Advertisements

KEPRI

gubernur kepri

KEPRI

Selasa | 20 November 2018 | 18:27

Kepri Galakkan Turisme, Produk Halal Jadi Pendukung

MEDIAKEPRI.CO.ID, Singapura – Potensi pasar produk halal sangat besar. Kepri siap menjadi pusatnya. Terlebih Kepri sedang menggalakkam turisme, yang produk halal menjadi salah satu dukungannya

Demikian disampaikan Gubernur H Nurdin Basirun saat menjadi pembicara dalam Konvensi ke-19 Dunia Melayu Dunia Islam, di Max Atria Singapore Expo, Singapura, Sabtu, 17 November 2018.

BERITA LAINNYA

Gedung DPRD Disulap di Hari Jadi Kabupaten Lingga Ke-15

Warga Karimun Jangan Sungkan Laporkan Pelanggaran

I Gusti Ngurah Rai Meninggal Dunia Usia 29 Tahun

Ia menegaskan Kepri sebagai menjadi pusat untuk industri halal di kawasan serumpun. Posisi yang strategis, dukungan regulasi pemerintah, dan ketersediaan kawasan industri memungkinkan industri ini berpusat di Kepri.

Nurdin menjadi salah satu pemateri bersama sejumlah perwakilan dari berbagai negara, seperti Turki, Malaysia, Kamboja. Nurdin membawa kerja kerja berjudul Menjawab Tantangan Global di Sektor Halal. Konvensi ini mengusung tema Ke Arah Memperkasakan Kerjasama Sosial, Ekonomi dan Budaya.

Dari Kepri hadir Wakil Gubernur H Isdianto yang pada kesempatan itu menerima Anugerah Kepemimpinan Adat dan Budaya dari DMDI. Hadir juga Wakapolda Kepri Brigjen Pol Yan Fitri Halimansyah, Ketua LAM Kepri H Abdul Razak, Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Umrah Dr Abdul Malik dan senumlah pemgurus LAM Kepri.

BACA JUGA

Polisi SP3 Dugaan Gratifikasi Komisioner Bawaslu Kepri

Nurdin: Kita Harus Bekerja Cepat untuk Rakyat

Agar Perekonomian Kepri Kembali Tajam

Dianugerahi Santri of the Year, Ini Kata Gubernur Kepri

Ini Bentuk Bantuan dari Kepri untuk Palu

Konvensi ini juga dihadiri Duta Besar Uni Emirat Arab untuk Singapura Dr Muhamed Omar Abdullah Balfaqeeh. Hadir juga perwakilan dari berbagai negara, antara lain dari Malaysia, Indonesia, Brunei, Singapura, China, Australia, Thailand, Arab Saudi, Bangladesh, Mauritius, New Zealand, Kanada, United Kingdom, Netherland, Maldives, Bosnia Herzegovina, Afrika Selatan, Madagaskar, Mesir, dan Timor Leste.

Presiden DMDI Tan Sri Dr H Muhammad Ali Bin Mohd Rustam mengatakan industri halal akan membawa sektor ekonomi dan wisata menjadi semakin baik. Ditambah lagi wisatawan dari kawasan Arab semakin banyak ke kawasan ini. (humas)

Sekdaprov Kepri

KEPRI

Jumat | 16 November 2018 | 17:29

Sekdaprov Minta Segerakan Penyerapan Anggaran

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tanjungpinang – Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan H. TS. Arif Fadillah mengatakan memasuki penghujung tahun 2018 agar setiap OPD baik Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau maupun Pemerintah Kabupaten/ Kota agar menyegerakan realisasi penyerapan anggaran dan realisasi fisik karena waktunya tidak lama lagi.

“Waktu kita tinggal 1,5 bulan dengan efektif kurang lebih 25 hari kerja. Keterbatasan waktu ini memaksa kita agar lebih maksimal lagi dalam hal penyerapan anggaran dan penyelesaian proyek fisik,” ujar Arif saat membuka Rapat Koordinasi Pengendalian Pembangunan Se-Provinsi Kepulauan Riau di Ruang Rapat Lantai IV, kantor Gubernur Kepri, Dompak, Tanjungpinang, Kamis, 15 November 2018.

BACA: Kapolda Kepri Ajak Kobarkan Semangat Pahlawan Didada

BACA: Kepri Bebas Sampah, Gabriel Ingin Jadi Insprirasi

BACA: Dianugerahi Santri of the Year, Ini Kata Gubernur Kepri

Turut hadir pada kesempatan ini Kepala Biro Pembengunan Provinsi Kepri, Kepala Biro Administrasi Layanan Pengadaan Provinsi Kepri serta Pejabat penghubung TEPRA dari Kabupaten/Kota Se-Provinsi Kepri.

Arif menyampaikan bahwa sudah merupakan kewenangan dari Pemerintah Provinsi Kepri mengumpulkan Pemerintahan Kabupaten/Kota untuk melakukan evaluasi penyelengaraan pemerintahan secara bersama. Hal ini agar hambatan atau kendala bisa diatasi sehingga tujuan pembangunan bisa tercapai.

“Gubernur merupakan representasi perwakilan pusat di daerah, jadi sudah sudah merupakan keharusan bagi Pemerintah Provinsi mengumpulkan Pemerintah Kabupaten/Kota agar hadir untuk saling berkoordinasi dan melakukan evaluasi karena hasil laporan dan evaluasi yang telah dilakukan akan menjadi dasar laporan dari Gubernur kepada Presiden,” ujar Arif.

Lebih lanjut Arif berharap dengan waktu yang terbatas ini agar setiap OPD dimasing-masing Pemerintahan baik Kepri maupun Kabupaten/Kota untuk saling koordinasi dan bersinergi dalam hal penyelesain beberapa kegiatan yang saling berhubungan.

BACA: Prihatin, Polda Kepri dan PPHC Tekan Pengguna Narkoba

BACA: Polda Kepri Peduli Segera Kembalikan Senyuman Aditya Saputra

BACA: Kapolda Minta Orangtua Jaga Pergaulan Anak dari Pengaruh Buruk LGBT

“Ini adalah kesempatan bagi kita semua untuk saling bersinergi, dan bilamana ada kendala di lapangan bisa saling koordinasi agar segera diselesaikan,” harap Arif.

Untuk mempercepat proses realisasi penyerapan anggaran dan realisasi penyelesaian fisik Arif menyarankan agar masing-masing Tim Evaluasi dan Pengawasan Realisasi Anggaran menyurati setiap OPD yang terlambat dalam pelaporan kegiatan.

“Jadi kita harapkan, kita kerja lebih keras lagi untuk mengumpulkan data, meminta data, kalau memang lambat, kita jangan jemu, surati ke OPD terkait agar penyelesaian kegiatan bisa tepat waktu,” saran Arif.

