NATUNA

MEDIAKEPRI.CO.ID, Natuna – Dalam rangka memeriahkan pergantian Tahun Baru Islam 1440 H / 2018 M, Santriwan dan Santriwati Taman Pendidikan Al-qur’an (TPQ) di Kabupaten Natuna, menghadiri acara Tabliq Akbar yang diselenggarakan di Masjid Al-Jamik Kelurahan Ranai Kota, Ahad, 16 September 2018.

Menurut Ketua BMG-TPQ Kabupaten Natuna Dedi Maryanto sekaligus sebagai Ketua Panitia acara Tabliq Akbar menyampaikan, Tabliq Akbar tersebut, pertama kali diselenggarakan oleh Badan Musyawarah Guru (BMG-TPQ) Kabupaten Natuna.

Acara ini bertujuan agar anak -anak lebih mengenal apa itu tahun Islam. Sebab kata Dedi, tidak sedikit orang islam sendiri yang tidak tau kapan itu datangnya tahun baru islam. Inilah pentingnya kita selalu memperingati sejarah tahun baru islam, papar Dedi.

Sambung dedi, bahwa makmur suatu negeri sebab banyaknya masyarakatnya yang bersyukur, Menegakkan Sholat dan Membaca Al-quran.

“Jadi dua miliar, atau dua triliun pun uang yang digelontorkan oleh pemerintah untuk hal-hal yang bersifat duniawi, belum tentu dapat merubah nasib bangsa ini. Namun, kalau doa- doa anak-anak Sholeh dan Sholeha Insya’Allah akan dapat menembus langit dan bumi ini. Oleh sebab itu marilah kita semua menjaga anak-anak, antarkalah mereka dalam menuntut ilmu seperti menulis dan membaca Al-quran di TPQ terdekat di sekitar kita,”pesan Dedi.

Acara tersebut juga disisi oleh Ustad H. Tirta Yasa, S. Ag. Turut hadir Kepala Kemenag Kabupaten Natuna Drs. Ahmad Husaen, Ketua DPRD Natuna Yusri Pandi, Ketua BMG-TPQ Kabupaten Natuna Dedi Maryanto, S. Pd.I, Wakil Ketua H. Sholat, S. Ag, Ketua BMG Kecamatan Bunguran Selatan, Agustri, Kepala serta Ustad dan Ustadzah TPQ Se- Natuna dan Ribuan Santri TPQ.

Pantauan media ini dilapangan lokasi acara berlangsung di Masjid Al-jami’ Ranai, sangat disayangkan sebab dari pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Natuna ataupun perwakilan tidak nampak hadir pada acara tersebut, meskipun pihak panitia dari BMG menyebut sudah mengundang.

Sementara itu, Kepala Kemenag Ahmad Husaen, dalam sambutanya mengatakan, pihak Kemenag sangat memberikan apresiasi atas acara yang dimotori oleh BMG-TPQ Kabupaten Natuna.

Anak- anak santri TPQ ini, kata Ahmad Husen, adalah aset kita, aset orang tua yang harus kita jaga dan pelihara bersama.

“Inilah generasi penerus kita kedepan, yang akan meneruskan menjadi imam, yang akan jadi pengurus islam kedepan, bahkan yang menggantikan para pejabat yang ada saat ini,”ujar Ahmad Husaen.

Ustad H. Tirta Yasa, pada ceramahnya juga menyampaikan, untuk orang tua Santri yang hadir, akan ditanya dikubur apabila anak Adam sudah meninggal, tidak Malaikat menanyakan Eselon berapa? Apa jabatan, berapa Mobil dan berapa banyak hartamu, itu tidak ditanya sedikitpun oleh malaikat, selain amal ibadah yang engkau kerjakan di dunia. “terang Tirta.

Oleh sebab itu, marilah kita upaya kan anak – anak kita untuk menjadi anak-anak yang Sholeh dan solehah. Rajin sholat, pandai baca Al-Qur’an.

Kepada ibu dan bapak orang tua santri jangan sampai kita kalau untuk les bahasan Inggris, Komputer dan lainya kita berani bayar iuran Rp. 100 ribu. Terapi giliran bayar iyuran Mengaji di TPQ Rp. 20 Ribu, Bapak dan Ibu berat.

Bahkan nunggu 5 bulan, lansung suruh anak kita berhenti dari TPQ. Ilmu yang dipelajari anak di TPQ inilah nantinya yang akan membantu anak anak kita serta tuanya kelak dari ancaman api neraka.

Sebab selain amal ibadah kita, do’a anak Sholeh dan Sholehahlah yang diharapkan orang tua kalau sudah meninggal dunia aku,”terang ustad Titayasa. (kmg)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Natuna – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastusi akan kembali menggelamkan kapal yang terbukti melakukan illegal, unreported, dan unregulated (IUU) fishing atau illegal fishing di laut Natuna utara. Sebanyak 87 kapal telah divonis bersalah atas tindakan illegal fishing dan mendapatkan keputusan pemusnahan ditenggelamkan akhir bulan ini.

Dikutip dari Okezone, hal itu sesuai pernyataan Sekretaris Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Nilanto Perbowo di Kantor KKP, Jakarta, pekan lalu.

“Tanggal 20 Agustus sebanyak 87 kapal akan ditenggelamkan. Jadi kapal yang ditenggelamkan itu semua kapal yang sudah inkrah di laut Natuna,” imbuhnya.

Adapun kapal yang telah menerima putusan hukum berkekuatan tetap atau inkrah pemusnahan ditenggelamkan sebanyak 128 kapal. Sisa kapal dengan status hukum inkrah akan ditindak secara bertahap.

Istimewa

Nilanto menuturkan, kapal-kapal tersebut ditangkap dari berbagai perairan di Indonesia. Tidak hanya kapal asing, satgas pemberantasan illegal fishing yang langsung di komando oleh Menteri Susi, juga menjumpai adanya kapal domestik yang masih melakukan praktik illegal fishing.

Sementara lokasi yang rawan dengan adanya illegal fishing dikatakan Nilanto paling sering terjadi di laut Natuna Utara, dan Laut Sulawesi.

“Itu dua wilayah yang paling banyak. Di Selat Malaka juga kebanyakan kapal Malaysia,” jelas dia.

Tempat terpisah, Mursalim Syah Pengiat Ekonomi Masyarakat Nelayan di Kabupaten Natuna sangat mendukung kebijakan Bu Menteri kelautan dan Perikanan terkait peneggelaman kapal Nelayan Asing.

Menurut Mursalim, tindakan tersebut telah menciptakan efek jera bagi para pencuri ikan yang memasuki wilayah perairan Indonesia.

” Cara ini dianggap ampuh untuk memberikan pelajaran bagi para criminals yang tidak mempan dihukum dengan cara-cara konvensional,
walau demikian masih saja ada Kapal kapal Nelayan Asing tetap Memandel mencuri ikan di laut Natuna,” kata Mursalim.

Menurutnya, saat ini pemerintah telah memiliki visi untuk menjadikan laut Indonesia sebagai masa depan bangsa.

” Seluruh stakeholder harus memiliki komitmen yang sama untuk mendukung kebijakan pemerintah yang akan menjadikan laut Indonesia sebagai masa depan bangsa dan sebagai poros maritim dunia,” tutup Mursalim.(kmg)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Natuna – Komandan Lanal Ranai Kolonel Laut (P) Harry Setyawan, bersama Bupati Natuna, Abdul Hamid Rizal serta unsur FKPD Kabupaten Natuna menyambut kedatangan KAL 28 yakni Kal Pulau Bungaran II-4-23 di dermaga Posal Penagi Ranai, Rabu, 15 Agustus 2018.

Kedatangan kapal Kal Pulau Bungaran II-4-23 dikomandani oleh Kapten Laut (P) Muhammad Yusuf NRP 18416/P

Riwayat singkat Kal Bungaran, Kal P. Bungaran dibangun berdasarkan kontrak antara PT. Infinity Global Mandiri dengan Kabaranahan Kemhan nomor kontrak : Trak/1407/XI/2016/APBN-P tanggal 08 November 2016. Kapal tersebut memiliki data teknis : Panjang : 28,34 M, Lebar : 5,85 M, Tinggi : 3,20 M, Sarat Air : 1,25, Dispacement : 70 Ton Kec, Ekonomi : 18 Knot Kec, Max : 28 Knot, Endurance : 3 – 4 Hari Peesonel : 15 orang

Berdasarkan keputusan Kepala Staf Angkatan Laut nomor Kep/1141/VI/2017, Kal 28 M hasil pengadaan Kementrian Pertahanan TA 2016 ini resmi diberi nama Kal P. Bungaran serta ditetapkan sebagai Kapal Angkatan Laut.

Pemberian nama Kal 28 M tersebut terinspirasi dari Pulau wilayah operasi dan Pangkalan Kapal tersebut. Kal Pulau Bungaran berpangkalan di Ranai.

Pulau Bungaran merupakan Pulau besar diantara pulau-pulau kecil yang ada dikawasan Kabupaten Natuna Provinsi Kepulauan Riau dan di Pulau tersebut terdapat Ibukota Kabupaten Natuna.

Pulau Bungaran memiliki obyek wisata alam yang sangat menarik, sedangkan di Perairan Bungaran terdapat spesies ikan langka yaitu ikan Ketipas (Napoleon Cheilinus Undulatus) yang merupakan slah satu komoditi ekspor andalan Kabupaten Natuna.

Sebelumnya pada tanggal 27 Juli 2018 di Batam telah dilaksanakan acara penyerahan materiel kontrak berupa dua unit KAL 28 M secara berjenjang dari PT. Invinity Global Mandiri kepada Kementerian Pertahanan dan diteruskan kepada TNI Angkatan Laut dalam hal ini diterima oleh Aslog Kasal, dari Aslog Kasal diserahterimakan kepada Aslog Panglima Armada I, dan dari Aslog Panglima I kemudian diserahkan kepada Komandan Lantamal IV.

Kal Pulau Bungaran 28/II-4-23 yang telah resmi menjadi Kapal Patroli jajaran Lanal Ranai yang akan bergabung bersama kal Panda dan Kal Sengiap yang terlebih dahulu menjadi kapal Patroli Lanal Ranai, sehingga saat ini Lanal Ranai yang berada di kabupaten Natuna memiliki 3 buah kapal Patroli guna membantu mengamankan perairan Natuna”Ujar Komandan Lanal Ranai Kolonel Laut (P) Harry Setyawan, Ranai, Rabu, 15 Agustus 2018.

Lanjut Danlanal,Kal 28 tersebut terinfirasi dari nama Pulau pangkalan kapal tersebut . Kal Pulau Bungaran memiliki kecepan Jelajah 21 Kenot, dan untuk kecepatan penuh hingga mencapai 28 Knot, untuk mesin pendorong Kal Pulau Bungaran 28 di dukung oleh mesin jenis Caterpilar C32 Acert 1800 HP Rating E 2300 RPM.

“Selamat datang dan selamat bergabung di Laut Sakti rantau Bertuah,”sebut Danlanal.

Kal Pulau Bungaran di awaki oleh 3 Orang Perwira dan 12 orang Anggota, dengan Komandan dijabat oleh Kapten Laut (P) M. Yusuf, Palaksa Lettu Laut (P)Sony Arfianto serta KKM Letda Laut (T) Didik Eko Widodo setelah berlayar dari Batam yang menempuh jarak T 355 NM selama 27 Jam dan akhirnya Kal Pulau Bungaran tiba di Kab. Natuna dengan selamat.

“Diharapkan Kal Pulau Bungaran II-4-23 ini dapat mendukung pelaksanaan tugas2 keamanan laut di jajaran Lanal Ranai dalam melaksanakan patroli di wilayah kerja”.tutup Danlanal.(kmg)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Natuna – Danrem 033/WP Brigadir Jenderal TNI Gabriel Lema, S. Sos. beri pembekalan tentang wawasan kebangsaan dan bela negara kepada segenap komponen bangsa di wilayah Kabupaten Natuna di gedung Aula Yon Komposit Garda Pati, Selasa, 7 Agustus2018.

Dengan suara lantang, Danrem memberi pemahaman tentang pembekalan wawasan Kebangsaan dan menyampaikan bahwa Natuna Garda Terdepan Pertahanan NKRI, Hari ini Saya memberikan pembekalan tentang wawasan kebangsaan dan bela negara, kepada segenap komponen bangsa di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepri, rasa cinta saya kepada Natuna tidak perlu diragukan,untuk itu mohon izin, untuk menanamkan rasa nasionalis dalam jiwa dan raga Kita semua.

Danrem menyampaikan, bersinergi dengan Pemkab Natuna, komponen bangsa, agar dapat menciptakan kebersamaan, memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa serta menjaga kekompakan, soliditas antara aparat keamanan dengan masyarakat, ini sangat penting dalam memelihara dan menjaga stabilitas keamanan di wilayah untuk kesinambungan pembangunan. Sebab, saat TNI-Polri dan masyarakat bersatu, akan kuat, dan tidak tergoyahkan .

