NATUNA

apel

NATUNA

Selasa | 19 Februari 2019 | 16:04

Kunker ke Batubi Wabup Natuna Blusukan ke Sekolah

MEDIAKEPRI.CO.ID, Natuna – Wakil Bupati Natuna, Ngesti Yuni Suprapti melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Bunguran Batubi, dalam kunker nya itu, Ngesti menyempatkan diri untuk blusukan ke beberapa sekolah pada Senin 18 Januari 2019.

Sekolah yang pertama disinggahi Ngesti yakni SMPN 1 Batubi Jaya, disini ia menjadi inspektur apel 17 hari bulan.

Wabup Natuna pimpin apel 17 hari bulan di SMPN 1 Bungaran Batubi

Apel Bersama diikuti oleh siswa – siswi tingkat SMP dan SMA, Mahasiswa Program KKN STAI Natuna, para tenaga pengajar, pengawas sekolah, medis dan paramedis, aparatur dan perangkat pemerintahan desa serta jajaran Pemerintah Kecamatan Bunguran Batubi.

Suasana apel 17 hari bulan di SMPN 1 Bungaran Batubi

Dalam sambutannya, Ngesti berharap agar para guru, masyarakat dan lingkungan keluarga dapat terus membangun motivasi bagi anak, agar terus memupuk semangat untuk menuntut ilmu sampai kejenjang yang lebih tinggi.

“Anak atau siswa harus dipersiapkan menjadi Sumberdaya manusia yang mampu bersaing dan menjawab tantangan saat ini, “ujar Wabup Ngesti.

Usai melaksanakan Apel di SMPN 1, Ngesti dan rombongan bertolak ke SMKN 2 Bunguran Barat. Di sini Wabup Ngesti melihat kesiapan sekolah dalam melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer.


Wabup Natuna pimpin apel 17 hari bulan di SMPN 1 Bungaran Batubi

Selain itu, ia juga menyempatkan diri untuk memberi pengarahan kepada pihak sekolah dan para Murid SMKN 2.

Dikatakan Ngesti, ia mengapresiasi semua prestasi akedemik yang telah di raih siswa siswi SMK N 2 Bunguran Barat, seperti contoh, siswa berhasil lulus dalam SNMPTN.

” Saya mendukung penuh kegiatan penjagaan lingkungan hidup. Apalagi, saat ini SMK N 2 Bunguran Barat telah masuk kategori sekolah Adiwiyata tingkat provinsi. Semoga sukses menuju Adiwiyata tingkat nasional,” ucapnya. (alfian)

PNS

NATUNA

Selasa | 19 Februari 2019 | 11:58

Sekda Natuna Resmikan Launching Pak Malaw

MEDIAKEPRI.CO.ID, Natuna – Pemerintah Kabupaten Natuna melaksanakam Apel 17 hari bulan, giat tersebut juga disejalankan dengan launcing program Pembuatan Akta Kematian Melalui Layanan WhatsApp (Pak Malaw) di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Natuna, Senin 18 Februari 2019, di halaman Kantor Bupati Natuna.

Launcing program tersebut ditandai dengan pelepasan balon bertuliskan Pak Malaw ke udara oleh Sekretaris Daerah Natuna, Wan Siswandi.

Suasana apel 17 hari bulan di lingkungan Pemda Natuna

Mewakili Pemerintah Daerah Kabupaten Natuna, Wan Siswandi, mengapresiasi program yang diluncurkan oleh Disdukcapil Natuna tersebut. Karena, program ini dinilai dapat memudahkan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan administrasi kependudukan, terutama dalam mengurus akta kematian.


Suasana apel 17 hari bulan di lingkungan Pemda Natuna

Suasana apel 17 hari bulan di lingkungan Pemda Natuna

“Kami sampaikan apresiasi kepada Kepala Dinas Dukcapil beserta jajarannya, yang telah berhasil membuat program Pak Malaw. Pak Malaw ini bukan nama orang atau nama semut, tapi ini nama program yang dibuat oleh Disdukcapil, untuk melayani masyarakat,” ungkap Wan Siswandi.

Pelepasan balon sebagai tanda di launchingnya program pak malaw

Usai melepaskan balon ke udara sebagai tanda diresmikannya program Pak Malaw, Wan Siswandi juga turut memberikan akta kematian kepada masyarakat, secara simbolis.

Pada kesempatan tersebut juga diserahkan hasil pemetaan kompetensi pelaksanaan hasil kerjasama Pemerintah Daerah dengan Kantor Regional XII BKN Pekanbaru tahin 2018 kepada 17 PNS. (alfian)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Natuna – Wartawan Datariau.com, Arizky Filbahri, mengatakan, takan menarik laporannya ke Polisi resort Natuna, terkait kasus pengancaman terhadap dirinya, oleh salah seorang anggota Persatuan pemuda anak tempatan (PERPAT) Natuna, bernama Ardi Wijaya.

” saya takan mundur walau selangkah, ini menyangkut marwah pers Natuna, jadi tidak ada kata damai, ” ujar Arizky.

Langkah Arizky melaporkan pengancaman tersebut, juga didukung oleh para awak media yang bertugas di Natuna.

” Arogansi terhadap pers harus di lawan, semoga kasus ini menjadi pembelajaran bagi semua, jangan sampai hal seperti ini menimpa Insan Pers lainnya yang bertugas di Natuna, ” tutur Arizky.

Terkait laporannya ke Polres Natuna, Arizky meyakini Pihak kepolisian akan menanganinya dengan profesional. Hal ini terlihat dari telah dilayangkannya surat pemanggilan kepada saksi kejadian.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Natuna AKP Hendrianto, yang dihubungi mediakepri.co.id melalui pesan Whatsapp, senin 18 Februari 2019, mengatakan perkembangan dari kasus pengancaman terhadap wartawan masuk pada tahan pemanggilan saksi.