Kepala Biro Pembangunan Provinsi Kepri Aries Fhariandi mengatakan sengaja mengundang Pejabat penghubung TEPRA dari Kabupaten/Kota Se-Provinsi Kepri dalam rangka melakukan evaluasi progress pelaksaan program dan kegiatan APBD Se-Provinsi Kepri, periode triwulan ketiga hingga Desember 2018.

“Ini adalah agenda penting yang harus kita lakukan karena melihat capaian progress APBD Kepri. Di sisa waktu yang sangat sempit ini, kita harus bekerja keras untuk menyelesaikannya,” ujar Aries. Untuk kedepannya Aries mengusulkan agar kegiatan realisasi anggaran dan realisasi fisik bisa dilakukan lebih awal, yaitu pada awal tahun sehingga tidak menumpuk kegiatan pada akhir tahun yang tentunya akan menyulitkan Pemerintah Daerah.

“APBD 2019 Se-Provinsi Kepri, mudah-mudahan bisa ketuk palu pada 30 November 2018, jika dapat teralisasi maka pada Desember pelelangan bisa dilakukan sehingga pada wal tahun kegiatan sudah berjalan. Dengan scenario seperti ini diharapkan kegiatan tidak lagi menumpuk pada akhir tahun,” harapnya. (humaskepri)

BACA: Danrem 033/WP Brigjen TNI Gabriel Lema Pimpin Ziarah Rombongan Peringatan HUT TNI KE-73 TA 2018

BACA: TNI AD dan PP Bersama Masyarakat Nobar Film G30S/PKI di Gedung Daerah

BACA: Brigjen TNI Gabriel Lema, S.SOS Menjadi Nara Sumber di Universitas Putra Batam

BACA: Kegiatan Ramadhan Hingga Lebaran Berjalan Lancar, Gubernur Apresiasi Polda Kepri dan Jajaran TNI

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tanjungpinang – Kapolda Kepri Irjen Pol Andap Budhi Revianto Sik melaksanakan silatulrahmi kamtibmas dengan Pengurus Daerah Provinsi Kepri dan Pengurus Cabang Kabupaten/Kota Persatuan Umat Budha Indonesia (Permabudhi) di Gedung Daerah Provinsi Kepri, Senin, 12 November 2018.

Kegiatan dihadiri Dirjen Bimas Budha Kemenag Caliadi SH MH, Gubernur Kepri Drs. H. Nurdin Basirun S.Sos, Staf Ahli Menag IJP (Purn) Budi Setiawan, Ketua Umum Permabudhi Arif Harsono, PJU Polda Kepri, Ketua Permabudhi Prov Kepri Hengki Suryawan, dan Ketua Permabudhi Kabupaten/Kota beserta Pengurus Permabudhi se Prov Kepri.

Pada acara silaturahmi, Kapolda Kepri menyampaikan enam poin penting. Adapun keenam poin tersebut yakni kegiatan ini sebagai bentuk silaturahmi antara Polda Kepri dan jajaran bersama Pengurus Permabudhi Prov Kepri dan Kab/Kota se Prov Kepri. 

Saat ini, tambahnya, kita akan menghadapi Pemilu 2019 dan sudah masuk dalam tahapan kampanye. Untuk kesiapaan dalam menghadapi Pemilu 2019, Polda Kepri sangat membutuhkan kerjasama yang baik kepada semua stake holder.

Dalam Kepolisian modern, katanya, Polda Kepri harus mampu wujudkan 3P (Proaktif, Partnership dan Problem solving). Lalu, ditengah situasi Pemilu, hindari politik identitas (Suku, Agama, Ras dan antar Golongan), bersama-sama wujudkan Pemilu Aman, Damai dan Sejuk, dengan tidak terprovokasi, mudah di adu domba

Selanjutnya, ingat tiga  prinsip sederhana umat Budha, yaitu hindarkan kejahatan, lakukan kebaikan dan sucikan pikiran. Dan terakhir, jaga kondusivitas dan marwah Kepulauan Riau, negeri segantang lada, bunda tanah melayu. (humas)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Karimun – Seperti kata pepatah, ‘Sekali Dayung, Dua Tiga Pulau Terlewati’. Inilah yang dilakukan Gubernur Kepri, Nurdin Basirun dalam melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Karimun, Senin, 5 November 2018 petang.

Dalam kungker tersebut, Nurdin didampingi Wakil Bupati Karimun Anwar Hasyim, Asisten I Raja Ariza, Kepala Dinas Perdagangan Burhanuddin, Kepala Dinas Pendidikan M Dali, Kepala Dinas Kepemudaan Maifrizon dan Kabiro Humprohub Nilwan.

Gubernur menegaskan bahwa segala pembangunan terutama yang bersifat strategis dan langsung mengarah kepada kebutuhan masyarakat harus dibangun dengan semaksimal mungkin.

“Harus berjangka panjang dan menjadi bermacam-macam fungsi. Yang penting apa yang dibutuhkan masyarakat terkait kebutuhan pasar terjawab dengan pembangunan ini,” ujar Nurdin saat melakukan peninjauan ke pasar Rakyat Tebing.

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Gubernur H Nurdin Basirun terus berkoordinasi dengan sejumlah Menteri guna mempercepat pembangunan di Kepri. Di antara yang dikoordinasinya adalah sejumlah proyek strategis yang terus menampakkan progres kemajuan. Serta ground breaking pembangunan Jembatan Batam Bintan (Babin).

“Inilah kebiasaan saya, harus memaksimalkan waktu ketika berada di Jakarta. Banyak sekali yang kita koordinasikan. Kita harus bekerja cepat untuk rakyat,” kata Nurdin di Sekretariat Negara, Jakarta, Selasa, 30 Oktober 2018.

Nurdin ke Jakarta memang menemui sejumlah Menteri. Setelah menerima anugerah Santri of The Year 2018, Nurdin yang ditemani Sekdaprov H TS Arif Fadillah mwlakukan roadshow ke sejumlah menteri.

Menteri pertama yang ditemui Nurdin adalah Siti Nurbaya. Kepada Menteri Kehutanan, Nurdin memgkoordinasikan permasalahan hutan di Pulau Asam. Karena pulau ini terus dalam progres menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

“Bu Menteri bilang prosesnya bergerak semakin maju. Kita berharap segera tuntas,” kata Nurdin. Apalagi Tim KEK sudah siap untuk alih fungsi hutannya.

Saat menemui Menko Perekonomian Darmin Nasution, Nurdin juga mengkomunikasikan perkembangan sejumlah usulan KEK di Kepri. Di antaranya Rempang Galang, juga beberapa pulau yang dikelola menjadi daerah wisata.