Dijelaskan Danrem, soliditas TNI-Polri dengan Masyarakat, sekaligus merupakan salah satu wujud dari kemanunggalan TNI-Polri bersama rakyat, “Pilar Kekuatan” bagi terbentuknya semangat persatuan dan kesatuan bangsa.

Kecanggihan teknologi sering dimanfaatkan untuk merusak kesatuan bangsa. Dimana medsos seringkali digunakan untuk memecah bangsa, terlebih saat Pilkada, untuk itu mari Kita bijak mempergunakan medsos. Tetap tanamkan rasa Nasionalis dalam jiwa, sehingga tidak mudah goyah jika ada isu yang mau memecah bangsa ini.

Sementara itu nota kesepahaman (MOU) Sinergitas 3 Pilar Desa, Harapannya, para Babinsa, Babinpotmar, Bhabinkamtibmas, Kades/Lurah serta Linmas dapat menyatu, hal ini agar 3 pilar dapat bersinergi dan berkomunikasi dengan baik dalam melaksanakan keamanan di wilayah Kabupaten Natuna.

Natuna berada di tegah Negara Asean dan rawan terjadi gesekan, untuk itulah kita rapatkan barisan, tanamkan jiwa Nasionalis, NKRI Harga Mati.

Hadir dalam acara, tersebut Ketua DPRD Natuna,Sekda Natuna, Dandim Natuna, pimpinan TNI AL, AU dan Polri, tokoh masyarakat, Alim ulama, para Ketua RT, RW Lurah, Camat, serta Para Babinsa, Babinpotmar, Bhabinkamtibmas, Danramil dan Kapolsek, Sekecamatan Bunguran. (Penrem 033/WP).

MEDIAKEPRI.CO.ID, Natuna – Gubernur H Nurdin Basirun mengatakan dirinya sengaja membawa beberapa Kepala OPD ke Natuna agar sejumlah kegiatan semakin cepat terealisasi. Permintaan-permintaan masyarakat yang menaikkan taraf hidup dan memudahkan mereka beraktivitas harus digesa.

“Kawan-kawan saya yang kerja, makanya saya bawa ke sini. Saya “ngacah” aja supaya jadi dan memberi manfaat besar bagi masyarakat,” kata Nurdin saat berbincang dengan beberapa nelayan di kawasan Pring, Ranai, Natuna, Sabtu, 2 Juni 2018.

Usai menghadiri peringatan Nuzul Quran tingkat Provinsi Kepri di Masjid Agung Natuna Jumat, 1 Juji 2018 malam, Nurdin dan rombongan memang melakukan peninjauan sejumlah kegiatan. Nurdin juga menemui sejumlah nelayan di Pring dan berbincang banyak hal untuk memudahkan aktivitas kerja mereka.

Tampak mendampingi Gubernur saat itu Sekdaprov H TS Arif Fadillah, Kepala Barenlitbang H Naharuddin, Kadis Kesehatan Tjetjep Yudiana, Kadis PU Abu Bakar, Kadis Kelautan dan Perikanan Edy Sofyan, Kadispora Maifrizon, Karo Ekonomi Heri Andrianto.

Setelah berkeliling hingga ke Teluk Buton, Nurdin dan rombongan meninjau pelabuhan bongkar muat. Di sini Nurdin berbincang dengan pekerja bongkar muat dan pengelola. Dari perbincangan itu diketahui proses bongkar muat kapal sekitar 1.200 ton mencapai waktu hingga dua belas hari.

Proses yang melambat itu dikarenakan barang-barang langsung dibawa ke toko. Ini yang menyebabkan proses antrian panjang. Termasuk antrian mobil yang membawa bahan-bahan yang datang.

Nurdin memang memerintahkan untuk mengkaji pembuatan gudang. Kalau gudang sudah ada, diyakini proses bongkar muat akan cepat. Kalau terlalu lama, Nurdin risau beberapa bahan akan rusak. Demikian juga dengan cost kapal yang tentu akan membengkak. Nurdin tak ingin semua itu bermuara pada kenaikan harga yang akan memberatkan masyarakat.

Saat meninjau pelabuhan itu, ada dua kapal yang harus berdempetan untuk membongkar barang. Karena itu penambahan pelabuhan untuk labuh kapal satu lagi diperintahkan Nurdin untuk digesa. Dengan demikian akan ada tiga kapal yang bisa sandar di pelabuhan ini.

Usai di pelabuhan bongkat muat, Nurdin singgah di kawasan Pring tempat nelayan menambat kapal-kapalnya. Nurdin sempat berjalan ke tambat kapal yang masih terbuat dari kayu. Kondisi pelabuhan tambat kapal ini cukup memprihatinkan.

Salah seorang nelayan, Abdul Wahab mengatakan, jalur itu memang sering digunakan untuk tambat kapal. Jika ada nelayan yang merapat dan proses jual beli ikan, tak sedikit kaum ibu yang bergerak ke sana.

Mendengar cerita itu, Nurdin memerintahkan untuk segera dikaji pembangunan pelabuhan tambat kapal yang lebih baik. Tak hanya pelabuhan, jalan masuk ke kawasan ini juga diperintahkan Nurdin segera dibangun, dan direalisasikan tahun 2019.

Usai berbincang dengan nelayan, Nurdin bergerak melihat pembangunan jalan Batubi-Kelarik. Nurdin melihat perkembangan pembangunan jalan tersebut. Sepanjang perjalanan itu, Nurdin melihat ada satu jembatan yang belum terbangun. Sementara tiga lagi sudah selesai. (humas)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Natuna – Gubernur H Nurdin Basirun mengatakan pulau-pulau di Kepri harus dirangkai dengan ketersediaan listrik. Ketersediaan tenaga listrik akan mendorong banyak aktivitas yang menyejahterakan masyarakat.

“Perlahan-lahan elektrifikasi di pulau-pulau harus dipenuhi. Listrik akan ikut memajukan suatu daerah,” ujar Nurdin saat meresmikan proyek listrik masuk desa di Kecamatan Pulau Tiga, Tanjung Batang Kecamatan Pulau Tiga Barat, Tanjung Kumbik, Kabupaten Natuna, Selasa, 29 mei 2018.

Sebagai daerah maritim, kata Nurdin, selain listrik, Pemerintah juga terus menyiapkan fasilitas lainnya. Apalagi bagi masyarakat pesisir yang rata-rata adalah nelayan.

Gubernur berharap dengan peresmian ini maka proyek-proyek selanjutnya akan cepat terwujud demi keadilan dan sosial bagi masyarakat kepri. Begitu juga dengan jalan-jalan yang belum dibangun.

“Tidak listrik saja, jalan-jalan juga agar secepatnya direalisasikan,” ujar Nurdin.

Anggota Dewan Komisaris PT.PLN Ilya Avianti mengatakan bahwa pihaknya selalu mendukung program dan gagasan pemerintah tentang tenaga kelistrikan. Karena tujuannya salah satunya adalah untuk memajukan ekonomi dan menjawab kebutuhan masyarakat.

“Kebutuhan dasar masyarakat akan selalu diupayakan dapat terwujud dan merata,” ujar Ilya.

Direktur Bisnis Regional Sumatera Wiluyo Kusdwiharto mengatakan listrik merupakan pertahanan negara, terlebih untuk daerah terdepan nusantara. Wiluyo melanjutkan sebanyak 11 desa baru dialiri listrik dan 6 daerah yang diresmikan terang untuk 24 jam.

“Kita harap kerja sama dengan pemerintah untuk membantu pengembangan proyek listrik masuk desa semua dari 12 jam menjadi 24jam,” kata Wiluyo.

Dalam kesempatan ini juga PLN peduli memberikan bantuan berupa sembako kepada masyarakat Kecamatan Pulau Tiga dan Kecamatan Pulau Tiga Barat sebanyak 10 desa yang berjumlah 300 paket sembako.

Dalam rangkaian peresmian proyek listrik masuk desa tersebut, Gubernur Nurdin juga berkesempatan melakukan peninjauan pelabuhan Perintis di Pulau Tiga sabang mawang dan menyempatkan diri untuk melakukan peletakan batu pertama pembangunan Masjid setempat. Anggaran pembangunannya berasal dari dana CSR bantuan YBM PLN kepada masyarakat Tanjung Kumbik di Semalau. (humas)

Panglima, Ketua DPR RI dan Ketua DPD RI Lakukan Peninjauan

MEDIAKEPRI.CO.ID, Natuna – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama Ketua DPR Bambang Soesatyo dan Ketua DPD Oesman Sapta Odang (OSO) melalukan peninjauan pembangunan fasilitas pangkalan militer di Kepulauan Natuna. Marsekal Hadi mengatakan akan segera meresmikan fasilitas pangkalan militer yang pembangunannya mencapai 100 persen.

“Mudah-mudahan yang sudah selesai fasilitasnya 100% segera di pertengahan Mei diresmikan. Dan datangnya pasukan maupun peralatan bisa bertahap. Yang jelas kita resmikan dulu penggunaannya,” kata Marsekal Hadi Tjahjanto seusai peninjauan di Lapangan Udara Raden Sadjad, Ranai, Kepulauan Natuna, Senin (23/4/2018).

Hadi menerangkan peninjauan fasilitas tersebut diawali dengan kunjungan ke Pos Pam Puter (pulau terluar) di Pulau Sekatung dan berakhir di penijauan rumah sakit dan hanggar integratif tiga matra
TNI. Dia mengatakan salah satu yang siap digunakan adalah fasilitas dermaga Faslabuh TNI AL di Selat Lampa, Ranai.

“Namun yang membanggakan adalah kemajuan untuk membangun dermaga. Ketika saya tinjau di lapangan ternyata mampu berikan dukungan air tawar dan bahan bakar minyak (BBM) sehingga bisa digunakan untuk bekal ulang. Yang selama ini kapal-kapal melakukan bekel ulang di Batam sekarang bisa melaksanakan bekal ulang di Ranai,” jelasnya.

Dia menambahkan personel TNI segera ditempatkan di Kepulauan Natuna secara bertahap dengan memindah yang ada di Pulau Jawa dan beberapa tempat lain. Personel yang akan ditempatkan di Natuna salah satunya berasal dari Korps Marinir.

“Di antaranya adalah (Korps) Marinir yang rencananya adalah satu kompi mungkin akan ditingkatkan menjadi batalyon, termasuk batalyon komposit yang tadi sudah kita tinjau untuk Baterai Armed Yon Komposit,” ucapnya.

Sementara itu, beberapa fasilitas-fasilitas lain seperti Satuan Radar TNI AU, rumah sakit hingga hanggar intergratif tiga matra TNI dalam tahap penyempurnaan.

“Kita lihat yang terakhir adalah fasilitas rumah sakit yang baru dibangun untuk gedungnya saja, untuk perawatannya masih menunggu sehingga kemungkinan kita bisa menempati satu bulan ke depan setelah alat-alatnya lengkap,” imbuhnya.

Sementara itu, Bamsoet mengatakan penguatan pertahanan dan keamanan di daerah perbatasan sangatlah penting. Hal tersebut untuk menjaga adanya kemungkinan masuknya intervensi asing khususnya yang melalui perbatasan Kepulauan Natuna.

“Tentu fokus daripada Panglima TNI adalah soal pertahanan dan keamanan negara dari kemungkinan masuknya intervensi asing. Memang kami lihat untuk perbatasan Kepulauan Natuna yang menghadap Laut Cina Selatan dan memang jadi incaran dari Amerika dan negara China, memang perlu penguatan pertahanan dan keamanan,” kata Bamsoet.

Bamsoet menambahkan akan mendorong Komisi I DPR untuk meningkatkan anggaran pertahanan negara. Khususnya untuk wilayah perbatasan.

“DPR mendorong nanti Komisi I membahas peningkatan anggaran pertahanan khsusunya daerah perbatasan di Natuna ini,” tambahnya. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Natuna – Jaringan Jurnalis Indonesia (JJI) Natuna menyadari bahaya laten peredaran gelap narkotika. Untuk itu, mereka terpangil untuk berperan aktif melakukan Pencegahan, Pemberantasan, penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

Mhd Rikyrinovsky dari JJI Natuna mengatakan di dunia semakin maju, begitu mudah untuk mendapatkan berbagai jenis narkotika, seperti daun ganja kering siap pakai, sabu, heroin dan sejenisnya. Bahkan untuk di Kepri, masyarakat Indonesia dan Kepri khususnya dikejutkan dengan pengungkapan ribuan kilogram narkoba jenis sabu.

