NATUNA

jeritan petani

NATUNA

Kamis | 15 November 2018 | 15:56

“Semoga Suara Kami Didengar”, Jerit Transmigran Batubi

“Maka soal transmigrasi adalah soal mati-hidup kita. Oleh karena itu , aku setuju sekali bahwa musyawarah ini membuat transmigrasi itu satu persoalan nasional. Bukan soal kecil-kecil, saudara-saudara, tapi soal nasional”

Demikian yang disampaikan Presiden RI, Soekarno yang akrab dipanggil Bung Karno dengan lantang di Musyawarah Gerakan Transmigrasi di Istora Senayan, 28 Desember 1964 silam, bertepatan 14 tahun program transmigrasi dimulai.

Seiring perjalanan waktu, kepemimpinan berganti dan kebijakan mengikuti selera yang berkuasa, dalam beberapa kasus, program transmigrasi gagal meningkatkan taraf hidup transmigran. Salah satu faktornya, proyeksi pengembangan daerah tujuan transmigrasi belum jelas arahnya.

BACA: HAL BIASA… Aksi Heroik Pengguna Jalan Langgar Lantas

Masalah ini pun terjadi di Kabupaten Natuna. Tahun 1995 silam, ratusan keluarga dari Pulau jawa, diberangkatkan ke Kepulauan Natuna. Saat itu, Natuna masih menjadi bagian dari Kabupaten Kepulauan Riau. Mereka rela jauh dari kampung halaman karena termakan “Janji manis” rezim Presiden Ke 2 RI, Soeharto. Transmigran “diimingi” lahan dan dipekerjakan pada Perusahaan pengolah komoditas kelapa sawit yang diberi izin Pemerintah, dengan pola perkebunan PIR-TRANS KKPA.

Kini sudah 23 tahun lamanya, sejak 1995 hingga 2018, dari semula para Transmigran hanya keluarga kecil, hingga sudah memiliki cucu dan cicit. Namun tetap saja, hasil perkebunan sawit di Kecamatan Bunguran Batubi, tak juga dirasakan hasilnya. Kini Pepohonan kelapa sawit dibiarkan berdiri gagah, menjadi ikon resmi “kegagalan” program transmigrasi di Kecamatan Batubi. Sebagai gantinya, warga transmigran mulai berharap dari hasil pertanian dan perkebunan.

BACA: Gabriel Lema Canangkan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi

“Andai saja, kalau proyek sawit benar-benar berjalan, sekarang masyarakat transmigran Batubi pasti hidupnya lega,” ujar Sarbini, seorang transmigran di Desa Gunung Puteri, Kecamatan Bunguran Batubi, Natuna belum lama ini.

Mbah Bini, panggilan akrabnya, tengah duduk di teras rumah. menikmati secangkir kopi, melepas lelah usai mencari rumput untuk pakan ternak. Pria kelahiran Ponorogo, 61 tahun silam tersebut, katanya sedang menekuni diri sebagai petani padi. Usaha yang dilakukannya, tak lepas dari sulitnya hidup di tanah transmigrasi.

Melihat pria dan wanita sudah berusia senja, namun masih bekerja di sawah dan ladang, menjadi pemandangan biasa di wilayah transmigrasi ini. “Kalau ga kerja begini, ga bisa hidup disini, ” tutur Mbah Bini.

BACA: 72 Tahun Lalu, Perundingan Indonesia-Belanda di Linggarjati

Ia bercerita, bertani di Batubi tak semudah di Pulau Jawa. Apalagi, katanya, tanah di Kecamatan yang belum lama terbentuk ini, kurang subur dan perlu kesabaran untuk mengolahnya menjadi lahan produktif.

” Kondisi tanah dan iklim disini (Natuna), tidak sama dengan di Jawa. Tanam kangkung aja, bisa ga jadi,” cetus Mbah Bini.

Masalahnya bukan itu saja, Mbah Bini dan petani lainnya, mengaku kesulitan dalam membeli pupuk tanaman. Jika menggunakan modal sendiri, hasil panen hanya cukup menutup modal, selebihnya untuk konsumsi pribadi. “Karena lahan tak produktif, dari 1 hektar sawah, menghasilkan 2 ton gabah kering, itu masih rugi, belum dihitung tanaga orang nyangkul,” terang Mbah Bini coba mengkalkulasi.

BACA: Kapolda Jadi Irup, Gubernur Ikut Upacara 73 Tahun Brimob

Dirinya pun berharap, Pemerintah kembali menyalurkan pupuk subsidi dan bibit unggul. Bukan secara terus menerus, cukup hingga lahan tani di batubi, sudah produktif untuk digarap mandiri. Selain pupuk dan bibit, tenaga penyuluh pertanian juga sangat diperlukan, untuk memberikan pengetahuan kepada petani. Mbah Bini pun berkeyakinan, jika petani berwawasan dan lahan sudah produktif, kebutuhan pangan untuk masyarakat ranai akan terpenuhi . Bahkan, tak menutup kemungkinan kebutuhan di Natuna juga tercukupi.

“Hanya saja, perlu komitmen dari Pemerintah Daerah Natuna, untuk memprioritaskan hasil panen lokal sebagai konsumsi masyarakat. Sehingga hasil panen yang melimpah nantinya tidak menimbulkan masalah baru, karena tidak tahu harus dipasarkan kemana,” harap Mbah Bini.

BACA: Usulan UMK Bintan Rp3,36 Juta, Langsung Diteruskan ke Pemprov

Dibalik masalah yang dihadapi, Mbah Bini juga menyelipkan rasa syukurnya. Berkat penguatan Pertahanan dan Keamanan di Natuna, yang dibarengi dengan Transmigrasi Prajurit ke Natuna, hasil panen masyarakat seperti sayuran, buah dan beras tidak ada yang mubazir lagi. “Dulu sebelum banyak TNI, saat panen melimpah, harga murah, itupun terbuang-buang karena ga ada pembeli, ” kenang Mbah Bini.

Meninggalkan tanah kelahiran, dan pergi ke tanah rantau, memang sudah dipikirkan secara matang oleh para Transmigran. Berharap mendapati kehidupan yang lebih baik dari sisi ekonomi, menjadi alasan utama mereka tinggalkan sanak saudara di kampung halaman. Namun, hidup tak semudah membalik telapak tangan, terperdaya janji yang tak kunjung terealisasi, hanya usaha yang bisa menyelamatkan diri.

“Semoga jeritan hati kami di dengar petinggi negeri,” ucap Mbah Bini. (alfian)

BACA: Mayjen TNI MS. Fadhilah : Sinergitas dan Soliditas Milik Seluruh Komponen Bangsa Natuna

BACA: Pertama Kali Diselenggarakan, Ratusan Santri TPQ di Kabupaten Natuna Hadiri Tabliq Akbar Tahun Baru Islam 1440 H

BACA: Sejumlah Pejabat Diperiksa Polisi Terkait Mangkraknya Bangunan Pasar Modern Natuna 2015, Info Ini tersangkanya

MEDIAKEPRI.CO.ID, Natuna – Terbakarnya kapal berjenis pompong yang akan memuat bahan bakar minyak (BBM) jenis premiun dan solar di Pelabuhan Selat Lampa, Kecamatan Pulau Tiga, Kabupaten Natuna, Kepri, Selasa, 23 Oktober 2018 pukul 10.00 WIB mendapatkan perhatian Polres Natuna.