Tim Menko Ekuin, kata Nurdin minta segera disiapkan persyaratannya. Sehingga potensi pulau-pulau itu semakin bermanfaat untuk menggerakkan ekonomi Kepri.

Nurdin juga menyampaikan undangan masyarakat Kepri untuk Presiden Joko Widodo. Jokowi diundangan ke Tanjungpinang untuk sejumlah kegiatan, di antaranya peresmian sejumlah proyek, KEK, serta groun breaking Jembatan Batam Bintan.

Menurut Nurdin, proyek yang akan diresmikan itu sudah selesai dan beberapa di antaranya sudsh dikelola. Pihaknya juga berharap regulasi untuk kawasan pulau-pulau wisata yang kini semakin gencar dilirik investor.

Untuk mengundang Presiden Jokowi, Nurdin langsung mengantar surat di Sekretaris Negara. Untuk Jembatan Batam Bintan, Kementerian PUPR sudah sepakat untuk membangunnya. Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat di Batam oekan lalu sudah menegaskan hal itu.

“Kita sudah sepakati mau kita bangun,” kata Basuki waktu itu.

Menurut Nurdin, kalau soal pembangunan infrastruktur, Presiden memang memberi perhatian serius. Nurdin menyebutkan Jokowi juga sudah mmberi restu soal jembatan ini.

“Alangkah eloknya infrastruktur yang besar ini kita minta Pak Presiden untuk melauncingnya,” kata Nurdin.

Dalam pada itu, Sekdprov H TS Arif Fadillah menyebutkan, dia bersama Asisten Ekonomi Pembangunan Syamsul Bahrum sudan menyiapkan dokumen dan data pendukung dalam pertemuan Gubernur dengan Menteri. Termasuk surat undangan untuk Presiden Jokowi.

“Kita menyusun beberapa program kegiatan yang akan diresmikan Bapak Presiden,” kata Arif.

Arif menyebutkan kegiatan-kegiatan ini sudah memberi multiplier effect untuk masyarakat. Ada juga yang sudah mulai menyerap tenaga kerja.

“Semoga hasil usaha dalam perjalanan hari ini, yang dilakukan Pak Gubernur, diridhoi Allah dan ditindaklanjuti oleh pimpinan kita yang di pusat,” kata Arif. (humaskepri)

Turun Pakai Boat Pacung, Nurdin Tinjau Sejumlah Pulau

MEDIAKEPRI.CO.ID, Kepri – Gubernur H Nurdin Basirun Optimis Peningkatan Kepariwisataan di Kepri dengan memanfaatkan pulau-pulau yang strategis untuk dijadikan destinasi wisata baru dapat turut meningkatkan kemajuan daerah dari semua sisi.

“Pendapatan daerah, kunjungan wisman, pemanfaatan sdm, peningkatan perekonomian semua dapat tercapai jika kita mampu mengelola potensi yang ada, intinya bermuara para peningkatan kesejahteraan,” ujar Nurdin saat melakukan peninjauan ke sejumlah Pulau-Pulau dikawasan Kota Batam, Kamis, 25 Oktober 2018 petang.

Banyaknya Pulau di Kepri yang masih belum terjamah, namun memiliki potensi untuk berkembang menjadi primadona baru menurut Nurdin harus dimanfaatkan dengan maksimal, jeli melihat peluang serta mampu membangun relasi yang baik dengan pihak ketiga namun mekanisme yang dilakukan harus sejalan dan searah dengan aturan yang berlaku.

“Apalagi daerah Kepulauan yang ditonjolkan adalah sisi pariwisata laut dan pantai serta sarana penunjang di Pulau,” lanjut Nurdin.

Nurdin meninjau langsung Pulau Meretup Dalam yang berada dikawasan Kota Batam bersama sang Pemilik Pulau yang juga salah satu Pengusaha yakni Iskandar, meskipun kapal tidak bisa menepi, Nurdin menggunakan Boat Pacung untuk dapat langsung meninjau, Nurdin pun ikut memberikan sejumlah saran terkait model dari penggunaan pulau yang direncanakan akan dibangun resort kedepan.

Ada yang unik dari pulau seluas 6 Hektar ini, karna jika dilihat dari atas maka pulau tersebut tepat berbentuk hati, ini bisa menjadi pembeda dari pulau wisata lainnya, itu dibuktikan saat Nurdin melihat secara langsung dengan menggunakan virtual drone.

“Kita berencana menjadikan resort bertema honeymoon island nanti,” singkat Iskandar.

Iskandar melanjutkan bahwa saat ini belum memiliki kendala berarti, tinggal pemantapan desain serta menyelesaikan tahap perizinan.

Bukan hanya Pulau Hati yang ditinjau Nurdin, Pulau lain seperti Pulau Baladas Pulau Ceklim, Pulau Patah, Pulau Pandan dan beberapa Pulau lainnya juga ikut menjadi perhatian Nurdin, meskipun tidak bisa mendarat Nurdin meninjau menggunakan virtual drone.

“Sekarang kita ambil gambar dari udara dulu, nanti di lain kesempatan segera akan kita tinjau langsung, agar realisasi menjadi kawasan pariwisata cepat tercapai,” tutup Nurdin. (***)

sumber: humaskepri.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Belakangpadang – Wakil Gubernur H Isdianto membujuk salah seorang warga Kampung Melayu Belakangpadang untuk kembali bersekolah.

Maisyah, nama warga itu mengaku putus sekolah sejak beberapa bulan ini meski sudah duduk di kelas 9 SLTP Negeri 2 Belakangpadang.

“Kembali sekolah lagi ya Nak. Besok pagi langsung ke sekolahnya ya,” bujuk Isdianto saat bertemu Maisyah di Puskesman Belakangpadang, Rabu, 24 Oktober 2018 siang.

Isdianto ke Belakangpadang melakukan kunjungan kerja ke sejumlah lokasi. Saat ke UPT Puskesmas Belakangpadanglah, Isdianto bertemu Maisyah.

Saat masuk, Isdianto bersalaman dengan sejumlah pasien. Dia bertanya kabar, perawatan apa yang dijalani, juga tentang pelayanan puskesmas. Isdianto juga masuk mengecek ketika seorang pasien sedang melakukan pemeriksaan mata.

Saat keluar dari ruang inilah, Isdianto disapa seorang pasien yang menyebutnya, dia mirip almarhum H Muhammad Sani. Saat berbincang, seorang anak di samping pasien ditanya Isdianto soal persekolahannya.

Dari situ diketahui bahwa Maisyah, anak itu, sedang tidak bersekolah. Berbagai alasan dipaparkan mengapa Maisyah tidak lagi melanjutkan sekolahnya.

Isdianto pun membujuk, agar Maisyah kembali ke sekolah. Setelah perbincangan sekitar 10 menit itu, Maisyah mengangguk dan siap bersekolah.

