Advertisements

KEPRI

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tanjungpinang – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Kepri H Isdianto mengajak seluruh jajaran ASN di lingkungan Pemprov untuk melaksanakan tugas dan tanggungjawab dalam bekerja dengan baik dan sesuai aturan yang berlaku.

Dia juga menekankan tidak ingin para pegawainya dalam bekerja hanya asal bapak senang alias ABS saja.

“Jangan mengatakan suatu hal itu iya jika faktanya adalah tidak. Sampaikan kebenaran walaupun itu pahit. Jangan hanya asal bapak senang. Tapi kaji betul dasar-dasar peraturannya,” ujar Isdianto dalam amanatnya saat memimpin apel pagi di lapangan kantor Gubernur, Pulau Dompak, Tanjungpinang, Senin, 15 juli 2019.

Isdianto mengingatkan hal tersebut karena dirinya tidak ingin ada lagi pegawai di lingkungannya terjerat dalam kesalahan dan penyelewengan dalam melaksanakan tugas.

“Bekerjalah dengan baik, jangan asal bos senang, apalagi untuk level staf jangan takut mengatakan yang benar kepada pimpinan. Saya siap berdiri di belakang saudara-saudara semua jika memang saudara benar,” kata Isdianto.

Isdianto kembali menceritakan bahwa pada hari Sabtu lalu, dirinya diberikan mandat oleh Mendagri RI dalam penyerahan SK Plt Gubernur, yang menurut dirinya itu merupakan tugas yang berat yang diemban olehnya.

“Maka kami berharap kepada seluruh pegawai, untuk bantu saya bersama melaksanakan tugas yang sudah digariskan bapak Gubernur agar terlaksana secara baik,” tambah Isdianto.

Terakhir, menutup amanatnya Isdianto mengajak seluruh peserta apel agar mendoakan Gubernur Nurdin Basirun yang saat ini sedang berhalangan dalam bertugas agar senantiasa sehat dan kuat serta kepada keluarga agar diberikan ketabahan.

“Kita harap Pak Nurdin dapat kembali lagi bersama kita, kita masih butuh beliau di sini. Karena setiap terobosan yang dilakukan beliau nyata dan nampak hasilnya,” tutup Isdianto. (humaskepri.id)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Kepri – Pelaksana Tugas Gubernur Kepri H Isdianto mengatakan dukungan seluruh elemen masyarakat sangat penting untuk semakin menyukseskan pembangunan. Karena itu, dukungan dan sinergisitas masyarakat sangat diperlukan dalam pembangunan apapun.

“Kebersamaan seluruh elemen sangat penting dalam memperlancar pembangunan,” kata Isdianto, di Bandara Soekarno Hatta, Sabtu, 13 Juli 2019.

BACA JUGA:

Sekjen Kemendagri Serahkan SK Plt Gubernur Kepri

Isdianto ke Jakarta sempena penyerahan SK dirinya sebagai Plt Gubernur Kepri. Sebelum penyerahan SK, Isdianto terlebih dahulu berbincang bersama Kapuspen Kemendagri, Bahtiar di ruang kerja Puspen.

Dari ruang Puspen Kemendagri, Isdianto kemudian tampak berbincang dengan Sekjen Hadi Prabowo. Isdianto mengatakan ada sejumlah pesan yang disampaikan Sekjen Kemendagri kepada dirinya. Salah satunya adalah supaya pelayanan terhadap masyarakat semakin maksimal.

“Para pegawai dipesan untuk bekerja sesuai dan taat aturan. Semua itu tujuannya agar sasaran pembangunan untuk masyarakat tercapai dengan maksimal,” kata Isdianto.

Dalam kesempatan itu, Isdianto mengatakan pihaknya mengundang Mendagri untuk memberi pengarahan kepada para pegawai di lingkungan Pemprov Kepri. Direncanakan pada 25 Juli nanti, Sekjen, Irjen, dan Dirjen akan ke Tanjungpinang untuk acara tersebut.

Isdianto, juga berpesan agar para ASN harus berperan aktif dalam menjalankan tugas dan amanah sebagai aparatur pemerintah dalam menjalankan tanggungjawab sesuai tupoksi masing-masing.

Dalam acara penyerahan SK tersebut, Isdianto tampak didamping Asisten Administrasi Pemerintahan Raja Ariza dan Kepala Dinas Sosial Kepri Doli Boniara. Penyerahan Surat Keputusan Nomor 121.21/6344/Sekjen tertanggal 12 Juli tahun 2019 yang ditandatangani Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo itu dilakukan Hadi Prabowo kepada Wagub Kepri Isdianto, di Gedung A, Kementerian Dalam Negeri, Jl. Medan Merdeka Utara Nomor 7, Jakarta Pusat pada Sabtu (13/7) tepat pukul 10.00 WIB.

Kepada wartawan, setelah penyerahan SK, Isdianto mengatakan, dirinya akan menjalankan aturan dan tahapan sesuai mekanisme. Karena, semuanya sudah ada aturannya dan tinggal melaksanakannya saja.

Isdianto menambahkan bahwa pihaknya berharap pemerintahan Kepri ini berjalan sebagimana mestinya. Agar pemerintahan ini bisa berjalan baik, kata adik almarhum H Muhammad Sani ini, harus didukung oleh semua di pemerintahan dan pihak lainnya termasuk DPRD Kepri dan lapisan masyarakat Kepri.

“Kita harus bersinergi dan bersama-sama menjalankan roda pemerintahan ini dengan baik. Koordinasi dan komunikasi jangan sampai terputus demi melayani masyarakat,” kata Isdianto. (humaskepri.co.id)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tanjungpinang – Selain sering melatih kemampuan kepemimpinan dan menggalakkan pelaksanaan pemahaman Test of English as a Foreign Language (TOEFL), Mahasiswa STAI MU Tanjungpinang, jurusan Tadris Bahasa Inggris (TBI) gencar mendatangi objek-objek wisata di Kepri.

Tujuannya, selain untuk memperlancar Bahasa Inggris, juga untuk memperkenalkan objek wisata kepada turis asing.

Sabtu, 13 Juli 2019, rombongan mahasiswa berkunjung ke Treasure Bay Bintan. Menurut Ketua Jurusan Tadris Bahasa Inggris STAI MU, Taufik Afdal M.Hum, mahasiswa TBI selain mendapatkan materi pelajaran kuliah di kampus juga dituntut untuk mengimplementasikan di luar, agar pengetahuan yang didapat cepat terasa manfaatnya bagi mahasiswa sendiri dan bagi lingkungan.

“Mahasiswa Jurusan Bahasa Inggris itu bukan hanya berpotensi menjadi guru Bahasa Inggris. Peluang kerjanya cukup banyak, tergantung dengan minat masing-masing mahasiswanya. Menguasai Bahasa Inggris itu sangat bermanfaat dan keren. Untuk mencari pekerjaan juga sangat mudah termasuk untuk berwiraswasta. Bisa juga bekerja di perhotelan atau kepariwisataan

juga sektor lain membutuhkan. Apalagi sumber daya manusia di sektor Pariwisata di Kepri masih minim hingga kita berupaya menumbuhkan kecintaan masyarakat untuk menyukai Bahasa Inggris karena kita berada di wilayah perbatasan yang objek wisatanya saat ini nomor urut 2 di Indonesia,” jelas Taufik.