Hasil penyelidikan menggambarkan kematian Sahroni cukup mengenaskan.

Tubuh Sahroni terlebih dahulu tersambar api yang menjilat bahan bakar. Kejadian ini terjadi begitu cepat sehingga teman sekerjanya, Hanapi tak mampu berbuat banyak dan menyelamatkan dirinya dengan cara menceburkan diri ke laut.

Disampaikan Kapolres Natuna, AKBP Nugroho Dwi Karyanto SIK , sekitar pukul 10.00 WIB, korban baru saja memindahkan 2.000 kiloliter BBM jenis Premium dari tangki kendaraan ke wadah pengangkut yang ada di atas pompong. Ketika hendak mengisi wadah berkapasitas 1.000 kiloliter yang berada di bagian belakang pompong, ia pun membawa serta selang.

Saat itulah tiba-tiba terdengar ledakan dan seketika itu juga api menyambar tubuh Sahroni. Api pun segera membakar tubuhnya dan pompong yang terbuat dari kayu.

Hanapi yang bertindak sebagai nakhoda dan berada di bagian depan kapal pun mendengar ledakan dari bagian belakang kapal. Saat ia keluar terlihat api sudah menjilat bagian belakang kapal yang dikemudikannya. Hanapi pun melompat ke air untuk menyelamatkan diri.

Pukul 10.30 WIB Satpolair Polres Natuna, Basarnas Natuna, TNI AL dibantu masyarakat setempat melakukan pemadaman api yang menyambar kapal pompong tersebut.

“Setelah api dipadamkan didapati Syahroni sudah meninggal dunia akibat ledakan dan kebakaran kapal pompong. Kami evakuasi dan dibawa ke rumah duka,” tutur Kapolres. (***)

sumber: suarasiber.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Natuna – Salah satu rangkaian kunjungan kerja Pangdam I/Bukit Barisan, Mayjen TNI MS. Fadhilah ke wilayah Natuna adalah melaksanakan tatap muka dengan Forkompinda, tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat yang ada diwilayah Natuna yang berlangsung pada Rabu malam di rumah makan Sisir Basisir Natuna.

Tatap muka yang penuh kehangatan dan kekeluargaan tersebut diawali dengan sambutan Bupati Natuna,  Drs. H. Abdul Hamid Rizal, M.Si. yang menyampaikan rasa senangnya atas kehadiran Pangdam I/Bukit Barisan di Natuna.

“Kami sangat senang dan merasa terhormat atas kehadiran Pangdam I/Bukit Barisan ke tempat kami, semoga kehadiran bapak dapat memberikan pencerahan kepada kami semua di Natuna ini dalam pelaksanaan tugas sehingga dapat menjadi lebih baik lagi”, kata Bupati.

Selanjutnya Bupati juga menyampaikan bahwa dengan bertambahnya satuan TNI diwilayah Natuna menambah kondisi aman dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Natuna.

Mayjen TNI MS. Fadhilah dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan yang begitu hangat dan penuh kekeluargaan terhadap kedatangan pangdam I/Bukit Barisan beserta rombongan serta rasa bangga karena sinergitas dan soliditas antara TNI-POLRI dan pemerintah daerah di Natuna berjalan dengan baik.

Saya menerima laporan dari pejabat TNI-POLRI dan Pemda disini bahwa sinergitas dan soliditas sudah berjalan dengan baik. Saya bangga dan titip untuk selalu menjaga dan meningkatkan sinergitas dan soliditas tersebut dengan baik sampai ke jajaran paling bawah”, kata Mayjen TNI MS. Fadhilah

Sinergitas dan soliditas bukan hanya untuk TNI-POLRI saja, namun melibatkan seluruh komponen bangsa antara lain Pemda, tokoh agama, tokoh ada, media/pers dan lain-lain.
Dengan demikian hasilnya akan jauh menjadi lebih baik dan luar biasa, contoh pelaksanaan Asean games yang berlangsung dengan aman dan lancar serta mendapat apresiasi dari banyak negara peserta Asean games tersebut.

Semua karena sinergitas dan soliditas semua komponen bangsa.

Pada akhir sambutannya, Pangdam I/Bukit Barisan juga menitipkan Netralitas TNI-POLRI dalam pileg dan pilpres 2019 yang akan datang.

“Saya titip kepada kita semua yang ada Natuna, untuk menjaga sikap netralitas TNI-POLRI karena institusi yang tidak menggunakan hak pilihnya adalah TNI-POLRI,” titip Pangdam I/Bukit Barisan. (rilis)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Natuna – Dalam rangka memeriahkan pergantian Tahun Baru Islam 1440 H / 2018 M, Santriwan dan Santriwati Taman Pendidikan Al-qur’an (TPQ) di Kabupaten Natuna, menghadiri acara Tabliq Akbar yang diselenggarakan di Masjid Al-Jamik Kelurahan Ranai Kota, Ahad, 16 September 2018.

Menurut Ketua BMG-TPQ Kabupaten Natuna Dedi Maryanto sekaligus sebagai Ketua Panitia acara Tabliq Akbar menyampaikan, Tabliq Akbar tersebut, pertama kali diselenggarakan oleh Badan Musyawarah Guru (BMG-TPQ) Kabupaten Natuna.

Acara ini bertujuan agar anak -anak lebih mengenal apa itu tahun Islam. Sebab kata Dedi, tidak sedikit orang islam sendiri yang tidak tau kapan itu datangnya tahun baru islam. Inilah pentingnya kita selalu memperingati sejarah tahun baru islam, papar Dedi.

Sambung dedi, bahwa makmur suatu negeri sebab banyaknya masyarakatnya yang bersyukur, Menegakkan Sholat dan Membaca Al-quran.

“Jadi dua miliar, atau dua triliun pun uang yang digelontorkan oleh pemerintah untuk hal-hal yang bersifat duniawi, belum tentu dapat merubah nasib bangsa ini. Namun, kalau doa- doa anak-anak Sholeh dan Sholeha Insya’Allah akan dapat menembus langit dan bumi ini. Oleh sebab itu marilah kita semua menjaga anak-anak, antarkalah mereka dalam menuntut ilmu seperti menulis dan membaca Al-quran di TPQ terdekat di sekitar kita,”pesan Dedi.

Acara tersebut juga disisi oleh Ustad H. Tirta Yasa, S. Ag. Turut hadir Kepala Kemenag Kabupaten Natuna Drs. Ahmad Husaen, Ketua DPRD Natuna Yusri Pandi, Ketua BMG-TPQ Kabupaten Natuna Dedi Maryanto, S. Pd.I, Wakil Ketua H. Sholat, S. Ag, Ketua BMG Kecamatan Bunguran Selatan, Agustri, Kepala serta Ustad dan Ustadzah TPQ Se- Natuna dan Ribuan Santri TPQ.

Pantauan media ini dilapangan lokasi acara berlangsung di Masjid Al-jami’ Ranai, sangat disayangkan sebab dari pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Natuna ataupun perwakilan tidak nampak hadir pada acara tersebut, meskipun pihak panitia dari BMG menyebut sudah mengundang.