Isdianto minta kepada Lurah Sekanak Raya Amir Kasim untuk mengantar Maisyah ke SMP Negeri 2, Kamis, 25 Oktober 2018 ini.

Lurah Amir berjanji akan mengantar Maisyah dan menemui kepala sekolah.

Menurut Isdianto, jika ada konsekuensi biaya, dia minta Pak Lurah menghubunginya.
“Pokonya Miasyah harus kembali bersekolah,” kata Isdianto. (***)

sumber: humaskepri.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Kepri – Gubernur H Nurdin Basirun mengajak para petani untuk terus semangat mengembangkan potensi pertanian yang ada di daerah. Apalagi keberadaan lahan dengan kontur tanah yang tepat, sarana dan fasilitas yang memadai maka akan menghasilkan produk terbaik.

“Tinggal bagaimana kemampuan kita untuk mengelola hasilnya menjadi berdaya guna dari semua sisi, apalagi dengan teknologi akan semakin memudahkan, yang nantinya upaya ini kembali akan mempertajam perekonomian Kepri,” ujar Nurdin di sela-sela perbincangannya bersama kelompok Tani dalam kunjungan kerjanya ke Tanjung Batu, Kundur, Kabupaten Karimun, Senin, 22 Oktober 2018.

Pemerintah Daerah, dikatakan Nurdin juga selalu mendukung dan berusaha untuk melakukan upaya-upaya untuk ikut meningkatkan kemajuan hasil produksi yang di kerjakan oleh para petani.

“Kita juga akan mencoba ke Kementrian untuk membantu dalam upaya perluasan lahan yang masih belum terbuka. Pemprov bersama Pemkab juga akan terus berkoordinasi melalui pihak terkait untuk kelancaran proses kegiatan bertani,” lanjut Nurdin.

Nurdin juga berujar, dirinya berkeinginan untuk melakukan semenisasi pada jalan masuk menuju lahan pertanian. Karena sepanjang 5 Km saat Nurdin masuk kedalam lokasi, jalanan tanah merah yang dilalui dalam keadaan yang tidak rata dan banyak lobang serta genangan air.

“InsyaAllah kedepan akan kita upayakan pengembangan jalan masuk agar mobilitas keluar masuk menjadi lebih lancar,” tambah Nurdin lagi.

Setibanya di Kundur, Gubernur beserta rombongan merapat di Pelabuhan Urung, Tanjung Berlian untuk kemudian menuju ke Masjid Besar Al Furqan, Kundur Utara untuk menunaikan shalat dzuhur.

Selanjutnya Gubernur menuju ke Desa Teluk Radang, Kecamatan Kundur Utara untuk melakukan penyerahan Alat dan Mesin Pertanian kepada Kelompok Tani Kabupaten Karimun yang dipusatkan di Kawasan Bioindustri padi di wilayah perbatasan, Gudang Rice Milling Unit (RMU), Gapoktan Mega Buana.

Secara simbolis Nurdin menyerahkan sebanyak 21 unit alat dan mesin tani kepada 16 Kelompok Tani/ Gapoktan yang tersebar di Kundur. Adapun rincian bantuan antara lain 10 unit Handtraktor, 9 unit Cultivator dan 11 unit Minitraktor. Selain itu Nurdin juga berkesempatan untuk berbincang bersama kelompok Tani juga meninjau Gudang Rice Milling Unit (RMU), Gapoktan Mega Buana.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Karimun Muhammad Aftan menyampaikan, bahwa kawasan pertanian sendiri seluas 278 Hektar yang mana saat ini sudah dibuka lahan seluas 100 Hektar dan dalam proses penanaman padi. Direncanakan untuk tahun kedepan akan dilakukan pembukaan lahan lagi seluas 128 Hektar untuk cetak sawah baru.

“Kita meminta arahan juga bantuan dari Pemerintah Provinsi agar rencana kami tahun depan terealisasi ,” kata Aftan.

Kemudian mewakili Kelompok Tani setempat Nasir menyampaikan ucapan terimakasih atas penyerahan alat tani yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Kepri.

“Alhamdulillah dengan diberikan nya sejumlah bantuan alat dan mesin tani ini semakin memudahkan dan mempercepat pekerjaan kami,” kata Nasir.

Hadir pada kesempatan tersebut Kepala Dinas Pertanian Ahmad Izhar, Kepala Dinas Kelautan Eddy Sofyan, Kepala Dinas Kepemudaan Maifrizon dan Kepala Biro Humprohub Nilwan. (***)

sumber: humaskepri.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Kepri – Gubernur Kepulauan Riau H Nurdin Basirun membuka pertemuan Akademik dan Forum Komunitas Bidang Ilmu Seminar Nasional di Auditorium Kampus Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), Istana Kota Piring, Pulau Dompak, Tanjungpinang, Selasa, 23 Oktober 2018.

Nurdin mengajak para akademisi dan mahasiswa dijajaran perguruan tinggi untuk dapat berperan aktif dalam mencapai salah satu tujuan Indonesia untuk kembali meraih kedaulatan di bidang kemaritiman.

“Tujuan itu harus dijawab dengan semangat mengambil peluang dan celah yang ada serta mampu menerjemahkan tantangan dengan baik dan tepat sasaran,” kata Nurdin.

Selain itu, menurut Nurdin menjaga Kedaulatan Kemaritiman bukanlah perkara yang mudah.

Keberadaan Indonesia diantara negara-negara lain yang salah satunya menjadi persilangan perdagangan dunia memiliki beragam dampak yang positif, tentu terdapat dampak negatif yang mengiringi.

“Daerah pesisir menjadi fokus kita untuk dijaga, serta masyarakat secara umum agar tidak mudah goyah dalam masuknya era modernisasi ini,” lanjut Nurdin.

Kedepan ditambahkan Nurdin, selain dari segi pemikiran dan pemantapan sumber daya manusia, masih ada satu tantangan lain kedepan terkait kedaulatan kemaritiman yakni tentang regulasi.

“Regulasi itu penting sebagai arah dalam menjalankan tujuan dengan baik, saat ini kami terus menggesa kepusat agar progres UU Daerah Kepulauan teralisasi,” tambah Nurdin lagi.

Menurut Nurdin, pemilihan lokasi seminar di Kepri searah dengan tema seminar yakni “Peluang dan Tantangan Pembangunan Kedaulatan Maritim Indonesia”.

Karna Kepri sebagai garda terdepan diwilayah barat Indonesia, letaknya yang strategis itu dengan ciri Kepulauan, banyak hal yang dapat dipelajari berkaca dari hal tersebut.

“Selamat datang para peserta seminar, gali potensi yang ada di Kepri ini sebagai bekal untuk memantapkan dan memperkuat pemahaman dibidang kemaritiman,” tutup Nurdin.