“Masih tahap pemanggilan saksi-saksi kejadian, tadi saksi pertama ada nyebut-nyebut dua orang saksi lainnya, nanti akan kita kirimkan surat panggilannya, ” ungkap AKP Henrianto. (Alfian)

NATUNA

Minggu | 17 Februari 2019 | 22:29

DPRD Natuna Dukung Program Pemerintah untuk Petani Lokal

MEDIAKEPRI.CO.ID, Natuna – Para anggota DPRD dari Dapil III, menghadiri kegiatan Panen Padi hasil penerapan Demplot, yang dilaksanakan Dinas Pertanian di Desa Gunung Putri Kecamatan Bunguran Batubi, Senin, 11 Februari 2019.

Demplot atau Demontration Plot adalah suatu metode penyuluhan pertanian kepada petani, dengan cara membuat lahan percontohan, agar petani bisa melihat dan membuktikan terhadap objek yang didemontrasikan.

Demplot bisa berupa Inovasi teknologi budidaya, VUB (Varietas Unggul Baru), Pemupukan dan lain-lain, disesuaikan dengan demografi wilayah tersebut.

Anggota DPRD Natuna saat menghadiri giat panen padi metode demplot

Dalam laporannya Sekretaris Dinas Pertanian Natuna, Jojo, menjelaskan, proses penanaman padi ini sudah dilaksanakan sejak 21 November 2018 yang lalu, dengan luas lahan kurang Lebih 2 Hektar.

“Alhamdulilah untuk produksinya sendiri kita mendapatkan hasil 2 sampai 3 Ton dalam bentuk Gabah, ” ucap Jojo

Jojo juga menyebutkan hasil Panen tersebut merupakan Upaya bersama antara Pemerintah Kabupaten Natuna dan dibantu oleh Provinsi Kepri yang dikelola oleh Petani tempatan Natuna.

Sejalan dengan hal itu, Wakil Ketua Komisi II DPRD Natuna, Marzuki, SH menyambut baik program tersebut. Menurutnya program cetak sewah yang didakan oleh pemerintah pusat memang harus dimanfaatkan oleh masyarakat di daerah.

“Meski belum seluruh Natuna, setidaknya ini sudah harus bisa dimanfaatkan oleh masyarakat di Kecamatan Bunguran Batubi, “ ujar Marzuki.

Anggota DPRD Natuna saat menghadiri giat panen padi metode demplot

Marzuki menegaskan, untuk mensukseskan program tersebut dinas terkait sebagaimana yang disampaikan oleh masyarakat mengenai ketersediaan pupuk bersubsidi memang sudah harus dicarikan jalan keluranya agar para petani bisa lebih fokus melakoni usahanya dan tidak lagi mencari pekerjaan lain sebagai tambahan penghasilan mereka.

“Kami sudah pernah berkunjung ke provinsi, katanya ada Harga Enceran Tertinggi (HET), jadi pupuk subsidi tidak boleh melewati batas tersebut untuk dijual. Sementara ongkos kapal untuk membawa pupuk ke Natuna dalam hitungan perkilonya saja sudah melewati HET. Jadi memang ini perlu mendapat perhatian serius oleh dinas terkait supaya ada minat masyarakat untuk tetap ingin bertani padi, “ tutur Marzuki.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Natuna, Yohanis, A.Md berharap dinas terkait bisa mendorong suksesnya program tersebut. Jika perlu disetiap daerah yang memiliki lumbung padi sudah harus disiapkan tenaga penyuluh agar masyarakat bisa langsung berkoordinasi membicarakan apa-apa saja kendala dan kebutuhan yang harus disiapkan agar berjalan maksimal.

“Agar mereka para petani bisa fokus bekerja mengolah lahan pertanian yang ada sesuai dengan jumlah anggaran yang dikucurkan oleh pemerintah pusat termasuk menyiapkan insfrastruktur pendukungnya seperti jaringan irigasi, “ tambah Yohanis. (alfian)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Natuna – Anggota DPRD Natuna dari daerah pemilihan III, yakni Marzuki, Syaifullah dan Yohanis, memiliki pandangan yang sama dalam hal pemerataan pembangunan di setiap kecamatan.

Marzuki, wakil rakyat dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) ketika dimintai keterangan berharap, agar Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal, melalui kebijakannnya bisa menetapkan pagu anggaran untuk setiap Kecamatan.

Marzuki

“Saya berharap ada pagu anggaran yang disiapkan untuk setiap kecamatan supaya pembangunan itu benar-benar merata, bukan hanya sekedar ungkapan tentang pemerataan pembangunan saja,” ujar Marzuki, dilansir dari media koranperbatasan.com.

Menurut lelaki yang menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi II DPRD Natuna itu, indikator untuk penetapan jumlah anggaran bisa mengacu pada berapa banyak jumlah penduduk, luas wilayah, dan tingkat kesulitan suatu daerah.

Jadi kita tidak lagi meraba-raba, artinya jika setiap kecamatan sudah disediakan pagu anggarannya tentu mereka (pihak kecamatan-red) bisa menyesuaikan apa yang akan mereka usulkan sesuai dengan jumlah anggaran yang telah ditetapkan,“ terang Marzuki.

Lebih jauh lagi Marzuki menyebutkan bahwa pihaknya sudah beberapa kali meminta kepada Bupati dan Bappeda agar setiap kecamatan diberikan pagu anggaran secara khusus.