Lebih jauh dikatakannya, apalagi saat ini ada juga para pemimpin terlibat sebagai pemakai dan pengedar barang haram (narkotika) ini. Dan semuanya itu, bukan rahasia umum, karena sudah ada yang tertangkap. Mulai dari oknum aparatur negara seperti PNS, POLRI dan para pengusaha bahkan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

“Bila kita lalai dari sekarang untuk mengawasi generasi penerus, akan jadi apakah kelak negeri ini?,” ujarnya dengan nada bertanya

Untuk itu, katanya, JJI Natuna akan terus menyatakan perang terhadap narkoba. Dan dalam waktu dekat, katanya, akan melakukan sosialisasi bahaya narkoba ini yang dikemas berupa talk show.

Dalam kegiatan ini akan pihak kompeten sebagai narasumber diantaranya  Kepala BNN Kepri,Brigjen Pol Richard Nainggolan, Danlanal Ranai, Kolonel Laut (P) Harry Setyawan, Kapolres Natuna AKBP Nugroho Dwi Karyanto, Kajari Natuna, Juli Isnur, Dandim 0318 Natuna, Letkol Inf Yusuf Rizal serta Kepala Dinas Kesehatan Natuna, Rizal Runaldi.

“Talk Show anti narkoba ini, akan berlangsung pada tanggal 25 April 2018 di Gedung Sri Srindit Ranai. Mohon dukunganya agar kegiatan tersebut berjalan lancar,” ujar Rikyrinovsky panitia pelasana , Kamis, 19 April 2018.

 

Hal senada di katakan Sirojuddin panitia penyelengara, tujuan yang akan dicapai dalam pelaksanaan talk show anti narkoba , tidak lain untuk memberikan pengetahuan kepada pelajar tentang bahaya narkoba.

Selain itu, juga akan dibentuk beberapa relawan di Sekolah -sekolah khususnya anak-anak SMA yang duduk di kelas II.

“Para relawan dibentuk bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang bahaya narkoba. Mereka nanti juga akan kita bimbing diberi pelatihan disetiap sekolah. Ada delapan sekolah yang menjadi target utama kita. Diantaranya, SMA 1, SMA 2, MAN 1, SMK Migas, dan beberapa Sekolah SMA lainya”, jelas Siro.

Semua pelajar tersebut, sambung Siro akan diundang pada acara Talk Show nanti. Disaat acara berlangsung juga akan di adakan deklarasi bersama peran pemuda dalam memerangi penyalah gunaan dan bahaya narkoba.

Pelajar ,Mahasiswa Para Pemuda di Natuna harus siap menjadi garda paling depan dalam memerangi narkoba.

Selain itu pelajar dan mahasiswa juga harus siap menjadi orang yang bermanfaat untuk dirinya dan orang lain.

Tema yang diangkat dalam Talk Show ialah “Narkoba Musuh Kita Bersama”,” pungkas Siro.(rilis)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Natuna – Kodim 0318/Natuna serta komunitas belajar Natuna, membagun rumah baca di Desa Sedarat Baru, Kecamatan Bunguranm Batubi, Kabupaten Natuna.

Komunitas belajar Natuna di Kecamatan Bunguran Batubi ini memiliki anak didik 150 orang yang sangat memerlukan kehadiran rumah baca . Pembangunan rumah baca dikrjakan bersama-sama oleh prajurit Kodim 0318/Natuna dan masyarakat secara bersama-sama.

Kerjasama dengan warga ini mendapat apresiasi yang tinggi dari masyarakat yang datang beramai-ramai agar pembagunan rumah baca cepat selesai.

“Ini sinergi yang luar biasa antara Kodim sebagai pengayom dan masyarakat sebagai subjek perubahan”, ucap Bayu, pengajar muda dari Indonesia Mengajar.

Melalui rumah baca ini diharapkan dapat membantu meningkatkan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) di Natuna sebagai wilayah perbatasan.

“Melalui rumah baca ini, diharapkan kesadaran masyarakat akan pentingnya membaca meningkat. Selain itu bisa semakin luas mengakses informasi dan dapat membantu pembangunan manusia di Natuna khususnya Kecamatan Bunguran Batubi,” kata Eni Suyaroh, pendiri komunitas belajar Natuna.

Hal serupa juga disampaikan Dandim 0318/Natuna, Letkol Inf Yusuf Rizal, S.Sos yang berharap dengan berdirinya rumah baca ini, warga natuna bisa bersma-sama memanfaatkan bacaan yang tersedia untuk menambah ilmu pengetahuan dan meningkatkan SDM di wilayah perbatasan khususnya Natuna. (rilis)

Saresehan Dialog Kebangsaan di Pulau Terdepan

MEDIAKEPRI.CO.ID, Natuna – Jaringan Jurnalis Indonesia (JJI) terus menggaungkan pemahaman masyarakat tentang kebangsaan. Untuk kelima kalinya, JJI menggelar dialog yang diramu dalam saresehan.

“Kegiatan direncanakan pada hari Rabu, 28 Maret 2018. Kita gandeng Komunitas Muda Natuna (Komuna) dalam Sarasehan Dialog Kebangsaan ini,” kata Riky Rinovsky di Ranai Square, Minggu, 25 Maret 2018.

Dikatakannya, narasumber kegiatan kebangsaan yang akan diikuti ratusan mahasiswa dan penggiat ekonomi Natuna ini yakni dari Pemerintah, Danlanal Natuna Letkol laut (P) Harry setiawan, dan Kapolres Natuna AKBP Nugroho Dwi Karyanto. Adapun tema kegiatan yaki “Kupas Posisi Strategis Natuna dalam Kaitan Pembangunan Aspek Ekonomi dan Pertahanan Keamanan di Pulau Terdepan”.

“Melalui tema itu, kita minta ketiga narasumber menjelaskan kepada para peserta dengan apa yang telah dilaksanakan oleh pemerintah pusat kepada daerah Natuna khususnya,” terang Riky.

Lebih rinci Riky menjelaskan, pemaparan dari para narasumber tentang keberhasilan pemerintah pusat yang telah menjadikan Natuna sebagai wilayah pertahanan dan keamanan, juga meningkatkan perekonomian kerakyatan. Salah satu bukti nyata dari gebrakan pemerintah pusat yaitu dengan mendirikan pusat pelelangan ikan terpadu di Selat Lampa, jaringan komunikasi serta sarana irigasi dan listrik di rasakan rakyat saat ini .

“Nah pemahaman ini yang kita minta untuk dipahami dan kembangkan oleh para peserta saresehan. Walaupun Natuna dijadikan sebagai wilayah pertahanan, tapi tingkat perekonomian juga dikuatkan,” jelas Riky.

Sementara itu dari kalangan muda Natuna Dede Muhammad Ramli berpendapat, dalam saresehan nantinya akan terbentuk penguatan karakter bagi para peserta untuk lebih memiliki rasa tanggung jawab terhadap kepedulian terhadap pembangunan di daerahnya.

“ Kita tidak menampik dengan apa yang telah dilakukan oleh pemerintah pusat, untuk itu kita berharap semua lapisan masyarakat bisa menentukan sikap yang tepat dalam menanggapi seluruh program yang telah dibuat oleh pemerintah pusat mulai nyata dirasakan” papar Dede.

Menurut dede, banyak yang sudah dilakukan oleh pemerintah pusat untuk Natuna, seperti pembangunan Embung dan irigasi untuk mensuplay kebutuhan air, listrik sudah dialiri ke rumah warga dan jaringan telekomunikasi lancar.

“ Oleh karenanya, kita semua bisa ambil andil dalam turut serta mengisi pembangunan didaerah kita sesuai dengan kemampuan masing-masing, baik secara kelompok maupun perindividu” terangnya.

Kembali, dalam hal ini Riky Rinovsky dan para pemuda Natuna mengucapkan rasa terima kasih yang tak terhingga atas perhatian penuh bapak presiden Joko Widodo melalui Nawacita untuk Kabupaten Natuna sampai ke Papua mulai nyata terasa. (rilis)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Natuna – Hoax, sekarang menjadi sebuah fenomena yang mengkhawatirkan. Hampir diseluruh penjuru dunia berperang melawan berita bohong hoax.

Puluhan wartawan asal Natuna dari media cetak maupun online, deklarasi bersama Polres Natuna bertujuan turut mendukung deklarasi Berita Hoax yang sedang dicanangkan Mabes Polri.

kedatangan para awak media ke Polres dalam rangka untuk mendukung deklarasi anti Hoax, sempat mengagetkan, pasalnya deklarasi anti hoax terhitung baru akan digencarkan polres Natuna.

“Kita senang sekali dengan niat baik kawan-kawan media yang mendukung deklarasi anti hoax yang pernah juga di sampaikan Kapolres Natuna pada saat acara senam sehat dan jalan santai di pantai kencana,”Kata Kasatreskrim polres AKP Edi Wiyanto di ruang kerjanya. Kamis 15 Maret 2018

Kasat Edi juga mengatakan, dengan kerjasama antara polres Natuna bersama Awak Media bisa memberantas penyebaran berita hoax yang bisa merusak tali sirahturahmi antar sesama.

“Dengan kerjasama yang baik kita bersama-sama bisa memberantas berita hoax. Karena berita hoax bisa memecah belah dengan adanya ujaran kebencian,”jelasnya.

Sementara salah satu perwakilan awak media Hardiansyah, mengatakan akibat dari penyebaran isu hoax, sangat berdampak sekali dengan perpecahan antar sesama.

“Pada intinya kita mendukung deklariasi anti hoax dan menolak segala bentuk ujaran kebencian, provokasi, fitnah, sara dan berita hoax. Karena cukup membuat resah masyarakat,”ujarnya.

Ardiansyah juga menambahkan, keinginan agar suasana yang aman dan tentram, jangan sampai menjadi rusak hanya karena isu-isu yang tidak benar.

“Mungkin keinginan kami dan rekan-rekan lainnya berharap dengan adanya deklarasi seperti ini segala bentuk yang merusak pasti kita akan singkirkan,” tutupnya.

Hal senada di sampaikan M.Rikyrinovsky Pengiat sosial di kab Natuna juga penulis aktif surat kabar kepri menuturkan.

Dengan perkembangan teknologi informasi saat ini, sebuah berita akan sangat dengan mudahnya tersebar,namun mestik cermati dari mana sumber berita.

“Tugas utama jurnalis adalah menyampaikan kebenaran. Kebenaran ini dicemari oleh berita ‘hoax’. Wartawan melawan ini,” jelas Riky kordinator Jaringan Jurnalis indonesia di jumpai Ranai Natuna.

Kabar hoax, menurut dia, merupakan sebuah fitnah yang dilarang oleh agama apapun.

“Saya sependapat bahwa agama manapun melarang menyebar hoax. Bahkan dalam agama Islam, hoax itu artinya fitnah yang jelas-jelas haram hukumnya,” ungkapnya.

“Hoax”, seperti diketahui, dibuat dalam situs-situs yang seolah-olah situs berita lalu disebarluaskan ke berbagai media sosial.

Media sosial, katanya, tidak lagi hanya sebagai media untuk menyampaikan status, pertemanan, berbagi untuk silaturahmi, dan membagikan memori tetapi telah berubah menjadi penyebarluasan berita-berita yang belum terverifikasi kebenarannya.(kmg/rizky)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Ranai – TNI dan Polri menggelar senam bersama untuk membagun sinergitas di di lapangan Pantai Kencana, Jalan Sukarno Hatta, Ranai, Natuna, Minggu, 11 Maret 2018.

Senam yang dimulai pukul 06.00 WIB itu untuk mewujudkan situasi yang aman, nyaman berakhlak mulia di Wilayah Kodim 0318/Natuna.

Tidak hanya TNI dan Polri yang ikut dalam senam bersma yang juga diikuti Bupati Kabupaten Natuna Abdul Hamid Rizal itu. Ada sekitar 500 warga sipil baik dari kalangan pelajar maupun tokoh masyarakat ikut memeriahkan acara kebugaran tersebut.

Acara yang membangun keakraban antar sesama aparatur pemerintah dengan masyarakat sipil ini diawali dengan jalan santai sekitar 5 kilometer. Rute jalan santai dimulai dari Pantai Kencana-menuju jalan Pramuk lalu finis kembali di Pantai Kencana.

Komandan Kodim 0318/Natuna letkol INF Yusuf Rizal, s.sos berharap, kegiatan Positif tersebut terus dilaksanakan untuk mendukung pembangunan daerah menuju daerah yang lebih maju.

“Kegiatan ini diselengarakan untuk membangun sinergitas TNI-Polri, Pemda dan Masyarakat. Dengan berolahraga selain menjadikan kita sehat dengan menjaga kebugaran, juga sebagai mendukung kegiatan yang positif sehingga dapat bersama-sama membangun Natuna menjadi lebih baik,” kata Yusuf Rizal.

Sementara itu, Bupati Kabupaten Natuna Abdul Hamid Rizal sangat berterimakasih pada Komandan Kodim 0318/Natuna yang sudah menyelengarakan olah raga bersama.