Seminar sendiri diselenggarakan, merupakan agenda dari Konvensi Nasional IX Asosiasi Ilmu Hubungan Internasional Indonesia (AIHII) yang mana peserta seminar berjumlah 163 orang yang terdiri dari 52 Universitas yang tergabung dalam AIHII.

Hadir pada kesempatan tersebut Asisten I Pemko Tanjungpinang Ahadi, Perwakilan FKPD, Rektor UMRAH Syafsir Akhlus, Dewan Pertimbangan UMRAH Huzrin Hood, beserta tamu undangan lainnya. (***)

sumber: humaskepri.id

KEPRI

Selasa | 23 Oktober 2018 | 14:07

Dianugerahi Santri of the Year, Ini Kata Gubernur Kepri

MEDIAKEPRI.CO.ID, Kepri – Gubernur Kepri H Nurdin Basirun dianugerahi gelar Santri of The Year tahun 2018. Nurdin terpilih untuk Santri Inspiratif Bidang Kepemimpinan dalam Pemerintah Provinsi.

Anugerah itu diberikan Islam Nusantara Centre yang memang sudah melangsungkannya sejak tahun 2016.

Nurdin dipilih masyarakat, setelah dalam jajak pendapat meraih suara 40 persen. Nurdin terpilih setelah lebih unggul dari H Sahbirin Noor, Gubernur Kalimantan Selatan dengan suara 33 persen dan H Ali Mazi, Gubernur Sulawesi Tenggara yang meraih 26 persen suara.

“Alhamdulillah, terima kasih atas anugerah ini,” kata Nurdin dalam perjalanan dari Pulau Kundur ke Pulau Jaloh, Senin, 22 Oktober 2018.

Sepanjang Senin, Nurdin memang bergerak menjelajah sejumlah pulau mulai dari Dabosingkep, Kundur dan Jaloh untuk kemudian kembali ke Tanjungpinang.

Direktur Islam Nusantara Center A Ginanjar Sya’ban dalam surat pemberitahuannya mengatakan, penganugerahan ini diberikan dalam rangka menyambut Hari Santri Nasional.

Pemilihan ini, kata Ginanjar, juga dalam upaya menemukan dan menampilkan tokoh atau figur yang telah memberikan sumbangsih prestasi dalam bentuk gagasan inovatif, sekaligus kerja dan karya mereka di tengah masyarakat.

“Pemilihan ini untuk memberikan suri teladan pada generasi muda dan generasi milenial serta masyarakat umum untuk lebih giat membangun bangsa dan negara,” kata Ginanjar.

Penganugerahan Santri of The Year oleh Islam Nusantara Center ini diberikan kepada figur yang telah banyak inspirasi bagi negeri. Mereka, kata Ginanjar, juga dinilai mampu membangkitkan motivasi.

Penganugerahan ini akan diberikan Senin, 29 Oktober 2018 pekan depan di Gedung Sport Center, UIN Sunan Ampel, Surabaya.

Selain Santri Inspiratif Bidang Kepemimpinan dalam Pemerintah Provinsi, anugerah ini juga diberikan untuk sembilan kategori lainnya. Di antaranya Pesantren Salaf Inspiratif, Pesantren Modern Inspiratif, Pesantren Entrepreneur, Pesantren Takhasus, Santri Inspiratif Bidang Dakwah, Santri Inspiratif Bidang Pendidikan, Santri Inspiratif Bidang Wirausaha/Entrepreneur, Santri Inspiratif Bidang Kepemimpinan dalam Pemerintahan Kabupaten/Kota dan Santri Inspiratif Bidang Seni dan Budaya.

Dalam berbagai kesempatan, seperti Safari Subuh dan kegiatan-kegiatan keagamaan, Nurdin memang selalu menyampaikan tentang keagamaan, terutama pentingnya sholat berjamaah, memakmurkan masjid dan mengaji. Juga membangun generasi yang berilmu dan beriman dengan akhlak yang kuat.

Nurdin pun terus mendorong ustaz dan ustazah untuk tidak lelah mengajarkan berbagai ilmu kepada anak-anak. Bekal yang baik itu harus ditanam sejak dini, sehingga anak-anak bisa mengantisipasi dampak kurang baik dari perkembangan teknologi.

“Anak-anak harus mendapat bekal agama yang banyak. Modernisasi dan kemajuan teknologi harus dimanfaatkan kebaikannya, bukan terkena pengaruh negatif kehadirannya. Bekal ilmu agama membuat mereka semakin sukses menghadapi tuntuntan zaman,” kata Nurdin. (***)

sumber: humaskepri.id

KEPRI

Selasa | 23 Oktober 2018 | 7:55

Bina Generasi Muda dalam Bidang Olahraga

MEDIAKEPRI.CO.ID, Kepri – Gubernur H Nurdin Basirun mengajak semua pihak untuk bersama-sama terus membina para generasi muda dalam bidang olah raga. Banyak bakat terbaik di bidang olah raga yang harus diasah agar semakin berprestasi.

“Semangat dan kemauan yang kuat dari generasi pecinta olahraga harus kita dukung dan fasilitasi,” kata Nurdin saat Pelepasan Kontingen Kepri pada Pekan Olahraga Pelajar Wilayah (POPWIL) I tahun 2018 di Provinsi Aceh bertempat di Aula Lt5 Graha Kepri, Batam Center Kota Batam, Sabtu, 20 Oktober 2018 petang.

Popwil Aceh berlangsung dari tanggal 21 sampai dengan 27 Oktober 2018. Kontingen Kepri berangkat membawa 161 orang. Mereka adalah Atlit Putra 81 orang, Atlit Putri 48 orang, Pelatih 24 orang dan Official 8 orang.

Cabang olahraga yang diikuti kontingen Kepri pada POPWIL I sebanyak 8 cabang olahraga yaitu : Sepak Bola, Sepak Takraw, Pencak Silat, Tenis Meja, Bola Voli, Bola Basket, Tenis Lapangan dan Bulu Tangkis. Pelepasan dilakukan Gubernur yang ditandai dengan penyerahan Bendera Petaka kepada Kadispora Kepri.

Nurdin mengatakan, dukungan dan doa pemerintah dan masyarakat akan terus mengalir untuk Kontingen Kepri. Para atlit fokuslah dengan tugas bertanding semoga mendapatkan hasil terbaik.

“Bertanding dengan profesional dan sportifitas sehingga silaturahmi tetap terjaga antar sesama atlet dan Juara bisa diraih,” kata Nurdin.

Menurut Nurdin, Pemprov Kepri juga terus melakukan pembenahan di setiap sarana dan prasarana olahraga. Dengan demikian diharapkan pembinaan dan pelatihan bisa maksimal.