“Sayangnya mereka selalu beralasan bahwa anggaran defisit. Sebenarnya tidak ada pengaruh kalau terjadi defisit anggaranya kita sesuaikan saja. Misalnya Kecamatan Bunguran Utara kita tetapkan pagu dananya sebesar Rp 4 miliar kalau defisit kita sesuaikan saja menjadi Rp 3 miliar, jangan sampai dihilangkan,“ ujar Marzuki.

Pandangan serupa juga disampaikan oleh wakil rakyat dari Partai Amanat Nasional (PAN), Yohanis.

Ia mengatakan, pada prinsipnya Musrenbang yang dilaksanakan dengan cara menggabungkan semua Kecamatan dan Desa serta kelurahan yang ada diwilayah II terbilang bagus. Salah satunya bisa menjalin hubungan silaturahmi antar pemerintah kecamatan desa dan kelurahan termasuk mempersingkat waktu.

Yohanis yang juga merupakan Ketua Komisi II DPRD Natuna, berharap pada tahun 2019 ini masing-masing kecamatan mendapatkan porsi pembangunan yang merata.

“Jadi tidak ada lagi yang dianak tirikan dan dianak kandungkan. Mari kita ciptakan rasa kebersamaan dan bahu membahu jangan jadikan perbedaan warna membuat kita berpecah belah dalam membangun Natuna,“ ujar Yohanis.

Syaifullah

Sementara itu, Syaifullah anggota DPRD Natuna dari partai Hanura, menuturkan dirinya bersama rekan-rekan di DPRD akan menggiring usulan prioritas masyarakat dari level kecamatan hingga kabupaten.

“kita giring agar pemerataan pembangunan bisa terwujud. Jadi untuk mendapatkan pembangunan itu, tidak lagi tergantung kedekatan maupun lobby,“ kata Saifullah.

Menurut Saifullah, selama ini pembagian kue pembangunan khususnya untuk di wilayah kecamatan masih belum maksimal karena pemerintah kecamatan bersama pemerintah desa dan masyarakatnya masih harus bekerja keras untuk memperoleh apa yang menjadi kebutuhan daerahnya.

Oleh karena itu, lanjut Saifullah, penetapan pagu anggaran untuk setiap kecamatan menjadi sangat penting agar tidak terjadi ketimpangan dalam mempercepat pembangunan di daerah.

“Jadi anggaran untuk kecamatan ini penting biar semuanya bisa merasakan. Kasian mereka yang tidak memiliki kedekatan dengan instansi terkait maupun kepala daerahnya. Jika kita ingin daerah ini maju, dan menjadi lebih baik tentunya kita harus menghidari pembangunan yang berdasarkan kepentingan dan keinginan,“ pungkasnya. (alfian)

NATUNA

Sabtu | 16 Februari 2019 | 15:16

Gegara Berita Silahturahmi, Ardi Ajak “Duel” Wartawan

MEDIAKEPRI.CO.ID, Natuna – Wartawan Datariau.com biro Natuna, Arizky Fil Bahri alias Ari, menerima ancaman dari Ardi wijaya. Gara-gara membuat berita silahturahmi PERPAT dengan Bupati Natuna belum lama ini.

Berita berjudul “Persatuan Pemuda Tempatan Natuna Silaturrahmi Bersama Bupati Natuna”, inilah yang dipermasalahkan oleh Ardi Wijaya atau dikenal Kayo.

Anehnya berita itu tidak bernada memprovokasi apalagi menjelekan organisasi Persatuan Pemuda Anak Tempatan (PERPAT) Natuna.

Ari mengatakan, Kayo bersama sejumlah rekan-rekannya, tiba-tiba mendatangi tempat tinggalnya, di Kantor DPC Aliansi Jurnalis Online Indonesia (AJOI) Natuna, Jalan Pramuka, Ranai, Rabu 13 Februari 2019, sekitar pukul 22.00 WIB.

Melihat ada yang datang, dengan wajah kurang bersahabat, Ari pun mengajak para tamu, yaitu Ardi dan rekannya berbicara di teras Kantor AJOI Natuna.

Hasil perbincangan , baru diketahui, Ardi tak terima berita silahturahmi organisasinya dengan Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal dipublikasi.

“Ardi tampak emosi. Mengajak saya duel satu persatu dengan Ardi dan rekan-rekannya,” kata Ari kepada rekan media di Kantor AJOI Natuna, Kamis siang 14 Februari 2019.

Tidak hanya mengajak duel, Ari juga diminta untuk menghapus berita yang telah dipublikasikan.

“Sudah saya diajak berantam, Ardi pun meminta menghapus berita silahturahmi organisasinya dengan Bupati Natuna”, kata Ari.

Melihat gelagat tak beres, Ari hanya diam, tak mau melawan. Kejadian itu, sempat diketahui sejumlah warga sedang ngopi malam di Warung Mangga Dua, depan Kantor AJOI Natuna.

“Saya melihat kejadian itu,” ujar Bernard, rekan media. “Tapi saya tak tahu masalahnya, karena lagi nongkrong di Mangga Dua.”

Namun atas kejadian itu, Ketua DPC AJOI Natuna Roy Parlin Sianipar segera mengadakan rapat pengurus. Dalam rapat pengurus, atas persetujuan DPD AJOI Kepulauan Riau diputuskan, Ari segera melapor kejadian tersebut pada Satreskrim Polres Natuna.

Menurut Roy, permasalahan Ari sudah mengganggu AJOI Natuna. Sebab pengurus organisasi tak mau dipublikasi silahturahmi dengan Bupati Natuna itu, telah melakukan perbuatan tidak menyenangkan di halaman kantor.

Apalagi dipermasalahkan hanya sebuah pemberitaan serimonial. “Dimana letak salah berita itu. Hanya berita silahturahmi, tak perlu dipermasalahkan,” kata Roy.