“Kegiatan ini bertujuan untuk membentuk jiwa yang sehat, pikiran yang sehat dan baik. Apalagi Kabupaten Natuna ini sudah menjadi perhatian khusus oleh pemerintah pusat. Untuk itu mari kita bersama-sama mendukung untuk terwujudnya kemajuan kabuapten Natuna,” kata Hamid Rizal. (kmg/jek)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa pemerintah tidak main-main dengan aksi pencurian ikan yang terjadi di perairan Indonesia. Selama tiga tahun pemerintahannya, tercatat sudah lebih dari 300 kapal asing yang ditenggelamkan.

Penindakan tegas yang dilakukan pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan yang dipimpin oleh Menteri Susi Pudjiastuti itu diatur secara khusus dalam Pasal 69 Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perikanan.

Kepala Negara berujar bahwa penenggelaman kapal asing tersebut merupakan bentuk penegakan hukum yang akan menimbulkan efek jera bagi para pelanggar sekaligus menunjukkan kepada dunia soal kesungguhan Indonesia.

“Penenggelaman ini bentuk law enforcement yang kita tunjukkan bahwa kita tidak main-main dengan illegal fishing. Oleh sebab itu yang paling seram ya ditenggelamkan untuk efek jera,” ujarnya saat menghadiri Peresmian Pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (BPN) Tahun 2018 di Hotel Grand Sahid Jaya pada Rabu, 10 Januari 2018.

Meski demikian, selain mendukung upaya penegakan hukum terhadap pencurian ikan di wilayah Indonesia, dirinya juga sependapat dengan apa yang disebutkan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Panjaitan.

Sebelumnya, keduanya berpendapat bahwa kini sudah saatnya bagi Indonesia untuk mulai mengejar peningkatan nilai ekspor perikanan.

“Saya sampaikan kepada Bu Susi dalam rapat, sekarang konsentrasinya agar ke industri pengolahan ikan terutama yang mendorong untuk ekspor ikan karena ekspor kita turun,” tuturnya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini pun memastikan bahwa dirinya mendukung kerja keras yang ditunjukkan oleh jajaran terkait. Sebab, kebijakan yang diambil tiap menterinya pada dasarnya diperuntukkan untuk kebaikan dan kemajuan negara.

“Semua saya dukung. Semua kebijakan itu pasti untuk kebaikan negara dan rakyat. Setiap menteri pasti memiliki kebijakan dan kebijakan itu pasti untuk kebaikan,” ucapnya.

Nalayan Natuna

Tempat Terpisah Aliansi Masyarakat Nelayan Natuna, Provinsi Kepri sangat mendukung Kebijakan Menteri Susi Pujiastuti.

“Semenjak Kebijakan ibu menteri menengelamkan kapal asing, kini hasil tangkap nelayan mulai membaik,” ujar Mursalim, nelayan Natuna kepada Kepri Media Group.

Masih kata mursalim, bayangkan di fising ground wpp 711 , sebelum ada kebijakan tengelamkan kapal, pencuri ikan di laut Natuna, pada malam hari sangat ramai kapal kapal asing, seperti kota saja di lautan itu.

Lelaki yang biasa disapa Salim juga tidak menampik walau sudah berlakukan tindakan tegas, namun masih saja ada nekat mencuri ikan. Bahkan kapal mereka sangat cangih untuk mengelabui petugas patroli.

“Buktinya kini masih ramai tahanan pos militer dan kantor Kajari Natuna, mereka itu masih nekat sekalipun udah tegas sikap pemerintah,” ujarnya.

Izhar, Ketua Koperasi Nelayan Maritim Natuna mendukung apa yang telah sampaikan Presiden Joko Widodo tekait ekspor ikan.

“Kami berharap agar keran untuk ekspor ikan kerapu budidaya para nelayan Natuna ditambah quotanya. Agar mobilitas semakin membaik,” ujar izhar. (kmg/rikyrinovsky)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Natuna – Oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) ini mungkin sudah sadar jadi target sasaran pihak kepolisian yang konsisten memberantas peredaran gelap narkoba. Sehingga, ia ketakutan dan melakukan hal yang konyol dan susah diterima akal sehat.

Ar, oknum ASN itu harus meregang nyawa setelah menelan tiga pake sabu. Hal ini dilakukannya setelah dirinya akan digerebek oleh Satuan Narkoba Polres Natuna di kediamannya, Jumat, 5 Januari 2018 sekitar pukul 16.00 WIB.

“Saat digerebek, yang bersangkutan kalap dan mencoba menghilangkan barang bukti dengan cara menelan sejumlah paket sabu-sabu,” jelas Kapolres Natuna, AKBP Nugroho Dwi Karyanto yang diamini Kasat Narkoba, AKP Ramlan Chalid.

Nugroho Dwi Karyanto SIK menjelaskan, Satuan Reserse Narkoba Polres Natuna beberpa hari sebelum penangkapan, mendapat info kalau yang bersangkutan, mengedarkan dan mengkonsumsi narkoba jenis sabu-sabu yang akhir-akhir ini marak beredar di tengah-tengah masyarakat, termasuk kalangan pelajar.

“Anggota melakukan penyamaran dan pengintaiaan, ternyata benar yang bersangkutan mengedarkan sabu-sabu,” jelas orang nomor satu di jajaran Polres Natuna ini.

Setelah ditangkap, beberapa saat sampai di Sat Narkoba, bahkan Ar belum mulai diintrogasi, tiba-tiba tubuh PNS ini mulai kejang-kejang.

“Dia kejang-kejang, mulutnya berbusa, saat itu dia bari bilang ada nelan sabu-sabu,” ungkap Nugroho.

Melihat hal tersebut, polisi langsung melarikannya ke RSUD Natuna, para medis berusaha mengeluarkan tiga paket sabu-sabu yang diakui ditelannya.

“Tapi dari tiga paket yang diakuinya ditelan, hanya dua paket yang utuh, sedangkan satu paket lagi sudah kosong, kantongnya sudah kosong saat keluar dari perut,” lanjut Nugroho.

Tindakan medis terus dulakukan agar membersihkan perut Ar dari narkoba yang telah ditelannya.

Namun nasib berkata lain, sekitar pukul 04.00 subuh Sabtu, 6 Januari 2018, nyawa Ar tak dapat diselamtkan lagi. Ia meninggal dunia di atas ranjang rumah sakit tersebut.

”Diakui ada info polemik tentang kematian Almarhum Ar yang dianggap keluarga tidak wajar, dan hal itu sangat saya mengerti, maka kita serahkan kepada yang berwenang pihak RSUD Natuna dalam ahlinya untuk mengeluarkan hasil Visum pada Senin, 8 Januari 2018,” tutup Kapolres. (kmg)

MEDIAKEPRI.CO.ID, – Dalam rangka memperingati Hari Juang Kartika (HJK) ke-72, Kodim 0318 Natuna melaksanakan kegiatan Bhakti Sosial di Pantai Teluk Selahang, Desa Limau Manis, Kecamatan Bunguran Timur Laut, Kamis 14 Desember 2017.

Kegiatan bakti sosial Sunatan Massal ini semata-mata untuk mendekatkan diri TNI dengan Rakyat, karena TNI berasal dari rakyat, maka kita melakukan kegiatan bakti sosial mengikutsertakan warga di wilayah jajaran TNI di Natuna.

“Tujuan dilaksanakannya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat betapa pentingnya kebersihan patut kita jaga bersama,” Ujar Dandim 0318 Natuna Letkol (Inf) Yusuf Rizal, melalui Kasdim Mayor Oki Fikriansyah.

Sedangkan kegiatan donor darah dilaksanakan, untuk membantu keterbatasan stok darah di RSUD Natuna. Mereka juga membagi-bagikan tong sampah kepada warga pemilik warung di pantai Teluk Selahang, serta melaksanakan kegiatan sunatan masal. Di Puskesmas Kecamatan Bunguran Timur Laut untuk khitanan massal diikuti 38 orang.

Tak lupa, Mayor Oki mewakili Dandim, mengucapkan terima kasih kepada segenap lapisan masyarakat, Ormas, Pelajar, Pemerintahan Desa, TNI dan seluruh unsur yang terlibat mensukseskan kegiatan Hari Juang Kartika di Kabupaten Natuna.

Hari Juang Kartika adalah tanggal khusus bagi Korps Infanteri TNI AD, diperingati setiap 15 Desember untuk mengenang pertempuran Ambarawa, yang sebelumnya bernama hari Infanteri.

Sementara itu, Korlap Baksos Hari Juang Kartika, Letda Arhanud Sinurat mengatakan, sebelum acara ini, juga telah dilaksanakan pembersihan Masjid di Desa Ceruk, pembersihan Gereja Khatolik di Ranai, dan penghijauan di Satuan Makodim 0318 Natuna.

“Alhamdulillah.. Akhirnya anak bungsunya mau juga di sunat bersama sejumlah anak lainnya terimakasih pak dandim, ” kata Salman, warga yang gembira dapat mengikuti kegiatan ini.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Ahmad,Camat bunguran timur laut,Kompi Senapan C Yonif Rider 136 Khusus, TNI AU, TNI AL, RAPI, FKPPI, PMI, Mapala STAI, Pelajar, Dinas Kesehatan Natuna, Dinas Pariwisata Natuna, Pemerintahan Desa di Wilayah kecamatan Bunguran Timur Laut. (kmg/rikyrinovs)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Natuna – Bupati Kampar, H Aziz Zainal beserta rombongan mengahdiri undangan peringatan hari ulang tahun (HUT) Ikatan Warga Kampar-Natuna (IWKN) ke-2 di di gedung Sri Srindit jalan Yos Sudarso Ranai, Rabu, 13 Desember 2017.

Kedatangan Bupati dengan membawa Kadis, Tenaga Ahli dan Anggota DPRD Kampar ini disambut dengan ramah oleh Wakil Bupati Natuna, Dra.Hj Ngesti Yuni Suprapti.

“Telah lama, kami berniat ingin bersilaturahmi ke Natuna, untuk melihat kondisi ril yang ada di Natuna. Barang kali, kami bisa mendapat banyak pelajaran, untuk kita terapkan juga di Kabupaten Kampar”, ungkap Aziz Zainal dampingi istri Hj Nuraini Azis.

Dikatakannya, kedatangan bupati dengan rombongan ini ke Natuna sangat serius, bukan hanya sekedar basa basi. Tapi, katanya, ingin melihat secara utuh kondisi Natuna, sehingga pulang dari Natuna ada sesuuatu yang bisa dihasilkan.

“Akan kami evaluasi, kira-kira apa kerjasama yang bisa dilakukan antra Kabupaten kampar dan Kabupaten Natuna,” tambahnya.

Azis memaparkan misi dan visinya sebagai Bupati Kampar yang di kenal oleh masyarakat kampar dengan nama program 3i yakni insfrastruktur, investor dan industri.

“Misi dan visi saya sebagai bupati menjadikan Kampar sebagai daerah industri yang berbasiskan perkebunan dan pertanian moderen, menjadikan masyarakat adil, makmur dan sejahtera,” terangnya di hadapan Wakil Bupati Natuna.

Idustri itu wajib digalakkan karena tidak ada suatu negeri yang maju di dunia ini tanpa industri, menurutnya Natuna memiliki potensi industri luar biasa, karena Natuna adalah pulau terdepan Indonesia yang berbatasan langsung dengan laut China Selatan, dengan adanya industri Natuna mempunyai nilai tambah.

Wakil Bupati Natuna Dra.Hj Ngesti Yuni Suprapti menyampaikan apresiasi atas kunjungan Bupati Kampar bersama rombongan ke Natuna.

Wabup juga menyapaikan permohonan maaf dari Bupati Natuna karena tidak bisa hadir dalam acara silaturahmi karena ada kegiatan di luar kota yang tidak bisa ditinggalkan.

“Atas nama pemerintah Daerah kami mengucapkan terima kasih yang sebanyak-banyaknya atas kehadiran bupati kampar beserta rombongan, mudah-mudahan ini menjadi titika awal yang baik dalam silaturahmi kita, mungkin bisa menjadi titik awal kerja sama antara Kampar dan Natuna”, harap Ngesti.

Ngesti juga mensyukuri, karena Natuna telah terkenal sampai keluar daerah . Alhamdulilah Natuna memang sudah dikenal hari ini, pada tahun 1999 Natuna berdiri sebagai kabupaten dan untuk pertama kalinya Presiden SBY datang ke Natuna, untuk mecanangkan pulau-pulau terluar.

Kemudian Natuna di datangi oleh Yusuf Kalla dan selanjutnya Presiden Jokowi yang sudah tiga kali datang ke Kabupaten Natuna, artinya Natuna menjadi perhatian Khusus dari pemerintah pusat, karena Nartuna adalah daerah yang berbatasan langsung dengan negara-negara lain khususnya perbatasan laut, yaitu laut China Selatan yang dikenal saat ini laut Natuna utara.