Menurut Taufik, acara field trip Tadris Bahasa Inggris STAI MU ke objek wisata Treasure Bay, Lagoi ini digelar dalam rangka mengenal langsung dari praktis di Bidang Pariwisata, karena ada salah satu mata kuliahnya English for Tourism.

“Dalam acara ini mahasiswa mengenali divisi-divisi apa yang ada di sektor pariwisata seperti Treasure Bay ini. Dan mahasiswa juga akan mengetahui Skill apa saja yang dibutuhkan untuk bekerja di sektor Pariwisata .

Selain itu, Jurusan bahasa Inggris STAI MU juga punya tanggungjawab untuk memajukan sektor pariwisata hingga ingin berkontribusi terhadap potensi Pariwisata.

Itulah yang menjadi salah satu kurikulum di kampus disesuaikan dengan kebutuhan di dunia kerja agar lulusan jurusan bahasa Inggris STAI MU memiliki kompetensi yang cocok dengan kebutuhan industri pariwisata. Di Lagoi, para turis asing tampak antusias ngobrol dengan masing-masing mahasiswa yang menceritakan potensi-potensi wisata di Kepri ke setiap turis.

“Selain melatih Bahasa Inggris mahasiswa, upaya ini juga untuk membuat turis makin mengagumi Kepri bahwa Kepri punya banyak objek wisata unggulan dengan harapan mereka datang kembali atau menceritakan apa yang mereka sudah ketahui kepada saudara dan teman mereka di negaranya,” kata Taufik yang juga merupakan Sekretaris Himpunan Penerjemah Indonesia (HPI) wilayah Kota Tanjungpinang-Bintan ini.

Di Treasure Bay, rombongan mahasiswa TBI STAI Mu ini disambut Asisten HRD Manager Treasure Bay, Jannatul Firdaus. Mahasiswa dan dosen STAI Mu juga terkejut karena yang menyambut mereka adalah orang yang sangat mereka kenal.

“Jannatul Firdaus ini alumni STAI MU yang lulus tahun lalu. Ternyata dia memiliki posisi yang baik setelah lulus dari STAI MU. Ini membuktikan bahwa kualitas Jurusan Bahasa Inggris STAI MU Tanjungpinang dibutuhkan di banyak sektor -industri. termasuk di pariwisata,” kata Taufik.

Selain itu, sambung Taufik, mereka juga melakukan pertemuan instensif dengan stakeholder pariwisata agar TBI terus menyesuaikan kurikulum di kampus sesuai dengan tuntutan di lapangan kerja sehingga lulusan TBI tidak mengalami masa tunggu untuk mendapatkan pekerjaan. “Sejauh ini alumni TBI sudah memiliki basic skills and knowledge sesuai permintaan user. Dan ini terus kita upgrade,” imbuhnya. (r/eddy)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo dijadwalkan akan menyerahkan Surat Keputusan (SK) Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau sekaligus memberikan arahan pada Plt Gubernur Kepri, hari ini, Sabtu, 13 Juli 2019.

“Sabtu, 13 Juli 2019, Pak Menteri akan menyerahkan SK Plt Gubernur Kepri. Mendagri besok juga akan memberikan pengarahan khusus kepada Plt Gubernur Kepri” kata Kepala Pusat Penerangan Kemendagri, Bahtiar.

Guna memastikan penyelenggaraan Pemerintahan di Kepulauan Riau tetap berjalan lancar dan tidak terjadi kekosongan, pihaknya mengaku siap bekerja dan menyerahkan SK Plt meski hari libur.

“Walau libur, namun untuk memastikan penyelenggarakan pemerintahan di Provinsi Kepri berjalan, maka hari sabtu pun siap masuk kantor. Sedetikpun pemimpin pemerintahan Pemda Kepri tidak boleh kosong,” ungkapnya.

Ditambahkan Bahtiar, kegiatan penyerahan SK Plt merupakan kebijakan responsif yang dilakukan Mendagri yang selalu siap dan cepat memberi solusi dan kepastian hukum.

“Kegiatan sabtu, 13 Juli 2019, sebagai contoh keteladanan Mendagri yang selalu sigap mengambil keputusan dan sangat cepat memberi solusi dan kepastian hukum. Jadi, walau hari libur beliau tetap bekerja demi kepentingan negara dan daerah,” kata Bahtiar.

Pengarahan khusus diberikan Mendagri mengingat, Provinsi Kepulauan Riau merupakan zona merah yang mendapatkan perhatian dari Inspektorat khusus Kemendagri dan Korsugah KPK.

“Memperhatikam Kepri adalah zona merah yang jadi perhatian Inspektorat Khusus Kemendagri dan juga Korsugah KPK, Mendagri akan beri pengarahan khusus Plt Gubernur Kepri supaya tahu, paham dan sadar betul bahwa kedudukan gubernur selain sebagai kepala daerah juga sebagai wakil pemerintah pusat di daerah,” imbuhnya.

Sebagai wakil pemerintah pusat di wilayah provinsi, gubernur diharapkan mampu menjadi teladan bagi bupati maupun walikota.

“Gubernur adalah representasi pemerintah pusat di wilayah provinsi, dia pejabat tertinggi di wilayah provinsi. Gubernur juga berkewajiban membina bupati walikota. Bagaimana bisa membina bupati/walikota, jika gubernur dan wagub tidak bisa diteladani oleh bupati/walikota. Gubernur adalah pemimpin wilayah provinsi bukanlah sekedar pejabat biasa. Maka, keteladaanan sangatlah penting,” pungkas Bahtiar. (r/eddy)

KEPRI

Jumat | 12 Juli 2019 | 15:06

Teknik Pengawetan Daging Qurban Ala Sahabat Nabi

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Jika kita lihat sekarang, banyak lembaga-lembaga pengelola qurban yang mengelola hewan qurban dan mengolahnya dalam bentuk kornet.

Hal ini dilakukan supaya ibadah qurban yang dilaksanakan bisa lebih optimal, karena daging qurban yang dikornetkan mempunyai daya tahan waktu yang lebih lama dengan manfaat dan kelebihan yang lebih banyak.

Lalu bagaimana sahabat di masa sahabat dulu? Daging qurban yang dikornetkan mempunyai landasan hukum yang jelas dan didukung oleh banyak ulama karena memang para sahabat pun melakukan hal yang serupa yakni menyimpan daging qurban dengan cara diasinkan, dengan maksud agar dagingnya bertahan lebih lama.

Dalil yang memperbolehkan daging qurban dikornetkan adalah hadits dari Aisyah r.a, Ia berkata, ” Dahulu kami biasa mengasinkan daging udhhiyah (qurban) sehingga kami bawa ke Madinah”. Tiba-tiba Nabi SAW bersabda, “Janganlah kalian menghabiskan daging udhiyah (qurban) hanya dalam waktu tiga hari.” (HR. Bukhari & Muslim)

Superqurban sebagai inovasi Rumah Zakat dalam pengolahan daging qurban sudah sesuai dengan apa yang dicontohkan oleh sahabat nabi pada zaman dahulu.