Karena, kata Nurdin, kesuksesan yang diraih tidak terlepas dari kedisiplinan dan kemauan yang kuat. Apalagi disiplin sejak dalam pelatihan dan pembinaan.

“Tetap jaga kekompakan dan kebersamaan serta mendengarkan arahan pelatih agar prestasi diraih,” kata Nurdin. (***)

sumber: humaskepri.id

KEPRI

Senin | 22 Oktober 2018 | 19:12

Sejahterakan Masyarakat dengan Melanjutkan Pembangunan

Silaturahmi Subuh Gubernur Kepri

MEDIAKEPRI.CO.ID, Kepri – Gubernur H Nurdin Basirun berpesan agar dalam setiap perencanaan pembangunan, semua sisi harus diperhatikan. Di antaranya adalah kebutuhan masyarakat terpenuhi, potensi daerah terangkat.

“Kita berusaha membangun dengan skala prioritas. Pembangunan harus meningkatkan perekonomian dan bermuara pada kesejahteraan masyarakat,” kata Nurdin saat duduk bersama masyarakat Teluk Keriting, Tanjungpinang, Kamis, 18 Oktober 2018 pagi.

Nurdin bersilaturahmi dengan masyarakat Teluk Keriting setelah melaksanakan Safari Subuh di Masjid Zul Firdaus. Nurdin yang didampingi Asisten Pemerintahan Raja Ariza dan Kadis PU Abu Bakar, juga meninjau jalan lingkar Kampung Bugis.

Di Kampung Bugis, saat ini sedang jalan lingkar sepanjang 700 meter dengan lebar 3 meter. Pembangunan jalan ini dijadikan penunjang bagi potensi wisata baru di Kampung Bugis.

Salam  bincang-bincang usai Safari Subuh tersebut, Nurdin juga membahas pembangunan bandara di Bintan. Menurut Nurdin, dia akan membantu agar pembangunan bandara segera terealisasi.

Apalagi jika kelengkapannya tersebut dimiliki, dirinya yakin Kepri dapat mencontoh sekolah

penerbangan yang ada di Jakarta.

“Seperti jika ada pesawat rusak, bongkar dan dirakit kembali oleh siswa penerbangan itu, Kepri bisa melakukannya juga,” tambah Nurdin lagi.

Nurdin memang pernah berkunjung ke GMF, Bandara Soekarno Hatta Jakarta tempat sejumlah anak Kepri sedang “magang” di sana. Rata-rata mereka mendapat peran dalam pengerjaan perbaikan dan servis pesawat baik jenis boeing maupun airbus.

Nurdin langsung berkoordinasi dengan pihak Dinas Pendidikan Kepri untuk membuatkan program bagi anak-anak kurang mampu akan mendapat bantuan biaya sekolah. Karena menurutnya Pendidikan merupakan hal yang paling penting bagi kelangsungan generasi penerus terutama anak-anak daerah yang memiliki potensi yang harus terus dikembangkan dan tingkatkan.

“Kita fokuskan ke sekolah pariwisata di Bintan jadi bisa di berdayakan dan ditujukan ke resort-resort, karna prioritas kita adalah anak daerah,” tutup Nurdin.

Perwakilan Forum masyarakat Teluk Keriting (Formatur) Irwan Lapi menyambut baik kedatangan Gubernur pagi ini yang mana dalam perbincangannya Gubernur mensupport penuh agar kawasan Telui Keriting menjadi Wajah baru Ibu Kota Kepri.

“Alhamdulillah Pak Gubernur mendukung dan ini juga menjadi cita-cita beliau menjadikan Teluk Keriting Wajah Baru yang nantinya menjadi semangat baru bagi semarak pembangunan di Ibu Kota,” kata Irwan. (***)

sumber: humaskepri.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Kepri – Gubernur H Nurdin Basirun berpesan kepada masyarakat Kepri untuk bertolong-tolonglah dalam kebaikan. Dengan kebersamaan dan saling membantu, segala permasalahan bisa diselesaikan.

“Mari saling membantu untuk sesama. Peristiwa di Pesantren Aljabar menunjukkan kebersamaan warga Batam dan Kepri sangat kuat,” kata Nurdin saat Safari Subuh di Masjid Darul Mutaqin Kompleks Tunas Regency Batu Aji Batam, Jumat, 19 Oktober 2018.

Gubernur Nurdin dalam dua malam terakhir terus berkunjung ke Pondok Pesantren Aljabar yang dilanda kebakaran. Nurdin memberikan dukungan, bantuan dan memotivasi anak-anak panti.

Saat peninjauan itu Nurdin berterima kasih kepada masyarakat yang terus berpartisipasi memberikan dukungan kepada santri. Bantuan itu terus berdatangan saat dua kali melakukan peninjauan.

“Beri doa untuk ketabahan kepada anak anak kita yang mendapat musibah di Pesantren Aljabar. Beri bantuan seikhlas untuk meringankan beban pesantren,” kata Nurdin.

Dalam Safari Subuh itu, Nurdin didampingi Sekdaprov H TS Arif Fadillah dan Asisten Administrasi Umum H Muhammad Hasbi. Sejumlah Kepala OPD seperti Kadis Pendidikan Muhammad Dali, Kadis Kesehatan Tjetjep Yudian, dan Karo Humas Protokol Penghubung Nilwan juga hadir.

Nurdin juga berpesan kepada jamaah untuk jangan memelihara sifat sombong, iri dan dengki. Silaturahmi harus terus diperkuat dan diperbanyak.

Seperti setiap bertemu anak-anak, Nurdin mengajak mereka untuk berbincang soal pelajaran keagamaan dan mengaji yang pernah mereka ikuti. Anak-anak ditanya tentang surat-surat pendek, dan doa doa. (***)

sumber: humaskepri.id

Gubernur dan Wagub Tinjau Pondok Pesantren Aljabar

MEDIAKEPRI.CO.ID, Kepri – Gubernur H Nurdin Basirun dan Wakil Gubernur H Isdianto melakukan peninjauan ke Pondok Pesantren Aljabar, Bengkong Batam, Rabu, 17 Oktober 2018 Nurdin melakukan peninjauan setelah Maghrib, begitu mendarat dari Jakarta usai menemui Menteri Perhubungan untuk sejumlah proyek strategis. Sementara Wagub Isdianto melakukan peninjauan setelah Ashar, usai melakukan beragam aktivitas di Tanjungpinang.

Pada kesempatan itu, baik Nurdin maupun Isdianto minta kepada tim dari Pemprov Kepri untuk menginventaris bantuan apa saja yang belum didapat.

“Alhamdulillah logistik makanan masih cukup. Pakaian sekolah tolong disegerakan,” kata Nurdin.