“Apalagi sambil mengancam meminta berita dihapus, jelas melanggar Undang-Undang Pers 40/1999,” timpal Ari.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, BAB VIII Ketentuan Pidana, Pasal 18 ayat (1) tertulis, setiap orang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat 2 dan ayat 3 dipidana dengan pidana penjara paling lama dua tahun atau denda paling banyak Rp500 juta.

Pasal 4 ayat 2 tertulis, terhadap pers nasional tidak dikenakan penyensoran, pembredelan atau pelarangan penyiaran. Ayat 3, untuk menjamin kemerdekaan pers, pers nasional mempunyai hak mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan dan informasi.

Sementara Surat Tanda Terima Laporan Polisi Nomor : STLP/14/II/2019/SPKT – Natuna, nama Arizky Fil ahri (korban), mengalami pengancaman oleh Ardi Wijaya di Kantor DPC AJOI Natuna, Jalan Pramuka, Ranai pada Kamis 13 Februari 2019. (alfian)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Natuna – Bupati Natuna, Abdul Hamid Rizal, membuka acara Musyawarah Rencana Pembangunan Kecamatan Wilayah II, di gedung serba guna Desa Gunung Putri, Kecamatan Batubi, Senin 11 Februari 2019.

Musrenbang tingkat kecamatan ini sebagai lanjutan setelah melalui musrenbang di tingkat kelurahan dan desa. Masukan dari tingkat bawah inilah yang nantinya akan dipilah berdasarkan prioritas untuk kemudian diajukan kepada OPD berwenang.

Suasana Musrembang

Dalam sambutannya Bupati Natuna mengatakan, prioritas pembangunan harus ditentukan untuk mengakomodir berbagai kebutuhan yang mendesak, dan vital bagi masyarakat banyak.

“Semalam saya melihat langsung, pelabuhan setungkuk di Desa tanjung sebauk dan saya prihatin akan bangunan tersebut dan kalau saya menilai itu sangat perlu dibangun, sekarang kan itu jembatan kayu, kalau bisa langsung beton aja dibuat agar bisa tahan lama dan bermanfaat bagi kita semua, ” ujar Hamid Rizal.

Istimewa

Sementara itu ditempat yang sama, Kepala BP3D Natuna, Mustafa Al Bakrie, menjelaskan penggolongan jenis pengajuan bantuan kepada pemerintah daerah.

Istimewa

Dicontohkannya adalah pengajuan bantuan untuk pembangunan rumah ibadah, menurut mustafa, pengajuan tersebut tergolong jenis hibah, sehingga pengurus masjid harus mengajukan proposal permohonan bantuan.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh anggota DPRD Natuna, OPD, Pemerintah Kecamatan Wilayah II, serta Kepala Desa dan Tokoh Masyarakat. (alfian)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Natuna – Batalyon Komposit I/Gardapati dalam mempersiapkan satuan tugas operasi pengamanan pulau terluar di daerah Sekatung Kecamatan Pulau Laut, mendapatkan pembekalan dari kantor Imigrasi kelas II Ranai, Rabu 13 Februari 2019.

Wilayah Natuna sebagai daerah terdepan NKRI berbatasan langsung dengan Laut Cina Selatan, yang merupakan jalur lalu lintas laut Internasional.

Selain itu, sumber daya perikanan Natuna sangat rawan dimasuki oleh kapal Illegal fishing dari negara tetangga, Maka dari itu dianggap Penting suatu pengamanan lalu lintas negara asing, yang akan masuk wilayah NKRI.

” Natuna marak dengan pencurian ikan oleh nelayan asing, ini merupakan salah satu ancaman untuk kedaulatan NKRI,” ujar Gatot Zulfikar sidik, Kasi Intel dan Penindakan Keimigrasian, Kantor Imigrasi Ranai, di Mako Yonkomposit I/Gardapati.

Diharapkannya, dengan adanya pembekalan ini Prajurit Yonkomposit I/ Gardapati mempunyai gambaran di dalam medan tugas dan bisa berkoordinasi dengan Kantor Imigrasi Natuna, dalam menjalankan tugasnya menghadapi Warga Negara Asing.

Pada kesempatan tersebut, Komandan Batalyon Komposit I /Gardapati, Letkol Daud, menyampaikan sebagai prajurit Perbatasan Antar Negara harus siap dan bisa berkordinasi dengan Imigrasi untuk mengamankan Kedaulatan Negara Republik Indonesia. (alfian)

NATUNA

Selasa | 12 Februari 2019 | 23:50

Hadi Candra Kunker Bersama Wabup ke Kecamatan Pulau Laut

MEDIAKEPRI.CO.ID, Natuna – Wakil Ketua I DPRD Natuna, Hadi Candra, melaksanakan kunjungan kerja (Kunker) ke Kecamatan Pulau Laut. Pada Rabu, 6 Februari 2019.

Politisi partai golkar ini datang ke Kecamatan yang terletak disebelah utara Pulau Bunguran Besar tersebut, bersama Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti, yang juga sedang melaksanakan kunjungan kerja.

Dalam kunkernya tersebut, Hadi Candra meninjau berbagai sarana umum. Diantaranya adalah peninjauan terhadap pembangunan Pelabuhan kapal perintis, yang memiliki panjang sekitar 1,5 kilometer.

Wakil Ketua I DPRD Natuna dan Wakil Bupati Natuna mengelar pertemuan dengan masyarakat

Pelabuhan tersebut, nantinya akan menjadi pintu masuk utama, bagi orang dan barang ke Kecamatan Pulau Laut.

Caleg DPRD provinsi Kepri ini berharap, pelabuhan yang dibangun dengan menggunakan dana APBD dan APBN tersebut, dapat menjadi sarana utama masyarakat, untuk mendongkrak sektor ekonomi masyarakat setempat.