Superqurban menjadi salah satu produk inovasi Rumah Zakat dalam program optimalisasi pelaksanaan Ibadah Qurban dengan mengolah dan mengemas daging Qurban menjadi Kornet dan Rendang. Produk Superqurban mampu menjawab permasalahan pendistribusian daging Qurban sampai ke daerah-daerah pelosok dan terdepan di Nusantara hingga mencapai mancanegara. (r/sal)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tanjungpinang – Aksi tim anti rasuah, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengguncangkan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Disebut-sebut tim KPK mengamankan enam orang dalam operasi tangkap tangan (OTT). Ada nama petinggi di Pemerintah Provinsi Kepri yang ikut terjaring di Kota Tanjungpinang, Rabu, 10 Juli 2019.

Dalam operasi tangkap tangan tersebut, KPK menyita uang sebesar 6.000 dolar Singapura.

Dari informasi yang beredar, enam orang yang diamankan tersebut, seorang di antaranya Kepala Daerah. Lima orang lainnya terdiri dari unsur pejabat daerah, PNS dan pihak swasta. Mereka diamankan saat sedang melakukan transaksi rasuah.

“Enam orang terdiri dari Kepala Daerah, Kepala Dinas, Kepala Bidang, PNS, dan swasta,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Rabu, 10 Juli 2019 malam.

Febri mengatakan, dugaan awal keenam orang tersebut ditangkap karena terlibat kasus korupsi terkait izin reklamasi di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Saat ini, mereka yang diamankan masih diperiksa intensif di Polres Tanjungpinang. 

“Enam orang yang diamankan tim dan dibawa ke polres setempat,” kata Febri.

Febri mengatakan informasi rinci bakal disampaikan dalam konferensi pers besok. KPK memiliki waktu 1X24 jam untuk menentukan status hukum dari para pihak yang diamankan. (***)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Karimun – Kasi Ter Rem 033/WP, Kolonel Inf Persada Alam meninjau Posko TMMD ke-105 tahun 2019 di Desa Pasir Panjang Karimun wilayah Kodim 0317/TBK, Rabu, 10 Juli 2019.

Didampingi Pasiter Kodim, Kasiter Korem 033/WP juga meninjau lokasi rencana Pembukaan Upacara TMMD ke-105 2019 di lapangan Desa Pasir Panjang Karimun.

Dalam bincang singkatnya bersama Kasiter, Pasiter Kodim 0317/TBK Lettu Kav Tatang menyampaikan sasaran fisik semenisasi jalan yang sudah di kerjakan sepanjang 320 m, kegiatan pembukaan jalan dan penimbunan jalan serta pembuatan jembatan sudah mencapai 55%.

Setelah peninjauan lokasi Pembukaan TMMD ke 105 di Desa Pasir Panjang Karimun, Kasiter bersama rombongan bergerak menuju sasaran TMMD ke 105 di Desa Pasir Panjang. Dan rombongan disambut oleh Kepala Desa setempat, Bapak RW dan RT serta masyarakat setempat.

Kasiter juga sampaikan tujuan dari kegiatannya adalah pengecekan kesiapan Kodim 0317/TBK dalam pembukaan TMMD ke 105 2019 yang akan dilaksanakan pada hari Kamis besok tanggal 11 Juli 2019 serta melihat sudah sampai sejauh mana pelaksanaan Pra TMMD dilaksankan yang sudah hampir satu bulan dikerjakan. (penrem033wp)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bogor – Gubernur Kepri Nurdin Basirun menyatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) segera ke Kepri untuk menyelesaikan semua program yang direncanakan.

Presiden akan menyelesaikan program prioritas nasional yang disampaikannya untuk masyarakat Kepri. Beberapa program yang disampaikan antara lain persoalan kampung tua dan Jembatan Batam Bintan.

“Insya Allah, Pak Jokowi segera ke Kepri lagi. Tadi saat salaman saya sampaikan beberapa hal dan Pak Jokowi siap menunaikan janji itu,” kata Nurdin usai pertemuan Ketua DPW Nasdem se-Indonesia dengan Presiden Jokowi di Istana Bogor, Senin, 8 Juli 2019 siang.

Sebelumnya, kata Nurdin, saat beramah tamah, Presiden juga menyebutkan akan ke Kepri. Ketika kesempatan bersalaman dan foto bersama, Nurdin mempertegas lagi masalah tersebut.

Di antara yang juga disampaikan Nurdin adalah persoalan kampung tua. Tentang Kampung Tua, kata Nurdin, saat ini sedang proses pembuatan sertifikat di Badan Pertanahan Nasional, Kementerian Agraria dan Tata Ruang. Sesuai perintah Presdien Jokowi

Sebelum melakukan pertemuan dengan 34 Ketua DPW Nasdem dan Ketua Nasdem Surya Paloh, Jokowi menjamu makan terlebih dahulu di Istana Bogor. Nurdin yang duduk di samping kanan Jokowi mengatakan, Presiden menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang terus mendukung program pembangunan.

Sementara, soal Jembatan Batam Bintan, kata Nurdin saat ini sudah masuk ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJM) 2020-2024. Nurdin memang mempertegas rencana pembangunan proyek strategis Jembatan Babin. Ahad lalu, kepada wartawan, Nurdin menceritakan dia akan mengundang orang nomor satu itu datang ke Kepri, untuk melihat secara langsung kondisi daerah yang bakal dibangun Babin.

“Itu harus jadi kan untuk jangka panjang. Menurut informasi tim Kementerian Pekerjaan Umum yang sudah turun, kawasan itu akan dikunjungi Presiden secara langsung,” kata Nurdin di Gedung Daerah.

Menurut Nurdin belum lama ini, tim dari Kementerian didampingi tim Babelitbang dan PUPP Pemprov Kepri sudah turun meninjau, kondisi wilayah yang bakal dibangun Jembatan Babin. Perairan yang dikunjungi antara Batam dan Bintan.

Nurdin bahkan menceritakan, studi Kelayakan Proyek  atau Feasibility Study (FS) yang dibuat Pemprov Kepri sebelumnya, sudah diambil kementerian untuk diubah dan dipadukan dengan rancangan pemerintah pusat, agar ada padu penyesuaian desain yang dulu pernah ada.

“Presiden inginkan ini menjadi ikon, tidak hanya dibangun untuk sarana pendukung, menggerak pertumbuhan ekonomi, pertumbuhan manusia serta peningkatan daya investasi, melainkan juga melainkan jembatan ini nantinya harapan Presiden Jokowi wibawa, martabat bangsa dan negara,” kata Nurdin. (humaskepri)

KEPRI

Selasa | 09 Juli 2019 | 18:07

Perda Bangunan Berciri Khas Melayu Disahkan

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tanjungpinang – Gubernur H Nurdin Basirun menghadiri rapat paripurna dengan agenda laporan akhir Pansus DPRD Kepri terhadap hasil pembahasan tentang Bangunan Bercirikhas Melayu dan Persetujuan DPRD untuk disahkan Menjadi Perda bertempat di Kantor DPRD Kepri, Pulau Dompak, Tanjungpinang, Selasa, 9 Juli 2019.

Nurdin di awal pidatonya mengucapkan terimakasih yang tidak terhingga kepada pimpinan dan segenap anggoya dewan yang memberikan masukan, tanggapan dan masukan serts koreksi khusus dalam upaya bersinergi dalam membuat setiap kebijakan.

“Alhamdulillah Ranperda tentang bangunan berciri khas Melayu telah selesai dibahas dan disetujui menjadi Perda hari ini,” ujar Nurdin.

Nurdin melanjutkan bahwa negara menjamin pengembangan budaya berdasarkan peraturan perundang-undangan ditengah peradaban dunia dalam memelihara budaya sebagai khasanah dan kekayaan di daerah.