Sementara itu, Kepala Kemenag Ahmad Husaen, dalam sambutanya mengatakan, pihak Kemenag sangat memberikan apresiasi atas acara yang dimotori oleh BMG-TPQ Kabupaten Natuna.

Anak- anak santri TPQ ini, kata Ahmad Husen, adalah aset kita, aset orang tua yang harus kita jaga dan pelihara bersama.

“Inilah generasi penerus kita kedepan, yang akan meneruskan menjadi imam, yang akan jadi pengurus islam kedepan, bahkan yang menggantikan para pejabat yang ada saat ini,”ujar Ahmad Husaen.

Ustad H. Tirta Yasa, pada ceramahnya juga menyampaikan, untuk orang tua Santri yang hadir, akan ditanya dikubur apabila anak Adam sudah meninggal, tidak Malaikat menanyakan Eselon berapa? Apa jabatan, berapa Mobil dan berapa banyak hartamu, itu tidak ditanya sedikitpun oleh malaikat, selain amal ibadah yang engkau kerjakan di dunia. “terang Tirta.

Oleh sebab itu, marilah kita upaya kan anak – anak kita untuk menjadi anak-anak yang Sholeh dan solehah. Rajin sholat, pandai baca Al-Qur’an.

Kepada ibu dan bapak orang tua santri jangan sampai kita kalau untuk les bahasan Inggris, Komputer dan lainya kita berani bayar iuran Rp. 100 ribu. Terapi giliran bayar iyuran Mengaji di TPQ Rp. 20 Ribu, Bapak dan Ibu berat.

Bahkan nunggu 5 bulan, lansung suruh anak kita berhenti dari TPQ. Ilmu yang dipelajari anak di TPQ inilah nantinya yang akan membantu anak anak kita serta tuanya kelak dari ancaman api neraka.

Sebab selain amal ibadah kita, do’a anak Sholeh dan Sholehahlah yang diharapkan orang tua kalau sudah meninggal dunia aku,”terang ustad Titayasa. (kmg)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Natuna – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastusi akan kembali menggelamkan kapal yang terbukti melakukan illegal, unreported, dan unregulated (IUU) fishing atau illegal fishing di laut Natuna utara. Sebanyak 87 kapal telah divonis bersalah atas tindakan illegal fishing dan mendapatkan keputusan pemusnahan ditenggelamkan akhir bulan ini.

Dikutip dari Okezone, hal itu sesuai pernyataan Sekretaris Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Nilanto Perbowo di Kantor KKP, Jakarta, pekan lalu.

“Tanggal 20 Agustus sebanyak 87 kapal akan ditenggelamkan. Jadi kapal yang ditenggelamkan itu semua kapal yang sudah inkrah di laut Natuna,” imbuhnya.

Adapun kapal yang telah menerima putusan hukum berkekuatan tetap atau inkrah pemusnahan ditenggelamkan sebanyak 128 kapal. Sisa kapal dengan status hukum inkrah akan ditindak secara bertahap.

Istimewa

Nilanto menuturkan, kapal-kapal tersebut ditangkap dari berbagai perairan di Indonesia. Tidak hanya kapal asing, satgas pemberantasan illegal fishing yang langsung di komando oleh Menteri Susi, juga menjumpai adanya kapal domestik yang masih melakukan praktik illegal fishing.

Sementara lokasi yang rawan dengan adanya illegal fishing dikatakan Nilanto paling sering terjadi di laut Natuna Utara, dan Laut Sulawesi.

“Itu dua wilayah yang paling banyak. Di Selat Malaka juga kebanyakan kapal Malaysia,” jelas dia.

Tempat terpisah, Mursalim Syah Pengiat Ekonomi Masyarakat Nelayan di Kabupaten Natuna sangat mendukung kebijakan Bu Menteri kelautan dan Perikanan terkait peneggelaman kapal Nelayan Asing.

Menurut Mursalim, tindakan tersebut telah menciptakan efek jera bagi para pencuri ikan yang memasuki wilayah perairan Indonesia.

” Cara ini dianggap ampuh untuk memberikan pelajaran bagi para criminals yang tidak mempan dihukum dengan cara-cara konvensional,
walau demikian masih saja ada Kapal kapal Nelayan Asing tetap Memandel mencuri ikan di laut Natuna,” kata Mursalim.

Menurutnya, saat ini pemerintah telah memiliki visi untuk menjadikan laut Indonesia sebagai masa depan bangsa.

” Seluruh stakeholder harus memiliki komitmen yang sama untuk mendukung kebijakan pemerintah yang akan menjadikan laut Indonesia sebagai masa depan bangsa dan sebagai poros maritim dunia,” tutup Mursalim.(kmg)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Natuna – Komandan Lanal Ranai Kolonel Laut (P) Harry Setyawan, bersama Bupati Natuna, Abdul Hamid Rizal serta unsur FKPD Kabupaten Natuna menyambut kedatangan KAL 28 yakni Kal Pulau Bungaran II-4-23 di dermaga Posal Penagi Ranai, Rabu, 15 Agustus 2018.

Kedatangan kapal Kal Pulau Bungaran II-4-23 dikomandani oleh Kapten Laut (P) Muhammad Yusuf NRP 18416/P

Riwayat singkat Kal Bungaran, Kal P. Bungaran dibangun berdasarkan kontrak antara PT. Infinity Global Mandiri dengan Kabaranahan Kemhan nomor kontrak : Trak/1407/XI/2016/APBN-P tanggal 08 November 2016. Kapal tersebut memiliki data teknis : Panjang : 28,34 M, Lebar : 5,85 M, Tinggi : 3,20 M, Sarat Air : 1,25, Dispacement : 70 Ton Kec, Ekonomi : 18 Knot Kec, Max : 28 Knot, Endurance : 3 – 4 Hari Peesonel : 15 orang

Berdasarkan keputusan Kepala Staf Angkatan Laut nomor Kep/1141/VI/2017, Kal 28 M hasil pengadaan Kementrian Pertahanan TA 2016 ini resmi diberi nama Kal P. Bungaran serta ditetapkan sebagai Kapal Angkatan Laut.

Pemberian nama Kal 28 M tersebut terinspirasi dari Pulau wilayah operasi dan Pangkalan Kapal tersebut. Kal Pulau Bungaran berpangkalan di Ranai.

Pulau Bungaran merupakan Pulau besar diantara pulau-pulau kecil yang ada dikawasan Kabupaten Natuna Provinsi Kepulauan Riau dan di Pulau tersebut terdapat Ibukota Kabupaten Natuna.

Pulau Bungaran memiliki obyek wisata alam yang sangat menarik, sedangkan di Perairan Bungaran terdapat spesies ikan langka yaitu ikan Ketipas (Napoleon Cheilinus Undulatus) yang merupakan slah satu komoditi ekspor andalan Kabupaten Natuna.

Sebelumnya pada tanggal 27 Juli 2018 di Batam telah dilaksanakan acara penyerahan materiel kontrak berupa dua unit KAL 28 M secara berjenjang dari PT. Invinity Global Mandiri kepada Kementerian Pertahanan dan diteruskan kepada TNI Angkatan Laut dalam hal ini diterima oleh Aslog Kasal, dari Aslog Kasal diserahterimakan kepada Aslog Panglima Armada I, dan dari Aslog Panglima I kemudian diserahkan kepada Komandan Lantamal IV.