Selain meninjau pelabuhan, Hadi Candra beserta rombongan juga meninjau sarana dan prasarana di Puskesmas Pulau Laut dan SMP Negeri 1 Pulau Laut.

Wakil Ketua I DPRD Natuna dan Wakil Bupati Natuna mengelar pertemuan dengan masyarakat

Menurut dia, fasilitas kesehatan dan pendidikan di Pulau Perbatasan, harus terus dioptimalkan oleh Pemerintah, baik dari tingkat pusat hingga ke daerah.

“Kesehatan dan pendidikan, merupakan kunci utama untuk memberikan pemerataan kesejahteraan bagi masyarakat yang berada jauh dari pusat pemerintahan,” ujarnya.

Selain itu, Hadi Candra beserta Wabup Natuna , juga melaksanakan temu ramah bersama masyarakat Pulau Laut, yang bertempat di Aula Pertemuan Kantor Camat setempat.

Wakil Ketua I DPRD Natuna dan Wakil Bupati Natuna mengelar pertemuan dengan masyarakat

Dalam pertemuan tersebut, Wakil Rakyat itu menyerap sejumlah aspirasi masyarakat. Dari mulai kesehatan, tenaga guru, sarana umum hingga faktor ekonomi.

Aspirasi tersebut, nantinya akan ditampung untuk dibahas bersama anggota Legislatif lainnya dan Pemerintah Daerah.

” Selain untuk menjaring aspirasi, pertemuan ini juga sebagai ajang menjalin tali silahturahmi, antara Wakil Rakyat, Pemerintah dan Masyarakat. Dengan bertatap muka secara langsung, dapat diketahui apa keluhan dan keinginan masyarakat di tingkat Kecamatan, ” tutur Hadi Chandra. (alfian)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Natuna – Komisi III DPRD Natuna menganggap pemungutan retribusi daerah belum maksimal dijalankan. Sehingga pendapatan Asli daerah dari sektor tersebut masih minim.

Menjalankan fungsi pengawasannya, maka komisi III, memanggil badan pengelola pajak dan retribusi daerah kabupaten natuna, untuk membahas masalah yang dihadapi oleh OPD tersebut dalam pemungutan retribusi, senin, 4 Januari 2019.

Pertemuan Komisi III DPRD Natuna dengan badan pengelola pajak dan retribusi daerah

Dalam pertemuan tersebut anggota DPRD Natuna menyayangkan lemahnya pemungutan Retribusi selama ini diruang lingkup Pemerintahan Kabupaten Natuna.

“Contohnya perda yang telah dibuat seperti perda sampah dan sarang burung walet,  padahal Perda tersebut sudah dibuat beberapa tahun lalu.  Tapi disayangkan hasil Retribusinya masih nol, ” ujar Rokiyah, Anggota DPRD komisi III.

Harken, Ketua Komisi III DPRD Natuna

Menurut Rokiyah pemanggilan instansi terkait untuk membahas sejumlah permasalahan yang dihadapi OPD bersangkutan.

” Agar penerimaan PAD kita bisa bertambah demi mensejahterakan Rakyat Natuna, ” harap Rokiyah.

Rokiyah, Anggota Komisi III DPRD Natuna

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Natuna, Harken, mengatakan saat ini banyak kewenangan yang telah dicabut dari kabupaten.

” Tentu sinergritas antara Eksekutif dan Legislatif sangat perlu, agar penambahan Pendapatan Daerah Bertambah. Maka itu saya  beserta kawan-kawan Komisi III memanggil pihak Eksekutif kesini, agar lebih mengetahui apa kendalanya dan mencari solusi bersama sehingga PAD Natuna dapat diserap secara maksimal, ” ujar Harken. (alfian)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Natuna – Sejumlah Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Natuna, dari Komisi I,II dan III melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Selasa, 22 januari 2019 lalu.

Mereka juga turut mengajak manajemen RSUD dan dinas kesehatan Natuna. Kunker ini bertujuan untuk melakukan studi banding ke RSUD Selasih, yang ada di Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau.

Pertemuan dengan manajemen RSUD Selasih Kabupaten Pelalawan

Hal ini untuk meninjau pelaksanaan Penerapan Peraturan Perubahan (PP) Nomor 18 Tahun 2016 tentang perubahan Struktur Organisasi Tata Kerja (SOTK) RSUD dari struktural menjadi Unit Pelayanan Teknis (UPT), di RSUD Selasih Kabupaten Pelalawan.

“Kunjungan tersebut dalam rangka mencari referensi dan konsultasi kepada pihak RSUD Selasih Pelalawan dan Dinkes Pelalawan, yang mana kedua instansi tersebut merupakan wilayah Kabupaten pertama yang menerapkan PP Nomor 18 Tahun 2016 se-Pulau Sumatra,” terang Ketua Komisi III DPRD Natuna, Harken.

Kunjungan DPRD Natuna ke RSUD Selasih Kabupaten Pelalawan

Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini berharap, dari hasil kunjungan kerja ini, pelayanan kesehatan di RSUD Natuna bisa semakin membaik dengan penerapan regulasi yang lebih baik pula kedepannya.

“Karena di Pulau Sumatera yang baru dan pertama melaksanakan system ini, ya RSUD Selasih. Kita di sana sharing ilmu, menanyakan juga aplikasi-aplikasi dan teknis penerapan PP tersebut. Sehingga nanti rekan-rekan teknis kita disini juga bisa menjalankan PP tersebut dengan baik,” ujar Harken. (alfian)

NATUNA

Selasa | 12 Februari 2019 | 19:31

Cuaca Ekstrim Tak Halangi Hadi Candra Temui Masyarakat Subi

MEDIAKEPRI.CO.ID, Natuna – Gelombang tinggi Laut Natuna Utara tak menyurutkan niat Hadi Candra menemui masyarakat Natuna di Kecamatan Subi, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepri, Senin 27 Januari 2019 lalu.