Gubernur pun langsung menelepon Kepala Dinas Pendidikan Muhammad Dali untuk mengalokasikan bantuan pembangunan pondok pesantren Aljabar.

“Mungkin bisa dirancang untuk dua lantai. Kebetulan sekarang sedang penyusunan anggaran,” kata Nurdin.

Selain itu, kepada tim di lokasi kebakaran, Nurdin minta apa-apa yang mendesak segera dicatat dan laporkan.

Nurdin berterima kasih kepada masyarakat yang bergerak cepat memberi bantuan kepada Pondok Pesantren Aljabar yang mengalami kebakaran, Selasa, 16 Oktober 2018 lalu. Kebersamaan dan kegotongroyongan masyarakat harus terus ada untuk saling membantu meringankan beban saudara sebangsa.

“Dengan bersama semua persoalan bisa segera diatasi,” kata Nurdin,

Istimewa

Penegasan soal bantuan pembangunan Pondok Pesantren Aljabar pada tahun 2019 juga disampaikan Wagub Isdianto.

“Secepatnya kita akan dilakukan koordinasi untuk pembangunan ruang belajar sehingga anak-anak bisa mengikuti proses belajar mengajar,” kata Isdianto.

Menurut Isdianto Pondok Pesantren Aljabar ini penting. Karena berperan dalam penguatan spiritual generasi penerus yang berlandaskan Alquran. Juga ikut membantu membentengi generasi dari pengaruh negatif dan

Dalam kunjungan itu, Isdianto menyerahkan bantuan melalu Dinas Sosial di antaranya Foodware/ Perlengkapan Masak, Matras, Selimut, Susu Kaleng, Roti Kaleng, Handuk, Sarden, Pakaian Sekolah dan Makanan Tambahan Gizi

Ketua Dewan Pembina Yayasan Syamsudin KH. Kodrat Wismana menyampaikan di balik musibah ini ada hikmahnya. Menurut KH Kodrat, dengan ada musibah, membuat mereka bisa lebih mendekatkan diri dengan Allah SWT

“Asrama tetap dipertahankan karena merupakan bagian dari sejarah berdirinya/ cikal bakal Pondok Pesantren Aljabar di Batam sebagai wujud untuk mengembangkan syiar Islam,” kata KH Kodrat.

Wagub Isdianto menyampaikan rasa dukanya atas musibah yang dihadapi ini. Cobaan ini, kata Isdianto, pasti bisa dilalui.

“Dengan kehadiran kami bisa menguatkan dan menambah semangat disamping sebagai bentuk perhatian atas musibah yang dihadapi,” kata Isdianto.(***)

sumber: humaskepri.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Kepri – Gubernur H Nurdin Basirun ingin memastikan pemanfaatan anggaran belanja tahun 2019 semakin efektif, efisien dan berpihak ke masyarakat. Seluruh perencanaan organisasi perangkat daerah, dicek satu persatu rancangannya. Terutama kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

“Setiap rupiah harus memberi manfaat untuk masyarakat. Harus mampu menggerakkan ekonomi mereka,” kata Nurdin di sela-sela pembahasan RAPBD Tahun Anggaran 2019, di Ruang Kerja Gubernur, Istana Kota Piring, Dompak, Tanjungpinang, Selasa, 16 Oktober 2018.

Pembahasan itu dilakukan marathon sejak Senin, 15 Oktober 2018 kemarin.

Pada Senin, pembahasan berlangsung hingga pukul 21.00 WIB. Dalam pembahasan itu, Nurdin didampingi Ketua Tim Annggaran Pemerintah Daerah (TAPD) H TS Arif Fadillah, Asisten Administrasi Umum Muhammad Hasbi dan Kepala Barenlitbang Naharuddin MTP.

Dari jadwal yang ditetapkan, pembahasan marathon ini akan berakhir, Kamis, 18 Oktober 2018. Jika belum selesai, pembahasan tersebut diperkirakan masih berlanjut pada beberapa waktu ke depan.

Nurdin juga ingin memastikan OPD tidak hanya membuat perencanaan yang hanya berorientasi proyek. Setiap kegiatan ada output dan outcomenya harus jelas.

Skala prioritas, seperti pembangunan infrastruktur harus semakin dipertajam. Karena sememangnya pembangunan infrastruktur adalah prioritas yang diinginkan Gubernur.

“Setiap kegiatan harus mendorong peningkatan dan pergerakan ekonomi masyarakat,” kata Nurdin.

Sekdaprov Aris Fadillah juga menekankan tiap OPD melakukan sejumlah inovasi. Apalagi pada perencanaan pembangunan.

Sekda juga ikut memastikan anggaran dan perencanaan harus fokus pada prioritas yang jelas. Arif ingin memastikan bahwa semua hasilnya menjadi semakin baik.

“Kita harus berubah dan bergerak semakin baik. Terbaik untuk masyarakat,” kata Arif.

Sementara itu, Kepala Barenlitbang, Naharuddin juga menekankan kepada para para Kepala OPD menyusun kegiatan sesuai tugas pokoknya masing-masing. Prinsip efektif dan efisien harus menjadi yang utama.

“Kegiatan yang disusun itu tentunya bersentuhan dengan kepentingan masyarakat,” kata Nahar. (***)

sumber: humaskepri.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Kepri – Tim Gabungan TNI AD dan Badan Narkotika Nasional (BNN) berhasil menangkap 2 (dua) oknum anggota TNI AD yang menjadi kurir narkotika jenis pil ekstasi dari Provinsi Riau yang akan dibawa ke Cilegon, tepatnya di Agen bus ALS di daerah Cilegon, Merak, Banten,beberapa waktu lalu.

Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) I/Bukit Barisan Kolonel Inf Roy Sinaga mengatakan, bahwa pengungkapan jaringan ini bermula dari penangkapan oknum 2 (dua) orang anggota TNI AD oleh Tim Gabungan TNI AD dan BNN pada akhir bulan September lalu atau tepatnya 29 September 2018 sekitar pukul 05.00 wib.

“Penangkapan anggota TNI AD ini sesungguhnya telah dilakukan 18 hari yang lalu oleh tim gabungan dan ketika itu kedua oknum Kopda ED dan Praka RM yang merupakan anggota Yonif 132/Bima Sakti Kodam I/Bukit Barisan sedang membawa narkotika jenis pil ekstasi dari Riau yang akan dibawa ke Cilegon” ujar Kapendam I/BB, Rabu (17/10/2018).

“Dulu pun sudah kita sampaikan di media. Kedua tersangka oleh petugas gabungan untuk sementara diamankan di kantor BNN Cawang Jakarta Timur, berserta barang bukti berupa pil ekstasi sebanyak 65 ribu butir warna pink” tambahnya.