“Sejalan dengan visi Pemerintah untuk menjadikan Kepri sebagai Bunda Tanah Melayu sesuai visi yang digagas, maka ranperda ini sebagai bentuk peran aktif pemerintah dalam memajukan kebudayaan didaerah dan mengokohkan jati diri daerah dengan budaya melayunya,” lanjutnya.

Sementara itu, Ketua Pansus Burhanuddin Nur, dalam laporannya mengatakan bahwa setelah melakukan berbagai rangkaian rapat dan pertemuan lalu kunjungan lapangan dengan LAM di Kabupaten dan Kota serta telah melakukan rapat finalisasi dan konsultasi dengan Dirjen Otda di Jakarta.

“Provinsi Kepri yang memiliki kekayaan budaya Melayu bahkan disebut sebagai bunda tanah melayu yang menjadi visi penyelenggaraan Pemerintah, tentu Ranperda ini dapat menjadi upaya mewujudkan cita-cita memajukan kebudayaan daerah,” ujarnya.

Ketua Pansus melanjutkan bahwa dari pembahasan yang telah dilakukan hingga tahap final tersebut terdapat penyempurnaan yakni pengurangan dan penambahan pasal dan ayat, dan laporan rinci dan lebih lengkapnya telah disampaikan kepada fraksi-fraksi DPRD. Lalu yang menjadi perhatian khusus adalah bahwa Ranperda ini khusus pada bangunan pemerintah dan balai adat, belum termasuk bangunan perumahan atau pribadi milik masyarakat.

“Untuk itu kepada OPD dan teknis terkait agar menyikapi dengan baik terkait Perda yang telah final ini untuk penerapannya di tingkat kabupaten dan kota,” tutupnya.

Pengesahan sendiri ditandai dengan penandatangan dokumen persetujuan oleh pimpinan DPRD bersama Gubernur. Berkas kemudian akan disampaikan kepada pihak Kementerian untuk ditindaklanjuti dengan terlebih dahulu Pemerintah Daerah menyelaraskan setiap masukan dan saran yang telah disampaikan oleh Pansus.

Sebelum Perda Bangunan Berciri Khas Melayu disahkan, Rapat terlebih dahulu di buka dengan agenda penyampaian Ranperda tentang Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD TA 2018 oleh Gubernur.

Dalam sambutannya, Nurdin mengatakan bahwa sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku adalah sebuah kewajiban konstitusional Kepala Daerah untuk menyusun dan mengajukan Ranperda tentang Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 6 bulan setelah tahun anggaran berakhir dan setelah dilakukannya pemeriksaan dari BPK RI.

“Alhamdulillah hari ini dapat kami susun berdasarkan peraturan yang berlaku dan untuk lebih rinci akan diserahkan dokumennya kepada pihak dewan,” kata Nurdin.

Dalam kesempatan ini lanjut Nurdin bahwa Ranperda ini merupakan refleksi dari nilai demokrasi dari DPRD sebagai mitra kerja Pemerintah dalam mendorong semangat untuk saling melengkapi dalam menjawab setiap kebutuhan masyarakat

“Setiap koreksi dan saran dari pihak dewan sehingga ranperda ini menjadi semakin lebih baik, sehingga pengelolaan keuangan yang dilakukan Pemerintah dapat semakin efektif dan akuntabel,” lanjut Nurdin. (r/eddy)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Karimun – Jelang kegiatan TMMD ke-105, TNI-masyarakat di Wilayah Kodim 0317/TBK membuka jalan baru di Desa Pasir Panjang, Kecamatan Meral Barat, Karimun, Senin, 8 Juli 2019.

dengan semangat kebersamaan pembukaan jalan baru ini ditargetkan sepanjang 1.198 dengan kelebaran 5 meter. Kegiatan tersebut merupakan kegiatan pra TMMD ke 105 tahun 2019, yang nantinya secara resmi di buka pada tanggal 10 juli 2019 di Desa Pasir Panjang Karimun.

Dalam pantauannya, Pasiterdim 0317/TBK Lettu Kav Tatang menyampaikan kegiatan yang sudah dilaksanakan oleh Kodim 0317/TBK sampai ini belum ada kendala.

Disamping itu, Kodim 0317/TBK juga sudah melaksanakan semenisasi Jalan buka jalan baru di Kelurahan Teluk Setimbul Laut Kelurahan Pasir Panjang, Kecamatan Meral Barat, Kabupaten Karimun.

Sampai saat ini, pengerjaannya terus dikebut oleh anggota TNI Kodim 0317/TBK bersama warga setempat. Kemudian sambungnya, TMMD juga bagun 3 unit gorong-gorong di Lembah Murni Kelurahan Teluk Setimbul Kelurahan Pasir Panjang, pengerjaan kegiatan fisik lainya berupa semenisasi jalan ukuran 710,7 meter x 2,5 meter dan 1 unit gorong-gorong ukuran ukuran 1×5 meter di Desa Pongkar, Kecamatan Tebing.

TMMD juga melaksanakan kegiatan non fisik, yaitu penyuluhan dan sosiliasi serta pembuatan demlot pertanian dan perikanan Gun Bio 44. Dengan melaksanakan penyuluhan sosialisasi diantaranya bela negara, wawasan kebangsaan, pelayanan kesehatan.

Selain itu, tambahnya, ada kegiatan pertanian, pendidikan, hukum dan kamtibmas, narkoba, keagamaan, KB kesehatan, perikanan, peternakan, lingkungan hidup dan kehutanan, penyuluhan/sosialisasi kegiatan PKK, pelayanan publik dan kependudukan, bahaya teroris dan paham radikalisme, mitigasi bencana. (r/eddy)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tanjungpinang – Banyaknya prestasi yang diukir oleh mahasiswa dan lulus Sekolah Tinggi Agama Islam Miftahul Ulum (STAI-MU) Tanjungpinang, membuat perguruan tinggi yang ada di Batu 11, Tanjungpinang ini menjadi incaran mahasiswa baru. Mesti calon mahasiswa sudah banyak yang mendaftar, namun pihak kampus tetap membuka pendaftaran gelombang kedua hingga 10 September mendatang.

Menurut Panitia penerimaan mahasiswa baru STAI MU, Taufik Afdal MSi tingginya minat mahasiswa kuliah di kampus ini karena berbagai faktor.

”Salah satunya karena kualitas pendidikan. Ini terlihat dari 82 alumni STAI MU lulus CPNS pada akhir 2018 lalu. Umumnya, lulus STAI MU langsung mendapatkan kesempatan kerja di berbagai perusahaan dan instansi pemerintah, bahkan beberapa diantaranya memilih untuk membuka usaha sendiri,” ucapnya.

Ia menuturkan, selama perkuliahan berlangsung, selain mahasiswa mesti mengikuti rutinitas perkuliahan, potensi yang dimiliki setiap mahasiswa juga selalu diarahkan dan dibina hingga mereka bisa mendapatkan pekerjaan sesuai dengan keinginan mereka.

Taufik yang juga Kepala Prodi Tadris Bahasa Inggris STAI MU ini, menuturkan, jam kuliah, calon mahasiswa memiliki pilihan. ”Selain ada jam kuliah pagi, ada juga jam kuliah sore dan jam kuliah malam. Lokasi kampus yang masih asri juga menjadi daya tarik tersendiri bagi calon mahasiswa karena ingin kuliah di tempat yang tenang dan jauh dari kebisingan,” sebutnya.