Hadi Candra yang menjabat wakil ketua I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Natuna, periode 2014-2019, ingin bersilahturahmi dengan masyarakat setempat, sekaligus melihat pembangunan di daerah tersebut.

Dalam kunjungan ini, Hadi Candra juga sempat menyapa masyarakat di Desa Kerdau dan Desa Pulau Panjang, Kecamatan Subi.

Suasana pertemuan dengan masyarakat kecamatan subi

Kunjungan tersebut dilakukan, untuk menyerap aspirasi masyarakat setempat.
Dalam kesempatan tersebut, warga menyampaikan berbagai masalah yang terjadi di daerahnya. Mulai dari masalah ekonomi, infrastruktur dan sarana telekomunikasi yang terbatas, hingga masalah pendidikan.

Politisi Partai Golkar itupun menanggapi semua aspirasi dari masyarakat, yang disampaikan kepada dirinya.


Suasana pertemuan dengan masyarakat kecamatan subi

Ia berjanji, untuk membawa masalah ini ke lembaga legislatif, untuk dibahas bersama anggota DPRD Natuna lainnya, yang nantinya akan disampaikan kepada pihak eksekutif, dalam hal ini adalah Pemerintah

Selain untuk menyerap aspirasi dari masyarakat, kunjungan yang dilakukan oleh Calon Legislatif (Caleg) DPRD Provinsi Kepri, dari daerah pemilihan Natuna-Anambas itu, juga untuk menjalin tali silahturahmi, antara wakil rakyat dan rakyatnya.

Hadi Candra saat mengunjungi masyarakat desa kerdau,kecamatan subi

Silahturahmi ini, diyakini Hadi Candra sebagai cara ampuh untuk mendengarkan secara langsung keluhan dari masyarakat. Lewat tatap muka secara langsung dan kekeluargaan, membuat masyarakat tidak segan untuk menyampaikan aspirasinya

“Pertemuan ini agar masyarakat bisa terbuka dan transparan, dalam menyampaikan segala unek-uneknya, tanpa merasa segan dan takut kepada wakil rakyatnya sendiri, ” ujarnya. (alfian)

NATUNA

Senin | 11 Februari 2019 | 19:45

Bupati Natuna Panen Padi Hasil Metode Demplot

MEDIAKEPRI.CO.ID, Natuna – Bupati Natuna, Abdul Hamid Rizal menghadiri kegiatan Panen Padi hasil penerapan Demplot, yang dilaksanakan Dinas Pertanian di Desa Gunung Putri Kecamatan Bunguran Batubi, Senin, 11 Februari 2019.

Demplot atau Demontration Plot adalah suatu metode penyuluhan pertanian kepada petani, dengan cara membuat lahan percontohan, agar petani bisa melihat dan membuktikan terhadap objek yang didemontrasikan.

Bupati Natuna tiba dilokasi saat panen padi yang menggunakan metode demplot di Kecamatan Bunguran Batubi

Demplot bisa berupa Inovasi teknologi budidaya, VUB (Varietas Unggul Baru), Pemupukan dan lain-lain, disesuaikan dengan demografi wilayah tersebut.

Dalam laporannya Sekretaris Dinas Pertanian Natuna, Jojo, menjelaskan, proses penanaman padi ini sudah dilaksanakan sejak 21 November 2018 yang lalu, dengan luas lahan kurang Lebih 2 Hektar.

Staf Pemkab Natuna mengikuti panen padi hasil metode demplot

“Alhamdulilah untuk produksinya sendiri kita mendapatkan hasil 2 sampai 3 Ton dalam bentuk Gabah, ” ucap Jojo

Jojo juga menyebutkan hasil Panen tersebut merupakan Upaya bersama antara Pemerintah Kabupaten Natuna dan dibantu oleh Provinsi Kepri yang dikelola oleh Petani tempatan Natuna.

Bupati Natuna memanen padi hasil metode demplot di Kecamatan Bunguran Batubi.

Sementara itu Bupati Natuna, Abdul Hamid Rizal, menyampaikan harapannya kepada semua Element untuk bisa saling bekerja sama dalam hal memasarkan beras produksi tempatan daerah.

“Saya akan memerintahkan Semua OPD untuk mengkonsumsi beras Sehat Hasil dari Masyarakat tempatan Natuna, yang lebih sehat dan jauh dari bahan Kimia ini, ” ujar Hamid.

Bupati Natuna memanen padi hasil metode demplot di Kecamatan Bunguran Batubi.

Selain itu, Hamid Rizal juga berpesan agar masyarakat Natuna dapat mencintai produksi daerah. Hal ini menurutnya, guna menunjang Ekonomi masyarakat petani tempatan yang ada di kecamatan batubi.

” Kalau bukan kita siapa lagi, ” kata Hamid

Turut Hadir dalam kegiatan Tersebut Anggota DPRD Natuna, Kepala OPD, Ibu Penggerak PKK Kecamatan Bunguran Batubi, Petani dan Masyarakat. (alfian)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Natuna – Hingga kini sektor perikanan air tawar di Indonesia dapat dikatakan belum tergarap maksimal. Terbukti dari masih belum tercukupinya permintaan pasar dalam negeri.

Tentunya bisnis budidaya ikan air tawar cukup potensial untuk dijalankan, apalagi budidaya ikan jenis ini lebih mudah dan murah jika dibandingkan dengan budidaya ikan air laut.

Pemerintah Daerah Natuna selain memperhatikan pembudidaya ikan laut yang notabenenya banyak digeluti nelayan di Natuna, juga turut memberikan dukungan terhadap pembudidaya ikan air tawar.