Dengan adanya kehadiran presiden jokowi ke Natuna, Wabup Ngesti menambahkan perkembangan Natuna menjadi pioritas dalam hal pembangunan, ada 5 sektor yang harus dipercepatkan pembangunannya, yaitu sektor perikanan, sektor parawisata, sektor migas, sektor hankam dan sektor lingkungan hidup. (kmg/rikyrinovsky)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Natuna – Tekad Badan Musyawarah Guru (BMG) dan seluruh TPQ sekecamatan Bunguran Timur harus diacungkan jempol. Soalnya, tanpa bantuan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna, mereka tetap menjalankan rutinitas mengajar mengaji buat santri-santriwati.

Bahkan untuk mengetahui kemampuan keagamaan peserta didiknya, mereka uji dalam perlombaan. Seperti yang baru-baru ini mereka gelar berbagai lomba keagamaan, seperti lomba sholat, mengaji, da’i cilik, dan lomba lainya.

“Meskipun tidak ada bantuan dari pemerintah daerah, kita harus tetap bersemangat untuk tetap mendidik anak-anak santri di TPQ kita masing-masing,” ujar Ketua Dewan Juri H Bujang Rusman, Minggu, 3 Desember 2017 di Masjid Agung.

Disebutkannya, lomba TPQ merupakan kegiatan silaturahim antara pengurus TPQ dan juga santri  TPQ, sekaligus merupakan ajang untuk meningkatkan pengembangan diri santri, dan wujud salah satu cara untuk mengetahui pendidikan di TPQ jangan dipandang sepele. Karena, TPQ mampu mengarahkan seorang anak untuk lebih berkembang, terutama dalam hal agama, adab sampai aqidah.

Lomba yang diikuti oleh TPQ yang berada di Kecamatan Bunguran Timur dan hadiah yang diberikan untuk para pemenang berasal dari iuran masing-masing TPQ.  Adapun hasil lomba sebagai berikut:

Lomba Sholat Berjamaah:
Juara 1 Wan Denistah, utusan TPQ Nurul Qur’an, Pering, dengan jumlah nilai 88,6
Juara II Akram Pati Juma, dengan jumlah nilai 86 Utusan TPQ Al-Ashar Air Batu
Juara III diraih oleh Aidil, dengan nilai 85,5 utusan TPQ Al-Ikhlas Ranai

Lomba Azan
Juara 1 Firamli, utusan TPQ AN-Nasriah Sebakung, dengan jumlah nilai 92
Juara II, Rizam Zaki Ardiyansyah, utusan TPQ Nurul Qur’an Pering, nilai 91
Juara III Khairi Syawaludin, nilai 90 utusan TPQ Nurul Huda Meso

Lomba Bacaan Do’a Sehari-hari
Putra:
Juara 1 dengan nilai 92, utusan TPQ Nurul Huda Meso
Juara II dengan nilai 80, utusan TPQ Baitul Nur Sebala
Juara III dengan nilai 77, Utusan TPQ Al-Jami’ Ranai

Putri:
Juara 1 dengan nilai 98, utusan TPQ. Nurul Huda Meso
Juara II dengan nilai 88, utusan TPQ Shirotol Mustakim Masjid Agung
Juara III dengan nilai 87, utusan TPQ Al – Almuttaqin

Kali Grafi
Putra:
Juara 1 dengan nilai 84, utusan TPQ Nurul Qur’an Pering
Juara II dengan nilai 83, utusan TPQ Darrul Wustho Padang Kurak

Juara III dengan nilai 78, utusan TPQ Al-Ikhlas

Putri:
Juara I dengan nilai 98, TPQ Al – Jami’ Ranai
Juara II dengan nilai 96, TPQ Al-Ilkhlas Ranai
Juara III dengan nilai 92, TPQ Al-Ashar Air Batu

Surah Pendek:
Putra:
Juara 1 dengan nilai 91, Nurul Huda Meso
Juara II nilai 90, TPQ Nurul Qur’an Pering
Juara III dengan nilai 89, TPQ Darrul Wustho Padang Kurak

Putri:
Juara 1 nilai 91, TPQ Nabila Rihadatul Aisya
Juara II dengan nilai 90, TPQ Al-Jami’ Pering
Juara III dengan nilai 89, utusan TPQ Nurul Qur’an Pering

Lomba Tartil Quran
Putra:
Juara 1 dengan nilai 84,TPQ Nurul Huda Meso
Juara II dengan nilai 83, TPQ Bantul Nur Sebala
Juara III dengan nilai 80, TPQ Al-Jami’ Ranai

Putri:
Juara 1 jumlah nilai 83, TPQ Nurul Huda Meso
Juara II jumlah nilai 82, TPQ Nurul Qur’an Pring
Juara III jumlah nilai 81, utusan TPQ Al-Muttaqin

Dacil
Putri:
Juara 1, diraih oleh Nadin, dengan nilai 170 utusan TPQ Al-Anshar Air Batu Bandarsyah
Juara II diraih oleh Suci Nuhidayah, nilai 163 utusan TPQ Nurul Huda Meso
Juara III diraih oleh Charisa, dengan nilai 161, utusan TPQ Nurul Qur’an Pering

Putra:
Juara 1 diraih oleh Rizki Maulana Yusuf, dengan nilai 166 utusan TPQ Al-Jami’ Ranai
Juara II dengan nilai 165, diraih oleh Rahmad Adilah, utusan TPQ Al-Ashar Air Batu
Juara III dengan nilai 163 diraih oleh Dhimas Aditia, utusan TPQ Al-Ikhlas Ranai

Sedangkan juara umum direbut kembali oleh TPQ Nurul Huda Meso, setelah sempat direbut oleh TPQ Masjid Agung satu tahun. Sampai tahun 2017 ini TPQ Nurul Huda Meso sudah dua kali meraih juara umum.(kmg/rikyrinovsky)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Natuna – Ikut merasakan keluhan yang ditanggung warganya dengan harga tiket yang mencekik, Bupati Natuna Hamid Rizal langsung menanggapi.

Untuk membela kepentingan masyarakatnya itu, ia mengirimkan surat ke Kementerian Perhubungan untuk mencari solusi terbaik untuk warga Natuna. Surat yang ditembuskan ke Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo itu, ia meminta harga tiket dari dan menuju Natuna dengan harga batas terendah.

”Surat permohonan sudah dikirim ke Menteri Perhubungan, dengan tembusanya ke presiden dan wakil presiden,” kata Hamid di Ranai, Sabtu, 18 November 2017.

Bupati Hamid Rizal memohon, dengan ditembuskanya surat ke presiden dan wakil presiden Republik Indonesia diharapan surat tersebut dapat perhatian khusus dari kepala negara, dan cepat terealisasi.

“Apalagi yang meminta kabupaten Natuna, yang memang dapat perhatian khusus dari pemerintah pusat, moment ini harus kita gunakan”, jelas Hamid.

Selama ini harga tiket pesawat di Natuna sangat mahal dan memberatkan penumpang, bahkan dari Natuna ke Batam pernah mencapai harga Rp,1,8 juta untuk satu penumpang.

Dengan mahalnya tiket pesawat, di yakini sebagai salah satu hambatan orang mau berkunjung ke Natuna, baik mereka yang ingin investasi ataupun sekedar berwisata ke natuna, bila ini terus terjadi maka laju pembangunan di Natuna pada setiap sektor akan terhambat dan tidak sesuai dengan yang diharapkan.

Pada kesempatan tersebut Hamid juga menasehati seluruh OPD untuk berangkat keluar daerah seperlunya saja, agar tidak terlalu sering meninggalkan pekerjaan di kantor.

“Jangan pula habis ada pencairan proyek penuh pesawat oleh pegawai, untuk berangkat yang kurang penting”, kata Hamid mengingatkan.

Pasca meresmikan pengunanan Bandara Ranai, Presiden Joko Widodo mengajak Indonesia memandang laut dan udara sebagai wadah pemersatu bangsa, bukan sebagai pemisah. Dengan demikian konektiviti antar daerah baik provinsi, kota, kabupaten semakin baik.

”Bandara Ranai yang diresmikan ini diharapkan dapat meningkatkan mobilitas orang dan barang agar pergerakan ekonomi naik,” kata Presiden Jokowi saat meresmikan pengoperasian terminal Bandar Udara Ranai, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, Kamis, 6 Oktober 2016 lalu. (kmg/riky)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Natuna – Urusan wisata pantai, Pulau Natuna, di Provinsi Kepri memang cantik hamparan batu tersebar bibir pantai. Pulau yang dikenal berkat Anugrah Tuhan akan kaya laut melimpah Ikannya, nyatanya menjadi destinasi wisata favorit bagi Anda yang gemar berlibur pantai sambari mancing ikan.

Halusnya pasir pantai ditambah hempasan ombak laut yang membelai kaki Anda siap memanjakan liburan Anda berjelajah di pantai-pantai cantik di Pulau Natuna.

Keindahan Pulau Kukup ini langsung dirasakan oleh insan pers Natuna tergabung dalam Pers Natuna Solidarity saat melepas penat sepekan berjibaku dengan karya jurnalis, berlibur, Minggu, 12 November 2017.

Pulau kukup yang tak jauh dari pusat kota Ranai para traveler bisa menyewa sped boat warga untuk menyebrang ke pulau kukup.

Para insan pers menunjukan kepada dunia tempat-tempat indah yang masih alami dengan menulis dan upload foto-foto terbaik mereka di media soaial maupun media mainstrim.

Dalam beberapa bulan ini, mereka sudah kunjungi beberapa lokasi berwisata di Natuna, seperti Pulau senua, Batu Kasah, dan pekan ini mereka kunjungi pulau kukup memiliki luas 8 HK banyak pohon kelapa terhampar pasir putih sangat mengkilau dijamin betah berkunjung.

Dalam kegiatan tersebut, biasa insan pers mengisi waktu dengan memancing, bakar hasil memancing dan mengabadikan setiap moment di kamere masing-masing peserta, kemudian mereka berbagi lewat akun mereka masing-masing melalui pemberitaan, facebook, instagram,Twiter.

Seperti yang telah diberitakan media online menyatakan beberapa komentar kagum muncul dari beberapa rekan pers saat tiba di tempat mereka singah.

“Eman – eman (sia-sia) kalau pulau itu tidak garab,banyak potensiada di sana, terutama sekali potensi wisata. Sebetulnya tinggal disentuh sedikit saja, pulau itu bisa jadi destinasi wisata menarik,” kata Alfi di Ranai.

Hal yang sama diakui rekannya, Erwin. Ia mengaku di pulau itu terdapat kesan mediteranian yang kental, karena di seluruh lingkar pulau terdapat hamparan pasir yang luas dan memanjang.

Apalagi pulau itu ditumbuhi kelapa dan pohon pohon mentigi yang menyerupai perdu-perdu padang pasir air laut sangat jernih.

“Panorama alam kayak padang pasir. Dari jauh kita sudah dapat menyaksikan hamparan pasir luas. Pas sekali untuk berjemur,” timpal Erwin.

Untuk menikmati momen terbaik di pulau ini Anda bisa menikmati keindahan Pantai di kala senja lihat matahari terbenam luksan langit terpancar indah.

Konon, pulau tersebut juga sering dijadikan sebagai lokasi pengembang penyu oleh warga Desa Cemaga.

Selain potensi keindahan alam, pulau itu juga dinilai strategis karena perairan disekitarnya ramai dilalui oleh armada laut.

“Saya rasa untuk membangun wisata di sana tidak susah-susah amat. Karena selain indah, letaknya juga setrategis di jalur lintasan laut intetnasional tak jauh dari bunguran besar Ranai Natuna 30 menit saja pakai perahu motor,” Ungkap Erwin. (kmg/riky)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Natuna – Dinas Kesehatan (Dinkes) Natuna menggelar bakti sosial (baksos) dengan melaksanakan donor darah dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-53 di rumah sakit umum daerah (RSUD), Sabtu, 11 November 2017.00

Selain donor darah, Peringatan HKN ke-53. Dinkes PPKB Kabupaten Natuna bekerjasama dengan RSUD Natuna, PMI, IDI, IBI dan Ikatan perawat sekaligus pemeriksaan inspeksi visual Acetat (IVA) untuk kaum ibu.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan, Drs. Abdul Gani mengatakan, dengan melakukan donor darah, kita memberikan sedikit darah dari dalam tubuh agar dapat dimanfaatkan guna membantu orang lain.

“Kegiatan donor darah ini terbuka untuk umum, siapa saja boleh donorkan darah, dan itu sudah kita umumkan ke seluruh masyarakat,” terang Abdul Gani, Sabtu, 11 November 2017.

Lanjut Gani, selain kalangan masyarakat, pihaknya juga telah memberitahukan ke seluruh OPD Pemkab Natuna melalui surat pemberitahuan dari Sekretaris Daerah Kabupaten Natuna.

Sampai siang ini masih terkumpul 20 kantong darah dan akan terus berlanjut.