Mahasiswa yang kuliah di STAI MU ini, kata Taufik, tidak hanya yang baru lulusan SLTA saja, tapi banyak juga karyawan perusahaan dan pegawai negeri.

Hal yang sama juga dikatakan Suhardiman MPdI yang menyebut, dari empat program studi yang ada di STAI MU, setiap mahasiswanya selalu dibimbing untuk mengikuti berbagai kegiatan di luar kampus yang bisa menunjang prestasi mahasiswa. Tentu dengan bimbingan dosen-dosen yang ditunjuk.

”Di berbagai perlombaan karya tulis, mahasiswa kita berhasil juara untuk tingkat Kepri, bahkan nasional,” sebutnya.

Diterangkan Suhardiman jurusan yang ada di STAI di antaranya Pendidikan Agama Islam Tadris Bahasa Inggris, Ekonomi Syariah dan Pendidikan Guru MI. ”Semua program studi untuk strata satu (S1),” sebutnya.

Diterangkan Suhardiman lebih rinci, selain biaya kuliah di STAI MU yang murah, setiap mahasiswa juga bisa mendapatkan berbagai beasiswa. Mulai dari beasiswa prestasi, beasiswa Kemenag, beasiswa pengembangan usaha dan beasiswa Pemprov, Pemkab dan Pemko di Kepri serta beasiswa dari berbagai perusahaan BUMN maupun swasta.

”Selain biaya semester nya murah, juga bisa dicicil karena salah satu tujuan utama perguruan tinggi itu adalah meningkatkan kualitas masyarakat melalui pendidikan formal,” katanya.

Di tempat terpisah, Ketua STAI Miftahul Ulum Tanjungpinang Drs H Amir Husin, MM menyebutkan, alumni kampus tersebut sudah ribuan dan setiap tahun menggelar wisuda.

”Alhamdulillah, selain mayoritas bekerja bahkan ada yang sudah jadi pejabat ada juga yang mampu menciptakan lapangan kerja dengan membuka usaha sendiri,” kata Amir Husin.

Saat disinggung tentang banyaknya alumni STAI yang diterima CPNS pada 2018 lalu, Amir Husin mengaku itu merupakan kebanggaan juga bagi STAI MU karena pegawai negeri masih menjadi pekerjaan yang banyak didambakan sarjana namun hanya sebagian yang mendapat kesempatan untuk bisa diterima.

”Sebagai, pihak kampus kita mendorong mereka dan membantu melengkapi administrasi yang dibutuhkan. Setelah itu, terus kita pantau dari mulai seleksi administrasi hingga pengumuman kelulusan. Alhamdulillah, sampai pengumuman terakhir, ada 82 alumni STAI-MU yang lulus CPNS,” katanya.

Alumni STAI yang lulus CPNS itu tersebar di berbagai daerah, namun mayoritas tersebar di kabupaten dan kota yang ada di Provinsi Kepri, tempat alumni itu berasal.

”Mayoritas mereka lulus CPNS di Pemda di kampung halamannya,” sebutnya.

Setiap libur semester, sambung Amir Husin, sebagian mahasiswa dan dosen gencar sosialisasi ke sekolah-sekolah yang ada di Kepri tentang pentingnya melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

”Bagi lulusan SMA sederajat, terserah mau milih kuliah dimana, yang terpenting mesti melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi sebagai bentuk investasi di hari tua nantinya,” tuturnya.

Ia menuturkan, sebagian, siswa SMA ada yang mengaku tidak akan melanjutkan pendidikannya karena terbentur biaya, lantaran ekonomi orangtuanya yang tidak mendukung. Masalah-masalah yang seperti ini yang perlu hindari.

”Kita tidak ingin ada yang tidak melanjutkan pendidikan karena alasan biaya. Banyak program beasiswa yang bisa menjadi solusi dan tidak semua perguruan tinggi itu yang biayanya mahal,” paparnya.

Pesannya, terpenting menumbuhkan keinginan pelajar melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. (r/eddy)

KEPRI

Selasa | 02 Juli 2019 | 21:24

Anggaran Berporos pada Kepentingan Pembangunan

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tanjungpinang – Gubernur H Nurdin Basirun menghimbau kepada seluruh Kepala OPD beserta jajaran agar setiap rupiah yang dianggarkan dalam kegiatan dan program kerja yang digagas benar-benar berporos kepada kepentingan pembangunan. Pembangunan yang meningkatkan taraf hidup masyarakat.

“Karna setiap pembangunan yang dilakukan pasti akan memberikan banyak dampak positif seperti menghidupkan roda perekonomian sehingga kesejahteraan masyarakat akan meningkat, ini yang harus menjadi perhatian kita bersama,” ujar Nurdin saat memimpin Rapat OPD di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Senin 1 Juli.

Apalagi Kepri, dengan daerah kepulauan yang lebih dominan laut, tentu menjadi konsentrasi bersama bagaimana kembali menjayakan kemaritiman, yang dikatakan Nurdin akan menjadi aset yang penting dan ikon baru bagi daerah.

“Daerah kepulauan menjadi aset yang harus terus kita kembangkan dengan beragam inovasi baru sehingga menjadi ikon yang dikenal baik secara nasional maupun internasional,” lanjutnya.

Membahas ABPD 2020 mendatang, yang mana akan menggunakan sistem eplanning dan ebudgeting yang diharapkan Nurdin dapat menjadi pemacu bagi semua jajaran OPD agar benar-benar teliti.

“Sehingga perjalanan pembangunan kedepan dapat berjalan baik dan mengurangi kesalahan,” tambah Nurdin.

Sementara itu, Sekdaprov H TS Arif Fadillah menghimbau kepada seluruh OPD agar dokumen terkait APBD-P dan APBD murni 2020 agar segera disiapkan sehingga dalam minggu depan dapat dibahas bersama dengan Gubernur.

“Diharapkan semua OPD dapat bergerak cepat, kita ikuti alur sesuai jadwal agar tidak terjadi keterlambatan,” ujar Arif.

Sekda juga membahas terkait rencana agenda untuk peringatan HUT RI tanggal 17 Agustus mendatang yang mana direncanakan akan digelar upacara tepat di zona A Gurindam 12 (depan gedung daerah). Selain upacara akan digelar pula sejumlah pertandingan antara lain Jong, Sampan Layar, Ketinting, Boat Pancung, Voli Pantai, Jet Ski, Dragon Race, Dangkong beserta permainan rakyat lainnya.

“Kita lihat permainan rakyat ini perlu dilestarikan agar kembali digemakan seperti dahulu maka mulai tahun ini sampai tahun tahun berikutnya akan rutin kita laksanakan. Hari ini kita akan mulai rapat untuk pembentukan panitia dan koordinator acara,” lanjut Arif.

Kemudian, Kepala Biro Pembangunan Aries Fhariandi melaporkan progres realisasi keuangan dan fisik, yakni untuk realisasi keuangan adalah sebesar 32,89 persen dan realisasi fisik adalah sebesar 34,54 persen. Sedangkan untuk progres lelang sendiri terhadap proyek strategis yang berjumlah 76 paket, hanya tinggal 31 paket lagi yang belum masuk.