Suasana acara penyerahan bantuan benih ikan, Bupati menyampaikan sambutan

Salah satunya adalah memberikan bantuan bibit ikan air tawar jenis lele.
Penyerahan Bantuan Bibit Ikan Produksi UPTD Dinas Perikanan ini, diserahkan oleh Bupati Natuna kepada 5 kelompok pembudidaya ikan air tawar di kabupaten Natuna, Rabu 6 februari 2019, di Balai Benih Teluk Baruk, Kecamatan Bunguran Timur.

Dalam sambutannya, Bupati Natuna, Abdul Hamid Rizal, mengatakan Jika sektor perikanan air tawar dikelola dan dibudidayakan dengan baik, bukan tidak mungkin mampu mengembangkan sektor perikanan masyarakat tempatan.

“Oleh karenanya upaya mengoptimalkan pengelolaan perikanan air tawar harus menjadi fokus pembangunan sehingga mampu meningkatkan minat dan semangat para pelaku usaha untuk terlibat, ” ujar Hamid.

Menurut Hamid kegiatan ini bertujuan untuk lebih meningkatkan angka produksi perikanan khususnya perikanan air tawar yang sampai sekarang masih dibawah target.

“Saya harapkan kepada seluruh pelaku usaha budidaya ikan air tawar untuk terus berupaya melakukan strategi pengembangan dan fokus dalam usaha ini, bukan tidak mungkin kedepannya sektor perikanan darat dapat menjadi peluang usaha yang menjajikan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Natuna” jelas Hamid.

Hamid juga berpesan kepada pihak Pemerintah Desa agar dapat memberikan dukungan dan perhatian baik melalui kebijakan maupun himbauan karena bukan tidak mungkin suatu saat nanti potensi perikanan air tawar mampu menjadi Komoditi utama asli Desa.

Suasana acara penyerahan bantuan benih ikan, Bupati menyampaikan sambutan

Pada kesempatan sama, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Natuna Zakimin mengatakan pada 2017 akhir Balai benih ikan Teluk Baruk mampu memproduksi benih ikan air tawar khususnya lele untuk serahkan kepada kelompok nelayan pembudidaya ikan air tawar diseluruh Kabupaten Natuna.

Menurut Zakimin secara tekhnologi produksi ikan air tawar jauh lebih mudah dan lebih murah dari pada ikan air laut. selain itu, keberadaan balai benih juga sebagai sarana pelatihan bagi kelompok nelayan untuk melakukan pelatihan terkait budidaya ikan air tawar.

“Kami berharap dengan adanya stimulus bantuan perikanan ini produksi perikanan air tawar di Kabupaten Natuna meningkat dan mampu melonjak Ekonomi masyarakat Natuna” tutup Zakimin. (***)

NATUNA

Minggu | 10 Februari 2019 | 23:03

Bupati Natuna Sapa Warganya di Desa Tanjung Sebauk

MEDIAKEPRI.CO.ID, Natuna – Di sela waktu yang seharusnya digunakan untuk istirahat, Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal, memilih untuk bertemu dengan masyarakat Desa Tanjung Sebauk, Kecamatan Bunguran Batubi, Minggu 10 Februari 2019.

Selain menemui masyarakat, Hamid Rizal turut meninjau jembatan kayu penghubung antara Desa Tanjung Sebauk dengan Kampung Setungkuk, Desa Sedanau Timur.

Jembatan kayu sepanjang 800 meter ini, biasanya digunakan oleh pelajar dari kampung setungkuk yang bersekolah di Desa Tanjung Sebauk. Sayang, kondisi badan jembatan sudah memprihatinkan.

Bupati Natuna meninjau jembatan kayu di desa Tanjung Sebauk

Dalam acara temu ramah dengan masyarakat Desa Tanjung Sebauk, Hamid Rizal, mengatakan pemerintahannya akan melakukan pemerataan kesejahteraan Ekonomi dan pembangunan di seluruh Natuna.

“Saya selalu berfikir keras untuk pembangunan yang ada di Natuna, mau itu di wilayah kota Ranai, maupun ditempat yang lainnya, ” Ujar Bupati Hamid.

Dirinyapun meminta masyarakat tidak berasumsi, bahwa pemerintah Kabupaten Natuna menganaktirikan daerah tertentu.

Pertemuan Bupati Natuna dengan Masyarakat Desa Tanjung Sebauk, memaparkan program pemerintah

” Tidak ada istilah anak kandung dan anak tiri dalam pembangunan Natuna, bagi saya semua sama, kita bangun semua, ” kata Hamid.

Lanjutnya Bupati Hamid juga menerangkan ke masyarakat terkait kewenangan Kabupaten yang kini telah beralih ke Provinsi.

“Dulu Laut beberapa mil masih kewenangan kita, sekarang tidak lagi dan masih banyak hal lagi yang tidak habis, untuk saya jelaskan satu persatu dalam acara ini, yang jelas kita mesti harus berfikir keras, bagaimana hal itu bisa kembali ke Ujung Perbatasan NKRI ini, sehingga pertumbuhan ekonomi serta penambahan infrakstruktur kita bisa semakin bertambah dan Satu-Satunya jalan kita harus menjadi Provinsi Khusus bersama Natuna- Anambas dan hal itu sudah lama saya fikirkan sejak dulu, ” terang Hamid


Pertemuan Bupati Natuna dengan Masyarakat Desa Tanjung Sebauk, memaparkan program pemerintah

Dalam kunjungannya ini, Hamid Rizal di dampingi Plt Kadis Perkim Natuna, dan kepala BP3D. (***)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Natuna – Para Jurnalis dari berbagai latar belakang Media Massa, bersatu menghelat peringatan Hari Pers Nasional ke-73 di Natuna, sabtu, 9 februari 2019, di pantai kencana ranai, Natuna, Kepulauan Riau.

