleesi berlari di kandang dengan lebar kurang dari satu meter sebagai hiburan bagi pengunjung.

Dilansir Oddity Central, kecaman makin keras dilontarkan setelah Mevzoo diketahui memiliki burung beo dan burung langka lainnya, buaya, hingga kuda.

Si pemilik, Cengiz Siklaroglu, mengaku dia memiliki dokumen yang dibutuhkan untuk menyimpan hewan langka tersebut.

Harian lokal Cumhuryiet melaporkan, Mevzoo terdaftar sebagai Kebun Binatang Kelas B dan Pusat Rehabilitas Binatang oleh Kementerian Kehutanan dan Perairan. Siklaroglu mengatakan, dia hanya mengambil hewan yang dianggap tidak bisa dipelihara oleh kebun binatang lokal.

Dia mengeluarkan uang banyak untuk memastikan binatang berada dalam kondisi layak. Antara lain menjamin pengobatan dan pakannya. Selain itu, kandang mereka juga melebihi standar yang direkomendasikan Asosiasi Kebun Binatang dan Akuarium Dunia.

“Mereka yang berteriak-teriak soal penyiksaan itu tidak tahu fakta yang sebenarnya,” keluh Siklaroglu.

Dia menyebut para pengkritik tidak tahu betapa susahnya mendapat izin untuk memelihara hewan tersebut, dan memenuhi segala peraturan yang berlaku.

Setelah video itu beredar dan petisi dimulai di change.org, Kementerian Kehutanan langsung menggelar penyelidikan. (***)

sumber: kompas.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, New Delhi – Obsesi warga India untuk selfie dan eksis di media sosial telah mencapai titik terendah. Ini dipicu oleh aksi seorang pria yang malah asyik mengambil foto selfie dan memvideokan tiga korban kecelakaan yang tengah sekarat alih-alih membantunya.

Polisi India mengutuk aksi tersebut. Tidak hanya pria yang mengambil foto selfie, tetapi juga warga yang hanya menyaksikan dan turut mengabadikan kejadian tersebut tanpa memberikan bantuan.

Ketiga pria nahas itu diketahui terluka parah setelah sepeda mereka ditabrak oleh bus sekolah di negara bagian Rajasthan di utara India.

Foto-foto yang beredar di media sosial dan pers India menunjukkan warga sekitar sibuk mengambil foto selfie saat para korban yang terluka tergeletak, bersimbah penuh darah di jalan. Ketiga pria itu semua buruh di sebuah pabrik beton.

Sebuah video yang diunggah ke media sosial menunjukkan belasan pria berdiri berdiri melingkar menonton para korban yang menggeliat kesakitan dan memohon bantuan. Para korban itu akhirnya meninggal karena kehabisan darah.

Salah seorang korban tewas seketika dalam kecelakaan itu. Sementara dua lainnya sekarat selama setengah jam sebelum akhirnya meninggal.

Polisi setempat mengatakan tidak ada seorang pun berusaha memberikan pertolongan pertama atau membawa para korban ke rumah sakit seperti dikutip dari ABC.net.au, Kamis, 12 Juli 2018.

Warga India ramai-ramai mengutuk insiden tersebut di Twitter, mengatakan hukum harus dijatuhkan untuk menghukum para saksi yang tidak membantu korban yang terluka.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam International Journal of Mental Health and Addiction awal tahun ini melaporkan bahwa India juga menempati peringkat nomor satu di dunia dalam hal jumlah kecelakaan yang berhubungan dengan selfie. (***)

sumber: sindonews.com