“Terjadi kemajuan yang signifikan berkat kerjasama teman-teman OPD, ini diharapkan terus dilakukan mengingat tahun anggaran telah masuk ke semester kedua,” kata Aries.

Dalam kesempatan tersebut Aries juga melaporkan bahwa mulai minggu ini masing-masing OPD akan membuat dokumen pernyataan kinerja beserta lampirannya.

“Maping ini dilakukan agar time schedule yang di rencanakan dapat sesuai, dan dokumen ini akan kami serahkan kepada Gubernur, Wakil Gubernur dan Sekda agar setiap minggu dapat dikendalikan sesuai target penyelesaiannya,” lanjut Aries.

Terkait arahan Gubernur untuk Pengecatan rumah-rumah di pesisir Pulau Penyengat, Aries melaporkan bahwa saat ini tim Cagar Budaya Batu Sangkar telah tiba dan akan bekerja selama 5 hari di Penyengat, dan diharapkan dalam minggu depan rekomendasi akan keluar terkait mekanismenya akan seperti apa termasuk warna.

“Dari info yang didapat dari tim tersebut kalau untuk warna warni takutnya akan mengubah kekhasan dari sejarah pulau penyengat, tentu nanti akan keluar rekom warna apa yang akan disetujui,” tambah Aries.

Pihaknya sendiri telah mendata jumlah rumah yang ada dipenyengat yakni sebanyak sekitar 700an rumah dan untuk dipesisir yang akan dilakukan pengecatan adalah sebanyak 243 rumah. Pelindo I juga akan di ajak bekerjasama yang direncanakan akan meluncurkan CSR nya ke Penyengat antara lain untuk pelatihan terhadap kelompok sadar wisata, pembuatan MCK, tempat sampah dan pengecatan.

Tinjau Progres Pembangunan Proyek Gurindam 12

Selepas menunaikan safari subuh di Masjid Raya Sultan Penyengat, Gubernur Nurdin didampingi Sekdaprov Arif Fadillah melakukan peninjauan proyek Gurindam 12.

Dengan menggunakan pompong Nurdin terlebih dahulu mengelilingi kawasan laut didepan proyek tersebut, mulai dari area Pelabuhan SBP sampai di aera pesisir Teluk Keriting.

Peninjauan tersebut dilakukan Nurdin untuk terus memantau agar pembangunan berjalan lancar dan sesuai rencana.

“Kita terus pantau secara rutin sehingga pembangunan dapat sesuai rencana dan jika ada tambahan bisa segera di lakukan, kita juga mencari solusi jika ada kendala,” kata Nurdin.

Setelah berkeliling di area laut, Nurdin kemudian turun kesalah satu dermaga yang sudah selesai dibangun, disana Nurdin berharap agar kedepan dermaga ini dapat diperbesar sehingga banyak kapal dapat berlabuh. Meskipum rencana awal dermaga tersebut dijadikan sarana membuka berbagai perlombaan-perlombaan cabang olah raga air.

Nurdin kembali mengelilingi area yang telah di timbun pasir disepanjang area tepi laut, ysng direncanakan pada Zona A akan dialokasikan untuk kawasan lapangan upacara (target dapat digunakan pada 17 agustus mendatang) dan panggung pelaksanaan MTQ.

“Untuk MTQ panggungnya yang permanen Pak Abu (Abu Bakar Kadis PU) sehingga kedepan arena dapat digunakan untuk banyak kegiatan lainnya,” pesan Nurdin.

Tak lupa Nurdin juga mengingatkan agar ruang terbuka hijau lebih dominan agar tidak terlihat gersang, juga untuk posisi tata letak setiap area agar benar-benar indah dipandang baik dari darat maupun dari laut.  (humaskepri)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tanjunngpinang – Gubernur Kepri Nurdin Basirun mengatakan optimalisasi dan sinergitas yang terus dibangun merupakan bentuk komitmen bersama dalam upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Apalagi sinergi antara Pemerintah Daerah bersama instansi vertikal.

“Dengan langkah konkret yang kita lakukan saat ini kita harap dapat terus menguatkan neraca perekonomian dan juga semakin meningkatkan pelayanan dapat semakin hari semakin baik,” kata Nurdin usai melakukan penandatanganan Kesepakatan Bersama Antara Gubernur, Bupati dan Wali kota se-Provinsi Kepri dengan Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan RI dan Badan Pertanahan Nasional bertempat di Aula Wan Seri Beni, Kantor Gubernur, Pulau Dompak, Tanjungpinang, Kamis, 27 Juni 2019.

Nurdin senang hingga saat ini sinergitas yang terjalin antar kabupaten dan kota se Kepri dengan keunggulannya masing-masing sebagai modal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata.

Tidak hanya itu, Nurdin pun menyampaikan ucapan terimakasih kepada KPK RI. Penandatangan kesepakatan ini dapat terlaksana berkat dorongan KPK yang telah memerankan fungsi trigger mechanism.

“Yakni dengan mendorong perbaikan tata kelola pemerintah daerah serta sistem administrasi pengelolaan penerimaan daerah,” lanjut Nurdin.

Sementara itu, Ketua KPK RI Ir Agus Rahajo sepakat bahwa salah satu tujuan menyatukan komitmen dalam penandatangan kesepakatan bersama ini adalah memberikan warisan yang baik bagi generasi penerus.

“Bagaimana kita membangun landasan yang kokoh dan lebih baik bagi para generasi penerus agar mampu menghadapi setiap tantangan kedepan,” kata Agus.

Agus pun menjabarkan tugas pokok dan fungsi yang dijalankan KPK sendiri berdasarkan UU nomor 30 tahun 2002 yang terurai dalam pasal 7 (Koordinasi), pasal 8 (Supervisi), pasal 11 (Penyelidikan, Penyidikan dan Penuntutan), pasal 13 (Pencegahan) dan pasal 14 (Monitoring) dengan tiga kunci utama yakni Networking, Tidak memonopoli dan Trigger Mechanism.

Agus pun menambahkan bahwa dengan kerjasama yang disepakati hari ini bukan hanya menjadi MoU tanpa tindak lanjut. Kedepan diharapkan ada target yang diusung.

“Sehingga setelah tanda tangan ini kedepan kita bisa tahu apa saja pencapaian yang didapat,” tambahnya.

Dalam pada itu, Sekdaprov Kepri H TS Arif Fadillah melaporkan bahwa maksud tujuan penandatangan kesepakatan ini adanga suatu pemahaman yang sama antara pihak terkait, adanya kesepakatan tertulis menjadi dasar untuk beraksi.

“Ini merupakan bentuk komitmen untuk meningkatkan pelayanan publik di Kepri selain itu juga sinergi yang dilakukan dapat semakin mengefektifkan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Arif.

Arif melanjutkan bahwa dalam kesempatan ini terdapat 2 bidang penting yakni perpajakan dan pertanahan, yang pertama tentang Optimalisasi Penerimaan Pajak Pusat, Pajak Daerah dan Retribusi Daerah serta yang kedua adalah tentang Kerjasama Bidang Pertanahan (pensertifikasian tanah milik Pemerintah dan aset daerah).

Kemudian, Kepala Kanwil BPN Kepri Asnawati memaknai bahwa kerjasama ini adalah instrumen tepat untuk melakukan pengelolaan aset daerah secara profesesional dengan harapan akan menguatkan komitmen bersama dalam menyelesaikan pendaftaran tanah aset daerah.