Kal Pulau Bungaran 28/II-4-23 yang telah resmi menjadi Kapal Patroli jajaran Lanal Ranai yang akan bergabung bersama kal Panda dan Kal Sengiap yang terlebih dahulu menjadi kapal Patroli Lanal Ranai, sehingga saat ini Lanal Ranai yang berada di kabupaten Natuna memiliki 3 buah kapal Patroli guna membantu mengamankan perairan Natuna”Ujar Komandan Lanal Ranai Kolonel Laut (P) Harry Setyawan, Ranai, Rabu, 15 Agustus 2018.

Lanjut Danlanal,Kal 28 tersebut terinfirasi dari nama Pulau pangkalan kapal tersebut . Kal Pulau Bungaran memiliki kecepan Jelajah 21 Kenot, dan untuk kecepatan penuh hingga mencapai 28 Knot, untuk mesin pendorong Kal Pulau Bungaran 28 di dukung oleh mesin jenis Caterpilar C32 Acert 1800 HP Rating E 2300 RPM.

“Selamat datang dan selamat bergabung di Laut Sakti rantau Bertuah,”sebut Danlanal.

Kal Pulau Bungaran di awaki oleh 3 Orang Perwira dan 12 orang Anggota, dengan Komandan dijabat oleh Kapten Laut (P) M. Yusuf, Palaksa Lettu Laut (P)Sony Arfianto serta KKM Letda Laut (T) Didik Eko Widodo setelah berlayar dari Batam yang menempuh jarak T 355 NM selama 27 Jam dan akhirnya Kal Pulau Bungaran tiba di Kab. Natuna dengan selamat.

“Diharapkan Kal Pulau Bungaran II-4-23 ini dapat mendukung pelaksanaan tugas2 keamanan laut di jajaran Lanal Ranai dalam melaksanakan patroli di wilayah kerja”.tutup Danlanal.(kmg)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Natuna – Danrem 033/WP Brigadir Jenderal TNI Gabriel Lema, S. Sos. beri pembekalan tentang wawasan kebangsaan dan bela negara kepada segenap komponen bangsa di wilayah Kabupaten Natuna di gedung Aula Yon Komposit Garda Pati, Selasa, 7 Agustus2018.

Dengan suara lantang, Danrem memberi pemahaman tentang pembekalan wawasan Kebangsaan dan menyampaikan bahwa Natuna Garda Terdepan Pertahanan NKRI, Hari ini Saya memberikan pembekalan tentang wawasan kebangsaan dan bela negara, kepada segenap komponen bangsa di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepri, rasa cinta saya kepada Natuna tidak perlu diragukan,untuk itu mohon izin, untuk menanamkan rasa nasionalis dalam jiwa dan raga Kita semua.

Danrem menyampaikan, bersinergi dengan Pemkab Natuna, komponen bangsa, agar dapat menciptakan kebersamaan, memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa serta menjaga kekompakan, soliditas antara aparat keamanan dengan masyarakat, ini sangat penting dalam memelihara dan menjaga stabilitas keamanan di wilayah untuk kesinambungan pembangunan. Sebab, saat TNI-Polri dan masyarakat bersatu, akan kuat, dan tidak tergoyahkan .

Dijelaskan Danrem, soliditas TNI-Polri dengan Masyarakat, sekaligus merupakan salah satu wujud dari kemanunggalan TNI-Polri bersama rakyat, “Pilar Kekuatan” bagi terbentuknya semangat persatuan dan kesatuan bangsa.

Kecanggihan teknologi sering dimanfaatkan untuk merusak kesatuan bangsa. Dimana medsos seringkali digunakan untuk memecah bangsa, terlebih saat Pilkada, untuk itu mari Kita bijak mempergunakan medsos. Tetap tanamkan rasa Nasionalis dalam jiwa, sehingga tidak mudah goyah jika ada isu yang mau memecah bangsa ini.

Sementara itu nota kesepahaman (MOU) Sinergitas 3 Pilar Desa, Harapannya, para Babinsa, Babinpotmar, Bhabinkamtibmas, Kades/Lurah serta Linmas dapat menyatu, hal ini agar 3 pilar dapat bersinergi dan berkomunikasi dengan baik dalam melaksanakan keamanan di wilayah Kabupaten Natuna.

Natuna berada di tegah Negara Asean dan rawan terjadi gesekan, untuk itulah kita rapatkan barisan, tanamkan jiwa Nasionalis, NKRI Harga Mati.

Hadir dalam acara, tersebut Ketua DPRD Natuna,Sekda Natuna, Dandim Natuna, pimpinan TNI AL, AU dan Polri, tokoh masyarakat, Alim ulama, para Ketua RT, RW Lurah, Camat, serta Para Babinsa, Babinpotmar, Bhabinkamtibmas, Danramil dan Kapolsek, Sekecamatan Bunguran. (Penrem 033/WP).

MEDIAKEPRI.CO.ID, Natuna – Gubernur H Nurdin Basirun mengatakan dirinya sengaja membawa beberapa Kepala OPD ke Natuna agar sejumlah kegiatan semakin cepat terealisasi. Permintaan-permintaan masyarakat yang menaikkan taraf hidup dan memudahkan mereka beraktivitas harus digesa.

“Kawan-kawan saya yang kerja, makanya saya bawa ke sini. Saya “ngacah” aja supaya jadi dan memberi manfaat besar bagi masyarakat,” kata Nurdin saat berbincang dengan beberapa nelayan di kawasan Pring, Ranai, Natuna, Sabtu, 2 Juni 2018.

Usai menghadiri peringatan Nuzul Quran tingkat Provinsi Kepri di Masjid Agung Natuna Jumat, 1 Juji 2018 malam, Nurdin dan rombongan memang melakukan peninjauan sejumlah kegiatan. Nurdin juga menemui sejumlah nelayan di Pring dan berbincang banyak hal untuk memudahkan aktivitas kerja mereka.

Tampak mendampingi Gubernur saat itu Sekdaprov H TS Arif Fadillah, Kepala Barenlitbang H Naharuddin, Kadis Kesehatan Tjetjep Yudiana, Kadis PU Abu Bakar, Kadis Kelautan dan Perikanan Edy Sofyan, Kadispora Maifrizon, Karo Ekonomi Heri Andrianto.

Setelah berkeliling hingga ke Teluk Buton, Nurdin dan rombongan meninjau pelabuhan bongkar muat. Di sini Nurdin berbincang dengan pekerja bongkar muat dan pengelola. Dari perbincangan itu diketahui proses bongkar muat kapal sekitar 1.200 ton mencapai waktu hingga dua belas hari.

Proses yang melambat itu dikarenakan barang-barang langsung dibawa ke toko. Ini yang menyebabkan proses antrian panjang. Termasuk antrian mobil yang membawa bahan-bahan yang datang.