” Kegiatan yang dilaksanakan dalam satu hari ini, pihak penyelenggara berharap partisipasi masyarakat yang tinggi, sehingga RSUD memiliki persediaan darah yang cukup, dan berguna untuk peningkatan pelayanan Kesehatan, ” tutup Abdul Gani. (kmg)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Natuna – Komandan Kodim (Dandim) 0318/Natuna berganti pucuk pimpinan. Letnan Kolonel (Letkol) Inf Ucu Yustiana S.IP digantikan oleh rekan satu angkatannya di Akademi Militer (Akmil) 1998, Letkol Inf Yusuf Rizal.

Upacara serah terima jabatan (sertijab) dipimpin Komandan Korem 033/Wira Pratama, Brigadir Jendral TNI Fachri di Markas Korem 033/WP di Jalan Sei Timun, Kilometer 14, Senggarang Kota, Kamis, 9 November 2017. Pelaksanaan upacara sertijab ini berjalan tertib dan penuh hikmat.

Letkol Inf Ucu Yustiana S.IP menempati posisi strategis sebagai Pabandya 3/Minturops Spaban I/Ren Sopsad di Mabes Angkatan Darat, Jakarta.

Selanjutnya Dandim diserahterimakan kepada Letkol Inf Yusuf Rizal, yang sebelumnya sebagai Dandodiklatpur Rindam III/Siliwangi .

Serah Terima Jabatan ini sangat penting dilakukan dalam menghadapi perkembangan dan perubahan lingkungan Strategis yang dinamis. Karena Wilayah tertorial Kodim 0318/Natuna, merupakan kepulauan paling Utara di Selat Karimata, dan terdapat jalur pelayaran internasional. (kapenrem 033/wp)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Natuna – Komandan Pangkalan TNI AL (Lanal) Ranai Kolonel Laut (P) Tony Herdijanto, S.E., M.Sc., bersama Wakil Bupati Natuna Dra. Hj. Ngesti Yuni Suprapti dan Kepala Syahbandar Ranai, Liber Feri Walsen  mensosialisasikan keselamatan berlayar di KM Bukit Raya di Pulau Selat Lampa, Senin, 6 November 2017 siang.

Dalam sosialisasi ini, Para pejabat didampingi Pasintel Lanal Ranai, Mayor Laut (P) M. Ichlas Thamsi, S. Sit., dan Dandenpomal Lanal Ranai Kapten Laut (PM) Deny Iqbal, S. H.

Kepada Nakhoda dan crew kapal KM. Bukit Raya , Komandan Lanal Ranai menyampaikan sosialisasi ini untuk membiasakan dan memberi masukan kepada crew kapal untuk menjadikan keselamatan berlayar sebagai prioritas utama dan standar operasi prosedur berlayar untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan dalam berlayar.

Wakil Bupati Natuna, Dra. Hj. Ngesti Yuni Suprapti mengapresiasi kegiatan Lanal Ranai ini. Wakil Bupati menyampaikan sangat berterima kasih kepada Danlanal Ranai atas perhatiannya kepada Keselamatan berlayar di KM Bukit Raya yang merupakan salah satu sarana yang digunakan bepergian masyarakat Natuna.

“Kita tidak mengharapkan sesuatu terjadi didalam pelayaran KM. Bukit Raya ini, tapi sosialisasi keselamatan berlayar adalah merupakan standar operasi prosedur dalam suatu pelayaran, kami mewakili Bupati Natuna mengucapkan banyak terima kasih kepada Danlanal Ranai yang telah memberikan perhatiannya terhadap keselamatan berlayar KM. Bukit Raya, kami berharap hal ini juga diterapkan kepada kapal – kapal tranportasi reguler lainnya,” katanya.

Dalam kesempatan itu Danlanal Ranai secara simbolik memakaikan jaket pelampung (Life Jacket) kepada ABK KM. Bukit Raya agar bisa memberikan pemahaman kepada seluruh ABK untuk selalu mengutamakan keselamatan dalam berlayar dan bisa memberikan sosialisasi kepada penumpang tentang penggunaan Life jacket saat menghadapi kecelakaan di laut. (riky/pen lanal ranai)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Natuna – Kementerian Sosial (Kemensos) RI melakukan kunjungan ke seketariat Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Serindit Kabupaten Natun.

Dalam kegiatan Penyuluhan Assessment Penyusunan Blue Print dan Penyuluhan Sosial, diberbagai wilayah Indonesia tahun 2017 khususnya di Kabupaten Natuna.

Kunjungan yang dilakukan oleh Ikatan Penyuluhan Sosial Indonesia (IPENSI) dan Tim Surveyor Indonesia ke P2TP2A Natuna tersebut disambut baik oleh Kadisos PPPA beserta anggota P2TP2A.

Surveyor Indonesia Siti Nurkhayati mengatakan Kabupaten Natuna termasuk dari 4 daerah yang terpilih sebagai lokasi penyuluhan sosial dari Kemensos RI untuk daerah Tertinggal, Terluar dan Terdepan (3T).

“Tentunya saat ini Natuna bisa berbangga karena menjadi perhatian penuh di pusat. Melalui Kemensos RI ini kami memilih Natuna untuk dilaksanakan penyuluhan sosial dari program 3T,” kata Siti saat ditemui di sekretariat P2TP2A Serindit Natuna, Jumat, 3 November 2017.

Masih kata Siti, dari hasil penyuluhan tersebut akan dibahas di pusat untuk dirumaskan. Sehingga setiap karakteristik sosial masyarakat menjadi stategi percontohan untuk diterapkan disetiap daerah-daerah lain.

“Untuk hasil setiap penyuluhan yang kami lakukan akan dilakukan pembahasan dipusat, kemudian bisa kita tentukan strategi sosial apa yang paling cocok untuk karakteristik sosial masyarakat di daerah Natuna ini. Selain itu, akan menjadi peecontohan di daerah lain,” jelasnya.

IPENSI memberikan apresiasi kepada P2TP2A Serindit Natuna yang bernaung dibawah Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Natuna, dinilai cukup baik dalam melayani setiap laporan KDRTdan kekerasan pada anak yang masuk dalam laporan pengaduan.

“Informasi yang kita terima P2TP2A Serindit Natuna selalu menanggani kasus, sehingga menjadi kepecayaan masyarakat Natuna terhadap P2TP2A untuk melakukan pendampingan dalam menyelesaikan kasus kekerasan yang melibatkan perempuan dan anak,”papar Siti.

Selain di Kabupaten Natuna Provinsi Kepri juga akan dilakukan penyuluhan sosial di daerah Singkawang Provinsi Kalbar, Jayapura Provinsi Papua dan Surabaya Provinsi Jatim.(riky/humas)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Natuna – Seremonial kegiatan penènggelaman kapal ikan asing (KIA) oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, di Perairan Kecamatan Pulau Tiga, Kabupaten Natuna, Minggu, 29 Oktober 2017 meninggalkan prasasti  kepedihan bagi wartawan Natuna.

Pasalnya, tempat dimana digelarnya acara seremonial kegiatan penenggelaman puluhan KIA, pihak dari Humas KKP RI menyampaikan kepada beberapa wartawan lokal, bahwasannya wartawan lokal tidak diizinkan untuk menaiki Kapal Orca 2, dengan alasan kapasitas kapal yang berukuran setara dengan KM Sabuk Nusantara itu, tidak mencukupi.

“Maaf untuk wartawan lokal tidak bisa ikut, karena kapasitasnya terbatas,” kata Diding Sutardi, seorang staff Humas KKP RI, saat dihubungi media melalui telepon selular.

Diding mengaku, larangan wartawan lokal untuk mengikuti kegiatan penenggelaman KIA tersebut, sesuai arahan dari atasannya di Humas KKP RI.

“Ya tidak boleh, itu perintah dari bos saya,” katanya tegas, seolah bos dia mendapat perintah dari atasannya lagi, yaitu Menteri KKP Susi Pudjiastuti.

Kondisi ini membuat wartawan Natuna “membatin”. Dimana usai penegelaman kapal justru menjadi perbincangan hangat. Demi tuntutan pembaca lokal
Natuna, wartawan ingin mendegar info penenggelaman.

Kabag Humas Setda Natuna, Budi Dharma membenarkan, wartawan Natuna dilarang menumpangi Kapal Pengawas Orca 2 PSDKP, yang membawa rombongan sang Menteri menyaksikan detik-detik penenggelaman KIA.

“Rombongan mau pindah ke Kapal Orca 2, dan untuk rekan media yang mau meliput, nanti nunggu rilisnya saja, karena tidak diizinkan masuk oleh Humas KKP,” ungkap Budi Dharma kepada sejumlah awak media.

Sementara itu, Erwin Yohannes Simanungkalit, salah seorang wartawan dari salah satu media online di Kepri, mengaku sangat kecewa dengan perlakuan pihak Humas KKP RI yang melarang dirinya bersama awak media lain meliput.

“Masak kita sudah jauh-jauh datang, panas lagi, sampai sini tak boleh meliput. Apa bedanya media lokal dengan media Nasional. Toh yang mengetahui kondisi riel disini adalah wartawan lokal, bukan media Nasional. Kami juga bisa menyuguhkan informasi yang berguna untuk Pusat. Ini namanya Humas KKP mendiskriminasi wartawan Natuna,” sebut pria yang akrab disapa Kalit itu, kesal.  (kmg)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Natuna – Wakil Bupati Natuna, Ngesti Yuni Suprapti merima penghargaan sastrawan berkarya untuk daerah tertinggal, terluar dan terdepan dari Kemendikbud RI, atas karya buku Natuna berjudul “Ikhtiar Menjaga Peradaban” yang ditulis oleh Jamal Rahman Iroth salah seorang sastrawan Natuna.

Puncak Bulan Bahasa dan Sastra serta pencangan Gerakan Literasi Nasional (GLN) tahun 2017 yang digelar oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, di Senayan Jakarta, Sabtu 28 Oktober 2017.

Ngesti menyampaikan rasa sukur dan apresiasinya atas keberhasilan sastrawan Natuna dalam berkarya, dengan penghargaan tersebut budaya dan sastra Natuna sudah dikenal secara nasional.

Hal tersebut membuktikan, bahwa Natuna tidak hanya dikenal dengan SDAnya tapi juga budaya dan karya satra.

“Ini merupakan langkah tepat untuk mempromosikan budaya sastra Natuna, sekaligus memberi motivasi kepada masyarakat agar bersama-sama mempromosi sastra dan budaya daerah melalui literasi,” ungkap Ngesti.

Sementara itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Prof. Dr. Muhadjir Effendy mengatakan  sumpah Pemuda yang diikrarkan pada tanggal 28 Oktober 1928 telah menempatkan bahasa Indonesia sebagai pilar utama perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia.

Sebagai pilar perjuangan, bahasa Indonesia telah terbukti mampu mempersatukan berbagai suku bangsa yang berbeda-beda latar belakang sosial, budaya, agama, dan bahasa daerahnya menjadi satu kesatuan bangsa Indonesia.

Sementara itu, sastra sebagai wujud dimensi keindahan bahasa perlu didorong agar mampu merajut kebinekaan, nilai-nilai kearifan dari berbagai daerah dalam bingkai keindonesiaan untuk memperkukuh tegak-nya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Berkenaan dengan itu, momentum Bulan Bahasa dan peringatan hari Sumpah Pemuda ini dapat dijadikan sebagai titik tolak bagi generasi penerus untuk memupuk jati diri keindonesiaan.

Di tengah arus kehidupan global saat ini kekayaan budaya bangsa, keragaman bahasa, dan nilai-nilai kearifan yang terungkap dalam sastra harus dapat menjadi modal untuk memperkuat jati diri dan karakter bangsa Indonesia.

Sejalan dengan itu, Mendikbud Muhadjir mengajak melalui bahasa dan sastra, bangun bangsa Indonesia yang cerdas dan memiliki karakter kuat sehingga dapat bersanding dan bersaing dengan bangsa-bangsa lain tanpa harus kehilangan jati dirinya sebagai suatu bangsa.

Derasnya arus kehidupan global dan pengaruhnya yang sedemikian dahsyat saat ini juga menuntut segenap komponen bangsa untuk membekali diri dengan kecerdasan berliterasi dalam berbagai aspek.

Aspek yang dimaksud tidak sekadar kemampuan baca-tulis, tetapi juga harus cerdas dalam berliterasi dalam bidang teknologi informasi, hukum, politik, ekonomi, dan budaya, termasuk dalam berkomunikasi melalui media sosial.

“Dengan kecerdasan seperti itu, kita diharapkan tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga mampu berperan dan bersaing dalam kehidupan global,” papar Mendikbud.

Atas dasar itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan berupaya menjadi motor peng-gerak melalui Gerakan Literasi Nasional. Gerakan ini tentu memerlukan dukungan tidak hanya dari para pemangku kepenting-an pendidikan dan kebudayaan, tetapi juga dari segenap komponen bangsa yang lain secara nasional agar memberikan hasil yang nyata dalam pencerdasan bangsa.