Berbagai dukunganpun datang dari berbagai instansi untuk mensukseskan acara tersebut. Salah satunya dari TNI Batalyon Komposit I/Gardapati Natuna.

Yonkomposit Gardapati memeriahkan HPN di Natuna dengan menunjukan Atraksi Kolone Senjata. dipimpin oleh Letda Arh Hendrik Kurnia Harefa, Danton 2 Rudal Rai Arhanud Yonkomposit. Atraksi senjata ini melibatkan 26 orang prajurit TNI.

Pasukan Kolone Senjata memasuki lapangan dengan tegap dan penuh semangat. Ribuan masyarakat pun mulai mendekat untuk melihat kepiawaian Prajurit TNI dalam “memainkan” senjata.

Istimewa

Kemampuan pasukan dalam memainkan senjata yang  diselingi berbagai formasi, mampu membuat penonton terkagum-kagum.

Atraksi ini juga menampilkan kekompakan serta disiplin personil, sekaligus menunjukan kemampuan TNI dalam berbagai gerakan posisi tembak.

Selain menampilkan Atraksi Kolone Senjata, Yonkomposit I/Gardapati juga menerjunkan 100 orang personelnya untuk turut serta dalam acara jalan santai sehat peringatan HPN di Natuna.

Komandan Batalyon Komposit I/Gardapati, Letkol Inf Ahmad Daud Harahap, turut menghadiri acara peringatan Hari Pers Nasional, tak lupa dirinya juga mengucapkan selamat kepada seluruh Insan Pers Natuna.

” Selamat Hari Pers Nasional untuk para teman teman jurnalis yang ada di Tanah air, Semoga Pers bisa semakin maju dengan pemberitaan yang bisa diakui kebenaran nya, ” ucap Letkol Inf Ahmad Daud.

Sementara itu, mewakili seluruh insan Pers Natuna, ketua Panitia HPN Ke 73 di Natuna, Muhammad Rafi, mengucapkan rasa terimakasihnya terhadap segala bentuk bantuan dan dukungan, dari berbagai instansi dan juga masyarakat yang menyukseskan peringatan HPN di Natuna.

” kami insan pers natuna mengucapkan terimakasih yang tak terhingga untuk seluruh instansi di Natuna, pihak swasta dan seluruh masyarakat atas dukungan dan bantuannya dalam acara HPN ini. Semoga Allah SWT membalasnya dengan pahala yang berlimpah untuk semua, ” ujar Rafi. (alfian)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Natuna – Cuaca ekstrim tak menjadi penghalang bagi rombongan Wakil Bupati Natuna dan Wakil Ketua 1 DPRD Natuna, mengunjungi Pulau Serasan, jumat, 25 januari 2019. Menggunakan KM. Bukit Raya milik PT Pelni, rombongan pejabat ini disambut hangat oleh ratusan masyarakat Kecamatan Serasan dan Serasan Timur.

Dalam kunjungan kerjanya tersebut, Wakil Ketua I DPRD Natuna, Hadi Candra, ingin menjaring aspirasi masyarakat yang berada disebelah Selatan Pulau Bunguran Besar ini.

Selain itu, dirinya juga sempat menghadiri Penutupan Open Turnamen Bola Volly Putra dan Putri, yang digelar oleh Pemerintah Desa Kampung Hilir, dalam rangka perayaan HUT MVC Mensakorsa Pemuda Desa Kampung Hilir.

Penyerahan hadiah oleh Wakil Ketua DPRD Natuna, Hadi Candra.

Acara penutupan yang juga dihadiri oleh Wakil Bupati Natuna tersebut, digelar di Lapangan Bola Volly Desa Kampung Hilir, Kecamatan Serasan, pada Sabtu malam.

Politisi Partai Golkar ini juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya, kepada Pemerintah Desa Kampung Hilir, yang telah sukses menggelar perayaan olahraga khusus Bola Volly tersebut.

Kata dia, olahraga merupakan ajang untuk melatih kedisiplinan dan sportifitas antar pemain. Selain itu, juga sebagai sarana untuk menyambung tali silahturahmi antar masyarakat di dua Kecamatan tersebut.


Penyerahan hadiah oleh Wakil Ketua DPRD Natuna, Hadi Candra.

“Saya bangga dengan Kampung Hilir, yang telah mampu membuat perayaan seperti ini. Turnamen seperti ini bisa dijadikan sarana untuk mempererat tali silahturahmi diantara kita,” ungkapnya.

Hadi Candra pun diberikan kesempatan untuk menyerahkan trofi penghargaan berupa piala, kepada perwakilan Club Bola Volly, yang berhasil menjadi juara dalam Turnamen tersebut.

Sementara itu, Wakil Bupati Natuna, Hj. Ngesti Yuni Suprapti mengatakan, bahwa dirinya merasa sangat bangga, atas kemandirian Pemerintah dan warga di tingkat Desa di Kecamatan Serasan, karena sudah mampu menggelar acara setingkat Kabupaten.

Foto bersama dengan penari tarian persembahan

“Saya pikir ini berkat adanya Dana Desa (DD). Saya harap Dana Desa bisa meningkatkan kemandirian Desa, tidak hanya kemandirian bidang olahraga, namun juga kemandirian ekonomi kerakyatan,” ujarnya.

Kegiatan itu juga dihadiri oleh Camat Serasan Timur, Khaidir, Kepala Desa Se – Kecamatan Serasan dan Serasan Timur, Kapolsek Serasan, Danposal Serasan, Danramil Serasan, tokoh masyarakat, perwakilan organisasi pemuda dan para tokoh perempuan Serasan dan Serasan Timur. (alfian)