Nurdin memang memerintahkan untuk mengkaji pembuatan gudang. Kalau gudang sudah ada, diyakini proses bongkar muat akan cepat. Kalau terlalu lama, Nurdin risau beberapa bahan akan rusak. Demikian juga dengan cost kapal yang tentu akan membengkak. Nurdin tak ingin semua itu bermuara pada kenaikan harga yang akan memberatkan masyarakat.

Saat meninjau pelabuhan itu, ada dua kapal yang harus berdempetan untuk membongkar barang. Karena itu penambahan pelabuhan untuk labuh kapal satu lagi diperintahkan Nurdin untuk digesa. Dengan demikian akan ada tiga kapal yang bisa sandar di pelabuhan ini.

Usai di pelabuhan bongkat muat, Nurdin singgah di kawasan Pring tempat nelayan menambat kapal-kapalnya. Nurdin sempat berjalan ke tambat kapal yang masih terbuat dari kayu. Kondisi pelabuhan tambat kapal ini cukup memprihatinkan.

Salah seorang nelayan, Abdul Wahab mengatakan, jalur itu memang sering digunakan untuk tambat kapal. Jika ada nelayan yang merapat dan proses jual beli ikan, tak sedikit kaum ibu yang bergerak ke sana.

Mendengar cerita itu, Nurdin memerintahkan untuk segera dikaji pembangunan pelabuhan tambat kapal yang lebih baik. Tak hanya pelabuhan, jalan masuk ke kawasan ini juga diperintahkan Nurdin segera dibangun, dan direalisasikan tahun 2019.

Usai berbincang dengan nelayan, Nurdin bergerak melihat pembangunan jalan Batubi-Kelarik. Nurdin melihat perkembangan pembangunan jalan tersebut. Sepanjang perjalanan itu, Nurdin melihat ada satu jembatan yang belum terbangun. Sementara tiga lagi sudah selesai. (humas)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Natuna – Gubernur H Nurdin Basirun mengatakan pulau-pulau di Kepri harus dirangkai dengan ketersediaan listrik. Ketersediaan tenaga listrik akan mendorong banyak aktivitas yang menyejahterakan masyarakat.

“Perlahan-lahan elektrifikasi di pulau-pulau harus dipenuhi. Listrik akan ikut memajukan suatu daerah,” ujar Nurdin saat meresmikan proyek listrik masuk desa di Kecamatan Pulau Tiga, Tanjung Batang Kecamatan Pulau Tiga Barat, Tanjung Kumbik, Kabupaten Natuna, Selasa, 29 mei 2018.

Sebagai daerah maritim, kata Nurdin, selain listrik, Pemerintah juga terus menyiapkan fasilitas lainnya. Apalagi bagi masyarakat pesisir yang rata-rata adalah nelayan.

Gubernur berharap dengan peresmian ini maka proyek-proyek selanjutnya akan cepat terwujud demi keadilan dan sosial bagi masyarakat kepri. Begitu juga dengan jalan-jalan yang belum dibangun.

“Tidak listrik saja, jalan-jalan juga agar secepatnya direalisasikan,” ujar Nurdin.

Anggota Dewan Komisaris PT.PLN Ilya Avianti mengatakan bahwa pihaknya selalu mendukung program dan gagasan pemerintah tentang tenaga kelistrikan. Karena tujuannya salah satunya adalah untuk memajukan ekonomi dan menjawab kebutuhan masyarakat.

“Kebutuhan dasar masyarakat akan selalu diupayakan dapat terwujud dan merata,” ujar Ilya.

Direktur Bisnis Regional Sumatera Wiluyo Kusdwiharto mengatakan listrik merupakan pertahanan negara, terlebih untuk daerah terdepan nusantara. Wiluyo melanjutkan sebanyak 11 desa baru dialiri listrik dan 6 daerah yang diresmikan terang untuk 24 jam.

“Kita harap kerja sama dengan pemerintah untuk membantu pengembangan proyek listrik masuk desa semua dari 12 jam menjadi 24jam,” kata Wiluyo.

Dalam kesempatan ini juga PLN peduli memberikan bantuan berupa sembako kepada masyarakat Kecamatan Pulau Tiga dan Kecamatan Pulau Tiga Barat sebanyak 10 desa yang berjumlah 300 paket sembako.

Dalam rangkaian peresmian proyek listrik masuk desa tersebut, Gubernur Nurdin juga berkesempatan melakukan peninjauan pelabuhan Perintis di Pulau Tiga sabang mawang dan menyempatkan diri untuk melakukan peletakan batu pertama pembangunan Masjid setempat. Anggaran pembangunannya berasal dari dana CSR bantuan YBM PLN kepada masyarakat Tanjung Kumbik di Semalau. (humas)

Panglima, Ketua DPR RI dan Ketua DPD RI Lakukan Peninjauan

MEDIAKEPRI.CO.ID, Natuna – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama Ketua DPR Bambang Soesatyo dan Ketua DPD Oesman Sapta Odang (OSO) melalukan peninjauan pembangunan fasilitas pangkalan militer di Kepulauan Natuna. Marsekal Hadi mengatakan akan segera meresmikan fasilitas pangkalan militer yang pembangunannya mencapai 100 persen.

“Mudah-mudahan yang sudah selesai fasilitasnya 100% segera di pertengahan Mei diresmikan. Dan datangnya pasukan maupun peralatan bisa bertahap. Yang jelas kita resmikan dulu penggunaannya,” kata Marsekal Hadi Tjahjanto seusai peninjauan di Lapangan Udara Raden Sadjad, Ranai, Kepulauan Natuna, Senin (23/4/2018).

Hadi menerangkan peninjauan fasilitas tersebut diawali dengan kunjungan ke Pos Pam Puter (pulau terluar) di Pulau Sekatung dan berakhir di penijauan rumah sakit dan hanggar integratif tiga matra
TNI. Dia mengatakan salah satu yang siap digunakan adalah fasilitas dermaga Faslabuh TNI AL di Selat Lampa, Ranai.

“Namun yang membanggakan adalah kemajuan untuk membangun dermaga. Ketika saya tinjau di lapangan ternyata mampu berikan dukungan air tawar dan bahan bakar minyak (BBM) sehingga bisa digunakan untuk bekal ulang. Yang selama ini kapal-kapal melakukan bekel ulang di Batam sekarang bisa melaksanakan bekal ulang di Ranai,” jelasnya.

Dia menambahkan personel TNI segera ditempatkan di Kepulauan Natuna secara bertahap dengan memindah yang ada di Pulau Jawa dan beberapa tempat lain. Personel yang akan ditempatkan di Natuna salah satunya berasal dari Korps Marinir.

“Di antaranya adalah (Korps) Marinir yang rencananya adalah satu kompi mungkin akan ditingkatkan menjadi batalyon, termasuk batalyon komposit yang tadi sudah kita tinjau untuk Baterai Armed Yon Komposit,” ucapnya.

Sementara itu, beberapa fasilitas-fasilitas lain seperti Satuan Radar TNI AU, rumah sakit hingga hanggar intergratif tiga matra TNI dalam tahap penyempurnaan.

“Kita lihat yang terakhir adalah fasilitas rumah sakit yang baru dibangun untuk gedungnya saja, untuk perawatannya masih menunggu sehingga kemungkinan kita bisa menempati satu bulan ke depan setelah alat-alatnya lengkap,” imbuhnya.