Kecerdasan dalam berliterasi itu juga harus diiringi dengan penguatan karakter untuk membentuk kepribadian Indonesia. Hal itu karena bangsa yang memiliki karakter kuat dan tangguh akan sanggup menghadapi berbagai tantangan dan bahkan—jika karakternya benar-benar kuat—bangsa itu juga mampu mengubah tantangan menjadi peluang.

Berkenaan dengan itu, karakter suatu bangsa tentu dibangun oleh karakter setiap warga bangsa itu. Karena itu, saya mengajak seluruh komponen bangsa untuk meningkatkan karakter diri masing-masing. Kita tinggalkan kebiasaan-kebiasaan yang kurang baik selama ini. Mari kita satukan tekad dan semangat untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik.

Sementara itu, pada kesempatan sama Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Prof. Dr. Dadang Sunendar melaporkan kegiatan Puncak Acara Bulan Bahasa dan Sastra 2017 serta Pencanangan GLN. merupakan kegiatan kebahasaan dan kesastraan Indonesia yang dilaksanakan secara rutin setiap Oktober sebagai bulan lahirnya Sumpah Pemuda.

Rangkaian kegiatan Bulan Bahasa dan Sastra 2017 dilaksanakan selama sebulan. Berbagai kegiatan kebahasaan dan kesastraan yang merupakan ajang berkarya atau berekspresi, ajang peningkatan kualitas berbahasa Indonesia, dan ajang perlombaan diadakan mulai awal Oktober hingga Puncak Acara Bulan Bahasa dan Sastra 28 Oktober 2017 hari ini.

Kegiatan yang diadakan selama Bulan Bahasa dan Sastra 2017 ini, antara lain, adalah Penilaian Pengggunaan Bahasa di Media Massa Cetak, Pemilihan Duta Bahasa (Tingkat Nasional), Debat Bahasa Antarmahasiswa, Lomba Wajah Sekolah, Kuis Pelita Bahasa, Krida Karya Duta Bahasa DKI Jakarta, bedah buku, bazar buku, simulasi dan layanan kebahasaan, pameran laboratorium kebahasaan, dan Layanan UKBI (Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia). (kmg)

sumber: wartakepri.co.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Natuna – Anggota DPRD Kabupaten Natuna, Provinsi Kepri, Marzuki berpendapat peran pers atau perusahaan media massa sangat strategis untuk mempromosikan potensi wisata daerah.

“insan Pers selalu berkarya ikut mengisi pembangunan daerah melalui karya tulis jurnalistik, kepada dinas terkait pers harus selalu digandeng dalam kegiatan apapun, karena peran mereka sangat penting untuk menjadi corong dalam rangka mempromosikan sektor kepariwisataan di daerah ini,” katanya, Minggu, 22 Oktober 2017.

Menurut Marzuki, sehebat apapun dan sebesar apapun kegiatan yang dilaksanakan tetapi belum begitu terlihat semarak dan besar di mata publik jika pers tidak ikut campur dalam memberitakannnya.

“Peran pers itu penting untuk membangun opini publik, pers itu penting untuk media promosi apalagi di sektor kepariwisataan yang mengandalkan promosi untuk menarik para wisatawan berkunjung,” ujar politisi Gerindra belasan Tahun mengelut di dunia jurnalistik.

Marzuki mengatakan, hanya orang yang salah jalan dan salah berpikir yang mengenyampingkan media dalam menjalankan visi dan misi serta program strategis di berbagai bidang.

“Terutama sektor pariwisataan Natuna, saya selalu bilang kepada kepala dinas pers selalu digandeng, kapan perlu libatkan mereka dalam seluruh kegiatan yang ada di dinas tersebut,” ujarnya.

Ia mengatakan, mengembangkan sektor kepariwisataan itu sangat besar biayanya adalah promosi karena menjual produk dan meyakinkan orang untuk tertarik dengan produk yang ditawarkan.

“Kadang-kadang dinas terkait mengikuti berbagai kegiatan festival dan pameran wisata di luar daerah untuk mempromosikan potensi wisata, semua itu butuh biaya yang lumaya besar.

Makanya saya katakan peran media sosial sangat penting terlebih lagi kalau mampu menggandeng pers dengan baik maka mereka sangat strategis sekali dalam meningkatkan daya promosi dapat tergali lebih dalam terkait info yang akan disuguhkan ke publik,” kata Marzuki.

Wajah penuh kecerian setelah sepekan bergelut dengan berita sejumlah insan Pers kabupaten Natuna Refreshing ke Pantai Batu Kasah, Desa Cemaga Tengah, Kecamatan Bunguran Selatan, Kabupaten Natuna, sekligus mempromosikan Keindahan Pariwisata Pantai Batu Kasah, Minggu, 22 Oktober 2017.

Kepala Sub bagian Pemberitaan dan Publikasi Setda Natuna, Noryenti, yang pada saat itu juga ikut hadir atas undangan rekan wartawan dalam menyemarakkan suasana keakraban dan kebersamaan.

Noryenti, yang akrab dipanggil Bu Kasub, sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan rekan wartawan bertamasya di Pantai Batu Kasah.

Karena kegiatan ini, menurut Bu Kasub, suatu kegiatan positif yang dapat mendongkrak peningkatan pembangunan pariwisata Natuna, sebagai ajang pemenuhan pencapaian visi misi Pemerintah Kabupaten Natuna, khususnya Pantai Batu Kasah, sesuai visi misi Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal, dan wakilnya, Ngesti Yuni Suprapti.

“Pak Bupati dan Bu Wabup melalui tim teknisnya, terus menggalakan pariwisata Natuna,” terang Bu Kasub, Noryenti, saat dimintai tanggapan dan komentarnya.

“Sebagai masyarakat, kita wajib mendukung, demi kepentingan wisata Natuna kedepan,” ujarnya.

Kegiatan ini, inisiatif mendadak sejumlah rekan wartawan. Seluruh biaya makan siang dibiayai dari hasil patungan. Pagi hingga beranjak petang, rekan wartawan Kabupaten Natuna ini senang dan gembira.

Sebagian ambil spot foto alam, ada langsung berendam air laut Batu Kasah yang berwarna biru bening Sebagian bergiliran karouke. Sebagian lagi, bermain voli pantai, semuanya sangat ceria gembira esok hari Senin kembali beraktifitas.(riky)

sumber: wartakepri.co.id (group mediakepri.co.id)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Natuna – Sabtu, 21 Oktober 2017 sore, hari yang tak terlupakan bagi Ervan. Soalnya, kapal dengan kapasitas 3 ton miliknya dibakar masyarakat di Pasar Ikan Kampung Pelimpak, Kelurahan Serasan, Natuna karena diduga sebagai kapal bom ikan.

“Saya warga Kecamatan Tambelan yang bekerja di Serasan. Saya sudah bawa keluarga, rencana mau pindah sini, sekarang belum. KTP saya masih Tambelan,” ujarnya.

Ervan sampai saat ini dibawa pihak kepolisian ke Polsek Serasan, dan sampai saat ini belum ada pernyataan resmi dari Kapolsek Serasan terkait kejadian tersebut.

Kapolres Natuna AKBP Charles P Sinaga membenarkan kejadian kebakaran satu unit kapal motor tersebut.

“Ya benar kejadian nya kita masih mendalami motif serta penyebab aksi lakukan sekelompok warga kecamatan Serasan” tersebut Kapolres singkat.(riky)‎

MEDIAKEPRI.CO.ID, Natuna — Julia Meliyanti dan Zainah patut berbangga di hadapan ratusan wisudawan di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI). Kedua wisudawan ini memperoleh nilai yang sangat memuaskan atau cumlaude.

Adapun nilai yang diperoleh Julia Meliyanti, dari Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) dengan IPK 3,66 dan Zainah, dari Program Studi Ekonomi Syari’ah (SES) dengan IPK 3,55. Pengumuman kedua wisudawan ini disampaikan dalam rapat Senat Terbuka di Gedung Sri Serindit, Batu Hitam, Ranai, Rabu, 11 Oktober 2017.

Selain kedua wisudawan yang berbahagia ini, STIA Natuna mewisuda sebanyak 125 orang lulusan, yang terdiri dari 66 orang lulusan Program Studi Pendidikan Agama Islam, dan 59 orang Program Studi Ekonomi Syari’ah. (sofyan)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Natuna – Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan saat ini sedang mengembangkan program peradaban yang mengangkat tagline mengungkap, memaknai, mencintai kebudayaan Indonesia melalui peninggalan arkeologi.

” Program tersebut merupakan wujud pertanggungjawaban instansi Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, terhadap masyarakat berkenaan dengan hasil penelitian yang telah dilakukan diberbagai wilayah Indonesia,” kata peneliti Sonny.C. Wibosono, DEA., saat memberikan materi sosialisasi pada acara Penelitian Arkeologi Nasional, Rumah Paradaban Natuna, di Aula SMAN 1 Ranai, Rabu, 11 Oktober 2017.

Lebih lanjut katakan Sonny, rekonstruksi jaringan pelayaran dan perdagangan Natuna, dengan pelabuhan di pantai timur Sumatera masa Sriwijaya, ditandai dengan pola persamaan kwalitatif keramik sehingga tampak pentingnya kota kota pelabuhan tersebut sebagai pusat perdagangan atau pelabuhan.

Masih kata Sonny, Program Rumah Peradaban merupakan salah satu cara yang dianggap tepat untuk mengabadkan masyarakat masa kini tentang masa lalu, serta sebagai pembelajaran masa lalu untuk masa kini.

Lanjutnya, program tersebut merupakan sebagai wujud peradaban, baik material, tekstual, dan foto-foto dalam bentuk buku, banner dan leaflet.

Rumah Peradaban Arkeologi Natuna sangat penting untuk dijadikan aktivitas dan budaya masa lampau Natuna, seperti barang-barang tinggalan masa lampau baik di darat maupun laut dan beberapa milik masyarakat.

Dijelaskan Sonny, manfaat dari Rumah Peradaban Arkeologi Natuna, salah satunya mendapatkan informasi tentang budaya masa lampau yang akurat dan teruji karena hasil dari penilitian.

Sehingga menyebarluaskan pengetahuan nilai-nilai budaya kepada masyarakat dari hasil penelitian melalui media informasi dalam Rumah Peradaban Arkeologi Natuna.

Sebagai koridor maritim di tengah Laut Natuna Utara, Natuna dapat dipastikan memiliki peran yang sangat strategis pada masa lampau hingga sekarang, dalam kaitannya sebagai pulau terdepan dan yang dilalui oleh jalur pelayaran dan perdagangan global.

” Melalui Rumah Peradaban Akeologi Natuna dapat dijadikan sebagai pembelajaran untuk barang-barang bersejarah hasil dari penelitian oleh peneliti,” tutup Sonny.

Hal senada sampaikan M.Th Naniek Harkatinigsih juga Ahli spesialis keramik, salah satu simpulan yang diperoleh dari pusat penelitian Akreologi Nasional menyebutkan bahwa Natuna satu pulau sangat strategis sejak dahulu dari abad ke 12-14 tingginya jumlah keramik masuk ke Natuna.

“Peningkatan ini pada masa itu diduga ada kaitan dengan peningkatan pelayanan dan perdagangan.”ujar Naniek.

Lanjut dia, tidak ada keraguan bahwa laut Natuna Utara, adalah perairan maritim dengan jalur pelayaran dan perdagangan yang telah lama dikenal sejak abad ke 6 menghubungkan benua timur dengan barat, antara China dan India atau timur tengah.

Dalam keronik China nama Natuna baru dikenal sekitar tahun 1430 dengan sebutan Ma-an-shan,yang berarti “pulau pelana kuda”(saddleHorses). Namun pertanggalan keramik Natuna jauh lebih awal sambung, Naniek Harkatinigsih.

Dari wilayah ini pernah ditemukan keramik yang disebut Yue ware, warna hijau kekuningan atau kecoklatan, buatan tungku Guangdong abad ke 8-9 (adyatman 1987).

Masih kata Nanik, berdasarkan data kita dapat menandai fase awal masuknya keramik ke Natuna yaitu pada abad ke 10 an.

” Ini berarti ada peluang untuk menarik hubungan antara Natuna dengan situs situs awal Sriwijaya”tutupya.

Hal sama disampaikan Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Natuna, Erson sangat mendukung dan mengaprisiasi Rumah Peradaban Arkeologi Natuna untuk menambahkan wawasan dan pengetahuan tentang tinggalan budaya Natuna.

” Kita berharap kegiatan seperti ini terus dilaksanakan setiap tahunnya,” ucap Erson.