“Komitmen kami untuk siap menindaklanjuti apa yang disepakati saat ini. Kami berharap kepada pihak Pemerintah baik Provinsi maupun Kabupaten dan Kota berperan lebih aktif dalam menjalin koordinasi sehingga maksud dan tujuan kerjasama ini dapat terwujud sesuai harapan,” kata Asnawati.

Direktur Kepatuhan Internal pada Dirjen Pajak Kementerian Keuangan RI Harry Gumelar melaporkan bahwa pada tahun 2018 sendiri pendapatan dari pajak berkontribusi hampir 78 persen terhadap APBN, dan untuk tahun 2019 sendiri Dijren Pajak diberikan amanah untuk mengumpulkan sebesar 19 persen lebih tinggi dari pencapaian di tahun sebelumnya. Maka dari penandatangan inilah dapat meningkatkan sinergi dalam peningkatan pajak pusat maupun daerah.

“Kami sadar bahwa kami tidaklah bisa bekerja sendiri dalam mencapai target yang diamanahkan tahun ini, penandatanganan hari ini merupakan langkah yang baik,” kata Harry.

Turut menandatangani MoU antara lain Wali Kota Batam Muhammad Rudi, Wali Kota Tanjungpinang Syahrul, Bupati Bintan Apri Sujadi, Bupati Lingga Alias Wello, Bupati Kepulauan Anambas Abdul Haris, Wakil Bupati Karimun Anwar Hasyim, Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti dan Kepala Kanwil Direktorat Pajak Kepri Slamet Sutantyo serta Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten dan Kota Se Kepri. (humaskepri)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Wakil Gubernur Kepri Isdianto mengatakan potensi Kepri terletak pada pariwisata, pertanian, peternakan dan perikanan. Dan untuk menggali keempat potensi tersebut Kepri membutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang handal.

Demikian disampaikan Isdianto saat melakukan kunjungan kerja ke Dabo Singkep, Kabupaten Lingga dalam acara halal bihalal bersama pemerintah dan masyarakat Lingga, di Gedung Nasional Dabo Singkep, Senin, 17 Juni 2019.

“Potenis pertambangan lambat laun akan habis bahan bakunya. Aapun yang tidak pernah habis sumber dayanya adalah bidang pariwisata, pertanian, peternakan dan perikanan. Sumber daya keempat sektor ini selalu berlimpah dan selaku potensial untuk dikembangkan dan dipasarkan. Yang kita perlukan hanya SDM yang siap untuk mengelolanya,” kata Isdianto.

Isdianto juga mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Lingga dibawah kepemimpinan Bupati Alias Wello yang sudah memulai mengkaderisasi SDM melalui program-program beasiswa kuliah gratis untuk masyarakatnya.

“Yang kita butuhkan memang SDM dan investasi SDM di Lingga ternyata sudah dilakukan oleh Pemkab Lingga. Kita bisa dengar apa yang disampaikan oleh Bupati Lingga tadi,” kata Isdianto.

Sebagai wakil Gubernur, Isdianto juga mengajak Pemerintah Kabupaten Lingga selalu bersemangat membangun daerahnya. Dan selalu berkoordinasi jika mendapatkan permasalahan yang pelik.

“Membangun tidak semudah membalik telapak tangan. Tapi ada proses dan memakan waktu. Kalo ada masalah di daerah, mari sama-sama kita cari solusinya. Jika ada kesempatan ke Tanjungpinang silahkan mampir ke ruangan saya. Insya Allah ruangan saya akan selalu bersedia dan terbuka menerimanya,” kata Isdianto.

Sementara itu Bupati Lingga Alias Wello dalam sambutannya mengatakan jika Pemerintah Kabupaten Lingga bersama jajarannya sedang giat-giatnya menbangun Lingga disegala sektor. Baik infrastruktur, pendidikan, pertanian dan lainnya.

“Politeknik pertanian dan peternakan kabupaten Lingga tahun depan sudah melakukan penerimaan mahasiswa baru. Kita targetkan mahasiswa angkatan pertama sebanyak 150 orang. Dan Insya Allah gratis selama kuliah. Saya harap ini bisa mendongkrak SDM untuk perekonomian Kabupaten Lingga kedepan,” kata Wello.

Wello juga senang karena semua programnya untuk mengembangkan Lingga mendapat respon positif dari pusat.

“Jika cetak sawah sudah berdiri, gudang bulog sudah berdiri, politeknik sudah berdiri,maka semuanya Insya Allah akan berjalan seperti yang kita harapkan. Dan ini saya tidak bekerja sendiri, karena saya bekerja dibantu oleh wakil Bupati yang luar biasa dengan pemikiran-pemikirannya,” kata Wello.

Wello juga berterimakasih kepada Wakil Gubernur serta rombongan yang sudah sudi menghadiri undangan dsri masyarakat Lingga dalam acara halal bihalal ini.

Hadir juga dalam kesempatan ini Sekdakab Lingga Juramadi Esram, Anggota DPRD Kepri Hanafi Ekra, staf khusus Gubernur Herizal Hood dan H. Saidul Kudri. (humaskepri)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Satu lagi proyek aplikasi perubahan diluncurkan oleh Gubernur Kepri H Nurdin Basirun. Kali ini aplikasi bernama Sikopi (sistem informasi kesejahteraan sosial Provinsi Kepri). Sebuah aplikasi terobosan Dinas Sosial Provinsi Kepri untuk mendata jumlah Fakir Miskin.

Sistem yang bertujuan membuat data akurat tentang masyarakat miskin di Provinsi Kepri itu disebut Nurdin sebagai proyek perubahan yang istimewa karena belum pernah dibuat selama ini di Provinsi Kepri.

“Saya menyambut baik proyek sikopi ini dan sekaligus bangga karena proyek ini istimewa. Saya berharap, aplikasi si Kopi ini benar-benar memberikan kontribusi pada Kepri dan Indonesia pada umum,” ungkap Nurdin.

Nurdin berharap para Kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah) dan jajarannya tidak bekerja secara stagnan. Tetapi penuh dengan ide-ide dan inovasi sehingga kemajuan Kepri berlangsung cepat.

Aplikasi Sikopi diluncurkan Nudin Basirun, Senin, 17 Juni 2019 di ruang VIP Bandara Hang Nadim beberapa saat setelah melalukan kunjungan kerja beberapa hari di Kabupaten Natuna.

Turut hadir menyaksikan peluncuran itu Sekretaris Daerah Kepri, T.S Arif Fadillah, kepala Dinas Kesehatan Kepri Tjetjep Yudiana, Kepala Dinas Sosial Kota Batam, Ketua LAM Kepri, Ketua MUI Kepri, Anggota Tagana Kepri, tokoh masyarakat dan relawan pendamping Dinas Sosial.

Kepala Dinas Sosial Kepri Doli Boniara, menyampaikan ide membuat aplikasi tersebut diawali dari masalah tentang selalu simpang siurnya data masyarakat miskin selama ini. Antara instansi instansi satu dan yang lainnya selalu berbeda. Salah satu solusi yang ditawarkan yakni mendata masyarakat miskin dengan aplikasi Sikopi.

“Setelah mendata, akan ada maping dan tahu persis di mana saja penduduk miskin dan apa masalah sosialnya. Dengan begitu nantinya juga akan memudahkan sebuah program sosial bisa tepat sasaran. Ini aplilasi belum sempurna sehingga membutuhkan masukan dari semua pihak,” jelas Doli.