Sementara itu, Bamsoet mengatakan penguatan pertahanan dan keamanan di daerah perbatasan sangatlah penting. Hal tersebut untuk menjaga adanya kemungkinan masuknya intervensi asing khususnya yang melalui perbatasan Kepulauan Natuna.

“Tentu fokus daripada Panglima TNI adalah soal pertahanan dan keamanan negara dari kemungkinan masuknya intervensi asing. Memang kami lihat untuk perbatasan Kepulauan Natuna yang menghadap Laut Cina Selatan dan memang jadi incaran dari Amerika dan negara China, memang perlu penguatan pertahanan dan keamanan,” kata Bamsoet.

Bamsoet menambahkan akan mendorong Komisi I DPR untuk meningkatkan anggaran pertahanan negara. Khususnya untuk wilayah perbatasan.

“DPR mendorong nanti Komisi I membahas peningkatan anggaran pertahanan khsusunya daerah perbatasan di Natuna ini,” tambahnya. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Natuna – Jaringan Jurnalis Indonesia (JJI) Natuna menyadari bahaya laten peredaran gelap narkotika. Untuk itu, mereka terpangil untuk berperan aktif melakukan Pencegahan, Pemberantasan, penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

Mhd Rikyrinovsky dari JJI Natuna mengatakan di dunia semakin maju, begitu mudah untuk mendapatkan berbagai jenis narkotika, seperti daun ganja kering siap pakai, sabu, heroin dan sejenisnya. Bahkan untuk di Kepri, masyarakat Indonesia dan Kepri khususnya dikejutkan dengan pengungkapan ribuan kilogram narkoba jenis sabu.

Lebih jauh dikatakannya, apalagi saat ini ada juga para pemimpin terlibat sebagai pemakai dan pengedar barang haram (narkotika) ini. Dan semuanya itu, bukan rahasia umum, karena sudah ada yang tertangkap. Mulai dari oknum aparatur negara seperti PNS, POLRI dan para pengusaha bahkan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

“Bila kita lalai dari sekarang untuk mengawasi generasi penerus, akan jadi apakah kelak negeri ini?,” ujarnya dengan nada bertanya

Untuk itu, katanya, JJI Natuna akan terus menyatakan perang terhadap narkoba. Dan dalam waktu dekat, katanya, akan melakukan sosialisasi bahaya narkoba ini yang dikemas berupa talk show.

Dalam kegiatan ini akan pihak kompeten sebagai narasumber diantaranya  Kepala BNN Kepri,Brigjen Pol Richard Nainggolan, Danlanal Ranai, Kolonel Laut (P) Harry Setyawan, Kapolres Natuna AKBP Nugroho Dwi Karyanto, Kajari Natuna, Juli Isnur, Dandim 0318 Natuna, Letkol Inf Yusuf Rizal serta Kepala Dinas Kesehatan Natuna, Rizal Runaldi.

“Talk Show anti narkoba ini, akan berlangsung pada tanggal 25 April 2018 di Gedung Sri Srindit Ranai. Mohon dukunganya agar kegiatan tersebut berjalan lancar,” ujar Rikyrinovsky panitia pelasana , Kamis, 19 April 2018.

 

Hal senada di katakan Sirojuddin panitia penyelengara, tujuan yang akan dicapai dalam pelaksanaan talk show anti narkoba , tidak lain untuk memberikan pengetahuan kepada pelajar tentang bahaya narkoba.

Selain itu, juga akan dibentuk beberapa relawan di Sekolah -sekolah khususnya anak-anak SMA yang duduk di kelas II.

“Para relawan dibentuk bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang bahaya narkoba. Mereka nanti juga akan kita bimbing diberi pelatihan disetiap sekolah. Ada delapan sekolah yang menjadi target utama kita. Diantaranya, SMA 1, SMA 2, MAN 1, SMK Migas, dan beberapa Sekolah SMA lainya”, jelas Siro.

Semua pelajar tersebut, sambung Siro akan diundang pada acara Talk Show nanti. Disaat acara berlangsung juga akan di adakan deklarasi bersama peran pemuda dalam memerangi penyalah gunaan dan bahaya narkoba.

Pelajar ,Mahasiswa Para Pemuda di Natuna harus siap menjadi garda paling depan dalam memerangi narkoba.

Selain itu pelajar dan mahasiswa juga harus siap menjadi orang yang bermanfaat untuk dirinya dan orang lain.

Tema yang diangkat dalam Talk Show ialah “Narkoba Musuh Kita Bersama”,” pungkas Siro.(rilis)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Natuna – Kodim 0318/Natuna serta komunitas belajar Natuna, membagun rumah baca di Desa Sedarat Baru, Kecamatan Bunguranm Batubi, Kabupaten Natuna.

Komunitas belajar Natuna di Kecamatan Bunguran Batubi ini memiliki anak didik 150 orang yang sangat memerlukan kehadiran rumah baca . Pembangunan rumah baca dikrjakan bersama-sama oleh prajurit Kodim 0318/Natuna dan masyarakat secara bersama-sama.

Kerjasama dengan warga ini mendapat apresiasi yang tinggi dari masyarakat yang datang beramai-ramai agar pembagunan rumah baca cepat selesai.

“Ini sinergi yang luar biasa antara Kodim sebagai pengayom dan masyarakat sebagai subjek perubahan”, ucap Bayu, pengajar muda dari Indonesia Mengajar.

Melalui rumah baca ini diharapkan dapat membantu meningkatkan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) di Natuna sebagai wilayah perbatasan.

“Melalui rumah baca ini, diharapkan kesadaran masyarakat akan pentingnya membaca meningkat. Selain itu bisa semakin luas mengakses informasi dan dapat membantu pembangunan manusia di Natuna khususnya Kecamatan Bunguran Batubi,” kata Eni Suyaroh, pendiri komunitas belajar Natuna.

Hal serupa juga disampaikan Dandim 0318/Natuna, Letkol Inf Yusuf Rizal, S.Sos yang berharap dengan berdirinya rumah baca ini, warga natuna bisa bersma-sama memanfaatkan bacaan yang tersedia untuk menambah ilmu pengetahuan dan meningkatkan SDM di wilayah perbatasan khususnya Natuna. (rilis)

Saresehan Dialog Kebangsaan di Pulau Terdepan

MEDIAKEPRI.CO.ID, Natuna – Jaringan Jurnalis Indonesia (JJI) terus menggaungkan pemahaman masyarakat tentang kebangsaan. Untuk kelima kalinya, JJI menggelar dialog yang diramu dalam saresehan.

“Kegiatan direncanakan pada hari Rabu, 28 Maret 2018. Kita gandeng Komunitas Muda Natuna (Komuna) dalam Sarasehan Dialog Kebangsaan ini,” kata Riky Rinovsky di Ranai Square, Minggu, 25 Maret 2018.

Dikatakannya, narasumber kegiatan kebangsaan yang akan diikuti ratusan mahasiswa dan penggiat ekonomi Natuna ini yakni dari Pemerintah, Danlanal Natuna Letkol laut (P) Harry setiawan, dan Kapolres Natuna AKBP Nugroho Dwi Karyanto. Adapun tema kegiatan yaki “Kupas Posisi Strategis Natuna dalam Kaitan Pembangunan Aspek Ekonomi dan Pertahanan Keamanan di Pulau Terdepan”.