Kegiatan tersebut buka oleh Kadis Pariwisata dan kebudayaan Erson Gempa Asrpandi, hadiri kadis Pendidikan Natuna Marka DJ, Sekcam Bunguran Timur Bukhari, Kasat Reskrim Polres Natuna Kamaruddin,Insan Pers dan di ikuti oleh puluhan pelajar tingkat SLTA se Kecamatan Bunguran Timur beserta guru (riky/kmg)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Natuna – Para generasi milenial merupakan kader-kader yang dapat membangun Pulau Natuna di masa mendatang dan sejatinya menjadi tanggung jawab mereka.

“Mulai lah dari sekarang menanamkan jiwa kedisiplinan,” ujar Bupati Natuna, Hamid Rizal dalam lomba kreasi PBB tingkat SMP dan SMA se Kabupaten Natuna.

Kegiatan tersebut diselenggarakan dalam rangka memeriahkan HUT TNI ke-72 tahun dan Satuan Radar (Satrad) 212 Ranai, Kabupaten Natuna yang ke 35 tahun yang dilaksanakan di Mako Satrad 212 Ranai, Selasa, 3 Oktober 2017.

“Ini bisa menjadi bekal para peserta lomba sebagai penerus bangsa untuk membangun Natuna kedepan,” sambung Hamid.

Menurut dia, pelajar Natuna merupakan anak yang memiliki otak cerdas. Sebab selalu mengkonsumsi ikan pada setiap harinya.

Untuk itu, Bupati menegaskan kepada para generasi muda Natuna sebagai penerus bangsa, agar tidak mengkonsumsi narkoba.

“Karena narkoba adalah musuh bangsa, musuh kita bersama yang dapat merusak pola pikir generasi penerus serta sendi-sendi persatuan dan kesatuan bangsa,” kata Hamid.

Komandan Satrad (Dansatrad) 212 Ranai, Letkol Lek. Bambang Budi Kuncoro, mengatakan lomba yang memperebutkan hadiah uang tunai sebesar Rp.7,5 juta, tropi dan piagam penghargaan ini, dinilai dari kreasi gerakan.

“Termasuk kedisiplinan dan kekompakan antar peserta,” ujarnya.

Kata Bambang, lomba ini ditujukan kepada para pelajar mengingat pengaruh negatif diluar sekolah yang sekarang sudah sangat memprihatinkan.

Sehingga melalui kegiatan ini, nantinya para pelajar khususnya di Natuna, bisa terhindar dari hal-hal negatif yang mampu merusak masa depan mereka.

“Kita tidak bisa pungkiri, diluar sana sangat banyak kegiatan negatif. Kita bermaksud memberikan kegiatan positif bagi anak-anak kita. Bagaimanapun mereka adalah para pengganti kita kelak,” terangnya.

Lebih lanjut dikatakan Bambang, peserta lomba yang terdiri dari 17 regu ini, semuanya akan diperkenalkan dengan kegiatan yang ada di Satrad 212 Ranai. Karena mungkin sampai saat ini, para pelajar belum banyak yang mengetahuinya.

“Tentang kedisiplinan, sportifitas, kekompakan, semangat juang dan menanamkan jiwa patriotisme dan hal positif lainnya, itulah tujuan kami lebih mendidik,” ucap dia.

Tim penilai lomba terdiri dari 6 orang yang berasal dari perwakilan Satrad 212 Ranai, Lanud Raden Sadjad (RSA) Ranai, Lanal Ranai, Kodim 0318 Natuna, Polres Natuna dan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Natuna.

Hadir dalam kesempatan itu, Danlanal Ranai, Kolonel Laut (P) Tony Herdijanto, Dandim 0318 Natuna, Letkol Inf. Ucu Yustiana, Wakapolres Natuna, Kompol Alvis, Kadisdikpora Natuna, Marka Dj, Wakil Ketua DPRD Natuna, Hadi Chandra, serta Wan Sofian dan Harken Anggota DPRD Natuna. (rikyrinov)

sumber: wartakepri.co.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Natuna – Dalam satu bulan terakhir, masyarakat Kecamatan Bunguran Utara, Natuna, khususnya Kelarik dan sejumlah desa lainnya harus jalani pemadaman bergilir. Dan untuk satu minggu belakangan, terjadi pemadaman total.

“Akibat krisis listrik, roda perekonomian di wilayah ini tidak bisa berjalan seperti biasa. Banyak peralatan tidak bisa digunakan karena tidak ada pasokan listrik,” kata Camat Bunguran Utara, Izhar.

Pemadaman total yang dilakukan selama 24 jam membuat masyarakat semakin kecewa atas kinerja perusahaan negara tersebut. Kecamatan akan berkoordinasi dengan kepala PLN Rayon Ranai terkait hal ini.

Menurut Izhar, kondisi mesin yang ada saat ini sudah tidak memungkinkan lagi menerangi Kelarik selama 24 jam. Selain sudah berumur, mesin PLN sering mengalami kerusakan.

“Kasihan warga saya apalagi sekarang terjadi pemadaman total 24 jam biasanya hanya hidup 16 jam saja. Tetapi masih bisa kita redam emosi masyarakat, semoga secepatnya ada solusi”, ujarnya.

Sementara itu, Kepala PLN Subrayon Kelarik, Dedy, membenarkan adanya pemadaman bergilir dan puncaknya dilakukan pemadam total. Hal ini dilakukan mengingat kondisi mesin yang parah.

Total kapasitas dari 3 mesin yang ada yakni 300 Kilo Watt, salah satu mesin “Komatsu” berdaya 150 KW mengalami kerusakan. Satu mesin lagi juga mengalami nasib serupa, tidak bisa dihidupkan maksimal.

Saat ini mesin yang bisa dihidupkan hanya satu dengan kapasitas 80 KVA. Karena dikhawatirkan terjadi kerusakan, makanya dilakukan pemadaman total.

“Kondisi ini sudah kita laporkan kepada PLN rayon Ranai. Mudah-mudahan peralatan yang dipesan bisa sampai hari ini, sehingga cepat diperbaiki,” katanya. (kmg/rikyrinovs)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Natuna – Anak – Anak Natuna pulau terdepan riang dan gembira peringati Hari Anak Nasional (HAN) 2017 di  Gedung Serindit , Kamis, 14 September 2017 pagi. Ratusan anak-anak, mulai dari taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP) hingga sekolah menengah atas (SMA) antusias mengikuti rangkaian kegiatan.

Peringatan HAN yang diselenggarakan bersama pemerintah daerah. Dalam peringatan ini dimeriahkan dengan balon warna – warni.

Wakil Bupati Natuna, Ngesti Yuni Suprapti menyampaikan bahwa peringatan HAN merupakan momen penting dalam upaya membimbing anak-anak menjadi generasi penerus bangsa berprestasi dan berahlak mulia. Ia berpesan kepada para anak–anak, agar giat dalam belajar dan meraih cita-cita. Serta menghindari pengaruh negatif, yang disebabkan oleh media sosial tidak mendidik dan merusak moral para generasi muda.

Ngesti mengajak seluruh komponen mulai dari lembaga vertikal, lembaga pendidikan, badan usaha dan masyarakat luas, agar memberikan lingkungan yang ramah terhadap anak-anak. Saling mendukung kegiatan anak-anak, baik melalui kebijakan dan program kerja, agar anak-anak khususnya di Natuna memiliki kesempatan dalam meyalurkan bakat-bakat mereka.

“Perlu saya tekankan, bahwa dalam kesempatan yang berbahagia ini, dengan penuh harapan agar anak-anak Natuna, mempunyai ruang untuk berkreativitas dan tidak ditelantarkan,” harapnya.

Pada kesempatan sama, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Natuna, Kartina Riawita menyampaikan perlindungan anak harus dimulai dari keluaraga, karena anak merupakan potensi yang penting sebagai penerus masa depan bangsa.

Peran keluarga sangat menentukan karakter seorang anak-anak disamping pendidikan formal di sekolah. Untuk itu, ia berharap keluarga memberikan perhatian lebih kepada anak-anak terutama dalam pergaulan sehari-hari agar tidak salah jalan.

Pada kesempatan itu, juga digelar berbagai pertunjukan, mulai dari membaca puisi dibawakan Ressty sisiwa SMA 1, tarian hingga pemutaran film dokumenter pendek hasil karya anak-anak Natuna. (riky/kmg)

NATUNA

Selasa | 12 September 2017 | 19:32

WOW… Ada PNS di Sekwan Nyabu di Rumah Warga

MEDIAKEPRI.CO.ID, Natuna – Dua pengguna narkoba jenis sabu ditangkap dari rumah warga di Bandarsyah, Ranai, Kecamatan Bunguran Timur Natuna, Selasa, 12 September 2017 sore. Satu dari dua tersangka ini adalah Pegawai Negeri Sipil Sekwan DPRD Natuna.

Kedua pengguna sabu aktif ini adalah Yudhi Hardi (36) dan Ricky Andriadi (24). Dari tangan tersangka polisi menemukan satu paket kecil narkotika jenis sabu yang dibungkus plastik kecil.

”Penangkapan kedua orang itu dari tangan mereka diamankan 1 paket barang untuk bukti kuat merupakan narkoba model sabu,” kata AKBP Charles P Sinaga, Kapolres Natuna.

Polisi kemudian melakukan penyelidikan. Akhirnya penggeledahan dilakukan di lokasi tersangka disaksikan ketua RT setempat.

” Kami menemukan di dalam kamar di atas dinding kamar satu bungkus plastik bening. Tersangka diminta untuk mengambil dan membukanya. Ternyata berisikan narkotika jenis sabu,” terang Kapolres.

Setelah diinterogasi mereka mengakui narkoba itu adalah milik mereka. ” Mereka beli dari Julianto, yang saat ini jadi DPO. Kedua tersangka akhirnya diamankan,” kata Charles. (kmg)

 

MEDIAKEPRI.CO.ID, Natuna -Kabar tidak enak dari Kecamatan Subi, Natuna. Dua siswa diperlakukan tidak baik, bahkan lebih cendrung mempermalukan dengan atas nama sebuah hukuman. Apakah kekerasan dengan menampar dan menjatuhkan mental siswa menyuruh keliling kampung ini dibenarkan?

Informasi yang diperoleh, aksi kekerasan oknum guru ini terjadi karena masalah sepele. Dimana, siswa dikedua siswa yang dihukum ini ribut di kelas, Rabu, 30 Agustus 2017 lalu. Suara gaduh itu, kononnya sampai ke ruang Kepala Sekolah SMAN 1 Subi, Arpandi. Sehingga, kedua yang ketahuan, langsung diberi sanksi.

 

Awalnya, kedua siswa ini disuruh berjemur dibawah tiang bendera di sekolah. Karena belum merasa puas dengan hukuman itu, kedua siswa disuruh keliling kampung yang digiring oleh warga. Sebelum diarak keliling, kedua siswa ini mendapat perlakuan kasar dengan ditampar.

Aksi kedua siswa yang menjalani hukuman ini, menuai protes dari masyarakat setempat terutama wali siswa. hal itu dianggap memalukan siswa dan orang tua.

Salah satu Orang tua wali murid udah melapor ke UPTD Kecamatan Subi tapi ditolak karena SMA bukan lagi lingkup kerjanya. Kemudian, wali siswa melapor dan menghadap guru BP dan wali kelas, namun wali kelas menjawab tidak tahu menahu aksi tersebut. Sehingga, sikap protes orangtua wali tidak ada respon.

 

Wartawan Tergabung Komnas WI bertugas Natuna yang mengetahui kejadian ini langsung menelusuri mengenai kejadian tersebut. “Benar kejadian itu. Saya datang ke kelas untuk tidak berisik di kelas. Mohon maaf saja, saya pastikan sumber ini dari gurukan,” kata Arpandi sambil bertanya.via tertelpon. (riki)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Natuna –Tim sapu bersih pungutan liar (Saber Pungli) Natuna melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap MD, Kepala Desa Tanjung sedang transaksi uang hasil pungli di salah satu warung di Pantai Tanjung, Sabtu, 9 September 2017, sekitar pukul 14.00 Waktu Indonesia Barat.

Penangkapan orang nomor satu di Desa Tanjung ini karena diduga melakukan pungutan liar dalam mengurus dokumen surat lahan.Dimana tersangka mendapat uang sebesar 10 persen dari setiap adanya transaksi dalam jual beli tanah saat dilakukan pengurusan dokumen lahan tersebut.

Informasi elektronik dari Polres Natuna yang terima Kepri Media Group, Sabtu, 9 September 2017 diketahui tim Saber Pungli mendapat informasi dari warga. Lalu, petugas melakukan pendalaman informasi tersebut. Setelah hari transaksi diketahui, maka petugas melakukan penangkapan.

Dan tersangka ditangkap tanpa ada melakukan perlawanan. Petugas mendapat barang bukti uang transaksi sebesar Rp500.000. Uang ini merupakan uang sisa dari kesepakatan 10 persen dari pengurusan tanah itu sendiri. (KMG/riki)