Doli berharap proyek perubahan aplikasi Sikopi bisa menyumbang untuk kebutuhan nasional. Hal itu karena aplikasi Sikopi dibuat terintegrasi sampai ke Kementerian Sosial RI.

Indra Jaya Tenaga ahli Pengolahan Data Sekretariat Dirjen Penanganan Fakir Miskin Kemensos RI menjelaskan cara membuka aplikasi Sikopi dengan terlebih dahulu membuka Web Dinas Sosial Kepri. Setelah itu berkunjung ke Aplikasi Sikopi dengan memasukan Login nama.

Sampai saat ini baru tenaga pendamping yang bisa login ke Aplikasi Sikopi.

“Di lapangan, tenaga pendamping akan menemui atau bertemu masyarakat miskin, dan mendata dengan mengisi formulir dalam Sikopi yang berisi 44 poin. Dari 44 poin itu nantinya akan ditentukan kategori masyarakat miskin tersebut,” ujarnya.

Ke-44 poin yang menjadi landasan kategori masyarakat miskin tersebut diantarannya cacat, lansia, anak terlantar, aladin (atap, lantai, dinding) rumah, dan kepemilikan aset.

Aplikasi ini nantinya akan terintegrasi mulai dari kelurahan sampai ke pusat. (humaskepri)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tanjungpinang – Wakil Gubernur Kepri Isdianto menghimbau para pegawai untuk menciptakan suasana kantor yang nyaman dan kondusif. Sehingga para pegawai menjadi betah berlama-lama di kantor serta lebih semangat dalam menyelesaikan tugas-tugas harian.

Hal ini dikatakan Isdianto ketika memimpin apel pagi di halaman kantor Pemerintah Provinsi Kepri di Dompak, Tanjungpinang, Senin (17/6).

“Jangan jadikan kantor sebagai tempat menggosip. Tempat menjelekkan si fulan dan si fulan. Kondisi seperti ini hanya akan membuat sebagian pegawai menjadi tidak merasa nyaman. Ciptakan suasana kantor yang nyaman sehingga semuanya betah berlama-lama di kantor,” kata Isdianto.

Menyoroti jumlah peserta apel yang tidak seramai pada minggu sebelumnya, Isdianto mengutarakan kekecewaanya. Pasalnya dia melihat yang hadir pada apel pagi kali ini jumlahnya tidak seramai pada senin sebelumnya.

“Minggu lalu, setelah apel saya juga ke beberapa kantor OPD. Ternyata rata-rata hadir. Dan hanya satu atau dua orang saja yang tidak masuk, tapi alasannya jelas. Kita mau disiplin hadir seperti itu di pertahankan. Dan Gubernur juga sangat senang ketika melihat pegawainya selalu disiplin,” katanya.

Hal lain, untuk OPD yang tupoksi kerjanya pelayanan. Isdianto berharap agar serius, tulus dan ikhlas dalam melayani masyarakat. Jika urusan bisa disegerakan, jangan ditunda-tunda.

“Berikan pelayanan yang baik kepada masyarakat. Terkhusus masalah menerbitkan perizinan. Segera keluarkan jika itu memungkinkan. Namun beri penjelasan berdasarkan aturan hukum yang jelas, jika ternyata izin yang diharapkannya memang tidak bisa dikeluarkan. Jangan sampai seperti yang saya temukan di BPMPTSP, ada masyarakat yang mengurus izin sampai 4 bulan. Tapi tak kunjung dapat kejelasan,” tegas Isdianto.

Tidak lupa, atas wafatnya mantan pejabat Pemprov Kepri H. Said Agil. Serta untuk mengenang atas jasa-jasanya selama mengabdi, Isdianto memimpin para pegawai untuk bersama-sama membacakan alfatihah untuk almarhum. (humaskepri)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tanjungpinang – Gubernur Kepri Nurdin Basirun menunaikan shalat idul fitri 1 syawal 1440 H/2019 M bertempat di Lapangan Pamedan, Jl Ahmad Yani, Tanjungpinang, Rabu, 5 Juni 2019 pagi.

“Mengawali hari kemenangan ini, saya ucapkan selamat hari raya idul fitri. Minal aidin walfaidzin, mohon maaf lahir dan batin kepada seluruh masyarakat Kepulauan Riau,” ujar Nurdin membuka sambutannya.

Nurdin melanjutkan, hari kemenangan merupakan hari yang paling ditunggu-tunggu oleh umat muslim setelah sebulan penuh berpuasa di bulan ramadan. Tentu amalan-amalan yang telah dilakukan selama sebulan penuh sebelumnya wajib dipertahankan.

Bahwa hari kemenangan bukan lah berhenti dari setiap amalan selama bulan ramadan yang dilakukan, namun sebagai awal untuk terus ditingkatkan sehingga menjadi pribadi yang berakhlak mulia serta kokoh iman dan agamanya.

“Sebulan penuh kita berpuasa dengan segala amal perbuatan yang kita lakukan dilipatgandakan patut dijadikan renungan bahwa menyambut kemenangan haruslah dijadikan momen untuk mempertahankan serta meningkatkan iman dan ketaqwaan kita dibulan-bulan berikutnya,” lanjutnya.

Tak lupa, Nurdin mengundang seluruh masyarakat untuk hadir ke Gedung Daerah selepas pelaksanaan shalat Id ini, karna dirinya akan menggelar openhouse yang terbuka bagi seluruh masyarakat.

“Silahkan bapak ibu datang ke Gedung Daerah, mari kita niatkan kegiatan ini sebagai bentuk meningkatkan silaturahmi dan ukuwah islamiyah diantara kita,” ajak Nurdin.

Sementara itu, Wali Kota Tanjungpinang H Syahrul selaku Khatib dalam kutbahnya menyampaikan bahwa menatap hari kemenangan maka berbahagialah orang yang ditinggalkan oleh ramadan setelah satu bulan penuh menjalankan setiap ibadah yang diwajibkan serta menjauhkan setiap larangan, dan celakalah orang yang dalam bulan ramadan tanpa berbuat apapun dalam upaya memperbaiki diri.

“Ibarat tidak dapat memanfaatkan waktu selama ramadan maka sesuailah dengan sabda Rasulullah yakni barang siapa yang tidak dapat memuliakan ramadan maka dia tidak akan mendapatkan kemuliaan itu selamanya,” kata Syahrul.

Syahrul melanjutkan bahwa kemuliaan berarti mempertahankan kefitrahan, ied bermakna kembali ketempat yang suci, kembalinya dari segala dosa. Bukan kah Allah SWT telah memberikan kesempatan dibulan ramadan dalam upaya manusia untuk mencapai tingkat ketaqwaan yang lebih baik.

“Sehingga hati yang kembali suci tadi akan menjadi perisai kokoh dalam menghindari segala perbuatan yang tidak baik,” lanjutnya.

Membahas etika sosial, Syahrul menambahkan bahwa didalam islam etika sosial turut menciptakan harmonisasi didalam semua kehidupan di bumi, islam mengajarkan untuk saling mengasihi diantara umat semua, demi menjaga tatanan keseimbangan didalam kehidupan tersebut.

“Semoga ramadan yang dijalankan kemarin dapat membuat hati dan jiwa kita semakin bersih untuk menjalankan kehidupan kedepan,” pungkasnya.(humaskepri)