“Melalui tema itu, kita minta ketiga narasumber menjelaskan kepada para peserta dengan apa yang telah dilaksanakan oleh pemerintah pusat kepada daerah Natuna khususnya,” terang Riky.

Lebih rinci Riky menjelaskan, pemaparan dari para narasumber tentang keberhasilan pemerintah pusat yang telah menjadikan Natuna sebagai wilayah pertahanan dan keamanan, juga meningkatkan perekonomian kerakyatan. Salah satu bukti nyata dari gebrakan pemerintah pusat yaitu dengan mendirikan pusat pelelangan ikan terpadu di Selat Lampa, jaringan komunikasi serta sarana irigasi dan listrik di rasakan rakyat saat ini .

“Nah pemahaman ini yang kita minta untuk dipahami dan kembangkan oleh para peserta saresehan. Walaupun Natuna dijadikan sebagai wilayah pertahanan, tapi tingkat perekonomian juga dikuatkan,” jelas Riky.

Sementara itu dari kalangan muda Natuna Dede Muhammad Ramli berpendapat, dalam saresehan nantinya akan terbentuk penguatan karakter bagi para peserta untuk lebih memiliki rasa tanggung jawab terhadap kepedulian terhadap pembangunan di daerahnya.

“ Kita tidak menampik dengan apa yang telah dilakukan oleh pemerintah pusat, untuk itu kita berharap semua lapisan masyarakat bisa menentukan sikap yang tepat dalam menanggapi seluruh program yang telah dibuat oleh pemerintah pusat mulai nyata dirasakan” papar Dede.

Menurut dede, banyak yang sudah dilakukan oleh pemerintah pusat untuk Natuna, seperti pembangunan Embung dan irigasi untuk mensuplay kebutuhan air, listrik sudah dialiri ke rumah warga dan jaringan telekomunikasi lancar.

“ Oleh karenanya, kita semua bisa ambil andil dalam turut serta mengisi pembangunan didaerah kita sesuai dengan kemampuan masing-masing, baik secara kelompok maupun perindividu” terangnya.

Kembali, dalam hal ini Riky Rinovsky dan para pemuda Natuna mengucapkan rasa terima kasih yang tak terhingga atas perhatian penuh bapak presiden Joko Widodo melalui Nawacita untuk Kabupaten Natuna sampai ke Papua mulai nyata terasa. (rilis)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Natuna – Hoax, sekarang menjadi sebuah fenomena yang mengkhawatirkan. Hampir diseluruh penjuru dunia berperang melawan berita bohong hoax.

Puluhan wartawan asal Natuna dari media cetak maupun online, deklarasi bersama Polres Natuna bertujuan turut mendukung deklarasi Berita Hoax yang sedang dicanangkan Mabes Polri.

kedatangan para awak media ke Polres dalam rangka untuk mendukung deklarasi anti Hoax, sempat mengagetkan, pasalnya deklarasi anti hoax terhitung baru akan digencarkan polres Natuna.

“Kita senang sekali dengan niat baik kawan-kawan media yang mendukung deklarasi anti hoax yang pernah juga di sampaikan Kapolres Natuna pada saat acara senam sehat dan jalan santai di pantai kencana,”Kata Kasatreskrim polres AKP Edi Wiyanto di ruang kerjanya. Kamis 15 Maret 2018

Kasat Edi juga mengatakan, dengan kerjasama antara polres Natuna bersama Awak Media bisa memberantas penyebaran berita hoax yang bisa merusak tali sirahturahmi antar sesama.

“Dengan kerjasama yang baik kita bersama-sama bisa memberantas berita hoax. Karena berita hoax bisa memecah belah dengan adanya ujaran kebencian,”jelasnya.

Sementara salah satu perwakilan awak media Hardiansyah, mengatakan akibat dari penyebaran isu hoax, sangat berdampak sekali dengan perpecahan antar sesama.

“Pada intinya kita mendukung deklariasi anti hoax dan menolak segala bentuk ujaran kebencian, provokasi, fitnah, sara dan berita hoax. Karena cukup membuat resah masyarakat,”ujarnya.

Ardiansyah juga menambahkan, keinginan agar suasana yang aman dan tentram, jangan sampai menjadi rusak hanya karena isu-isu yang tidak benar.

“Mungkin keinginan kami dan rekan-rekan lainnya berharap dengan adanya deklarasi seperti ini segala bentuk yang merusak pasti kita akan singkirkan,” tutupnya.

Hal senada di sampaikan M.Rikyrinovsky Pengiat sosial di kab Natuna juga penulis aktif surat kabar kepri menuturkan.

Dengan perkembangan teknologi informasi saat ini, sebuah berita akan sangat dengan mudahnya tersebar,namun mestik cermati dari mana sumber berita.

“Tugas utama jurnalis adalah menyampaikan kebenaran. Kebenaran ini dicemari oleh berita ‘hoax’. Wartawan melawan ini,” jelas Riky kordinator Jaringan Jurnalis indonesia di jumpai Ranai Natuna.

Kabar hoax, menurut dia, merupakan sebuah fitnah yang dilarang oleh agama apapun.

“Saya sependapat bahwa agama manapun melarang menyebar hoax. Bahkan dalam agama Islam, hoax itu artinya fitnah yang jelas-jelas haram hukumnya,” ungkapnya.

“Hoax”, seperti diketahui, dibuat dalam situs-situs yang seolah-olah situs berita lalu disebarluaskan ke berbagai media sosial.

Media sosial, katanya, tidak lagi hanya sebagai media untuk menyampaikan status, pertemanan, berbagi untuk silaturahmi, dan membagikan memori tetapi telah berubah menjadi penyebarluasan berita-berita yang belum terverifikasi kebenarannya.(kmg/rizky)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Ranai – TNI dan Polri menggelar senam bersama untuk membagun sinergitas di di lapangan Pantai Kencana, Jalan Sukarno Hatta, Ranai, Natuna, Minggu, 11 Maret 2018.

Senam yang dimulai pukul 06.00 WIB itu untuk mewujudkan situasi yang aman, nyaman berakhlak mulia di Wilayah Kodim 0318/Natuna.

Tidak hanya TNI dan Polri yang ikut dalam senam bersma yang juga diikuti Bupati Kabupaten Natuna Abdul Hamid Rizal itu. Ada sekitar 500 warga sipil baik dari kalangan pelajar maupun tokoh masyarakat ikut memeriahkan acara kebugaran tersebut.

Acara yang membangun keakraban antar sesama aparatur pemerintah dengan masyarakat sipil ini diawali dengan jalan santai sekitar 5 kilometer. Rute jalan santai dimulai dari Pantai Kencana-menuju jalan Pramuk lalu finis kembali di Pantai Kencana.

Komandan Kodim 0318/Natuna letkol INF Yusuf Rizal, s.sos berharap, kegiatan Positif tersebut terus dilaksanakan untuk mendukung pembangunan daerah menuju daerah yang lebih maju.