Lebih lanjut disampaikan Roy bahwa siangnya kedua oknum tersebut langsung diserahkan dan diamankan di Pomdam Jaya/Jayakarta, sedangkan barang bukti pil ekstasi masih berada di kantor BNN.

“Setelah menerima laporan tentang penangkapan, maka pihak Kodam I/BB dalam hal ini Pomdam I/BB menjemput kedua oknum anggota tersebut dibawa dan dilakukan pemeriksaan awal di Pomdam I/BB” terang Roy.

“Sesuai UU RI No 31 tahun 1997 dimana locus delicti (tempat kejadian) dan tempos delicti (waktu kejadian) berada di wilayah Kota Cilegon, maka proses penyidikan selanjutnya harus dilaksanakan di Pomdam III/Slw, oleh karena itu pihak Kodam I/BB melalui Pomdam I/BB pada tanggal 11 Oktober lalu kedua oknum tersebut kita serahkan ke Pomdam III/Slw untuk proses penyidikan pelaku,”jelasnya.

Saat ini kedua oknum anggota tersebut, menurut Kapendam masih dalam pemeriksaan atau penyidikan petugas POM TNI dalam hal ini Pomdam III/Slw, sehingga belum bisa diterangkan secara rinci terkait keterlibatan kedua oknum tersangka tersebut.

“Kodam Bukit Barisan sangat serius menangani permasalahan ini, sebagaimana komitmen yang disampaikan oleh Panglima TNI dan Kasad bahwa prajurit TNI, haram hukumnya bersentuhan dengan narkoba. Kita akan proses secara tuntas, jika terbukti bersalah pasti mendapatkan hukuman yang berat sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku bagi prajurit TNI,”tegas Roy.

Menurutnya Kodam I/BB selama ini sudah melakukan tindakan preventif dan berulang kali memberikan pengarahan-pengarahan kepada prajurit beserta keluarganya baik melalui Komandan Satuan yang sifatnya internal seperti Jam Komandan, sosialisasi dan kegiatan Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) yang dilakukan secara acak, mendadak dan sifatnya rahasia.

“Dalam setiap kesempatan Pangdam I/BB Mayjen TNI Sabrar Fadillah selalu menyampaikan kepada prajurit untuk menjauhi barang haram ini dan katakan tidak pada narkoba. Untuk itu, Jika terbukti bersalah maka Pangdam tidak segan-segan akan memproses pemecatannya” ujarn Alumni Akmil 1997 ini.

“Jangan ragukan itu, ini sudah menjadi komitmen kita bersama. Yakinlah dan percayakan sepenuhnya, kita tidak akan menutup-nutupi atau memperlambat. TNI AD juga menyerahkan proses pengembangan dalangnya kepada BNN atau Polri. Kita siap membantu sepenuhnya. Pengguna saja kita pecat, apalagi kalau ternyata mereka terbukti sebagai pengedar,” pungkasnya. (***)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Kepri – Gubernur H Nurdin Basirun, sambil membuka turnamen-turnamen olah raga, terus memperkuat semangat keagamaan dan keindonesiaan anak-anak muda. Ketika berada di Pulau Batang Kecamatan Senayang Kabupaten Lingga, anak-anak langsung diuji dengan pertanyaan tentang surat-surat pendek. Juga tentang keindonesiaan.

“Ramainya budak-budak kat sini. Kalian pandai baca Surat Al Ikhlas tak. Bisa menyanyikan Indonesia Raya kan,” kata Nurdin sebelum membuka Turnamen Sepak Bola Tanjung Ambat Cup ke 6, di lapangan Sepak Bola Pulau Batang, Selasa, 16 Oktober 2018 petang.

Menguji anak-anak dengan bertanya surat-surat pendek merupakan kebiasaan Nurdin dalam setiap kunjungan ke pulau-pulau. Tentu, setelah sukses melafazkannya, Nurdin memberi hadiah.

Demikian juga dengan pertanyaan-pertanyaan wawasan kebangsaan. Anak-anak yang selalu tangkas menjawab, selalu diberi apresiasi oleh Nurdin.

Berbaur dan berbincang dengan masyarakat di sekitar lokasi turnamen, juga sering dilakukan Nurdin. Kadang di kedai-kedai tempat masyarakat berjualan, Nurdin kadang membeli jualan untuk diberikan kepada penonton yang lainnya.

“Ibu, ini telor rebus saya bayar semua. Tolong dibagikan kepada yang lain,” kata Nurdin, yang pada kesempatan awal ikut membagikan telur rebus yang dibelinya.

Nurdin sendiri dalam banyak turnamen salau memperlihatkan dukungan penuhnya. Karena itu, dia berupaya selalu memenuhi undangan pembukaan atau penutupan turnamen di berbagai pulau, di sela kesibukkannya.

“Jadikan kegiatan olah raga sepak bola ini menjadi ajang silaturkhim dan saling menjaga ukhuwah islamiyah dan wathoniyah diantara kita. Insyaallah akan semakin menyatukan hati masyarakat kepri menuju kesejahteraan dan keberkahan,” kata Nurdin.

Ketua Panitia Rudi Kartono menyampaikan terimakasih atas kehadiran Gubernur yang telah meluangkan waktunya membuka turnamen ini. Pada Turnamen kali ini diikuti oleh 64 Tim dan akan dilaksanakan dari tanggal 16 Oktober hingga 17 November 2018.

“Terimakasih Pak Gubernur, atas kehadirannya untuk membuka Turnamen Sepak Bola di kampung kami” kata Rudi.

Pada kesempatan tersebut panitia juga menyampaikan keluhan perihal kondisi lapangan yang sering banjir disaat air pasang tersebut di saat musim utara. Untuk itu Nurdin langsung memerintahkan Kadispora untuk segera mengalokasikan dana guna membuat tanggul pembatas.

“Ini lapangan rumputnya sudah bagus jadi biar aja lapangannya, kite bangun aje tanggul pembatas supaya air tak masuk ke lapangan,” kata Nurdin.

Nurdin juga berpesan kepada masyarakat Tanjung Ambat untuk tekun dalam beribadah, jauhkan narkoba dan senantiasa menjaga lingkungan sekitar, khususnya kebersihan laut.

“Jaga sholat 5 waktu, jauhi narkoba, jaga kebersihan laut kite jangan buang sampah kelaut ya bapak ibu” pesan Nurdin.

Dalam pembukaan turnamen sepak bola tersebut berjalan dengan lancar. Gubernur mengawalinya dengan menendang bola ke dalam gawang salah satu tim. Hadir pada kesempatan tersebut Kadispora Mafrizon, Kadisperindag Burhanudin, Kabiro Humas Protokol Nilwan dan Anggota DPRD Kepri Syarifah E. (***)

sumber: humaskepri.id