“Kegiatan ini diselengarakan untuk membangun sinergitas TNI-Polri, Pemda dan Masyarakat. Dengan berolahraga selain menjadikan kita sehat dengan menjaga kebugaran, juga sebagai mendukung kegiatan yang positif sehingga dapat bersama-sama membangun Natuna menjadi lebih baik,” kata Yusuf Rizal.

Sementara itu, Bupati Kabupaten Natuna Abdul Hamid Rizal sangat berterimakasih pada Komandan Kodim 0318/Natuna yang sudah menyelengarakan olah raga bersama.

“Kegiatan ini bertujuan untuk membentuk jiwa yang sehat, pikiran yang sehat dan baik. Apalagi Kabupaten Natuna ini sudah menjadi perhatian khusus oleh pemerintah pusat. Untuk itu mari kita bersama-sama mendukung untuk terwujudnya kemajuan kabuapten Natuna,” kata Hamid Rizal. (kmg/jek)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa pemerintah tidak main-main dengan aksi pencurian ikan yang terjadi di perairan Indonesia. Selama tiga tahun pemerintahannya, tercatat sudah lebih dari 300 kapal asing yang ditenggelamkan.

Penindakan tegas yang dilakukan pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan yang dipimpin oleh Menteri Susi Pudjiastuti itu diatur secara khusus dalam Pasal 69 Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perikanan.

Kepala Negara berujar bahwa penenggelaman kapal asing tersebut merupakan bentuk penegakan hukum yang akan menimbulkan efek jera bagi para pelanggar sekaligus menunjukkan kepada dunia soal kesungguhan Indonesia.

“Penenggelaman ini bentuk law enforcement yang kita tunjukkan bahwa kita tidak main-main dengan illegal fishing. Oleh sebab itu yang paling seram ya ditenggelamkan untuk efek jera,” ujarnya saat menghadiri Peresmian Pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (BPN) Tahun 2018 di Hotel Grand Sahid Jaya pada Rabu, 10 Januari 2018.

Meski demikian, selain mendukung upaya penegakan hukum terhadap pencurian ikan di wilayah Indonesia, dirinya juga sependapat dengan apa yang disebutkan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Panjaitan.

Sebelumnya, keduanya berpendapat bahwa kini sudah saatnya bagi Indonesia untuk mulai mengejar peningkatan nilai ekspor perikanan.

“Saya sampaikan kepada Bu Susi dalam rapat, sekarang konsentrasinya agar ke industri pengolahan ikan terutama yang mendorong untuk ekspor ikan karena ekspor kita turun,” tuturnya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini pun memastikan bahwa dirinya mendukung kerja keras yang ditunjukkan oleh jajaran terkait. Sebab, kebijakan yang diambil tiap menterinya pada dasarnya diperuntukkan untuk kebaikan dan kemajuan negara.

“Semua saya dukung. Semua kebijakan itu pasti untuk kebaikan negara dan rakyat. Setiap menteri pasti memiliki kebijakan dan kebijakan itu pasti untuk kebaikan,” ucapnya.

Nalayan Natuna

Tempat Terpisah Aliansi Masyarakat Nelayan Natuna, Provinsi Kepri sangat mendukung Kebijakan Menteri Susi Pujiastuti.

“Semenjak Kebijakan ibu menteri menengelamkan kapal asing, kini hasil tangkap nelayan mulai membaik,” ujar Mursalim, nelayan Natuna kepada Kepri Media Group.

Masih kata mursalim, bayangkan di fising ground wpp 711 , sebelum ada kebijakan tengelamkan kapal, pencuri ikan di laut Natuna, pada malam hari sangat ramai kapal kapal asing, seperti kota saja di lautan itu.

Lelaki yang biasa disapa Salim juga tidak menampik walau sudah berlakukan tindakan tegas, namun masih saja ada nekat mencuri ikan. Bahkan kapal mereka sangat cangih untuk mengelabui petugas patroli.

“Buktinya kini masih ramai tahanan pos militer dan kantor Kajari Natuna, mereka itu masih nekat sekalipun udah tegas sikap pemerintah,” ujarnya.

Izhar, Ketua Koperasi Nelayan Maritim Natuna mendukung apa yang telah sampaikan Presiden Joko Widodo tekait ekspor ikan.

“Kami berharap agar keran untuk ekspor ikan kerapu budidaya para nelayan Natuna ditambah quotanya. Agar mobilitas semakin membaik,” ujar izhar. (kmg/rikyrinovsky)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Natuna – Oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) ini mungkin sudah sadar jadi target sasaran pihak kepolisian yang konsisten memberantas peredaran gelap narkoba. Sehingga, ia ketakutan dan melakukan hal yang konyol dan susah diterima akal sehat.

Ar, oknum ASN itu harus meregang nyawa setelah menelan tiga pake sabu. Hal ini dilakukannya setelah dirinya akan digerebek oleh Satuan Narkoba Polres Natuna di kediamannya, Jumat, 5 Januari 2018 sekitar pukul 16.00 WIB.

“Saat digerebek, yang bersangkutan kalap dan mencoba menghilangkan barang bukti dengan cara menelan sejumlah paket sabu-sabu,” jelas Kapolres Natuna, AKBP Nugroho Dwi Karyanto yang diamini Kasat Narkoba, AKP Ramlan Chalid.

Nugroho Dwi Karyanto SIK menjelaskan, Satuan Reserse Narkoba Polres Natuna beberpa hari sebelum penangkapan, mendapat info kalau yang bersangkutan, mengedarkan dan mengkonsumsi narkoba jenis sabu-sabu yang akhir-akhir ini marak beredar di tengah-tengah masyarakat, termasuk kalangan pelajar.

“Anggota melakukan penyamaran dan pengintaiaan, ternyata benar yang bersangkutan mengedarkan sabu-sabu,” jelas orang nomor satu di jajaran Polres Natuna ini.

Setelah ditangkap, beberapa saat sampai di Sat Narkoba, bahkan Ar belum mulai diintrogasi, tiba-tiba tubuh PNS ini mulai kejang-kejang.

“Dia kejang-kejang, mulutnya berbusa, saat itu dia bari bilang ada nelan sabu-sabu,” ungkap Nugroho.

Melihat hal tersebut, polisi langsung melarikannya ke RSUD Natuna, para medis berusaha mengeluarkan tiga paket sabu-sabu yang diakui ditelannya.

“Tapi dari tiga paket yang diakuinya ditelan, hanya dua paket yang utuh, sedangkan satu paket lagi sudah kosong, kantongnya sudah kosong saat keluar dari perut,” lanjut Nugroho.

Tindakan medis terus dulakukan agar membersihkan perut Ar dari narkoba yang telah ditelannya.

Namun nasib berkata lain, sekitar pukul 04.00 subuh Sabtu, 6 Januari 2018, nyawa Ar tak dapat diselamtkan lagi. Ia meninggal dunia di atas ranjang rumah sakit tersebut.

”Diakui ada info polemik tentang kematian Almarhum Ar yang dianggap keluarga tidak wajar, dan hal itu sangat saya mengerti, maka kita serahkan kepada yang berwenang pihak RSUD Natuna dalam ahlinya untuk mengeluarkan hasil Visum pada Senin, 8 Januari 2018,” tutup Kapolres. (kmg)